Anda di halaman 1dari 2

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan pada Kapal Isap Produksi Timah 16 yang


didukung dengan data-data terlampir beserta landasan teori yang telah dijabarkan,
maka dapat diambil kesimpulan bahwa:

1. Sebagai bahan pertimbangan dalam mengkaji dan menganalisa optimalisasi


penambangan lapisan timah menggunakan kapal isap produksi dan mengetahui
faktor-faktor yang harus diperbaiki dalam penggalian lapisan timah menggunakan
kapal isap produksi.
2. Kegiatan Penggalian dilakukan dengan menggunakan cutter untuk memecah
lapisan tanah dengan bantuan ladder yang dapat bergerak naik turun yang
menggunakan sistem hidrolik, serta pipa hisap, pompa tanah, dan pompa tekan
yang tergabung dalam satu rangkaian.
3. Kapal Isap Produksi dapat berputar secara penuh 360°(rotary) digunakan pada
stripping overburden, ataupun 90-180 (spudding) sesuai dengan kondisi ketebalan
lapisan ataupun keadaan kolong yang telah terbentuk.
4. Dari data koordinat dan kedalaman penggalian Kapal Isap Produksi 16 didapatkan
Volume = 75877.86 m3, Luas Area Penggalian 2274.97 m2 dan jam jalan Kapal
Isap Produksi = 493.5 jam.
5. Laju Pemindahan Tanah pada Kapal Isap Produksi 16 yang beroperasi di laut
cupat luar 153.91 m3/jam

65
66

5.2 Saran

Dari kesimpulan yang di dapat diatas, maka disarankan:

1. Penambahan target laju pemindahan tanah agar produksi timah dapat optimal.
2. Perlu dilakukan perbaikan alat secara berkala untuk menimalisasi terjadinya
kerusakan baik pada alat penggalian maupun pencucian agar jam stop dapat
diminimalisir dan jam jalan lebih optimal.
3. Alat-alat yang berperan dalam proses penambangan harus diperhatikan dan
dirawat sebaik-baiknya agar availability dan produksi tinggi dan tidak kehilangan
spot-spot timah, selain itu untuk mengurangi keperluan penggantian spare part
dan alat baru yang mahal.
4. Perlu pemakaian sounder yang ditempatkan pada Ponton untuk menentukan
kedalaman serta kemiringan lereng yang kita lakukan.