Anda di halaman 1dari 5

Pertanyaan :

Bolehkah Kepala Desa Mengganti Seluruh Perangkat Desa?


Apakah melanggar UU Desa jika seorang kepala desa yang baru terpilih mengganti seluruh
aparat desa yang sudah lama?
Jawaban :

Intisari:

Pengangkatan perangkat desa harus melalui mekanisme yang tertuang dalam peraturan
perundang-undangan terkait. Kepala desa tidak dapat mengangkat perangkat desa tanpa
konsultasi dan rekomendasi tertulis dari camat.

Dalam beberapa aturan terkait dengan pengangkatan perangkat desa, tidak ada aturan
yang secara ekspilisit menjelaskan apakah pemberhentian atau pengangkatan tersebut
dapat dilakukan terhadap seluruh perangkat desa atau tidak.

Meski demikian, menurut hemat kami, jika perangkat desa yang lama memang harus
diberhentikan (untuk kemudian diganti dan diangkat perangkat desa yang baru), tentu
harus ada alasan hukumnya dan sesuai mekanismenya.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

Ulasan:

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami asumsikan aparat desa yang Anda maksud di
sini adalah perangkat desa. Jadi, Anda menanyakan bolehkah kepala desa yang baru terpilih
mengganti perangkat desa yang lama dengan yang baru.
Perangkat Desa

Dasar hukum yang menjadi pedoman pengangkatan perangkat desa adalah Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“UU Desa”), Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun
2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
(“PP Desa”) sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015, dan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan
Pemberhentian Perangkat Desa (“Permendagri 83/2015”).

Perangkat Desa adalah unsur staf yang membantu Kepala Desa dalam penyusunan
kebijakan dan koordinasi yang diwadahi dalam Sekretariat Desa, dan unsur pendukung
tugas Kepala Desa dalam pelaksanaan kebijakan yang diwadahi dalam bentuk pelaksana
teknis dan unsur kewilayahan.1[1]

Perangkat desa terdiri dari:2[2]


a. sekretariat desa,
b. pelaksana kewilayahan, dan
c. pelaksana teknis yang berkedudukan sebagai unsur pembantu kepala desa.

Wewenang Kepala Desa dan Tugas Perangkat Desa

Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan Pembangunan


Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa.3[3] Dalam
melaksanakan tugasnya, Kepala Desa berwenang:4[4]
a. memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
b. mengangkat dan memberhentikan perangkat Desa;
c. memegang kekuasaan pengelolaan Keuangan dan Aset Desa;
d. menetapkan Peraturan Desa;
e. menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
f. membina kehidupan masyarakat Desa;
g. membina ketenteraman dan ketertiban masyarakat Desa;
h. membina dan meningkatkan perekonomian Desa serta mengintegrasikannya agar
mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar-besarnya kemakmuran
masyarakat Desa
i. mengembangkan sumber pendapatan Desa
j. mengusulkan dan menerima pelimpahan sebagian kekayaan negara guna meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Desa;
k. mengembangkan kehidupan sosial budaya masyarakat Desa;
l. memanfaatkan teknologi tepat guna;
m. mengoordinasikan Pembangunan Desa secara partisipatif;
n. mewakili Desa di dalam dan di luar pengadilan atau menunjuk kuasa hukum untuk
mewakilinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
o. melaksanakan wewenang lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

Perangkat Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan
wewenangnya.5[5] Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, perangkat Desa
bertanggung jawab kepada Kepala Desa.6[6]

Mekanisme Pengangkatan Perangkat Desa

Perangkat Desa diangkat dari warga Desa yang memenuhi persyaratan:7[7]


a. berpendidikan paling rendah sekolah menengah umum atau yang sederajat;
b. berusia 20 tahun sampai dengan 42 tahun;
c. terdaftar sebagai penduduk Desa dan bertempat tinggal di Desa paling kurang 1 (satu)
tahun sebelum pendaftaran; dan
d. syarat lain yang ditentukan dalam peraturan daerah kabupaten/kota.

Perangkat Desa diangkat oleh Kepala Desa setelah dikonsultasikan dengan Camat atas
nama Bupati/Walikota.8[8] Bagaimana mekanismenya?
PP Desa mengatur pengangkatan perangkat Desa dilaksanakan dengan mekanisme sebagai
berikut:9[9]
a. kepala Desa melakukan penjaringan dan penyaringan atau seleksi calon perangkat Desa;
b. kepala Desa melakukan konsultasi dengan camat atau sebutan lain mengenai
pengangkatan perangkat Desa;
c. camat atau sebutan lain memberikan rekomendasi tertulis yang memuat mengenai calon
perangkat Desa yang telah dikonsultasikan dengan kepala Desa; dan
d. rekomendasi tertulis camat atau sebutan lain dijadikan dasar oleh kepala Desa dalam
pengangkatan perangkat Desa dengan keputusan kepala Desa.

Permendagri 83/2015 juga mengatur mengenai mekanisme pengangkatan perangkat desa


sebagai berikut yang pada dasarnya sama dengan yang diatur dalam PP Desa:10[10]
a. Kepala Desa dapat membentuk Tim yang terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris
dan minimal seorang anggota;
b. Kepala Desa melakukan penjaringan dan penyaringan calon Perangkat Desa yang
dilakukan oleh Tim;
c. Pelaksanaan penjaringan dan penyaringan bakal calon Perangkat Desa dilaksanakan
paling lama 2 (dua) bulan setelah jabatan perangkat desa kosong atau diberhentikan;
d. Hasil penjaringan dan penyaringan bakal calon Perangkat Desa sekurang-kurangnya 2
(dua) orang calon dikonsultasikan oleh Kepala Desa kepada Camat;
e. Camat memberikan rekomendasi tertulis terhadap calon Perangkat Desa selambat-
lambatnya 7 (tujuh) hari kerja;
f. Rekomendasi yang diberikan Camat berupa persetujuan atau penolakan berdasarkan
persyaratan yang ditentukan;
g. Dalam hal Camat memberikan persetujuan, Kepala Desa menerbitkan Keputusan Kepala
Desa tentang Pengangkatan Perangkat Desa; dan
h. Dalam hal rekomendasi Camat berisi penolakan, Kepala Desa melakukan penjaringan
dan penyaringan kembali calon Perangkat Desa.

Sepanjangan penelusuran kami dalam beberapa aturan di atas, tidak ada aturan tentang
pengangkatan perangkat desa yang secara ekspilisit mengatur apakah pemberhentian atau
pengangkatan tersebut dapat dilakukan terhadap seluruh perangkat desa atau tidak. Pada
intinya, sepanjang kepala desa yang baru ingin mengangkat perangkat desa yang baru,
maka ia harus melalui mekanisme yang telah diatur sebagaimana yang telah dijelaskan
dalam peraturan perundang-undangan di atas.

Meski demikian, menurut hemat kami, jika perangkat desa yang lama memang harus
diberhentikan (untuk kemudian diganti dan diangkat perangkat desa yang baru), tentu
harus ada alasannya. Alasan pemberhentian Perangkat Desa adalah:11[11]
a. usia telah genap 60 (enam puluh) tahun;
b. dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai
kekuatan hukum tetap;
c. berhalangan tetap;
d. tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perangkat desa; dan
e. melanggar larangan sebagai Perangkat Desa.

Pemberhentian Perangkat Desa inipun wajib dikonsultasikan terlebih dahulu kepada


Camat.12[12]

Oleh karena itu, kepala desa selaku pihak yang berwenang untuk mengangkat dan
memberhentikan perangkat Desa tentu harus bertindak sesuai dengan mekanisme yang
diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.