Anda di halaman 1dari 7

SOP HIPOTERMIA PADA BAYI

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/3
UPT PUSKESMAS Ttd Ka.Pusk Dr. MEGAWATI
KLATAKAN NIP. 19740325 200212 2 005

1. Pengertian Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu badan di bawah normal.
Suhu normal pada bayi neonatus adalah adalah 36,5-37,5 derajat
Celsius (suhu ketiak). Hipotermi merupakan salah satu penyebab
tersering dari kematian bayi baru lahir, terutama dengan berat badan
kurang dari 2,5 Kg Gejala awal hipotermi apabila suhu kurang dari 36
derajat Celsius atau kedua kaki dan tangan teraba dingin.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam perawatan


hipotermi pada bayi baru lahir dengan tepat dan benar

3. Kebijakan

4. Referensi Wiknjosantro,hanifa.2008.Ilmu Kebidanan.Jakarta : Yayasan Bina


Pustaka Sarwono Prawirahardjo.
5. Prosedur A. Persiapan alat dan bahan
 Meja bayi
 Kain kering
 Spuit 1 cc
 Spuit 5 cc
 Kapas alcohol
 Vit K1
 Kassa steril
 Talipusat
 Zalf mata
SOP HIPOTERMI PADA BAYI

UPT PUSKESMAS No. Dokumen :


KLATAKAN No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman : 2/3

 Infus mikro
 Surflo 24
 Cairan glucose 10 %
 Plester
 Gunting
B. Persiapan pasien
Menjelaskan pada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan
dilakukan
C. Persiapan lingkungan
D. Pintu dan jendela ditutup, sinar dalam ruangan cukup, invant
wanmer siap pakai

6. Langkah a. Membersihkan inkubator dengan disinfektan setiap hari dan


Langkah bersihkan secara keseluruhan setiap minggu atau setiap akan
dipergunakan
b. Tutup matras dengan kain bersih
c. Kosongkan air reservior (dapat menjadi tempat tumbuh bakteri
berbahaya dan menyerang bayi)
d. Atur suhu inkubator sesuai umur dan berat bayi:
 BB <1500 gram
® umur 1-10 hari : 35°c,
® umur 3-5 minggu : 33°c,
® umur >5 minggu: 32°c
 BB 1500-2000 gram
® umur 1-10 hari : 34°c,
® umur 11hari-4 minggu : 33°c,
SOP HIPOTERMI PADA BAYI

UPT PUSKESMAS No. Dokumen :


KLATAKAN No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman : 3/3

® umur >4 minggu: 32°c


 BB 2100-2500 gram
®umur 1-2 hari: 34°c,
®umur 3 hari-3 minggu : 33°c,
®umur >3minggu : 32°c
 BB >2500 gram
®umur 1-2hari : 33°c,
®umur >2hari : 32°c
(bila jenis inkubator berdinding tebal, setiap perbedaan suhu
antara suhu ruang dan suhu inkubator 7°c naikkan suhu
inkubator 1°c)
e. Hangatkan inkubator sebelum digunakan
f. Bila memerlukan pengamatan seluruh tubuh bayi atau terapi sinar,
lepas semua pakaian bayi dan segera kenakan pakaian kembali
setelah pengamatan terapi selesai
g. Tutup inkubator secepat mungkin, jaga lubang selalu tertutup agar
inkubator tetap hangat
h. Gunakan satu inkubator untuk satu bayi
i. Periksa suhu inkubator dengan termometer ruangan dan ukur suhu
bayi peraksila setiap jam dalam 8 jam pertama kamudian setiap 3
jam
 Bila suhu <36°c atau >37°c, atur suhu inkubator secepatnya
 Bila suhu inkubator tidak sesuai dengan suhu yang sudah
diatur, berarti inkubator tidak berfungsi baik. Atur suhu inkubator
sampai tercapai suhu yang dikehendaki atau gunakan cara lain
untuk menghangatkan bayi
SOP HIPOTERMI PADA BAYI

UPT PUSKESMAS No. Dokumen :


KLATAKAN No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman : 2/3

j. Bila bayi tetap dingin walau suhu inkubator telah diatur, lakukan
managemen penanganan suhu tubuh abnormal
k. Pindahkan bayi ke ibu secepatnya apabila bayi sudah tidak
menunjukkan tanda-tanda sakit
Ruangan hangat
Ruangan hangat untuk menghangatkan bayi BBL sering membuat
petugas tidak nyaman, sehingga menurunkan suhu ruangan tanpa
menambah alat penghangat untuk bayi.
Cara menggunakan ruangan hangat bagi BBLR yaitu:
1. Pastikan bayi diberi pakaian hangat dan kepala diberi topi
2. Pastikan suhu ruangan paling renda 26°c
a.BB 1500-2000 gram suhu ruangan 28-30°c
b. BB >2000 gram suhu ruangan 26-28°c
3. Letakkan bayi dalam boks di dalam kamar, jauhkan dari dinding
yang dingin, jendela dan aliran udara
4. ukur suhu tubuh bayi dan ruangan 4x sehari
5. pada malam hari, tambhakan sumber panas
Pemantauan
1. Kenaikan berat badan dan pemberian minum setelah 7 hari
 Bayi akan kehilangan berat selama 7-10 hari pertama. Bayi
dengan berat lahir >1500 gram dapat kehilangan berat sampai
10%. Berat lahir biasanya kembali dalam 14 hari kecuali apabila
ada komplikasi
 Setelah berat lahir tercapai kembali, kenaikan berat badan
selama 3 bulan seharusnya:
a. 150-200 g seminggu untuk bayi <1500 gram (misalnya 20-30
SOP HIPOTERMI PADA BAYI

UPT PUSKESMAS No. Dokumen :


KLATAKAN No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman : 3/3

g/hari)
b. 200-250 g seminggu untuk bayi 1500-2500 gram (misalnya
30-35 g/hari)
 Bila bayi sudah mendapat ASI secara penuh (pada semua
kategori berat) dan telah berusia lebih dari 7 hari:
a. Tingkatkan jumlah ASI dengan 20 ml/kg/hari sampai tercapai
jumlah 180 ml/kg/hari
b. Tingkatkan jumlah ASI sesuai dengan kenaikan berat bayi
agar jumlah pemberian ASI tetap 180 ml/kg/hari
c. Apabila kenaikan berat tidak adekuat, tingkatkan jumlah
pemberian ASI sampai 200 ml/kg/hari
d. Apabila kenaikan berat tetap kurang dari batas yang telah
disebutkan diatas dalam waktu lebih seminggu padahal bayi
sudah mendapat ASI 200 ml/kg bb/hari, tangani sebagai
kemungkinan kenaikan berat badan tidak adekuat
7. Bagian alir

8. Unit terkait Ruang bersalin


Polindes
Ponkesdes
pustu

9. Dokumen Rekam medik dan KIA


Terkait
SOP HIPOTERMI PADA BAYI

UPT PUSKESMAS No. Dokumen :


KLATAKAN No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman : 2/3
SOP HIPOTERMI PADA BAYI

UPT PUSKESMAS No. Dokumen :


KLATAKAN No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman : 3/3