Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. DATA PENGAMATAN DAN PENGOLAHAN DATA FERMENTASI ANAEROB


A. Pembuatan Variasi Konsentrasi Etanol untuk Kurva Kalibrasi

Pembuatan etanol 10% dari etanol 96%

Pembuatan etanol 9 % dari etanol 96%

Pembuatan etanol 8 % dari etanol 96%

Pembuatan etanol 7 % dari etanol 96%

Pembuatan etanol 6 % dari etanol 96%

Pembuatan etanol 5 % dari etanol 96%

Pembuatan etanol 4 % dari etanol 96%

Pembuatan etanol 3 % dari etanol 96%

Pembuatan etanol 2 % dari etanol 96%


Pembuatan etanol 1 % dari etanol 96%

(Untuk kurva kalibrasi, digunakan metode ekstrapolasi konsentrasi pada kurva, sehingga didapatkan
indeks bias dari konsentrasi 15%)

Tabel 1.1 Data Kurva kalibrasi Etanol

%etanol indeks bias etanol


1 1.3336
2 1.3347
3 1.3352
4 1.3381
5 1.3401
6 1.3438
7 1.3453
8 1.3474
9 1.3486
10 1.3495
11 1.3525
12 1.3545
13 1.3564
14 1.3584
15 1.36044
B. Pengambilan Sampel Awal Fermentasi Anaerob Indeks Bias Etanol (n) = 1.3554

% Brix = 15.6

Dari kurva kalibrasi tersebut, masing-masing indeks bias etanol diplotkan terhadap sumbu
x dan y sesuai nilai indeks biasmya. Hasil nilai x tersebut menunjukkan nilai konsentrasi sampel.
Sehingga dapat disajikan dalam table 1.2 berikut:

Tabel 1.2 Nilai Konsentrasi Sampel dari interpolasi terhadap kurva kalibrasi etanol

t ke- t(jam) indeks bias etanol Konsentrasi sampel


1 1 1.3557 12.6
2 1.5 1.3564 13
3 2 1.3534 11.5
4 2.5 1.3563 12.8
5 3 1.3561 12.7
6 3.5 1.3563 12.8
7 4 1.3561 12.7
8 4.5 1.3554 11.9

Tabel 1.3 Data %Brix terhadap waktu pengambilan sampel

t t(jam) ∆t(jam % Brix


ke- )
1. 1 1 15.0
2. 1.5 0.5 13.8
3. 2 0.5 15.4
4. 2.5 0.5 15.5
5. 3 0.5 15.4
6. 3.5 0.5 15.5
7. 4 0.5 15.3
8. 4.5 0.5 15.2
4.2 PEMBAHASAN

4.2.1 Ilham Dwi Shaputra ()

4.2.2 Intan Nur’azizah Rahman(141424018)

Pada percobaan Fermentasi Anaerob ini bertujuan untuk memahami prinsip dari
Fermentasi anaerob. Dimana fermentasi ini merupakan proses produksi/metode dengan
menggunakan mikroorganisme sebagai biokatalisnya. Salah satu metode fermentasi yang
digunakan yaitu fermentasi anaerob, metode ini merupakan metode yang digunakan sel untuk
mengekstrak energy ketika oksigen atau akseptor electron lainnya tidak tersedia di lingkungan
sekitarnya. Digunakan ragi sacharomyches cerevicae untuk memproduksi etanol..

Untuk proses fermentasi anaerob ini dipersiapkan terlebih dahulu media produksi dan
media pertumbuhan (inokulum) dalam proses ini. Inokulum berisi nutrisi yang diperlukan oleh
mikroba,dalam media starter (inokulum) nutrisi yang diberikan harus optimum,karena
kecepatan pertumbuhan mikroba merupakan respon terhadap subsrat (media pertumbuhan) yang
disediakan dan kondisi lingkungannya.

Media aktivasi ini terdiri dari sukrosa 6gram, (NH4)2SO4 0.2gram dan KH2PO4 0.5gram..
Sukrosa berfungsi sebagai sumber karbon yang akan dirombak dan digunakan untuk membangun
massa sel, proses metabolisme, dan membentuk produk, glukosa akan masuk ke dalam sel dan
digunakan sebagai persediaan energy yang dibutuhkan dalam perkembangbiakannya. Tujuan dari
pembuatan media aktivasi adalah memperbanyak sel Saccharomyces cerevisiae sebagai sumber
pembuatan etanol.

Inokulasi dilakukan dengan memindahkan ragi dari tabung reaksi yang berisi biakkan
murni Saccharomyches cerevicae ke media aktivasi yang telah dibuat. Sehingga didapatkan satu
tabung biakkan murni Saccharomyches cerevicae. Pada pembuatan media aktivasi untuk
pembiakkan Saccharomyches cerevicae, media aktivasi dari erlenmeyer yang sudah di sterilisasi
diambil secukupnya lalu dimasukan ke media kultur murni agar miring yang berisi
Saccharomyches cerevicae, kemudian ragi diambil dengan cara menggesekkan jarum ose di
permukaan saja agar Saccharomyches cerevicae dapat larut dengan media aktivasi, lalu
dituangkan ke erlenmeyer. Selanjutnya media aktivasi yang telah steril dibiakkan ragi
Saccharomyces cerevisiae, diinkubasi selama 24 jam pada suhu 30oC agar bakteri tumbuh secara
maksimal.

Saat pembuatan inokulum, setiap proses dilakukan secara aseptis karena selama
praktikum harus dalam keadaan aseptis. Hal ini harus dilakukan dengan tujuan agar tidak ada
mikroorganisme dari luar yang masuk ke dalam media aktivasi yang dapat mengakibatkan
media terkontaminasi. Selain itu sambil di shake agar homogen dan ragi tersebut mendapatkan
makanan secara merata. Indikasi bakteri mulai tumbuh adalah cairan semakin keruh saat setelah
diinkubasi.

Pada tahapan selanjutnya adalah dibuat media fermentasi. Media fermentasi dibuat sesuai
dengan kebutuhan dan berdasarkan kondisi optimum yang tercapai pada penelitian sebelumnya.
Sedangkan media produksi etanol untuk saccharomyces cerevicae dengan komposisi glukosa
10gram, sukrosa 140gram, (NH4)2SO4 2gram , KH2PO4 5gram, MgSO4 2H2O 0.4gram dan scoot
emulsion sebanyak 10mL yang merupakan nutrient dalam bidang mikrobiologi. Media
produksi mengandung komposisi glukosa (sebagai sumber karbon), NH4NO3 (sebagai sumber
Nitrogen), KH2PO4 (sebagai sumber fosfor), MgSO4.7H2O (sebagai sumber Mg). nutrisi tersebut
adalah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba tersebut.

Media fermentasi yang digunakan tentu saja harus mengandung komponen-komponen


yang dibutuhkan/diperlukan untuk pertumbuhan sel, pertumbuhan metabolit, penyediaan energy
yang cukup untuk biosintesa dan pemeliharaan sel.

Persamaan stoikiometri yang menggambarkan penggunaan nutrisi untuk pertumbuhan


biomassa dan pembentukan produk adalah sebagai berikut:

Sumber C + Sumber N + mineral  biomassa + produk + CO2 + H2O +∆H

Bioreactor yang digunakan adalah labu Erlenmeyer dilengkapi dengan labu leher angsa
diatasnya dengan diisi asam sulfat. Fungsi labu leher angsa ini adalah agar hubungan Antara labu
dan udara luar masih ada, namun dikarenakan anaerob dengan minim udara atau tanpa oksigen,
maka dilakukan penutupan pada ujungnya. Penggunaan asam sulfat 26.5% tersebut berfungsi
untuk menahan udara dan menstabilkan kondisi.

Dimana bioreactor ini dioperasikan secara aseptis selama proses percobaan berlangsung
agar tidak terkontaminasi dan diletakkan dalam incubator pada suhu 280C agar proses produksi
dapat berlangsung pada suhu optimum. Selain itu, fungsi dari bioreactor yaitu untuk memberikan
lingkungan yang terkontrol atau terkendli sehingga dapat diperoleh produk yang diinginkan.
Tersedianya fasilitas untuk pengambilan sampel atau contoh yaitu terdapat pada bagian bawah
labu elenmeyer tersebut, sehingga dapat tetap terkendali saat pengambilan sampel.

Untuk pembuatan kurva kalibrasi etanol dilakukan proses pembuatan larutan standard
etanol terlebih dahulu dengan deratan variasi konsentrasi etanol, dimana variasi konsentrasi
etanol tersebut dibuat dari etanol 96%, sehingga harus dilakukan pegenceran terlebih
dahulu(perhitungan terlampir pada pengolahan data). Pada data pengamatan dan pengolahan
data, dapat disajikan dalam bentuk kurva kalibrasi larutan standard etanol dengan konsentrasi 1-
10% dan dihasilkan nilai indeks biasnya untuk setiap konsentrasi. Pengukuran indeks bias
dengan digunakannya refraktometer.

Sementara itu dilakukan pengambilan sampel secara berkala selama 4.5 jam dengan
interval waktu 0.5 jam, kecuali pada pengambilan sampel pertama digunakan interval waktu 1
jam, sehingga didapatkan sebanyak sembilan data. Pengambilan sampel secara berkala tersebut
dimaksudkan untuk mengetahui kandungan etanol(sebagai produk) dan glukosa(sebagai sumber
nutrisi) terhadap waktu. Kandungan etanol pada sampel dapat diketahui dengan
menginterpolasikan nilai indeks bias pada masing-masing sampel yang diukur dengan
menggunakan refraktometer diplotkan ke dalam kuva kalibrasi/standard yang telah dibuat
sebelumnya, maka diperoleh nilai konsentrasi etanol.

Dari data pengamatan yang diperoleh, nilai indeks bias etanol sampel melebihi kurva
kalibrasi yang telah dibuat, sehingga digunakan metode ekstrapolasi pada kurva kalibrasi
tersebut. Fase pertumbuhan perolehan produksi etanol maksimum pada t ke 2 yaitu selama 1.5
jam saat pengambilan sampel dengan nilai indeks bias sebesar 1.3564 sehingga didapatkan nilai
konsentrasi etanol sebesar 13%. Maka hal tersebut mengindikasikan sebagai glukosa yang
terkonversi menjadi etanol sebesar 13%. Dimana glukosa yang terkandung dalam sampel diukur
dengan menggunakan alat brix. Dan nilai glukosa minimum yaitu sebesar 13.8 terdapat pada t ke
2 saat pengambilan sampel ke 2 dan selanjtnya naik turun/ tidak stabil. Hal tersebut
mengindikasikan bahwa pada saat pengambilan sampel pada waktu tersebut, konversi glukosa
menjadi etanol yang maksimal.

Perolehan glukosa dan produksi etanol pada sampel yang tersaji pada data pengamatan
naik turun dikarenakan oleh beberapa factor. Pada proses fermentasi, selain dipengaruhi oleh
jenis mikrobanya juga dipengaruhi oleh komposisi media fermentasi, sumber karbon dan sumber
nitrogen, juga dipengruhi oleh kondisi operasi/factor lingkungan seperti pH, suhu, volume dan
konsentrasi inokulum.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
 Prosedur fermentasi anaerobik harus dilakukan dalam kondisi aseptis agar tidak
ada mikroorganisme dari luar yang masuk ke dalam media aktivasi yang dapat
mengakibatkan media terkontaminasi.
 Konsentrasi etanol terbesar pada percobaan ini adalah pada waktu pengambilan
sampel ke 2 dengan lama waktu 1.5 jam dengan indeks bias 1.3564 sehingga
didapatkan konsentrasi etanol sampel sebesar 13%.
 %Brix (kandungan glukosa terkecil) didapatkan pada waktu yang sama saat
konsentrasi etanol maksimum, dimana pada waktu tersebut konversi glukosa
menjadi etanol yang maksimum pada percobaan(fase eksponensial) yaitu sebesar
13,8.
 Perolehan konsentrasi etanol diperoleh dari kurva kalibrasi yang menunjukkan
konsentrasi etanol berbanding lurus dengan indeks biasnya.
 Pada proses fermentasi anaerob, selain dipengaruhi oleh jenis mikrobanya juga
dipengaruhi oleh komposisi media fermentasi, sumber karbon dan sumber
nitrogen, juga dipengruhi oleh kondisi operasi/factor lingkungan seperti pH, suhu,
volume dan konsentrasi inokulum.
5.2 Saran
 Lebih berhati-hati lagi dalam teknik pegoperasian alat pada labu leher angsa
teutama penggunaan kran.
 Seelama tahapan proses praktikum sebaiknya dalam kondisi aseptik agar
produk tidak terlalu banyak mengandung kontaminan dan produk yang
dihasilkan maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN