Anda di halaman 1dari 13

Bab II

Pembahasan

A. Pengertian
Computer-aided design (CAD) atau computer-aided design and drafting (CAD),
merupakan satu bentuk otomatisasi yang membantu perancang untuk memperbaiki gambar,
spesifikasi, dan elemenelemen yang berhubungan dengan perancangan yang menggunakan
efek grafik khusus dan perhitungan program-program komputer. Teknologi yang digunakan
untuk bermacam produk dalam lingkungan dan arsitektur, elektronik, dan erodinamika (ilmu
dinamika udara), teknik otomotif dan desain produk. Walaupun sistem CAD biasanya tidak
selalu menggambar otomatis, biasanya meliputi pemodelan 3 dimensi dan model operasi
simulasi komputer. Sistem CAD dijalankan melalui PC untuk desain dan pemodelan 2D serta
proses drafting, kemudian dijalankan dan diintegrasikan dengan sistem CAM (Computer Aided
Manufacture) yang disesuaikan dengan format mesin CNC (Computer Numeric Control) yang
akan digunakan.
Perkembangan komputer untuk tujuan desain dimulai sejak awal tahun 1960.
Pada masa sebelumnya bidang desain menggunakan media kertas gambar dan kalkir dan
dipergunakan di setiap sekolah kejuruan dan industry manufaktur. Pada tahun 1970 sistem
CAD mulai dikenal dan digunakan secara luas, namun pengembangannya masih terbatas
pada desain 2D.
Tahun 1980 teknologi solid drawing mulai dikenal dipakai dalam program aplikasi
desain CAD (RomulusTM, Uni-Solid Catia).Tahun 1982 Autodesk mengeluarkan aplikasi
AutoCad 2D, kemudian tahun 1988 diperkenalkan Pro Eng dengan fitur utama modelling
methods dan parameter linked.Awal tahun 1990 dunia mengenal B-rep Solid modeling
kernels (aplikasi untuk manipulasi model geometrid topologi objek 3D), aplikasi ini
kemudian banyak dikembangkan oleh berbagai perusahaan pembuat aplikasi CAD. Seiring
dengan kemajuan jaman mulai bermunculan program aplikasi desain salah satunya Solid
Work tahun 1995, Solid Edge tahun 1996, IronCad tahun 1998.
Computer-Aided Design (CAD) digunakan secara luas di perangkat yang
berbasis komputer yang membantu insinyur teknik,arsitek, profesional perancangan yang
banyak bekerja dengan aktivitas rancangan.Perangkat otoritas utama geometri dalam proses
Siklus hidup Manajemen Produksi yang meliputi perangkat lunak dan perangkat keras. Paket
yang ada dari vektor 2 Dimensi berdasarkan gambaran sistem ke permukaan parametrik 3
Dimensi dan pemodelan perancangan solid.
Computer Aided Manufacturing (CAM) adalah sebuah sistem yang secara otomatis
mampu menghasilkan produk/ benda kerja (finish product) melalui penggunaan perangkat
permesinan yang dikendalikan oleh komputer.
Computer Numerical Control (CNC) didefinisikan sebagai satu komputer (computer )
yang mengkonversikan rancangan menjadi sejumlah perintah (numbers) dimana komputer
memanfaatkan kendali (control) untuk memotong (cutting) dan membentuk (shaping)
material.Computer Aided Design digunakan untuk merancang dan mengembangkan produk,
yang bisa dengan baik digunakaan oleh pemakai akhir atau lanjutan. Computer Aided Design
juga secara ekstensif digunakan dalam perancanganberbagai alat dan perlengkapan yang
digunakan di dalam komponen-komponen manufaktur. CAD digunakan untuk menggambar
dan merancang semua tipe bangunan, dari tipe rumah kecil sampai ke tipe bangunan besar
komersil dan industri seperti rumah sakit dan pabrik. CAD digunakan melalui proses teknik
dari perancangan konseptual dan layout, melalui rekayasa dan analisis komponen untuk
mendefinisikan metode manufaktur.Untuk aplikasi komputer digital dalam perancangan teknik
dan produksi Computeraided design (CAD) menunjuk ke pemakaian komputer dalam
mengkonversikan satu ide awal produk menjadi rancangan detail teknik. Evolusi perancangan
biasanya meliputi pembuatan model geometrik produk , yang bisa dimanipulasi, dianalisa, dan
diperhalus. Dalam CAD, komputer graphik mengganti sketsa dan gambar teknik tradisional
yang digunakan untuk memvisualisasi produk dan mengkomunikasikan rancangan informasi.
Computer-Aided Manufacturing (CAM) menunjuk ke pemakaian komputer yang
mengkonversi rancangan teknik sampai produk akhir.
Proses produksi memerlukan pembuatan perencanaan proses dan penjadwalan
produksi, yang menjelaskan bagaimana suatu produkdibuat , sumberdaya apa yang diperlukan
dan kapan serta dimana sumberdaya ini akan dikirimkan. Proses produksi juga memerlukan
pengendalian dan koordinasi yang diperlukan untuk proses fisik, peralatan, material, dan
tenaga kerja. Dengan CAM, komputer membantu manajer, insinyur teknik/manufakturing, dan
pekerja produksi dengan tugas-tugas produksi secara otomatisasi. Computer membantu untuk
mengembangkan proses perencanaan, order, dan jalur material, serta memonitor jadwal
produksi. Juga membantu mengendalikan mesin, industri robot,pengujian peralatan, dan sistem
yang yang memindahkan dan menyimpan material di dalam pabrik. Integrasi Computer Aided
Manufacture (CAM) dengan sistem Computer-Aided Design menghasillan proses manufaktur
yang lebih cepat dan lebih efisien. Metodologi ini digunakan di area manufaktur yang
berbeda.Dalam manufaktur sistem CAM, Computer Numeric Control (CNC) digunakan untuk
melakukan proses permesinan dan perancangan. Di banyak kasus sistem CAM akan bekerja
dengan perancangan CAD yang dibuat di lingkungan 3 Dimensi. Programmer CNC akan
menentukan operasi mesin dan sistem CAM yang akan membuat program CNC.
Kompatibilitas sistem CAD/CAM dibatasi untuk kebutuhan pengenalan kembali konfigurasi
bidang kerja bagi sistem CAM. Dengan kata lain: perangkat lunak CAM biasanya terdapat
bersama dengan mesin CNC.

B. Ruang Lingkup Pemakaian CAD/CAM


· Arsitektur, Teknik, dan Konstruksi
· Mekanik
o Automotif
o Penerbangan
o Consumer Goods
o Mesin-mesin
o Bangunan Kapal
· Electronika dan Listrik
· Perencanaan Proses Manufaktur
· Rancangan Rangkaian Digital
· Aplikasi Perangkat Lunak

C. Kemampuan
Kemampuan sistem Computer Aided Design meliputi :
 Pembuatan frame kabel geometri
 Fitur Parametrik 3D berdasarkan pemodelan
 Pemodelan permukaan dengan bentuk bebas
 Perancangan perakitan otomatis. Yang mengumpulkan bagian-bagian komponen
dan/atau perakitan lain.
 Membuat gambar teknik dari model-model yang solid.
 Pemakaian ulang rancangan komponenkomponen
 Memudahkan modifikasi perancangan model dan produksi bermacam versi.
 Menghasilkan komponen standard perancangan otomatis.
 Validasi/verifikasi perancangan terhadap aturan spesifikasi dan perancangan.
 Simulasi perancangan tanpa membangun satu prototipe fisik.
 Keluaran dokumentasi fisik, seperti gambar manufaktur, dan pembayaran material yang
menggambarkan kebutuhan untuk membangun produk.
 Rutin-rutin Impor/Ekspor pertukaran data dengan paket perangkat lunak yang lain.
 Keluaran rancangan data secara langsung untuk fasilitas manufaktur.
 Keluaran secara langsung prototype secara cepat atau Mesin Manufaktur secara cepat
untuk prototype industri.
 Mengelola dan memelihara pustaka bagian bagian dan perakitan.
 Menghitung bagian-bagian properti secara masal dan perakitan.
 Membantu menvisualisasi dengan bayangan,rotasi, penyembunyian garis, dan lain
sebagainya.
 Parametrik Bi-Directional (modifikasi dari beberapa fitur yang direfleksikan di semua
informasi bersandarkan pada fitur, gambar, properti masal, perakitan, dan lain
sebagainya)
 Kinematika, interferensi dan pengecekan rakitan.
 Paket komponen elektrik.
 Pencantuman kode pemrograman dalam satu model untuk pengendalian dan
menghubungkan attribut-attribut model yang berhubungan.
 Programmable studi perancangan dan optimasi

D. Teknologi Perangkat Lunak untuk CAD/CAM


Perangkat lunak untuk sistem CAD/CAM dikembangkan pertama dengan bahasa
pemrograman komputer seperti Fortran, tetapi yang dikembangkan dengan metode
pemrograman berorientasi objek secara radikal telah banyak mengalami perubahan.
Pengembangan pemodelan berdasarkan fitur parametrik modern dan sistem permukaan bentuk
bebas dibangun dengan bahasa pemrograman C, modul-modul dengan API nya sendiri

E. Teknologi Perangkat Keras dan Sistem Operasi CAD/CAM


Saat ini banyak stasiun kerja komputer seperti window yang berbasis PC; beberapa
sistem CAD juga bisa dijalankan di sistem operasi UNIX atau LINUX. Untuk perancangan
produksi yang agak komplek , diperlukan mesin-mesin dengan kecepatan tinggi (dan mungkin
memerlukan banyak) CPU dengan sejumlah besar RAM lebih direkomendasikan. Interface
manusia dan komputer melalui satu mouse komputer tetapi bisa juga melalui satu pen dan
digitizing tablet grafik. Manipulasi dari gambar model pada layar bisa juga dilakukan dengan
menggunakan spacemouse/spaceball. Beberapa sistem juga mendukung stereoscopic
glasses untuk gambar model 3D.
Ada 2 tipe perangkat lunak CAD (computer aided design). Perangkat lunak
perancangan 2 Dimensi memungkinkan perancang untuk merancang bentuk dengan sangat
dibatasi properti 3 Dimensi .
1. Menggambar model 2 Dimensi menggunakan perangkat lunak rancangan TechSoft 2D.
2. Setelah rancangan dilengkapi, maka gambar akan diproses. Mengubah gambar
menjadi lebih detail pada serangkaian koordinat X, Y, dan Z. Pemrosesan harus sudah
diletakkan sebelum mesin CNC memotong rancangan dari material. Ketika mesin CNC
membentuk material pemotong berdasarkan kordinat, secara berurutan sampai bentuk yang
diinginkan.
3. Perangkat lunak CAD/CAM memungkinkan perancangan untuk rancangan
manufakturnya pada satu komputer dari pada membuat yang sebenarnya. Pengujian
rancangan menggunakan perangkat lunak ‘Simulasi’( perangkat lunak ‘CAD/CAM Design
Tools’). Ketika rancangan dijalankan melalui perangkat lunak simulasi, komputer
menampilkan proses manufakturing pada layar. Juga mengecek apakah rancangannya sudah
bisa dimanufaktur dengan sukses atau tidak. Banyak rancangan yang diubah sebelum bisa
dibuat oleh mesin CNC.
4. Setelah semua pengujian dan perbaikan untuk rancangan dilakukan, terakhir
dilakukan manufaktur.
Dua prinsip utama obyek CAD (Computer Aided Design) adalah :
1. Menambah produktivitas hasil rancangan
2. Menghasilkan informasi, graphical numerical, dan tekstural yang diperlukan untuk
manufaktur
Tujuan pertama meliputi pemakaian komputer untuk mensimulasikan rancangan produk dan
dapat dianalisa dan diuji. Diagram diatas (gambar 1) menunjukkan CAE dan CAD menjadi
lebih tidak dapat dipisahkan sebagai tingkatan siklus produksi.Output dalam bentuk
grafis/gambar dengansecara langsung dari masukan yang disediakan seorang ahli/insinyur.
Simulasi komputer seringkali sebagai nilai tambah, atau penggantian yang tepat, konstruksi
model fisik untuk pengujian . Output dari proses CAD sering disesuaikan untuk interface
dengan sistem CAM.
F. Interface Antara CAD dan CAM
`Hasil dari phase CAD adalah analisa dan pengujian produk oleh komputer diberikan
dengan model geometrik dalam rancangan Database. Model-model ini menyediakan input
dimana perencanaan manufakturing secara terinci dibuat.Dari gambar teknik, program APT
dibuat dengan pertama kali menggambar bagian secara geometrik dan kemudian alat
digerakkan yang diperlukan untuk memotong bagian-bagian. Program APT dikompile pada
satu komputer, outputnya adalah control tape/pita perekaman/disk. Alat perekaman pengendali
kemudian disisipkan dalam peralatan mesin elektronik numerical control untuk unit pengendali
yang menghasilkan urutan instruksi dimana peralatan dapat menghasilkan bagian-bagiannya .

Keuntungan CAD dibanding Manual :


1. Kualitas gambar konstan, tidak terlalu tergantung pada skill penggambar sebagaimana
gambar manual.
2. Relatif lebih akurat dan cepat pengerjaannya karena menggunakan komputer.
3. Dapat diedit, ditambah-kurang tanpa harus memulai dari awal.
4. Dapat menjadi data base yang menyimpan berbagai informasi penting yang dibuat oleh
drafter dan dapat diakses langsung oleh pengguna lain.
5. Dapat dibuat library untuk komponen-komponen standar atau komponen yang digambar/
dipergunakan berulang-ulang dalam gambar (misalnya: baud, mur, simbol-
simbol,dll.)sehingga mempermudah dan mempercepat dalam proses pembuatan gambar.
6. Lebih mudah dan praktis dalam dokumentasi, duplikasi, dan penyimpanannya.
7. Dapat dibuat dengan berbagai warna sehingga lebih menarik dan mudah dipahami.

G. Manfaat dan Keunggulan CAD/CAM


Manfaat dan keunggulan dari teknologi CAD/CAM yang dapat menciptakan
keunggulan bersaing adalah sebagai berikut :
• Respon cepat
Perusahaan-perusahaan yang banyak kehilangan order karena keterlambatan
pengiriman dapat memanfaatkan teknologi CAD/CAM untuk mempercepat proses disain dan
siklus manufaktur. Biasanya keterlambatan bersumber pada pembuatan gambar yang lama, uji
prototipe, proses pemberitahuan perubahan produk dan lain-lain, dalam hal ini kita dapat
mengandalkan CAD/CAM untuk mempercepatnya. Sebagai contoh, jika test prototipe/produk
yang menjadi masalah kritis maka CAD dapat mempercepatnya dengan membuat simulasi
komputer.
• Disain manufaktur yang lebih fleksibel dan besar.
Secara tradisional proses produksi dilakukan dengan 2 macam mesin yaitu
General Purpose Machine untuk produksi batch dan Dedicated Machine untuk produksi
masal. Produksi batch memungkinkan fleksibilitas yang tinggi, tetapi mengakibatkan biaya
produksi per unit yang tinggi untuk operasi. Sedangkan produksi masal menyebabkan biaya
produksi per unit lebih murah tetapi menghilangkan fleksibilitas. Dengan CAD/CAM
dan Flexible Manufacturing perusahaan akan memperoleh keduanya yaitu fleksibilitas disain
produk dan biaya produksi per unit yang lebih murah seperti pada produksi masal. Dalam cara
tradisional, memproduksi produk yang rumit dan beragam akan meningkatkan biaya produksi
per unit. Dengan komputer ditugaskan untuk menangani kerumitan ini tidak menjadi masalah
lagi, komputer akan melakukan pengelompokkan suku cadang yang mirip/sama didalam
database secara otomatis sehingga biayaproduksi per unit dapat tetap ditekan serendah
mungkin.

• Meningkatkan mutu produk dan menurunkan biaya produksi per unit.


. Mutu dan kehandalan produk akan ditingkatkan secara tajam dengan teknologi
CAD/CAM, apalagi dengan dikembangkannya “Solid Modelling” dan “Parametric Design”
didalam CAD/CAM. Hasil akhir dari proses produksi lebih rapi, lebih ergonomis
meningkatkan kepercayaan terhadap kekuatan struktur bangunan dan lain-lain. Dan juga
membuat produk akhir menjadi lebih ringan,kompak, hemat energi, kinerja yang tinggi dan
mekanisme mesin yang lebih sederhana sehingga dapat menurunkan biaya produksi per unit
dalam jangka panjang.

• Mengurangi kebutuhan untuk membuat prototipe fisik.


. Perusahaan-perusahaan biasanya mendisain dan membuat suatu produk berulang kali
agar memperoleh pengalaman memproduksi agar dapat menghasilkan produk yang
memuaskan.Seringkali sampai puluhan kali dibuat prototipe fisik dalam proses pembuatan
produk, juga kadang-kadang pelanggan diperbolehkan untuk melakukan beberapa test produk.
Produk seperti bangunan, jembatan, satelit, pemacu jantung dan lain-lain harus dibuat secara
benar dan sempurna pada waktu pertama kali, produk lain seperti kapal terbang sangat mahal
jika dibuat prototipe fisiknya. Tetapi tetap kebutuhan terhadap prototipe tidak dapat
dihilangkan, hanyalah prototipe yang dibutuhkan berkurang jauh sebelum produksi penuh
dilaksanakan, sehingga menghemat waktu dan biaya. Keempat teknologi dasar dari CAD/CAM
yang sudah dibahas diatas dapat menghilangkan dan mengurangi kebutuhan untuk membuat
prototipe tradisional. Basis Data dari kinerja yang lalu dan terbaik dapat dimanfaatkan, juga
pemanfaatan simulasi grafik, juga simulasi matematis untuk pembuatan bangunan dan
prototipe matematis dengan komputer akan mengurangi kebutuhan untuk membuat prototipe
fisik. Simulasi komputer dapat bekerja jauh lebih cepat dan murah dan mendekati ketepatan
yang tinggi seperti produk nyata, dan kadan-kadang simulasi komputer merupakan satu-
satunya cara sebelummemproduksi produk akhirnya. Keuntungan yang lain simulasi komputer
adalah kadang-kadang dapat memaksa para ahli untuk mencoba mengerti secara fisika
apa yang terjadi dibalik kinerja produk.

•Efisiensi penggunaan ahli yang langka


. Kelangkaan ahli untuk bidang-bidang tertentu kadang-kadang menghambat kemajuan
perusahaan. Setiap profesi seringkali sangat sulit dicari. Kadang-kadang terlintas dalam pikiran
akan dibuat suatu aplikasiseperti “Expert System”, tetapi mencari ahli dalam pembuatan
program Expert System sama sulitnya dengan mencari ahli yang dibutuhkan oleh perusahaan
itu sendiri, dan biayanya juga tidak murah. Juga mencari ahli yang mau ilmunya ditransfer
kedalam Expert System juga sangat sulit. Selain itu waktu yang dipergunakan sehari-harinya
oleh para ahli paling hanya 2 jam untuk pekerjaan engineering tersebut, sisanya dipakai untuk
urusan meeting, menulis laporan, mencari informasi, perjalanan, menjawab telpon,
mempelajari ilmu baru dan lain-lain. Dalam kondisi semacam ini, strategi yang harus diambil
adalah dengan mengambil keterampilan-keterampilan praktis para ahli tersebut untuk
dimasukkan kedalam CAD/CAM agar dapat dikerjakan oleh para juniornya. Jadi tidak perlu
harus seniorterus menerus. Sebagai contoh, standar elemen disain sangat mudah dibangun dan
dimasukkan kedalamCAD/CAM. Jika para disainer seniornya membangun basis datauntuk
CAD/CAM, maka para disainer
Junior dapat menggantikan pekerjaan senior nya dengan hasil yang sama bagusnya. Tentunya
untuk yang paling rumit tetap harus senio nya yang turun tangan.

H. Aplikasi Teknologi CAD/CAM


Aplikasi dari teknologi CAD/CAM sangat luas, karena kemampuan komputer
grafik ini sangat dibutuhkan untuk berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang
memanfaatkan gambar sebagai alat untuk menyampaikan informasi kepada orang lain.
Dibawah ini akan diberikan beberapa contoh aplikasi CAD/CAM :
• Industri penerbangan dan CAD/CAM
. Teknologi CAD/CAM memberikan andil yang sangat besar dalam industri pesawat
terbang. Dari disain pesawat terbang, simulasi pesawat terbang untuk melatih para pilot, alat
navigasi udara dan radar, mengurangi pekerjaan kru pesawat, mempercepat produksi pesawat
terbang danlain-lain semua mempergunakan teknologi CAD/CAM ini.
• Industri otomotif
. Dalam industri otomatif CAD/CAM banyak sekali memegang peranan. Hampir setiap
komponen mobil didisain dengan CAD/CAM. Yang terakhir adalah aplikasi Navigasi
Komputer untuk mobil, dimana alat tersebut dapatmemberikan informasi peta jalan disuatu
kota dan dapat memberikan rute paling efisien untuk menuju suatu tempat. Dan juga dapat
memberikan informasi jalan-jalan yang sedang macet.
•Analisa dinamis dan simulasi komputer untuk sistim mekanik
. Dalam aplikasi ini kita dapat melihat unjuk kerja suatu kendaraan atau sistim mekanik
di layar komputer sebelum prototipe yang mahal harganya dibuat.
•Disain CAD/CAM untuk elektronika
. Terutama dalam pembuatan chip IC (Integrated Circuit) CAD/CAM memegang
peranan yang sangat penting. Secara teknik manual disain IC hanya dapat dilakukan untuk
chipyang mengandung 20-30 transistor, tetapi dengan bantuan CAD/CAM maka dapat di
disain chip yang mengandung sampai jutaan transistor.
•Disain CAD/CAM untuk alat olahraga
. Disain raket tenis dapat menggunakan teknologi ini. Dengan menggunakan analisa
elemen hingga dapat diperlihatkan apa yang terjadi kepada raket dan pemain tenis pada waktu
bola tenis memukul senar dari raket tenis. Dalam disain kapal boat dapat diperlihatkan
aerodinamisnya, faktor pengaruh cuaca terhadap kapal boat, benturan ombak, mobilitas dan
tingkat keamanannya.
•Disain CAD/CAM untuk konstruksi bangunan
. Dengan CAD/CAM kita dapat merancang konstruksi bangunan. Misalkan mendisain
suatu jembatan, dapat diberikan suatu beban di layar komputer dan komputer akan
memperlihatkan akibat dari beban tersebut, seperti lendutan, gaya, momen, penurunan fundasi
dan lain-lain. Dapat juga diperlihatkan sampai beban berapa konstruksi tersebut akan runtuh.
Kita juga dapat memberikan beban horizontal seperti akibat dari gempa bumi dengan kekuatan
berapa skala richter.
•Disain CAD/CAM untuk pembuatan Mold
. Aplikasi CAD/CAM dalam mendisain Mold. Sebuah pabrik sepatu dan sebuah pabrik
velg racing membutuhkan Mold untuk memproduksi produk-produk tersebut. Sebelum
menggunakan CAD/CAM Mold tersebut dibuat secara manual dengan mempergunakan mesin
bubut dan milling biasa. Presisi yang tinggi dari Mold dibutuhkan sekali untuk produk velg
racing, tetapi untuk sepatu toleransi nya agak longgar. Dengan CAD/CAM akan dihasilkan
Mold dengan presisi yang sangat tinggi.

I. Sejarah Perkembangan Mesin Computer Numeric Control.


CNC adalah mesin yang dipergunakan untuk pengontrolan otomatis dalam dunia industri.
Mesin ini berfungsi untuk mengontrol kinerja mesin-mesin lain yang dipergunakan. Dengan
kata lain kita tidak memerlukan operator yang banyak untuk mengoperasikan beberapa mesin
yang ada. Cukup dikontrol dengan CNC saja maka mesin yang dikontrol bisa berjalan sesuai
dengan keinginan kita, CNC telah banyak dipergunakan dalam industri logam. Dalam kondisi
ini, CNC dipergunakan untuk mengontrol sistem mekanis mesin-mesin perkakas dan pemotong
logam. Jadi seberapa tebal dan panjangnya potongan logam yang dihasilkan oleh mesin
pemotong logam, dapat diatur oleh mesin CNC. Saat ini tidak hanya industri logam saja yang
memanfaatkan teknologi mesin CNC sebagai proses automatisasinya. Beberapa industri di
bidang lain juga telah memanfaatkannya, Keunggulan dari CNC sendiri adalah
kemudahannya untuk diprogram sesuai dengan kebutuhan. “CNC cukup kita program melalui
software Fanuc. Melalui software inilah kinerja CNC kita atur, dengan mengatur kinerjanya
berarti kita telah mengatur proses automatisasi untuk mesin-mesin industri yang lainnya,
karena pada dasarnya mesin ini menjadi pengontrol bagi kinerja mesin lainnya,.”Mesin ini
bekerja sesuai dengan program yang kita berikan kepadanya. Program yang kita berikan tentu
harus sudah sesuai dengan rencana yang hendak kita gunakan dalam suatu perusahaan.
Mesin CNC dapat mengontrol beberapa mesin yang dihubungkan kepadanya. Jika kita
telah mengubah rencana yang ada dalam perusahaan, kita bisa menghapus program lama yang
ada dalam CNC dan kita tuliskan program baru di dalamnya, keberadaan mesin ini sangat
bermanfaat bagi mereka. Mahasiswa dapat mengaplikasikan mata kuliah pemrograman mesin-
mesin CNC serta praktikum CNC secara langsung. “Kita tidak mengharap dengan adanya
mesin ini, mahasiswa Teknik Mesin menjadi expert di bidang CNC. Tapi cukup dengan
memahami CNC secara umum saja sudah cukup membawa arti dengan hadirnya mesin
tersebut, Keberadaan mesin CNC sendiri nantinya juga akan dipergunakan untuk penerimaan
order dari beberapa industri. “Penerimaan order itu bisa berupa pembuatan barang-barang dari
logam, misal mur, baut.
Awal lahirnya mesin CNC (Computer Numerically Controlled) bermula dari 1952 yang
dikembangkan oleh John Pearseon dari Institut Teknologi Massachusetts, atas nama Angkatan
Udara Amerika Serikat. Semula proyek tersebut diperuntukkan untuk membuat benda kerja
khusus yang rumit. Semula perangkat mesin CNC memerlukan biaya yang tinggi dan volume
unit pengendali yang besar. Pada tahun 1973, mesin CNC masih sangat mahal sehingga masih
sedikit perusahaan yang mempunyai keberanian dalam mempelopori investasi dalam teknologi
ini. Dari tahun 1975, produksi mesin CNC mulai berkembang pesat. Perkembangan ini dipacu
oleh perkembangan mikroprosesor, sehingga volume unit pengendali dapat lebih
ringkas.Dewasa ini penggunaan mesin CNC hampir terdapat di segala bidang. Dari bidang
pendidikan dan riset yang mempergunakan alat-alat demikian dihasilkan berbagai hasil
penelitian yang bermanfaat yang tidak terasa sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-
hari masyarakat banyak.
Mesin CNC adalah suatu mesin yang dikontrol oleh komputer dengan menggunakan
bahasa numerik (data perintah dengan kode angka, huruf dan simbol) sesuai standart ISO.
Sistem kerja teknologi CNC ini akan lebih sinkron antara komputer dan mekanik, sehingga bila
dibandingkan dengan mesin perkakas yang sejenis, maka mesin perkakas CNC lebih teliti,
lebih tepat, lebih fleksibel dan cocok untuk produksi masal. Dengan dirancangnya mesin
perkakas CNC dapat menunjang produksi yang membutuhkan tingkat kerumitan yang tinggi
dan dapat mengurangi campur tangan operator selama mesin beroperasi.

J. Jenis-Jenis Mesin CNC


Jenis Mesin CNC Di industri menengah dan besar, akan banyak dijumpai penggunaan
mesin CNC dalam mendukung proses produksi.Secara garis besar, mesin CNC dibagi dalam
2 (dua) macam, yaitu;
a. Mesin bubut CNC
b. Mesin frais CNC
Secara umum, cara mengoperasikan mesin CNC dengan cara memasukkan perintah
numeric melalaui tombol-tombol yang tersedia pada panel instrument dan dapat dilakukan
dengan dua macam cara, yaitu :
a. Sistem Absolut
Pada sistem ini titik awal penempatan alat potong yang digunakan sebagai acuan adalah
menetapkan titik referensi yang berlaku tetap selama proses operasi mesin berlangsung. Untuk
mesin bubut, titik referensinya diletakkan pada sumbu (pusat) benda kerja yang akan
dikerjakan pada bagian ujung. Sedangkan pada mesin frais, titik referensinya diletakkan
pada pertemuan antara dua sisi pada benda kerja yang akan dikerjakan.
b. Sistem Incremental
Pada system ini titik awal penempatan yang digunakan sebagai acuan adalah
selalu berpindah sesuai dengan titik actual yang dinyatakan terakhir. Untuk mesin bubut
maupun mesin frais diberlakukan cara yang sama. Setiap kali suatu gerakan pada proses
pengerjaan benda kerja berakhir, maka titik akhir dari gerakan alat potong itu dianggap
sebagai titik awal gerakan alat potong pada tahap berikutnya.

K. Macam-Macam Mesin CNC


1. Mesin milling vertikal
2. Mesin milling horisontal
3. Mesin milling universal
4. Mesin milling copy
5. Mesin milling hobbing
Daftar Pustaka

Marba, Ardhin. 2014. “CAD/ CAM”. (online) http://ardhinmarba.blogspot.co.id/


2014/01/makalah-cad-dan-cam.html. Diakses pada tanggal 15 April 2017.
Abdillah, Faisal. 2014. “CAD/CAM”. (online) https://www.academia.edu/8094710/ CAD-
CAM.html. Diakses pada tanggal 15 April 2017.
Alfarizy, Izhhar. 2012. “Mesin CNC”. (online) http://izhhar10.blogspot.co.id/2012/04/mesin-
CNC.html. Diakses pada tanggal 15 April 2017.
Satrio, Joko. 2015. “CAD/CAM”. (online) http://dokumen.tips/documents/
ecg5571fd4f497959916998cd4b.html. Diakses pada tanggal 15 April 2017.