Anda di halaman 1dari 17

Kritisi Jurnal Epidemiologi

JUDUL ARTIKEL: FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG
KORONER PADA KELOMPOK USIA ≤45 TAHUN

Sumber : Supriyono, Mamat. 2008. Faktor-Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Kelompok Usia
≤45 Tahun. Diakses melalui pada tanggal 5 Maret 2017

No Komponen Hasil Analisa Bukti/Saran


1. The Essential Questions
a. How were the Jurnal yang akan dianalisa menggunakan artikel
papper identified? yang di publikasikan melalui Scholar Google.co.id
Dengan menggunakan kata kunci “HIV/AIDS,
Injection Drug dan Epidemiology”dengan
pembatasan 2013-2017, teks lengkap dan
dilakukan peninjauan oleh ahli
b. How was the quality Jurnal ini memiliki kualitas rendah setelah Bukti : Lampiran 1. Penilaian Kualitas Artikel dengan
of the papper jurnal dilakukan penilaian kualitas jurnal menggunakan menggunakan penilaian kualitas jurnal dengan critical
dengan nama file penilaian kualitas jurnal dengan critical appraisal appraisal tool
documents assesed? tool untuk jenis penelitian Cross Sectional
c. How were the result Ringkasan hasil penelitian terdapat juga di dalam Bukti : dari 916 pengguna obat dengan menggunakan
summarised? abstrak dengan penjelasan yang yang sangat jarum suntik, didapatkan 96,4% menggunakan heroin
terinci, spesifik dan sangat baik. selama 1 tahun terakhir, 93,4% memiliki pengetahuan
yang kurang tentang HIV/AIDS, 16,8% memakai jarum
suntik bergantian dan 12,2% tidak memakai kondom saat
berhubungan seks dengan Pekerja seks pada masa lalu.
Pemakaian injeksi sangat dengan suku yang minoritas,
tingkt pendidikan yang lebih rendah dan kurangnya
pendidikan sebaya dalam kurun waktu satu tahun
teraakhir. Pada umur 18-30 tahun kemungkinan terjadi
peningkatan seks. Usia, tempat tinggal, dan penggunaan
metamfetamin dalam satu tahun terakhir.
2. The spesific Question
a. Introduction
1. Abstract - Abstrak berisi latar belakang, tujuan, mettode Bukti : penyakit jantung dan pembuluh darah telah
yang digunakan dalam penelitian, hasil dari menggantikan peran penyakit tuberkulosis paru sebagai
penelitian yang dilakukan, kesimpulan dari penyakit epidemik di negara-negara maju, terutama pada
penelitian, saran untuk melaksanakan laki-laki. Pada saat ini penyakit jantung merupakan
perilakuhidup sehat pada responden dan kata penyebab kematian nomor satu di dunia. Pada tahun 1999
kunci yang digunakan dalam mencari artikel sedikitnya 55,9 juta atau setara dengan 30,3 % kematian
tersebut untuk memudahkan pencarian. diseluruh dunia disebabkan oleh penyakit jantung.
- Abstrak disusun terdiri atas 424 kata, yang Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), 60 % dari
berisi tentang informasi secara detail dan seluruh penyebab kematian penyakit jantung adalah
lengkap mengenai isi dari artikel. penyakit jantung koroner (PJK). Di Indonesia, penyakit
- Penulisan artikel memenuhi kaidah tulisan jantung juga cenderung meningkat sebagai penyebab
ilmiah. kematian. Data survei kesehatan rumah tangga (SKRT)
- Latar belakang di dalam abstrak berisi tentang tahun 1996 menunjukkan bahwa proporsi penyakit ini
angka kejadian atau prevalensi penyakit meningkat dari tahun ke tahun sebagai penyebab
jantung koroner baik yang ada di Indonesia kematian.
maupun yang ada di luar negeri, penyakit
jantung koroner saat ini menggantikan peran
penyakit TB sebagai penyakit epidemik di Saran : di latar belakang perlu ditambahkan faktor
negara-negara maju. Selain itu dilam latar penyebab utama terjadinya PJK.
belakang juga berisi tentang dampak yang
diakibatkan penyakit jantung yaitu bisa
menyebabkan kematian.
2. Background - Dijelaskan tentang prevalensi penyakit PJK di Bukti :
Indonesia yang dari tahun ke tahun meningkat
Data survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 1996
- Dijelaskan tentang faktor risiko, tanda dan
menunjukkan bahwa proporsi penyakit ini meningkat dari
gejala PJK tahun ke tahun sebagai penyebab kematian. Tahun 1975
kematian akibat penyakit jantung hanya 5,9 %, tahun 1981
meningkat sampai dengan 9,1 %, tahun 1986 melonjak
menjadi 16 % dan tahun 1995 meningkat menjadi 19 %.
Sensus nasional tahun 2001 menunjukkan bahwa kematian
karena penyakit kardiovaskuler termasuk penyakit jantung
koroner adalah sebesar 26,4 %,(7) dan sampai dengan saat ini
PJK juga merupakan penyebab utama kematian dini pada
sekitar 40 % dari sebab kematian laki-laki usia menengah. (
faktor risiko seseorang untuk menderita PJK ditentukan
melalui interaksi dua atau lebih faktor risiko (9) antara lain :
1. Faktor yang tidak dapat dikendalikan (nonmodifiable risk
factors). (10)
a. Keturunan
b. Umur, makin tua risiko makin besar.
c. Jenis kelamin, pria mempunyai risiko lebih tinggi dari pada
wanita (wanita
risikonya meningkat sesudah menopouse)
2. Faktor yang dapat dikendalikan (modifiable risk factors) (11)
a. Dyslipidaemia.
b. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
c. Merokok
d. Penyakit Diabates Mellitus
e. Stres
f. Kelebihan berat badan dan obesitas.
Tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh PJK meliputi rasa
berat, tertekan, nyeri, diremas-remas di dada tengah yang
dalam (angina pectoris) sebagai tanda otot jantung
kekurangan oksigen.

Saran : perlu ditambahkan jenis-jenis intervensi awal


3. Purpose Tujuan dalam penelitian ini terdiri dari tujuan Bukti :
umum dan tujuan khusus yang dicantumkan jelas
Tujuan Umum penelitian ini dimaksudkanksudkan untuk
dalam sub bab latar belakang
mengetahui besarnya pengaruh faktor risiko yang dapat
dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi terhadap
kejadian PJK pada usia < 45 tahun.
Tujuan Khusus
1. Menentukan berapa besar pengaruh riwayat penyakit
jantung pada keluarga terhadap kejadian PJK.
2. Menentukan berapa besar pengaruh kebiasaan
merokok terhadap kejadian PJK.
3. Menentukan berapa besar pengaruh riwayat tekanan
darah tinggi (hipertensi) terhadap kejadian PJK.
4. Menentukan berapa besar pengaruh dislipidemia
yaitu : kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL
dan kadar trigliserida secara bersama-sama atau sendiri-
sendiri terhadap kejadian PJK.
5. Menentukan berapa besar pengaruh inaktivitas fisik
terhadap kejadian PJK.
6. Menentukan berapa besar pengaruh penyakit diabetes
mellitus terhadap kejadian PJK.
7. Menentukan berapa besar pengaruh kegemukan
(obesitas) terhadap kejadian PJK.
8. Menentukan berapa besar pengaruh keadaan
sosioekonomik yang kurang baik terhadap kejadian PJK.
9. Menentukan berapa besar pengaruh kurangnya
pengetahuan tentang penyakit jantung terhadap kejadian
PJK.
10. Menentukan berapa besar pengaruh pola diet yang
tidak sehat terhadap kejadian PJK.
4. Advantage Manfaat penelitian disebutkan dalam latar Bukti :
belakang secara jelas. Hasil penelitian ini diharapkan
dapat memberikan sumbangan dan manfaat bagi Program Pelayanan Kesehatan
program kesehatan, masyarakat, dan ilmu - Memberikan informasi tentang faktor-faktor risiko yang
pengetahuan. berpengaruh terhadap kejadian PJK.
- Memberikan sumbangan untuk program pencegahan
dan pengendalian untuk mengurangi kejadian PJK.
b. Memberikan informasi pada masyarakat mengenai
faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian PJK,
sehingga masyarakat dapat mengetahui dan melakukan
pencegahan.
c. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk
pengembangan ilmu kesehatan khususnya ilmu
epidemiologi dan sebagai bahan informasi untuk
penelitian selanjutnya.
5. Hipotesa Dalam artikel hipotesa dituliskan secara jelas yang Bukti :
terdiri dari hipotesa mayor dan hipotesa minor
Hipotesis Mayor
Faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan faktor risiko
yang tidak dapat dimodifikasi secara sendiri-sendiri atau
bersama-sama berpengaruh terhadap kejadian PJK pada
usia < 45 tahun.
Hipotesis Minor
1. Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko terhadap
kejadian PJK pada usia < 45 tahun.
2. Hipertensi merupakan faktor risiko terhadap kejadian
PJK pada usia < 45 tahun.
3. Dislipidemia yaitu : kolesterol total, kolesterol HDL,
kadar triglisedrida, dan rasio kolesterol total dengan
kolesterol HDL secara sendiri-sendiri atau bersama-sama
merupakan faktor risiko terhadap kejadian PJK pada usia
<45 tahun.
4. Riwayat penyakit keluarga merupakan faktor risiko
terhadap kejadian PJK pada usia < 45 tahun.
5. Kurang berolah raga (inaktifitas fisik) merupakan
faktor risiko terhadap kejadian PJK pada usia < 45 tahun.
6. Diabetes melitus merupakan faktor risiko terhadap
kejadian PJK pada usia < 45 tahun.
7. Obesitas merupakan faktor risiko terhadap kejadian
PJK pada usia < 45 tahun.
8. Pengetahuan yang kurang tentang penyakit jantung
merupakan faktor risiko terhadap kejadian PJK pada usia
< 45 tahun.
9. Pola diet yang tidak sehat merupakan faktor risiko
terhadap kejadian PJK pada usia < 45 tahun.
10. Keadaan sosial ekonomi rendah merupakan faktor
risiko terhadap kejadian PJK pada usia < 45 tahun.
6. Theory Teori dituliskan secara jelas dalam sub bab Bukti :
tinjauan pustaka yang tersendiri di dalam artikel.
- Konsep teori hanya dijelaskan secara lengkap
- Epidemiologi
- Definisi dan gejala penyakit
- Faktor-faktor resiko
b. Design
1. Apakah topik Ya, Topik dalam artikel yang ditemukan bisa di Bukti :
dapat indentifikasi dengan baik
diidentifikasi - Judul dari artikel menggambrkan isi dari artikel
dengan baik? secara jelas dan menarik
- Abstrak artikel menjelaskan isi dari hasil
penelitian dari artikel
- Abstrak mampu menjelaskan secara isi dari
artikel hasil penelitian.
2. Metode statistik - Penelitian dalam artikel yang dianalisa Bukti :
apa yang dapat menggunakan design Cross Sectional
dijelaskan? dengan menggunakan Snow Ball - Individuals were invited to participate if they
Sampling. Metode penelitian di dalam were 18–60 years old, had a history of at least
artikel menjelaskan prevalensi kejadian one drug in- jection in the previous year, not
HIV di kalangan pengguna narkoba previously diagnosed with HIV, willing to provide
dengan jarum suntik yang bergantian informed consent to participate in the survey
- Analisa statistik untuk menguji demografi and provide a blood sample for HIV testing.
dan perilaku partisipant Eligible participants were notified of potential
- Analisa univariat dan multivariat. Model risks and benefits of study participation and
regresi untuk mengidentifikasi faktor- understood that partici- pation was voluntary.
faktor yang terkait dengan kesadaran Written informed consent was obtained from
pengetahuan HIV/AIDS, pengguna jarum all subjects who were eligible and willing to
suntik bergantian dan penggunaan kondom participate. Subjects were given 30 RMB (about
pada pekerja seks komersial 5 USD) for their participation, and the study
was reviewed and approved by the Ethics
committee of Wannan Medical College, China.
- Descriptive analysis was used to examine
the demo- graphic and behavioral
characteristics of study partici- pants.
Univariate analysis and multivariate logistic
regression models were used to identify
factors related to HIV/AIDS knowledge
awareness, receptive sharing of syringes, and
inconsistent condom use. Variables that had a
significance level of p < 0.10 in the univariate
ana- lysis were considered potential factors
for inclusion in the multivariate models. Final
multivariate models were determined by
performing stepwise backward elimin- ation
to remove covariates not significant at the P <
0.05 level. The adjusted odds ratios (OR) and
95 % confi- dence intervals (CIs) are reported.
Data entry was done in Epi Info 3.5. The
c. Conduct
1. Apakah studi Tidak, dalam artikel tidak dijelaskan studi desain Bukti :
desain review review secara terinci.
dijelaskan secara - Pemilihan partisipan tidak dikategorikan sesuai
terperinci? dengan parameter yang sudah ditentukan, tetapi
diambil secara snow balla sampling
- Two groups were stratified according to
whether they got a six or higher HIV-related
knowledge score. HIV/AIDS knowledge
awareness was defined as a total score greater
than or equal to six points, otherwise de- fined
as unawareness. Participants were asked about
the frequency and types of drugs used during
the past year, injection was defined as
intravenous, intramuscular, or subcutaneous.
Receptive sharing of syringes was de- fined as
having injected with a needle and syringe that
someone else had previously used to inject.
Participants were asked about the frequency
of condom use if they reported commercial
sex intercourse during the past year, and if
they reported not always using condoms with
any of their commercial sexual partners, they
were clas- sified as inconsistent condom users.
Blood samples were collected from all eligible
participants and used to assess the presence of
HIV. Initial screening was conducted using
ELISA method (ELISA-1) and confirmation
tests were done on positive cases using a
different ELISA method (ELISA-2). A result
was considered positive only if the confirmation
test was also positive.
2. Apakah terdapat Tidak, Informasi yang diberikan perlakuan Bukti :
missing dijelaskan secara terperinci di dalam artikel
informasi? - A total of 916 participants were recruited and
completed the survey and HIV testing. Overall,
three subjects were HIV-positive. The majority
of participants were male(78.4 %) and of Han
ethnicity (98.5 %). Most participantsreported a
history of heroin use (96.4 %) during the past
year. A total of 856 (93.4 %) participants had
HIV/AIDS knowledge, 154 (16.8 %) participants
reported receptivesharing of syringes, and 112
(12.2 %) reported unpro tected commercial sex
in the past year.
d. Analysis
1. Apakah data - Ya, data dasar artikel dideskripsikan sangat Bukti :
dasar jelas. Hasil dituliskan dengan jelas
dideskripsikan menggunakan dua analisa - Univariate Analysis
dengan jelas? 1. analisa univariat potensi faktor yang Table 2 presents the univariate analyses of
terkait yang berhubungan dengan potentialassociated factors related to HIV/AIDS
HIV/AIDS meliputi kesedaran, tempat knowledge awareness, receptive sharing of
tinggal, pengetahuan dan penggunaan syringes and inconsistent condom use,
kondom pada pekerja seks komersial respectively.Older age, higher education, and
2. analisa multivariat potensi yang terkait peer education pre- dicted higher level of
yang berhubungan dengan HIV/AIDS HIV/AIDS knowledge awareness, while non-
local residence, and ethnic minority predicted
lower level of HIV/AIDS knowledge
awareness. Non- local residence, ethnic
minority and history of other drug use were
risk factors for receptive sharing of syrin- ges,
while being recruited from community,
female, higher education, and peer education
predicted lower risk of receptive sharing of
syringe. Sharing of syringes was also positively
associated with inconsistent condom use. Non-
local residence, history of methamphetamine
use, and history of other drugs use were risk
factors for in- consistent condom use, while,
older age, being married or cohabiting, higher
education, and peer education in the past
year decreased the risk of inconsistent condom
use.
- Multivariate Logistic Regression
Tables 3, 4, 5 shows the multivariate analysis of
potential associated factors related to HIV/AIDS
knowledge awareness, receptive sharing of
syringes, and inconsist- ent condom use,
3. Apakah terdapat Ya, terdapat hasil publikasi yang bias sebagai Bukti :
hasil publikasi bahan review.
yang bias sebagai - Most interventions in China that aim to
bahan review? - Peningkatan jumlah jumlah pengguna reduce HIV infection among IDUs have
narkoba dengan jarum suntik dan pekerja largely focused on transmission of infection
seks tanpa mengguakan kondom through unsafe injecting drug use. However,
merupakan potensi tinggi terjadi transmisi there is also a need to understand and address
HIV/AIDS. Dan mengenai intervensi sexual transmission of HIV infection among
belum dibahas secara mendalam dalam IDUs and their sexual partners.
artikel - Moreover, this study was conducted in
- studi dilakukan hanya di satu kota di China Maanshan and our results may not reflect the
dengan hasil yang mencerminkan perilaku risk behav- iors of drug users in other Chinese
resiko pengguna narkoba dikota lain cities. Systematic study of drug users in
sebagai studi yang sistematis penggunaan detoxification centers and the communi- ties of
narkoba di pusat detoksifikasi sebagai other provinces is needed. Despite these
komunikasi dengan provinsi yang lain limitations, the findings of the current study
provide preliminary data for future research and
interventions.
Saran :
- Tingkat kesadaran yang masih rendah dalam
pengetahuan HIV/AIDS bagi pengguna narkoba
yang menggunakan jarum suntik bergantian dan
pekerja seks komersial yang tidak memakai
kondom
- Perlu dilakukan intervensi lebih dalam lagi untuk
pengetahuan penularan HIV/AIDS untuk
beberapa tahun kedepan
4. Apakah Ya, heterogenitas perlakuan diperhatikan. Bukti :
heterogenitas
perlakuan - The local CDC had done extensive work to
diperhatikan? prevent HIV epidemic in recent years. Most
IDUs in our study were male, which was
similar to other cross-sectional studies among
IDUs in Beijing [11] and South China [12].
We also found a higher level of
HIV/AIDS knowledge awareness among
participants in the current study.
e. Interpretasi
1. Apakah hasil Ya. Bukti : Pada tabel hasil penelitian.
temuan utama
bermakna?
2. Apakah ada hasil Ya, tentang hasil dari analisa univariat dan
temuan lain yang multivariat hasil yang didapatkan sepenuhnya
membutuhkan untuk membatasi penyebaran HIV secara
perhatian? menyeluruh dan intervensi tambahan dalam
pencegahan dan kontrol masih sangat diperlukan
sebagai implementasi keberhasilan
3. Bagaimanakah Terdapat perbandingan dengan penelitian yang Bukti :
komparasi hasil dilakukan sebelumnya.
temuan dengan - Li J, Li X. Current status of drug use and
temuan HIV/AIDS prevention in drug users in China. J
sebelumnya? Food Drug Anal. 2013;21(4):S37–41.(3)
- Cohen JE, Amon JJ. Health and human rights
concerns of drug users in detention in Guangxi
Province, China. PLoS Med. 2008;5(12):e234.(8)
- Chen HT, Tuner N, Chen CJ, Lin HY, Liang S,
Wang S. Correlations between compulsory drug
abstinence treatments and HIV risk behaviors
among injection drug users in a border city of
South China. AIDS Educ Prev. 2013;25(4):336–
48.(11)
- Li J, Ha TH, Zhang C, Liu H. The Chinese
government’s response to drug use and
HIV/AIDS: a review of policies and programs.
Harm Reduct J.2010;7:4.(13)
4. Apakah terdapat Kesimpulan dituliskan jelas dalam sub bab yang Bukti :
kesimpulan? ada pada artikel. Dalam artikel penelitian
- Tingkat kesadaran pengetahuan yang kurang
dituliskan hasil penelitian digabungkan dalam
terhadap HIV/AIDS dan tingkat penggunaa
pembahasan hasil dan secara singkat di dalam
narkoba memakai jarum suntik. Program
abstrak pencegahan HIV?AIDS
5. Implikasi Penelitian ini memiliki implikasi dalam Bukti :
penemuan keperawatansebagai program pencegahan
terhadap praktek - Prevention programs targeting IDUs in
penggunaa narkoba dengan jarum suntik dan
keperawatan? Maanshan must also consider differences in
program pencegahan pekerja seks komersial
demographic characteristics, and target ethnic
dengan menggunakan kondom sebagai minorities and less educated people to
intervensi kedepannya decrease unsafe injection practices such as
sharing of syrings, and target non-local
residents, younger and methamphetamine users
to decrease unprotected commercial sex
behaviors such as inconsistent condom use.
Lampiran 1. Penilaian Kualitas Artikel

Articles Quality Rate used Critical Appraisal Skills Programe (CASP)

Articles

No. Screening Questions I


Yes Can’t No
Tell
1 Did the trial address a clearly focused issue? √
2 Was the assignment of patients to treatments √
randomized?
3 Were all of the patients who entered the trial properly √
accounted for at its conclusion?
4 Were patients, health workers and study personnel √
‘blind’ to treatment?
5 Were the groups similar at the start of the trial? √
6 Aside from the experimental intervention, were the √
groups treated equally?
7 How large was the treatment effect? √
8 How precise was the estimate of the treatment effect? √
9 Can the results be applied in your context? (or to the √
local population?)
10 Were all clinically important outcomes considered? √
11 Are the benefits worth the harms and costs? √