Anda di halaman 1dari 7

CONTOH SOAL NO 1 :

TAMPANG MELINTANG BENDUNG SEPERTI TERGAMBAR , DENGAN


MENGGUNAKAN CARA LANE , TENTUKAN APAKAH BENDUNG
TERSEBUT AMAN TERHADAP BAHAYA PIPING. TANAH DASAR
BENDUNG BERUPA PASIR HALUS

PENYELESAIAN :
SUDUT KEMIRINGAN DASAR α < 45o DIANGGAP HORIZONTAL DAN
α > 45o DIANGGAP TEGAK. PADA BAGIAN CD, LINTASAN DIANGGAP
HORIZONTAL KARENA α = 35o, SEDANG EF DIANGGAP TEGAK
KARENA α = 60o.
∑ 𝑳𝒉
𝑳𝑾 = + ∑ 𝑳𝑽
𝟑
∑ Lh = 1,5 + 2 + 20 + 1,5 = 25 m
∑ LV = 3 + 2,2 + 3 = 8,2 m
LW = 25/3 + 8,2 = 16,53 m
𝑳𝑾 𝟏𝟔,𝟓𝟑
Weighted creep ratio = = = 𝟐, 𝟕𝟔
𝑯𝟏 −𝑯𝟐 𝟔

TANAH DASAR BENDUNG BERUPA PASIR HALUS, DARI TABEL


NILAI ANGKA AMAN UNTUK WEIGHTED CREEP RTATIO, SYARAT
KEAMANAN TERHADAP BAHAYA PIPING MINIMUM WEIGHTED
CREEP RATIO = 7. MAKA STRUKTUR TIDAK AMAN TERHADAP
BAHAYA PIPING. AGAR AMAN MAKA PERLU DITAMBAHKAN
LANTAI MUKA DAN ATAU LANTAI BELAKANG, SUPAYA
LINTASAAN AIR MENJADI LEBIH PANJANG
SOAL NO 2 :

DIKETAHUI :
TURAP DENGAN JARING ARUS SEPERTI TERGAMBAR. BILA TANAH
MEMPUNYAI BERAT VOLUME EFEKTIF = 1 T/M3

DITANYAKAN :
A) FAKTOR AMAN TERHADAP BAHAYA PIPING MENURUT HARZA
B) FAKTOR AMAN TERHADAP BAHAYA PIPING MENURUT
TERZAGHI
PENYELESAIAN :
∆𝒉
A) 𝒊𝒆 =
𝑳
𝟑 𝟑
∆𝒉 = = = 𝟎, 𝟓 𝒎
𝑵𝒅 𝟔
PANJANG DARI ELEMEN GARIS ALIRAN TERAKHIR DIUKUR
SKALA DENGAN 1,60 M.
𝟎,𝟓
𝒊𝒆 = = 0,31
𝟏,𝟔

𝜸′ 𝟏
𝒊𝒄 = = = 𝟏
𝜸𝑾 𝟏
MAKA FAKTOR AMAN TERHADAP BAHAYA PIPING ,
𝒊𝒄 𝟏
= = 𝟑, 𝟐
𝒊𝒆 𝟎,𝟑𝟏

B) DITINJAU PRISMA TANAH DENGAN PENAMPANG d x d/2 PADA


LOKASI TEPAT DISEBELAH HILIR TURAPNYA. DISINI d = 3 m.
DENGAN MELIHAT GAMBAR DIATAS DAPAT DIHITUNG TINGGI
ENERGI HIDROLISNYA :
hA = 3/6 x 3 = 1,5 m
hB = 2/6 x 3 = 1 m
hC = 1,8/6 x 3 = 0,9 m
TINGGI ENERGI HIDROLIS RATA – RATA :
𝟎,𝟕𝟓 (𝟏,𝟓+𝟎,𝟗)
𝒉𝒂 = [ + 𝟏] = 𝟏, 𝟏 𝒎
𝟏,𝟓 𝟐
𝒅𝜸′ 𝟑𝒙𝟏
FAKTOR AMAN = = = 𝟐, 𝟕𝟑
𝒉𝜸𝒘 𝟏,𝟏 𝒙 𝟏
CONTOH SOAL NO 3 :

DIKETAHUI :
STRUKTUR TURAP SEPERTI TER GAMBAR. TEBAL LAPISAN AIR
PADA BAGIAN HULU ADALAH 6M. PADA BAGIAN HILIR TURAP
TERDAPAT LAPISAN FILTER DENGAN BERAT VOLUME BASAH 1,80
T/M3 , SEDANG TANAH LOLOS AIR MEMPUNYAI BERAT VOLUME
JENUH 2T/M3.

DITANYAKAN :
TENTUKAN FAKTOR AMAN TERHADAP BAHAYA PIPING DENGAN
CARA HARZA DAN TERZAGHI
PENYELESAIAN :
A) DENGAN CARA HARZA
DITINJAU TITIK P DITENGAH ELEMEN JARING ARUS TERAKHIR.
GRADIEN HIDROLIS KELUAR :
∆𝒉
𝒊𝒆 =
𝑳
𝟔
∆𝒉 = = 𝟎, 𝟔
𝟏𝟎

AB = 1,83 M
𝟎, 𝟔
𝒊𝒆 = = 𝟎, 𝟑𝟑
𝟏, 𝟖𝟑
KONTROL DENGAN MENGHITUNG TEKANAN AIR DI TITIK P
(JUMLAH PENURUNAN POTENSIAL = 9,5)
TEKANAN AIR DI P = H – (9,5/10 x 6) = 0,30 m = Δh
PANJANG LINTASAN AIR PA = 0,91 M = ΔL
ie = 0,30 / 0,91 = 0,33
KEDUA HASIL HITUNGAN SAMA

TEGANGAN EFEKTIF DI TITIK P :


σP’ = 0,91 (γSAT – γW) + (1,8 x γb) FILTER
= 0,91 (2 – 1) + (1,8 x 1,8) = 4,15 t/m2
GAYA REMBESAN KEATAS = ie z γw = 0,33 x 0,91 x 1 = 0,3 t/m2
FAKTOR AMAN = GAYA KEBAWAH / GAYA KEATAS
= 4,15 / 0,30 = 13,83

ATAU DENGAN CARA LAIN :


TINGGI TEKANAN AIR DI P TELAH DIHITUNG = hP = 0,30 M
MAKA UP = hp x γW = 0,3 x 1 = 0,3 t/m2 (KEATAS)
TEGANGAN σP’ BEKERJA KEBAWAH DAN UP KEATAS
FAKTOR AMAN = 4,15/0,3 = 13,83 (SAMA)

B) DENGAN CARA TERZAGHI


SUATU PRISMA TANAH DENGAN TAMPANG LINTANG d x d/2
DENGAN d = 6 m, TERLETAK PADA BAGIAN HILIR TURAP.
TINGGI TEKANAN PADA DASAR PRISMA DICARI DARI JARING
ARUS.
hC = 6 – (6/10 x 6) = 2,4 m
hD = 6 – (6,6/10 x 6) = 2,04 m
hE = 6 – (7,2/10 x 6) = 1,68 m
TEKANAN KEATAS RATA – RATA hA = 1,5/3 {(1,68 + 2,4) / 2 + 2,04}
hA = 2,04 M
FAKTOR AMAN TANPA ADANYA FILTER :
dγ' 6x1
FS= = =2,94
hA.γW 2,04 x 1

FAKTOR AMAN DENGAN ADANYA FILTER :


0,5d x d x γ' + 0,5 d x 1,8 x 1,8
FS=
0,5γW.d x 2,04

d.γ' + 1,8 x1,8


FS=
2,04
6 x 1+1,8 x 1,8
FS= =4,53
2,04