Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

KELENJAR PITUITARY
(hipofisis)

Disusun oleh
KELOMPOK I (I.C)
ANDI KURNIAWAN
AYU WANDIRA
DIANI SUSILAWATI
NANING NURHAIDA
SARTIKA RAHAYU
YULI FITRIANI

DINAS KESEHATAN AKADEMI PERAWAT KESEHATAN


PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
TAHUN AKADEMIK 2012/2013
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil alamin, segala puja dan puji syukur kepada Allah SWT, sang
Kholiq yang maha perkasa yang telah melimpahkan segala rahmatnya kepada kita
sehingga kita dapat menjalankan tugas ini, sebagai seseorang hamba-Nya dan sebagai
seseorang Khlifah-Nya dimuka bumi ini. Shalawat dan salam selalu terucapkan kepada
baginda Rasul SAW, beliau adalah revulisioner pertama yang membebaskan umatnya dari
zaman kebodohan menuju jalan yang lurus atau kemerdekaan
Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu/Bapak Dosen yang telah banyak
memberikan bimbingan dan motivasi kepada kami sehingga makalah ini mampu kami
selesaikan tepat pada waktunya.
Sebagai seseorang manusia yang selalu identik dengan kesalahan nya dan sifat
khilaf yang di milikinya, kami sadar makalah ini masi jauh dari kesempurnaan, oleh
karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi
kesempurnaan makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat berguna kepada kami secara khususnya dan pembaca
secara umumnya.

Wallahulmuafiqu walhadi ila sabilirrosad


Wassalamualaikum

Sakra, Oktober 2012

Penyusun

(Kelompok 1)
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Ilmu Anatomi fisiologi mempelajari tentang struktur tubuh manusia. Di dalam
Anatomi fisiologi terdapat Hormon Pituitri. Di dalam anatomi fisiologi kita dapat
mempelajari tentang hormon yang salah satunya hormon kelenjar pituitary.
Dalam makalah ini terdapat hormone pituitary yang menjelaskan tetang
bagaimana struktur hormone.

B. Rumusan Masalah
1. di mana letak hormone ?
2. jenis hormone apa saja yang terdapat ?

C. Tujuan
Mengetahui susunan hormone dan dimana letak hormone tersebut.

D. Sistematika Penulisan
Makalah ini di susun atas: BAB I: Pendahuluan yang berisi tentang latar
belakang, rumusan masalah, tujuan, sisitematika penulisan. BAB II : Pembahasan.
BAB III : Penutup yang tersusun atas kesimpulan dan daftar pustaka.
BAB II

PEMBEHASAN

KELENJAR PITUITARI

A. ANATOMI KELENJAR PITUITARI

Kelenjar pituitari ( hipofisis ) merupakan kelenjar yang berukuran


kecil dengan diameter lebih kurang 1 cm. dan berat sekitar 0,5 – 1 gram.

Kelenjar ini Terletak di bagian tengah dasar otak, dan secara langsung
berhubungan dengan hipotalamus melalui suatu struktur berbentuk tangkai

terletak tepat di bawah hypothalamus, terlindung dari depresi di dasar


tengkorak yang disebut turcica sella (“pelana Turki“). Pada tengkorak
manusia dewasa atau domba, ukuran dan bentuknya pituitari kira-kira seperti
kacang garbonzo (Cicer arietinum)

B. HORMON YANG DI HASILKAN KELENJAR PITUITARI

Kelenjar pituitari terdiri atas dua bagian: kelenjar depan (anterior) dan
belakang (posterior). Setiap bagian menghasilkan hormon berbeda.

1) Kelenjar Pituitari Depan

Kelenjar pituitari depan menghasilkan enam hormon berbeda


yang fungsinya telah tertentu. Sebagian hormon yang bekerja pada
kelenjar hormon lainnya disebut “hormon tropik”. Hormon ini
dirancang untuk mengatur sistem hormon. Pada halaman berikut kita
akan mempelajari fungsi-fungsi hormon tropik bersama dengan
susunan dan fungsi kelenjar-kelenjar hormon yang dihasilkannya.
Kelompok lain hormon-hormon ini merangsang jaringan tubuh. Nama-
nama hormonnya sebagai berikut:

Hormon yang merangsang kelenjar endokrin/hormon lain (tropik):

1. Hormon perangsang tiroid (TSH)


2. Hormon perangsang kelenjar adrenal (ACTH, hormon
adrenokortikotropik)
3. Hormon perangsang folikel (FSH)
4. Hormon Luteneizing (LH).

Hormon-hormon yang bekerja pada jaringan tubuh (non-tropik)

1. Hormon pertumbuhan (GH)


2. Hormon prolaktin (PRL).

2) Kelenjar Pituitari Belakang

Bagian belakang kelenjar pituitari adalah tempat menyimpan


hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus. Pada keadaan yang sesuai,
hormon-hormon ini dilepaskan dengan perintah dari hipotalamus.
Hormon-hormon itu adalah:

1. Vasopresin (hormon antidiuretik)


2. Oksitosin
C. TARGET SEL SPEFISIK HORMON PITUITARI

Hormon Target

a) Pituitary posterior ginjal, uterus, kelenjar susu

b) Pituitary anterior tiroid, korteks adrenal ( kelenjar anak


ginjal)
kelenjer susu jaringan halus, tulang
melanosoid pada kulit

D. FUNGSI KELENJAR PITUITARI

Kelenjar ini disebut pula hypophysa terletak pada lekukan tulang di dasar
otak (sela tursika) di bawah diencephalon. Suatu tangkai yang
menghubungkan antara kelenjar ini dengan diencephalon disebut
Infundibulum. Kelenjar ini walaupun kecil, fungsi dan strukturnya merupakan
organ tubuh yang sangat rumit dan sulit, terdiri dari dua bagian utama, yaitu
adenophipofisa dan neurohipofisa.

Pada stadia embrionik, kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural
yang tumbuh ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung rathke)
yang tumbuh ke atas dari bagian dorsal rongga mulut. Pertumbuhan dari
hypophysa, berasal dari dua macam organ, yaitu: Neurohypophyse dan
Adenohypophyse. Neurohypofise dibentuk dari bagian alas diencephalon
(Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse, terbentuk dari perlekukan bagian
ektodermal dari rongga mulut embrio (stomodaeum), disebut kantong
hypophyse atau kantung rathke. Hubungannya dengan rongga mulut akan
hilang setelah
1) Fungsi Kelenjar Pitutari Posterior
Pituitary posterior brfungsi sbg merangsang reabsorbsi air oleh gnjal,
merangsang kontraksi otot uterus , mengeluarkan susu dari kelenjar susu.

2) Fungsi Kelenjar Pituitari Anterior


anterior berfungsi sbg merangsang tiroid,merangsang korteks adrenal,
produksi sperma,sel telur , dan hormone seks,produksi susu,pemblhan
sel,sintesis protein, prtmbhan Tulang. Belum di ketahui pada manusia;
mengatur warna kulit pada vertebrata tingkat lebih rendah.

E. MEKANISME AKTIFITAS HORMON KELENJAR PITUITARI

F. SEKRESI HORMON PITUITARI


1) Hipofifis interior, juga di kenal sebagai adehipofisis

Sekresi hipofisis anterior di atur oleh hormone yang di namakan


“releasing” dan “inhibitory hormones hipotalamus” yang doi sekresi
dalam hipotalamus sendiri dan kemudian di hantarkan ke hifofifis
anterior melalui pembuluh darah kecik yang di namakan pembuluh
portal hipotalamik-hipofisial.

2) Hipofisis posterior, juga di kenal sebagai neurohipofisis

Sekresi hipofisis posterios di atur oleh serabut saraf yang berasal dari
hipotalamus dan berakhir pada hipofisis posterior.