Anda di halaman 1dari 29

I.

PENDAHULUAN

A. Judul Praktikum
Praktikum Fisiologi Aktivitas Fisik
B. Waktu, tanggal praktikum
Praktikum fisiologi dengan tema Aktivitas Fisik dilaksanakan pada tanggal 20 Juni
2016 pada pukul 13.00 – 15.00 WIB di laboratorium fisiologi Fakultas Kedokteran
Universitas Jenderal Soedirman.
C. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian aktivitas fisik.
2. Mahasiswa mampu menjelaskan manfaat aktivitas fisik.
3. Mahasiswa mampu mengukur tingkat aktivitas fisik.
D. Dasar Teori
1. Pengertian aktivitas fisik
Aktivitas fisik adalah gerak tubuh yang ditimbulkan oleh otot-otot skeletal
dan mengakibatkan pengeluaran energi(Gibney et al., 2009).
2. Manfaat aktivitas fisik
Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur akan meningkatan
kemampuan secara maksimal, sehingga menghasilkan kinerja secara maksimal
pula. Aktivitas fisik akan memberikan penyesuaian terhadap tubuh, sehingga
mengurangi gangguan pada sel tubuh, meminimalkan kelelahan, meningkatkan
kinerja dan mengurangi penggunaan tenaga secara berlebihan selama aktivitas,
selain itu aktivitas fisik terbukti mampu memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
2. Pencegahan atau memperlambat perkembangan hipertensi, dan meningkatkan
kontrol tekanan darah arteri pada individu yang menderita tekanan darah
tinggi.
3. Memperbaiki fungsi kardiopulmonal.
4. Kontrol fungsi metabolisme dan menurunkan insiden diabetes tipe 2.
5. Meningkatkan penggunaan lemak yang dapat membantu untuk mengontrol
berat badan, menurunkan risiko obesitas.
6. Menurunkan risiko kanker, seperti kanker payudara, prostat dan kanker usus
besar.

1
7. Meningkatan mineralisasi tulang pada usia muda dan berkontribusi terhadap
pencegahan osteoporosis serta risiko patah tulang di usia tua.
8. Meningkatkan fungsi pencernaan dan regulasi ritme usus.
9. Memelihara dan memperbaiki kekuatan otot dan daya tahan sehingga
meningkatkan kapasitas fungsional untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari.
10. Kontrol fungsi motorik (kekuatan dan keseimbangan).
11. Menjaga fungsi kognitif dan menurunkan risiko depresi dan demensia.
12. Menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kualitas tidur.
13. Meningkatkan antusiasme dan optimisme.
14. Menurunkan risiko jatuh dan pencegahan penyakit kronis terkait dengan
penuaan pada usia tua (the expert group’s, 2008).
3. Pengukuran Tingkat Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik adalah gerak tubuh yang ditimbulkan oleh otot-otot skeletal
dan mengakibatkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik sangat bermanfaat bagi
kesehatan, hal ini dibuktikan oleh beberapa bukti epidemiologi yang kuat yaitu
tingkat aktivitas fisik harian yang lebih tinggi atau latihan fisik yang teratur
berkaitan dengan angka mortalitas keseluruhan yang lebih kecil dan risiko serta
kematian karena penyakit kardiovaskuler yang lebih rendah, selain itu juga dapat
mencegah atau memperlambat onset tekanan darah tinggi dan menurunkan
tekanan darah pada pasien hipertensi, proteksi terhadap beberapa penyakit kanker,
mengurangi risiko timbulnya diabetes tipe 2, dan mempertahankan keseimbangan
energi dan dengan demikian dapat mencegah obesitas (Gibney et al., 2009).
Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013 memperlihatkan bahwa
48,2% penduduk Indonesia usia lebih dari 10 tahun kurang melakukan aktivitas
fisik. Aktivitas fisik dikategorikan “cukup” apabila kegiatan dilakukan terus
menerus minimal 10 menit dalam satu kegiatan tanpa henti dan secara kumulatif
150 menit dalam satu minggu (RISKESDAS, 2013).
Pengukuran aktivitas fisik terdiri dari dua metode yaitu metode objektif
dan subjektif (Gibney et al., 2009). Metode objektif terdiri dari penggunaan
doubly labeled water (DLW), kalorimetri indirek, alat frekuensi jantung dan
monitor sensoring (akselerometer dan pedometer) (Boon et al., 2010). Sedangkan
metode subyektif terdiri antara lain kuesioner, wawancara, aktivitas harian (log),
dan observasi langsung. Metode ini berguna untuk penilaian aktivitas fisik dalam
situasi terkendali atau yang sudah ditentukan, namun pada kriteria validasi peneliti
2
mempunyai beban besar dan pada invasi privasi peserta studi membuatnya tidak
cocok untuk digunakan selama hidup bebas (Corder K et al,. 2008)
a. Metode Subjektif
1) Kuisioner
Aktifitas fisik dapat dimonitor melalui kuisioner, Kuesioner adalah
metode proxy atau pelaporan sendiri yang sudah sering digunakan untuk
mengetahui apakah aktivitas fisik yang dilakukan termasuk dalam tingkat
aktifitas fisik berat, sedang atau ringan. (Pelclova, 2015). Aktivitas fisik
dapat diukur dengan menggunakan IPAQ (International Physical Activity
Questionnaire). Kuesioner yang paling sering digunakan adalah
International Physical Activity Questionnairre (IPAQ) (Hastuti, 2013;
Hagstromer et al., 2006 dalam Boon et al., 2010). IPAQ didesain untuk
mengukur aktivitas fisik seseorang berusia 15-69 tahun. IPAQ terdiri atas
IPAQ short forms dan IPAQ long forms. IPAQ short forms berisi tentang
3 aktivitas fisik seperti berjalan, aktivitas dengan intensitas sedang, dan
aktivitas dengan intensitas keras. Aktivitas fisik yang diukur dalam
kuesioner ini adalah yang dilakukan minimal 10 menit dalam 1 kali
kegiatan. IPAQ long forms mencakup 4 domain yang diukur yaitu: (1)
Aktivitas di waktu luang, (2) Aktivitas pekerjaan rumah tangga dan
berkebun, (3) Aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan, (4) Aktivitas
yang berhubungan dengan transportasi. Setelah itu akan dikategorikan
menjadi aktivitas fisik rendah, sedang dan tinggi (Numalina, 2011).
Pengukuran aktivitas fisik dapat juga diukur dengan APARQ
(Adolescent Physical Activity Recall Questionnare). Responden
menuliskan jenis, frekuensi dan durasi aktivitas yang biasa dilakukan
selama seminggu kedalam kuesioner APARQ. Selanjutnya aktivitas di
nilai menjadi dua yaitu aktif, kurang aktif dan inaktif. responden dikatakan
aktif apabila berpartisipasi dalam aktivitas berat paling sedikit 3 kali
seminggu untuk minimal 20 menit per hari, dikatakan kurang aktif siswa
hanya melakukan aktivitas sedang paling sedikit 3 jam perhari dalam 1
minggu, dan siswa dikatakan tidak aktif bila tidak memenuhi syarat di atas
(Booth, 2008). Beberapa kuisinoer lainnya adalah Physical Activity Recall
(PAR) yang memiliki korelasi lebih tinggi dari pada IPAQ, diamana PAR
memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang lebih baik dibandingkan dengan
3
IPAQ (Kozlow et al., 2006), Health Behavior in School Children (HBSC)
yang memiliki Hasil lebih tinggi HBSC pada aspek reabilitas jika
dibandingkan dengan IPAQ, HBSC bagus digunakan untuk usia 13-15
tahun, HBSC mempunyai reliabilitas yang baik untuk mengukur
kardiorespiratori (Rangul et al., 2008), Habitual Activity Questionnaire
(HAQ), Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C),
Physical Activity Questionnaire for Adolescent (PAQA), Physical Activity
Scale for Elderly (PASE), The Rapid Assessment of Physical Activity
(RAPA) dan lain-lain (Corder K et al., 2008).
Beberapa kuisinoer lainnya adalah Physical Activity Recall (PAR)
yang memiliki korelasi lebih tinggi dari pada IPAQ, diamana PAR
memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang lebih baik dibandingkan dengan
IPAQ (Kozlow et al., 2006), Health Behavior in School Children (HBSC)
yang memiliki Hasil lebih tinggi HBSC pada aspek reabilitas jika
dibandingkan dengan IPAQ, HBSC bagus digunakan untuk usia 13-15
tahun, HBSC mempunyai reliabilitas yang baik untuk mengukur
kardiorespiratori (Rangul et al., 2008), Habitual Activity Questionnaire
(HAQ), Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C),
Physical Activity Questionnaire for Adolescent (PAQA), Physical Activity
Scale for Elderly (PASE), The Rapid Assessment of Physical Activity
(RAPA) dan lain-lain (Corder K et al., 2008).
2) Aktivitas fisik Diaries / Log
Diari digunakan untuk mendapatkan catatan rinci dari waktu ke
waktu untuk berbagai macam kegiatan dan perilaku yang menetap pada
seseorang. Para peneliti menggunakan buku harian untuk mengevaluasi
sifat psikometrik pada pengukuran dengan kuesioner. Diari selesai oleh
pengguna dan bisa dalam bentuk buku catatan (ainsworth, 2009) atau
ponsel yang diprogram untuk mengingatkan tentang kegiatan saat ini atau
kegiatan yang dilakukan di masa lalu (Sternfeld, 2012). Jenis informasi
direkam bervariasi tetapi umumnya termasuk waktu kegiatan dimulai dan
berhenti, rating intensitas, dan mode / jenis kegiatan. Penilaian aktivitas
fisik ini dapat menggunakan metode pencatatan bouchard yang terkenal
dengan kemampuannya mengidentifikasi 1 dari 9 jenis perilaku gerakan
yang dilakukan setiap 15 menit. Tiap kegiatan diberi skala skala 1 sampai
4
9 lalu dikelompokan pada metabolic equivalent yang sesuai dimulai dari
1,0-7,8. Dimana skala kegiatan dijumlahkan dan dikalikan dengan nilai
MET yang telah ditetapkan (Ainsworth, 2011).
E. Metode Praktikum
Metode penilaian aktivitas fisik secara subyektif dilakukan dengan
penggunaan kuesioner, diari aktivitas fisik, ataupun dengan observasi langsung. Pada
praktikum kali ini yang digunakan adalah metode kuestioner dan diari aktivitas
fisik.Metode kuesioner yang digunakan adalah kuestioner RISKESDAS yang
merupakan kuestioner dari Depkes RI. RISKESDAS berisi pertanyaan tentang jenis
aktivitas fisik yang dilakukan, seberapa sering dilakukan dalam satu minggu, dan total
waktu rata-rata kegiatan dilakukan. Hasil dari kuestioner tersebut akan diolah
kemudian dapat diketahui kelompok jenis aktivitas fisik yang telah dilakukan.
Diari aktivitas fisik memungkinkan pengumpulan informasi yang detail
mengenai seluruh aktivitas fisik yang dilakukan. Salah satu bentuk diari aktivitas fisik
yang sering digunakan adalah cara pencatatan aktivitas fisik tiga hari dari Bouchard.
Metode pencatatan Bouchard ini dilakukan sendiri oleh subyek (setelah mendapat
pengarahan yang cukup dari peneliti) selama tiga hari yang mencakup dua hari kerja
dan satu hari akhir pekan. Subyek diminta untuk menuliskan jenis aktivitas fisik yang
telah dikelompokkan menjadi 9 macam aktivitas fisik pada formulir yang telah
disediakan. Untuk setiap jenis aktivitas fisik, Bouchard et al telah menghitung median
jumlah pengeluaran energi yang dinyatakan dalam satuan kcal/kgBB/15 menit.
F. Alat dan Bahan
1. Metode kuesioner
Kuesioner RISKESDAS
2. Metode diari aktivitas fisik
Kuestioner Bouchard
G. Cara Kerja
1. Kuestioner Riskesdas
a. Responden mengisi kuesioner yang telah diberikan berdasarkan aktivitas fisik
yang dilakukan.
b. Pemeriksa melakukan analisis kuestioner tingkat aktivitas fisik.

5
Contoh kuisioner aktivitas fisik
KUESIONER AKTIVITAS FISIK RISKESDAS

Berikut adalah pertanyaan aktivitas fisik yang berkaitan dengan pekerjaan,


aktivitas di rumah, aktivitas di waktu senggang dan transportasi.

1. Apakah anda biasa melakukan aktivitas fisik berat, yang dilakukan terus menerus
paling sedikit selama 10 menit setiap kali melakukannya?
Jawab : a. Ya
b. Tidak  dilanjutkan ke nomor 4
2. Biasanya berapa hari dalam seminggu, anda melakukan aktivitas fisik berat tersebut?
Jawab : .................hari
3. Biasanya pada hari ketika anda melakukan aktivitas fisik berat, berapa total waktu
yang digunakan untuk melakukan seluruh kegiatan tersebut ?
Jawab : .................menit
4. Apakah anda biasa melakukan aktivitas fisik sedang, yang dilakukan terus menerus
paling sedikit selama 10 menit setiap kali melakukannya?
Jawab : a. Ya
b. Tidak  dilanjutkan ke nomor 7
5. Biasanya berapa hari dalam seminggu, anda melakukan aktivitas fisik sedang
tersebut?
Jawab : .................hari

6. Biasanya pada hari ketika anda melakukan aktivitas fisik sedang, berapa total waktu
yang digunakan untuk melakukan seluruh kegiatan tersebut ?
Jawab : .................menit

7. Apakah anda biasa melakukan aktivitas fisik ringan, yang dilakukan terus menerus
paling sedikit selama 10 menit setiap kalinya?
Jawab : a. Ya
b. Tidak

8. Biasanya berapa hari dalam seminggu, anda melakukan aktivitas fisik ringan tersebut?

Jawab : .................hari

6
9. Biasanya pada hari ketika anda melakukan aktivitas fisik ringan, berapa total waktu
yang digunakan untuk melakukan seluruh kegiatan tersebut ?
Jawab : .................menit

Pengisian intensitas aktivitas fisik dapat menggunakan panduan berikut :


KLASIFIKASI INTENSITAS AKTIVITAS FISIK

RENDAH SEDANG TINGGI


< 3,0 METs 3,0-6,0 METs >6,0 METs
BERJALAN BERJALAN BERJALAN, JOGGING,
LARI
1. Berjalan biasa, < 3 1. Berjalan langkah sedang 1. Jogging atau lari
mil/jam atau cepat 3-4,5 mil/jam 2. Skipping
2. Berjalan di 2. Berjalan ke kampus/tempat 3. Mendaki bukit
rumah/halaman kerja 4. Mendaki gunung
3. Melihat-lihat di pertokoan 3. Berjalan dengan anjing 5. Panjat tebing
4. Berjalan tanpa tujuan 4. Berjalan saat istirahat kerja
5. Berjalan turun tangga
6. Gerak Jalan
7. Bersepatu Roda

BERSEPEDA BERSEPEDA BERSEPEDA


Bersepeda < 5 mil/jam 1. Bersepeda 5-9 mil/jam 1. Bersepeda > 10 mil/
2. Bersepeda dengan sedikit jam
mendaki 2. Bersepeda pada
ketinggian curam

AKTIVITAS DI RUMAH & AKTIVITAS DI RUMAH & AKTIVITAS DI RUMAH &


TEMPAT KERJA TEMPAT KERJA TEMPAT KERJA
1. Mencuci piring 1. Mencuci motor, mobil 1. Menyekop sesuatu yang
2. Merapikan tempat tidur Membersihkan garasi, kaca berat
3. Menyiapkan makanan 2. Menyapu lantai 2. Menggali selokan
4. Berkebun 3. Menggali tanah, 3. Mengangkut sesuatu
5. Memangkas dahan mencangkul yang berat
6. Menyiangi rumput 4. Menyiangi rumput sambil
sambil duduk. berdiri atau membungkuk
7. Menabur benih 5. Menanam pohon
8. Duduk bermain video 6. Memangkas ranting, pohon
game 7. Mengangkut ranting/kayu.
9. Duduk sambil
membaca, menulis,
mewarnai, atau
menggambar
10. Duduk menggunakan
computer

7
AKTIVITAS WAKTU AKTIVITAS WAKTU LUANG AKTIVITAS WAKTU
LUANG & OLAHRAGA & OLAHRAGA LUANG & OLAHRAGA
1. Latihan peregangan 1. Yoga, senam aerobic (low 1. Senam aerobik (high
dengan pemanasan impact) impact)
ringan 2. Latihan fisik di air 2. Push up, Pull up
2. Bermain tenis meja untuk (aerobik/kalistenik) 3. Circuit training (latihan
rekreasi 3. Bermain tenis meja untuk beban)
3. Bermain lempar tangkap pertandingan 4. Bermain bola tangan
bola 4. Bulutangkis, bowling, secara tim
4. Berenang mengambang memukulbola kriket 5. Bertanding futsal, sepak
5. Duduk memancing 5. Berenang untuk rekreasi bola
6. Bermain musik dengan 6. Bermain voli untuk rekreasi 6. Berenang dengan
duduk 7. Berkuda putaran teratur
8. Bermain musik dengan 7. Bermain tennis tunggal
berdiri atau berjalan
(marching band)

Panduan Analisis Kuesioner Tingkat Aktivitas Fisik


1. Penghitungan aktivitas fisik
Cara penghitungan tingkat aktivitas fisik adalah dengan menghitung jumlah aktivitas
fisik yang tercantum dalam kuesioner dalam waktu 1 minggu.

2. Pembobotan aktivitas fisik


Pembobotan dilakukan sebagai berikut :
a. Aktivitas fisik yang termasuk dalam aktivitas fisik berat diberi bobot 4, ini
berarti durasi melakukan aktivitas fisik tersebut (dalam menit) dikalikan 4.
b. Aktivitas fisik yang termasuk dalam aktivitas fisik sedang diberi bobot 2, ini
berarti durasi melakukan aktivitas fisik tersebut (dalam menit) dikalikan 2.
c. Aktivitas fisik yang termasuk dalam aktivitas fisik ringan diberi bobot 1, ini
berarti durasi melakukan aktivitas fisik tersebut (dalam menit) dikalikan 1.

3. Klasifikasi aktivitas fisik


Jumlah aktivitas fisik dalam 1 minggu dihitung dalam menit dan selanjutnya
diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Tingkat aktivitas fisik rendah
Bila jumlah aktivitas fisik yang meningkatkan kesehatan < 150 menit dalam 1
minggu.

8
b. Tingkat aktivitas fisik sedang
Bila jumlah aktivitas fisik yang meningkatkan kesehatan 150 – 300 menit dalam 1
minggu.
c. Tingkat aktivitas fisik rendah
Bila jumlah aktivitas fisik yang meningkatan kesehatan > 300 menit dalam 1
minggu.
2. Kuesioner Bouchard
a. Responden mengisi diari yang telah diberikan berdasarkan aktivitas fisik yang
dilakukan selama 24 jam pada dua hari kerja dan satu hari libur.
b. Pemeriksa melakukan analisis diari tingakat aktivitas fisik.
Contoh Diari Aktivitas Fisik

PETUNJUK PENGISIAN
1. Kuesioner dibuat untuk mengetahui gambaran tingkat aktivitas fisik .
2. Pencatatan kuesioner dilakukan selama 3 (tiga) hari, dengan perincian 2 (dua) hari kerja
dan 1 (satu) hari libur, dengan menuliskan nomor kategori aktivitas fisik yang dilakukan
setiap hari pada kolom yang tersedia. Apabila aktivitas fisik dilakukan secara terus menerus
(misalnya tidur), maka pada kolom tersebut harap ditandai dengan garis lurus sampai
terjadi perubahan pada aktivitas fisik berikutnya.
3. Pada kuesioner, 1 kolom mendatar mewakili 15 (limabelas) menit, sedangkan kolom
menurun mewakili jumlah 24 (dua puluh empat) jam dalam sehari.
4. Pengisian kuesioner dimulai pada hari Pertama jam 00.00 WIB dan berakhir pada hari
ketiga jam 24.00.
5. Mengingat adanya keterbatasan waktu maka apabila masih terdapat kesulitan pada
pengisian kuesioner diharapkan untuk segera menghubungi pembagi kuesioner.

IDENTITAS
Nama
Umur
Jenis Kelamin ☐ Pria ☐ Wanita
Tinggi Badan / Berat Badan cm / kg
Hari pencatatan ☐ Jumat – Sabtu – Senin
☐ Jumat – Minggu – Senin
Alamat

Telepon Rumah : Ponsel :


Pekerjaan ( di luar sebagai mahasiswa )
KATEGORI AKTIVITAS FISIK
1 Rebahan : tidur, istirahat di tempat tidur
2 Duduk : mendengarkan di dalam kelas, makan, menulis (dengan tangan/mengetik),
membaca, mendengarkan radio/TV, mandi
3 Berdiri, aktivitas ringan : menyabuni tubuh, bercukur, menyisir rambut, membersihkan debu,
memasak

9
4 Memakai baju, mandi dengan shower, menyupir, jalan-jalan (strolling)
5 Mengerjakan pekerjaan manual ringan (pekerjaan rumah (membersihkan jendela, menyapu,
dan lain-lain), membuat baju, membuat roti, mencetak, montir, reparasi elektronik, pekerja
lab, pekerja industri), berjalan agak cepat (berangkat ke sekolah, berbelanja di toko/pasar)
6 Olahraga ringan/aktivitas santai : voli, tenis meja, baseball (selain pitcher), golf, dayung,
panahan, sepeda santai
7 Mengerjakan pekerjaan manual sedang : menjalankan pekerjaan dengan mesin, membetulkan
pagar, membawa tas/kotak, berkebun, mengerjakan pekerjaan di hutan, dan lain-lain)
8 Aktivitas santai/olahraga dengan intensitas lebih tinggi, tapi non kompetisi :bersepeda<10
mph, bernari, badminton, ice skating, senam, renang kecepatan sedang, jalan cepat, tennis,
lari-lari kecil, berkuda
9 Mengerjakan pekerjaan manual terus-menerus (membawa beban berat, menebang pohon,
menggergaji, bercocok tanam, memotong ranting pohon), aktivitas olahraga intensitas
tinggi/kompetisi olahraga (berlari, tinju, panjat tebing, squash, ice hockey, bola basket, sepak
bola)

BOUCHARD 3 DAY PHYSICAL ACTIVITY RECORD


Hari 1 Menit
0 - 15 16 - 30 31 - 45 46 - 60
Tgl : Jam
0

10

11

12

13

14

15

16

17

18

10
19

20

21

22

23
Catatan tambahan :
-
-
BOUCHARD 3 DAY PHYSICAL ACTIVITY RECORD
Hari 2 Menit
0 - 15 16 - 30 31 - 45 46 - 60
Tgl : Jam
0

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

11
23

Catatan tambahan :
-

BOUCHARD 3 DAY PHYSICAL ACTIVITY RECORD


Hari 3 Menit
0 - 15 16 - 30 31 - 45 46 - 60
Tgl : Jam
0

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

Catatan tambahan :

12
Pengelompokan aktivitas fisik untuk metode pencatatan Bouchard.
Perkiraan
jumlah
Kategori Contoh aktivitas
pengeluaran
energi*
1 Berbaring : tidur, beristirahat di ranjang 0,26
2 Duduk : - mendengarkan di dlaam kelas
- Makan
- Menulis atau mengetik
- Membaca
- Mendengarkan radio atau menonton TV
- Mandi
3 Berdiri, aktivitas ringan : 0,38
- Mencuci bagian tubuh
- Bercukur
- Menyisir rambut
- Memasak
- Membersihkan debu
4 Berpakaian 0,57
Mandi
Mengendarai mobil
Berjalan-jalan
5 Pekerjaan manual ringan : 0,83
- Pekerjaan rumah tangga - Penjahit
(membersihkan jendela, menyapu, dll) - Pembut bir
- Pekerjaan laboratorium - Pelukis
- Pertukangan kayu - Mekanik
- Pertukangan batu - Tukang kue
(roti)
- Mengendarai traktor pertanian
- Memberi makan hewan di peternakan
- Membereskan ranjang
Berjalan agak cepat (ke sekolah, belanja)
6 Olahraga atau aktivitas di waktu senggang tingkat ringan: 1
- Kano (ringan) - Panahan
- Bola voli - Bowling
- Tenis meja - Croquet
- Baseball (kecuali pitcher) - Berlayar
- Golf - Bersepeda
- Mendayung

7 Pekerjaan manual tingkat sedang : 1,2


- Mengoperasikan mesin
- Memperbaiki pagar

13
- Memasukkan tas-tas / kotak-kotak
- Bercocok tanam
- Pekerjaan kehutanan (menggunakan gergaji listrik dan
penanganan kayu gelondongan)
- Pekerjaan pertambangan
- Menyekop salju
8 Olahraga atau aktivitas di waktu senggang tingkat 1,4
sedang:
- Baseball (pitcher) - Mengendarai kuda
- Bulu tangkis - Ski es
- Kano - Berenang
- Bersepeda (kompetisi) - Senam
- Menari - Jalan cepat
- Tenis - Jogging (lari pelan)
9 Pekerjaan manual yang berat : 1,95
- Menebang pohon dengan kampak
- Menggergaji dengan gergaji tangan
- Memotong cabang dahan pohon
Olahraga atau aktivitas di waktu senggang tingkat berat :
- Berlari (kompetisi) - ice hockey
- Tinju - Bola basket
- Mendaki gunung - football
- Squash
Keterangan : * Satuan yang digunakan : kcal/kg/15 menit

14
II. ISI DAN PEMBAHASAN
A. Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan praktikum fisiologi mengenai aktivitas fisik yang dilakukan pada
Senin, 20 Juni 2016 didapatkan hasil:
1. Kuesioner Aktivitas Fisik RISKESDAS
Berikut adalah pertanyaan aktivitas fisik yang berkaitan dengan pekerjaan,
aktivitas di rumah, aktivitas di waktu senggang dan transportasi.
1) Apakah anda biasa melakukan aktivitas fisik berat, yang dilakukan terus
menerus paling sedikit selama 10 menit setiap kali melakukannya?
Jawab : Tidak  ke soal nomor 4
2) Biasanya berapa hari dalam seminggu, anda melakukan aktivitas fisik berat
tersebut? Jawab : .................hari
3) Biasanya pada hari ketika anda melakukan aktivitas fisik berat, berapa total
waktu yang digunakan untuk melakukan seluruh kegiatan tersebut ?
Jawab : .................menit
4) Apakah anda biasa melakukan aktivitas fisik sedang, yang dilakukan terus
menerus paling sedikit selama 10 menit setiap kali melakukannya?
Jawab : Ya, menyapu lantai
5) Biasanya berapa hari dalam seminggu, anda melakukan aktivitas fisik sedang
tersebut? Jawab : 3 hari
6) Biasanya pada hari ketika anda melakukan aktivitas fisik sedang, berapa total
waktu yang digunakan untuk melakukan seluruh kegiatan tersebut ?
Jawab : 10 menit
7) Apakah anda biasa melakukan aktivitas fisik ringan, yang dilakukan terus
menerus paling sedikit selama 10 menit setiap kalinya?
Jawab : Ya, a. mencuci piring; b. duduk bermain video game; c. duduk
menulis
8) Biasanya berapa hari dalam seminggu, anda melakukan aktivitas fisik ringan
tersebut?
Jawab : a. 3 hari; b. 3 hari; c. 5 hari
9) Biasanya pada hari ketika anda melakukan aktivitas fisik ringan, berapa total
waktu yang digunakan untuk melakukan seluruh kegiatan tersebut ?
Jawab : a. 10 menit; b. 15 menit; c. 240 menit

15
Penghitungan aktivitas fisik dilakukan dengan rumus :

Bobot aktivitas fisik x frekuensi aktivitas fisik (dalam 1 minggu)


x durasi aktivitas fisik

Keterangan:
Bobot aktivitas fisik = aktivitas fisik berat diberi bobot 4
aktivitas fisik sedang diberi bobot 2
aktivitas fisik ringan diberi bobot 1
Frekuensi aktivitas fisik = jumlah hari dalam satu minggu yang
digunakan
untuk aktivitas fisik
Durasi aktivitas fisik =lama waktu yng digunakan untuk melaukan
aktivitas fisik (menit)

Tabel Penghitungan aktivitas fisik


Intensitas Frekuensi Durasi Hasil
No. Jenis aktivitas fisik Bobot
aktivitas fisik (hari) (menit) (menit)
1. Sedang Menyapu lantai 2 3 10 60
2. Ringan Mencuci piring 1 3 10 30
Duduk bermain
3. Ringan 1 3 15 45
video game
4. Ringan Duduk menulis 1 5 240 1200
TOTAL 1335

Aktivitas fisik yang dilakukan oleh probandus dalam satu minggu berdasarkan
kuesioner RISKESDAS adalah 1335 menit. Interpretasinya adalah tingkat
aktivitas tinggi (>300 menit dalam satu minggu).

16
2. Diari Aktivitas Bouchard

IDENTITAS
Nama Laelatul Faizah
Umur 19 tahun
Jenis Kelamin ☐ Pria ■ Wanita
Tinggi Badan / Berat Badan 160 cm / 57 kg
Hari pencatatan ☐ Kamis – Jumat – Minggu

Alamat Wisma Mulia 2 jalan Pasukan Pelajar Imam nomor


70 gang Kenanga RT 08/RW 04, Pamijen,
Sokaraja, Purwokerto - 53181
Telepon Rumah : - Ponsel : 081542183122
Pekerjaan ( di luar sebagai -
mahasiswa )
KATEGORI AKTIVITAS FISIK
1 Rebahan : tidur, istirahat di tempat tidur
2 Duduk : mendengarkan di dalam kelas, makan, menulis (dengan
tangan/mengetik), membaca, mendengarkan radio/TV, mandi
3 Berdiri, aktivitas ringan : menyabuni tubuh, bercukur, menyisir rambut,
membersihkan debu, memasak
4 Memakai baju, mandi dengan shower, menyupir, jalan-jalan (strolling)
5 Mengerjakan pekerjaan manual ringan (pekerjaan rumah (membersihkan
jendela, menyapu, dan lain-lain), membuat baju, membuat roti, mencetak,
montir, reparasi elektronik, pekerja lab, pekerja industri), berjalan agak cepat
(berangkat ke sekolah, berbelanja di toko/pasar)
6 Olahraga ringan/aktivitas santai : voli, tenis meja, baseball (selain pitcher), golf,
dayung, panahan, sepeda santai
7 Mengerjakan pekerjaan manual sedang : menjalankan pekerjaan dengan mesin,
membetulkan pagar, membawa tas/kotak, berkebun, mengerjakan pekerjaan di
hutan, dan lain-lain)
8 Aktivitas santai/olahraga dengan intensitas lebih tinggi, tapi non kompetisi

17
:bersepeda<10 mph, bernari, badminton, ice skating, senam, renang kecepatan
sedang, jalan cepat, tennis, lari-lari kecil, berkuda
9 Mengerjakan pekerjaan manual terus-menerus (membawa beban berat,
menebang pohon, menggergaji, bercocok tanam, memotong ranting pohon),
aktivitas olahraga intensitas tinggi/kompetisi olahraga (berlari, tinju, panjat
tebing, squash, ice hockey, bola basket, sepak bola)

18
BOUCHARD 3 DAY PHYSICAL ACTIVITY RECORD
Hari 1 Menit
0 - 15 16 - 30 31 – 45 46 - 60
Tgl : 23 Juni Jam
0 1 1 1 1
1 1 1 1 1
2 1 1 1 1
3 1 1 2 2
4 2 2 4 2
5 1 1 1 1
6 1 1 1 1
7 3 4 3 4
8 2 2 2 2
9 2 2 2 2
10 2 2 2 2
11 2 2 2 2
12 1 1 1 4
13 2 2 2 2
14 2 2 2 2
15 2 2 2 2
16 1 1 1 1
17 1 1 4 4
18 2 2 2 4
19 4 4 4 4
20 2 2 2 2
21 4 3 3 2
22 2 2 4 1
23 1 1 1 1
Hasil hari 1 : 1 = 36 3=4
2 = 43 4 = 13

19
BOUCHARD 3 DAY PHYSICAL ACTIVITY RECORD
Hari 2 Menit
0 - 15 16 - 30 31 – 45 46 - 60
Tgl : 24 Juni Jam
0 1 1 1 1
1 1 1 1 1
2 1 1 1 1
3 1 1 2 2
4 2 2 4 2
5 1 1 1 1
6 1 1 1 1
7 3 4 3 4
8 2 2 2 2
9 2 2 2 2
10 4 4 2 2
11 4 5 5 5
12 2 4 2 2
13 2 2 2 2
14 2 2 2 2
15 4 2 2 2
16 2 2 2 5
17 4 2 2 2
18 2 4 2 2
19 4 4 4 4
20 2 2 2 2
21 2 2 2 2
22 2 2 2 2
23 1 1 1 1
Hasil hari 2 : 1 = 26 3=2 5=4
2 = 50 4 = 14

20
BOUCHARD 3 DAY PHYSICAL ACTIVITY RECORD
Hari 3 Menit
0 - 15 16 - 30 31 – 45 46 - 60
Tgl : 26 Juni Jam
0 1 1 1 1
1 1 1 2 2
2 4 4 4 4
3 3 3 2 2
4 2 2 1 1
5 1 4 2 2
6 5 5 5 5
7 5 5 5 5
8 5 5 5 5
9 5 5 5 5
10 5 5 3 4
11 2 2 2 2
12 4 2 2 2
13 2 2 2 2
14 2 2 2 2
15 2 4 8 8
16 8 8 8 2
17 4 2 2 2
18 4 2 2 2
19 4 4 4 4
20 2 4 2 2
21 2 2 2 2
22 2 2 2 2
23 2 2 2 2
Hasil hari 3 : 1 = 9 3=3 5 = 18
2 = 46 4 = 15 8=5

21
Penghitungan aktivitas fisik dengan metode Bouchard dilakukan dengan dua
langkah. Pertama, menghitung perkiraan jumlah pengeluaran energi dalam satu
hari dengan rumus :

Perkiraan jumlah pengeluaran energi setiap kgBB x durasi aktivitas fisik


(kcal/kgBB/15 menit)

Kedua, menghitung rata-rata jumlah pengeluaran energi selama 3 hari


pengisian diari aktivitas. Jumlah pengeluran energi rata-rata tersebut
menggambarkan pengeluaran energi rata-rata selama satu minggu.

Tabel penghitungan perkiraan jumlah pengeluaran energi dalam satu hari (metode
Bouchard)
Perkiraan
Hari Kategori Jumlah kategori pengeluaran kalori Jumlah
ke- aktivitas fisik dalam 1 hari (kcal/kgBB/15 kalori
menit)
1 1 36 0,26 9,36
2 43 0,26 11,18
3 4 0,38 1,52
4 13 0,57 7,41
5 0 0,83 0
6 0 1 0
7 0 1,2 0
8 0 1,4 0
9 0 1,95 0
Total hari ke-1 29,47
2 1 26 0,26 6,76
2 50 0,26 13
3 2 0,38 0,76
4 14 0,57 7,98
5 4 0,83 3,32

22
6 0 1 0
7 0 1,2 0
8 0 1,4 0
9 0 1,95 0
Total hari ke-2 31,82
3 1 9 0,26 2,34
2 46 0,26 11,96
3 3 0,38 1,14
4 15 0,57 8,55
5 18 0,83 14,94
6 0 1 0
7 0 1,2 0
8 5 1,4 7
9 0 1,95 0
Total hari ke-3 45,93

Rata-rata jumlah pengeluaran energi selama tiga hari (menggambarkan satu


minggu) pengisian diari aktivitas adalah:

29,47 + 31,82 + 45,93


= 35,74 kcal/kgBB/15 menit
3

B. Aplikasi Klinis
1. Obesitas
Masalah gizi di Indonesia saat ini memasuki masalah gizi ganda. Artinya,
masalah gizi kurang masih belum teratasi sepenuhnya, sementara sudah muncul
masalah gizi lebih. Kelebihan gizi yang menimbulkan obesitas dapat terjadi baik
pada anak-anak hingga usia dewasa. Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan
antara jumlah energi yang masuk dengan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk
berbagai fungsi biologis seperti pertumbuhan fisik, perkembangan, aktivitas,
pemeliharaan kesehatan atau obesitas merupakan akibat dari keseimbangan energi
positif untuk periode waktu yang cukup panjang. Masalah obesitas dapat terjadi
pada usia anak-anak, remaja hingga dewasa. Jika keadaan ini berlangsung terus

23
menerus (positive energy balance) dalam jangka waktu cukup lama, maka
dampaknya adalah terjadinya obesitas. Obesitas merupakan keadaan indeks massa
tubuh (IMT) anak yang berada di atas persentil ke-95 pada grafik tumbuh
kembang anak sesuai jenis kelaminnya (Ratu Ayu, 2005).
Faktor penyebab obesitas lainnya adalah kurangnya aktivitas fisik baik
kegiatan harian maupun latihan fisik terstruktur. Aktivitas fisik yang dilakukan
sejak masa anak sampai lansia akan mempengaruhi kesehatan seumur hidup.
Obesitas pada usia anak akan meningkatkan risiko obesitas pada saat dewasa.
Penyebab obesitas dinilai sebagai ‘multikausal’ dan sangat multidimensional
karena tidak hanya terjadi pada golongan sosio-ekonomi tinggi, tetapi juga sering
terdapat pada sosio-ekonomi menengah hingga menengah ke bawah. Obesitas
dipengaruhi oleh faktor lingkungan dibandingkan dengan faktor genetik (Ratu
Ayu, 2005).
Aktivitas fisik didefinisikan sebagai pergerakan tubuh khususnya otot yang
membutuhkan energi dan olahraga adalah salah satu bentuk aktivitas fisik.
Rekomendasi dari Physical Activity and Health menyatakan bahwa ‘aktivitas fisik
sedang’ sebaiknya dilakukan sekitar 30 menit atau lebih dalam seminggu.
Aktivitas fisik sedang antara lain berjalan, jogging, berenang, dan bersepeda.
Aktivitas fisik yang dilakukan setiap hari bermanfaat bukan hanya untuk
mendapatkan kondisi tubuh yang sehat tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan
mental, hiburan dalam mencegah stres (Mustelin L, 2009). Rendahnya aktivitas
fisik merupakan faktor utama yang mempengaruhi obesitas. Kebiasaan olahraga
dalam penelitian ini didasarkan atas aktivitas fisik anak dalam kesehariannya
antara lain kebiasaan berjalan kaki dan bersepeda. Proporsi anak yang tidak rutin
berolah raga sebesar 39,4%. Penelitian yang dilakukan oleh Mustelin
menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan
obesitas pada anak (World Health Organization, 2000). Hasil analisis bivariat
menunjukkan bahwa responden yang tidak rutin berolahraga memiliki risiko
obesitas sebesar 1,35 kali dibandingkan dengan responden yang rutin berolahraga.
Selain itu ternyata anak yang tidak rutin berolah raga justru cenderung memiliki
asupan energi yang lebih tinggi dibandingkan anak yang rutin berolah raga.
Makanan dan aktivitas fisik dapat mempengaruhi timbulnya obesitas baik secara
bersama maupun masing-masing (Mustelin L, 2009).

24
Menurut penelitian mengenai obesitas lainnya banyak faktor yang menjadi
penyebab overweight dan obesitas pada remaja, diantaranya karena tingginya
asupan makanan fast food yang mengandung kalori tinggi dan lemak tinggi, serta
rendahnya asupan serat makanan dan aktivitas fisik. Konseling gizi merupakan
salah satu upaya untuk mengintervensi remaja yang overweight dan obesitas
melalui pengaturan makanan/diet sesuai dengan kebutuhan dan kondisi klien serta
peningkatan aktivitas fisik (Iis Rosita, 2012).
2. Diabetes Mellitus Tipe 2
Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang
besar. Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) adalah penyakit gangguan metabolik
yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel
beta pankreas dan atau ganguan fungsi insulin (resistensi insulin) (Depkes, 2005).
Diabetes Mellitus biasa disebut dengan the silent killer karena penyakit ini dapat
mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan.
Penyakit yang akan ditimbulkan antara lain gangguan penglihatan mata, katarak,
penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan
membusuk/gangren, infeksi paruparu, gangguan pembuluh darah, stroke dan
sebagainya. Tidak jarang, penderita DM yang sudah parah menjalani amputasi
anggota tubuh karena terjadi pembusukan (Depkes,2005).Aktivitas fisik dapat
mengontrol gula darah. Glukosa akan diubah menjadi energi pada saat beraktivitas
fisik. Aktivitas fisik mengakibatkan insulin semakin meningkat sehingga kadar
gula dalam darah akan berkurang. Pada orang yang jarang berolahraga, zat
makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak dibakar tetapi ditimbun dalam tubuh
sebagai lemak dan gula. Jika insulin tidak mencukupi untuk mengubah glukosa
menjadi energi maka akan timbul DM (Kemenkes,2010). Hasil analisis univariat
menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik sedang dan
berat. Hasil analisis hubungan menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan
antara aktivitas fisik dengan kejadian DM Tipe 2. Orang yang aktivitas fisik
sehari-harinya berat memiliki risiko lebih rendah untuk menderita DM Tipe 2
dibandingkan dengan orang yang aktifitas fisik sehari-harinya ringan (Shara
Kurnia, 2013).
3. Hipertensi
Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak
ditemukan di dunia. Kecenderungan wanita menderita hipertensi lebih tinggi
25
dibandingkan pria. Seiring dengan perubahan gaya hidup modern yang
mempengaruhi pola makan, kemajuan teknologi membuat penurunan aktifitas
fisik yang menyebabkan terjadinya obesitas. Dampak dari obesitas ini salah
satunya adalah penyakit hipertensi (Dian Lestari, 2010). Terjadinya transisi
epidemiologi yang paralel dengan transisi demografi dan transisi teknologi di
Indonesia dewasa ini telah mengakibatkan perubahan pola penyakit dari penyakit
infeksi ke penyakit tidak menular (PTM) meliputi penyakit degeneratif dan man
made diseases yang merupakan faktor utama masalah morbiditas dan mortalitas.
Terjadinya transisi epidemiologi ini disebabkan terjadinya perubahan sosial
ekonomi, lingkungan dan perubahan struktur penduduk, saat masyarakat telah
mengadopsi gaya hidup tidak sehat, misalnya merokok, kurang aktivitas fisik,
makanan tinggi lemak dan kalori, serta konsumsi alkohol yang diduga merupakan
faktor risiko PTM (Ekowati, 2009).
Faktor risiko tersebut pada umumnya disebabkan pola hidup (life style)
yang tidak sehat. Faktor sosial budaya masyarakat Indonesia berbeda dengan
sosial budaya masyarakat di negara maju, sehingga faktor yang berhubungan
dengan terjadinya hipertensi di Indonesia kemungkinan berbeda pula. Melakukan
aktivitas secara teratur (aktivitas fisik aerobik selama 30-45 menit/hari) diketahui
sangat efektif dalam mengurangi risiko relatif hipertensi hingga mencapai 19%
hingga 30%. Begitu juga halnya dengan kebugaran kardio respirasi rendah pada
usia paruh baya diduga meningkatkan risiko hipertensi sebesar 50%. Penelitian ini
mendapatkan hasil yang sejalan, yaitu adanya risiko hipertensi pada mereka yang
kurang aktifitas fisik (Ekowati, 2009).
Hipertensi bukan hanya terjadi pada orang yang berusia lanjut tapi juga
orang yang berusia paruh baya. Perubahan sosial ekonomi juga mempengaruhi
timbulnya gejala hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
asupan kalium, kalsium, magnesium, dan natrium, Indeks Massa Tubuh serta
aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada wanita usia 30 – 40 tahun (Dian
Lestari, 2010).Program pencegahan hipertensi sebaiknya dilakukan melalui
pengendalian obesitas, pengaturan pola makan keluarga, gerakan peningkatan
aktivitas fisik dan stop merokok untuk menurunkan insidens hipertensi (Ekowati,
2009).

26
III. KESIMPULAN

1. Aktivitas fisik adalah gerak tubuh yang ditimbulkan oleh otot-otot skeletal dan
mengakibatkan pengeluaran energi.
2. Aktivitas fisik yang dilakukan dengan teratur dapat memberikan berbagaimanfaat
yang baik bagi kesehatan.
3. Pengukuran aktivitas fisik dapat dilakukan dengan metode subjektif yaitu dengan
kuisioner maupun diari.

27
DAFTAR PUSTAKA

Ainsworth B., Coleman K. 2009. Physical activity measurement. In:McTiernan A, ed.Cancer


Prevention and Management Through Exercise and Weight Control. Boca Raton,
FL: CRC Press; 2009:13–24.
Ainsworth BE, askell WL, Herrmann SD, Meckes N, Bassett DR Jr., Tudor
Locke C,Greer JL, Vezina J, Whitt-Glover MC, Leon AS. 2011 Compendium of
physical activities: a second update of codes and MET values. Med Sci Sports Exerc:
43:1575–1581.
Badan Litbang Kesehatan. 2013. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia
Tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Boon, R. M., Hamlin, M. J., Steel, G. D., & Ross, J. J.(2010) Validation of the New Zealand
Physical Activity Questionnaire (NZPAQ-LF) and the International Physical Activity
Questionnaire (IPAQ-LF) with accelerometry. British Journal of Sports Medicine,
44(10), pp.741–6.

Booth, Michael L, &Okely, Anthony D. 2008. APARQ (Adolscent Physical Activity Recall
Questionare). University Sydney: NSW.

Corder K, Ekelund U, Steele RM, Wareham NJ, Brage S. 2008. Assessment of physical
activity in youth. J Appl Physiol;105:977-87.

Corder K, Ekelund U, Steele RM, Wareham NJ, Brage S. 2008. Assessment of physical
activity in youth. J Appl Physiol; 105:977-8.

Departemen Kesehatan. 2005. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes Melitus.

EU Working Group (2008). “Recommended Policy Actions in Support of Health-Enhancing


Physical Activity”. EU Physical Activity Guidelines. Diakses
http://ec.europa.eu/sport/library/policy_documents/eu-physical-activity-guidelines-
2008_en.pdf(pada 26 juni 2016)

Gibney, Michael J, Margetts, Barrie M, Kearney, John M, Arab, Lenore. 2009. Gizi
Kesehatan Masyarakat. Alih bahasa oleh dr. Andry Hartono. Jakarta: EGC.

Kementerian Kesehatan. 2010. Petunjuk Teknis Pengukuran Faktor Risiko Diabetes Melitus.

28
Kementerian Kesehatan. 2011. Deskripsi Kegiatan “Prevention and Control od Diabetes’ di
Kota Cilegon Tahun 2010-2011.

Lestari, Dian., Leyana, Rosa. 2010. An Analysis Of The Correlation Between Potassium,
Calsium, Magnesium, Natrium Intakes And Body Mass Index As Well As Physical
Activities With Hypertension To The Aged Women Of 30 And 40 Years Old.
Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. 1(1).

Mustelin L, Silventoinen K, Pietilainen K, Rissanen A, Kaprio J. 2009.Physical Activity


Reduces the Influence of Genetic Effects on BMI and Waist Circumference: a Study
in Young Adult Twins. Int. J. Obes. 33: 29-36.

Numalina I. 2011. Pencegahan dan Manajemen Obesitas. Bandung:Gramedia.


Peclova, jana. 2015. Physical activity in the lifestyle of the adult and senior population in the
Czech Republic. Palacky University. Olomouc 2015.

Rahajeng, Ekowati., Tuminah, Sulistyowati. 2009. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya


di Indonesia.Majalah Kedokteran Indonesia. Vol: 59, No: 12, Hal: 580-587.

Rosita, Iis., Marhaeni, Dewi, DH., Mutyara, Kuswandewi. 2012. Konseling Gizi
Transtheoritical Model Dalam Mengubah Perilaku Makan Dan Aktivitas Fisik Pada
Remaja Overweight Dan Obesitas:Suatu Kajian Literatur.RSUP Dr. Hasan Sadikin
Bandun, Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas
Padjadjaran, Bandung. Hal. 1-8.

Sartika, Ratu, Ayu, Dewi. 2011. Faktor Risiko Obesitas Pada Anak 5-15 Tahun Di
Indonesia.Makara, Kesehatan. Vol. 15, No. 1, Hal: 37-43.

Sternfeld B., Jiang SF., Picchi T., Chasan-Taber L., Ainsworth B., Quesenberry CPJr.
2012. Evaluation of a cell phone-based physical activity diary. Med Sci Sports Exerc:
44:487–495

Trisnawati, Kurnia Shara., Setyorogo, soedijono. 2013. Faktor Risiko Kejadian Diabetes
Melitus Tipe II Di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012.
Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1).

World Health Organization. 2000.Obesity: Preventing and managing the global


epidemic.WHO Obesity Technical Report series 894. Geneva.

29