Anda di halaman 1dari 24

Pengkajian dan

Apresiasi Drama

Chafit Ulya, M.Pd.


Pengertian Drama

1. Drama adalah tiruan kehidupan manusia yang diproyeksikan


di atas pentas.
2. Drama adalah cerita atau tiruan perilaku manusia yang
dipentaskan.
3. Drama merupakan suatu genre sastra yang ditulis dalam
bentuk dialog dengan tujuan untuk dipentaskan sebagai
suatu seni pertunjukan.

Apa beda drama dengan teater?

2
Drama dalam Dua Dimensi

3
Drama sebagai Seni Sastra
(Drama Naskah)

4
Drama Naskah

Unsur Ekstrinsik

Unsur Intrinsik
5
Unsur Ekstrinsik

• Sensitivitas, imajinasi, intelektualitas,


Pengarang dan pandangan hidup

Semesta • Sosial, budaya, politik, ekonomi,


agama, pendidikan, hukum, dan
(Realitas Objektif) persoalan hidup lainnya

6
Unsur Intrinsik

• Penokohan
• Alur
• Setting
• Dialog/Bahasa
• Tema
• Amanat

7
Drama sebagai Seni Pertunjukan

• sekelompok orang yang


menyerahkan sebagian dari • bisa berwujud sebuah
kemerdekaannya untuk naskah atau skenario
menjadi bagian dari tokoh tertulis, skenario tak
yang tampil dalam suatu Cerita (lakon) tertulis (dalam teater
lakon dan menikmatinya Penonton kerakyatan)

Pemain
Sutradara • orang yang
• penata pertunjukan membawakan lakon
di panggung

8
Drama sebagai Seni Pertunjukan

Unsur Utama Unsur Pendukung


(pemain, sutradara, kru (Tata panggung, tata Unsur penjalin
pendukung, dan cahaya, tata busana, (Cerita atau lakon)
penonton) tata rias, tata musik)

9
Latihan…

1. Bagaimana hubungan antara drama naskah dan drama


panggung?
2. Bagaimana fungsi cerita atau lakon dalam drama, dikaitkan
dengan unsur-unsur lainnya?
3. Drama atau teater tradisional tidak mengenal naskah,
benarkah itu? Jika benar, bagaimana para pemain bisa
bermain di atas pentas?
4. Temukan dan analisislah unsur-unsur intrinsik dan
ekstrinsik yang ada dalam naskah kalian masing-masing!

10
11
1. Plot atau Alur

a. Jalinan cerita atau kerangka dari awal hingga akhir yang


merupakan jalinan konflik antara dua tokoh yang berlawanan
b. Keseluruhan peristiwa yang dirangkaikan dalam hubungan
kausalitas sehingga membentuk sebuah jalinan peristiwa
yang runtut dan padu

12
3

2
5
1

13
Pada tahap ini pembaca diperkenalkan dengan tokoh-tokoh
drama dengan watak masing-masing.

Dalam Romeo dan Yuliet, pembaca mulai mengenal Romeo,


Yuliet, dan keluarga mereka (Montague dan Capulet), serta
wataknya masing-masing. Romeo dan Yuliet adalah tokoh
protagonis. Keluarga mereka (Montague dan Capulet) adalah
antagonis karena menjadi sumber pertikaian dalam lakon ini.

14
Romeo : Kasih, demi bulan di langit, aku bersumpah padamu!
Yuliet : Jangan bersumpah demi bulan, karena bulan berubah setiap saat. Jangan-
jangan cintamu juga berubah.
Romeo : Lalu demi apa aku bersumpah?
Yuliet : Jangan bersumpah. Atau jika kau ingin, bersumpahlah demi dirimu sendiri.
Aku percaya padamu. Sungguh, aku sangat mempercayaimu.
Romeo : Bagaimana bersumpah demi diri sendiri?
Yuliet : Kalau begitu tidak usah bersumpah. Kuncup kasih yang bersemi ini semoga
menjadi bunga yang permai. Sampai kita jumpa kembali, Romeo….
Romeo : Petunjuk cinta yang gaib telah mengantarku ke hadapanmu. Dan untuk cinta
yang kudapatkan akan kuratuhkan segalanya. Tetapi … aku seorang
Montague …
Yuliet : Dan aku seorang Capulet? Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi
bukan Capulet, dan Romeo, lupakanlah bahwa dirimu Montague.
Romeo : Sayap cinta mempertemukan kita. Sebab itu tidak kutakuti nama.
Yuliet : Jika kita bertahan terhadap nama, kita akan dibunuh.
Romeo : Pandangan matamu lebih berbahaya dari seribu pedang Capulet yang
ditujukan ke jantungku. Demi cintaku, akan kuhadapi semuanya.

15
Konflik yang meningkat akan terus meningkat sampai
klimaks atau titik puncak atau puncak kegawatan
dalam cerita.

Romeo mati akibat minum racun di


hadapan Yuliet yang disangka mati,
padahal hanya pingsan.
Romeo tahunya Yuliet
meninggal dunia

Pendeta Lorenzo
memberi Yuliet obat
bius
16
Konflik memanas antara Romeo dengan keluarga Capulet
berakhir dengan kematian Romeo. Paris, tunangan Yuliet juga
telah mati. Lalu Yuliet pun tersadar dari biusannya, dan
mendapatkan Romeo telah mati. Diambilnya botol racun yang
diminum Romeo, tetapi telah kosong. Lalu diciumnya Romeo
dalam-dalam. Ternyata di dalam mulut Romeo masih tersisa
racun itu. Matilah Yuliet dalam pelukan Romeo oleh racun yang
diteguk bersama. Kematian Yuliet ini merupakan penyelesaian
konflik cerita ini. 17
Drama-drama modern akan berhenti pada
klimaks atau resolusi. Drama tradisional
membutuhkan penjelasan akhir, seperti
halnya adegan tancep krayon dalam
wayang kulit.
Dalam drama Romeo-Yuliet, Pendeta
Lorenso dan keluarga Capulet bertemu.
Mereka menyadari kesalahannya.
Keluarga Montague juga datang ke kubur
itu menyatakan bahwa kesombongan
keluarga selama ini tidak baik dan
merugikan generasi muda.

18
Berdasarkan peranannya dalam cerita,
tokoh ada 3:
1. Tokoh Protagonis, yakni tokoh yang
mendukung cerita.
2. Tokoh Antagonis, yakni tokoh yang
menentang cerita.
3. Tokoh Tritagonis, yaitu tokoh
pembantu baik untuk tokoh
protagonis maupun antagonis.

19
Berdasarkan fungsinya dalam cerita,
tokoh ada 3:
1. Tokoh sentral, yakni tokoh-tokoh
yang paling menentukan gerak lakon;
2. Tokoh utama, yakni tokoh pendukung
atau penentang tokoh sentral;
3. Tokoh pembantu, yaitu tokoh-tokoh
yang memegang peran pelengkap
atau tambahan dalam cerita.

20
Tokoh-tokoh dalam drama
harus memiliki watak. Watak
tokoh itu harus konsisten dari
awal sampai akhir.
Watak tokoh protagonis dan
tokoh antagonis harus
memungkinkan terjadinya
pertikaian sampai mencapai
klimaks.
Kedua tokoh ini haruslah
tokoh-tokoh yang memiliki
watak kuat (berkarakter) dan
bersifat kontradiktif.
Setting Tempat

Setting Waktu
3. SETTING
Setting Ruang

22
NENEK : (MELETAKKAN LILIN KE MEJA )
Henry, dari mana engkau ? Kenapa diam saja ? saya
mencarimu, ada apa dengan engkau ? Ayolah jangan
diam saja ? Henry apakah kau tadi yang bersuara
keras ? (Kereta Kencana)

“Sejauh mata memandang, sawah luas terbentang, tapi


tidak sebidang tanah pun milikku. Padi aku yang
tanam, juga aku yang ketam. Tapi tidak segenggam
milikku. Bebek tiga puluh ekor, semuanya tukang
bertelor. Tapi tidak juga sebutir adalah milikku. Badan
hanya sebatang, hampir-hampir telanjang. Hanya itu
saja milikku.” (Wek-Wek) 23
5. Tema
6. Amanat

24