Anda di halaman 1dari 6

CERITA KKN UNUSA 2017

DESA KUPANG KECAMATAN JABON SIDOARJO JAWA TIMUR

Oleh :

ROUDHOTUN NIKMAH

1130014096 / Semester 6 C

(Kelompok 09)

1. Ustadzah Dadakan

Desa Kupang punya 3 Dusun, ada Dusun Kupang Bader, Dusun


Kupang Lor dan Dusun Kupang Kidul. Pada awalnya Muter-muter Desa
Kupang mencari-cari TPQ yang ada di Desa Kupang, setelah itu
menemukan TPQ AL-QUBA’ yang terletak di Kupang Kidul. Metode
Mengaji di TPQ ini berbeda dari TPQ yang lainnya, disini menggunakan
Metode Utsmani. Metode Utsmani ini merupakan metode mengaji
internasional, menggunakan Qur’an Rosm Utsmani seperti yang ada di
Makkah Al- Mukarromah. Awalnya merasa takut dan minder karena belum
pernah dengar ataupun tau tentang metode ini, namun niat belajar
mengalahkan segalanya, akhirnya berani dan berniat menambah ilmu di
sini. Pertama kali masuk mengajar di jilid pemula karena beranggapan
bahwa itu paling mudah, ternyata jilid pemula lebih sulit di bandingkan
jilid-jilid yang lainnya, bukan karena pelajarannya nya yang sulit namun
para santrinya yang masih kecil-kecil sehingga butuh ketelatenan dan
banyak para santri yang berlari-larian saat mengaji. Hari-hari selanjutnya
mencoba masuk ke kelas yang tingkatannya lebih tinggi, jilid 2 berlanjut
jilid 3. Sedikit banyak mengerti tentang metode utsmani. Sampailah pada
penghujung acara, yaah.. sedih rasanya harus berpisah, semoga kita
dipertemukan kembali di lain waktu ya adek-adek semuanya. 
2. Flashback Masa Kecil “Lompat Tali”

Ini yang bikin gak bisa Move On dari Desa Kupang, marsupilami*
(dibaca *anak-anak kecil Desa Kupang) yang lucu-lucu, seru-seru dan
nakal-nakal. Main lompat tali bersama marsupilami jadi FlashBack masa
kecil dulu deh. Bapeeer.. dan akhirnya kangen masa kecil. Kesempatan
buat menang dari permainan ini sangat besar buat aku, karena apa ? karena
BB ku yang ringan dan tentunya aku yaang Tinggi membuat aku dengan
mudahnya dan yang pasti berpengalaman dong ya hihihi. Dimulai dari
ular-ularan, lompat setingga lutut, lompat se pusar dan sampai merdeka
duh serunya... kapan bisa main kembali bersama kalian hai marsupilami....
terimakasih ya adik-adikku marsupilami yang selali meramaikan balai
desa Kupang, yang selalu semangat dan antusias mengikuti semua
kegiatan yang kakak-kakak persiapkan untuk kalian, tanpa kalian
kenangan ini tidak pernah ada, thanks yaaa marsupilami 
3. Jalan-jalan Pagi Menikmati Indahnya Ciptaan Allah di Desa Kupang

Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis


mandi ku tolong ibu, membersihkan tempat tidurku... kayaknya lagu ini
gak berlaku buat aku pas di Desa Kupang. Bagaimana tidak coba, bangun
tidur lihat sarapan belum matang akhirnya jalan-jalan pagi tanpa gosok
gigi dulu hihihi jalan-jalan menikmati indahnya ciptaan Allah yang satu ini
sungguh menakjubkan. Dedaunan yang hijau membuat hati ini tak berhenti
bersyukur. Angin yang sepoy-sepoy membuat hati ini selalu ingin
mengucapkan takbir kepada-Nya. Langit yang cerah membuat hati ini tak
henti mengucap Maha Suci Allah, Dunia ini begitu indah. Sungguh luar
biasa. Disamping itu maklum ya aku kok senang banget lihat yang hijau-
hijau, karena aku gak punya desa jadi gak pernah mudik ke Desa, akhirnya
aku anggaaplah Desa Kupang ini desa tercinta ku hahaha :D. Setiap kali
mengingat Pemandangan yang indah ini membuat aku ingin kembali ke
Desa Kupang.
4. Jalan-jalan Malam Demi Sesuap “ Sego Belung “

# SEGO BELUNG BUKA JAM 23.00 WIB #


Sudah direncanakan malam ini untuk beli sego belung saking
ngidamnya aku, menik, lia, ibuk, resya, mbak linda dan fakhri (Pak ketua).
Malam haripun tiba ternyata menik, lia dan fakhri tidur duluan, kampreet
mereka ini. Esok siangnya aku sama pak ketu pergi ke Kecamatan untuk
meminta TTD pak Camat. Pulanglah mampirlah kita survey lokasi sego
belung, al-hasil tidak ketemu, nekatlah sudah malam tiba hujan gerimis
rintik-rintik tak menghalangi kita untuk berangkat demi sesuap sego
belung. Sego belung yang letaknya di desa sebelah membuat kita
penasaran gimana se rasanya kok katanya katanya katanya enak.
Berangkatlah kita mencari warung yang bertuliskan sego belung, tak
ketemu juga bertanyalah kita ke bapak-bapak, bapak-bapaknya sampai
heran oalah malam-malam ternyata bertanya dimana letak sego belung,
ditunjukkanlah kita muter sana-muter sini ternyata warung sego belung
ada 2, yang satu tutup, sungguh kecewa, tak lelah kita mencari warung
yang masih buka itu, kesasarlah kita entah kemana pokoknya tempat itu
sepi dan gelap, bertanyalah lagi kepada warga kampung sana.
Ditunjukkanlah sana mas mbak kanan terus kiri, kita ikuti sajalah petunjuk
mereka. Sampai notok itu jalan raya Pasuruan, kembalilah kita bertanya
lagi jaam sudah menunjukkan pukul 00.00 nekat terus mencari sesuap
sego belung saking penasarannya. Sampai aku sempat bertanya sama pak
ketu, “pak gak ono begal kan nak kene ?” dijawablah “gak ono mbak“
Akhirnya ketemulah warung sego beelung yang masih buka. Setelah tanya
harga sebungkus sego belung seharga 10.000, dan dihitung uang yang
dibawa pak ketu hanya 39.000, sungguh koplak sekali pak ketu itu niatnya
mau beli 4 bungkus Cuma karena uangnya nanggung akhirnya cumam
membeli 3 bungsus saja. Gumam aku sama pak ketu, eh itu kok kaya gule
ya, sego belungnya rasa gule. Senang sekali rasanya berhasil membawa
bungkusan sego belung, hujan semakin deras tak menghalangi kita untuk
pulang demi mencicipi bagaimana rasa sego belung itu, pasti teman-teman
sudah menunggu sego belung ini di Balai Desa Kupang. Hujan bertambah
deras sampailah kita di balai desa dengan wajah sumringah, senang, lapar
campur aduk. Jreng..jreng..jreng.. dibukalah semua bungkusan sego
belung itu, daaaaaan... lah iki lak gule Cuma dike’i kecap, dimakanlah
oleh kami sego belungan tersebut, yaaaaaaah. Meskipun agak kecewa
dengan rasanya namun terbalaskan oleh perjuangan dan kebahagianaan
tertawa dan makan bersama teman-teman.. kenangan ini tak akan pernah
ku lupakan kawan-kawanku semua 