Anda di halaman 1dari 22

GLAUKOMA

GLAUKOMA Annisa Zahrotu Sholehah Mochammad Luvi Noor Multazam Widy Meisya Miftahussa’adah (21171007) (21171028)

Annisa Zahrotu Sholehah Mochammad Luvi Noor Multazam Widy Meisya Miftahussa’adah

(21171007)

(21171028)

(21171049)

Key Point Kasus Glaukoma

Key Point Kasus Glaukoma Pasien Open-Angle Glaucoma (OAG) Usia 77 tahun Tekanan intraokular 30 mmHg di

Pasien Open-Angle Glaucoma (OAG)

Key Point Kasus Glaukoma Pasien Open-Angle Glaucoma (OAG) Usia 77 tahun Tekanan intraokular 30 mmHg di

Usia 77 tahun

Glaukoma Pasien Open-Angle Glaucoma (OAG) Usia 77 tahun Tekanan intraokular 30 mmHg di kedua mata Bidang

Tekanan intraokular 30 mmHg di kedua mata

Open-Angle Glaucoma (OAG) Usia 77 tahun Tekanan intraokular 30 mmHg di kedua mata Bidang visual normal

Bidang visual normal

Open-Angle Glaucoma (OAG) Usia 77 tahun Tekanan intraokular 30 mmHg di kedua mata Bidang visual normal

Diberi Timolol Drop

Glaukoma

Suatu penyakit di mana tekanan intraokular meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optik dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan (American Academy of Ophtalmology, 2011).

kerusakan pada saraf optik dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan (American Academy of Ophtalmology, 2011).

Anatomi Mata

Anatomi Mata

Konsep dasar

Konsep dasar Aqueous Humor Tekanan Intraokular (TIO) Bidang Visual

Aqueous Humor

Konsep dasar Aqueous Humor Tekanan Intraokular (TIO) Bidang Visual

Tekanan Intraokular (TIO)

Bidang Visual

Aqueous Humor Pathway

Aqueous Humor Pathway

Tekanan Intraokular (TIO)

Tekanan Intraokular (TIO) Normal Glaukoma : > 21 mmHg : 10 - 20 mmHg (Sumber: Dipiro

Normal

Glaukoma : > 21 mmHg

: 10 - 20 mmHg

(Sumber: Dipiro et al, 2014)

Bidang Visual Mata Normal Glaukoma

Bidang Visual

Mata Normal

Bidang Visual Mata Normal Glaukoma

Glaukoma

Klasifikasi Glaukoma

Sudut Terbuka (OAG) Sudut Tertutup (CAG)
Sudut Terbuka
(OAG)
Sudut Tertutup
(CAG)

Sudut Terbuka

Klasifikasi Glaukoma Sudut Terbuka (OAG) Sudut Tertutup (CAG) Sudut Terbuka Primer Glaukoma Sekunder Sudut Tertutup

Primer

Klasifikasi Glaukoma Sudut Terbuka (OAG) Sudut Tertutup (CAG) Sudut Terbuka Primer Glaukoma Sekunder Sudut Tertutup
Klasifikasi Glaukoma Sudut Terbuka (OAG) Sudut Tertutup (CAG) Sudut Terbuka Primer Glaukoma Sekunder Sudut Tertutup

Glaukoma

Sekunder

Klasifikasi Glaukoma Sudut Terbuka (OAG) Sudut Tertutup (CAG) Sudut Terbuka Primer Glaukoma Sekunder Sudut Tertutup

Sudut Tertutup

Etiologi

Penyebab spesifik neuropati optik glaucomatous

saat ini tidak diketahui dan umumnya

pasien tidak sadar menderita glaukoma

Kortikosteroid Optalmik (Risiko ↑)

Kortikosteroid Sistemik

Kortikosteroid Inhalasi / Nasal

Obat yang dapat

menginduksi TIO

pada OAG

Fenoldopam

Antikolinergik Optalmik

Suksinilkolin

Vasodilator (Risiko ↓)

Simetidin (Risiko ↓)

Patofisiologi

Patofisiologi

Tanda dan Gejala

Umum Glaukoma dapat dideteksi pada pasien tanpa gejala atau pasien dengan gejala khas, terutama kehilangan penglihatan.

Tanda

Penurunan dan kehilangan bidang visual

TIO >21 mmHg

Gejala

Tidak terjadi kehilangan bidang visual yang besar (OAG)

30 mmHg

30 mmHg Faktor Risiko Ras TIO ↑ Afrika / Hispanik Riwayat Usia Keluarga lanjut Central DM

Faktor Risiko

Ras TIO ↑ Afrika / Hispanik Riwayat Usia Keluarga lanjut Central DM Cornea Tipe 2
Ras
TIO ↑
Afrika /
Hispanik
Riwayat
Usia
Keluarga
lanjut
Central
DM
Cornea
Tipe 2
Tipis
Tekanan
Perfusi
Miopi
Okular↓
Hispanik Riwayat Usia Keluarga lanjut Central DM Cornea Tipe 2 Tipis Tekanan Perfusi Miopi Okular↓ 77

77 tahun

Algoritma terapi

Alternatif first line: Brimolidine Kontraindikasi? Awali pengobatan dengan β-bloker atau analog prostaglandin Jika
Alternatif first line:
Brimolidine
Kontraindikasi?
Awali pengobatan dengan β-bloker
atau analog prostaglandin
Jika kontraindikasi terhadap first-line,
gunakan CAI topikal
Nilai respon dalam 2-4 minggu
Respon inadekuat
Intoleransi
• Pastikan kepatuhan
• Turunkan dosis jika memungkinkan atau
• Arahkan pasien pada oklusi nasolakrimal jika tidak sedang dugunakan
saat ini
• Rubah formulasi atau
• Ganti obat dengan kelas alternatif lain atau
• Naikkan konsentrasi (jika memungkinkan), atau naikkan frekuensi dosis
• Ganti dengan obat alternatif first-line
• Ganti dengan alternatif first-line jika tidak ada respon, tambahkan obat
first-line kedua jika respon parsial (sebagian)
Nilai respon dalam 2-4 minggu
Intoleransi
• Turunkan dosis/konsentrasi jika memungkinkan
Respon inadekuat dengan monoterapi
atau
• Pastikan kepatuhan
• Rubah formulasi atau
• Jika tidak ada respon, coba gunakan alternatif first-line toikal secara berurutan
atau
• Ganti obat dengan kelas alternatif lain atau
• Ganti dengan alternatif kombinasi
• Jika respon parsial, tambahkan obat second line atau third line atau CAI topikal
(multi regimen dengan 2-4 obat dapat dibutuhkan)
Nilai respon dalam 2-4 minggu
Nilai respon dalam 2-4 minggu Intoleransi Respon inadekuat terhadap terapi kombinasi first-line dan second-line topikal
Nilai respon dalam 2-4 minggu
Intoleransi
Respon inadekuat terhadap terapi kombinasi first-line dan second-line
topikal
• Turunkan dosis/konsentrasi jika memungkinkan
atau
• Pastikan kepatuhan
• Rubah formulasi atau
• Peretimbangkan untuk menambahkan antikolinergik direct -acting , dan
jika diperlukan, ganti dengan kolinesterasi inhibitor
• Ganti obat dengan kelas alternatif lain atau
• Ganti dengan alternatif kombinasi
• Pertimbangkan untuk menambahkan inhibitor karbonik anhidrase (CAI)
oral sebagai pengganti inhibitor karbonik anhidrase topikal
• Terapi dengan berbagai obat topikal ditambah dengan oral CAI dapat
dperlukan
Nilai respon dalam 2-4 minggu
Intoleransi atau respon inadekuat terhadap terapi
kombinasi maksimum
Tindakan laser atau operasi

(Dipiro et. al, 2015)

Golongan Obat Glaukoma

GOLONGAN

 

MEKANISME KERJA

CONTOH

β-Blocker

produksi aqueous humor oleh siliari

Timolol

2-Adrenergic Agonist

produksi aqueous humor oleh siliari

Brimonidine

Cholinergic Agonist Direct Acting

↑ outflow aq.humor melalui trabecular meshwork

Pilocarpine

Colinesterase Inhibitors

Menghambat enzim asetilkolin sehingga produksi aqueous humor

Echothiophate

Carbonic Anhydrase Inhibitors (CAI)

produksi aqueous humor oleh siliari

Brinzolamide

Prostaglandin Analogs

↑ outflow aq.humor melalui trabecular meshwork

Latanoprost

Tatalaksana β-blocker

Alasan tetap menggunakan Timolol Drop :

Timolol merupakan β-blocker topikal.

β-blocker topikal adalah salah satu obat antiglaucoma yang paling umum digunakan.

β-Blocker menurunkan TIO 20-30% dengan efek samping okular lokal minimum.

β-Blocker merupakan salah satu 1 st line terapi dalam mengobati POAG jika tidak ada kontraindikasi.

B-Blocker

B-Blocker

Non-Farmakologi

Non-Farmakologi LASER TRABECULOPLASTY IRIODOTOMY

LASER TRABECULOPLASTY

Non-Farmakologi LASER TRABECULOPLASTY IRIODOTOMY

IRIODOTOMY

Monitoring dan Evaluasi

TIO

Target pengurangan awal 30%

Tes Tonometry

Bidang Visual  Pemeriksaan kesehatan mata secara berkala
Bidang Visual  Pemeriksaan kesehatan mata secara berkala
Bidang Visual  Pemeriksaan kesehatan mata secara berkala

Bidang Visual Pemeriksaan kesehatan

mata secara berkala

Bidang Visual  Pemeriksaan kesehatan mata secara berkala
Bidang Visual  Pemeriksaan kesehatan mata secara berkala
Bidang Visual  Pemeriksaan kesehatan mata secara berkala
Bidang Visual  Pemeriksaan kesehatan mata secara berkala
Efek Samping Timolol Drop  Jangka panjang menyebabkan takifilaksis pada 20-25% pasien
Efek Samping Timolol Drop  Jangka panjang menyebabkan takifilaksis pada 20-25% pasien
Efek Samping Timolol Drop  Jangka panjang menyebabkan takifilaksis pada 20-25% pasien

Efek Samping Timolol Drop Jangka panjang

menyebabkan takifilaksis pada 20-25% pasien

Efek Samping Timolol Drop  Jangka panjang menyebabkan takifilaksis pada 20-25% pasien
Efek Samping Timolol Drop  Jangka panjang menyebabkan takifilaksis pada 20-25% pasien
Efek Samping Timolol Drop  Jangka panjang menyebabkan takifilaksis pada 20-25% pasien
Efek Samping Timolol Drop  Jangka panjang menyebabkan takifilaksis pada 20-25% pasien
Kepatuhan Pasien
Kepatuhan Pasien
Kepatuhan Pasien
Kepatuhan Pasien

Kepatuhan Pasien

Kepatuhan Pasien
Kepatuhan Pasien
Kepatuhan Pasien
Kepatuhan Pasien

Daftar Pustaka

Dipiro,

Approach 9 th Edition. New York : Mc Graw Hill Education. Dipiro, J.T. et al. (2016). Pharmacotherapy Principles and Practice 4 th Edition. New York : McGraw-Hill.

J.T.

et

al.

(2014).

Pharmacotherapy,

A

Pathophysiologic