Anda di halaman 1dari 2

Kaitan Pengembangan Masyarakat terhadap penurunan AKI

Pengembangan masyarakat merupakan usaha bersama dan terencana untuk


meningkatkan kualitas kehidupan dengan sekelompok orang dengan identitas bersama.
Masyarakat perlu dikembangkan dan diberdayakan agar dapat meningkatkan
kemandiriannya sehingga masyarakat mempunyai kesadaraan yang tingi dan kemampuan
untuk menjaga dan memelihara kesehatan mereka.
Sedangkan penurunan AKI merupakan salah satu target dalam SDGs dalam 1,5
dekade ke depan dengan target yang ingin dicapai adalah 70 per 100 ribu kelahiran hidup
. Dan indonesia termasuk negara yang belum berhasil dalam menurunkan AKI dikarenakan
terdapat 359 ibu yang meninggal dunia per 100 ribu kelahiran hidup. Dan penyebab
tingginya angka AKI di Indonesia adalah karena faktor “ 4 terlalu dan 3 terlambat “ dimana
ibu terlalu tua, terlau muda, terlalu banyak dan terlalu sering. Dan 3 terlambatnya adalah
terlambat mengambil keputusan, terlambat mendapat penanganan, dan terlambat
mengetahui bahaya bahaya kehamilan. Dan apa kaitannya pengembangan masyarakat
terhadap penurunan AKI??
Serperti yang sudah saya paparkan di atas bahwa masyarakat perlu dikembangkan
agar mempunyai kesadaran yang tinggi terkhusus untuk ibu hamil dalam menjaga diri dan
kehamilannya sehingga penurunan AKI dapat tercapai. Dan Kita sebagai bidan dapat
melakukan pengembangan masyarakat dengan melakukan penyuluhan dan memberikan
edukasi terhadap ibu hamil. Seperti usia yang ideal untuk hamil dari usia 20 – 34 tahun.
Sehinga ibu tidak terlalu tua dan terlalu muda. Karena ketika ibu terlalu tua dan terlalu
muda itu akan meningkatkan resiko ibu terkena pre eklamsi, eklamsia ,dibetes gestasional
dan pendarahan dan ini dapat menyebabkan kematian pada ibu.
Selain itu,kita sebagai bidan dapat mengembangkan masyarakat khusunya ibu
hamil dengan memberikan pemahaman bahwa terlalu banyak anak dan terlalu sering
melahirkan itu dapat membahayakan kesehatan ibu itu sendiri. Paradigma zaman dulu “
banyak anak banyak rezeki “ kita sebagai bidan harus mengembangkan masyarakat
dengan meluruskan paradigma tersebut. Karena bukan soal kuantitas tetapi kualitas yang
terpenting.
Sementara itu kita sebagai bidan dapat mengembangkan masyarakat dengan
mengajak ibu hamil melakukan perencananan kehamilan dan menjalani asuhan yang
teratur dan berkualitas. Dan bersikap “tanggap” mendeteksi bahaya dini kehamilan.
Sehingga 3 terlambat yang saya jelaskan di atas dapat terselesaikan dan penurunan AKI
dapat tercapai.
Perlu diingat bahwa manusia bersifat dinamis sehingga dapat dilakukan intrevensi
untuk mengembangkan masyarakat. Dinamis berarti masyrakat tetap menuju kebenaran
dan tidak berhenti. Maka dari itu, ketika masyarakat diberikan intervensi dan
dikembangkan maka besar kemungkinan dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang
tidak paham menjadi paham, dari yang tidak mau menjadi mau dan dari yang tidak mampu
menjadi mampu. Dan saya percaya penurunan AKI akan tercapai jika kita melakukan
pengembangan masyarakat . Dan itulah kaitanya pengembangan masyrakat dengan
penurunan AKI.

Nama : Yosepin Siringo-ringo


Kelas : IIIA