Anda di halaman 1dari 3

Addin Fahmi Y

131510601064

1.Teori Mill
Teori ini mengemukakan bahwa pembangunan ekonomi berpacu pada 3 fungsi , yaitu :
1.Tanah
2.Tenaga Kerja
3.Modal
Faktor untuk meningkatkan pembangunan ekonomi:
1.Pengendalian pertumbuhan penduduk
2.Cadangan Upah
3.Laju akumulasi modal
4.Tingkat laba
5.Keadaan Stasioneer
6.Peran Pemerintah
Menurut kelompok teori Mill , teori ini cocok diterapkan di Indonesia atau negara
berkembang karena kesediaan tanah dan tenaga kerja sudah tersedia di Indonesia hanya saja
masih terkendala di ketersediaan modal. Pandangan Mill mengenai akumulasi modal, hasil
yang semakin berkurang, pertumbuhan penduduk, dan peranan terbatas pemerintah, dapat di
terapkan di negara terbelakang. Laju akumulasi modal dapat di tingkatkan dengan
meningkatkan sisa hasil usaha dengan memperkuat kecendrungan menabung.

2.Teori Marxis
Teori Marx ini merupakan reaksi terhadap proses pertumbuhan ekonomi klasik
berdasarkan kapitalisme yang dikemukakan sebelumnya oleh Adam Smith. Marx
menawarkan teori alternatif, yang pokok isinya adalah membela kepentingan para pekerja
dan meramalkan runtuhnya sistem kapitalis. Teori yang diungkapkan yaitu teori nilai lebih.
Teori nilai lebih ini membagi kelompok menjadi 2 bentuk yaitu :
1. Kelompok yang menjual tenaga kerja
2. Kelompok kapitalis yang memiliki lahan
Nilai lebih ini berkaitan dengan pemberian upah buruh yang disesuaikan kembali dengan jam
kerja buruh agar kaum buruh tidak merasa pihak kapitalis berada pada posisi yang lebih
dominan. Menurut kelompok, teori ini tidak bisa diterapkan di Indonesia karena terfokus
pada penentangan terhadap kapitalis model lama sedangkan Indonesia bukan merupakan
negara kapitalis.

3.Teori Adam Smith


Model Pembangunan ekonomi akan terjadi dengan sendirinya tanpa campur tangan
pemerintah atau biasa disebut adanya Invisible Hand. Ekonomi akan berkembang dengan
pandangan nantinya akan muncul para pemilik modal yang akan mendirikan usaha. Menurut
kelompok, teori ini bisa diadopsi tetapi tidak cocok untuk diterapkan. Teori ini tidak akan
mencapai titik keseimbangan ekonomi dimana tidak ada campur tangan pemerintah. Selain
itu berbeda dengan sistem pemerintahan indonesia yang bersifat demokrasi terpimpin.

4.Teori Adam Smith


Teori ini menjelaskan bahwa pada pembangunan ekonomi terdapat 3 faktor yaitu :
1. Tidak ada pengaruh dari luar
2. Pembagian kerja berdasarkan keahlian
3. Proses pemupukan modal
4. Modal pertumbuhan
Menurut kelompok, teori ini sesuai karena tenaga kerja di Indonesia tersedia cukup
banyak sehingga dapat diterapkan dengan pembagian tenaga kerja berdasarkan keahliannya.
Namun belum bisa diterapkan karena masih belum bisa mencakup faktor lainnya seperti
modal pertumbuhan dan proses pemupukan modal di Indonesia selain itu Indonesia masih
membutuhkan pengaruh dari luar.

5.Teori Schumpeter
Teori ini merupakan tipe pembangunan kapitalis , teori ini menjelaskan pembangunan
ekonomi yang berpacu atau terfokus pada pengembangan inovasi, berikut ini point-point
yang dikemukakan mengenai teori ini:
1. Menekannkan pada inovasi
2. Investasi dengan Kredit
3. Inovasi yang akan merangsang munculnya inovasi lain
Teori ini tidak cocok diterapkan di Indonesia karena hanya menekankan pada inovasi
saja dan tidak memperhatikan kelembagaan. Selain itu teori ini merupakan tipe pembangunan
kapitalis yang diterapkan pada negara-negara kapitalis.
6.Teori Keynes
Teori ini diterapkan di negara kapitalis yang biasanya sudah merupakan negara
maju dan merupakan negara mandiri. Mengenai pendapatan nasional suatu negara yang
tinggi yang saling berkesinambungan efeknya terhadap faktor lain seperti tingkat
investasi dan penerapan teknologi yang tinggi. Teori ini tidak bisa diterapkan di Indoensia
karena Indonesia merupakan negara berkembang dan nantinya jika diterapkan akan
menimbulkan masalah baru, seperti :
1. Pengangguran Tersembunyi
2. Analisa periode jangka pendek
3. Ekonomi Tertutup
4. Tenaga kerja dan modal banyak yang tidak terpakai

7.Teori Ricardian
Menurut teori ini perekonomian melibatkan 3 kelas yaitu :
1. Tuan tanah (Pemerintah)
2. Kapitalis (Pemilik Modal)
3. Buruh (Tenaga Kerja)
Pendapatan nasional dibagi tiap kelas namun hanya saja penyebutannya berbeda,
seperti pendaptan dari uang sewa, upah buruhm dan keuntungan investasi. Ricardo
melibatkan pentingnya sektor pertanian yang merupakan sektor pokok yang mendorong
berjalannya sektor industri. Teori ini menjelaskan peningkatan keuntungan yang nantinya
akan menimbulkan efek meningkatknya pemupukan modal dari para pelaku usaha.
Menurut kelompok, teori ini tidak cocok diterapkan di Indonesia karena terlalu otoriter
dan tidak berpihak pada masyarakat.