Anda di halaman 1dari 4

Persamaan untuk menghitung Harga Obligasi Untuk menghitung besarnya YTM perlu digunakan metode coba-coba (trial

Harga Obligasi = C x PVIFa + FV x PFIF and error) dan sama prosesnya seperti menghitung “r” dalam suatu
C = nilai kupon perhitungan anuitas.
PVIFa = [ 1 – (1+r)^(-t) ] / r
PVIF = 1/(1+r)t^t = (1+r)^(-t) YTM dengan kupon tahunan
r = tarif kupon Misalnya suatu obligasi dengan kupon tahunan sebesar 10%, jatuh tempo 15
t = banyaknya periode pembayaran kupon tahun dan nilai nominal Rp 10.000.000. Harga obligasi tersebut sekarang Rp
FV = face value = nilai nominal obligasi 9.280.900 Berapakah YTM nya?
Harga Obligasi (B) = Nilai Sekarang Anuitas dari Kupon + Nilai Sekarang
Contoh : dari Nilai Nominal
Obligasi yang bernilai nominal Rp 10 juta dengan tarif kupon 14% setahun. B = Rp 1 juta x PVIFa + Rp 10 juta x PVIF = Rp 9.280.900
Kupon dibayarkan setiap 6 bulan. Obligasi tersebut akan jatuh tempo dalam Karena harga obligasi lebih rendah dibanding nilai nominalnya, berarti ini
waktu 7 tahun dan memiliki YTM 16%. Hitunglah harga obligasinya. adalah obligasi diskon dimana YTM nya lebih besar daripada 10%
1 tahun = 2 periode pembayaran kupon, sehingga t = 7 tahun x 2 periode / Misalkan r1 = 10% maka B1 = 10.000.000 – 9.280.900 = 643.072
tahun = 14 periode R2 = 12% maka B2 = 8.637.827 - 9.280.900 =-719.100
R per periode = 14% /2 = 7% per periode ( 1 periode = 1 semester) 2% 1.362.172
YTM per periode = 16%/2 = 8% per periode. YTM = 10% + 643.072 / 1.362.172 x 2% = 10,94%
Kupon per periode = 7% x Rp 10 juta = Rp 700.000 Atau 12% - 719.100 / 1.362.172 x 2% = 10,94%
PVIFa = [1 – (1+8%)^(-14)] / 8% = 8,244236983 Berarti YTM = 10,94%.
PVIF = (1+8%) ^ (-14) = 0,340461041
Harga Obligasi (B) = Rp 700.000 x 8,244236983 + Rp 10.000.000 x YTM dengan Kupon Semesteran
0,340461041 = Rp 9.175.576,30 Misalkan sebuah obligasi dengan tarif kupon 10% dan kupon dibayar setengah
tahunan (per semester). Nilai nominal Obligasi tersebut Rp 10 juta, dengan
Menghitung Nilai Obligasi dan Perubahan Suku Bunga umur ekonomis 20 tahun dan dijual dengan harga Rp 11.979.300. Hitung
Harga Obligasi (Bond Value) = Nilai Sekarang Kupon + Nilai Sekarang dari YTM nya.
Nilai Nominal Karena harga obligasi lebih tinggi dibanding nilai nominalnya, berarti ini
Nilai Sekarang Kupon = Nilai Sekarang Anuitas dari Kupon adalah obligasi premium di mana YTM nya lebih kecil daripada tarif kupon
Pada saat tingkat suku bunga naik, nilai sekarang akan turun demikian juga (10%).
dengan nilai obligasi yang akan turun bila tingkat suku bunga naik dan Kupon semesteran artinya obligasi ini membayar kupon setiap semester (enam
sebaliknya. bulan sekali) alias setahun 2 kali bayar kupon. Hal ini lumrah untuk obligasi
di Amerika. Berarti 1 periode = 1 semester.
Menghitung Nilai Obligasi Diskon dengan Kupon Tahunan Jumlah periode pembayaran kupon obligasi tersebut = 20 tahun x 2 periode /
Misal sebuah obligasi dengan tarif kupon 10% dan kupon dibayar tahunan. tahun = 40 periode.
Nilai nominalnya Rp 10 juta dan akan jatuh tempo 5 tahun kemudian. Dengan Tarif kupon per periode = 10% / 2 = 5%
YTM 11%, berapa nilai obligasi tersebut? Kupon = 5% x Rp 10 juta = Rp 500.000 / semester
Nilai Kupon = tarif kupon x nilai nominal = 10% x Rp 10 juta = Rp 1 juta. B = Rp 500.000 juta x PVIFa + Rp 10 juta x PVIF = Rp 11.979.300
Nilai Obligasi (B) = Nilai Sekarang Anuitas dari Kupon + Nilai Sekarang dari Misalkan r1 = 5% maka B1 = 10.000.000 – 11.979.300 = -1.979.300
Nilai Nominal R2 = 3% maka B2 = 14.622.954,- 11.979.300= 2.643.654
Nilai Sekarang Anuitas = [1-(1+r)^(-t)] / r 2% 4.622.954
R = YTM = 11% YTM = 3% + 2.643.654 / 4.622.954 x 2% = 4,14% / semester
T = 5 periode Atau 5% - 1.979.300 / 4.622.954 x 2% = 4,14% / semester
Faktor Bunga Nilai Sekarang Anuitas = PVIFa (11%,5) = [ 1 – (1+11%)^(-5)] Berarti YTM = 4,14% x 2 = 8,28% setahun
/ 11% = 3,695897018 Dengan perhitungan yang lebih teliti (tanpa pembulatan) diperoleh YTM =
Faktor Nilai Sekarang = PVIF (11%,5) = (1+11%)^(-5) = 0,593451328 8%
Nilai Kupon = 10% x Rp 10 juta = Rp 1 juta
Harga Obligasi (B) = Nilai Sekarang Anuitas dari Kupon + Nilai Sekarang Current Yield vs. Yield to Maturity
dari Nilai Nominal Current Yield = kupon tahunan / harga obligasi
= Rp 1 juta x 3,695897018 + Rp 10 juta x 3,695897018 Yield to maturity = current yield + capital gains yield
= Rp 9.630.410,298 Misal : obligasi dengan tarif kupon 10% dibayarkan tiap semester. Nilai
nominal Rp 10 juta, umur ekonomis 20 tahun dengan harga obligasi Rp
Menghitung nilai Obligasi Premium dengan Kupon Tahunan 11.979.300.
Obligasi premium adalah obligasi yang nilainya lebih tinggi daripada nilai Kupon setahun = 10% x Rp 10 juta = Rp 1 juta.
nominalnya. Current Yield = Rp 1 juta / Rp 11.979.300 = 0,0835 = 8,35%
Contoh : anda sedang mereview suatu obligasi yang memberikan kupon Harga tahun pertama (asumsi YTM tidak berubah) = Rp 11.936.800
tahunan sebesar 10% dengan nilai nominal Rp 10 juta. Obligasi tersebut jatuh Capital gain yield = (RP 11.936.800 – Rp 11.979.300) / Rp 1.1979.300 = -
tempo 20 tahun dan YTM nya 8%. Berapa nilai obligasi tersebut? 0,0035 = - 0,35%
Faktor Bunga Nilai Sekarang Anuitas = PVIFa (8%,20) = [ 1 – (1+8%)^(-20)]
/ 8% = 9,818147407 Teori Harga Obligasi
Faktor Nilai Sekarang = PVIF (8%,20) = (1+8%)^(-20) = 0,214548207 Obligasi yang memiliki resiko dan umur yang sama akan memiliki hasil
Harga Obligasi (B) = Nilai Sekarang Anuitas dari Kupon + Nilai Sekarang (return) yang sama yang dijadikan dasar untuk perhitungan harga obligasi
dari Nilai Nominal tersebut (tidak tergantung dari tarif kupon). Jika harga satu obligasi diketahui,
= Rp 1 juta x 9,818147407+ Rp 10 juta x 0,214548207 maka dapat dihitung YTM nya dan YTM tersebut digunakan untuk
= Rp 11.963.629,48 menghitung harga dari obligasi kedua. Konsep menghitung harga suatu aset
didasarkan atas harga aset sejenis dapat digunakan untuk menghitung nilai
Hubungan grafis antara harga obligasi dan YTM aset lainnya (di luar obligasi).

Dari grafik di atas terlihat bahwa semakin besar YTM, maka nilai obligasi
semakin kecil. Harga saham setelah emisi right, secara teori akan mengalami penurunan
Harga Obligasi : hubungan antara Tarif Kupon dengan YTM karena harga pelaksanaan emisi right biasanya selalu lebih rendah daripada
Jika YTM = tarif kupon, maka nilai nominal obligasi = harga obligasi harga pasar.
Jika YTM > tarif kupon, maka nilai nominal obligasi > harga obligasi Berikut Rumus untuk menghitung harga teoretis saham yg melakukan right
Hal ini mengingat nilai diskonto nya menyebabkan hasil (tingkat issue :
pengembalian) obligasi lebih tinggi dari tarif kupon.
Obligasi yang harganya di bawah nilai nominal disebut obligasi diskon. (RSL x Kurs Akhir Cum-Date) + (RSB x HP)
Jika YTM < tarif kupon, maka nilai nominal obligasi <. harga obligasi Harga Teoretis = _______________________________________
Tarif kupon yang lebih tinggi menyebabkan harga obligasi lebih tinggi dari (RSL + RSB)
nilai nominalnya. Keterangan :
Obligasi yang harganya di atas nilai nominal disebut obligasi premium. RSL : Rasio Saham Lama
RSB : Rasio Saham Baru
Resiko Tingkat Suku Bunga HP : Harga Pelaksanaan
Resiko tingkat suku bunga adalah resiko yang timbul bagi pemegang obligasi Kurs Akhir Cum-Date : Harga Saham pada Cum-Date
karena adanya perubahan tingkat suku bunga. Terbagi atas 2 :
1. Resiko Harga yakni perubahan harga obligasi yang timbul karena perubahan Contoh 1 :
tingkat suku bunga.
- Obligasi jangka panjang memiliki resiko harga yang lebih besar dibanding Harga Saham sebelum emisi right adalah : Rp. 5.000,-
obligasi jangka pendek. Setiap 2 saham lama berhak membeli 1 saham baru yang ditawarkan melalui
- Obligasi dengan tarif kupon yang rendah lebih besar resiko harganya emisi rights pada harga pelaksanaan Rp. 3.000.
dibanding obligasi tarif kupon yang tinggi. Oleh karena itu, maka Harga Teoritisnya adalah sbb :
- Resiko harga semakin besar saat YTM nya rendah dibanding YTM yang RSL = 2
tinggi (lihat Hubungan grafis antara harga obligasi dan YTM) RSB = 1
2. Resiko Tingkat Investasi Kembali yakni ketidakpastian yang timbul atas HP = 3.000
tingkat hasil saat arus kas yang diterima diinvestasikan kembali. Kurs akhir Cum-Date = 5.000
- Obligasi jangka pendek memiliki resiko tingkat investasi kembali yang lebih
besar dibanding obligasi jangka panjang. (RSL x Kurs Akhir Cum-Date) + (RSB x HP)
- Obligasi dengan tarif kupon yang tinggi lebih beresiko dalam hal Harga Teoretis = _______________________________________
diinvestasikan kembali dibanding obligasi dengan tarif kupon yang rendah. (RSL + RSB)

Menghitung Hasil Oblligasi (Yield to Maturity) (2 x Rp. 5.000) + (1 x Rp. 3.000)


Yield to Maturity (YTM) adalah tingkat bunga yang berlaku pada harga Harga Teoretis = __________________________________ = Rp. 4.325
obligasi saat ini. (Hasil pembulatan).
(2 + 1)
3 Rp 1500

Dengan harga teoritis sebesar Rp. 4.325 berarti terjadi penurunan Rp. 675 per Pada tahun ke 3 deviden yang di bayarkan mengalami tingkat pertumbuhan yang
saham. tetap sebesar 10% pertahun, dan keuntungan yang disyaratkan sebesar 15%,
berapakah nilai saham tersebut saat ini? Dan nilai total saham sebagai nilai nilai
Contoh 2 : sekarang dari deviden pada tiga tahun pertama ditambah dengan nilai sekarang harga
saham pada tahun ke tiga.?Penyelesaian :
PT ABC melakukan right issuedengan rasio 20 : 35 dengan harga pelaksanaan P3 = D3 (1 + g) / ( r – g)
Rp.200 setiap saham. Kurs akhir cum-rights PT ABC tercatat pada harga Rp. = 1500 x ( 1 + 0,10 ) / ( 0,15 – 0,10 )
250. = 1500 x 1,1 / 0,5
Oleh karena itu, maka Harga Teoritisnya adalah sbb : = 3300
RSL = 20
RSB = 35 P0 = D1 + D2 + D3 + P3
HP = 200 (1 + r )¹ (1 + r )² (1 + r )³ (1 + r )³
Kurs akhir Cum-Date = 250

(RSL x Kurs Akhir Cum-Date) + (RSB x HP) = 500 + 1000 + 1500 + 3300
Harga Teoretis = _______________________________________
(RSL + RSB) (1 + 0,15 )¹ (1 + 0,15 )² (1 + 0,15 )³ (1 + 0,15 )³

(20 x Rp. 250) + (35 x Rp. 200) = 4.346,99


Harga Teoretis = __________________________________ = Rp. 220 (Hasil
pembulatan).
(20 + 35)
D. Komponen Tingkat Keuntungan Yang di Syaratkan
Rumus
r = D1 / P0 + g
A. Penilaian Berdasarkan Arus Kas Investasi Saham Contoh soal :
1. Berapa tingkat pengembalian yang diharapkan dari saham yang akan memberikan
deviden sebesar Rp.2.000,- dan harga pasar saham tersebut Rp.20.000,- dan deviden
Rumus : P0 = (D1+P1)
mempunyai tingkat pertumbuhan sebesar 6% pertahun ?
(1+r)
Keterangan :
i = 2.000 + 0,06
P0 = nilai atau harga sekarang saham
20.000
P1 = harga pada satu periode waktu yang akan datang
= 0,1 + 0,06
D1 = dividen kas yang dibayarkan pada akhir periode.
= 0,16
r = tingkat keuntungan yang disyaratkan pasar atas investasi tersebut.
= 16%
Dividen dengan pertumbuhan konstan
2.3 PENILAIAN OBLIGASI
Nilai Obligasi dan Yields
o Rumus growing perpetuity: Nilai obligasi yang dimaksud adalah besaran nilai yang dimiliki oleh sebuah obligasi
yang mampu memberikan pendapatan pada masa yang akan datang.
Sedangkan yield atau yield to maturity dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang
P0 ditawarkan oleh pasar untuk membeli sebuah aset keuangan (tidak hanya terbatas
= D1 + D2 + Dn pada obligasi semata) dengan tujuan untuk menukar uang saat ini dengan uang di
(1+r) (1+r) (1+r) masa yang akan datang.

o Rumus r > g

P0 = D0 (1+g) = D1
(r-g) (r-g) Rumus perhitungan Nilai
obligasi
Nilai
Obligasi = C x 1 1 _ 1 + F
o Pendekatan dividend growth model
r (1+r)t (1+r)t
Keterangan :
Pt = Dt x (1+g) = Dt+1
F : nilai nominal obligasi
r-g r-g
C : kupon yang dibayarkan setiap periode
Contoh soal :
t : waktu sampai dengan jatuh tempo
r : suku bunga di pasar
1. PT. indosat membayarkan deviden kas baru sebesar Rp. 5000 dan tingkat
bunga yang disyaratkan sebesar 15%, dengan tinggkat pertumbuhan Contoh soal :
deviden yang tetap sebesar 10%. Berapakah nilai saham sekarang dan PT XL menerbitkan sebuah obligasi dengan jangka waktu jatuh tempo 10 tahun,
harga saham serta deviden pada tiga tahun kemudian ?Penyelesaian : dengan nominal 10.000.000, kupon yang dibayarkan setiap tahun rp. 500.000, dan
bunga pasar besarannya sama dengan coupon rate yaitu 10%. Maka nilai obligasi
tersebut adalah :
 P0 = D0(1+g) / (r-g) Nilai sekarang dari nominal obligasi
= Rp 10.000.000 / (1,10)¹⁰
= Rp 5.000 x (1 + 0,10) / (0,15 -0,10) = Rp 10.000.000 / 2,5937
= Rp 5.000 x 1,1 / 0,5 = 3.855.496
= Rp 11.000
Nilai sekarang Anuitas dari Kupon Obligasi
= 500.000 x { 1 – 1 / (1,10 ) } / 0,10
= 500.000 x { 1 – 1 / 2,5937 } / 0,10
 D3= Rp 5.000 x (1 + 0,10)³ = 500.000 x 6,145
= 3.072.500
=Rp 5.000 x 1,331 = 6.655
Opsi beli, atau yang lebih dikenal dengan istilah call option, adalah suatu hak
untuk membeli sebuah asset pada harga kesepakatan (strike price) dan dalam
jangka waktu tertentu yang disepakati—baik pada akhir masa jatuh tempo
 P3 = D3 x (1 + 0,10) / 0,15 – 0,10
ataupun di antara tenggang waktu masa sebelum jatuh tempo. Pada opsi beli
ini terdapat 2 pihak yang disebut :Pemilik call option memiliki hak, tetapi
= 6.655 x 1,1 / 0,5 = 14.641 bukan kewajiban untuk membeli aset induk atau aset acuan (under laying
asset), pada harga tetap selama waktu tertentu.
B. Pertumbuhan Deviden yang Tidak Tetap
Rumus harga saham tahun ke n
Pn = D3 (1+g) / (r-g) Opsi jual, atau yang lebih dikenal dengan istilah put option, adalah suatu hak
Rumus nilai sekarang harga saham pada tahun ke n. untuk menjual sebuah asset pada harga kesepakatan (strike price) dan dalam
jangka waktu tertentu yang disepakati—baik pada akhir masa jatuh tempo
ataupun di antara tenggang waktu masa sebelum jatuh tempo. Pada opsi jual
P0 = D1 + D2 + ……… + Dn
(1+r) (1+r) (1+r) ini juga terdapat 2 pihak yang disebut :Instrumen ini disebut opsi oleh karena
Contoh soal perjanjian ini memberikan “hak” kepada pemegang opsi untuk menentukan
Suatu saham diperkirakan akan membayarkan deviden kas sebagai berikut : apakah akan melaksanakan atau tidak (atau biasa disebut exercise) opsi yang
Tahun Deviden yang di harapkan dipegangnya, yaitu hak membeli (pada opsi beli) atau hak menjual (pada opsi
jual)dan pihak yang menjual opsi atau yang biasa disebut “penerbit opsi”
1 Rp 500 “wajib” untuk memenuhi hak opsi dari pemegang opsi tersebut sesuai
2 Rp 1000 dengan ketentuan yang disepakati
Futurescontracts merupakan kesepakatan membeli atau menjual aktiva Keterangan:
tertentu pada tanggal tertentu dengan harga yang telah ditetapkan di masa
yang akan datang. Fo = futures price teoretis
So = Spot price, harga saham di pasar saat ini
Karakteristik
rf = risk free, suku bunga bebas risiko misalnya bunga SBI
Adapun karakteristik dari futurescontracts antara lain: d = dividen yield
n = waktu yang dibutuhkan sampai pada tanggal penyerahan (masa kontrak)
a) Perlu transfer tunai pada awal transaksi. Transfer tunai sebagai jaminan
5 Contoh Kasus
(margin).b) Transfer tunai harus dilakukan setiap hari.
Harga saham TLKM di BEI Rp 10.000, tingkat suku bunga SBI
c) Risiko kredit sangat kecil.
9%, dan dividen akan diterima dalam 3 bulan mendatang sebesar Rp 500.
d) Kontrak yang disesuaikan dengan kebutuhan dua pihak tidak tersedia.
Berapa future price saham TLKM pada 3 bulan mendatang?
e) Kontrak yang tersedia terutama untuk jangka pendek (paling lama satu tahun).
Fo = So (1 + rf - d)n
f) Pasar lebih aktif dibandingkan pasar forward, untuk kontrak-kontrak tertentu.
= 10.000 [(1+0,09)3/12 + 500/10.000]
g) Posisi semula dapat ditutup atau dibalik dengan cepat.
= 10.000 x [1,021778 + 0,05]
= 10.718
1.1.4 Formula

1.3 Option Contracts


Fo = So (1 + rf+ c)n 1.3 Uraian

Keterangan: a) Hak membeli atau menjual aktiva tertentu pada harga pada (sebelum) tanggal

Fo = futures price teoretis tertentu yang telah ditetapkan di masa yang akan datang.
So = Spot price (harga pasar) saat ini
b) Transaksi dilakukan baik melalui broker dengan telepon atau telex, maupun di
rf = tingkat bunga bebas risiko, misalnya bunga SBI
bursa resmi.
c =carrying cost
n = waktu yang dibutuhkan sampai pada tanggal penyerahan (masa kontrak) c) Biasanya digunakan untuk menentukan harga tertinggi dan terendah.

1.1.5 Contoh Kasus 1.3.3 Karakteristik

Harga Crude di New York Board of Trade (NYBoT) US$140/barel. a) Pembeli atau kontrak opsi dapat membatasi kerugian maksimum, tapi selalu

Bunga 3%, biaya gudang 0,1% per bulan dan asuransi 0,01% per bulan. terbuka kesempatan menguntungkan dari pergerakan harga.

Berapa future price untuk masa 6 bulan mendatang? b) Pembeli harus membayarr premi (harga/biaya)

Diketahui: c) Pembeli menghadapi risiko kredit dari penjual. (pembeli punya hak, penjual
Biaya carrying cost disetahunkan = biaya gudang = 1,2%
punya kewajiban).
Biaya asuransi disetahunkan = 0,12%
d) Untuk kebutuhan lindung nilai tertentu tersedia kontrak tailor made.
Penyelesaian:
Fo= So (1+rf+c)n e) Kontrak tersedia terutama untuk kontrak jangka pendek.
= 140 (1 + 0,03 + 0,012 + 0,0012)6/12
= 140 x 1,021372 1.3.4 Contoh Kasus
= US$ 142,99 /barel
Anda memiliki modal sebesar Rp 1.000.000. Ada 3 pilihan

investasi yang dapat dilakukan.


1.2 Forward Contracts
1) Beli saham dengan harga pasar Rp 5.000 per unit saham, investasi 200 saham.
1.2.2 Uraian
2) Beli opsi saham dengan exercise price Rp 5000 premium Rp 500 atau 2000
a) Kesepakatan membeli atau menjual aktiva tertentu pada tanggal tertentu di
opsi sebesar 20 kontrak.
harga yang telah ditetapkan di masa yang akan datang.
3) Beli 2 kontrak opsi atau 200 opsi saham sebesar Rp 100.000 dan sisa Rp
b) Transaksi selalu dilakukan melalui broker dengan telepon atau telex.
900.000 didepositokan dengan tingkat bunga 4% selama 6 bulan.
c) Biasanya digunakan untuk memastikan harga di masa yang akan datang.
Berapa tingkat return masing-masing jika stock price 6 bulan
1.2.3 Karakteristik
mendatang Rp 4.000 dan pilihan investasi mana yang menguntungkan atau
Adapun karakteristik dari futurescontracts antara lain:
merugikan paling tinggi?
a) Tidak perlu transfer tunai pada awal transaksi. Transfer tunai hanya saat jatuh
Jawab:
tempo.
1) Return investasi saham = [200 x (Rp 4.000 – Rp 5.000)] : Rp 1.000.000 = -
b) Terdapat risiko kredit.
0,20 (rugi 20%)
c) Kontrak sesuai dengan kebutuhan dua pihak, digunakan khusus untuk lindung 2) Return investasi di option market bersifat negatif sebesar premium yang
dibayar karena stock price di bawah exercise price = [2.000 x Rp 500] :
nilai.
1.000.000 = 1 atau rugi 100%
d) Kontrak yang tersedia diperjualbelikan adalah untuk sekuritas utang jangka
3) Return investasi campuran:
pendek (paling lama satu tahun). Rugi sebesar premium = 200 x Rp 500 = Rp 100.000
Deposito 4% x Rp 900.000 = Rp 36.000
1.2.4 Formula Total Rugi = Rp 64.000
Return negatif = 64.000/1.000.000 = 6,4% rugi.
Futures Price untuk pasar modal:
Investasi campuran yang paling rendah ruginya.

Fo = So (1 + rf-d)n
WARRANTS (WARAN) sedangkan saat waran ditukar dengan sejumlah saham, ada dana baru yang
Adalah suatu opsi yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang memberikan masuk ke perusahaan.
hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah lembar saham pada
harga yang telah ditentukan. Waran serupa dengan opsi jenis call (call option) Penilaian Waran
yang diterbitkan oleh perusahaan. Biasanya waran diterbitkan bersama Untuk lebih memahami tentang penilaian suatu waran berikut ini disajikan
(attached) dengan penerbitan atau penjualan obigasi suatu perusahaan. sebuah contoh:
Pembeli obligasi akan memperoleh sejumlah waran sebagai bonus. Informatic Corporation menjual 1 lembar obligasi plus 20 lembar waran
Waktu untuk melakukan pembelian saham atau exercise warrant ada dua sebagai bonus. Waran ini memiliki exercise ratio = 1 (artinya 1 waran dapat
macam yaitu: dilakukan kapan saja selama masih dalam satu periode yang digunakan untuk membeli 1 saham). Exercise price = $22 dan expiration date
telah ditentukan (american call option) atau dapat di exercise pada waktu 10 tahun mendatang. Obligasi yang dijual menawarkan bunga 8%/tahun
yang telah ditentukan (european call option). dengan pembayaran sekali setahun dengan nilai nominal $1,000 serta jatuh
tempo dalam waktu 20 tahun. Obligasi ini harus memberikan bunga
Tujuan Menerbitkan Waran 10%/tahun jika dijual tanpa bonus waran. Investor mau menerima bunga 8%
1. Melancarkan penjualan obligasi. Ini dilakukan oleh perusahaan- padahal seharusnya 10%, hal ini terjadi karena mereka menerima bonus
perusahaan yang kurang potensial untuk menerbitkan saham. Maka waran waran; artinya pemodal di pasar akan meminta bunga 10%/tahun untuk
disebut sebagai pemanis atau sweetener penerbitan obligasi. Namun pada obligasi sejenis yang dijual tanpa waran. Misalnya harga saham perusahaan
perkembangan terakhir waran juga diterbitkan oleh perusahaan besar seperti tersebut $20, deviasi standar harga saham 40% per tahun dan suku bunga
AT&T pada tahun 1970. bebaas risiko (krf) aalah 6%/tahun.
2. Dengan adanya waran, pembeli obligasi akan memiliki kesempatan Berdasarkan konsep penilaian obligasi dengan pendekatan discounted cash
menikmati kenaikan nilai atau harga saham perusahaan (capital gain). Jika flow, expiration value obligasi adalah present value dari seluruh penghasilan
harga saham naik melebihi harga beli yang tertera pada waran, pemegang akibat membeli obligasi tersebut.
waran akan menggunakan hak untuk membeli sejumlah lembar saham
perusahaan untuk memperoleh keuntungan (waran di-exercise). Harga Obligasi dijual dengan 20 waran= 20
∑ $80 + $1000
Karakteristik Waran t=1 (1.10)t (1.10)20
Exercise Price (X)
Exercise price adalah harga yang tertera pada waran. Pemegang waran dapat PV = $80 (PVIFA, 10%, 20) + Nilai nominal (PVIF, 10%,20) =
membeli sejumlah lembar saham pada harga ini. Pemegang waran hanya $681.9 + 148.64 = 829.73
akan mengunakan haknya jika harga saham di pasar (S) lebih tinggi dari $1000 – 830 = 170
exercise waran (X). Pada dasarnya hanya ada satu exercise price pada suatu Nilai selembar waran = 170:20 $8.5
waran. Namun ada juga waran yang memiliki exercise price yang semakin
tinggi (stepped-up exercise price). Misalnya untuk waran dengan maturity 10
tahun, untuk 5 tahun pertama exercise price-nya $25 dan untuk 5 tahun
kedua exercise price-nya menjadi $30. Stepped-up exercise price ini
digunakan untuk mendorong pemilik waran untuk segera menukarkan
warannya dengan saham jika nilai perusahaan meningkat dan diperkirakan
akan terus meningkat.

Expiration Date
Meskipun ada beberapa waran yang tidak memiliki batas usia, pada
umumnya waran mempunyai tanggal jatuh tempo. Misalnya waran dengan
usia 10 tahun; pemegang waran ini hanya memiliki hak membeli saham pada
harga yang telah ditetapkan selama 10 tahun. Jika selama 10 tahun tersebut
harga saham (S) tidak pernah melebihi harga waran (X), pemegang waran
tidak akan pernah menikmati keuntungan dari exercise warrant. Seperti
halnya stepped up exercise price, expiration date juga merupakan alat bagi
perusahaan penerbit waran untuk memaksa pemegang waran melakukan
exercise. Misalnya sehari menjelang expiration date harga saham lebih tinggi
dari exercise price; maka pemegang waran tidak punya pilihan lain kecuali
segera menggunakan haknya untuk membeli saham. Ia tidak dapat
menunggu lebih lama lagi untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar
dari kenaikan harga saham yang lebih tinggi lagi.

Detachability
Waran biasanya dijual bersama obligasi atau sekuritas lainnya (attached),
namun bisa juga dijual secara terpisah dari sekuritas tersebut. Jadi investor
memiliki alternatif untuk menjual waran sendiri, obligasi sendiri atau
kombinasi keduanya.

Exercise Ratio
Exercise ratio menyatakan berapa lembar saham yang dapat dibeli pada
exercise price untuk satu lembar waran; misalnya exercise ratio 2 berarti 1
waran dapat digunakan untuk membeli 2 lembar saham pada exercise price.

Perbedaan Waran dengan Call Option


Meskipun waran dapat disamakan dengan call option, ada perbedaan
mendasar pada kedua produk finansial ini. Exercise call option sama sekali
tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan penerbit saham (yang
sahamnya digunakan sebagai underlying asset) sehingga perusahaan
penerbit saham sama sekali tidak terlibat meskipun informasi harga saham
mereka dimanfaatkan oleh penjual dan dan pembeli option. Pada waran,
pihak yang menerbitkan call option pada suatu saham adalah perusahaan
penerbit saham itu sendiri. Jika terjadi exercise waran, perusahaan harus
menyediakan (menjual) saham baru dan menerima pembayarannya senilai
exercise price warrant. Akibatnya jumlah saham beredar dan modal sendiri
perusahaan bertambah.

Perbedaan Waran dengan Obligasi Konversi


Obligasi konversi (convertible bond) adalah obligasi yang dapat ditukar atau
diubah menjadi saham biasa atas kehendak pemegang obligasi pada kondisi
yang telah ditentukan sebelumnya. Obligasi konversi pada dasarnya sama
dengan obligasi biasa ditambah hak untuk mengubah obligasi ke saham.
Sama halnya seperti pemegang waran, pemegang obligasi konversi dapat ikut
menikmati kenaikan harga saham (capital gain). Mereka cenderung
mempertimbangkan untuk mengubah obligasinya menjadi saham jika nilai
atau harga saham perusahaan meningkat.
Meskipun waran dan obligasi konversi nampak mirip dari segi penyediaan
kesempatan bagi pemegang obligasi untuk ikut menikmati capital gain,
namun ada perbedaan utama antara keduanya. Pertama, jika obligasi
konversi diubah menjadi saham, hutang perusahaan dihilangkan dan biaya
bunga berkurang; sedangkan saat waran ditukar menjadi sejumlah saham,
hutang dan biaya bunga tidak berubah. Kedua, jika obligasi konversi ditukar
dengan saham, tidak ada dana baru yang masuk ke perusahaan. Yang terjadi
hanya sekedar perubahan status dari hutang menjadi modal sendiri;