Anda di halaman 1dari 2

Tinjauan Pustaka

Senyawa azo merupakan senyawa organic dengan rumus umum ArN=NAr1 atau
RN=NR1, dimana Ar dan Ar1adalah gugusaromatic, sedangkan R dan R1adalah gugusalkil.
Umumnya senyawa azo berwarna yangdisebabkan adanya gugus azo – N=N- dan karenaitu
banyak digunakan sebagai zat warna (Fessenden, 1984)
Diazoaminobenzen atau yang biasa disingkat DAAB merupakan amina aromatic yang
berbentuk Kristal kuning-emas bubuk pada suhu ruang, tidak dapat larut dalam air tetapi larut
dalam benzene, eter dan alkohol panas, stabil pada suhu dan tekanan dibawah normal).
Diazoaminobenzen juga dikenal dengan nama Anilinoazobenzen; benzeneazoanilida,
benzenazoaniline, p-diazoaminobenzen, 1,3-difenilltriazin, 1,3-difenil-1-triazin, N-(fenilazo)
aniline, Porofor DB, DPT dan DAAB (Tim Penyusun. 2014).
Senyawa diazonium atau garam diazonium adalah kelompok senyawa organikberbagi
umum gugus fungsional RN 2 + X - dimana R dapat residu organik seperti alkil atau aril dan X
adalah anion organik atau anorganik seperti halogen . Garam diazonium, terutama yang mana
R adalah gugus aril, adalah intermediet penting dalam sintesis organik dari .
Amina merupakan senyawa organik dan gugus fungsional yang isinya terdiri
dari senyawa nitrogen atom dengan pasangan sendiri. Amino merupakan derivatifamoniak.
Biasanya dipanggil amida dan memiliki berbagai kimia yang berbeda. Yang termasuk amino
ialah asam amino, amino biogenik, trimetilamina, dan anilina (Fessenden: 1992).
DAAB digunakan sebagai intermediet, pengkompleks dan zat aditif polimer.
Penggunaannya sebagai intermediet mencakup beberapa sector industry termasuk organic
sintesis, industry pencelupan bahan dan pembuatan agrokimia (insektisida). DAAB juga
digunakan sebagai pengkompleks logam serbaguna. DAAB berbahaya untuk ditangani
karena berpotensi memicu terjadinya reaksi kimia yang berbahaya seperti letupan. Karena itu
penggunaan peralatan pengaman sangat dianjurkan seperti sarung tangan, kacamata
pengaman, topeng gas, dan pakaian pelindung untuk
Garam diazonium yang terbentuk memiliki dipol semi-permanen karena kerhadiran
klorida, sehingga nukleofil yang berasal dari ikatan rangkap benzena dapat menyerang ujung
garam yang elektrofil. (Fessenden: 1992).
Fessenden, J. R., 1984, Kimia Organik, Edisi Ke-2, Jilid II, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Fessenden dan Fessenden. 1992. Kimia Organik, Edisi ketiga, Jilid 2. Jakarta: Penerbit
Erlangga.

Oxtoby, David. W. 2011. Kimia Modern. Jakarta : Erlangga.

Tim Penyusun. 2014. Petunjuk Praktikum Sintesis Senyawa Organik. Jember : Universitas
Jember.