Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

“MINIATURE CIRCUIT BREAKER (MCB) DAN MOLDED


CASE CIRCUIT BREAKER (MCCB)”

OLEH:
MUHAMMAD AFRIZAL GHIFARI R.
F1B015059

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MATARAM
2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan penulisan
makalah ini.
Penulis berusaha menampilkan makalah ini dalam bentuk yang selengkap
mungkin dan mudah untuk dicerna. Penulis menyadari, dengan keterbatasan-
keterbatasan yang dimiliki, makalah ini masih memiliki kekurangan-kekurangan.
Namun, penulis yakin setidaknya dapat membantu pembaca dalam memperoleh
informasi dan penjelasan tentang MCB dan MCCB. Oleh karena itu, penulis
harapkan kritik dan saran dari pembaca agar makalah ini menjadi lebih baik dan
terperinci.
Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang
telah berperan serta dalam penyusunan laporan ini dari awal sampai akhir.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi pembaca pada
umumnya.
Mataram, Oktober 2015

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii


DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................. 1
1.2. Tujuan .......................................................................................................... 1
BAB II. PEMBAHASAN ....................................................................................... 2
2.1. Miniature Circuit Breaker (MCB)................................................................ 2
2.1.1 Fungsi MCB ............................................................................................... 2
2.1.2. Bagian Bagian MCB ................................................................................. 4
2.2. Molded Case Circuit Breaker ....................................................................... 5
2.2.1 Bagian Bagian MCCB ............................................................................... 5
BAB III. PENUTUP ............................................................................................... 6
3.1. Kesimpulan .................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 7

iii
BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

MCB merupakan kependekan dari Miniature Circuit Breaker (bahasa


Inggris). Biasanya MCB digunakan oleh pihak PLN untuk membatasi arus
sekaligus sebagai pengaman dalam suatu instalasi listrik. MCB berfungsi sebagai
pengaman hubung singkat (konsleting) dan juga berfungsi sebagai pengaman
beban lebih.
Banyak perangkat yang saat ini menggunakan listrik, mulai dari AC,
Komputer/laptop, lampu dan masih banyak lagi. Kebanyakan pelanggan PLN di
Indonesia saat ini masih menggunakan MCB 2 A, hal ini dikarenakan banyaknya
pelanggan yang menggunakan daya 450VA (Volt Ampere). Pelanggan yang
menggunakan daya 450VA akan menggunakan MCB dengan nominal 2A, dengan
perhitungan tegangan di Indonesia adalah (standar rata-rata) 220 Volt jika kita
ingin daya yang terpasang dirumah kita 450VA yang perlu kita lakukan hanyalah
membagi 450 dengan 220, hasilnya akan 2,04 sehingga kita membutuhkan MCB
dengan nominal 2 Ampere.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan MCB dan apa sebenarnya fungsi
dari MCB. Jelas sekali MCB memiliki fungsi yang sangat vital dalam suatu
instalasi listrik, bila MCB memang tidak memiliki fungsi maka tidak akan
mungkin jika dipasang dalam suatu instalasi.

1.2. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menambah


pengetahuan mengenai MCB dan MCCB.

1
BAB II. PEMBAHASAN

2.1. Miniature Circuit Breaker (MCB)

MCB atau Miniature Circuit Breaker memiliki fungsi sebagai alat


pengaman arus lebih. MCB ini memproteksi arus lebih yang disebabkan
terjadinya beban lebih dan arus lebih karena adanya hubungan pendek. Dengan
demikian prinsip dasar kerjanya yaitu untuk pemutusan hubungan yang
disebabkan beban lebih dengan relay arus lebih. MCB akan secara otomatis
dengan segera memutuskan arus apabila arus yang melewatinya melebihi dari arus
nominal yang telah ditentukan pada MCB tersebut. Arus nominal yang terdapat
pada MCB adalah 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dan lain
sebagainya. Nominal MCB ditentukan dari besarnya arus yang bisa ia hantarkan

2.1.1 Fungsi MCB

1. Pemutus arus
MCB ini mempunyai fungsi sebagai pemutus arus listrik ke
arah beban. Dan fasilitas pemutus arus ini bisa dilakukan dengan
cara manual ataupun otomatis.
Cara manual adalah dengan merubah toggle switch yang
ada didepan MCB (biasanya berwarna biru atau hitam) dari posisi
“ON” ke posisi “OFF” dan bagian mekanis dalam MCB akan
memutus arus listrik. Hal ini dilakukan bila kita ingin mematikan
sumber listrik di rumah karena adanya keperluan perbaikan
instalasi listrik rumah. Istilah yang biasa dipakai adalah MCB
Switch Off.
Sedangkan MCB akan otomatis “OFF” bila dideteksi
terjadi arus lebih, disebabkan karena beban pemakaian listrik yang
lebih, atau terjadi gangguan hubung singkat, oleh bagian didalam
MCB dan memerintahkan MCB untuk “OFF” agar aliran listrik
terputus.

2
2. Mengamankan beban lebih (overload)
Fungsi ini akan bekerja bila MCB mendeteksi arus listrik
yang melebihi rating-nya. Misalnya, suatu MCB mempunyai rating
arus listrik 6A tetapi arus listrik aktual yang mengalir melalui
MCB tersebut ternyata 7A, maka MCB akan trip dengan delay
waktu yang cukup lama sejak MCB ini mendeteksi arus lebih
tersebut.
Bagian di dalam MCB yang menjalankan tugas ini adalah
sebuah strip bimetal. Arus listrik yang melewati bimetal ini akan
membuat bagian ini menjadi panas dan memuai atau mungkin
melengkung. Semakin besar arus listrik maka bimetal akan
semakin panas dan memuai dimana pada akhirnya akan
memerintahkan switch mekanis MCB memutus arus listrik dan
toggle switch akan pindah ke posisi “OFF”.
Lamanya waktu pemutusan arus ini tergantung dari
besarnya arus listrik. Semakin besar tentu akan semakin cepat.
Fungsi strip bimetal ini disebut dengan Thermal Trip. Saat arus
listriknya sudah putus, maka bimetal akan mendingin dan kembali
normal. MCB bisa kembali mengalirkan arus listrik dengan
mengembalikan ke posisi “ON”.
3. Pengaman hubungan arus pendek
Fungsi proteksi ini akan bekerja bila terjadi korsleting atau
hubung singkat arus listrik. Terjadinya korsleting akan
menimbulkan arus listrik yang sangat besar dan mengalir dalam
sistem instalasi listrik rumah.
Bagian MCB yang mendeteksi adalah bagian magnetic trip
yang berupa solenoid, dimana besarnya arus listrik yang mengalir
akan menimbulkan gaya tarik magnet di solenoid yang menarik
switch pemutus aliran listrik. Sistem kerjanya cepat, karena
bertujuan menghindari kerusakan pada peralatan listrik. Pada
dasarnya pemutusan aliran listrik yang dilakukan oleh MCB

3
berasal dari dua prinsip, yakni prinsip panas dan prinsip
elektromagnetik. Prinsip panas digunakan saat MCB memutuskan
arus karena beban lebih sedangkan prinsip elektromagnetik
digunakan saat MCB mendeteksi adanya hubung singkat.

2.1.2. Bagian Bagian MCB

1. Actuator Lever atau toggle switch, digunakan sebagai Switch On-


Off dari MCB. Juga menunjukkan status dari MCB, apakah ON
atau OFF.
2. Switch mekanis yang membuat kontak arus listrik bekerja.
3. Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik.
4. Terminal tempat koneksi kabel listrik dengan MCB.
5. Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip
6. Baut untuk kalibrasi yang memungkinkan pabrikan untuk
mengatur secara presisi arus trip dari MCB setelah pabrikasi (MCB
yang dijual dipasaran tidak memiliki fasilitas ini, karena tujuannya
bukan untuk umum)
7. Solenoid. Coil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip dan
bekerja bila terjadi hubung singkat arus listrik.
8. Pemadam busur api jika terjadi percikan api saat terjadi pemutusan
atau pengaliran kembali arus listrik.

4
2.2. Molded Case Circuit Breaker

MCCB singkatan dari Moulded Case Circuit Breaker. Circuit Breaker


yang membatasi arus apabila terdapat arus beban yang melebihi batas-batasnya.
MCCB ini dipakai hampir sama dengan MCB tetapi dengan batas arus beban yang
lebih besar dari 100 Ampere sampai dengan 1600 Ampere.

2.2.1 Bagian Bagian MCCB

1. Bahan BMC untuk bodi dan tutup


2. Peredam busur api
3. Blok sambungan untuk pemasangan ST
dan UVT
4. Penggerak lepas-sambung
5. Kontak bergerak
6. Data kelistrikan dan pabrik pembuat
7. Unit magnetik trip

5
BAB III. PENUTUP

3.1. Kesimpulan

MCB dan MCCB adalah komponen instalasi listrik yang berfungsi sebagai
pemutus hubungan arus listrik, pengaman beban lebih, dan sebagai pengaman dari
hubungan arus pendek. Perbedaan dari keduanya adalah MCB digunakan untuk
arus dibawah 100A, sementara MCCB digunakan untuk arus 100A sampai dengan
1600A.

6
DAFTAR PUSTAKA

http://www.miung.com/2013/05/pengertian-dan-fungsi-mcb-miniature.html
https://unggan.wordpress.com/istilah-kelistrikan-2/mcb-dan-fungsinya/
http://keilmuanteknologi.blogspot.co.id/2012/01/mccb-moulded-case-circuit-
breaker.html
http://keilmuanteknologi.blogspot.com/2012/01/mccb-moulded-case-circuit-
breaker.html