Anda di halaman 1dari 11

KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

LAPORAN PENDAHULUAN EKG HIPERTROFI ATRIUM DAN VENTRIKEL


DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON

Disusun Oleh :
SEA PARADISE
D1017057

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BHAKTI MANDALA HUSADA
2017-2018
TINJAUAN PUSTAKA
EKG HIPERTROFI ATRIUM DAN VENTRIKEL

1. Pembesaran Atrium Kiri ( Left Atrial Enlargement )


Pembesaran atrium kiri Left Atrial Enlargement (LAE) merupakan pembesaran
ukuran dari rongga atrium kiri jantung akibat adanya tekanan atau volume yang
berlebihan pada atrium kiri. Pada elektrokardiografi gelombang P merupakan
gelombang yang kecil yang muncul ketika atrium mengalami depolarisasi. Oleh karena
massa otot atrium kecil maka amplitude gelombang P normalnya tidak melebihi 2.5
mm dan lebarnya tidak melebihi 0.11 sec. Adanya pembesaran dari atrium baik kiri
maupun kanan akan memberikan gambaran gelombang P yang abnormal.
Penyebab LAE antara lain : klasik ditemukan pada mitral stenosis, hipertensi
yang berat, severe aorta stenosis, severe mitral regurgitation, kardiomiopati hipertrofik,
mitral valve prolaps.

Temuan EKG pada LAE umumnya berupa :


1. Durasi gelombang P pada standar lead melebihi 0.11 sec ato kurang lebih 2,5 mm
2. Terdapat notch pada gelombang P, umumnya terlihat pada lead II. Biasa disebut
dengan P-Mitrale
3. Durasi komponen negatif dari gelombang P di lead V1 melebih 0.04 sec/1mm
4. Amplitudo komponen negatif dari gelombang P di lead V1 melebihi 1mm
Contoh LAE pada EKG :

1. Perhatikan gelombang P di lead II dan V1


2. Durasi gelombang P di lead II mencapai 0,12 sec disertai notch ( P-Mitrale )
3. Komponen defleksi negatif gelombang P di lead V1 mencapai 1mm dalam
amplitudo dan 0.04 sec dalam durasi
4. Kesemua temuan ini sugestif terhadap pembesaran atrium kiri.

2. Pembesaran Atrium Kanan (Right Atrial Enlargement)


Pembesaran atrium kanan atau dalam bahasa inggrisnya Right Atrial
Enlargement ( LAE ) singkatnya merupakan pembesaran ukuran dari rongga atrium
kanan jantung akibat adanya tekanan atau volume yang berlebihan pada atrium kanan
Pada elektrokardiografi gelombang P merupakan gelombang yang kecil yang muncul
ketika atrium mengalami depolarisasi. Oleh karena massa otot atrium kecil maka
amplitude gelombang P normalnya tidak melebihi 2.5 mm dan lebarnya tidak melebihi
0.11 sec. Adanya pembesaran dari atrium baik kiri maupun kanan akan memberikan
gambaran gelombang P yang abnormal. Penyebab RAE antara lain : Penyakit Paru
Kronik, Hipertensi Pulmonal, Stenosis Trikuspid, Penyakit Jantung Kongenital.

T
Temuan EKG pada RAE umumnya berupa :

1. Voltase gelombang P pada lead II atau aVF melebihi 2.5 mm atau 0.25 mV (P
Pulmonale)
2. Voltase gelombang P pada lead V1 atau V2 melebihi 1.5 mm atau 0.15 mV
3. Durasi gelombang P < 0,12 sec kecuali terdapat juga pembesaran atrium kiri
4. Biasanya juga ditemukan gambaran RVH

Contoh RAE pada EKG :

1. Perhatikan gelombang P di lead II dan V1


2. Voltase gelombang P di lead II lebih dari 2.5 mm ( P-Pulmonale )
3. Terdapat gelombang R yang tinggi di lead prekordial kiri sugestif RVH
4. Kesemua temuan ini sugestif terhadap pembesaran atrium kanan

3. Hipertrofi Ventrikel Kiri (Left Ventricular Hyperthrophy)


Hipertrofi ventrikel kiri atau Left Ventricular Hyperthropy (LVH) merupakan
penebalan/ penambahan massa otot atau miokardium dari ventrikel kiri sebuah jantung.
Di dalam EKG, akibat adanya penambahan massa otot ventrikel kiri akan
terjadi penambahan kekuatan voltase arus listrik jantung pada bagian ventrikel sebelah
kiri sehingga terjadi peninggian amplitudo dari gelombang R pada lead dada sebelah
kiri (I, aVL, V5, V6) dan peninggian kedalaman dari gelombang S pada lead dada
sebelah kanan (III, aVR, V1, V2)
Penebalan otot ventrikel kiri juga menyebabkan meningkatnya waktu
depolarisasi ventrikel dibandingkan dengan otot yang tidak menebal ( Pelebaran pada
kompleks QRS ), terganggunnya fase repolarisasi ( Abnormalitas dari gelombang ST-T
) dan aksis arus listrik akan dominant kea rah ventrikel kiri atau dikenal dengan istilah
Left Axis Deviation serta pada beberapa kasus bisa saja LEA.
Temuan EKG pada LVH umumnya berupa :
1. Gelombang R yang tinggi pada V5 dan V6
2. Gelombang S yang dalam pada V1 dan V2
3. Pelebaran kompleks QRS ( umumnya < 0.12 s kecuali ada gangguan konduksi )
4. Depresi Segmen ST dan Inversi gelombang T atau dikenal dengan Strain Pattern
5. Left Axis Deviation
6. Kadang ditemukan Left Atrial Enlargement
7. EKG tidak sensitif dalam menilai pembesaran jantung, karena banyak hal yang
dapat mempengaruhi ketinggian voltase dari kompleks QRS bukan hanya LVH
ataupun RVH sendiri. Terkadang ada gambaran EKG yang menunjukkan LVH
namun setelah dikonfrimasi echocardiography tidak menunjukkan hal tersebut
8. Terdapat beberapa kriteria dalam mendiagnosis LVH pada EKG dengan tingkat
sensitifitas dan spesifitas yang berbeda antara lain sebagai berikut :
a. Sokolow + Lyon
1. Gel S V1/V2 + Gelombang R V5/V6 > 35 mV ( Sen 22 %, Spec 100% )
2. Gelombang R aVL > 11mV ( Sen 11 %, Spec 100% )
3. Bila memenuhi salah satu kriteria diatas maka dapat disimpulkan bahwa
pada ekg tersebut terdapat LVH
LVH pada kriteria Sokollow Lyon
1. Perhatikan Gelombang R di V5 dan V6 serta S di V1 dan V2.
2. Bila dijumlahkan Gelombang S di V2 dan R di V5 maka hasilnya didapatkan
sebesar 35 kotak kecil atau setara dengan 35 mV.
3. Sesuai kriteria Sokollow Lyon maka pada ekg ini didapatkan LVH.
4. Terdapat juga ST depresi dan Inversi T di Lead V5,V6,I dan aVL yang
dinamakan Strain Pattern pada LVH.

b. Cornell criteria
1. Gelombang S V3 + R aVL > 28 mm pada Laki-Laki ( Sen 42 %, Spec 96 % )
2. Gelombang S V3 + R aVL > 20 mm pada Perempuan ( Sen 42 %, Spec 96 % )

LVH pada kriteria Cornell


1. Perhatikan Gelombang R pada aVL dan S pada V3
2. Bila dijumlahkan R aVL + S V3 maka hasilnya didapatkan lebih dari 28 kotak
kecil atau setara dengan 28 mV
3. Sesuai dengan kriteria Cornell maka pada ekg ini terdapat LVH
4. Pada Gambar EKG ini juga terdapat Left Axis Deviation yang biasa ditemukan
pada LVH
c. Romhilt + Estes

+ECG Criteria Points

Voltage Criteria (any of):


 R or S in limb leads ≥ 20 mm
3 points
 S in V1 or V2 ≥ 30 mm
 R in V5 or V6 ≥ 30 mm

ST-T Abnormalities:
3 points
 Without digitalis
1 point
 With digitalis

Left Atrial Enlargement in V1 3 points

Left axis deviation 2 points

QRS duration 0.09 sec 1 point

Delayed intrinsicoid deflection in V5 or V6 (>0.05 sec) 1 point

Points : Point 4 = Kemungkinan LVH ( Sen 54 %, Spec 85% )


Point 5 ke atas = LVH ( Sen 33 %, Spec 94 % )

1 = leads commonly used for voltage criteria. 2 = T wave inversion with ST depression
(example in V6), T wave upright with ST elevation (example in V1). 3 = intrinsicoid
deflection (time from begin of QRS to peak domminant R or S wave) in V6, and P wave in
V1.
a. Perhatikan angka 1-3 pada ekg di atas
1. Terdapat peninggian gelombang R dari kompleks QRS di lead ekstremitas
dan V5-V6 dan Gelombang S yang dalam di V1-V2
2. Terdapat Depresi ST dan Inversi T pada V4-V6, I dan aVL yang kita kenal
dengan Strain Pattern
3. Waktu antara defleksi awal QRS sampai mencapai puncak gelombang R
lebih dari 0.05 sec pada V4-V6, I, aVL
b. Bila kita melihat aksis jantung pada ekg ini, terdapat Left Axis Deviation
c. Durasi QRS juga mencapai 0.09 sec
d. Jika Temuan itu dijumlah sesuai poin kriteria Romhilt-Estes, maka gambaran
EKG ini sudah pasti termasuk dalam kategori LVH.

4. Hipertrofi Ventrikel Kanan (Right Ventricular Hyperthrophy)


Hipertrofi ventrikel kanan atau Right Ventricular Hyperthropy (LVH) merupakan
penebalan atau penambahan massa otot atau miokardium dari ventrikel kanan sebuah
jantung. Di dalam EKG, akibat adanya penambahan massa otot ventrikel kanan akan
terjadi penambahan kekuatan voltase arus listrik jantung pada bagian ventrikel sebelah
kanan sehingga terjadi peninggian amplitudo dari gelombang R pada lead dada sebelah
kanan ( V1 dan V2 ) dan peninggian kedalaman dari gelombang S pada lead dada
sebelah Kiri ( V5 dan V6 .
Penebalan otot ventrikel kanan juga menyebabkan meningkatnya waktu
depolarisasi ventrikel dibandingkan dengan otot yang tidak menebal ( Pelebaran pada
kompleks QRS ), terganggunnya fase repolarisasi ( Abnormalitas dari gelombang ST-T
) dan aksis arus listrik akan dominant ke arah ventrikel kanan atau dikenal dengan
istilah Right Axis Deviation serta pada beberapa kasus bisa saja terdapat pemebsaran
atrium kiri atau Right Atrial Enlargement
Beberapa penyebab RVH : hipertensi pulmonal, mitral stenosis, penyakit paru –
paru yang kronik, penyakit jantung bawaan ( tetralogy of fallot, asd, dll ), stenosis
pulmonal, arrythmogenic right ventricular dysplasia.

Temuan EKG pada RVH umumnya berupa :


1. Gelombang R yang dominan pada V1 dan V2 (> 7 mm / rasio gelombang R/S > 1)
2. Gelombang S yang dalam pada V5 dan V6
3. Pelebaran kompleks QRS ( umumnya < 0.12 s kecuali ada gangguan konduksi )
4. Depresi Segmen ST dan Inversi gelombang T atau biasa dikenal dengan Strain
Pattern pada Lead V1, V2 dan II, III, aVF
5. Right Axis Deviation
6. Kadang ditemukan Right Atrial Enlargement dan Right Bundle Branch Block yang
inkomplit

Contoh RVH pada EKG :

1. Perhatikan rasio gelombang R/S di lead V1


2. Bila dibagi antara gelombang R = 9 mm dan gelombang S = 0.5 mm maka 9/0.5 =
18 > 1 maka ratio R/S di V1 > 1
3. Terdapat Right Axis Deviation
4. Terdapat juga ST depresi dan Inversi T di Lead V1-3, II, III, aVF yang dinamakan
Strain Pattern pada RVH
5. Terdapat gambaran rSR’ di V1 dan V2 dan S dalam di I, aVL yang merupakan
gambaran Right Bundle Branch Block yang inkomplit
6. Terdapat gelombang P yang tinggi di lead II > 2,5 mV yang merupakan gambaran
Right Atrial Enlargement
7. Karena Berbagai Temuan yang sangat mengindikasikan ekg ini ke RVH maka
kesimpulannya pada ekg ini didapatkan RVH

1. Perhatikan rasio gelombang R/S di lead V1


2. Bila dibagi antara gelombang R = 7 mm dan gelombang S = 0.5 mm maka 7/0.5 =
14 > 1 maka ratio R/S di V1 > 1
3. Gelombang S di lead V5 dan V6 yang dalam
4. Terdapat Right Axis Deviation
5. Terdapat juga ST depresi dan Inversi T di Lead V1-3, II, III, aVF yang dinamakan
Strain Pattern pada RVH
6. Terdapat gelombang P yang lebar di lead II > 2,5 mV dan deleksi negative yang
dominan pada lead V1 yang merupakan gambaran Left Atrial Enlargement
7. EKG ini diambil dari pasien dengan Mitral Stenosis yang mempunyai RVH

Hal pertama yang mesti Anda lihat adalah kompleks QRS pada semua sadapan.
Tapi secara mudah dan ringkasnya gambaran EKG untuk melihat hipertrofi ventrikel
kanan dapat dilihat sebagai berikut:
1. Pada sadapan V1, gelombang R lebih besar daripada gelombang S.
2. Pada sadapan V6, gelombang S lebih besar daripada gelombang R.
3. Jika terjadi hipertrofi ventrikel kiri:
Sebenarnya terjadinya hipertrofi ventrikel kiri ditandai dengan banyak kriteria.
Jadi semakin banyak kriteria yang ditemukan, semakin besar kemungkinan
terdapatnya hipertrofi ventrikel kiri.
Kriteria itu antara lain terlihat di prekordial (V1-V6) dan sadapan ekstremitas
(AVL, AVF, I).
a. Kriteria prekordial meliputi:
1. Amplitudo gelombang R pada sadapan V5 atau V6 dijumlahkan dengan
amplitudo gelombang S pada sadapan V1 atau V2 melebihi 35 mm.
2. Amplitudo gelombang R pada sadapan V5 melebihi 26 mm.
3. Amplitudo gelombang R pada sadapan V6 melebihi 18 mm.
4. Amplitudo gelombang R pada sadapan V6 melebihi amplitudo
gelombang R pada sadapan V5.

b. Kriteria sadapan ekstremitas meliputi:


1. Amplitudo gelombang R pada sadapan AVL melebihi 13 mm.
2. Amplitudo gelombang R pada sadapan AVF melebihi 21 mm.
3. Amplitudo gelombang R pada sadapan I melebihi 14 mm.
4. Amplitudo gelombang R pada sadapan I dijumlahkan dengan gelombang
S pada sadapan III melebihi 25 mm.