Anda di halaman 1dari 7

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ALMA ATA YOGYAKARTA

PROGRAM STUDI NERS


Jl. Ringroad Barat Daya No.1, Tamantirto, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Tlp. (0274)434 2288, 434 2277. Fax. (0274)4342269. Web: www.almaata.ac.id

NILAI
FORMAT PENILAIAN

Blok : Women and Maternity Health Nursing


Kompetensi : Pengukuran Antropometri
Pengertian : Mengukur panjang badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas
dan lingkar dada bayi
Tujuan : 1. Mengetahui berat badan dan perkembangan berat badan bayi dan anak
2. Membantu menentukan program pengobatan , status gizi dan diet
3. Mengetahui panjang badan bayi untuk deteksi pertumbuhan bayi
4. Mengetahui besarnya lingkar kepala bayi untuk deteksi pertumbuhan
selanjutnya
5. Mengetahui besarnya lingkar Lengan Atas bayi untuk deteksi
pertumbuhan /status gizi pasien
6. Mengetahui besarnya lingkar dada bayi untuk deteksi pertumbuhan
selanjutnya

NO PROSEDUR/LANGKAH KEGIATAN Nilai

0 1 2
TAHAP PRAINTERAKSI
1 Baca catatan medis dan keperawatan
2 Cuci tangan
3 Siapkan alat :
a. Timbangan bayi
b. Kain pengalas timbangan
c. Pengukur tinggi badan bayi
d. pita pengukur
e. Buku catatan
TAHAP ORIENTASI
4 Berikan salam, panggil klien dengan namanya
5 Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan di
lakukan pada keluarga
TAHAP KERJA
Mengukur panjang badan bayi
6 Tutup kepala dan sepatu di tanggalkan
7 Letakkan alat pengukur panjang badan pada meja yang
rata dan stabil
8 Atur posisi pasien tidur telentang/lurus di dalam alat
pengukur
9 Pegang lutut dan dorong ke arah meja /batas alat
pengukur untuk kaki ekstensi penuh
10 Ukur dari arah (vertek ) puncak kepala sampai tumit
(jari kaki mengarah ke atas)
11 Catat hasil pengukuran
(normal: 45-50 cm)
Menimbang berat badan bayi
12 Timbangan diberi kain pengalas dan siap untuk dipakai
13 Timbangan distel dengan angka penunjuk pada angka
nol
14 Pakaian di buat seminimal mungkin; selimu,baju dan
tutup kepala bayi dibuka lalu bayi dibaringkan di atas
timbangan.
15 Bayi di baringkan dalam timbangan sampai angka
dalam timbangan tidak berubah lagi
16 Baca skala penunjuk timbangan dan catat berat badan
dengan teliti
(normal: 2500-3500 gram, <2500: BBLR, >3500:
macrosomia)
Mengukur lingkar kepala bayi
17 Baringkan dalam posisi terlentang dan dalam keadaan
tenang
18 Lingkar kepala diukur dengan cara pita pengkur
dilingkarkan pada kepala bayi, pada bagian yang paling
menonjol ( dari puncak alis mata dan pinna telinga ke
tonjolan oksipital tengkorak )
19 Hasil pengukuran dicatat
(normal: 33-35 cm)
Mengukur Lingkar Lengan Atas
20 Untuk pasien bayi baringkan dalam posisi terlentang
dan dalam keadaan tenang
21 Lingkar Lengan atas diukur dengan cara pita pengukur
dilingkarkan pada titik tengah lengan atas pasien
22 Hasil pengukuran dicatat
Mengukur lingkar dada bayi
23 Untuk pasien bayi baringkan dalam posisi terlentang
dan dalam keadaan tenang
24 Lingkar dada diukur dengan cara pita pengukur
dilingkarkan pada dada bayi, pada garis puting susu
25 Hasil pengukuran dicatat
(normal: 30-33 cm)
26 Pasien dirapikan dan alat- alat dibereskan
TAHAP TERMINASI
27 Simpulkan hasil kegiatan
28 Lakukan kontrak kegiatan selanjutnya
29 Cuci tangan
30 Dokumentasi

TOTAL
KETERANGAN
0 = Tidak dilakukan
1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
2 = Dilakukan dengan sempurna
NILAI : (NILAI TOTAL/ 68) X 100% =
 Mahasiswa dinyatakan lulus bila nilai ≥ 75% dari total nilai seluruh tindakan

Tanggal Ujian : ................................................


Nama Mahasiswa : ................................................
NIM : ................................................

Dosen Penguji
Nama : ................................................

TTD : .................................................
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ALMA ATA YOGYAKARTA
PROGRAM STUDI NERS
Jl. Ringroad Barat Daya No.1, Tamantirto, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Tlp. (0274)434 2288, 434 2277. Fax. (0274)4342269. Web: www.almaata.ac.id

NILAI
FORMAT PENILAIAN

Mata Ajaran : Women & Maternity Health Nursing


Kompetensi : Pemeriksaan fisik bayi baru lahir
Pengertian : Melakukan pemeriksaan fisik head to toe dan pemeriksaan reflex pada
bayi baru lahir

NO PROSEDUR/LANGKAH KEGIATAN Nilai


0 1 2
1 Siapkan bayi tanpa mengenakan baju
2 Letakkan di bawah lampu penghangat yang terang
3 Cuci tangan
Pengukuran nilai APGAR
4 Appearance/warna kulit
- Seluruh tubuh warna merah (2)
- Bagian tengah tubuh merah muda, ekstremitas biru (1)
- Seluruh tubuh sianosis atau pucat (0)
5 Pulse /frekuensi jantung
- Lebih dari 100 (2)
- Kurang dari 100 (1)
- Tidak teraba (0)
6 Grimace/usaha bernafas
Menangis, respirasi hampir teratur (2)
- Intermitten, sesekali menarik nafas (1)
- Tidak tampak bernapas (0)
7 Activity/ tonus otot
- Gerakan aktif, menendang-nendang (2)
- Ekstremitas sedikit fleksi, gerakan sedikit (1)
- Tidak ada, tampak lunglai (0)
8 Reflex/respon refleks
- Reaksi melawan (2)
- Gerakan sedikit (1)
- Tidak bereaksi (0)
9 Penilaian dilakukan pada menit pertama dan menit kelima setelah
bayi dilahirkan
Nilai total 7-10 : kondisi bayi optimal/adaptasi baik
Nilai total 4-6 : asfiksia ringan-sedang
Nilai total 0-3 : asfiksia berat (tindakan segera)
10 Pemeriksaan cairan amnion (>2000 ml: polihidramnion, <500 ml:
oligohidramnion)
11 Pemeriksaan tali pusat (vena dan arteri)
Umbilikus putih kebiruan pada saat lahir dengan dua arteri dan satu
vena, terdiri dari lapisan amnion dan lapisan kulit, lepas ± 4-6 hari
Pemeriksaan kepala
12 Maulage (tulang tengkorak menumpuk,asimetris atau tidak)
13 Caput succedaneum (edema pada kulit kepala, lunak dan tidak
berfruktuasi, batas tidak tegas, menyeberangi sutura)
14 Cephal haematoma (konsistensi lunak, berfruktuasi, tidak
menyeberangi sutura,berbatas tegas)
15 Perdarahan (batas tidak tegas, bentuk kepala asimetris)
16 Fontanel (dengan palpasi jari tangan): fontanel anterior bentuk
berlian, fontanel posterior bentuk segitiga
Pemeriksaan mata
17 Strabismus (dengan menggoyangkan kepala bayi secara perlahan)
18 Kebutaan (jarang berkedip atau sensitive terhadap cahaya
berkurang)
19 Sindrom down (epicanthus melebar)
20 Glaucoma congenital ( pembesaran dan kekeruhan pada kornea)
21 Katarak congenital (pupil yang berwarna putih)
Pemeriksaan telinga
22 Bunyikan bel atau suara
Pemeriksaan hidung
23 Pernapasanlewat hidung atau lewat mulut atau pernapasan cuping
hidung
24 Mukosa lubang hidung (adanya secret mukopurulenta)
Pemeriksaan mulut
25 Inspeksi adanya kista
26 Warna
27 Kemampuan menghisap
28 Lidah menjulur keluar
29 Reflek rooting
30 Inspeksi Labioschisis / Palatoschisis / Labio Palatoshicis
Pemeriksaan leher
31 Keterbatasan gerak leher
Pemeriksaan dada, paru dan jantung
32 Bentuk dada simetris atau tidak
33 Pergerakan dinding dada dan abdomen
34 Pembesaran gland mammae
35 Frekuensi pernapasan (normal: < 2 jam pertama frekuensi 40-60
x/menit, > 2 jam frekuensi 40 x/menit dalam keadaan tidur)
36 Frekuensi denyut jantung (normal: 120-160 x/mnt)
37 Bunyi jantung tambahan
Pemeriksaan abdomen
38 Inspeksi bentuk abdomen (perut membuncit:
hepatosplenomegali/penumpukan cairan)
39 Auskultasi bising usus
40 Ukur lingkar perut
Pemeriksaan tulang belakang dan ekstremitas
41 Letakkan bayi dalam posisi tengkurap, raba sepanjang tulang
belakang
42 Amati gerakan ekstremitas (kelemahan, kelumpuhan, kelainan
bentuk)
43 Sepuluh jari tangan dan jari kaki
44 Tangan dan kaki bergerak bebas dan kuat
45 Punggung kuku merah muda
46 Fleksi ekstremitas atas dan bawah
47 Tonus otot kencang
Pemeriksaan genetalia
48 Genetalia wanita: labia minora, labia mayora, lubang uretra dan
lubang vagina. Labia dan klitoris biasanya edema, labia minora
lebih besar dari labia mayora, verniks kaseosa di antara labia,
berkemih dalam 24 jam
,vagina secret mukosa: keputihan 1-2 minggu; spotting 3-4 hari
(normal)
49 Genetalia laki-laki: keadaan penis, ada tidaknya hipospadia dan
epispadia, lubang uretra pada puncak glen penis, testis dapat diraba
di dalam setiap skrotum, prepusium melekat pada glen penis,
berkemih dalam 24 jam
Pemeriksaan anus dan rektum
50 Atresia ani atau kelainan posisi anus
51 Ada tidaknya mekonium
Pemeriksaan kulit
52 Verniks kaseosa
53 Lanugo
54 Suhu tubuh (normal: 36,50-37,50C)
55 Warna kulit (normal: merah muda, biru: sianosis, kuning
bilirubin/ikterus, merah tua: polisitemia, pucat: anemia)
Pemeriksaan sistem neuromuskuler
56 Ekstremitas mempertahankan fleksi
57 Ekstensi ekstremitas diikuti dengan posisi fleksi sebelumnya
58 Kelambatan kepala saat duduk, tetapi mampu menahan menahan
kepala agar tetap tegak walaupun sementara
59 Mampu memutar kepala dari satu sisi ke sisi lain ketika tengkurap
60 Mampu menahan kepala dalam garis horisontal dengan punggung
bila tengkurap
Refleks yang terdapat pada neonatus normal
60 Moro
 Tanda koordinasi neuromuskular yang bagus
 Bila tidak ada menunjukkan kerusakan serebral
 Selama beberapa minggu setelah lahir
 Gerakan melontarkan kedua lengan kemudian menariknya
kembali dalam bentuk gerakan memeluk, paha dan tungkai bisa
bereaksi sama
 Reaksi terhadap rangsangan eksternal yang tiba-tiba
61 Menggenggam (refleks menggenggam kuat sekali)
62 Menghisap (bayi normal yang mature berupaya menghisap setiap
benda yang menyentuh bibirnya)
63 Mencari sentuhan (rooting): bila pipi bayi disentuh maka ia akan
menolehkan kepalanya ke sisi yang yang disentuh itu
64 Melangkah (stepping): bayi diberdirikan dan menyentuh
permukaan yang keras, refleks hilang setelah 48 jam
65 Pasien dirapikan dan alat- alat dibereskan
66 Cuci tangan
67 Dokumentasi

TOTAL

KETERANGAN
0 = Tidak dilakukan
1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
2 = Dilakukan dengan sempurna
NILAI : (NILAI TOTAL/ 156) X 100% =
 Mahasiswa dinyatakan lulus bila nilai ≥ 70% dari total nilai seluruh tindakan

Tanggal : ................................................
Nama Mahasiswa : ................................................
NIM : ................................................

Penguji
Nama : ................................................

TTD : .................................................