Anda di halaman 1dari 5

CONTINUING MEDICAL EDUCATION

Akreditasi PB IDI–2 SKP

Perdarahan Saluran Cerna pada Anak


Leonirma Tengguna
Dokter PTT Daerah RS Bergerak Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Indonesia

ABSTRAK
Perdarahan saluran cerna pada bayi dan anak perlu mendapatkan perhatian khusus karena keluhan bervariasi mulai dari ringan hingga
mengancam nyawa. Gejala umum adalah hematemesis, melena, dan hematokezia. Diagnosis banding dikelompokkan berdasarkan usia
pasien, lokasi, dan karakteristik perdarahan, serta gejala penyerta. Pendekatan diagnostik yang teliti diperlukan untuk mengidentifikasi sumber
perdarahan serta menghasilkan penatalaksanaan yang tepat.

Kata kunci: Anak, hematemesis, hematokezia, melena, perdarahan saluran cerna

ABSTRACT
Gastrointestinal bleeding in infants and children is an alarming because the symptoms vary from mild to life-threatening. The most common
signs are hematemesis, melena, and hematochezia. Differential diagnosis is based on the age of the patient, the localization, and characteristics
of bleeding, with accompanying symptoms. Detailed diagnosis is necessary to identify the etiology of the bleeding and its treatment. Leonirma
Tengguna. Gastrointestinal Bleeding in Children

Keywords: Children, gastrointestinal bleeding, hematemesis, hematochezia, melena

PENDAHULUAN saluran cerna atas lebih jarang dengan atau melena akut, letak perdarahan dapat
Perdarahan saluran cerna adalah hilangnya insidens 1 – 2 kasus per 10.000 anak tiap Penampilan Klinis
darah dalam jumlah tidak normal pada saluran tahun.2
cerna mulai dari rongga mulut hingga ke Hematemesis
Melena
anus. Normalnya, volume darah yang hilang MEMBEDAKAN PERDARAHAN SALURAN Hematokezia
dari saluran cerna sekitar 0,5 – 1,5 mL per hari.1 CERNA ATAS DAN BAWAH
Perdarahan saluran cerna dapat menunjukkan Bilas nasogastrik
Berdasarkan lokasi anatomi sumber manifestasi klinis berupa: melena (tinja
perdarahannya, perdarahan saluran cerna berwarna hitam atau seperti ter); hematokezia
Darah Positif Darah Negatif
terdiri dari perdarahan saluran cerna atas dan (darah segar per rektum berwarna merah
perdarahan saluran cerna bawah. Perdarahan cerah atau sedikit gelap); atau hematemesis
Perdarahan saluran Perdarahan saluran
saluran cerna atas merupakan perdarahan di (muntah darah dengan material muntahan cerna atas cerna bawah
atas ligamen Treitz di distal duodenum, yaitu berwarna merah terang atau merah gelap
pada rongga mulut, esofagus, gaster, dan seperti bubuk kopi).1,3 Gambar 1. Penentuan letak perdarahan saluran
duodenum. Sedangkan perdarahan saluran cerna.4
cerna bawah merupakan perdarahan di Pada hampir seluruh kasus, manifestasi klinis
bawah ligamen Treitz, yaitu pada usus halus, dapat menggambarkan letak perdarahan.
kolon, rektum, dan anus.1 Hematemesis adalah gejala klasik perdarahan dikonfirmasi dengan memasukkan pipa
saluran cerna atas. Diare berdarah dengan nasogastrik dan melakukan aspirasi isi
Pada kasus pediatri lebih sering ditemukan darah segar bercampur atau melapisi tinja lambung. Adanya darah akan mengonfirmasi
perdarahan saluran cerna bawah, sebagian adalah gejala klasik perdarahan saluran cerna diagnosis perdarahan saluran cerna
besar ringan dan dapat sembuh sendiri. bawah. Sedangkan hematokezia, melena, atas (termasuk perdarahan duodenum
Insidensnya sebesar 0,3% dari seluruh kasus di dan perdarahan samar saluran cerna dapat yang biasanya refluks ke lambung) serta
instalasi gawat darurat anak dan hanya 4,2%- menandakan perdarahan saluran cerna memperkirakan jumlah perdarahan dan
nya yang mengancam nyawa; perdarahan atas atau bawah. Pada kasus hematokezia menentukan apakah perdarahan telah

Alamat Korespondensi email: dr.leonirma@gmail.com

CDK-257/ vol. 44 no. 10 th. 2017 695


CONTINUING MEDICAL EDUCATION

berhenti (Gambar 1).4,5 Tabel 1. Diagnosis banding perdarahan saluran cerna berdasarkan manifestasi klinis.5

Hematemesis
DIAGNOSIS
- Darah tertelan
Diagnosis banding perdarahan saluran cerna Epistaksis, radang tenggorokan, menyusui dari puting, tindakan medis pada gigi, atau tonsilektomi
dapat dikelompokkan berdasarkan manifestasi - Defisiensi vitamin K pada neonatus
klinis (Tabel 1), ataupun berdasarkan kelompok - Esofagitis erosif
usia (Tabel 2). Penegakan diagnosis dengan - Robekan Mallory-Weiss
tepat memerlukan anamnesis, pemeriksaan - Gastritis hemoragik
Trauma, pembedahan, luka bakar, atau stres sistematik hebat (pasien di ruang perawatan intensif)
fisik, dan pemeriksaan penunjang yang
- Gastritis reaktif
cermat.1,5 Gastropati antiinflamasi nonsteroid (AINS), gastritis alkoholik, menelan kokain, menelan bahan kaustik, stres, truma mekanik,
infeksi virus, penyakit Crohn, vaskulitis (Henoch-Schonlein), radiasi, refluks empedu, bezoar, hernia hiatus, prolaps dari
junction gastroesofageal, atau gastropati kongestif (berkaitan dengan hipertensi portal)
Anamnesis1,6
Ulkus peptikum
1. Tentukan apakah anak betul-betul - Perdarahan varises: berkaitan dengan hipertensi portal
mengalami perdarahan saluran cerna. - Massa submukosa
Beberapa kasus yang sering dikelirukan Lipoma, tumor stroma,duplikasi
dengan perdarahan saluran cerna antara - Malformasi vaskular
Angiodisplasia, hemangioma, lesi Dieulafoy
lain:
- Hemobilia
„„ Hematemesis dan melena:
Hematokezia, Melena
„„ Tertelan darah ibu saat persalinan
atau saat menyusu akibat puting - Iskemia usus
Intususepsi dengan komplikasi, volvulus mid-gut, hernia inkarserata, atau thombosis mesenteric
yang lecet
- Divertikulum Meckel
„„ Tertelan darah epistaksis - Sumber dari saluran cerna atas: lihat bagan hematemesis
„„ Mengonsumsi makanan dan - Vaskulitis: purpura Henoch Schonlein
obat-obatan tertentu (Tabel 3) - Polip
„„ Hematokezia: - Ulkus usus atau kolon: gastropati AINS, penyakit Crohn
„„ Menstruasi - Kolitis ulseratif
„„ Hematuria - Malformasi vaskular
2. Tentukan volume darah yang hilang untuk Perdarahan Rektal dan Tanda Kolitis (Diare Berdarah, Tenusmus, Defekasi Malam Hari)
menentukan berat ringannya perdarahan - Kolitis infeksi
saluran cerna dan tanyakan tanda-tanda Pertimbangkan Salmonella, Shigella, Yersinia enterocolitica, Campylobacter jejuni, Eschericia coli, Aeromonas hydrophilia,
gangguan hemodinamik Klebsiella oxytoca, Clostridium difficile, Neisseria gonorrhea, Cytomegalovirus, Entamoeba histolytica, Trichuris trichiura
- Sindrom uremik hemolitik
3. Tanyakan warna darah dan jenis
- Enterokolitis nekrotik
perdarahannya untuk menentukan lokasi
- Proktokolitis eosinofilik
perdarahan, serta frekuensi dan durasi
- Inflammatory bowel disease (IBD): Kolitis ulseratif, penyakit Crohn
perdarahan untuk menentukan kronisitas
Perdarahan Rektal dengan Pola Tinja Normal
perdarahan
- Polip Juvenile
4. Tanyakan gejala-gejala penyerta lain - Hiperplasia limfoid nodular
seperti nyeri perut dan demam - Kolitis eosinofilik
5. Riwayat konsumsi obat jangka panjang - IBD
seperti anti-inflamasi non-steroid (AINS), - Malformasi vaskular
steroid, aspirin, tablet besi, alkohol, dan Darah Segar Melapisi Tinja Normal atau Keras
obat-obatan sitostatika tertentu - Fisura anal
6. Riwayat menelan benda asing, bepergian - Kriptisis Streptococcus beta hemolyticus
keluar daerah, dan perubahan pola makan - Proktisis ulseratif
7. Riwayat trauma abdomen terutama - Prolaps rekti
epigastrium atau kuadran kanan atas, - Ulkus rektal soliter
- Hemoroid interna
serta luka bakar dengan jumlah luas
8. Riwayat penyakit sebelumnya: persalinan Perdarahan Samar Saluran Cerna

prematur, pemasangan kateter arteri - Esofagitis


umbilical atau sepsis, riwayat operasi, - Gastritis reaktif
- Penyakit asam peptik
penyakit hati, penyakit saluran cerna
- Gastroenteritis eosinofilik, kolitis
sebelumnya (enterokolitis, intususepsi,
- Penyakit Celiac
anomali kongenital), anemia sel sabit, atau
- IBD
hemofilia - Poliposis
9. Riwayat penyakit keluarga: penyakit - Divertikulum Meckel
perdarahan, penyakit hati kronik, penyakit - Malformasi vaskular

696 CDK-257/ vol. 44 no. 10 th. 2017


CONTINUING MEDICAL EDUCATION

Tabel 2. Diagnosis banding perdarahan saluran cerna pada anak berdasarkan usia.5 perdarahan akut, sedangkan anemia
KEADAAN UMUM BAIK dengan RBC rendah menunjukkan
KEADAAN UMUM BURUK FREKUENSI PERDARAHAN FREKUENSI PERDARAHAN perdarahan kronis.
SERING JARANG „„ Apabila tidak ada tanda-tanda syok,
Bayi SALURAN CERNA ATAS
penyakit sistemik, ataupun penyakit
Gastritis hemoragik Esofagitis refluks
hati dapat dilakukan pemeriksaan
Stress ulcer Gastritis reaktif
Defisiensi vitamin K
berikut: darah rutin lengkap, laju
SALURAN CERNA BAWAH endap darah (LED), blood urea nitrogen
Kolitis infeksi Fisural anal (BUN), prothrombin time (PT), partial
Necrotizing entercolitis Proktokolitis eosinofilik thromboplastin time (APTT), uji Guaiac
Hirschsprung enterkolitis Kolitis infeksi dari sampel tinja dan muntahan.
Volvulus Hiperplasia limfoid nodular „„ Apabila ada tanda-tanda syok,
Usia 2-5 tahun SALURAN CERNA ATAS penyakit sistemik, ataupun penyakit
Varises esofagus (penyakit hati) Varises esofagus Sindrom Mallory-Weiss hati dilakukan pemeriksaan berikut:
Gastritis hemoragik Ulkus gaster/duodenum Gastritis
darah rutin lengkap, LED, BUN, PT,
Stress ulcer Esofagitis refluks
APTT, uji Guaiac dari sampel tinja dan
SALURAN CERNA BAWAH
Intususepsi Divertikulum Meckel Kolitis infeksi
muntahan, golongan darah dan cross
Volvulus Slough juvenile polyp Juvenile polyp match, aspartate aminotranferase
Henoch-Schonlein purpura Kolitis ulseratif Hiperplasia limfoid nodular (AST), alanine transaminase (ALT),
Sindrom uremik hemolitik Kolitis ulseratif/penyakit Crohn gamma-glutamyl transferase (GGT),
Selulitis perianal streptokokal kreatinin, albumin, dan protein total.
Prolaps rekti/ulkus rekti „„ Uji Apt-Downey untuk konfirmasi
Usia >5 tahun SALURAN CERNA ATAS apakah hematemesis bayi berasal dari
Varises esofagus Varises esofagus Sindrom Mallory-Weiss saluran cerna bayi atau darah ibu yang
Gastritis hemoragik Ulkus perdarahan Esofagitis refluks
tertelan. Tertelan darah ibu adalah
Dieulafoy lesion Gastritis reaktif
penyebab tersering hematemesis
Hemobilia
pada neonatus. Darah mungkin
SALURAN CERNA BAWAH
Kolitis infeksi Kolitis ulseratif Kolitis infeksi
tertelan saat lahir atau selama bayi
Kolitis ulseratif Divertikulum Meckel Kokitis ulseratif/penyakit Crohn menyusu dari puting ibu yang lecet.
Henoch-Schonlein purpura Juvenile polyp Prinsip tes ini adalah hemoglobin
Iskemia usus Hemoroid fetus tidak mengalami denaturasi
alkali; hasil tes positif menunjukkan
saluran cerna (polip, ulkus, colitis), dapat menimbulkan dekompensasi bayi menelan darah ibu sehingga
pemakaian obat-obat tertentu jantung tidak perlu evaluasi lebih lanjut.
3. Tanda-tanda fisik yang sering dijumpai 2. Endoskopi
Pemeriksaan Fisik pada anak dengan perdarahan saluran Indikasi gastroskopi dan kolonoskopi, yaitu
1. Pemeriksaan tanda-tanda vital dan cerna terdapat pada tabel 4.1,5,6 untuk mengetahui lokasi perdarahan,
saturasi oksigen.6 mencari penyebab spesifik perdarahan
2. Tentukan derajat perdarahan melalui Pemeriksaan Penunjang saluran cerna, biopsi jaringan, dan bila
keadaan umum pasien, status 1. Pemeriksaan laboratorium:1,6 mungkin sekaligus terapi intervensi.1
hemodinamik, perkiraan volume darah „„ Uji Guaiac dengan sampel tinja 3. Pemeriksaan radiologis.1,5,6
yang hilang, dan warna perdarahan:1,5,6 digunakan untuk mengetahui „„ Foto polos abdomen
„„ Perdarahan berat ditandai dengan perdarahan samar. Pemeriksaan Untuk melihat tanda-tanda
keadaan umum pucat, gelisah, ini cukup sensitif dan spesifik. Hasil enterokolitis nekrotikans seperti
letargis, dan nyeri perut positif palsu dijumpai apabila sampel dilatasi usus, penebalan dinding usus,
„„ Anemis (pucat) penting untuk mengandung hemoglobin (Hb) atau dan pneumonia intestinal
memperkirakan banyaknya kehilangan mioglobin dari daging, lobak, ferrous „„ Barium enema
darah. Indikator terbaik perdarahan sulfate (pH tinja < 6), tomat, ceri merah Untuk melihat adanya polip, malrotasi,
berat dan tanda awal gagal jantung segar. Hasil negatif palsu dijumpai atau intususepsi
adalah takikardi saat istirahat dan apabila sampel mengandung vitamin „„ Foto kontras saluran cerna bagian atas
perubahan ortostatik tekanan darah, C atau penyimpanan feses >4 hari. Pada kasus perdarahan saluran cerna
yaitu peningkatan denyut nadi 20 kali/ „„ Pemeriksaan Hb, hematokrit (Ht), atas disertai disfagia, odinofagia, atau
menit atau penurunan tekanan darah dan eritrosit (RBC), di mana pada drooling
sistolik sebesar 10 mmHg atau lebih perdarahan kronis ditandai dengan „„ Ultrasonografi abdomen
pada perubahan posisi supine ke posisi penurunan Hb, Ht, dan RBC. Anemia Untuk melihat adanya hipertensi
duduk. Perdarahan kronis atau akut dengan RBC normal menunjukkan portal dan penyakit hati kronis

CDK-257/ vol. 44 no. 10 th. 2017 697


CONTINUING MEDICAL EDUCATION

„„ CT scan dan MRI Tabel 3. Makanan dan obat-obatan penyebab warna muntahan dan tinja menyerupai darah.1
Untuk melihat kondisi vaskularisasi
MERAH HITAM
abdomen
Permen merah Bismuth
„„ Technetium99m-pertechnetate scan
Campuran buah-buahan (fruit punch) Karbon aktif
(Meckel’s scan)
Kulit tomat Besi
Untuk mendeteksi adanya Bit Bayam
divertikulum Meckel Laksatif Blueberry
„„ Technetium99m-labelled red cells Fenitoin Anggur
Untuk melokalisir perdarahan kecil Rifampisin Licorice
dan intermiten dengan kecepatan Antibiotik sirup
perdarahan 0,1–0,3 mL/menit (500
mL/hari) Tabel 4. Pemeriksaan fisik yang sering dijumpai pada anak dengan perdarahan saluran cerna.1
„„ Angiografi Kulit Pucat
Untuk lesi perdarahan aktif atau Ikterik, pruritus, spider hemangioma
perdarahan kronik rekuren yang Ekimosis
Pembuluh darah abnormal
tidak tampak dengan pemeriksaan
Hidarsi
lain. Sumber perdarahan dapat
Ruam kulit
diketahui jika kecepatan perdarahan
Kepala, mata, telinga, hidung, Injeksi nasofaringeal
>0,5 mL/menit. Spesifisitas mencapai tenggorokan Oozing
100% tetapi sensitivitas tergantung Pembesaran tonsil dengan perdarahan
kecepatan perdarahan. Kardiovaskular Frekuensi denyut jantung dan tekanan nadi (diperiksa saat berbaring, duduk, berdiri)
Tekanan darah
PENATALAKSANAAN Irama gallop
Prinsip penanganan mencakup tindakan Waktu pengisian kapiler
suportif dan terapi untuk mengontrol Abdomen Organomegali
Nyeri tekan
perdarahan aktif.1
Perineum Fisura
1. Suportif.1,4,5,6
Fistula
„„ Stabilisasi hemodinamik dengan
Ruam
resusitasi cairan intravena kristaloid. Indurasi
Pada perdarahan karena varises Hemoroid eksterna atau lesi vaskular
pemberian cairan harus hati-hati Rektum Darah segar (hematokezia)
untuk menghindari pengisian Melena
intravaskular terlalu cepat yang Nyeri tekan
meningkatkan tekanan porta dan
memicu perdarahan berulang. absorbable antibiotic. Laktulosa sehari; anak-anak >40 kg: 20–40
„„ Oksigenasi pada perdarahan aktif berfungsi membersihkan saluran mg sekali sehari (maksimal 40 mg/
masif dengan syok cerna dari sisa-sisa darah. Non- hari)
„„ Pada perdarahan masif diberi absorbable antibiotic (Neomisin, „„ Esomeprazol: bayi: 0,5 mg/kgBB/
transfusi darah untuk memperbaiki Colistin) bertujuan untuk mensterilkan hari; anak 1–17 tahun <55 kg: 10
kapasitas pengangkutan oksigen. usus dari bakteri usus yang akan mg, >55 kg: 20 mg.
Transfusi darah sebaiknya diberikan mencerna bekuan darah menjadi Agen vasoaktif IV: mempunyai efek
hingga target hematokrit kurang amonia (neurotoksik). Dosis laktulosa menurunkan tekanan vena porta
dari 30% untuk menghindari 0,5–1 mL/kgBB diberikan 2–4 kali dengan menurunkan aliran darah
kondisi overtransfused yang dapat sehari. splanik.
meningkatkan tekanan porta dan 2. Pengobatan spesifik untuk mengontrol „„ Oktreotid (analog somatostatin):
memicu perdarahan berulang. perdarahan: 1 mcg/kgBB IV bolus (maksimal
Pemantauan hematokrit diperlukan „„ Perdarahan aktif:1,5,6 50 mcg) dilanjutkan 1–4 mcg/
pada kasus perdarahan aktif Gastric acid secretion inhibitor IV: kgBB/jam. Bila perdarahan sudah
„„ Koreksi koagulasi atau „„ Ranitidin (antagonis histamin-2) terkontrol, dosis diturunkan 50%
trombositopenia (fresh frozen plasma, infus kontinu 1 mg/kgBB perlahan-lahan tiap 12 jam hingga
trombosit) dilanjutkan 2–4 mg/kgBB/hari mencapai 25% dosis pertama
„„ Koreksi gangguan elektrolit bila ada atau bolus 3–5 mg/kgBB/hari baru dihentikan. Oktreotid lebih
„„ Mencegah ensefalopati hepatikum terbagi dalam 3 dosis disukai karena lebih sedikit
pada penderita penyakit hati kronis „„ Pantoprazol (proton pump menimbulkan efek samping
yang mengalami perdarahan saluran inhibitor/PPI): anak-anak <40 sistemik dibanding vasopresin
cerna dengan laktulosa dan non- kg: 0,5–1 mg/kgBB/hari IV sekali dan mempunyai efek mengurangi

698 CDK-257/ vol. 44 no. 10 th. 2017


CONTINUING MEDICAL EDUCATION

sekresi asam lambung. Efek hingga mendapatkan penurunan dirujuk ke bagian gastroenterologi untuk
samping yang sering dijumpai sedikitnya 25% dari denyut nadi kolonoskopi rawat jalan. Bayi dengan dugaan
adalah hiperglikemia. awal. Propranolol mempunyai alergi protein susu sapi yang tampak sehat dan
„„ Vasopresin (hormon antidiuretik) efek menurunkan tekanan vena dapat difollow up rutin tidak membutuhkan
0,002–0,005 unit/kgBB/menit porta dengan menurunkan aliran terapi spesifik di IGD. Perubahan pola makan
tiap 12 jam kemudian diturunkan darah mesenterik sebaiknya diikuti perkembangannya dalam
dalam 24–48 jam (maksimum 3. Pemasangan pipa nasogastrik jangka panjang.2
0,2 unit/menit). Vasopresin Bertujuan untuk mengeluarkan sisa
mempunyai efek samping bekuan darah, melihat apakah perdarahan Sesudah perawatan selama 24 jam, sebagian
vasokonstriksi perifer dan memicu masih berlangsung dan untuk persiapan besar anak dengan perdarahan saluran cerna
gagal ginjal. endoskopi emergensi. Sisa bekuan ringan dapat dipulangkan dari IGD. Anak
„„ Mencegah perdarahan berulang:1,5,6 darah yang tidak segera dikeluarkan dengan hemodinamik stabil tanpa gejala
„„ Gastric acid secretion inhibitor (oral) akan menjadi sumber protein yang sistemik atau nyeri abdomen signifikan
„„ Ranitidin 2–3 mg/kgBB/kali, dapat memicu ensefalopati dan dapat tidak memerlukan rawat inap atau evaluasi.
2–3 kali per hari (maksimum pula meningkatkan aliran darah limpa Keadaan yang dapat ditangani di IGD dan
300 mg/hari) sehingga memperberat perdarahan.1,6 memungkinkan rawat jalan antara lain: bayi
„„ Famotidin 0,5 mg/kgBB/kali, 2 4. Endoskopi tertelan darah ibu, robekan Mallory-Weiss,
kali sehari (maksimum 40 mg/ „„ Gastroskopi:1 gastritis, ulkus peptik, fisura anal, polip juvenile,
hari) Terapi ligasi dan skleroterapi untuk alergi protein susu sapi, dan disentri yang
„„ Lansoprazol 1–1,5 mg/kgBB/ perdarahan karena varises esofagus. tidak membutuhkan rehidrasi intravena.
hari, 1–2 kali sehari (maksimal Efek tidak diinginkan skleroterapi Pada pasien stabil dengan dugaan IBD atau
30 mg 2 kali sehari) adalah striktur yang terjadi pada divertikulum Meckel, diagnosis definitif dapat
„„ Omeprazol 1–1,5 mg/kgBB/ sekitar 15% anak pasca-terapi ditegakkan saat rawat jalan.2
hari, 1–2 kali sehari (maksimal sklerosing. Rebleeding dapat terjadi
20 mg 2 kali sehari) pasca-terapi dan lebih sering pada Jika perdarahan dalam jumlah besar sekalipun
„„ Esomeprazol: bayi: 3,5–5 kg: skleroterapi dibanding ligasi. kadar hematokrit normal, atau ditemukan
2,5 mg/hari; 5–7,5 kg: 5 mg/ „„ Kolonoskopi: Terapi polipektomi1 nyeri abdomen signifikan dan diagnosis
hari; anak 1–11 tahun: <20 kg: 5. Antibiotik: sesuai indikasi.1 bedah belum dapat disingkirkan, sebaiknya
10 mg/hari; >20 kg: 20 mg/ 6. Angiografi tetap dirawat di rumah sakit.2
hari Menggunakan teknik embolisasi atau
„„ Adhesive protection of ulcerated vasopresin. Vasopresin lebih bermanfaat SIMPULAN
mucosa (oral) untuk perdarahan difus atau perdarahan Perdarahan saluran cerna terdiri dari
Sukralfat (local adhesive paste) dari pembuluh darah kecil.1 perdarahan saluran cerna atas (di atas ligamen
40–80 mg/kgBB/hari terbagi 4 Treitz) dan perdarahan saluran cerna bawah (di
dosis (maksimum 1000 mg/dosis FOLLOW UP bawah ligamen Treitz). Untuk membedakan
terbagi dalam 4 dosis) Anak-anak dengan perdarahan saluran cerna keduanya, selain manifestasi klinis, perlu
„„ Mencegah perdarahan varises bawah disertai nyeri abdomen sebaiknya pemasangan pipa nasogastrik dan aspirasi
Propranolol (beta adrenergic tidak dipulangkan sampai gejala membaik isi lambung. Diagnosis banding perdarahan
blocker) 0,6–0,8 mg/kgBB/ atau diagnosis definitif ditegakkan. Pada anak saluran cerna dikelompokkan berdasarkan
hari terbagi dalam 2–4 dosis, yang keadaan umumnya baik dengan keluhan manifestasi klinis serta usia pasien. Prinsip
dapat dinaikkan tiap 3–7 hari perdarahan segar dalam jumlah sedikit atau penatalaksanaan tindakan suportif dan terapi
(maksimal 8 mg/kgBB/hari) dengan tanda perdarahan kronik dapat untuk mengontrol perdarahan aktif.

DAFTAR PUSTAKA
1. Pudjiadi AH, Hegar B, Handryastuti S, Idris NS, Gandaputra EP, Harmoniati ED, et al. Pedoman pelayanan medis. Volume 2. Edisi ke-2. Jakarta: IDAI;2011 .p. 215-23.
2. Reid SM. Gastrointestinal bleeding in infants and children. In: Tintinalli JE, Stapczynski JS, Ma OJ, Yealy DM, Meckler GD, Cline DM. Tintinalli’s emergency medicine.
8th ed. USA: Mc Graw Hill; 2016.
3. Hizal G, Ozen H. Gastrointestinal bleeding in children. In: Eren M, Ozen H, editor. Gastroenterology in pediatrics: Current knowledge about some common disorders.
Journal of Pediatric Sciences 2011;3(4):100
4. Juffrie M, Soenarto SSY, Oswari H, Arief S, Rosalina I, Mulyani NS. Gastroenterologi-hepatologi. 1st ed. Jakarta: IDAI; 2010 .p. 32-40.
5. Boyle JT. Gastrointestinal bleeding in infants and children. Pediatrics in review 2008;29(2):39-51.
6. Neidich GA, Cole SR. Gastrointestinal bleeding. Pediatrics in review 2014;35(6):243-53.

CDK-257/ vol. 44 no. 10 th. 2017 699