Anda di halaman 1dari 7

Assets, Liabilities & Equity

A. ASET
1) Pengertian aset
 Menurut FASB : manfaat yang mungkin akan ada dimasa depan, dikontrol oleh suatu
entitas atas sebagai manfaat dari transaksi dimasa lalu
 Menurut IASB : sumber daya yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari
kejadian masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi masa depannya diharapkan
mengalir ke entitas

3 Key word yang dianggap sebagai karakteristik aset:


- Past event : transaksi yang sudah terjadi dimasa lalu yang dapat mengurangi atau
menambah asset. Berbagai transaksi/kejadian pada akhirnya akan memicu pengakuan
atau penghapusan manfaat ekonomik suatu objek.
contohnya adalah pembayaran tunai atas penjualansebelumnya, penjualan
kredit, asuransi yang dibayar di muka, dan lainnya.

- Dikendalikan oleh entitas : suatu aset dikendalikan oleh entitas sesuai dengan
peraturan yang ada dalam entitas tersebut dan entitas mempumyai kendali penuh
terhadap aset itu. Kemampuan entitas untuk mendapatkan, memelihara, menahan,
menukarkan, menggunakan manfaat ekonomis serta mencegah pihak lain
menggunakan manfaat tersebut.

- Manfaat Ekonomi Masa Depan : benefit akan mengalir untuk dan/ ke entitas dimasa
depan, aset tersebut ikut berkontribusi dalam aktivitas perusahaan. Uang atau kas
mempunyai manfaat atau potensi jasa karena apa yang dapat dia beli atau karena daya
tukarnya.
EX : cash untuk melunasi utang/ memproduksi barang jasa, mobil untuk
mendistribusikan persediaan

2) Pengakuan Asset
Pada umumnya pengakuan aset dilakukan bersamaan dengan adanya transaksi,
kejadian,atau keadaan tetentu. Pengakuan adalah proses memasukkan di neraca atau
pendapatan pernyataan item yang memenuhi definisi elemen dan memenuhi kriteria pengakuan
berikut:
1) besar kemungkinan bahwa keuntungan ekonomi masa depan yang terkait dengan
barang tersebut akan mengalir ke atau dari entitas; dan
2) item tersebut memiliki biaya atau nilai yang dapat diukur dengan reliabilitas.
Item tidak disebut aset jika pengeluaran terjadi namun keuntungan ekonomi tidak mungkin
mengalir ke entitas. Item ini karena itu akan diakui sebagai biaya. (Misalnya. Biaya pelatihan)
(Jangan terjebak pada setiap yang berbentuk fisik adalah aset, contohnya jika membeli mobil
namun untuk dihibahkan tidak untuk digunakan sendiri, itu bukan termasuk aset, karena kita
tidak mempunyai kendali penuh terhadap aset itu lagi, kita tidak menerima manfaat/nilai
ekonomis dari barang tersebut)
3) Pengukuran Asset
Pengukuran juga dapat disebut sebagai penilaian karena pengukuran itu sendiri
dilakukan dalam bentuk uang (bentuk moneter)
Pengukuran aset alternatif (Hendriksen):

a) Exchange output values


Pengukuran ini didasarkan pada nilai aset atau layanan bila sudah dijual, dibuang, atau
ditukar.
Nilai keluaran didasarkan atas jumlah rupiah kas atau penghargaan lainnya yang diterima
suatu unit usaha apabila suatu aset atau potensi jasa akhirnya keluar dari kesatuan usaha melalui
pertukaran atau konversi.
1) Pengambilan penerimaan kas masa depan atau potensi layanan Pertukaran nilai
penempatan
Metode ini bisa digunakan jika kepastian penerimaan uang tunai atau yang setara
cukup tinggi dan durasi waktu sampai penerimaan uang tunai cukup lama namun
dengan waktu penerimaan yang pasti.
2) Harga Output Saat Ini
Bila produk dari perusahaan tersebut umumnya dijual di pasar yang terorganisir,
harga pasar saat ini mungkin merupakan perkiraan harga jual aktual yang wajar dalam
waktu dekat. Oleh karena itu, harga output saat ini mungkin merupakan pengganti yang
dekat untuk nilai penerimaan kas yang diharapkan dari persediaan barang dagangan,
dan produk atau produk pada atau mendekati tahap selesai.
3) Setara Kas saat ini
Ini mewakili jumlah uang tunai atau daya beli umum yang dapat diperoleh dengan
menjual setiap aset dalam kondisi likuidasi tertib, yang dapat diukur dengan harga pasar
yang dikutip untuk barang dengan jenis dan kondisi yang sama.
4) Nilai likuidasi
Ini mengasumsikan penjualan paksa dengan harga yang jauh di bawah biaya.
Pengukuran ini hanya digunakan dalam 2 situasi utama:
1. Bila barang dagangan atau aset lainnya telah kehilangan kegunaan normal
mereka, telah menjadi usang, atau kehilangan pasar normal mereka
2. Bila perusahaan mengharapkan untuk menghentikan bisnis dalam waktu dekat

2. Exchange input values


Pengukuran ini sering dianggap lebih tepat daripada nilai output karena mungkin
lebih dapat diverifikasi atau karena tidak mengizinkan pelaporan pendapatan sebelum
direalisasikan. Nilai masukan didasarkan atas jumlah rupiah yang harus dikeluarkan atau
dikorbankan untuk memperoleh aset atau objek jasa tertentu yang masuk dalam unit usaha.
1) Biaya Historis
Aktiva pada umumnya dicatat sebesar yang dibayarkan berdasarkan nilai tukar di mana
transaksi akuisisi berlangsung..
2) Biaya Input Saat Ini (current input cost)
Menunjukan harga pertukaran yang harus dibayarkan pada saat sekarang untuk
memperoleh aktiva yang sejenis dalam kondisi yang sama. Cost masukan terkini menjadi
dasar penilaian yang penting terutama dalam penyajian informasi yang menunjukan
pengaruh inflasi terhadap perusahaan.

3) Biaya masa depan diskonto (Discounted future cost)


Menunjukan nilai sekarang yang harus dikorbankan di masa mendatang seandainya jasa
tertentu diperoleh pada saat sekarang. Syarat utama digunakannya penilian ini adalah
adanya kepastian tentang harga potensi jasa di masa mendatang atau setidaknya dapat
ditaksir dengan cukup pasti.
4) Biaya Standar
Cost standar menunjukan cost sekarang dalam kondisi perusahaan beroperasi pada tingkat
efisiensi dan kapasitas produksi normal. Kelemahan , akan menyebabkan aktiva dinilai terlalu
rendah karena adanya usaha untuk mengeluarkan cost yang berasal dari inefisiensi dan
kapasitas mengganggur.

Pengukuran Aset IASB


1. Biaya historis
Aset dicatat sebesar jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari
pertimbangan yang diberikan untuk memperolehnya pada saat akuisisi mereka.
2. Biaya saat ini
Aset dilakukan dengan jumlah kas atau setara kas yang harus dibayar jika aset yang sama
atau setara diperoleh pada saat ini.
3. Nilai realisasi (settlement)
Aset dilakukan dengan jumlah kas atau setara kas yang saat ini dapat diperoleh dengan
menjual aset tersebut secara tertib.
4. Nilai sekarang
Aset dicatat pada nilai diskonto arus masuk bersih bersih di masa depan sehingga barang
tersebut diperkirakan akan menghasilkan dalam kegiatan usaha normal.

3. Semakin rendah valuasi biaya atau pasar


 Pengukuran ini bukanlah sebuah keluaran atau konsep penilaian input, melainkan
gabungan kedua konsep tersebut.
 Istilah pasar mungkin mengacu pada keluaran atau harga input.
 Bila konsep ini diterapkan pada persediaan, istilah pasar biasanya mengacu pada biaya
penggantian (konsep input), namun mungkin mengacu pada harga jual (konsep
output)

4) Klasifikasi aset
 Current asset
Cash/sumber daya yang diharapkan dapat digunakan, dijual dan diharapkan untuk
direalisasikan secara tunai (kas) dalam tempo operasional makimal 1 tahun / satu
periode. (kas, investasi jangka pendek, beban dibayar di muka, piutang dan
persediaan.)

 Non Current Asset


Aset yang tidak memenuhi definisi aktiva lancar (tidak untuk dijual). Mereka mencakup
berbagai item seperti :
a) Investasi jangka panjang (Long-term investments)
terdiri dari:
- Investasi dalam sekuritas, seperti obligasi, saham biasa, atau surat
berharga jangka panjang
- Investasi pada aset tetap berwujud yang saat ini tidak digunakan dalam
operasi, seperti lahan yang dimiliki untuk spekulasi
- Investasi disisihkan dalam dana khusus seperti dana pelunasan, dana
pensiun, atau dana ekspansi tanaman. Nilai tunai penyerahan asuransi
jiwa disertakan disini.
b) Properti, pabrik & peralatan (Property, plant & Equipment)
Aset ini bersifat sifat tahan lama yang biasa digunakan dalam operasi bisnis
biasa.
c) Aset Tak Berwujud (Intangible Assets)
Aset Tak Berwujud tidak memiliki substansi fisik dan bukan instrumen
keuangan. Misalnya. paten, hak cipta, waralaba dan merek dagang.

B. LIABILITIES
1) Pengertian Liabilities
 Menurut FASB : kewajiban diartikan sebagai pengorbanan manfaat ekonomik masa
datang yang cukup pasti yang timbul dari keharusan sekarang suatu kesatuan usaha
untuk menstransfer aset atau menyediakan/menyerahkan jasa kepada kesatuan lain
datang sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu.
 Menurut IASC : hutang saat ini yang timbul dari kejadian perusahaan di masalalu yang
diharapkan hasilnya menjadi aliran keluar sumber daya manfaat ekonomi.
3 Key Word karakteristik liabilities
- Pengorbanan Manfaat Ekonomik
Disebut kewajiban jika suatu objek digunakan untuk memenuhi tanggung jawabnya
melunasi kewajiban kepada pihak lain dengan cara mengorbankan manfaat ekonomi dimasa
yang akan datang.
- Keharusan Sekarang
Untuk dapat disebut sebagai kewajiban, suatu pengorbanan ekonomik masa datang harus
timbul akibat keharusan sekarang. Pengertian sekarang ini mengandung pengertian waktu,
yaitu tanggal pelaporan artinya pada tanggal neraca kalau perlu atau kalau dipaksakan secara
yuridis, etis, atau rasional pengorbanan sumber ekonomik harus dipenuhi karena keharusan itu
telah ada.
- Akibat Transaksi Masa Lalu
Transaksi masa lalu yang dimaksud disini adalah transaksi yang menimbulkan keharusan
sekarang telah terjadi. Kewajiban muncul saat penerima order dan saat kontrak pembelian yaitu
saat manfaat sudah kita terima namun kita belum melaksanakan kewajiban.

2) Pengakuan Liabilities
Kewajiban diakui pada saat keharusan telah mengikat akibat transaksi yang sebelumnya
terjadi. Kewajiban dapat diakui atas dasar kriteria pengakuan yaitu definisi, keterukuran,
keterandalan, dan keberpautan.

Kam (1990) dalam (Suwardjono 2005) memberikan empat kaidah pengakuan untuk
menunjukkan pengakuan kewajiban yaitu :
 Adanya dasar hukum untuk mengakui adanya kewajiban. Dalam hal ini, adanya
faktur pembelian dapat menjadi dasar hukum yang meyakinkan untuk mengakui
kewajiban.

 Keterterapan konsep dasar konservatisme berkaitan dengan keterandalan.


Dalam konsep konversatisme kerugian dapat segera diakui, sedangkan untung
tidak. Contohnya kewajiban jaminan suku cadang sudah dapat diakui, meskipun
belum terjadi.
 Ketertentuan substansi ekonomik transaksi berkaitan dengan relevansi
informasi. Utang sewa guna dapat diakui pada saat transaksi meskipun tidak ada
transfer hak milik.
 Keterukuran nilai kewajiban. Keterukuran nilai kewajiban maksudnya adalah
kewajiban tersebut datang secara pasti dan nilai rupiahnya dapat diukur.

Kewajiban mengandung arti kemungkinan terjadinya pengorbanan sumber ekonomik


masa depan sejumlah nilai pokok yang harus dilunasi (Caddy 2000). Hendriksen dan Van
Breda (1991) dalam (Suwardjono 2005) menunjukkan waktu pengakuan kewajiban yaitu:

 Pada saat penandatanganan kontrak, atau ketika hak dan kewajiban telah
mengikat.
 Bersamaan dengan pengakuan biaya apabila barang dan jasa yang menjadi
penyebab timbulnya biaya kewajiban, sebelumnya belum dicatat sebagai asset.
 Bersamaan dengan pengakuan aset.
 Pada akhir perioda karena penggunaan asas akrual melalui proses penyesuaian.

3) Pengukuran Liabilities

Menurut (Suwardjono 2005) pengukuran yang paling objektif untuk menentukan


kewajiban pada saat terjadinya adalah penghargaan sepakatan dalam transaksi tersebut dan
bukan jumlah rupiah pengorbanan ekonomis di masa depan. Penghargaan sepakatan suatu
kewajiban merefleksikan nilai setara tunai atau nilai sekarang (current value) kewajiban yaitu
jumlah rupiah pengorbanan sumber ekonomik seandainya kewajiban dilunasi pada saat
terjadinya. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengukuran:

 Kewajiban dalam pembelian kredit,Dalam pembelian aset, pengukuran yang objektif


adalah kos tunai atau kos tunai implisit. Kewajiban juga harus diukur sesuai dengan
aset.
 Diskon atau premium utang obligasi, Untuk suatu kontrak dengan pokok pinjaman
dan bunga periodik, pengukuran yang tepat adalah kos tunai implisit.
 Diskon obligasi , Diskon obligasi dilaporkan sebagai pengurang nilai nominal dalam
obligasi di neraca.
 Premium obligasi, Premium obligasi sendiri apabila belum diamortisasi merupakan
utang.
 Kewajiban moneter dan nonmoneter,
a. Kewajiban moneter
Kewajiban moneter merupakan kewajiban yang pengorbanan sumber ekonomik
masa datangnya berupa kas dengan jumlah rupiah dan saat yang pasti.
b. Kewajiban nonmoneter
Kewajiban nonmoneter adalah kewajiban untuk menyediakan barang dan jasa
dengan jumlah dan saat yang cukup pasti yang biasanya timbul karena penerimaan
pembayaran di muka untuk barang dan jasa tersebut.
Pelunasan
Pelunasan dapat diartikan sebagai tindakan suatu entitas bisnis dalam memenuhi suatu
kewajiban agar terbebas dari kewajiban tersebut. FASB memberikan kriteria agar dikatan suatu
kewajiban sudah hilang apabila
1. Debitor membayar kreditor dan terbebaskan dari keharusan melekat pada kewajiban.
Membayar kreditor mencakupi penyerahan kas, aset finansial lain, barang atau ajsa atau
penebusan sekuritas utang oleh debitor untuk menghapus utang atau untuk menahannya
sebagai utang obligasi terasuri.
2. Debitor telah dibebaskan secara hukum dari statsnya sebagai penggung utang ytama
baik oleh keputusan pengadilan maupun oleh kreditor.

4) MASALAH TEORITIS
a) Pelunasan sebelum jatuh tempo
Dalam pelunasan sebelum jatuh tempo, utang tersebut harus dilunasi dengan harga
pasarnya sehingga terdapat selisih antara nilai bawaan dan nilai penebusan. Selisih tersebut
mempengaruhi ekuitas pemegang saham.
APB dan FASB menentukan bahwa untuk pelunasan dengan atau tanpa pendanaan
sebenarnya sama. Terdapat tiga alternatif dalam menentukan selisih, yaitu:
1. Selisih diamortisasi selama sisa umur semula utang yang ditarik kembali
2. Selisih diamortisasi selama umur utang baru diterbitkan
3. Selisih diakui pada saat penarikan dan dilaporkan dalam statement laba-rugi tahun
bersangkutan.

b) Utang terkonversi
Terdapat utang yang terkonversi atau konvertibel. Utang tersebut dapat menjadi ekuitas
sewaktu-waktu selama masih berlaku. Hendriksen dan van Breda menyatakan bahwa obligasi
terkonversi memiliki karateristik sebgai berikut:
1. Tingkat bunga nominal jauh dibawah tingkat bunga pasar untuk obligasi biasa yang
setara.
2. Harga konversi yang ditetapkan lebih tinggi dari harga pasar saham biasa
3. Harga konversi tidak pernah menurun selama masa hak konversi kecuali karena
penyesuaian diperlukan akibat pengambilan hak yang melekat pada saham biasa seperti
dalam hal terjadi pemecahan saham atau dividen saham.
Terdapat masalah dimana apakah saat pengakuan harga penerbitan obligasi harus
dipecah menjadi porsi yang memperesentasi utang obligasi dan porsi yang mempresentasi hak
konversi atau harga penerbitan tidak dipecah dan utang terkonversi dianggap sebagai utang
semata-mata.

c) Pembebasan substantif
Bila debitor di masa yang akan datang tidak perlu membayar utang, maka secar
subtantif debitor sudah bebas dari kewajiban. Hal ini termasuk apabila perusahaan sudah
membentuk dana pelunsan utang obligasi. Debitor tidak menyerahkan kendali atas manfaat
aset karena manfaat asettersebut masih melekat pada debitor meskipun debitur telah mengakui
sementara itu kreditor juga tidak mengakuinya sebagaia set sehingga praktis aset tersebut masih
dikuasai debitor.

4) Klasifikasi Liabilities
 Current Liabilities : kewajiban yang diharapkan bisa dibayar dalam waktu 1 tahun
atau kurang. Merupakan liabilitas jangka pendek yang diharapkan akan dibayar
dengan menggunakan sumber daya asset lancar atau dengan menciptakan liabilitas
jangka pendek lainnya. Liabilitas ini diharapkan dapat dibayar dalam satu periode
akuntansi perusahaan. Termasuk dalam klasifikasi liabilitas ini ialah notes payable,
accounts payable, interest payable, salary and wages payable, dsb.

 Non Current Liabilities : Merupakan liabilitas jangka panjang yang diperkirakan tidak
akan dilikuidasi dalam satu siklus akuntansi, melainkan akan dibayar di luar tanggal
waktu tersebut. Disajikan dalam beberapa kelompok seperti hutang obligasi, wesel
bayar, kewajiban pensiun

C. EQUITY

Anda mungkin juga menyukai