Anda di halaman 1dari 4

Konfigurasi Switch Managed dan VLAN

Dalam suatu jaringan dengan jumlah Switch yang banyak dan komplex, maka pilihlah Switch yang bisa dimanage, alias
manageable switch. Kenapa?

Perlunya manajemen switch

Tidak seperti pada jaringan kecil misal dirumahan atau kantor kecil, jaringan besar yang berskala bisnis dan enterprise –
urgensi dalam manajemen semua Swicthes yang ada dalam jaringan local adalah sangat perlu sekali. Perlu dilakukannya
konfigurasi switch untuk alasan kemudahan manajemen jaringan dan untuk kebutuhan tuning untuk suatu performa yang
lebih bagus adalah hal yang sangat menguntungkan. Jika komunikasi inter-VLAN antar Switches di bangun – maka
konfigurasi VLAN juga harus dilakukan.

Jika anda pernah bermain-main dengan konfigurasi Cisco router, maka konfigurasi Switch adalah mempunyai kemiripan.
Bahkan anda bisa menggunakan command yang sama seperti yang anda gunakan pada Cisco router. Perbedaan utama
tentunya adalah perbedaan fungsi yang mencolok antara routers dan Switches. Untuk Switches dengan VLAN enabled, maka
Konfigurasi VLAN juga sangat diperlukan untuk me-manage bagaimana perangkat-2 jaringan di bagi berdasarkan segmen-
segmen kedalam VLANs.

Komponen Switches

Switch mempunyai banyak port sebagaimana fungsinya sebagai Swicth LAN. Anda bisa menggubungkan satu peranti kepada
setiap port untuk komunikasi full-duplex. Jika diperlukan komunikasi half-duplex diperlukan, maka sebuah segmen bisa
dihubungkan kepada sebuah port. Port-port pada switch diberi nomor dimulai angka 1. Untuk konfigurasi Switch, maka
anda perlu menggunakan interface type Ethernet dan diikuti dengan dengan nomor interface (0), dan juga diikuti dengan
nomor port. Misal, jika anda perlu mengidentifikasikan port ke dua dari Switch, maka penulisannya adalah Ethernet 0/2.

Port trunk

Jika diperlukan koneksi antar Switches, maka anda bisa menggunakan port Trunk yang menghubungkan satu sama lain.
Perhatikan gambar Switch disamping. Umumnya port Trunk di design dengan kecepatan yang lebih tinggi dari port-portnya
(yang biasanya dengan speed 100/1000 Mbps) karena memang fungsinya sebagai uplink antar Switches dan biasanya
berkecepatan Gigabit. Umumnya port Trunk diidentifikasikan dengan Trunk A dan Trunk B, dan untuk keperluan konfigurasi
Switch – port Trunk juga diidentifikasikan sama dengan port Switch seperti FastEthernet 0/15 (atau fa0/15).

Konfigurasi Switch

Untuk konfigurasi Switch, anda dapat menghubungkan Switch kepada suatu jaringan Ethernet network atau menghubungkan
terminal console tersebut kepada port console. Untuk melakukan konfigurasi switch ini, kita bisa menggunakan salah satu
tools yang tersedia yaitu:

CLI – command line interface


Switch menu
Dan VSM (Visual Switch Manager) Web Interface
Interface Command line

Jika anda menggunakan command line interface dalam konfigurasi Switch, maka command yang digunakan hampir sama
dengan yang anda gunakan untuk konfigurasi Cisco router. Keduanya mempunyai kesamaan umum seperti berikut ini:

Untuk keperluan Help – anda bisa menggunakan “?”, misalkan sh? Akan menampilkan semua command yang berawalan
dengan sh.

Switch dan Router keduanya mempunyai user exec, privileged exec, global configuration, dan interface configuration modes.

Sama-sama menggunakan keywork pendek yang unik, misal sh (untuk command show)

IP switch

Untuk mengenali sebuah Switch, maka perlu diberikan sebuah IP address. pemberian IP address pada sebuah switch hanya
dimaksudkan untuk kebutuhan manajemen Switch itu sendiri terutama untuk Telnet utility kepada switch. Disamping
pemberian IP address, anda juga perlu memberikan default Gateway jika memerlukan manajemen Telnet dari lain subnet.
Lihat juga artikel konfigurasi standard jaringan.

Konfigurasi VLAN

Kita sudah membicarakan lebih detail mengenai VLAN sebelumnya. Dengan VLAN anda bisa memberikan peranti pada Switch
yang berbeda dengan logical LAN atau VLAN yang berbeda. Walaupun setiap Switch dapat dihubungkan pada beberapa VLAN,
akan tetapi sebuah port Switch hanya bisa diberikan satu VLAN saja pada saat yang sama. Konfigurasi VLAN pada port Switch
bisa diberikan secara statis (manual) maupun secara dinamis.

VTP

Dengan lebih memahami Cisco Swicthes anda juga perlu memahami Cisco VLAN Trunking protocols (VTP) yang memang
digunakan untuk menyederhanakan konfigurasi Switches dalam suatu jaringan multi-switched.

VLAN Trunking Protocol (VTP) memungkinkan Switches di configure dalam salah satu dari tiga macam modus:

1. Server Mode, switches digunakan untuk memodifikasi konfigurasi VLAN. Informasi konfigurasi ini kemudian di broadcast ke
semua peranti VTP yang lainnya.

2. Client mode, Switch menerima update perubahan dari suatu server VTP dan melewatkan informasi VTP kepada switches
lainnya. Akan tetapi konfigurasi VLAN tidak diijinkan melalui switch dengan mode Client.

3. Transparent mode, Switch tidak menerima konfigurasi VTP dari switches lainnya. Konfigurasi VLAN bisa dilakukan melalui
Swicth ini akan tetapi perubahan informasi hanya berlaku pada switch local ini saja.

Langkah konfigurasi swicth

Untuk melakukan konfigurasi VLAN, langkah berikut perlu dilakukan:

1. Mengubah mode VTP dari Switch menjadi Server atau Transparent mode

2. Enable Trunking padainterface inter-switch

3. Mendefinisikan VLAN

4. Memberikan port2 kepada VLAN

Sebuah switch agar bisa berfungsi untuk melakukan konfigurasi VLAN, maka harus berada pada mode Server atau
Transparent

VLAN ID method: frame tagging menggunakan ISL

Predefined VLANs: 1, 1002, 1003, 1004, 1005

Default VLANs tidak bisa di edit atau di-rename

VTP mode: server

VLAN Configuration commands

Yang berikut adalah table dasar command-command konfigurasi VLAN

Fungsi Command
Men-settup menjadi VTP mode Switch (config)# vtp server
Switch (config)# vtp transparent

Enable trunking pada inter-switch Switch (config-if)# trunk on


interface
Membuat VLAN Switch (config)# vlan <VLAN-Number>
Memberikan suatu port kepada VLAN Switch (config-if)# vlan-membership static <VLAN-number>
Switch (config-if)# vlan-membership dynamic

Contoh:

Command-command berikut untuk men-setup VTP mode dari sebuat Switch menjadi server mode, dan kemudian enable
Trunking pada port Trunking pertama, membuat VLAN, dan memberikan beberapa port kepada VLAN

Switch (config)# vtp server


Switch (config)# int fa0/26
Switch (config-if)# trunk on
Switch (config-if)#exit
Switch (config)# vlan 20
Switch (config)# int eth0/4
Switch (config-if)# vlan-mem static 20
Switch (config-if)# exit
Switch (config)# int eth0/5
Switch (config-if)#vlan-mem static 20
Anda bisa melihat / mereview konfigurasi VLAN yang telah anda lakukan untuk memastikan kalau konfigurasi VLAN benar.

Show vlan Me-list semua atau sebagian VLAN yang dipilih, output memberikan status VLAN dan
juga port-port yang diberikan VLAN.
Show vtp Menayangkan status VTP dan informasi konfigurasi pada switch
Show trunk <trunk letter> Menunjukkan status dari port Trunk dan juga metoda encapsulation trunk
Show vlan-membership Me –list semua port Switch dan kenaggotaan VLAN mereka
Show spantree <number> Menunjukkan konfigurasi spanning tree dan informasi status untuk VLAN yang dipilih

Konfigurasi Spanning Tree

Switches bisa dikonfigurasi dalam beberapa path / jalur untuk memberikan suatu fault-tolerance. Dengan beberapa path /
jalur – akan membuat suatu jaringan menjadi rentan terhadap suatu terbentuknya apa yang disebut bridging loops, suatu
broadcast packet yang berjalan memutar tak berujung yang bikin macet jaringan. Algoritme spanning tree digunakan untuk
mencegah suatu terbentuknya bridging loops dalam suatu jaringan.

Semua Switches Cisco (dan sebagian besar Switch lainnya) sudah STP enabled secara default pabrik. Konfigurasi switch port
adalah automatis saat port terhubung kedalam jaringan dan switch dihidupkan. Akan tetapi adakalanya anda harus
memastikan bahwa STP sudah di-enable, berikut command-command nya.

Switch (config)# spantree <vlan#> Enable spanning tree protocol pada suatu VLAN switch
Switch (config)#no spantree <vlan#> Disable spanning tree protocol pada the switch
Switch# show spantree Melihat informasi konfigurasi spanning tree dan juga
statistiknya.
Misalkan command berikut: Switch (config)#spantree 22 (meng-enable spanning tree on VLAN 22)

Ingat, jika anda melakukan konfigurasi uplink antar-switch dengan jalur ganda, STP harus dienable untuk mencegah
terbentuknya bridging loops (jawa: sinyal sing mulek, mbulet, ngglibet?).

TP-link TL-SL3452

Jika beberapa command diatas adalah yang kita jumpai pada Switch Cisco, maka bagi anda yang membutuhkan Switch yang
lebih ekonomis dan mudah di maneje gunakan switch dari TP-link misal TL-SL3452 yang memiliki port sebanyak 48 yang juga
mendukung VLAN STP, dan juga port trunking.

TP-link TL-SL3452 48-Port

Semoga bermanfaat

http://www.jaringan-komputer.cv-sysneta.com/konfigurasi-switch-dan-vlan

Editor:
Nurulhadi Hammamy
TKJ Department
SMK Informatika Wonosobo

Lihat juga artikel terdahulu:

Memahami port firewall – untuk filter packet


Memahami static route– komunikasi inter-LAN