Anda di halaman 1dari 70

TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PADA BADAN

PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH PROVINSI


NUSA TENGGARA BARAT (BPKAD NTB)

Oleh:

AFFANDY AKBAR (F1D013003)


MUHAMMAD SOADIKIN (F1D013065)
YUDA SURYA ATMANA (F1D013099)
ALDIAN WAHYU SEPTIADI (F1D015005)
ILHAM BINTANG (F1D015035)

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MATARAM
2017
Pendahuluan

A. Nama Organisasi/Institusi/Perusahaan
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
(BPKAD Provinsi NTB).
B. Visi dan Misi Organisasi/Institusi/Perusahaan
Adapun visi dan misi dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi
Nusa Tenggara Barat (BPKAD Provinsi NTB) adalah sebagai berikut:
1. Visi
“Menjadi Institusi Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Terbaik”
2. Misi
1) Mengikhtiarkan tetap WTP Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi NTB setiap
tahunnya.
2) Melaksanakan fungsi sebagai PPKD dengan penuh Amanah dan Profesional.
3) Melaksanakan fungsi pengelolaan BMD dengan tertib, dan optimal dalam
peningkatan PAD.
4) Mengefektifkan pelaksanaan APBD untuk pencapaian Visi NTB yang Beriman,
Berbudaya, Berdayasaing dan Sejahtera.
5) Penguatan institusi dan sumberdaya manusia BPKAD yang berkualitas dan
melayani.
6) Menyelaraskan dan mensinergikan pelaksanaan APBN, APBD Provinsi dan APBD
Kabupaten/Kota se-NTB.
7) Melakukan percepatan penyelesaian tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan
APBD.
C. Permasalahan yang Terjadi dan Akan dianalisa
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu tim IT dari BPKAD bagian anggaran
(keuangan) terdapat beberapa masalah, berikut adalah permasalahan yang dialami oleh
BPKAD:
a. BPKAD sendiri belum memiliki Rencana Induk (Master Plan).
b. Kekurangan SDM dalam pengelolaan IT.
BPKAD memiliki 4 orang yang khusus mengurus dan mengelola permasalahan-
permasalahan IT yang ada pada kantor tersebut. Namun yang khusus ahli dalam bidang
komputer hanya 2 orang, sedangkan 2 oramg lainnya hanya membantu saja. Pekerjaan
yang dilakukan oleh tim IT dalam kantor BPKAD ini adalah sebagai berikut:
1) Memasukkan data-data dan berbagai macam pelaporan keuangan dan aset
menggunakan aplikasi yang sudah ada. Nama aplikasi yang digunakan adalah
SIMDA. Aplikasi SIMDA ini ada dua macam, yaitu aplikasi SIMDA yang khusus
digunakan untuk memasukkan informasi dan data mengenai aset, dan aplikasi
SIMDA yang khusus digunakan untuk memasukkan informasi dan data mengenai
keuangan. Seluruh pekerjaan untuk peng-input-an data dilakukan oleh tim IT.
2) Pengelola IT juga bertugas memperbaiki jaringan komputer ketika mengalami
masalah pada kantor tersebut.

Berdasarkan tugas-tugas yang dilakukan oleh tim IT pada kantor BPKAD, maka
dibutuhkan sumber daya manusia yang lebih banyak dan ahli dalam bidangnya.

c. Terjadi permasalahan dalam alur ekspor-impor data dari dan ke pusat untuk pengelola
IT yang tidak mengetahui penggunaan aplikasi SIMDA.
Aplikasi SIMDA yang digunakan pada kantor BPKAD sudah terintegrasi dengan
aplikasi sejenis yang dimiliki oleh pusat. Ada seorang operator yang bertugas untuk
melakukan pengelolaan input data (impor data) yang akan diterima oleh pusat dan
melakukan pengelolaan ekpor data untuk dikirimkan ke pusat dan data-data tersebut
disimpan dalam satu database. Dalam pengelolaannya, tidak seluruhnya tim IT dapat
menggunakan aplikasi SIMDA dengan baik. Hal itu menyebabkan impor-ekspor data
dari dan ke pusat menjadi lebih lama. Pengelola aplikasi sangat membutuhkan
pelatihan dan panduan khusus untuk menggunakan dan mengoperasikan aplikasi
SIMDA.
d. Sering terjadi permasalahan pada jaringan komputer di kantor BPKAD
Permasalahan jaringan umum terjadi pada kantor atau institusi yang keseluruhan
pekerjaannya sangat bergantung pada komputer. Kantor BPKAD sering mengalami
permasalahan jaringan komputer, namun dengan jumlah SDM yang sangat minim
dalam pengelolaan jaringan mengakibatkan tim IT kesulitan dalam memperbaiki
jaringan pada kantor BPKAD.
e. Jika ada aturan untuk format pelaporan keuangan dan aset yang baru akan sangat
bermasalah.
f. Koordinasi antara BPKP dengan BPKAD harus terus dilakukan, jika tidak maka akan
sangat sulit dalam pelaporan keuangan dan aset. Hal ini sangat berpengaruh dari point
e.
g. Jika ada aturan baru dan format belum dikeluarkan, sedangkan pelaporan harus terus
dilakukan, maka operator dapat mengubah aplikasi sendiri sehingga akan menimbulkan
perbedaan format pelaporan sebelum dan sesudah format baru dikeluarkan.
h. Penyimpanan dan penyusunan arsip-arsip penting yang tidak teratur.
i. Penyimpanan arsip dan data rencana APBD yang kurang teratur.
Mapping Bussiness Goals

No Visi dan Misi Balance Scorecard Tujuan Bisnis


1. a. Mengiktiarkan tetap WTP Lappran Financial Perspective  Pengelolaan
Keuangan Pemerintah Provinsi NTB resiko bisnis yang
setiap tahunnya. terkait dengan
b. Mengefektifkan pelaksanaan APBD teknologi
untuk pencapaian Visi NTB yang informasi.(2)
Beriman, Berbudaya, Berdayasaing  Peningkatan
dan Sejahtera. transparansi dan
c. Melakukan percepatan penyelesaian tata kelola
tindak lanjut laporan hasil perusahaan.(3)
pemeriksaan APBD
2. a. Melaksanakan fungsi sebagai PPKD Costumer Perspective  Peningkatan
dengan penuh Amanah dan layanan dan
Profesional. orientasi terhadap
b. Melaksanakan fungsi pengelolaan pelanggan.(4)
BMD dengan tertib, dan optimal  Penentuan
dalam peningkatan PAD. ketersediaan dan
kelancaran
layanan.(6)
 Perolehan
informasi yang
bermanfaat dan
handal untuk
pembuatan
keputusan
strategis.(9)
3. a. Menyelaraskan dan mensinergikan Internal Bussiness  Peningkatan dan
pelaksanaan APBN, APBD Provinsi Process pemeliharaan
dan APBD Kabupaten/Kota se-NTB fungsionalitas
b. Melakukan percepatan penyelesaian proses bisnis.(10)
tindak lanjut laporan hasil  Penyediaan
pemeriksaan APBD. kepatutan
c. Melaksanakan fungsi sebagai PPKD terhadap hukum
dengan penuh Amanah dan eksternal, regulasi
Profesional. dan kontrak.(12)
d. Menyelaraskan dan mensinergikan  Penyediaan
pelaksanaan APBN, APBD Provinsi kepatutan
dan APBD Kabupaten/Kota se-NTB. terhadap
e. Penguatan institusi dan sumberdaya kebijakan
manusia BPKAD yang berkualitas internal.(13)
dan melayani.  Pengelolaan
perubahan
bisnis.(14)
 Peningkatan dan
pengelolaan
produktivitas
operasional dan
staff.(15)
4. a. Penguatan institusi dan sumberdaya Learning and Growth  Perolehan dan
manusia BPKAD yang berkualitas pemeliharaan
dan melayani. karyawan yang
b. Menyelaraskan dan mensinergikan cakap dan
pelaksanaan APBN, APBD Provinsi termotivasi.(17)
dan APBD Kabupaten/Kota se-NTB.
c. Melaksanakan fungsi pengelolaan
BMD dengan tertib, dan optimal
dalam peningkatan PAD.
d. Melakukan percepatan penyelesaian
tindak lanjut laporan hasil
pemeriksaan APBD.

Analisa Financial Perspective


Berdasarkan visi dan misi dari BPKAD, terdapat dua visi dan misi yang tergabung dalam
perspektif finansial (keuntungan), yaitu: 1) Mengiktiarkan tetap WTP Lappran Keuangan
Pemerintah Provinsi NTB setiap tahunnya, dan 2) Mengefektifkan pelaksanaan APBD untuk
pencapaian Visi NTB yang Beriman, Berbudaya, Berdayasaing dan Sejahtera.
Secara teori, perspektif keuangan menjadi perhatian dalam BSC karena ukuran keuangan
merupakan konsekuensi ekonomi yang terjadi akibat keputusan dan kebijakan. Jika dilihat dari
visi dan misi tersebut, memang tidak tampak BPKAD mengambil keuntungan dari pengelolaan
keuangan yang dilakukan, namun terdapat pemasukan dalam bentuk finansial dan aset. Hal
tersebut dalam Balanced scorecard tergabung dalam financial prespective. Dikarenakan kantor
BPKAD ini merupakan institusi pemerintahan, maka balance scorecard dari segi financial
perspective tidak dilihat dari keuntungan yang akan didapat, namun hanya berfokus pada
pengelolaan keuangan dan pencatatan keuangannya saja.
Jika dilihat dari tujuan bisnis atau business goals yang telah ditetapkan dalam COBIT, terdapat
2 tujuan bisnis atau business goals yang akan dicapai oleh BPKAD, yaitu:
1. Pengelolaan resiko bisnis yang terkait dengan teknologi informasi
Pengelolaan resiko bisnis dalam hal ini artinya pengelolaan resiko dari pengelolaan
keuangan dan aset daerah yang berkaitan dengan teknologi informasi, yaitu pencatatan,
pendokumentasian, maupun rekapitulasi data-data keuangan dan aset daerah yang dilakukan
dengan menggunakan aplikasi khusus SIMDA. Seluruh resiko mengenai penggunaan aplikasi
tersebut harus dapat dikelola dengan baik dan maksimal, serta aplikasi SIMDA harus dapat
digunakan oleh seluruh tenaga yang bekerja pada bagian pencatatan, pendokumentasian,
maupun rekapitulasi data-data keuangan dan aset daerah. Tujuan bisnis ini juga sesuai dengan
visi dan misi dari BPKAD untuk mengefektifkan pelaksanaan APBD untuk pencapaian Visi
NTB yang Beriman, Berbudaya, Berdayasaing dan Sejahtera, dan melakukan percepatan
penyelesaian tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan APBD.
2. Peningkatan transparansi dan tata kelola
Tujuan bisnis dalam peningkatan transparansi dan tata kelola sesuai dengan visi dan misi
BPKAD dalam melakukan percepatan penyelesaian tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan
APBD. Keseluruhan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan APBD tentunya harus dilakukan
secara transparansi, baik dari segi laporan dan pengelolaan keuangan, mau pun laporan dan
pengelolaan aset daerah. Laporan dan pengelolaan keuangan dan aset daerah harus ditata dan
dikelola dengan baik. Hal ini juga merupakan tujuan bisnis dari BPKAD yang tergabung
dalam BSC Financial Perspective.
Tujuan IT dan Proses IT
Bussiness Goals IT Goals
Financial 2 Pengelolaan 2 17 19 20 21
Perspective resiko bisnis
yang terkait
dengan
teknologi
informasi.
3 Peningkatan 2
transparansi
dan tata
kelola
perusahaan.
Customer 4 Peningkatan 23
Perspective layanan dan
orientasi
terhadap
pelanggan.
6 Penentuan 10 16 23
ketersediaan
dan
kelancaran
layanan.
9 Perolehan 2 4 12 26
informasi
yang
bermanfaat
dan handal
untuk
pembuatan
keputusan
strategis.
Internal 10 Peningkatan 7 11
Perspective dan
pemeliharaan
fungsionalitas
proses bisnis.
12 Penyediaan 2 19 21 26 27
kepatutan
terhadap
hukum
eksternal,
regulasi dan
kontrak.
13 Penyediaan 2 13
kepatutan
terhadap
kebijakan
internal.
14 Pengelolaan 1 5 11 28
perubahan
bisnis.
15 Peningkatan 7 8 11 13
dan
pengelolaan
produktivitas
operasional
dan staff.
Learning & 17 Perolehan dan 9
Growth pemeliharaan
karyawan yang
cakap dan
termotivasi.

1. Financial Perspective
Bussiness goals atau tujuan bisnis dari BPKAD Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam
perspektif finansial adalah pengelolaan resiko bisnis yang terkait dengan teknologi informasi
dan peningkatan transparansi dan tata kelola perusahaan. Dari kedua tujuan bisnis tersebut,
maka tujuan IT dari BPKAD Provinsi NTB dapat dipilih berdasarkan tujuan IT yang ada
dalam framework COBIT. Berikut adalah IT goals (tujuan IT) yang akan dicapai oleh BPKAD
provinsi NTB berdasarkan framework COBIT:
a. Pengelolaan resiko bisnis yang terkait dengan teknologi informasi
Tujuan IT yang akan dicapai pada business goals ini adalah:
1) Respon terhadap kebutuhan tata kelola yang sesuai dengan arahan direksi
Pada dasarnya direksi dalam suatu intitusi atau badan merupakan organ yang
berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan institusi atau badan untuk
kepentingan institusi, sesuai dengan maksud dan tujuan institusi atau badan serta
mewakili institusi atau badan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan
ketentuan anggaran dasar. Penataan dan pengelolaan IT pada BPKAD tentunya akan
sangat membantu segala macam proses yang berkaitan dengan penggunaan teknologi
informasi. Direksi sebagai organ yang berwenang dan bertanggungjawab dalam
kepengurusan institusi penting untuk tetap merespon dalam setiap kebutuhan
pengelolaan. Selain merespon setiap kebutuhan tata kelola, direksi juga penting untuk
mengatur dan mengarahkan penata kelolaan, hal ini bertujuan agar seluruh kegiatan
dalam pengelolaan sesuai dengan visi dan misi dari BPKAD Provinsi NTB.
2) Jaminan bahwa informasi yang kritis dan rahasia disembunyikan dari pihak-
pihak yang tidak berkepentingan.
Tugas dan fungsi dari BPKAD adalah penyusunan rancangan APBD dan rancangan
Perubahan APBD, rancangan APBD dan Perubahan APBD merupakan sebuah
informasi yang kritis dan rahasia yang penting untuk disembunyikan dari pihak-pihak
yang tidak berkepentingan. Selain itu, BPKAD merupakan suatu badan yang
mengurus, mengelola, dan mendata seluruh keuangan dan aset daerah yang
informasinya hanya boleh diketahui oleh pihak-pihak tertentu saja. Sehingga sangat
penting BPKAD melakukan pengamanan setiap data-data penting mengenai data
keuangan dan aset serta ancangan APBD yang dikelola.
b. Kepastian bahwa transaksi bisnis yang secara otomatis dan pertukaran informasi
dapat dipercaya.
Dalam institusi pemerintahan, pertukaran informasi dan data merupakan suatu hal
yang sangat penting untuk dilakukan. BPKAD Provinsi NTB adalah salah satu institusi
pemerintahan yang memanfaatkan pertukaran data dan informasi melalui media
elektronik. Pertukaran informasi yang dilakukan melalui media elektonik harus diterapkan
di BPKAD Provinsi NTB. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan data dan informasi,
serta pertukaran data yang dilakukan lebih efektif dan efisien. Tujuan IT ini juga selaras
dengan misi BPKAD Provinsi NTB, yaitu melakukan percepatan penyelesaian tindak
lanjut laporan hasil pemeriksaan APBD.
1) Jaminan bahwa layanan dan infrastruktur teknologi informasi dapat sepatutnya
mengatasi dan memulihkan kegagalan karena error, serangan yang disengaja
maupun bencana alam.
Menjaga infrastruktur teknologi informasi menjadi hal yang penting untuk dicapai
oleh BPKAD Provinsi NTB. Hal ini sesuai dengan permasalahan yang saat ini harus
dihadapi oleh BPKAD, yaitu pada jaringan komputer di institusi tersebut. Selain itu,
menjaga insfrastruktur teknologi informasi pada BPKAD Provinsi NTB bertujuan
untuk mengatasi permasalahan transaksi data berupa eksport dan import data dari dan
ke pusat.
c. Peningkatan Transparansi dan tata kelola perusahaan.
Tujuan IT yang akan dicapai pada business goals ini adalah:
1) Respon terhadap kebutuhan tata kelola yang sesuai dengan arahan direksi
Untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola pada BPKAD, direksi atau
pimpinan tentunya harus merespon seluruh kebutuhan tata kelola yang dilakukan pada
BPKAD. Transparansi ini sesuai dengan misi dari BPKAD untuk menyelaraskan dan
mensinergikan pelaksanaan APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota se-
NTB. Untuk menyelaraskan dan mensinergikan pelaksanaan APBN, APBD Provinsi
dan APBD Kabupaten/Kota se-NTB tentunya harus ada transparasi yang harus
dilakukan, baik transparansi berupa informasi, laporan, atau pun data-data penting
kepada pihak-pihak tertentu, khususnya kepala BPKAD Provinsi NTB dan pusat.
Transparansi harus dilakukan sesiau dengan arahan kepala BPKAD agar seluruh tugas
dan fungsi BPKAD Provinsi NTB dapat dijalankan secara maksimal.
2. Customer Perspective
Bussiness goals atau tujuan bisnis dari BPKAD Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam
customer perspective peningkatan layanan dan orientasi terhadap pelanggan, penentuan
ketersediaan dan kelancaran layanan, dan perolehan informasi yang bermanfaat dan handal
untuk pembuatan keputusan strategis. Dari kedua tujuan bisnis tersebut, maka tujuan IT dari
BPKAD Provinsi NTB dapat dipilih berdasarkan tujuan IT yang ada dalam framework
COBIT. Berikut adalah IT goals (tujuan IT) yang akan dicapai oleh BPKAD provinsi NTB
berdasarkan framework COBIT:
a) Peningkatan layanan dan orientasi terhadap pelanggan.
Tujuan IT yang akan dicapai pada business goals ini adalah:
1) Plan and Oganize (PO)
Membahas mengenai strategi, taktik, dan pengidentifikasian teknologi
informasi dalam mendukung tercapainya tujuan bisnis. Domain PO ini terdiri dari
10 (sepuluh) proses teknologi informasi seperti terlihat pada tabel 1.
Tabel 1. Proses Teknologi Informasi dalam Domain PO
PO1 Mendefinisikan rencana strategis TI
PO2 Mendefinisikan arsitektur informasi
PO3 Menentukan arahan teknologi
PO4 Mendefinisikan proses TI, organisasi dan keterhubungannya
PO5 Mengelola investasi TI
PO6 Mengkomunikasikan tujuan dan arahan manajemen
PO7 Mengelola sumber daya TI
PO8 Mengelola kualitas
PO9 Menaksir dan mengelola resiko TI
PO10 Mengelola proyek

2) Acquire and Implement (AI)


Pada domain Acquire and Implement sebuah solusi teknologi informasi perlu
diidentifikasikan, dikembangkan, diimplementasikan dan diintegrasikan ke dalam
proses bisnis. Domain AI ini terdiri dari 7 (tujuh) proses teknologi informasi seperti
terlihat pada tabel 2.
Tabel 2. Proses Teknologi Informasi dalam Domain AI
AI1 Mengidentifikasi solusi otomatis
AI2 Memperoleh dan memelihara software aplikasi
AI3 Memperoleh dan memelihara infrastruktur teknologi
AI4 Memungkinkan operasional dan penggunaan
AI5 Memenuhi sumber daya TI
AI6 Mengelola perubahan
AI7 Instalasi dan akreditasi solusi beserta perubahaannya

3) Deliver and Support (DS)


Domain ini fokus pada aspek penyampaian teknologi informasi terhadap
dukungan dan layanan teknologi informasi mencakup dukungan dan layanan
teknologi informasi pada bisnis, mulai dari penanganan keamanan dan
kesinambungan, dukungan bagi pengguna serta manajemen data. Domain DS ini
terdiri dari 13 (tiga belas) proses teknologi informasi seperti terlihat pada tabel 2.5.
Tabel 3. Proses Teknologi Informasi dalam Domain DS
DS1 Mendefinisikan dan mengelola tingkat layanan
DS2 Mengelola layanan pihak ketiga
DS3 Mengelola kinerja dan kapasitas
DS4 Memastikan layanan yang berkelanjutan
DS5 Memastikan keamanan sistem
DS6 Mengidentifikasikan dan mengalokasikan biaya
DS7 Mendidik dan melatih pengguna
DS8 Mengelola service desk dan insiden
DS9 Mengelola konfigurasi
DS10 Mengelola permasalahan
DS11 Mengelola data
DS12 Mengelola lingkungan fisik
DS13 Mengelola operasi

4) Monitor and Evaluate (ME)


Pada domain ini akan ditekankan kepada pentingnya semua proses teknologi
informasi perlu diakses secara berkala untuk menjaga kualitas dan kesesuaian
dengan standar yang telah ditetapkan. Domain ME ini terdiri dari 4 (empat) proses
teknologi informasi seperti terlihat pada tabel 2.6.
Tabel 4. Proses Teknologi Informasi dalam Domain ME
ME1 Mengawasi dan mengevaluasi kinerja TI
ME2 Mengawasi dan mengevaluasi kontrol internal
ME3 Memastikan pemenuhan terhadap kebutuhan eksternal
ME4 Menyediakan tata kelola TI

Tabel 5. Proses Teknologi Informasi dalam Domain ME


1 Respond to
business
requirements in PO2 PO4 AI1 AI6 DS1 DS3 ME1
alignment with the
business strategy
2 Respond to
governance
PO1 PO4 PO10 ME1 ME4
requirement in line
with board direction
4 Optimize the use of
PO2 DS11
information
5 Create IT agility
PO2 PO4 PO7 AI3
7 Acquire and maintain
and integrated and
PO3 AI1 AI5
standardized
application systems
8 Acquire and maintain
and integrated and
AI3 AI5
standardized IT
Infrastructure
9 Acquire and maintain
IT skills that respond PO7 AI5
to IT strategy
11 Ensure
seamless
integration of PO2 AI7
application into
business process
12 Ensure transparency
and understanding of
IT cost, benefits, PO5 DS6 ME1 ME4
strategy, policies and
service levels
13 Ensure proper use
and performance of
PO6 AI4 DS7
the applications and
technology solutions
14 Account for and
protect all IT assets
PO9 DS5 DS9 DS12 ME2

15 Optimize the IT
infrastructure,
AI3 DS7 DS9
resources and
capabilities
20 Ensure that
automated business
transactions and
PO6 AI7 DS5
information
exchanges can be
trusted
23 Make sure that IT
services are
DS3 DS4 DS8 DS13
available
as required
24 Improve IT’s cost’s PO5 DS6
efficiency and its
contribution to
business
profitability
26 Maintain the AI6 DS5
integrity of
information and
processing
infrastructure
Tabel 6. Proses Teknologi Informasi dalam Domain ME
PO1 PO2 PO3 PO4 PO5 PO6 PO7 PO8 PO9 PO10
1 4 1 3 2 2 1 0 1 1
AI1 AI2 AI3 AI4 AI5 AI6 AI7
2 0 3 1 3 2 2
DS1 DS2 DS3 DS4 DS5 DS6 DS7 DS8 DS9 DS10 DS11 DS12 DS13
2 0 2 1 3 2 2 1 2 0 1 1 1
ME1 ME2 ME3 ME4
2 1 0 1
Proses Wawancara
a. Struktur Organisasi BPKAD
b. Sistem Aplikasi
No. Nama Aplikasi Kegunaan Sistem Aplikasi
1. SIMDA Keuangan Aplikasi yang digunakan Key Operational
untuk pengelolaan
keuangan dan pelaporan
seluruh data keuangan
yang sesuai dengan
rancangan APBD
2. SIMDA Aset Aplikasi yang digunakan Key Operational
untuk pengelolaan aset-
aset Daerah dan
pelaporan seluruh data
aset daerah yang sesuai
dengan rancangan APBD
3. Website  Digunakan untuk Support
memberikan
informasi tentang
BPKAD Provinsi
NTB.
 Mempromosikan
Program kerja
BPKAD Provinsi
NTB
 Informasi APBD
Provinsi NTB
4. Microsoft Word Digunakan untuk Support
pembuatan surat dan
aktifitas
pendokumentasian.
5. Microsoft Excel Untuk menghitung R- Key Operational
APBD dan rekapitulasi
data keuangan daerah
Provinsi NTB
6. Microsoft Powerpoint Untuk mempresentasikan Support
anggaran belanja dan
anggaran pendapatan di
setiap daerah di Provinsi
NTB

c. RACI Roles
No RACI Organization Roles Responsibilities
1. CEO Kepala BPKAD Bertugas untuk
memimpin,
mengkoordinasikan dan
mengendalikan badan
dalam melaksanakan
urusan Pemerintahan. (C)
2. CFO • Kepala Bidang • Melaksanakan
Anggaran kebijakan, program,
• Kepala Bidang dan kegiatan di bidang
Perbendaharaan anggaran (C)
• Kepala Bidang • Melaksanakan
Akuntansi dan penyusunan,
Pelaporan pengkoordinasian dan
• Sekretariat pengendalian di
Bidang
Perbendaharaan. (C)
• Menyelenggarakan
perumusan kebijakan
teknis dan
menyelenggarakan
penyusunan rencana
kerja Bidang
Akuntansi dan
pelaporan, yang
meliputi Akuntansi
Pendapatan dan
Belanja, (A)
• membantu dan
bertanggung jawab
kepada Kepala Badan
dalam melaksanakan
pengelolaan
kesekretariatan Badan
(A)

3. CIO • Kepala Balai Meneliti, mengkaji dan


Pemanfaatan dan menyiapkan dokumen
Pengamanan Aset pengajuan usulan
pemanfaatan aset daerah
(C)
4. Business Process • Kepala BPKAD Bertugas untuk memimpin,
Owner mengkoordinasikan dan
mengendalikan badan
dalam melaksanakan
urusan Pemerintahan. (C)
5. Head Operation • Kepala Bidang Mempunyai tugas pokok
• Kepala Subbagian menyelenggarakan
perumusan kebijakan
teknis dan
menyelenggarakan
penyusunan rencana kerja
Bidang Pengelolaan Aset
meliputi Perencanaan dan
Pengadaan Aset Daerah,
Penatausahaan dan
Pelaporan Aset Daerah dan
Pemanfaatan dan
Pengamanan Aset
Daerah.(I)
6. Chief Architect Pengolaan BMD: Mempunyai tugas pokok
• Kepala Sub Bidang menyiapkan bahan
Perencanaan kebijakan teknis
Kebutuhan dan operasional, menyusun dan
Pengadaan BMD melaksanakan rencana
kerja Seksi Perencanaan
dan Pengadaan Aset
Daerah.(A/R)
7. Head Development • Kasubbag Program
• Kasubbag Umum
• Kasubbag Keuangan
8. Head IT Administrasion Kepala BPKAD Bertugas untuk memimpin,
mengkoordinasikan dan
mengendalikan badan
dalam melaksanakan
urusan Pemerintahan. (C)
9. Compiance, Audit, Risk • Kepala BPKAD • Bertugas untuk
and Security • Kepala UPTB Balai memimpin,
Pemanfaatan dan mengkoordinasikan dan
Pengamanan Aset, mengendalikan badan
beserta jajarannya dalam melaksanakan
urusan Pemerintahan.
(C)
• Meneliti, mengkaji dan
menyiapkan dokumen
pengajuan usulan
pemanfaatan aset
daerah (C)
10. Business Executive Kepala BPKAD Bertugas untuk memimpin,
mengkoordinasikan dan
mengendalikan badan
dalam melaksanakan
urusan Pemerintahan. (C)
Proses Kuisioner dan Wawancara
Penyusunan pertanyaan dan kuisioner untuk setiap individu yang ada pada RACI Chart
(sebanya 7 orang) :
1. PO2 : Menentukan Arsitektur Informasi
a. Model Arsitektur Informasi Perusahaan
Menetapkan dan memelihara model informasi perusahaan untuk memungkinkan
pengembangan aplikasi dan kegiatan pendukung keputusan, sesuai dengan rencana TI
seperti yang dijelaskan di PO1. Model ini harus memfasilitasi penciptaan, penggunaan
dan pembagian informasi yang optimal oleh bisnis dengan cara yang menjaga integritas
dan fleksibel, fungsional, hemat biaya, tepat waktu, aman dan tahan terhadap kegagalan.
1) Bagaimana model arsitektur informasi BPKAD saat ini?
2) Apakah model arsitektur informasi saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan BPKAD?
Jika tidak, model arsitektur informasi seperti apa yang dibutuhkan?
3) Apakah model arsitektur informasi ini sudah memfasilitasi informasi secara optimal
dengan cara menjaga integritas dan fungsional dari informasi yang ada?

b. Kamus Data Perusahaan dan Aturan Sintaks Data


Menjaga kamus data perusahaan yang menggabungkan aturan sintaks data organisasi.
Kamus ini harus memungkinkan pembagian elemen data di antara aplikasi dan sistem,
mendorong pemahaman umum data antara TI dan pengguna bisnis, dan mencegah
elemen data yang tidak kompatibel tidak dibuat.
1) Apakah saat ini BPKAD sudah memiliki aplikasi atau sistem yang berguna untuk
menyimpan data-data penting?
2) Apabila tidak memiliki aplikasi atau sistem, aplikasi atau sistem seperti apa yang
dibutuhkan oleh BPKAD?
3) Apabila aplikasi atau sistem sudah ada, bagaimana tindakan BPKAD untuk menjaga
kamus data perusahaan yang sudah tersimpan di dalam aplikasi dan mencegah elemen
data yang tidak kompatibel?
c. Skema Klasifikasi Data
Buat skema klasifikasi yang berlaku di seluruh perusahaan, berdasarkan kekritisan
dan sensitivitas (misalnya, publik, rahasia, rahasia) data perusahaan. Skema ini harus
mencakup rincian tentang kepemilikan data; definisi tingkat keamanan yang sesuai dan
kontrol perlindungan; dan deskripsi singkat tentang persyaratan retensi dan penghancuran
data, kekritisan dan sensitivitas. Ini harus digunakan sebagai dasar penerapan kontrol
seperti kontrol akses, pengarsipan atau enkripsi.
1) Bagaimana skema klasifikasi data BPKAD saat ini?
2) Bagaimana tingkat kerahasiaan data BPKAD?

d. Manajemen Integritas
Tentukan dan implementasikan prosedur untuk memastikan integritas dan konsistensi
semua data yang tersimpan dalam bentuk elektronik, seperti database, gudang data dan
arsip data.
1) Bagaimana cara BPKAD menentukan prosedur dalam memastikan integritas dan
konsistensi semua data yang tersimpan dalam bentuk elektronik maupun tidak?
2) Bagaimana cara BPKAD dalam mengimplementasikan prosedur tersebut?

2. AI3 : Memperoleh dan Menjaga Infrastruktur Teknologi


a. Rencana Akuisisi Infrastruktur Teknologi
Menghasilkan rencana untuk akuisisi, implementasi dan pemeliharaan infrastruktur
teknologi yang memenuhi persyaratan fungsional dan teknis bisnis yang mapan dan sesuai
dengan arahan teknologi organisasi.
1) Bagaimana pemeliharaan infrastruktur teknologi pada BPKAD?
2) Bagaimana implementasi infrastruktur teknologi yang memenuhi persyaratan
fungsional pada BPKAD?

b. Perlindungan dan Ketersediaan Sumber Daya Infrastruktur


Melaksanakan pengendalian internal, keamanan dan tindakan auditability selama
konfigurasi, integrasi dan pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak infrastruktur
untuk melindungi sumber daya dan memastikan ketersediaan dan integritas. Tanggung
jawab untuk menggunakan komponen infrastruktur yang sensitif harus didefinisikan dan
dipahami dengan jelas oleh mereka yang mengembangkan dan mengintegrasikan
komponen infrastruktur. Penggunaannya harus dipantau dan dievaluasi.
1) Bagaimana BPKAD melaksanakan pengendalian terhadap keamanan infrastruktur
teknologi yang sudah digunakan?
2) Bagaimana BPKAD melakukan pemeliharaan software dan hardware dalam upaya
melindungi Sumber Daya Infrastruktur?
c. Pemeliharaan Infrastruktur
Kembangkan strategi dan rencana pemeliharaan infrastruktur, dan pastikan bahwa
perubahan dikendalikan sesuai dengan prosedur manajemen perubahan organisasi.
Sertakan ulasan berkala terhadap kebutuhan bisnis, manajemen patch, strategi
peningkatan, risiko, penilaian kerentanan dan persyaratan keamanan.
1) Apakah strategi dan rencana BPKAD dalam melakukan pemeliharaan infrastruktur
teknologi?

d. Uji Kelayakan Lingkungan


Menetapkan lingkungan pengembangan dan uji untuk mendukung kelayakan dan
integrasi yang efektif dan efisien untuk komponen infrastruktur.
1) Bagaimana pengujian kelayakan lingkungan yang dilakukan oleh BPKAD?
2) Jika pengujian kelayakan lingkungan menunjukkan hasil positif, bagaimana kebijakan
yang diambil?

PERTANYAAN KUISIONER PO2

A. Awareness and Communication (AC)


Jawaban
No Pertanyaan Saat Ini Yang diharapkan
a b c d e f a b c d e f
1 Sejauh mana tingkat kesadaran Kepala,
Kasubag, dan Kasubid sampai saat ini
terhadap pendefinisian arsitektur
informasi?
a. Tidak ada kesadaran akan pentingnya informasi arsitektur untuk organisasi.
b. Kepala, Kasubag, dan Kasubid mengakui kebutuhan untuk arsitektur informasi.
c. Sebuhan proses arsitektur informasi muncul meskipun informal dan intuitif.
d. Arsitektur informasi mudah dipahami dan diterima dan tanggung jawabnya telah ditetapkan
dan dikomunikasikan dengan jelas.
e. Pengembangan dan penegakkan dari arsitektur informasi sepenuhnya didukung dengan
metode formal dan teknik.
f. Arsitektur informasi secara konsisten diterapkan di semua tingkat.
B. Policies, Standards and Procedures (PSP)
Jawaban
No Pertanyaan Saat Ini Yang diharapkan
a b c d e f a b c d e f
2 Sejauh mana tingkat penerapan
pendefinisan arsitektur informasi?
a. Tidak ada kesadaran akan pentingnya arsitektur informasi untuk organisasi.
b. Pengembangan beberapa komponen beberapa arsitektur informasi terjadi atas dasar ad hoc.
c. Sebuah proses arsitektur informasi muncul meskipun informal dan intuitif, prosedur diikuti
oleh individu yang berbeda dalam organisasi.
d. Pentingnya informasi arsitektur dipahami dan diterima dan tanggung jawabnya telah
ditetapkan dan dikomunikasikan dengan jelas.
e. Akuntabilitas kinerja proses pembangunan arsitektur diberlakukan dan keberhasilan
arsitektur informasi yang diukur.
f. Arsitektur informasi secara konsisten diterapkan di semua tingkat.
C. Tools and Automation (TA)
Jawaban
No Pertanyaan Saat Ini Yang diharapkan
a b c d e f a b c d e f
3 Sejauh mana penggunaan tools dalam
pendefinisan arsitektur informasi?
a. Pengetahuan, keahlian, dan tanggung jawab yang diperlukan untuk mengembangkan
arsitektur tidak ada dalam organisasi.
b. Pengembangan beberapa komponen beberapa arsitektur informasi terjadi atas dasar ad
hoc.
c. Staf memperoleh keterampilan mereka dalam membangun arsitektur informasi melalui
pengalaman dan aplikasi berulang-ulang.
d. Terkait prosedur, alat, dan teknik, walaupun tidak canggih telah di standarisasi dan di
dokumentasikan, dan merupakan bagian dari kegiatan pelatihan informal.
e. Pendukung alat bantu otomatis yang luas tetapi belum terintegrasi.
f. Personil IT memiliki keahlian dan keterampilan yag diperlukan untuk mengembangkan
dan mempertahankan arsitektur informasi yang kuat dan responsif yang mencerminkan
semua kebutuhan bisnis.
D. Skills and Expertise (SE)
Jawaban
No Pertanyaan Saat Ini Yang diharapkan
a b c d e f a b c d e f
4 Sejauh mana pengembangan
keterampilan dan keahlian SDM dalam
bentuk pelatihan dilakukan guna
mendukung pendefinisan arsitektur
informasi?
a. Tidak ada kesadaran akan pentingnya informasi arsitektur.
b. Manajemen mengakui kebutuhan untuk arsitektur informasi.
c. Staf memperoleh keterampilan mereka dalam membangun arsitektur informasi melalui
pengalaman dan aplikasi berulang-ulang.
d. Sebuah rencana pelatihan formal telah dikembangkan, tetapi pelatihan formal masih
didasarkan pada inisiatif individu.
e. Pendukung alat bantu otomatis yang luas tetapi belum terintegrasi.
f. Personil IT memiliki keahlian dan keterampilan yag diperlukan untuk mengembangkan
dan mempertahankan arsitektur informasi yang kuat dan responsif yang mencerminkan
semua kebutuhan bisnis.
E. Responsibility and Accountability (RA)
Jawaban
No Pertanyaan Saat Ini Yang diharapkan
a b c d e f a b c d e f
5 Sejauh mana penetapan tanggung jawab
dan kepemilikan dalam pendefinisan
arsitektur informasi?
a. Pengetahuan, keahlian, dan tanggung jawab yang diperlukan untuk mengembangkan
arsitektur tidak ada dalam organisasi.
b. Ada komunikasi tidak konsisten dan sporadis dari kebutuhan untuk arsitektur informasi.
c. Persyaratan taktis mendorong pengembangan komponen arsitektur informasi oleh anggota
staf individu.
d. Kebijakan informasi arsitektur dasar telah dikembangkan termasuk beberapa persyaratan
strategi tetapi sesuai denga kebijakan standar dan alat-alat yang dtidak konsisten.
e. Organisasi data administrasi secara aktif terlibat dalam segala upaya pengembangan
aplikasi untu memastikan konsistensi.
f. Ekstensif yang digunakan terbuat dari industri praktek yang baik dalam pengembangan
dan pemeliharaan dari arsitektur informasi, termasuk proses perbaikan yang
berkelanjutan.
F. Goal Setting and Measurement (GSM)
No Pertanyaan Jawaban
Saat Ini Yang diharapkan
a b c d e f a b c d e f
6 Sejauh mana telah dilakukan pengawasan
dan pengukuran atas kinerja dalam
pendefinisan arsitektur informasi?
a. Pengetahuan, keahlian, dan tanggung jawab yang diperlukan untuk mengembangkan
arsitektur tidak ada dalam organisasi.
b. Ada komunikasi tidak konsisten dan sporadis dari kebutuhan untuk arsitektur informasi.
c. Sebuhan proses arsitektur informasi muncul meskipun informal dan intuitif, prosedur
diikuti oleh individu yang berbeda dalam organisasi.
d. Kebijakan informasi arsitektur dasar telah dikembangkan termasuk beberapa persyaratan
strategi tetapi sesuai denga kebijakan standar dan alat-alat yang dtidak konsisten.
e. Organisasi dan administrasi secara aktif terlibat dalam segala upaya pengembangan
aplikasi untu memastikan konsistensi.
f. Arsitektur informasi terus menerus diperbaiki dan mempertimbangkan informsai non
tradisional pada proses, organisasi dan sistem.

PERTANYAAN KUISIONER AI3

A. Awareness and Communication (AC)


Jawaban
No Pertanyaan Saat Ini Yang diharapkan
a b c d e f a b c d e f
1 Apakah BPKAD telah membangun
sebuah perencanaan untuk implementasi
dan pemeliharaan infrastruktur teknologi
agar sesuai dengan kebutuhan fungsi dan
tujuan organisasi?
a. Tidak ada perencanaan dalam implementasi dan perencanaan pemeliharaan infrastruktur
teknologi.
b. Ada perencanaan dalam implementasi dan perencanaan pemeliharaan infrastruktur
teknologi namun belum dijalankan sepenuhnya, bahkan hanya masih sebatas perencanaan
saja.
c. Persyaratan taktis mendorong pengembangan komponen arsitektur informasi oleh anggota
staf individu.
d. Kebijakan perencanaan dan implementasi dasar telah dikembangkan termasuk
pemeliharaan dan beberapa persyaratan strategi tetapi sesuai dengan kebijakan standar
dan infrastruktur yang tidak konsisten.
e. Infrastruktur teknologi secara aktif terlibat dalam segala upaya pengembangan aplikasi
untuk memastikan konsistensi.
f. Ekstensif yang digunakan dalam pengembangan dan pemeliharaan dari infrastruktur
teknologi, termasuk proses perbaikan yang berkelanjutan.
B. Policies, Standards and Procedures (PSP)
Jawaban
No Pertanyaan Saat Ini Yang diharapkan
a b c d e f a b c d e f
2 Apakah BPKAD telah memiliki standar
prosedur terhadap perlindungan dan
pengawasan terhadap infrastruktur
hardware dan software untuk melindungi
dan memastikan ketersediaan dan
integritas hardware?
a. Tidak ada standar prosedur terhadap perlindungan dan pengawasan terhadap infrastruktur
hardware dan software untuk melindungi dan memastikan ketersediaan dan integritas
hardware
b. Ada standar prosedur terhadap perlindungan dan pengawasan terhadap infrastruktur
hardware dan software untuk melindungi dan memastikan ketersediaan dan integritas
hardware namun belum berjalan secara efektif.
c. Persyaratan taktis mendorong pengembangan komponen arsitektur informasi oleh anggota
staf individu.
d. Kebijakan perencanaan dan implementasi dasar telah dikembangkan termasuk
perlindungan dan pengawasan tetapi sesuai dengan kebijakan standar dan infrastruktur
yang tidak konsisten.
e. Perlindungan dan pengawasan secara aktif terlibat dalam segala upaya pengembangan
aplikasi untuk memastikan konsistensi.
f. Ekstensif yang digunakan dalam pengembangan dan pemeliharaan dari terhadap
infrastruktur hardware dan software, termasuk proses perbaikan yang berkelanjutan.
C. Tools and Automation (TA)
Jawaban
No Pertanyaan Saat Ini Yang diharapkan
a b c d e f a b c d e f
3 Apakah pihak Kepala, Kasubag, dan
Kasubid telah melakukan pengembangan
strategi dan rencana untuk pemeliharaan
infrastruktur serta memastikan segala
perubahan agar tetap sejalan dengan
prosedur?
a. Tidak ada pengembangan strategi dan rencana untuk pemeliharaan infrastruktur serta
memastikan segala perubahan agar tetap sejalan dengan prosedur.
b. Ada pengembangan strategi dan rencana untuk pemeliharaan infrastruktur serta
memastikan segala perubahan namum belum sejalan dengan prosedur.
c. Persyaratan taktis mendorong pengembangan komponen arsitektur informasi oleh anggota
staf individu.
d. Kebijakan pengembangan strategi dan rencana untuk pemeliharaan infrastruktur serta
memastikan segala perubahan dasar telah dikembangkan termasuk perlindungan dan
pengawasan tetapi sesuai dengan kebijakan yang tidak konsisten.
e. Pengembangan strategi dan rencana untuk pemeliharaan infrastruktur serta memastikan
segala perubahan secara aktif terlibat dalam segala upaya pengembangan aplikasi untuk
memastikan konsistensi.
f. Ekstensif yang digunakan dalam pengembangan strategi dan rencana untuk pemeliharaan
infrastruktur serta memastikan segala perubahan agar tetap sejalan dengan prosedur,
termasuk proses perbaikan yang berkelanjutan.
D. Skills and Expertise (SE)
Jawaban
No Pertanyaan Saat Ini Yang diharapkan
a b c d e f a b c d e f
4 Apakah BPKAD telah membangun dan
mengembangkan suatu test/uji kelayakan
sistem sesuai dengan lingkup BPKAD
untuk mencapai sasaran yang efektif dan
efisien?
a. Tidak ada test/uji kelayakan sistem sesuai dengan lingkup BPKAD untuk mencapai
sasaran yang efektif dan efisien.
b. Ada test/uji kelayakan sistem sesuai dengan lingkup BPKAD untuk mencapai sasaran
yang efektif dan efisien namum belum mencapai sasaran yang efektif dan efisien.
c. Persyaratan taktis mendorong pengembangan komponen arsitektur informasi oleh anggota
staf individu.
d. Kebijakan suatu test/uji kelayakan sistem sesuai dengan lingkup BPKAD untuk mencapai
sasaran yang efektif dan efisien dilakuan tetapi belum sesuai dengan kebijakan yang
berlaku.
e. Test/uji kelayakan sistem sesuai dengan lingkup BPKAD untuk mencapai sasaran yang
efektif dan efisien secara aktif dan rutin dilakukan.
f. Ekstensif yang digunakan dalam suatu test/uji kelayakan sistem sesuai dengan lingkup
BPKAD untuk mencapai sasaran yang efektif dan efisien, termasuk proses perbaikan yang
berkelanjutan.
Perhitungan Hasil Wawancara dan Kuisioner
A. Wawancara PO 2
a. Model Arsitektur Informasi Perusahaan
No Pertanyaan Low Middle High
1 Bagaimana model arsitektur informasi BPKAD saat 1 6
14,3% 85,7% 0%
ini?
2 Apakah model arsitektur informasi saat ini sudah 4 3
sesuai dengan kebutuhan BPKAD? Jika tidak, model 0% 57,1% 42,8%
arsitektur informasi seperti apa yang dibutuhkan?
3 Apakah model arsitektur informasi ini sudah 1 1 5
memfasilitasi informasi secara optimal dengan cara
14,3% 14,3% 71,4%
menjaga integritas dan fungsional dari informasi yang
ada?
b. Kamus Data Perusahaan dan Aturan Sintaks Data
No Pertanyaan Low Middle High
1 Apakah saat ini BPKAD sudah memiliki aplikasi atau 3 4
sistem yang berguna untuk menyimpan data-data 0% 42,8% 57,1%
penting?
2 Apabila tidak memiliki aplikasi atau sistem, aplikasi 1 6
atau sistem seperti apa yang dibutuhkan oleh BPKAD?
14,3% 85,7% 0%
3 Apabila aplikasi atau sistem sudah ada, bagaimana 1 4 2
tindakan BPKAD untuk menjaga kamus data
perusahaan yang sudah tersimpan di dalam aplikasi dan 14,3% 57,1% 28,6%

mencegah elemen data yang tidak kompatibel?


c. Skema Klasifikasi Data
No Pertanyaan Low Middle High
1 Bagaimana skema klasifikasi data BPKAD saat ini? 3 3 1
42,8% 42,8% 14,3%
2 Bagaimana tingkat kerahasiaan data BPKAD? 4 3
57,1% 42,8% 0%
d. Manajemen Integritas
No Pertanyaan Low Middle High
1 Bagaimana cara BPKAD menentukan prosedur dalam 7
memastikan integritas dan konsistensi semua data yang
0% 100% 0%
tersimpan dalam bentuk elektronik maupun tidak?
2 Bagaimana cara BPKAD dalam mengimplementasikan 4 3
prosedur tersebut? 0% 57,1% 42,8%

B. Wawancara AI3
a. Rencana Akuisisi Infrastruktur Teknologi
No Pertanyaan Low Middle High
1 Bagaimana pemeliharaan5 2
infrastruktur teknologi pada BPKAD? 71,4% 28,6% 0%

2 Bagaimana implementasi 7
infrastruktur teknologi yang 100% 0% 0%
memenuhi persyaratan fungsional
pada BPKAD?
b. Perlindungan dan Ketersediaan Sumber Daya Infrastruktur
No Pertanyaan Low Middle High
1 Bagaimana BPKAD melaksanakan 5 2
pengendalian terhadap keamanan 71,4% 28,6% 0%
infrastruktur teknologi yang sudah
digunakan?
2 Bagaimana BPKAD melakukan 5 2
pemeliharaan software dan hardware 71,4% 28,6% 0%
dalam upaya melindungi Sumber Daya
Infrastruktur?
c. Pemeliharaan Infrastruktur
No Pertanyaan Low Middle High
1 Apakah strategi dan rencansa BPKAD dalam 4 3
melakukan pemeliharaan infrastruktur teknologi? 57,1% 42,8% 0%
d. Uji Kelayakan Lingkungan
No Pertanyaan Low Middle High
1 Bagaimana pengujian kelayakan lingkungan yang 1 4 2
dilakukan oleh BPKAD? 14,3% 57,1% 28,6%
2 Jika pengujian kelayakan lingkungan menunjukkan 5 2
hasil positif, bagaimana kebijakan yang diambil? 0% 71,4% 28,6%
C. Kuisioner PO2
KUISIONER PO2 Saat ini Yang di
harapkan
a b c d e f b d e F
a. Awareness and Communication (AC) 5 2 1 1 5
b. Policies, Standards and Procedures 5 2 1 1 5
(PSP)
c. Tools and Automation (TA) 2 5 1 2 4
d. Skills and Expertise (SE) 2 5 2 1 4
e. Responsibility and Accountability (RA) 2 3 2 1 1 5
f. Goal Setting and Measurement (GSM) 2 3 2 2 5

D. Hasil Perekapan Kuisioner


1) PO2
Distribusi Jawaban Kuisioner PO2
Distribusi jawaban
No Atribut Status a b c d e f
0 1 2 3 4 5
1 AC Saat ini 0% 71,4% 0% 28,6% 0% 0%
Di harapkan 0% 14,3% 0% 0% 14,3% 71,4%
2 PSP Saat ini 0% 71,4% 0% 28,6% 0% 0%
Di harapkan 0% 14,3% 0% 0% 14,3% 71,4%
3 TA Saat ini 0% 28,6% 71,4% 0% 0% 0%
Di harapkan 0% 14,3% 0% 28,6% 0% 57,1%
4 SE Saat ini 0% 28,6% 71,4% 0% 0% 0%
Di harapkan 0% 28,6% 0% 0% 14,3% 57,1%
5 RA Saat ini 0% 28,6% 0% 42,8% 28,6% 0%
Di harapkan 0% 14,3% 0% 0% 14,3% 71,4%
6 GSM Saat ini 0% 28,6% 0% 42,8% 28,6% 0%
Di harapkan 0% 28,6% 0% 0% 0% 71,4%

2) AI3
Distribusi Jawaban Kuisioner AI3
Distribusi jawaban
No Atribut Status a b c d e f
0 1 2 3 4 5
1 AC Saat ini 0% 71,4% 0% 28,6% 0% 0%
Di harapkan 0% 28,6% 0% 0% 14,3% 57,1%
2 PSP Saat ini 0% 71,4% 0% 14,3% 14,3% 0%
Di harapkan 0% 28,6% 0% 0% 14,3% 57,1%
3 TA Saat ini 0% 71,4% 0% 0% 28,6% 0%
Di harapkan 0% 14,3% 0% 0% 28,6% 57,1%
4 SE Saat ini 0% 71,4% 0% 14,3% 14,3% 0%
Di harapkan 0% 28,6% 0% 0% 14,3% 57,1%
5 RA Saat ini 0% 14,3% 0% 71,4% 0% 14,3%
Di harapkan 0% 28,6% 0% 0% 0% 71,1%
6 GSM Saat ini 0% 71,4% 0% 28,6% 0% 0%
Di harapkan 0% 14,3% 0% 14,3% 0% 71,4%

Yang di
Saat ini
Atribut harapkan
a b c d e f b d e f
a. Awareness and Communication 5 2 2 1 4
(AC)
b. Policies, Standards and 5 1 1 2 1 4
Procedures (PSP)
c. Tools and Automation (TA) 5 2 1 2 4
d. Skills and Expertise (SE) 5 1 1 2 1 4
g. Responsibility and Accountability 1 5 1 2 5
(RA)
h. Goal Setting and Measurement 5 2 1 1 5
(GSM)

E. Hasil Rekap wawancara PO2


Wawancara PO2 Low Middle High
Jumlah 11 41 18
Persentasi 15,7% 58,5% 25,7%

F. Hasil Rekap Wawancara AI3


Wawancara PO2 Low Middle High
Jumlah 27 18 4
Persentasi 55,1% 36,7% 8.1%
G. Hasil Rekap Kuisioner PO2

Kuisioner Saat Ini Yang Diharapkan


PO2
a b c d e f b d e f
Jumlah 0 18 10 10 4 0 8 2 4 28
42,8 9,5%
Persentasi 0% 23,8% 23,8% 0% 19% 4,7% 9,5% 66,6%
%

H. Hasil Rekap Kuisioner AI3

Kuisioner Saat Ini Yang Diharapkan


AI3
a b c d e f b d e f

Jumlah 0 20 1 3 4 0 7 0 5 16

Persentasi 0% 71,4% 3,5% 10,7% 14,2% 0% 25% 0% 17,8% 57,1%


Uji Reliabilitas dan Uji Validitas
A. As-Is PO 2
1. Sebaran Jawaban

2. Nilai Cronbach Alpha untuk keadaan saat ini pada PO2 (Berdasarkan sebaran jawaban
pada point 1)

3. Matriks korelasi dan matriks plot untuk keadaan saat ini pada PO2 (Berdasarkan sebaran
Jawaban pada point 1)
a. Matrik Korelasi
b. Matriks Plot

B. TO BE PO2
1. Sebaran Jawaban

2. Nilai Cronbach Alpha untuk keadaan yang diinginkan pada PO2 (Berdasarkan sebaran
jawaban pada point 1)
3. Matriks korelasi dan matriks plot untuk keadaan yang di inginkan pada PO2
(Berdasarkan sebaran Jawaban pada point 1)
a. Matrik Korelasi

b. Matriks Plot

C. AS-IS AI3 (Uji Validitas Keadaan Saat ini di Pross IT AI3)

r-tabel (N=14
No Atribut Status r-hitung Validitas
dan N=16)
As is 0,541 0,553 Valid
1 AC
To be 0,578 0,514 Valid

As is 0,403 0,553 Tidak Valid


2 PSP
To be 0,717 0,514 Valid
As is 0,617 0,553 Valid
3 TA
To be 0,453 0,514 Tidak Valid

As is 0,623 0,553 Valid


4 SE
To be 0,655 0,514 Valid

As is 0,438 0,553 Tidak Valid


5 RA
To be 0,472 0,514 Tidak Valid

As is 0,476 0,553 Tidak Valid


6 GSM
To be 0,609 0,514 Valid

Matrix Plot To Be PO2


Matrix Plot TO-BE AI3
r-tabel (N=14
No Atribut Status r-hitung Validitas
dan N=16)

As is 0,678 0,553 Valid


1 AC
To be 0,518 0,514 Valid

As is 0,690 0,553 Valid


2 PSP
To be 0,434 0,514 Tidak Valid

As is 0,612 0,553 Valid


3 TA
To be 0,710 0,514 Valid

As is 0,779 0,553 Valid


4 SE
To be 0,370 0,514 Tidak Valid

As is 0,353 0,553 Tidak Valid


5 RA
To be 0,745 0,514 Valid

As is 0,681 0,553 Valid


6 GSM
To be 0,234 0,514 Tidak Valid
Kesimpulan :

No Proses TI Status Alpha Reliabilitas

As-is 0,6818 Reliabel

1 PO2 To-be 0,7324 Sangat Reliabel

As-is 0,7207 Sangat Reliabel

2 AI3 To-be 0,6868 Reliabel


Analisa Kondisi Saat Ini dan Kondisi yang Diinginkan
Dalam menganalisa kondisi saat ini dan kondisi yang diinginkan, maka perlu melihat hasil
kuisioner dari PO2 beserta hasil rekapannya dan kuisioner AI3 beserta hasil rekapannya. Berikut
adalah rekapitulasi hasil kuisioner setiap IT proses yang sudah digunakan sebelumnya (PO2 dan
AI3) :

a. Kuisioner PO2
KUISIONER PO2 Saat ini Yang di
harapkan
a b c d e f b d e F
a. Awareness and Communication (AC) 5 2 1 1 5
b. Policies, Standards and Procedures (PSP) 5 2 1 1 5
c. Tools and Automation (TA) 2 5 1 2 4
d. Skills and Expertise (SE) 2 5 2 1 4
e. Responsibility and Accountability (RA) 2 3 2 1 1 5
f. Goal Setting and Measurement (GSM) 2 3 2 2 5

b. Rekap Kuisioner PO2


Distribusi jawaban
No Atribut Status a b c d e f
0 1 2 3 4 5
1 AC Saat ini 0% 71,4% 0% 28,6% 0% 0%
Di 0% 14,3% 0% 0% 14,3% 71,4%
harapkan
2 PSP Saat ini 0% 71,4% 0% 28,6% 0% 0%
Di 0% 14,3% 0% 0% 14,3% 71,4%
harapkan
3 TA Saat ini 0% 28,6% 71,4% 0% 0% 0%
Di 0% 14,3% 0% 28,6% 0% 57,1%
harapkan
4 SE Saat ini 0% 28,6% 71,4% 0% 0% 0%
Di 0% 28,6% 0% 0% 14,3% 57,1%
harapkan
5 RA Saat ini 0% 28,6% 0% 42,8% 28,6% 0%
Di 0% 14,3% 0% 0% 14,3% 71,4%
harapkan
6 GSM Saat ini 0% 28,6% 0% 42,8% 28,6% 0%
Di 0% 28,6% 0% 0% 0% 71,4%
harapkan
c. Kuisioner AI3
KUISIONER AI3 Saat ini Yang di harapkan

a b c d e f b d e f
a. Awareness and Communication (AC) 5 2 2 1 4
b. Policies, Standards and Procedures 5 1 1 2 1 4
(PSP)
c. Tools and Automation (TA) 5 2 1 2 4
d. Skills and Expertise (SE) 5 1 1 2 1 4
g. Responsibility and Accountability (RA) 1 5 1 2 5
h. Goal Setting and Measurement (GSM) 5 2 1 1 5

d. Rekap Kuisioner AI3


Distribusi jawaban
No Atribut Status a b c d e f
0 1 2 3 4 5
1 AC Saat ini 0% 71,4% 0% 28,6% 0% 0%
Di harapkan 0% 28,6% 0% 0% 14,3% 57,1%
2 PSP Saat ini 0% 71,4% 0% 14,3% 14,3% 0%
Di harapkan 0% 28,6% 0% 0% 14,3% 57,1%
3 TA Saat ini 0% 71,4% 0% 0% 28,6% 0%
Di harapkan 0% 14,3% 0% 0% 28,6% 57,1%
4 SE Saat ini 0% 71,4% 0% 14,3% 14,3% 0%
Di harapkan 0% 28,6% 0% 0% 14,3% 57,1%
5 RA Saat ini 0% 14,3% 0% 71,4% 0% 14,3%
Di harapkan 0% 28,6% 0% 0% 0% 71,1%
6 GSM Saat ini 0% 71,4% 0% 28,6% 0% 0%
Di harapkan 0% 14,3% 0% 14,3% 0% 71,4%

Analisa Kondisi PO2


1. Tabel:
As Is To be
AC 1 4
PSP 1 4
TA 1 3
SE 1 3
RA 2 4
GPS 2 3
2. Spider Chart

Spider Chart PO 2
AC
4
3
GPS 2 PSP
1
0

RA TA

SE

As Is To be

3. Hasil Analisa
a. As Is
1) AC
Pada Awareness and Communication, sebagian besar responden menganggap
bahwa kesadaran dan komunikasi yang terjalin pada perusahaan kurang baik dan
instansi tidak menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan kesadaran
dan komunikasi pada anggota instansi. Terdapat juga beberapa responden yang
memilih maturity level ke 3. Artinya pada instansi sudah memiliki inisiatif untuk
melakukan perubahan ke arah yang lebih baik terutama untuk membangun arsitektur
informasi.
2) PSP
Pada Policies, Standards and Procedures (Kebijakan, Standar dan Prosedur)
sebagian besar responden menganggap bahwa Kebijakan, Standar dan Prosedur yang
ada pada instansi belum berjalan dengan baik. Proses pengembangan tidak dapat
diprediksi dan tidak stabil, karena proses secara teratur berubah atau dimodifikasi
selama pengerjaan dari satu proyek ke proyek lain. Terdapat beberapa responden yang
memilih maturity level 3 dan 4. Artinya ada yang menganggap bahwa Kebijakan,
Standar dan Prosedur yang ada didalam instansi sudah berjalan dengan baik terutama
untuk membangun arsitektur informasi.
3) TA
Pada Tools and Automation, sebagian besar responden menganggap bahwa Alat
dan Automasi perusahaan pada umumnya tidak menyediakan alat/automasi kantor
yang stabil untuk menjalankan kegiatan dalam perusahaan. Kinerja perusahaan
tergantung pada kemampuan individual atau term dan varies dengan keahlian yang
dimilikinya bukan pada alat / automasi kantor terutama untuk membangun arsitektur
informasi.
4) SE
Pada Skills and Expertise, sebagian responden menganggap bahwa keahlian dan
kemampuan staff pada instansi sudah cukup baik. Karena sebagian besar memilih
level 2. Pada level ini, kebijakan untuk mengatur pengembangan suatu proyek dan
prosedur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut ditetapkan terutama untuk
membangun arsitektur informasi. Tingkat efektif suatu proses manajemen dalam
mengembangankan proyek adalah institutionalized, dengan memungkinkan
organisasi untuk mengulangi pengalaman yang berhasil dalam mengembangkan
proyek sebelumnya, walaupun terdapat proses tertentu yang tidak sama.
5) RA
Pada Responsibility and Accountability, sebagian responden menganggap bahwa
tanggungjawab dan akuntabilitas dari staff yang ada di instansi sudah baik. Proses-
proses ini digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim
pengembangan sehingga bekerja dengan lebih efektif terutama untuk membangun
arsitektur informasi.
6) GSM
Pada Goal Setting and Measurement, sebagian besar responden menganggap
bahwa Tujuan dan Pengukuran yang ada didalam instansi sudah baik dan memilih
level 3. Pada level ini, tujuan proses standar dalam pengembangan suatu produk baru
didokumentasikan, proses ini didasari pada proses pengukuran produk yang telah
diintegrasikan terutama untuk membangun arsitektur informasi.
b. To Be
1) AC
Pada Awareness and Communication, sebagian besar responden berharap
kesadaran dan komunikasi yang terjalin pada perusahaan menjadi baik dan instansi
menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan kesadaran dan
komunikasi pada staff instansi. Artinya responden menyadari bahwa kesadaraan dan
komunikasi merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kualitas layanan pada
instansi terutama untuk membangun arsitektur informasi.
2) PSP
Pada Policies, Standards and Procedures (Kebijakan, Standar dan Prosedur)
sebagian besar responden berharap bahwa Kebijakan, Standar dan Prosedur yang ada
pada instansi dapat berjalan dengan baik. Proses pengembangan dapat diprediksi dan
stabil, karena proses secara teratur dan tidak berubah atau dimodifikasi selama
pengerjaan dari satu proyek ke proyek lain. Artinya responden berharap Kebijakan,
Standar dan Prosedur yang ada didalam instansi agar bisa berjalan lebih baik lagi
terutama untuk membangun arsitektur informasi.
3) TA
Pada Tools and Automation, sebagian besar responden berharap bahawa
perusahaan menyediakan alat/automasi kantor yang stabil untuk menjalankan kegiatan
dalam perusahaan. Kinerja perusahaan tergantung pada kemampuan individual
atau term dan varies dengan keahlian yang dimilikinya dan alat / automasi kantor
sebagai penunjang dalam meningkatkan kinerja instansi terutama untuk membangun
arsitektur informasi.
4) SE
Pada Skills and Expertise, sebagian responden berharap bahwa keahlian dan
kemampuan staff pada instansi agar lebih baik. Karena sebagian besar memilih level
5 kemudian lebel 4. Artinya didalam instansi terdapat staff-staff yang kompeten dalam
melakukan tugasnya sehingga dapat meningkatkan kinerja instansi terutama untuk
membangun arsitektur informasi.
5) RA
Pada Responsibility and Accountability, sebagian responden berharap bahwa
tanggungjawab dan akuntabilitas dari staff yang ada di instansi meningkat menjadi
lebih baik lagi terutama untuk membangun arsitektur informasi. Proses-proses ini
digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim pengembangan
sehingga bekerja dengan lebih efektif.
6) GSM
Pada Goal Setting and Measurement, sebagian besar responden berharap bahwa
Tujuan dan Pengukuran yang ada didalam instansi agar lebih baik terutama untuk
membangun arsitektur informasi. Pada level ini, tujuan proses standar dalam
pengembangan suatu produk baru didokumentasikan, proses ini didasari pada proses
pengukuran produk yang telah diintegrasikan.

Analisa Kondisi AI3


1. Tabel
As Is To be
AC 1 3
PSP 1 3
TA 1 4
SE 1 3
RA 3 3
GPS 1 4
2. Spider Chart

Spider Chart AI3


As Is To be

AC
30
25
20
GPS 15 PSP
10
5
0

RA TA

SE

3. Hasil Analisa :
a. AI3
1) As Is
a) AC
Pada Awareness and Communication, sebagian besar responden menganggap
bahwa kesadaran dan komunikasi yang terjalin pada perusahaan kurang baik dan
instansi tidak menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan
kesadaran dan komunikasi pada anggota instansi. Terdapat juga beberapa responden
yang memilih maturity level ke 3. Artinya pada instansi sudah memiliki inisiatif
untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik terutama untuk membangun
dan memlihara infrastruktur teknologi seperti perangkat jaringan, komputer, dan lain
sebagainya.
b) PSP
Pada Policies, Standards and Procedures (Kebijakan, Standar dan Prosedur)
sebagian besar responden menganggap bahwa Kebijakan, Standar dan Prosedur
yang ada pada instansi belum berjalan dengan baik. Proses pengembangan tidak
dapat diprediksi dan tidak stabil, karena proses secara teratur berubah atau
dimodifikasi selama pengerjaan dari satu proyek ke proyek lain. Terdapat beberapa
responden yang memilih maturity level 3 dan 4. Artinya ada yang menganggap
bahwa Kebijakan, Standar dan Prosedur yang ada didalam instansi sudah berjalan
dengan baik terutama untuk membangun dan memlihara infrastruktur teknologi.
c) TA
Pada Tools and Automation, sebagian besar responden menganggap bahawa Alat
dan Automasi perusahaan pada umumnya tidak menyediakan alat/automasi kantor
yang stabil untuk menjalankan kegiatan dalam perusahaan. Kinerja perusahaan
tergantung pada kemampuan individual atau term dan varies dengan keahlian yang
dimilikinya bukan pada alat / automasi kantor terutama untuk membangun dan
memlihara infrastruktur teknologi.
d) SE
Pada Skills and Expertise, sebagian responden menganggap bahwa keahlian dan
kemampuan staff pada instansi sudah cukup baik. Karena sebagian besar memilih
level 2. Pada level ini, kebijakan untuk mengatur pengembangan suatu proyek dan
prosedur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut ditetapkan terutama untuk
membangun dan memlihara infrastruktur teknologi. Tingkat efektif suatu proses
manajemen dalam mengembangankan proyek adalah institutionalized, dengan
memungkinkan organisasi untuk mengulangi pengalaman yang berhasil dalam
mengembangkan proyek sebelumnya, walaupun terdapat proses tertentu yang tidak
sama.
e) RA
Pada Responsibility and Accountability, sebagian responden menganggap bahwa
tanggungjawab dan akuntabilitas dari staff yang ada di instansi sudah baik. Proses-
proses ini digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim
pengembangan sehingga bekerja dengan lebih efektif terutama untuk membangun
dan memlihara infrastruktur teknologi.
f) GSM
Pada Goal Setting and Measurement, sebagian besar responden menganggap
bahwa Tujuan dan Pengukuran yang ada didalam instansi sudah baik dan memilih
level 3. Pada level ini, tujuan proses standar dalam pengembangan suatu produk baru
didokumentasikan, proses ini didasari pada proses pengukuran produk yang telah
diintegrasikan terutama untuk membangun dan memlihara infrastruktur teknologi.
2) To Be
a) AC
Pada Awareness and Communication, sebagian besar responden berharap
kesadaran dan komunikasi yang terjalin pada perusahaan menjadi baik dan instansi
menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan kesadaran dan
komunikasi pada staff instansi. Artinya responden menyadari bahwa kesadaraan
dan komunikasi merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kualitas layanan
pada instansi terutama untuk membangun dan memlihara infrastruktur teknologi.
b) PSP
Pada Policies, Standards and Procedures (Kebijakan, Standar dan Prosedur)
sebagian besar responden berharap bahwa Kebijakan, Standar dan Prosedur yang
ada pada instansi dapat berjalan dengan baik. Proses pengembangan dapat
diprediksi dan stabil, karena proses secara teratur dan tidak berubah atau
dimodifikasi selama pengerjaan dari satu proyek ke proyek lain. Artinya responden
berharap Kebijakan, Standar dan Prosedur yang ada didalam instansi agar bisa
berjalan lebih baik lagi terutama untuk membangun dan memlihara infrastruktur
teknologi.
c) TA
Pada Tools and Automation, sebagian besar responden berharap bahawa
perusahaan menyediakan alat/automasi kantor yang stabil untuk menjalankan
kegiatan dalam perusahaan. Kinerja perusahaan tergantung pada kemampuan
individual atau term dan varies dengan keahlian yang dimilikinya dan alat /
automasi kantor sebagai penunjang dalam meningkatkan kinerja instansi terutama
untuk membangun dan memlihara infrastruktur teknologi.
d) SE
Pada Skills and Expertise, sebagian responden berharap bahwa keahlian dan
kemampuan staff pada instansi agar lebih baik. Karena sebagian besar memilih
level 5 kemudian lebel 4. Artinya didalam instansi terdapat staff-staff yang
kompeten dalam melakukan tugasnya sehingga dapat meningkatkan kinerja
instansi terutama untuk membangun dan memlihara infrastruktur teknologi.
e) RA
Pada Responsibility and Accountability, sebagian responden berharap bahwa
tanggungjawab dan akuntabilitas dari staff yang ada di instansi meningkat menjadi
lebih baik lagi terutama untuk membangun dan memlihara infrastruktur teknologi.
Proses-proses ini digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim
pengembangan sehingga bekerja dengan lebih efektif.
f) GSM
Pada Goal Setting and Measurement, sebagian besar responden berharap bahwa
Tujuan dan Pengukuran yang ada didalam instansi agar lebih baik terutama untuk
membangun arsitektur informasi. Pada level ini, tujuan proses standar dalam
pengembangan suatu produk baru didokumentasikan, proses ini didasari pada
proses pengukuran produk yang telah diintegrasikan terutama untuk membangun
dan memlihara infrastruktur teknologi.

Analisa GAP
a. Pada PO2
1. AC
Pada Awareness and Communication, terdapat gap yang besar antara kondisi saat ini
(as-is) dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan
Awareness and Communication terdapat pada level 1. Sementara kondisi yang diinginkan
adalah pada level 4. Sehingga perlu dilakukan peningkatan agar dapat meningkatkan
kesadaran dan komunikasi staff intansi. Untuk mencapai hal tersebut tentu harus membuat
kebijakan-kebijakan dalam konteks perbaikan arsitektur informasi dan untuk meningkat
kesadaran dan komunikasi staff instansi. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak dapat
diterapkan langsung ke maturity level 4, akan tetapi harus secara bertahap mulai dari level
2 kemudian level 3 dan 4. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tentu saja harus sesuai dengan
pertanyaan yang ada pada maturity level terkait.
2. PSP
Pada Policies, Standards and Procedures terdapat gap yang besar antara kondisi saat
ini (as-is) dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan
Policies, Standards and Procedures terdapat pada level 1. Sementara kondisi yang
diinginkan adalah pada level 4. Sehingga perlu dilakukan peningkatan agar dapat
mencapai kebijakan, standar dan prosedur yang dapat mengatur proses yang terjadi dalam
instansi. Untuk mencapai hal tersebut tentu harus membuat kebijakan-kebijakan dalam
konteks perbaikan arsitektur informasi. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak dapat
diterapkan langsung ke maturity level 4, akan tetapi harus secara bertahap mulai dari level
2 kemudian level 3 dan 4. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tentu saja harus sesuai dengan
pertanyaan yang ada pada maturity level terkait.
3. TA
Pada Tools and Automation terdapat gap yang cukup besar antara kondisi saat ini (as-
is) dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan Tools
and Automation terdapat pada level 1. Sementara kondisi yang diinginkan adalah pada
level 3. Sehingga perlu dilakukan peningkatan agar alat dan automasi kantor yang dapat
meningkatkan kinerja instansi. Untuk mencapai hal tersebut tentu harus membuat
kebijakan-kebijakan dalam konteks perbaikan arsitektur informasi. Kebijakan-kebijakan
yang dibuat tidak dapat diterapkan langsung ke maturity level 3, akan tetapi harus secara
bertahap mulai dari level 2 kemudian level 3. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tentu saja
harus sesuai dengan pertanyaan yang ada pada maturity level terkait.
4. SE
Pada Skill and Expertise terdapat gap yang cukup besar antara kondisi saat ini (as-is)
dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan Skill dan
Expertise terdapat pada level 1. Sementara kondisi yang diinginkan adalah pada level 3.
Sehingga perlu dilakukan peningkatan agar kemampuan dan kinerja staff yang ada di
dalam instansi dapat meningkat. Untuk mencapai hal tersebut tentu harus membuat
kebijakan-kebijakan dalam konteks perbaikan arsitektur informasi. Kebijakan-kebijakan
yang dibuat tidak dapat diterapkan langsung ke maturity level 3, akan tetapi harus secara
bertahap mulai dari level 2 kemudian level 3. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tentu saja
harus sesuai dengan pertanyaan yang ada pada maturity level terkait.
5. RA
Pada Responsibility and Accountability terdapat gap yang besar antara kondisi saat ini
(as-is) dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan
Responsibility and Accountability terdapat pada level 2. Sementara kondisi yang
diinginkan adalah pada level 4. Sehingga perlu dilakukan peningkatan agar
tanggungjawab dan akuntabilitas staff yang ada di dalam instansi dapat meningkat. Untuk
mencapai hal tersebut tentu harus membuat kebijakan-kebijakan dalam konteks perbaikan
arsitektur informasi. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak dapat diterapkan langsung ke
maturity level 4, akan tetapi harus secara bertahap mulai dari level 3 kemudian level 4.
Kebijakan-kebijakan yang dibuat tentu saja harus sesuai dengan pertanyaan yang ada pada
maturity level terkait.
6. GPS
Pada Goal Setting and Measurement terdapat gap yang besar antara kondisi saat ini
(as-is) dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan
Goal Setting and Measurement terdapat pada level 2. Sementara kondisi yang diinginkan
adalah pada level 3. Sehingga perlu dilakukan peningkatan tujuan dan pengukuran yang
ada di dalam instansi dapat meningkat. Untuk mencapai hal tersebut tentu harus membuat
kebijakan-kebijakan dalam konteks perbaikan arsitektur informasi. Kebijakan-kebijakan
yang dibuat tidak dapat diterapkan langsung ke maturity level 3, akan tetapi harus secara
bertahap mulai dari level 2 kemudian level 3. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tentu saja
harus sesuai dengan pertanyaan yang ada pada maturity level terkait.
b. Pada AI3
1. AC
Pada Awareness and Communication, terdapat gap yang besar antara kondisi saat ini
(as-is) dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan
Awareness and Communication terdapat pada level 1. Sementara kondisi yang diinginkan
adalah pada level 4. Sehingga perlu dilakukan peningkatan agar dapat meningkatkan
kesadaran dan komunikasi staff intansi. Untuk mencapai hal tersebut tentu harus membuat
kebijakan-kebijakan dalam konteks perbaikan dan peningkatkan infrastruktur serta untuk
meningkat kesadaran dan komunikasi staff instansi. Kebijakan-kebijakan yang dibuat
tidak dapat diterapkan langsung ke maturity level 4, akan tetapi harus secara bertahap
mulai dari level 2 kemudian level 3 dan 4. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tentu saja
harus sesuai dengan pertanyaan yang ada pada maturity level terkait.
2. PSP
Pada Policies, Standards and Procedures terdapat gap yang besar antara kondisi saat
ini (as-is) dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan
Policies, Standards and Procedures terdapat pada level 1. Sementara kondisi yang
diinginkan adalah pada level 4. Sehingga perlu dilakukan peningkatan agar dapat
mencapai kebijakan, standar dan prosedur yang dapat mengatur proses yang terjadi dalam
instansi. Untuk mencapai hal tersebut tentu harus membuat kebijakan-kebijakan dalam
konteks perbaikan dan peningkatkan infrastruktur. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak
dapat diterapkan langsung ke maturity level 4, akan tetapi harus secara bertahap mulai
dari level 2 kemudian level 3 dan 4. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tentu saja harus
sesuai dengan pertanyaan yang ada pada maturity level terkait.
3. TA
Pada Tools and Automation terdapat gap yang cukup besar antara kondisi saat ini (as-
is) dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan Tools
and Automation terdapat pada level 1. Sementara kondisi yang diinginkan adalah pada
level 3. Sehingga perlu dilakukan peningkatan agar alat dan automasi kantor yang dapat
meningkatkan kinerja instansi. Untuk mencapai hal tersebut tentu harus membuat
kebijakan-kebijakan dalam konteks perbaikan dan peningkatkan infrastruktur. Kebijakan-
kebijakan yang dibuat tidak dapat diterapkan langsung ke maturity level 3, akan tetapi
harus secara bertahap mulai dari level 2 kemudian level 3. Kebijakan-kebijakan yang
dibuat tentu saja harus sesuai dengan pertanyaan yang ada pada maturity level terkait.
4. SE
Pada Skill and Expertise terdapat gap yang cukup besar antara kondisi saat ini (as-is)
dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan Skill dan
Expertise terdapat pada level 1. Sementara kondisi yang diinginkan adalah pada level 3.
Sehingga perlu dilakukan peningkatan agar kemampuan dan kinerja staff yang ada di
dalam instansi dapat meningkat. Untuk mencapai hal tersebut tentu harus membuat
kebijakan-kebijakan dalam konteks perbaikan dan peningkatkan infrastruktur. Kebijakan-
kebijakan yang dibuat tidak dapat diterapkan langsung ke maturity level 3, akan tetapi
harus secara bertahap mulai dari level 2 kemudian level 3. Kebijakan-kebijakan yang
dibuat tentu saja harus sesuai dengan pertanyaan yang ada pada maturity level terkait.
5. RA
Pada Responsibility and Accountability terdapat gap yang besar antara kondisi saat ini
(as-is) dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan
Responsibility and Accountability terdapat pada level 2. Sementara kondisi yang
diinginkan adalah pada level 4. Sehingga perlu dilakukan peningkatan agar
tanggungjawab dan akuntabilitas staff yang ada di dalam instansi dapat meningkat. Untuk
mencapai hal tersebut tentu harus membuat kebijakan-kebijakan dalam konteks perbaikan
dan peningkatkan infrastruktur. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak dapat diterapkan
langsung ke maturity level 4, akan tetapi harus secara bertahap mulai dari level 3
kemudian level 4. Kebijakan-kebijakan yang dibuat tentu saja harus sesuai dengan
pertanyaan yang ada pada maturity level terkait.
6. GPS
Pada Goal Setting and Measurement terdapat gap yang besar antara kondisi saat ini
(as-is) dengan kondisi yang diinginkan (to-be). Pada kondisi saat ini, nilai kematangan
Goal Setting and Measurement terdapat pada level 2. Sementara kondisi yang diinginkan
adalah pada level 3. Sehingga perlu dilakukan peningkatan tujuan dan pengukuran yang
ada di dalam instansi dapat meningkat. Untuk mencapai hal tersebut tentu harus membuat
kebijakan-kebijakan dalam konteks perbaikan dan peningkatkan infrastruktur. Kebijakan-
kebijakan yang dibuat tidak dapat diterapkan langsung ke maturity level 3, akan tetapi
harus secara bertahap mulai dari level 2 kemudian level 3. Kebijakan-kebijakan yang
dibuat tentu saja harus sesuai dengan pertanyaan yang ada pada maturity level terkait.
Rekomendasi Tata Kelola

Berdasarkan hasil kuesioner dan pemetaan model maturity terhadap pengelolaan TI di


Lembaga saat ini, maka dibuatlah rekomendasi pengelolaan TI, dimana rekomendasi ini dibuat
untuk meningkatkan tingkat maturity pengelolaan TI sehubungan dengan kegiatan layanan,
pengelolaan, pendataan, dan perbaikan kualitas sumber daya manusia dari BPKAD Nusa Tenggara
Barat.
Berdasarkan visi, misi, tantangan di masa yang akan datang, dan tingginya
harapan kepala, jajaran, dan para pengelola IT di BPKAD Nusa Tenggara Barat terhadap proses
TI. Untuk dapat mendukung pencapaian tujuan BPKAD Nusat Tenggara Barat setidaknya
tingkat maturity pengelolaan TI yang dilakukan minimal harus berada pada tingkat level 4,
dimana untuk Proses IT PO2 yang menekankan pada mendefinisikan arsitektur informasi di level
4 adalah “personil IT memiliki keahlian dan keterampilan yang diperlkan untuk mengmbangkan
dan mempertahankan arsitektur informasi yang kuat dan responsif yang mencerminman kebutuhan
sistem”. Artinya, untuk mencapai tujuan tersebut, maka kepala atau sub-bagian yang terkait
dengan pengelolaan IT dan SDM kepagawai dapat memberikan pelatihan-pelatihan khusus untuk
meningkatkan keahlian setiap personil IT dalam pengelolaan IT pada BPKAD Provinsi Nusa
Tenggara Barat.
Untuk Proses IT AI3 yang menekankan pada memperoleh dan memelihara infrastruktur
teknologi di level 4 adalah “ektensif yang digunakan dalam suatu test/uji kelayakan sistem sesuai
dengan lingkup BPKAD untuk mencapai sasaran yang efektif dan efisien, termasuk proses
perbaikan yang berkelanjutan”. Artinya, untuk mencapai tujuan tersebut, maka kepala atau sub-
bagian yang terkait dengan pengelolaan IT dapat mengembangkan system yang ada saat ini,
apabila system yang digunakan saat ini sudah using dan tidak powerfull, maka kepala atau sub-
bagian terkait dengan sarana dan prasarana dapat mengganti sistem tersebut dengan system yang
baru dan sangat dibutuhkan oleh BPKAD Provinsi NTB saat ini. Hal ini bertujuan untuk
meningkatkan perbaikan pengelolaan IT dan perbaikan layanan BPKAD Provinsi Nusa Tenggara
Barat. Lebih jelas mengenai indikator kinerja dan indikator pencapaian dapat dilihat dari
Pencapaian dan Kinerja TI (IT Goals dan Metrics), Pencapaian dan Kinerja Proses ( Proses Goal
dan Metrik), dan Pencapaian dan kinerja Aktivitas (Activity Goal dan Metrik) berikut
A. Goal and Matrics PO2
1. PO2 untuk menetapkan Arsitektur Informasi BPKAD Provinsi Nusa Tenggara
Barat
PO2 merupakan sebuah proses IT pada Plan and Organize untuk menetapkan
Arsitektur Informasi. Sistem Informasi berfungsi menciptakan dan teratur update model
informasi bisnis dan mendefinisikan sistem yang sesuai untuk mengoptimalkan
penggunaan informasi ini. Hal ini meliputi pengembangan kamus data institusi BPKAD
Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan organisasi aturan sintaks data, skema klasifikasi data
dan tingkat keamanan. Proses ini meningkatkan kualitas pengambilan keputusan kepala
BPKAD, Kepala Bidang, dan Kepala Sub-bagian dengan memastikan bahwa informasi
yang dapat dipercaya dan aman disediakan, dan memungkinkan merasionalisasi sistem
informasi sumber daya untuk tepat sesuai dengan strategi bisnis. Proses IT juga dibutuhkan
untuk meningkatkan akuntabilitas terhadap integritas dan keamanan data dan untuk
meningkatkan efektifitas dan kontrol berbagi informasi di seluruh aplikasi dan entitas.
Kontrol atas proses TI pada BPKAD Provinsi Nusa Tenggara Barat dilakukan
dengan Menentukan arsitektur informasi yang memenuhi persyaratan bisnis IT yang cepat
dalam merespon kebutuhan layanan, untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan
dan konsisten dan mulus mengintegrasikan aplikasi ke dalam proses bisnis dicapai dengan:
a. Memastikan keakuratan informasi arsitektur dan model data yang ada saat ini di
BPKAD Provinsi Nusa Tenggara Barat
b. Klasifikasi informasi menggunakan yang telah disepakati skema klasifikasi yang ada
pada BPKAD Provinsi Nusa Tenggara Barat dimana hal ini dapat diukur dengan:
1) persen redundan / duplikasi elemen data-data yang sudah ada di BPKAD Provinsi
Nusa Tenggara Barat
2) Persen aplikasi tidak sesuai dengan informasi arsitektur metodologi yang
digunakan oleh perusahaan
3) Frekuensi kegiatan validasi data
2. RACI Chart

Sebuah grafik Raci mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab, Akuntabel,


dikonsultasikan dan / atau Informasi.

3. Tujuan dan Metrik PO2


4. P03 Menentukan Arah Teknologi
Manajemen proses Tentukan arah teknologi yang memenuhi kebutuhan bisnis TI
memiliki stabil, biaya-efektif, terpadu dan standar aplikasi sistem, sumber daya dan
kemampuan yang memenuhi saat ini dan masa depan kebutuhan bisnis adalah:

0. Non-existent ketika

Tidak ada kesadaran akan pentingnya perencanaan infrastruktur teknologi untuk


entitas. Pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk mengembangkan suatu
rencana teknologi infrastruktur tidak ada. Ada kurangnya pemahaman bahwa
perencanaan untuk teknologi perubahan adalah penting untuk secara efektif
mengalokasikan sumber daya.

1. Initial / Ad Hoc ketika


Manajemen menyadari pentingnya perencanaan infrastruktur
teknologi. Komponen teknologi perkembangan dan muncul implementasi teknologi
adalah ad hoc dan terisolasi. Ada pendekatan reaktif dan secara operasional difokuskan
untuk infrastruktur perencanaan. Teknologi arah didorong oleh rencana produk
seringkali kontradiktif evolusi dari perangkat lunak perangkat keras, sistem dan vendor
aplikasi perangkat lunak. Komunikasi dampak potensial perubahan dalam teknologi
tidak konsisten.

2. Berulang tapi Intuitif ketika


Kebutuhan dan pentingnya perencanaan teknologi dikomunikasikan. Perencanaan
taktis dan fokus pada solusi untuk menghasilkan masalah teknis, bukan pada
penggunaan teknologi untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Evaluasi perubahan teknologi
yang tersisa untuk berbeda individu yang mengikuti proses intuitif, tetapi mirip .Orang
memperoleh keterampilan mereka dalam perencanaan teknologi melalui tangan-on
belajar dan mengulangi penerapan teknik-teknik. teknik umum dan standar muncul
untuk pengembangan komponen infrastruktur.

3. Ditetapkan ketika
Manajemen menyadari pentingnya rencana infrastruktur teknologi.Infrastruktur
teknologi rencana pengembangan proses cukup sehat dan selaras dengan rencana
strategis TI. Ada didefinisikan, didokumentasikan dan dikomunikasikan dengan baik
rencana teknologi infrastruktur, tapi tidak konsisten diterapkan. Arah infrastruktur
teknologi mencakup pemahaman dimana organisasi ingin memimpin atau tertinggal
dalam penggunaan teknologi, berdasarkan risiko dan keselarasan dengan strategi
organisasi. vendor kunci dipilih berdasarkan pemahaman teknologi jangka panjang
mereka dan rencana pengembangan produk, konsisten dengan arah
organisasi. pelatihan formal dan komunikasi dari peran dan tanggung jawab ada.

4. Dikelola dan terukur ketika


Memastikan manajemen pengembangan dan pemeliharaan rencana infrastruktur
teknologi. Staf TI memiliki keahlian dan keterampilan yang diperlukan untuk
mengembangkan rencana infrastruktur teknologi. Dampak potensial dari perubahan dan
muncul teknologi adalah diperhitungkan. Manajemen dapat mengidentifikasi
penyimpangan dari rencana dan mengantisipasi masalah. Tanggung jawab untuk
pengembangan dan pemeliharaan rencana infrastruktur teknologi telah
ditetapkan.Proses pengembangan rencana infrastruktur teknologi yang canggih dan
responsif terhadap perubahan. Praktek-praktek internal yang baik telah diperkenalkan
ke dalam proses. Sumber daya manusia strategi sejajar dengan arah teknologi, untuk
memastikan bahwa staf TI dapat mengelola perubahan teknologi. Migrasi rencana untuk
memperkenalkan teknologi baru didefinisikan. Outsourcing dan kemitraan sedang
leverage untuk mengakses keahlian yang diperlukan dan keterampilan. Manajemen
telah menganalisis penerimaan risiko mengenai penggunaan timah atau lag teknologi
dalam mengembangkan bisnis baru peluang atau efisiensi operasional.

5. Dioptimalkan ketika
Fungsi penelitian ada untuk meninjau muncul dan berkembang teknologi dan
membandingkan organisasi terhadap norma-norma industri. Arah dari rencana
infrastruktur teknologi dipandu oleh standar industri dan internasional dan
perkembangan, daripada didorong oleh vendor teknologi. Dampak bisnis potensial dari
perubahan teknologi yang ditinjau pada tingkat manajemen senior. Ada adalah
persetujuan eksekutif formal arah teknologi baru dan berubah. Entitas memiliki
infrastruktur teknologi kuat yang rencana mencerminkan kebutuhan bisnis, responsif
dan dapat dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan dalam lingkungan bisnis. Ada
proses terus menerus dan diterapkan di tempat untuk memperbaiki rencana infrastruktur
teknologi. Praktek Industri baik secara ekstensif digunakan dalam menentukan arah
teknologi.
B. Goal and Matrics AI3
1. AI3

2. Perencanaan Aksi
2018 2019 2020 2021
NO AKSI
I II I II I II I II
Memproduksi rencana akuisisi teknologi yang
1 • • • •
sesuai dengan teknologi rencana infrastruktur
2 Merencanakan pemeliharaaan infrastruktur • • • • • • • •
Menyediakan pengembangan dan uji
3 • • • •
infrastruktur lingkungan
Melaksanakan pengendalian internal, keamanan
4 • • • • • • • •
dan mengukur tindakan pengauditan
Mendapatkan professional hokum dan saran
5 •
kontraktual
6 Mendefinisikan prosedur dan standar pengadaan •
Pengadaaan perangkat keras, perangkat lunak
7 dan layanan yang diminta sesuai dengan • • • •
prosedur yang ditetapkan
KEBIJAKAN PERBAIKAN KUALITAS BPKAD NTB

A. Latar Belakang
Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan pada BPKAD NTB Intansi tersebut merupakan
intansi pemerintah yang bertugas untuk mengelola asset dan keuangan daerah NTB. Intansi
tersebut dapat dikatakan sudah dalam tahapan berkembang, dimana intansi tersebut sudah
memiliki struktur organisasi dan intansi telah memiliki divis-divisi yang memiliki pekerjaan-
pekerjaan tertentu. Tetapi perusahaan masih memiliki beberapa kekurangan. Khususnya dalam
bidang IT. Intansi masih memiliki kekurangan pada perencanaan seperti pengadaan yang
belum terdokumentasi dengan baik dan sumber daya yang mengelola bagian IT seperti ahli IT
pada perusahaan yang belum ada. Sejauh ini perusahan hanya menggunakan SIMDA (Sistem
Informasi Manajemen Daerah). Sehingga IT Process yang dipilih yaitu PO2 dan AI3.
IT process PO2 merupakan IT process yang membahas tentang infrastruktur komunikasi dan
sumber daya manusia di bidang IT. Berdasarkan wawancara dan kuisioner yang telah
dilakukan di BPKAD NTB diperoleh data yang kemudian diolah dalam suatu perhitungan.
Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh data yang menunjukan bahwa
karyawan di BPKAD NTB belum mahir dalam mengelola IT, perusahaan belum memiliki ahli
IT dan masih terdapat beberapa sumber daya TI yang masih belum diadakan di BPKAD NTB.
Sehingga dirancang sebua kebijakan yang bertujuan untuk memperbaiki sumber daya IT pada
BPKAD NTB.

B. Tujuan
Tujuan dari kebijakan perbaikan SDM adalah :
1. Menambah tenaga ahli IT
2. Meningkatkan kemampuan dalam menggunakan infrastruktur TI setiap karyawan
3. Meningkatkan penggunaan infrastruktur TI dalam proses bisnis
4. Menambah pengadaan hardware dan software.

C. Pihak Terkait
Kepala UPTB Balai Pemanfaatan dan Pengamanan Aset, Sekretariat, Bagian Anggaran.
D. Pernyataan Kebijakan
1. Perencanaan Infrastruktur dan Sumber Daya TI
a. Menyusun proses perencanaan untuk melakukan review terhadap infrastruktur dan
sumber daya TI untuk memastikan bahwa persediaan infrastruktur dan sumber daya
TI sudah sesuai dengan yang telah direncanakan.
b. Memastikan bahwa perencanaan infrastruktur dan sumber daya TI haruslah sudah
terstandarisasi dengan kondisi yang sekarang dan dapat diprediksi untuk masa yang
akan datang.
2. Infrastruktur dan Sumber Daya TI Saat Ini
a. Melakukan audit atau penilaian secara menyeluruh mengenai infrastruktur dan
sumber daya TI saat ini untuk menentukan apakah infrastruktur dan sumber daya
yang ada sudah mencukupi untuk melakukan proses bisnis saat ini.
3. Infrastruktur dan Sumber Daya TI yang Akan Datang
a. Membuat perkiraan infrastruktur da sumber daya TI secara periodic atau berkala
untuk meminimalisir resiko atau gangguan terhadap kegiatan operasional yang mana
dapat mengakibatkan terjadinya pernurunan kinerja perusahaan.
b. Memproduksi rencana akuisisi teknologi sesuai dengan rencana teknologi
infrastruktur
c. Merencanakan pemeliharaan infrastruktur sehingga penggunaan infrastruktur TI
dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama
4. Ketersediaan Infrastruktur dan Sumber Daya
a. Menyediakan infrastruktur dan sumber daya yang diperlukan dengan tetap
mempertimbangkan beberapa aspek seperti kebutuhan perusahaan, serta kemampuan
dari setiap karyawan guna menunjang kegiatan operasional perusahaan.
b. Menyediakan pengembangan dan uji infrastruktur lingkungan guna tetap menjaga
kondisi area sekitar perusahaan.
5. Pemantauan dan Pelaporan
a. Melakukan pemantauan infrastruktur dan sumber daya TI secara berkelanjutan.
Adapun manfaat dari pemantauan secara berkelanjutan tersebut diantaranya:
 Dapat mengetahui jumlah dan jenis perubahan darurat dari setiap komponen
infrastruktur yang ada.
 Jumlah dari permintaan akuisisi yang beredar.
b. Melengkapi hal-hal yang menjadi perkecualian dalam laporan dengan rekomendasi
tindakan perbaikan.
6. Melakukan uji coba terhadap infrastruktur lingkungan
a. Melakukan konfigurasi terhadap setiap komponen infrastruktur TI guna untuk
mengetahui apakah setiap infrastruktur TI masih berjalan sesuai dengan fungsinya.
Apabila suda tidak sesuai maka akan dilakukan perbaikan kemudian akan dilakukan
uji coba terhadap infrastruktur tersebut.
7. Melaksanakan pengendalian internal perusahaan
a. Komisaris sebagai pemegang kuasa tertinggi dalam BPKAD NTB melakukan kontrol
terhadap internal intansi. Kepala bagian berkoordinasi dan bekerjasama baik dengan
Kepala BPKAD, dan Kepala bagian di masing-masing bidang untuk melaksanakan
operasional perusahaan guna menjalankan layanan.
b. Kepala subbagian tetap melakukan pendifinisian terhadap prosedur dan standar
pengadaan terhadap segala kebutuhan baik infrastruktur maupun sumber daya TI.
8. Melakukan pengukuran terhadap pelaksanakan tindakan pengauditan
a. Secara berkala dilakukan pengauditan atau penilaian terhadap perusahaan, baik itu
infrastruktur TI, sumber daya TI, proses bisnis, maupun karyawan apakah sudah
berjalan sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. Kemudian dari hasil
pengauditan tersebut akan diukur seberapa akurat pengauiditan telah dilakukan.
9. Mendapatkan profesional hukum dan saran konseptual
a. Segala kegiatan operasional yang telah ditetapkan, dijalankan dan diterapkan dalam
perusahaan. Sebisa mungkin pemimpin perusahaan tetap melakukan pengawasan dan
control terhadap kegiatan operasional yang sedang berjalan, apabila ditemui
kejanggalan akan segera diluruskan oleh pemimpin perusahaan.
b. Perusahaan tetap mengikuti aturan hukum yang berlaku baik hukum daerah maupun
nasional guna menjadikan BPKAD NTB yang taat akan hokum.
10. Mendefinisikan prosedur dan standar pengadaan
a. Perusahaan yang baik memiliki standar dan prosedur dalam pengadaan berbagai
infrastruktur dan sumber daya TI. Hal ini bertujuan untuk membuat perusahaan
menjadi teratur dan memiliki pedoman dalam melakukan kegiatan operasional.
11. Pengadaan perangkat keras, perangkat lunak dan layanan yang diminta sesuai dengan
prosedur dan standar yang telah ditetapkan
a. Dengan berpedoman pada prosedur dan standar pengadaan pada infrastruktur dan
sumber daya TI, perusahaan dapat menentukan perangkat keras, pengkat lunak dan
layanan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan guna mengefisiensikan
kebutuhan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko dan menghemat pengeluaran
sehingga keuntungan yang diperoleh oleh BPKAD NTB menjadi lebih maksimal.

E. Penanggung Jawab Aktivitas


RACI Organization Roles
CEO Kepala BPKAD
CFO • Kepala Bidang Anggaran
• Kepala Bidang Perbendaharaan
• Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan
• Sekretariat
CIO • Kepala Balai Pemanfaatan dan Pengamanan Aset
BPO • Kepala BPKAD
HO • Kepala Bidang
• Kepala Subbagian
CA Pengolaan BMD:
• Kepala Sub Bidang Perencanaan Kebutuhan dan Pengadaan BMD
HD • Kasubbag Program
• Kasubbag Umum
• Kasubbag Keuangan
HITA Kepala BPKAD
CARS • Kepala BPKAD
• Kepala UPTB Balai Pemanfaatan dan Pengamanan Aset, beserta
jajarannya
BE Kepala BPKAD