Anda di halaman 1dari 9

ANALISA JURNAL

PENGARUH TEHNIK EFFLUERAGE MASSAGE TERHADAP PERUBAHAN


NYERI PADA IBU POST PARTUM DIRUMAH SAKIT SARININGSIH
BANDUNG

Disusun Oleh :
Kadek Noviani (070116B034)
Nur Kholifah (070116B055)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
UNGARAN
2017
ANALISIS JURNAL
1. LATAR BELAKANG
a. Judul Jurnal Keperawatan
Pengaruh Tehnik Effluerage Massage Terhadap Perubahan Nyeri Pada Ibu Post Partum
Dirumah Sakit Sariningsih Bandung
b. Tujuan Analisis Jurnal
Tujuan Umum:
Untuk mengetahui pengaruh massage effleurage terhadap penurunan perubahan nyeri
pada ibu post partum
Tujuan Khusus:
1) Menjelaskan manfaat dari massage effluerage untuk menurunkan nyeri pada ibu post
partum
2) Menjelaskan gambaran massage effleurage sebagai kombinasi dalam
penatalaksanaan menurunkan nyeri post partum
3) Memberikan informasi tambahan untuk penanganan kombinasi dalam
penatalaksanaan menurunkan nyeri dengan tehnik massage effleurage pada ibu post
partum
4) Merekomendasikan rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan dalam menangani
ibu post partum yang mengalami nyeri.
2. METODE PENELITIAN
a. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian
analitik pra-eksperimental dan pendekatannya adalah one group pretest-
posttest
b. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 responden yaitu ibu post partum
normal berdasarkan kriteria insklusi
c. Instrument/alat ukur : Penelitian ini menggunakan lembar observasi dengan
skala nyeri (Numerik Rating Scale/NRS) untuk mengukur skala nyeri
sebelum dan setelah diberikan intervensi. Observasi nyeri dilakukan pada
saat pasien mengalami nyeri sebelum dan setelah dilakukan teknik effleurage
massage dalam rentang 2 jam setelah partus. Pre-test dilakukan pada saat ibu
mengalami nyeri, kemudia dilakukan teknik effleurage massage selama
kontraksi berlangsung, setelah itu dilakukan posttest. Hasil pretest dan
posttest dijumlahkan, sehingga didapatkan rata-rata nilai pretest dan posttest
.
3. HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa Rata-rata rentang skala nyeri yang
dialami ibu post partum sebelum dilakukan teknik effleurage massage berada pada skala
nyeri antara 3–7, dimana kebanyakan ibu berada pada skala nyeri 5. Sedangkan Rata-rata
rentang skala nyeri yang dialami ibu post partum setelah dilakukan teknik effleurage
massage berada pada skala nyeri antara 1–5, dimana kebanyakan ibu skala nyerinya
menjadi skala 3.
Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji t-Dependent pada tingkat kemaknaan
95% (α = 0,05). Nilai rata-rata tingkat nyeri ibu post partum sebelum dilakukan massage
effleurage yaitu 5.00 sedangkan rata-rata tingkat nyeri ibu post partum sesudah dilakukan
masaage effleurage yaitu 3.05. Hasil analisis diperoleh bahwa nilai P value 0.000 <0.05
(α), maka H0 ditolak yang berarti bahwa ada pengaruh teknik effleurage massage terhadap
perubahan nyeri pada ibu post partum
 Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Penurunan Nyeri Pada Ibu Post Partum
Teknik effleurage massage mempunyai manfaat yaitu memberikan rasa nyaman,
menimbulkan relaksasi, serta merangsang produksi hormon endorphin yang
menghilangkan rasa sakit secara ilmiah. Penelitian ini didukung oleh teori dari Melzack
dan Wall (1965) tentang Gate Control Theory dimana dengan melakukan teknik
effleurage massage dapat menghambat nyeri kontraksi uterus karena serabut A Delta
akan menutup gerbang sehingga Cortex Cerebri tidak menerima pesan nyeri yang sudah
diblokir oleh Counter stimulasi masase ini sehingga persepsi nyeri dapat berubah.
Effleurage adalah bentuk masase dengan menggunakan telapak tangan yang
memberi tekanan lembut ke atas permukaan tubuh dengan arah sirkular secara berulang
(Reeder, 2011 : 676). Teknik ini bertujuan untuk untuk meningkatkan sirkulasi darah,
memberi tekanan, dan menghangatkan otot abdomen serta meningkatkan relaksasi fisik
dan mental. Effleurage merupakan teknik masase yang aman, mudah untuk dilakukan,
tidak memerlukan banyak alat, tidak memerlukan biaya, tidak memiliki efek samping dan
dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan orang lain (Ekowati, dkk. 2011). Reeder
(2011) mengemukakan bahwa effleurage adalah bentuk masase berupa usapan lembut,
panjang, dan tidak terputus-putus sehingga dapat menimbulkan relaksasi. Beberapa
penelitian sebelumnya juga menjelaskan bahwa massage effleurage efektif diberikan
sebagai terapi untuk menurunkan skala nyeri seperti nyeri pada kala 1dan nyeri karena
disminore.
4. PEMBAHASAN
a. Pelaksanaan pemberian massage effleurage
Pelaksanaan pemberian massage effleurage belum secara efektif dilaksanakan diruang
Ponek 2. Biasanya untuk menurunkan nyeri ibu post partum masih diberikan tindakan
secara farmakologi dengan pemberian obat. Dan untuk tehnik non farmakologi masih
dengan relaksasi nafas dalam dan mobilisasi. Tehnik massage effleurage bisa dilakukan
oleh perawat atau bidan untuk tindakan mandiri dalam menurunkan nyeri pada ibu post
partum.
b. Uji Responden Ruang Ponek 2
No. Responden Skala nyeri sebelum Skala nyeri sesudah diberikan massage
diberikan massage effluerage
effluerage
1 Ny.W 6 4
2 Ny. Y 5 3

Kriteria inklusi :
1. Pasien post partum spontan hari ke-1yang mengalami nyeri karena kontraksi uterus
2. Pasien yang tidak dalam pengaruh analgesic
3. Pasien yang bersedia diberikan terapi massage effluerage
Kriteria eksklusi :
1. Pasien post partum dengan SC
2. Pasien yang mempunyai komplikasi pasca melahirkan
3. Pasien yang menolak diberikan terapi massage effleurage
c. Kesahihan Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimental dengan rancangan pre-post tes
dalam satu kelompok (one group pre-post test design). Sampel pada penelitian terdiri
dari 20 responden ibu post partum normal dengan kriteria inklusi: ibu post partum
normal, pasien yang tidak dalam pengaruh analgesic dan pasien yang kooperatif dan
bersedia menjadi responden. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan Numeric
Rating Scale (NRS) sebagai alat untuk mengukur skala nyeri pasien sebelum dan
sesudah dilakukan tindakan. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu uji t-
dependen dengan nilai α=0,05.
d. Kesahihan Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap
perubahan skala nyeri antara sebelum dan sesudah dilakukan terapi massage effluerage
pada ibu post partum di Rumah Sakit Sariningsih Bandung, dengan nilai p = 0,000
(p<0,05) dan H0 ditolak
e. Hasil penelitian dihubungkan dengan kondisi di klinik
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan
terhadap perubahan skala nyeri antara sebelum dan sesudah dilakukan terapi massage
effluerage pada ibu post partum di Rumah Sakit Sariningsih Bandung, dengan nilai p =
0,000 (p<0,05) dan H0 ditolak
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di ruangan selama 6 hari Di rumah
sakit Dr Moewardi khususnya di Ruang Ponek 2, rata-rata ibu post partum mengalami
nyeri pasca melahirkan rata-rata sampai 3 hari.
Perubahan fisiologis maupun psikologis yang dialami oleh ibu post partum, salah
satunya adalah kontraksi uterus. Intensitas kontraksi uterus meningkat secara bermakna
setelah persalinan bayi, yang merupakan respon segera untuk mengurangi jumlah
volume intra uterus atau biasa disebut dengan involusi uterus.Involusi uterus
mengakibatkan terjadinya pengeluaran hormon oksitosin yang dilepas oleh kelenjar
hipofisis yang dapat memperkuat dan mengatur kontraksi uterus, mengompresi
pembuluh darah dan membantu proses hemostasis. Kontraksi uterus dapat diperkuat
pada saat proses menyusui karena oksitosin dapat dilepaskan ketika bayi mengisap ASI
(Maryunani, 2009:1). Kontraksi uterus ini terjadi secara fisiologis dan menyebabkan
nyeri yang dapat mengganggu kenyamanan ibu di masa setelah melahirkan/post partum
(Maryunani, 2009 : 7). Rasa sakit (after pain) seperti mulas-mulas disebabkan karena
kontraksi uterus yang berlangsung 2–4 hari post partum.
Terapi kolaborasi yang biasanya diberikan untuk menurunkan nyeri pada ibu post
partum adalah terapi farmakologi berupa analgetik seperti ketorolak dan asam
mefenamat. Ketorolak merupakan jenis analgesic yang diberikan untuk menurunkan
skala nyeri begitupun dengan asam mefenamat bisa menurunkan nyeri akibat
peradangan. Untuk penatalaksanaan keperawatan nonfarmakologi sudah diterapkan
dengan mobilisasi miring kanan dan kiri dan latihan duduk untuk mengurangi nyeri ibu
post partum.
Salah satu terapi non farmakologi yang lain yaitu dengan massage effleurage.
Effleurage adalah bentuk masase dengan menggunakan telapak tangan yang memberi
tekanan lembut ke atas permukaan tubuh dengan arah sirkular secara berulang (Reeder,
2011 : 676). Tindakan utama effleurage massage merupakan aplikasi dari teori Gate
Control yang dapat “menutup gerbang” untuk menghambat perjalanan rangsang nyeri
pada pusat yang lebih tinggi pada sistem saraf pusat.
Langkah-langkah melakukan teknik ini adalah kedua telapak tangan melakukan
usapan ringan, tegas dan konstan dengan pola gerakan melingkari abdomen, dimulai dari
abdomen bagian bawah di atas simphisis pubis, arahkan ke samping perut, terus ke
fundus uteri kemudian turun ke umbilicus dan kembali ke perut bagian bawah diatas
simphisis pubis (Pilliteri,1993), bentuk pola gerakannya seperti “kupu-kupu”. Ulangi
gerakan di atas selama 3–5 menit dan berikan lotion atau minyak/baby oil tambahan
jika dibutuhkan (Berman, Snyder, Kozier, dan Erb, 2009 : 341)
- Kelebihan
Terapi ini mudah dilakukan dan dapat dilakukan sebagai salah satu terapi
komplementer dan alternatif di klinik untuk menurunkan nyeri yang dirasakan ibu
post partum, sehingga mengurangi penggunaan analgesik. Massage ini juga dapat
dilakukan oleh pasien sendiri untuk menurunkan nyerinya. selain itu massage ini
yang dilakukan dengan baby oil akan membuat ibu merasa lebih rileks dan tenang.
Tidak hanya menurunkan nyeri pada ibu post partum, massage ini dapat menurunkan
nyeri disminore atau nyeri persalinan kala I.
- Kekurangan
Terapi ini tidak dapat dilakukan pada ibu post partum dengan SC karena ada luka
post sc di perut ibu.
5. IMPLIKASI KEPERAWATAN
a. Kemungkinan Penerapan Hasil Penelitian di Klinik
Hasil penelitian ini dapat diterapkan pada pasien post partum spontan yang
mengalami nyeri karena mudah dilakukan dan menimbulkan efek pengurangan nyeri.
b. Rekomendasi atau Rencana Tindak Lanjut
1) Rumah Sakit
Bagi rumah sakit diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan
gambaran untuk memotivasi tindakan pelayanan lebih lanjut agar lebih baik dari
sebelumnya dan dengan adanya penelitian ini diharapkan kedepannya pihak
rumah sakit dapat memfasilitasi dari tindakan keperawatan mandiri perawat dan
bidan pada pasien sesuai dengan masalah keperawatan nyeri.
2) Perawat dan Bidan
Bagi perawat dan Bidan diharapkan agar penelitian ini dapat memotivasi dan
dapat diterapkan sebagai salah satu terapi modalitas yang bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan tindakan keperawatan mandiri untuk mengurangi
nyeri pada pasien post partum spontan.
3) Pasien
Bagi pasien diharapkan penelitian ini dapat di terapkan untuk diri sendiri dan
orang lain yang mengalami kondisi yang sama agar dapat mengurangi nyeri pasca
persalinan normal.
4) Keluarga
Bagi keluarga diharapkan agar penelitian ini dapat menjadi gambaran bagi
keluarga sehingga dapat mengantisipasi secara mandiri dalam mengatasi nyeri
pada pasien pasca melahirkan normal.
DAFTAR PUSTAKA

Goodman & Gilman. (2011). Dasar Farmakologi Terapi (ed. 10). Jakarta: EGC.
Otto, S.E. (2010). Buku Saku Keperawatan Onkologi. Jakarta: EGC.
Utami. (2008). Pelatihan Relaksasi. Studi Pendahuluan Multemedia Interaktif.
Andarmoyo, S. 2013. Konsep dan proses keperawatan nyeri. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media.
Berman, A., Snyder, S., Kozier, B., & Erb, G. 2009. Buku ajar praktik 9keperawatan klinis. Ed.
5.Jakarta : EGC

Dwi. 2013. Pengaruh teknik relaksasi autogenic terhadap skala nyeri pada ibu post SC di RSUD
Banyumas. Keperawatan. Diunduh tanggal 26 Desember 2017, from http:// keperawatan.
unsoed. ac.id /sites/default /files/ dwi_skripsi_p57-p75.pdf

Ekowati R., Wahjuni, E.S., & Alifa, A. 2012. Efek teknik masase effleurage pada abdomen
terhadap penurunan intensitas nyeri pada disminore primer mahasiswi PSIK FKUB
Malang.Poltekes Malang. Diunduh tanggal 26 Desember 2017, from http://Efek-teknik-
masase-EFFLURAGE-pada-abdomen-terhadap-penurunan-intensitas-nyeri-pada-
dismenore-primer-Mahasiswi-PSIK-FKUB-Malang..pdf

Fauziyah, I. Z. 2013. Efektivitas teknik effleurage dan kompres hangat terhadap penurunan
tingkat disminore pada siswi SMAN 1 Gresik.Jurnal Skripsi. Retrieved Juli 17, 2013, from
http://lppmunigresblog.files.wordpress.com/2013/06/jurnal-iin.pdf

Fitrianingrum, Indanah & Suwarto. 2013. Pengaruh teknik relaksasi effleurage terhadap
penurunan nyeri pada pasien post appendictemydi rumah sakit umum daerah kabupaten
kudus. JIKK, Vol. 4, No. 2, Juli 2013. Diunduh tanggal 26 Desember 2017, from http://
www.google. co.id /journal.stikesmuhkudus.ac.id

Kozier,B. (2004). Fundamental ofnursing concepts, process and practice 7thedition.New Jersey:
Pearson Education, Inc.

Pilliteri, A, 1993. Buku saku perawatan kesehatan ibu dan anak. Jakarta : EGC