Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa disertai tambahan cairan

dan makanan lain pada bayi sampai umur 6 bulan. ASI mengandung zat gizi yang

diperlukan bayi dan diproduksi khusus oleh tubuh ibu untuk bayinya. Komposisi

ASI sesuai untuk kebutuhan bayi dan mengandung zat pelindung dengan

kandungan terbanyak ada pada kolostrum. Kolostrum merupakan ASI yang

berwarna kekuningan dihasilkan pada tiga hari pertama setelah bayi lahir. 2 ASI

juga merupakan makanan yang paling sempurna, baik kualitas maupun

kuantitasnya dan dapat memenuhi kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan.3

Penelitian membuktikan bahwa ASI merupakan makanan terbaik dan

utama bagi bayi, karena didalam ASI terkandung antibodi yang diperlukan bayi

yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap penyakit. Bayi yang tidak

mendapat ASI beresiko terhadap infeksi saluran pernafasan, diare maupun alergi.

Namun saat ini pemberian ASI eksklusif semakin menurun yang disebabkan

kurangnya pengetahuan ibu mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif,

pemasaran susu formula, faktor sosial, ekonomi selain itu juga masih banyak

masyarakat yang memberi makanan pendamping ASI terlalu dini.2,4

Pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas Tembilahn Kota

dirasakan masih kurang, hal ini tercermin dari masih rendahnya cakupan

pemberian ASI eksklusif yang tercatat. Data dari Puskesmas Tembilahan kota

menunjukkan bahwa pada bulan Januari - Februari tahun 2012 dari 3 wilayah

kerja puskesmas memiliki angka pencapaian pemberian ASI eksklusif belum

1
tercapai. Target cakupan ASI eksklusif yang harus dicapai Puskesmas Tembilahan

kota adalah 80%. Angka pencapaian pemberian ASI di desa Tembilahan Kota

63,3%, desa Pekan Arba 61,6% dan desa Seberang Tembilahan 68,8%.

Pencapaian tingkat pemberian ASI ekslusif yang tidak optimal diduga disebabkan

beberapa faktor diantaranya kurangnya pengetahuan ibu-ibu mengenai ASI

eksklusif, kurang optimalnya promosi kesehatan para kader posyandu, maupun

kurangnya media sosialisasi mengenai ASI eksklusif. Berdasarkan data tersebut

maka penulis ingin melakukan optimalisasi promosi pemberian ASI eksklusif di

Desa Tembilahan Kota wilayah kerja Puskesmas Tembilahn Kota Kabupaten

Indragiri Hilir.5

1.2. Pernyataan masalah


Masalah yang akan diangkat adalah optimalisasi promosi ASI eksklusif

di Desa Tembilahan Kota wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota Kabupaten

Indragiri Hilir mengenai ASI eksklusif.

1.3. Tujuan
1. Mengoptimalisasi kegiatan promosi ASI eksklusif di di Desa Tembilahan Kota

wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir

mengenai ASI eksklusif.


2. Meningkatkan pengetahuan ibu dan kader posyandu di di Desa Tembilahan

Kota wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir

mengenai ASI eksklusif.


1.4. Manfaat
1. Membantu program kerja Puskesmas Tembilahan Kota mengenai promosi

ASI eksklusif
2. Meningkatkan pencapaian ASI eksklusif di di Desa Tembilahan Kota wilayah

kerja Puskesmas Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir mengenai ASI

eksklusif.
2
3