Anda di halaman 1dari 4

UJIAN MULTIPLE CHOICE QUESTIONS

2 KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN KEDOKTERAN FISIK & REHABILITASI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Kasus berikut sebagai Vignette soal no. 1-5


Seorang pria berusia 57 tahun, bekerja sebagai petani dirawat di bangsal neurologi dengan keluhan
mengalami kelemahan pada tungkai dan lengan kiri sejak 1 minggu yang lalu berbicara pelo dan wajah
miring ke kanan, tidak tersedak jika menelan, Riw. HT(+) dan DM(-).Keluarga pasien juga mengeluhkan
pasien kurang nyambung jika berkomunikasi. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kekuatan lengan dan
tungkai kiri MMT 2, dengan spastisitas fleksor ekstremitas atas AS+2 , hemihipesthesia kiri, refleks
fisiologis meningkat, dan parese UMN pd N.VII S.

1. Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah


a. Lesi SOL cerebellar
b. Spondilitis TB
c. Transcient Ischaemic Attack
d. Cerebrovascular accident
e. Hemiparese Alternans
2. Keluhan berbicara pelo merupakan indikasi pasien memerlukan intervensi
a. Okupasi Terapi
b. Fisioterapi
c. Terapi Wicara
d. Orthotic Prosthetic
e. Psikolog Medis
3. Pernyataan “spastisitas fleksor ekstremitas atas AS+2” bermakna
a. Ketika dilakukan ekstensi siku secara mendadak terdapat tahanan ringan pada
akhir ROM
b. Ketika dilakukan fleksi siku secara mendadak terdapat tahanan pada pertengahan
ROM
c. Ketika dilakukan ekstensi siku secara mendadak terdapat tahanan pada
pertengahan ROM
d. Ketika dilakukan ekstensi siku secara mendadak terdapat tahanan sebelum
pertengahan ROM
e. “Cog Wheel Phenomenon”
4. Faktor yang paling menentukan tahapan mobilisasi dini pada pasien ini adalah
a. Etiopatogenesis
b. Motivasi pasien
c. Prognosis penyakit
d. Keadaan psikokognitif
e. Derajat kekuatan otot
5. Keluhan keluarga “kurang nyambung jika berkomunikasi” merupakan gejala dari
a. Delirium
b. Gangguan kognitif
c. Brocca Aphasia
d. Disphagia

1
e. Disphonia

6. Manfaat penggunaan shoulder sling pada pasien Stroke adalah


a. Mengurangi spastisitas ekstremitas atas
b. Mencegah terjadinya subluksasi shoulder
c. Mencegah terjadinya atrophy biceps
d. Menstimulasi sensorik ekstremitas atas
e. Meningkatkan vaskularisasi ekstremitas atas
7. Pengertian handicap adalah
a. Kerusakan pada level struktur anatomi organ
b. Gangguan pada level fungsi fisiologis suatu jaringan
c. Gangguan pada psikologis
d. Keterbatasan kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari
e. kemunduran seseorang dalam interaksi dengan orang lain atau kehidupan sosial dan
lingkungan
8. Yang merupakan pengaturan dosis latihan terapeutik mencakup hal berikut ini, kecuali
a. Frekuensi
b. Indikasi
c. Tipe
d. Timing
e. Intensitas
9. Modalitas fisik yang menggunakan prinsip elektromagnetik untuk menghasilkan panas adalah
a. Cryotherapy
b. Short wave diathermy
c. Infrared
d. TENS Interferensial
e. Low Level Laser Therapy (LLLT)
10. Dampak cardiovascular dari imobilisasi lama adalah
a. Disused osteoporosis
b. Muscular atrophy
c. Decubitus ulcer
d. Penurunan chest ekspansi
e. Orthostatic hypotension
11. Kontraindikasi terapi diatermi adalah
a. Spasme otot
b. Stiffness joint
c. Chronic tendon tear
d. Dermatitis
e. Tuberculosis
12. Pasien anak dengan gangguan hiperaktivitas dan atensi akan mendapatkan banyak
manfaat dari intervensi
a. Fisioterapi
b. Okupasi terapi
c. Terapi Wicara
d. Rohaniawan
e. Psikolog Medis

2
13. Lokasi yang paling sering mengalami ulkus decubitus adalah:
a. Occiput
b. Skapula
c. Patella
d. Sacrum
e. Elbow
14. Tujuan utama fase ketiga pada rehabilitasi pasien operasi jantung CABG adalah
a. Mobilisasi dini pasca operasi
b. Peningkatan komplians paru pra-operasi
c. Kemampuan evakuasi sputum
d. Mengembalikan pasien pada aktivitas pekerjaan dan sosial
e. Maintenance ROM sendi ekstremitas atas
15. Modalitas fisik yang dipakai untuk mengurangi nyeri akibat spasme otot adalah, kecuali :
a. LASER
b. TENS
c. Cool pack
d. Sinar UV
e. SWD
16. Merupakan postur tubuh yang patologis
a. Scoliosis, sudut cobb 5=
b. Kiphosis cervicalis
c. Lordosis cervicalis
d. Lordosis Lumbalis
e. Kiphosis Thoracalis
17. Gerakan eksternal rotasi-abduksi hip joint untuk membuat ground clearance ditemukan
pada pola berjalan :
a. Scissoring gait
b. Antalgic gait
c. Crouching gait
d. Hemiplegic gait
e. Ataxic gait
18. Nyeri punggung bawah paling sering disebabkan oleh
a. Biomekanika postur patologis
b. Kompresi tumor extra meduller
c. Trauma cauda equina
d. Infeksi Tuberculosis
e. Canal stenosis
19. Merupakan gejala “Red flag” pada nyeri punggung bawah adalah
a. Paraesthesis tungkai
b. Kelemahan Myotomal
c. Gangguan bowel dan bladder
d. Laseque, Bragard, Siccard Positif
e. Nyeri punggung terlokalisasi

3
Kasus berikut sebagai Vignette soal no. 20 – 25
Seorang perempuan usia 59 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri pada lutut kanan,
terutama dirasakan pada saat berjalan. Dialami sejak kurang lebih 2 tahun lalu, memberat 1
bulan terakhir. Kaku pada lutut dirasakan pada pagi hari, dan berkurang setelah digerakkan 15
menit. TIdak ada riwayat trauma, dan riwayat demam disangkal. Pada pemeriksan fisik, tidak
ditemukan kelainan pada tanda vital, pada inspeksi sendi lutut ditemukan udem dan kemerahan,
pada palpasi ditemukan nyeri tekan (VAS 6/10), perabaan hangat dan krepitasi. Terdapat limitasi
luas gerak sendi lutut.

20. Struktur anatomis apa yang terganggu pada kasus skenario tersebut
a. Otot quadriceps
b. Genu joint cartilage
c. Os. Fibula
d. Fossa Poplitea
e. Ligament collateral genu
21. Apakah diagnosis untuk kasus diatas ?
a. Coxitis Genu
b. Septic Arthritis
c. Rheumatoid Arthritis
d. Gout Arthritis
e. Osteoarthritis
22. Disabilitas yang paling mungkin terjadi pada pasien ini adalah
a. Intoleransi aktivitas
b. Gangguan ambulasi
c. Penurunan kemandirian
d. Unemployment
e. Gangguan koordinasi tungkai
23. Tatalaksana awal pada kasus diatas adalah
a. Medikamentosa
b. Rehabilitasi Medik dan Analgesik
c. Injeksi intraartikular
d. Operasi Total knee replacement
e. Massase otot-otot hamstring dan quadriceps
24. Pola berjalan pada kasus ini memiliki karakteristik
a. Pada saat swing phase, fleksi hip mencapai 900
b. Gerakan Eksternal rotasi hip untuk ground clearance
c. Ankle dragging
d. Stand Phase pada sisi tungkai nyeri dipercepat
e. Pada saat stand phase, mengalami genu fleksi
25. Alat bantu jalan yang paling sesuai untuk kasus tersebut adalah
a. Cane
b. Wheelchair
c. Walker
d. Double Axillary Crutches
e. Tripod cane

~ Selamat Mengerjakan~

Anda mungkin juga menyukai