Anda di halaman 1dari 6

INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND FTM-IST AKPRIND- TGP 2101

YOGYAKARTA

MATERI HANDOUT
Fakultas : Teknologi Mineral Pertemuan ke :7
Jurusan/Program Studi : Teknik Geologi Handout Ke :1
Kode Mata Kuliah : TGP 2101 Jumlah Halaman :6
Nama Mata Kuliah : Geologi Struktur Mulai Berlaku : 17.1

HUBUNGAN APLIKASI KEKAR DENGAN BIDANG LAIN

Berhubungan erat dengan, beberapa disiplin ilmu lain dalam lingkup ilmu kebumian, antara
lain: geologi teknik, geohidrologi, geologi minyak, geologi pertambangan, geothermal.

Dalam aplikasi ke ranah ilmu geologi teknik, keberadaan rekahan sebagai zona-zona lemah
dikenal sebagai bidang diskontinuitas. Diskontinuitas berupa rekahan baik rekahan yang
terbentuk sebagai struktur primer ataupun struktur sekunder. Adanya rekahan harus
diwaspadai karena memperlemah kekuatan batuan, mengganggu stabilitas keamanan
bangunan teknik. Contoh bangunan teknik yang rawan gangguan stabilitas keamanan
bangunan teknik, antara lain: bendungan (dam), terowongan (tunnel), penggalian
(excavation), pondasi bangunan, konstruksi jembatan. Syarat keamanan bangunan teknik,
yaitu stabil, dengan perkuatan bidang diskontinuitas dengan menambah nilai friksi dan
kohesi pada bidang diskontinuitas; kedap, dengan keberadaan air akan menambah beban
pada massa batuan sehingga memperlemah kekuatan batuan. Gambar sketsa pengaruh kekar
terhadap konstruksi bangunan teknik bendungan (dam) dapat dilihat pada gambar sebagai
berikut.

Versi: ANR.01 Revisi: 1 Halaman: 1 dari 6


INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND FTM-IST AKPRIND- TGP 2101
YOGYAKARTA

MATERI HANDOUT
Fakultas : Teknologi Mineral Pertemuan ke :7
Jurusan/Program Studi : Teknik Geologi Handout Ke :1
Kode Mata Kuliah : TGP 2101 Jumlah Halaman :6
Nama Mata Kuliah : Geologi Struktur Mulai Berlaku : 17.1

Kedudukan daripada kekar utama letaknya searah dengan arah aliran sungai, ditambah lagi
dengan kedudukan daripada bidang perlapisan yang juga miring ke hilir. Bidang-bidang
lemah dalam batuan ini akan mempermudah geseran-geseran yang diakibatkan oleh tegas
(arah panah) yang ditimbulkan dari tekanan air yang tersimpan di belakang bendungan. Arah
daripada kekar utama searah dengan aliran dan bidang perlapisan keduanya akan
menimbulkan kebocoran. Kekar utama akan menyebabkan kemungkinan keruntuhan.

Dalam aplikasi kekar untuk pekerjaan konstruksi teknik berupa terowongan (tunnel)
memerlukan perhatian lebih terhadap kekuatan massa batuan bawah permukaan. Dalam
konstruksi terowongan, kekar seringkali menjadi penyebab terjadinya runtuhan-runtuhan
terutama pada bagian atap konstruksi terowongan.

Runtuhan atap bangunan konstruksi ini dipicu oleh getaran yang terakumulasi dari
pengumpulan gaya tegasan yang bekerja pada batuan di sekitar konstruksi bangunan
terowongan. Tegasan gaya ini terdistribusi melalui rekahan-rekahan bidang diskontinuitas,
memperlemah kekuatan batuan, dalam hal ini rekahan berperan sebagai bidang lemah batuan.

“Perubahan muka air tanah ini sebenarnya hal yang biasa saja. Muka air tanah yang ada
selama ini adalah produk dari aktivitas tektonisme masa lalu. Kondisi kekurangan air di
daerah yang dulu banyak air pernah terjadi di masa lalu akibat gempa bumi”

Pada daerah kars dimana litologi penyusunannya berupa batuan karbonat, keberadaan
rekahan batuan dapat berkembang menjadi zona lemah yang dipicu oleh kehadiran air
sebagai agen pelarut. Sebagai contoh: fenomena munculnya mata-mata air pada daerah Kars
Sukolilo di Kendeng Utara. Munculnya mata-mata air pada rekahan batuan, membentuk
aliran sungai-sungai bawah tanah dengan lorong gua sebagai koridornya. Keberadaan
rekahan tersebut dapat memberi ciri kenampakan berupa lahan yang sangat kering di
permukaan saat musim kemarau dengan sungai-sungai mengalir di permukaan yang sangat
jarang. Sifat jarang ini dipengaruhi oleh air yang masuk ke bawah permukaan melalui
rekahan batuan karbonat (berupa batugamping / limestone) dan melarutkannya, menjadi
aliran sungai bawah permukaan. Air dapat muncul kembali ke permukaan melalui rekahan,
hadir sebagai sumber-sumber mata air.

Versi: ANR.01 Revisi: 1 Halaman: 2 dari 6


INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND FTM-IST AKPRIND- TGP 2101
YOGYAKARTA

MATERI HANDOUT
Fakultas : Teknologi Mineral Pertemuan ke :7
Jurusan/Program Studi : Teknik Geologi Handout Ke :1
Kode Mata Kuliah : TGP 2101 Jumlah Halaman :6
Nama Mata Kuliah : Geologi Struktur Mulai Berlaku : 17.1

Rekahan pada batuan karbonat pada pekerjaan eksplorasi minyak mempunyai peran sebagai
reservoir minyak. Rekahan ini merupakan fracture porosity yang terbentuk pada batuan
karbonat akibat mekanisme tarikan ataupun tekanan. Mekanisme gaya ini menyebabkan
batuan terlipat atau terpatah (folded atau faulted) dan membentuk rekahan-rekahan sepanjang
bidang datarnya. Rekahan ini dipengaruhi oleh posisi tarikan atau tekanan (compressional or
tensional stress environments) yang ada.

Pada daerah kompresi, rekahan terbentuk di sepanjang patahan (faults) dan pelipatan yang
sangat tajam (sharp folds) dengan pola rekahan yang sangat rapat. Pola rekahan tersebut
berpengaruh banyak pada besaran porositas dan permeabilitas, sehingga reservoir minyak
pada daerah ini bisa jadi tidak komersial. Kebalikannya, jika patahan atau pelipatan terjadi
pada daerah tarikan (tension) maka akan menghasilkan rekahan-rekahan yang sangat
potensial menjadi reservoir minyak yang besar. Daerah seperti ini biasanya terjadi pada suatu
pelipatan antiklinal, dimana rekahan tensional akan tegak lurus dengan lapisan, baik parallel
maupun tegak lurus dengan arah pelipatan.

Pada daerah rawan bencana gempa bumi, rekahan mempunyai peran sebagai jalur aliran air.
Hal tersebut dapat terjadi pada batuan keras, di mana air dapat menghilang secara cepat.
Akibat gempa bumi, terbentuk rekahan baru sehingga terjadi perubahan arah aliran air tanah.
Perubahan arah aliran air tanah membuat sejumlah sumur dan mata air menjadi kering.
Perubahan ini dapat bersifat permanen ataupun sementara, tergantung pada kondisi tanah dan
batuan di suatu daerah.

Pada daerah vulkanik dengan litologi penyusun berupa batuan beku, rekahan yang terbentuk
akibat gempa bumi juga mengakibatkan pengalihan aliran air. Mekanismenya berbeda
dengan batuan lainnya, dimana pada batuan beku, material yang menutup di atasnya mudah
meloloskan air sehingga aliran air mudah berpindah. Fenomena ini seperti yang terjadi pada
air terjun di Hutan Wisata Tlogo Putri. Pascagempa air terjun berubah menjadi rembesan.

Pada daerah aluvium, rekahan akibat gempa bumi di daerah karst, tidak mengakibatkan
perubahan aliran air tanah. Hal tersebut dapar terjadi apabila retakan batuan terjadi pada
daerah bermaterial aluvium. Material aluvium seperti lempung, bersifat mengisolasi retakan
sehingga air tetap tertahan. Pada danau-danau daerah karst di Gunungkidul, rekahan batuan
relatif tidak berpengaruh karena retakan baru tertutup oleh endapan aluvium. Namun
demikian hal tersebut dapat pula kebalikannya. Anomali muka air tanah terjadi bisa jadi
Versi: ANR.01 Revisi: 1 Halaman: 3 dari 6
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND FTM-IST AKPRIND- TGP 2101
YOGYAKARTA

MATERI HANDOUT
Fakultas : Teknologi Mineral Pertemuan ke :7
Jurusan/Program Studi : Teknik Geologi Handout Ke :1
Kode Mata Kuliah : TGP 2101 Jumlah Halaman :6
Nama Mata Kuliah : Geologi Struktur Mulai Berlaku : 17.1

bersifat permanen ataupun sementara. Apabila rekahan memotong muka air tanah dan air
keluar di daerah yang terpotong maka muka air tanah akan turun dan bersifat permanen.
Kebalikannya, sumur yang kering pada topografi datar dengan material yang homogen
cenderung bersifat sementara. Ketika musim hujan, air tanah akan kembali seperti semula.
Contoh: air tanah di daerah Sleman dan Bantul, di mana peluang pemulihan ke kondisi
semula masih besar.

APLIKASI KEKAR PADA GEOLOGI MINYAK BUMI

Keberadaan rekahan dalam bidang geologi minyak bumi dan gas, mempunyai 2 fungsi peran
yaitu sebagai (1) jalan migrasi minyak dan gas bumi dan (2) “reservoir minyak dan gas bumi.

Walaupun mempunyai fungsi peran sebagai jalan migrasi minyak dan gas bumi, peranan
rekahan-rekahan dalam batuan pada migrasi minyak dan gas bumi tidak begitu diketahui,
namun tidak dapat disangsikan lagi bahwa selama waktu geologi berjalan, sejumlah minyak
dan gas bumi dapat bergerak melalui rekahan-rekahan tersebut selama rekahan-rekahan
tersebut terbuka. Migrasi minyak dan gas bumi melalui kekar ini dapat menimbulkan larinya
minyak dan gas bumi ke permukaan, dan ini menghalangi pembentukan jebakan minyak dan
gas bumi.

Kekar dapat menyebabkan jalan keluarnya minyak dan gas bumi dari batuan asalnya ke
batuan reservoir atau dapat menyebabkan perpindahan dari satu reservoir ke reservoir
lainnya. Hal tersebut menerangkan juga bahwa kemungkinan terdapatnya minyak dan gas
bumi di basement rock yang mempunyai banyak rekahan berumur Pra Tersier di Indonesia,
contoh: Kalimantan.

Kebanyakan produksi minyak dan gas bumi di dunia berasal dari suatu reservoir dimana
rekahan walaupun ada, tidak mempengaruhi produksi. Minyak dan gas bumi disimpan dalam
pori-pori dalam batuan dan bergerak melaluinya menuju sumur pemboran. Tetapi di lain
pihak di beberapa daerah minyak adanya struktur rekahan memegang peranan dalam
produksi. Contoh: minyak besar di Irak dan Iran dimana minyak bumi dihasilkan dari
batugamping yang mempunyai rekahan; rekahan di California merupakan fractured
basement; di Texas, rekahan terbentuk pada batugamping.

Versi: ANR.01 Revisi: 1 Halaman: 4 dari 6


INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND FTM-IST AKPRIND- TGP 2101
YOGYAKARTA

MATERI HANDOUT
Fakultas : Teknologi Mineral Pertemuan ke :7
Jurusan/Program Studi : Teknik Geologi Handout Ke :1
Kode Mata Kuliah : TGP 2101 Jumlah Halaman :6
Nama Mata Kuliah : Geologi Struktur Mulai Berlaku : 17.1

Produksi gas bumi dari lapisan batupasir yang rendah porositasnya juga mungkin disebabkan
karena pengaruh rekahan yang ada di dalamnya. Serpih bitumen yang secara fisik tidak
memungkinkan dapat mengandung atau mengeluarkan gas, namun dengan adanya rekahan
memungkinkan pengambilan gas bumi dari serpih bitumen.

APLIKASI KEKAR PADA GEOLOGI PERTAMBANGAN

Keberadaan kekar pada bidang geologi pertambangan, mempunyai fungsi peran yaitu: (1)
sebagai jalan untuk larutan, (2) sebagai ruang untuk pengendapan, (3) sebagai tempat
dimulainya proses alihan (replacement) minyak, (4) sistem rekahan batuan mempengaruhi
desain penambangan (quarying), yang mana merupakan ranah dari pekerjaan bidang geologi
teknik.

Pada kasus geologi pertambangan bahan galian berupa mangan, sebagian besar mineral
mangan banyak dijumpai di sekitar batuan metamorf yang sangat keras. Mangan tersebut
membentuk suatu jalur di antara rekahan batuan metamorf yang keras. Singkapan mineral
mangan ini bisa terlihat di lereng bukit atau tepian sungai di daerah batuan metamorf. Metode
eksploitasi mangan, umumnya menggunakan peledakan atau secara tradisional membuat
suatu jalur bawah tanah (terowongan) diantara rekahan batuan gamping. Daerah eksplorasi
mangan antara lain berada di Tasikmalaya, Jawa Barat serta Jember, Jawa Timur.

Contoh lain pekerjaan geologi pertambangan yaitu penambangan galena dan tembaga (Cu).
Mineral galena banyak dijumpai di sekitar batuan metamorf dan batuan beku. Galena tersebut
membentuk suatu jalur di antara rekahan batuan beku dan metamorf. Singkapan mineral
galena ini bisa terlihat di lereng bukit atau tepian sungai di daerah batuan metamorf. Pada
beberapa tempat, mineral galena ini berdekatan dengan unsur lain seperti tembaga (Cu).
Apabila unsur Cu juga dominan pada mineral galena, diperkirakan harga mineral tersebut
akan lebih tinggi di pasaran internasional.

Metode eksploitasi galena umumnya menggunakan peledakan atau secara tradisional


membuat suatu jalur bawah tanah (terowongan) di antara rekahan batuan beku. Daerah
eksplorasi galena antara lain berada di Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Jawa
Timur dan Jawa Tengah.

Versi: ANR.01 Revisi: 1 Halaman: 5 dari 6


INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND FTM-IST AKPRIND- TGP 2101
YOGYAKARTA

MATERI HANDOUT
Fakultas : Teknologi Mineral Pertemuan ke :7
Jurusan/Program Studi : Teknik Geologi Handout Ke :1
Kode Mata Kuliah : TGP 2101 Jumlah Halaman :6
Nama Mata Kuliah : Geologi Struktur Mulai Berlaku : 17.1

APLIKASI KEKAR PADA GEOTHERMAL

Reservoir panas bumi diduga terbentuk akibat rekahan-rekahan dan kekar-kekar yang terjadi
pada proses tektonik dan pembentukan gunungapi. Tipe air panas didominasi oleh air
bikarbonat, berasal dari “magmatic waters” (deep waters) yang naik kepermukaan melalui
rekahan-rekahan batuan dengan membawa unsur-unsur volatil, diantaranya CO2.

Sirkulasi air tanah yang tersuplai dari air hujan dan terjebak sebagai air meteorik meresap
secara langsung melalui porositas batuan atau melalui rekahan-rekahan yang terbentuk akibat
proses deformasi. Air resapan yang melalui batuan breksi dan piroklastik akhirnya bertemu
dengan uap panas atau panas yang berasal dari magma sehingga terpanaskan dan terbentuk
air panas.

Versi: ANR.01 Revisi: 1 Halaman: 6 dari 6