Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

FIBER OPTIK – JOBSHEET 6


PENERIMA DATA SERAT OPTIK

Disusun Oleh :

Khalimatus Sa’diyah

4.31.14.0.12 / TE-4A

PROGRAM STUDI D4 TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2017
PERCOBAAN 6

1. JUDUL : Penerima Data Serat Optik


2. TUJUAN :
1. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian penerima serat optik
2. Mahasiswa dapat memahami prinsip kerja penerima serat optik

3. DASAR TEORI
Fiber optik adalah teknologi kabel yang menggunakan serat kaca atau plastik untuk
mengirimkan data. Prinsip dari fiber optik adalah mengubah informasi atau data yang
dikirimkan menjadi cahaya di dalam perangkat transmitter optik yang mengubah
gelombang elektrik menjadi gelombang cahaya, kemudian data yang berupa gelombang
cahaya tersebut dikirimkan melalui kabel optik yang terbuat dari serat kaca atau plastik
agar cahaya yang dikirimkan bisa memantul dan dibiaskan hingga sampai ke perangkat
penerima optik dalam perangkat penerima optik, data yang berupa gelombang cahaya
tersebut diubah menjadi gelombang elektrik kembali.
Lebar jalur atau bandwidth yang dimiliki oleh fiber optik lebih lebar sehingga
mengirim informasi yang lebih banyak dan cepat dari pada penggunaan kabel tembaga.
Fiber optik sangat cocok untuk digunakan dalam sistem jaringan telekomunikasi. Serat
kaca yang ada pada kabel fiber optik memiliki ukuran yang sangat kecil yaitu sekitar 120
mm. Proses transmisi dengan fiber optik memanfaatkan cahaya sebagai inisialisasi data
bit 1/0 dengan ditandai on/off dari sumber cahaya pada Transmitter (Tx) yang dapat
berupa LED ataupun Laser. Pada sisi penerima digunakan photodioda sebagai konverter
dari sinyal optik menjadi sinyal elektrik.
Proses transmisi menggunkan fiber optic memiliki kelebihan antara lain :
 Kapasitas informasi sangat besar
 Tidak dapat disadap
 Bebas dari gangguan medan elektromagnetik
 Bebas dari cross-talk
 Tidak menimbulkan bahaya hubungan singkat dan loncatan listrik
 Bebas dari ground-loop

LDR (Light Dependent Resistor), ialah jenis resistor yang berubah hambatannya
karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan
cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil. LDR (Light Dependent Resistor)
adalah jenis resistor yang biasa digunakan sebagai detector cahaya atau pengukur
besaran konversi cahaya. Light Dependent Resistor, terdiri dari sebuah cakram
semikonduktor yang mempunyai dua buah elektroda pada permukaannya. Resistansi
LDR berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Dalam
keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10 M dan dalam keadaan terang sebesar 1 K atau
kurang.

LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti cadmium sulfide. Dengan bahan ini
energy dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus
listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan. LDR digunakan
untuk mengubah energy cahaya menjadi energy listrik. Saklar cahaya otomatis dan alarm
pencuri adalah beberapa contoh alat yang menggunakan LDR. Akan tetapi karena
responnya terhadap cahaya cukup lambat, LDR tidak digunakan pada situasi di mana
intensitas cahaya berubah secara drastis. Sensor ini akan berubah nilai hambatannya
apabila ada perubahan tingkat kecerahan cahaya.

4. ALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN


TX
1. IC 555 : 1 buah
2. Resistor 330 Ω : 1 buah
3. Resistor 12 k Ω : 2 buah
4. Kapasitor 0,1 µF : 1 buah
5. Kapasitor 47 µF : 1 buah
6. Kapasitor 100 µF : 1 buah
7. Kapasitor 10 µF : 1 buah
8. LED : 1 buah
9. Trimpot 50 k Ω : 1 buah
10. Baterai 9 V : 1 buah
11. Jumper : secukupnya
RX

1. Transistor BC 557 : 1 buah


2. Resistor 470 Ω : 1 buah
3. Resistor 15 k Ω : 1 buah
4. LED : 2 buah
5. LDR : 1 buah
6. Baterai 9 V : 1 buah
7. Jumper : secukupnya

5. GAMBAR RANGKAIAN PERCOBAAN

Gambar Rangkaian RX

6. HASIL PERCOBAAN
Tabel 1 Hasil Percobaan sebelum rangkaian TX ditambah Trimpot

Tegangan Kapasitor Waktu Jumlah Kedipan Jumlah Kedipan

(Volt) (µF) LED TX LED RX

8,4 100 60 detik 43 43


Tabel 2 Hasil Percobaan setelah rangkaian TX ditambah Trimpot

Tegangan Trimpot Waktu Jumlah Kedipan Jumlah Kedipan

(Volt) (kΩ) LED TX LED RX

9 10 60 detik 49 49

9 20 60 detik 33 33

9 46,9 60 detik 17 17

7. ANALISIS
Pada percobaan penerima data serat optik ini dilakukan dengan menggunakan dua
rangkaian. Rangkaian pertama yaitu rangkaian flip-flop sebagai pemancar optik, dan
rangkaian kedua menggunakan rangkaian LDR sebagai penerima dari pemancar optik.
LDR merupakan jenis resistor yang biasa digunakan sebagai detector cahaya atau
pengukur besaran konversi cahaya. Pada bagian depan LDR terdapat sebuah permukaan
yang peka terhadap cahaya. Ketika pada kondisi yang gelap nilai resistansi LDR sangat
besar, sementara saat kondisi terang resistansinya akan kecil. Cara kerja dari LDR ini
adalah pada saat kondisi gelap atau LDR tidak mendapat cahaya maka lampu LED akan
menyala, sedangkan pada saat kondisi terang atau LDR mendapat cahaya aka lampu
LED akan mati dengan sendirinya.
Pada rangkaian penerima optik ini dibuat suatu kondisi terbalik dengan rangkaian
LDR seperti biasanya, dimana pada saat kondisi LDR gelap atau tidak mendapat cahaya
maka lampu LED akan mati, sedangkan pada saat kondisi LDR terang atau mendapat
cahaya maka lampu LED baru akan menyala.
Proses transmisi data dari rangkaian pemancar optik (TX) yang berupa rangkaian
flip-flop menuju rangkaian penerima optik (Rx) menggunakan media transmisi kabel
serat optik (fiber optik). Proses transmisi data dari pemancar optik (TX) ke penerima
optik (RX) dilakukan dengan cara ujung yang satu di tempelkan ke lampu flip-flop
kemudian ujung yang satunya di tempelkan di permukaan LDR. Pada penerima optik ini
data yang didapatkan sama dengan data yang dikirimkan oleh pemancar optik. Pada
rangkaian penerima optik ini menggunakan daya dari baterai sebesar 8,4 Volt. Pada saat
LDR mendapat cahaya dan lampu LED menyala besar tegangannya yaitu 2,814 Volt, dan
ketika lampu LED dalam keadaan mati tegangannya yaitu 1,7 Volt. Pada percobaan ini
jumlah kedipan lampu LED yang ditransmisikan pada pemancar optik berjumlah 43
kedipan, dan jumlah kedipan lampu LED yang diterima oleh penerima optik juga
berjumlah 43 kedipan. Jumlah kedipan lampu LED yang dihasilkan oleh penerima optik
ini juga dipengaruhi oleh nilai kapasitor yang digunakan pada rangkaian pemancar optik.

8. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Proses transmisi data dari rangkaian pemancar optik (TX) menuju rangkaian
penerima optik (Rx) menggunakan media transmisi kabel serat optik.
2. Pada rangkaian penerima optik ini saat kondisi LDR gelap maka lampu LED akan
mati, sedangkan pada saat kondisi LDR terang maka lampu LED akan menyala.
3. Jumlah kedipan lampu LED yang diterima rangkaian penerima optik sama dengan
jumlah kedipan lampu LED yang dikirimkan oleh pemancar optik.
4. Semakin besar nilai kapasitor yang diberikan pada rangkaian pemancar serat optik
(TX) maka kecepatan kedipan lampu LED akan semakin melambat. Begitu juga
dengan jumlah kedipan yang diterima oleh rangkaian penerima serat optik (RX).