Anda di halaman 1dari 3

(sekedar iseng) KONSEP ACARA HARI IBU

“Ibuku Sayang, yang Terlupakan”


Gambrengan, Kokosan, Prambanan, Klaten

1. Latar Belakang
 Adanya fenomena sosial tentang remaja yang ‘gondes’ dan ‘mendes’ yang sedang marak
di kalangan remaja saat ini (lihat: Kids Jaman Now! Betapa banyak remaja jaman sekarang
yang menginginkan pribadinya dianggap ‘gaul’ sampai lupa akan pribadinya).
 Lunturnya nilai jati diri kita sebagai “anak” yang sering kali melupakan peran sebagai anak
yang sudah merasa dewasa, mandiri, tidak butuh lagi orang tua, terutama ibu (lihat:
Bertapa sering kita menolak masakan ibu, menolak perintah ibu, wangsulan sekecap
mboko sekecap terhadap kata-kata yang terlontar dari ibu!)
 Minimnya ungkapan perasaan jujur kepada ibu tentang ‘cinta’ yang kita lakukan dan kita
ucapkan kepada ibu (lihat: Banyak orang menangis pada saat ditinggal ibu (meninggal).
Secara psikologis hal itu disebabkan karena ada banyak hal yang sebenarnya ingin kita
ungkapkan pada ibu, tetapi kita acapkali merasa malu, gengsi, tidak tahu apa gunanya
ungkapan itu. Akibatnya, pada saat kematian ibu, hanya penyesalan yang kita rasakan!
Menangis sejadi-jadinya!)

2. Tujuan Kegiatan
 Melihat kembali pengalaman-pengalaman kita dicintai oleh sosok ‘malaikat tak bersayap’
yang disebut ‘ibu’.
 Menyadari kembali jati diri kita sebagai “anak” sehingga kita bisa kembali menghargai
perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan ibu kepada kita.
 Mengungkapkan perasaan dalam wujud: Terima Kasih, Permohonan Maaf, Ungkapan
Cinta yang Nyata!

3. Tema Kegiatan
 “IBUKU SAYANG, YANG TERLUPAKAN”
 Melalui tema ini diharapkan kita bisa mengingat kembali perjuangan nyata pribadi ibu
untuk kita sehingga kita bisa menjadi pribadi yang saat ini, menyadari akan ketulusannya,
untuk kemudian kita berani mengungkapkan perasaan yang apa adanya.

4. Bentuk Kegiatan
A. SAMBUTAN:
 KETUA PANITIA, berisi tentang latar belakang dan tujuan acara ini.
 KETUA PKK, berisi tentang harapan dari acara ini.

B. PEMBACAAN SURAT DARI PEMUDA dan IBU


 PEMUDA: Beberapa surat yang sudah disiapkan oleh pemuda-pemudi satu per satu
dibacakan oleh penulis surat itu sendiri sebagai tampilan dengan diiringi musik
instrumental secara live. Teknis pembacaan ini akan dipandu oleh MC (lihat: Acara
‘Greatest Memory’ yang ada di radio!)
 Adapun isi surat tersebut:
1. Menanyakan kabar kondisi ibu saat ini.
2. Asumsi/ pendapat tentang ibu menurut sudut pandang pribadiku.
3. Peristiwa atau hal yang tidak disukai dari perilaku dan perbuatan ibu.
4. Pemaknaan terhadap peristiwa itu.
 IBU: Membacakan surat balasan yang berisi harapan-harapan kepada anaknya.
 Dipandu MC : Ngoto Nuryega

C. MAKAN BERSAMA
 ADEGAN DRAMA SINGKAT: Seorang ibu yang memberikan sarapan pagi menjelang
anaknya berangkat ke sekolah, tetapi ditolak oleh si anak. Ibu tadi menangis dalam
hati, kemudian si anak sadar bahwa apa yang dilakukan telah menyakiti hati ibunya.
Si Anak tidak jadi berangkat sekolah, kemudian ia meminta maaf pada ibunya,
memakan sarapan pagi yang telah disiapkan ibunya. Ia telah menyadari akan
pelajaran berharga dari peristiwa itu – yang barangkali tidak ia dapatkan di bangku
sekolahnya! (konon kabarnya, penolakan sarapan pagi oleh anak yang telah disiapkan
ibu adalah hal yang lebih menyakitkan daripada putus cinta).
 MAKAN MALAM: Para ibu yang hadir mengambil menu ‘sego liwet’ khas Solo yang
telah disiapkan panitia, kemudian memberikannya pada anaknya masing-masing
sebagai ungkapan cinta yang nyata. Setelah itu, ibu-ibu mengambil makanan untuk
dirinya sendiri maupun suaminya. Panitia menyiapkan makanan, disajikan dengan
menggunakan daun pisang atau cekethong.

D. UNGKAPAN BAKTI ANAK KEPADA IBU


 Para pemuda-pemudi mengungkapkan perasaan terima kasih kepada ibu masing-
masing dengan berbagai bentuk yang sangat personal: Pelukan kepada Ibu, Sujud di
Kaki Ibu, Ungkapan Bunga, dsb.
 Terkomunikasikannya segala persoalan dan masalah yang ada dalam relasi antara
pemuda dan ibu masing-masing.

5. Waktu dan Tempat Kegiatan


 Waktu Kegiatan : Jumat, 22 Desember 2017
 Jam : 20.00 – 22.00 WIB
 Tempat Kegiatan : ………..
(Tempat kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan setting yang natural, alam
terbuka, dengan penataan cahaya remang-remang – supaya lebih banyak terbentuk dari
perasaan daripada pemikiran)

6. Sasaran Peserta
 Seluruh pemuda-pemudi dusun Gambrengan, Kokosan, Prambanan, Klaten.
 Ibu-ibu warga dusun Gambrengan, Kokosan, Prambanan, Klaten.
 Ketua Panitia dan Ketua PKK dusun Gambrengan, Kokosan, Prambanan, Klaten

7. Sumber Dana
 Donatur dan sponsor
 KAS Pemuda?

8. Konsumsi
 Pemudi dan Ibu PKK dusun Gambrengan, Kokosan, Prambanan, Klaten

9. Lain-lain
 Sistem kerja bersifat manasuka, artinya nama-nama dalam personalia itu adalah para
konseptor dan penggerak. Teknis kerja tetap dilakukan bersama-sama.
 Mohon dikritisi ya….
SALAM,

KOMUNITAS SOR NANGKA


NGOTO NURYEGA