Anda di halaman 1dari 3

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM LIRBOYO

NOMOR : 09/1243/RSUL/XI/2015

TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN UNIT GIZI
RUMAH SAKIT UMUM LIRBOYO

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM LIRBOYO

Menimbang : 1. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit


Umum Lirboyo, maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan unit
gizi.
2. Bahwa agar pelayanan unit gizi di Rumah Sakit Umum Lirboyo
dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur
Rumah Sakit Umum Lirboyo sebagai landasan bagi
penyelenggaraan pelayanan unit gizi Rumah Sakit Umum Lirboyo.
Mengingat : 1. Undang – Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
2. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Kemenkes Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar
Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
4. Pedoman Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan RS, Depkes 1994.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEBIJAKAN PELAYANAN UNIT GIZI RUMAH SAKIT UMUM


LIRBOYO
Pertama : Kebijakan pelayanan Unit Gizi Rumah Sakit Umum Lirboyo sebagaimana
tercantum dalam lampiran keputusan ini.
Kedua : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan Unit Gizi
Rumah Sakit Umum Lirboyo dilaksanakan oleh Kepala Seksi Penunjang
Medis Rumah Sakit Umum Lirboyo.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila
dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Kediri
Pada tanggal : 03 November 2015
Direktur RSU Lirboyo Kediri

dr. Ava Adenia Rahmi


NIK.06060001
Tembusan :
1. Unit Gizi
Lampiran Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Lirboyo
Nomor : 09/1243/RSUL/XI/2015
Tentang : Kebijakan Pelayanan Unit Gizi Rumah Sakit Umum Lirboyo

KEBIJAKAN PELAYANAN UNIT GIZI


RUMAH SAKIT UMUM LIRBOYO

1. Pelayanan gizi harus berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.


2. Petugas Ahli Gizi wajib memiliki ijin sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Setiap melakukan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan sesuai dengan K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).
4. Setiap petugas harus bekerja sesuai standar profesi, standar operasional prosedur yang
berlaku, etika profesi, etiket, dan menghormati hak pasien.
5. Pelayanan dilaksanakan dalam 2 shift. Dengan ketentuan sbb :
a. Pagi : 06.00 - 13:00WIB
b. Siang : 13:00 - 20.00WIB
6. Penyediaan tenaga kerja harus mengacu pada pola ketenagaan yang ada.
7. Untuk melakukan koordinasi dan evaluasi wajib melakukan rapat rutin minimal 1
bulan sekali.
8. Unit gizi menyelenggarakan pengelolaan makanan sesuai dengan program PPI RS dan
K3.
9. Unit gizi wajib menyediakan makanan atau nutrisi pasien yang bervariasi sesuai status
gizi, kebutuhan pasien dan kondisi kesehatannya secara reguler.
10. Petugas gizi wajib melakukan pengambilan sample makanan sesuai dengan menu harian
untuk mencegah terjadinya kejadian keracunan makanan.
11. Penyimpanan sample makanan di simpan selama 1x24 jam
12. Jumlah sample makanan yang di ambil masing-masing jenis makanan seberat 100 gram
13. Petugas gizi wajib melalukan pencatatan semua makanan pasien rawat inap sebelum
makanan disajikan.
14. Petugas gizi wajib memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pembatasan
diet pasien.
15. Petugas gizi harus melakukan identifikasi, komunikasi dan penjelasan mengenai
makanan yang diberikan kepada pasien.
16. Kepala urusan unit gizi wajib melakukan monitoring mutu makanan dan minuman serta
monitoring kondisi pasien pasca pemberian terapi nutrisi..
17. Unit gizi melaksanakan monitoring kesehatan pegawai sesuai program kesehatan
karyawan.
18. Kepala urusan unit gizi wajib membuat laporan mingguan, bulanan dan tahunan.
19. Skrining Gizi
a. Skrining gizi dilakukan oleh orang yang berkompeten untuk melakukan skrining gizi,
yaitu ahli gizi Rumah Sakit Lirboyo Kediri.
b. Skrining gizi dilakukan pada semua pasien rawat inap.
c. Skrining gizi dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pasien masuk
rumah sakit
d. Skrining gizi dilakukan dengan membagi pasien menurut criteria umur dengan
menggunakan tool masing-masing, yaitu
1) Anak : STAMP (Screening Tool for the Assessment of Malnutrition in
Paediatric)
2) Dewasa : MUST (Malnutrition Universal Screening Tool)
3) Lansia : MNA (Mini Nutrition Assessment)
4) Setelah pasien dilakukan skrining, pasien yang mengalami malnutrisi dilakukan
asuhan gizi lebih lanjut oleh ahli gizi
20. Asuhan Gizi
a. Asuhan gizi lanjut dilakukan oleh orang yang berkompeten untuk melakukan
skrining gizi, yaitu ahli gizi Rumah Sakit Lirboyo Kediri.
b. Asuhan gizi dilakukan pada pasien yang mengalami malnutrisi yang didapatkan
dari hasil skrining gizi
c. Asuhan gizi dilakukan mulai asesmen pasien meliputi pengkajian data
antropometri, biokimia, fisik klinis, dan dietary, kemudian dilanjutkan dengan
menegakkan diagnosis gizi, intervensi gizi, dan monitoring dan evaluasi
21. Kegiatan pelayanan Konsultasi Gizi dilaksanakan oleh petugas gizi yang
tersertifikasi.
22. Petugas gizi harus menuliskan nama dan tanda tangan pada lembar pelayanan yang
disediakan setelah melakukan pelayanan terhadap pasien.
23. Kepala urusan unit gizi bertanggung jawab atas laporan secara berkala sesuai dengan
aturan yang ditetapkan baik untuk kepentingan internal ataupun eksternal.
24. Kepala urusan unit gizi bertanggung jawab atas tersedianya informasi kegiatan dan
laporan indikator rumah sakit yang ditetapkan.
25. Seluruh pelayanan gizi berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
26. Peralatan dilakuan pemeliharaan dengan baik dengan kalibrasi secara berkala.
27. Petugas gizi wajib melakukan control suhu penyimpanan dan ruangan setiap hari.

Direktur RSU Lirboyo Kediri

dr. Ava Adenia Rahmi


NIK. 06060001