Anda di halaman 1dari 17

PENGANTAR PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA

PRASETYO,AP.,M.Si
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang
Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan Keuangan Desa.
5. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pedoman Tata Cara
Pengadaan Barang/Jasa di Desa sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan
Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor
13 Tahun 2013 tentang Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa di
Desa.
6. Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 62 Tahun 2014 tentang Pedoman
Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa di Desa.
DEFINISI PENGADAAN

4
DEFINISI BARANG/JASA

Setiap benda baik berwujud maupun


tidak berwujud, bergerak maupun
BARANG tidak bergerak, yang dapat
diperdagangkan, dipergunakan atau
dimanfaatkan oleh pengguna barang

Seluruh pekerjaan yang


PEKERJAAN berhubungan dengan pelaksanaan
KONSTRUKSI konstruksi bangunan atau
pembuatan wujud fisik lainnya
DEFINISI BARANG/JASA

Jasa layanan profesional yang


JASA
membutuhkan keahlian tertentu
KONSULTANSI diberbagai bidang keilmuan yang
mengutamakan adanya olah pikir
(brainware)

Jasa yang membutuhkan kemampuan


tertentu yang mengutamakan
keterampilan (skillware) dalam suatu
JASA LAINNYA sistem tata kelola untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan
dan/atau penyediaan jasa selain jasa
konsultansi, pekerjaan konstruksi dan
pengadaan barang
PRINSIP PBJ DI DESA

Efisien

Efektif

Akuntabel
Prinsip
pengadaan
barang/jasa Transparan

Gotong
Royong
Pemberdayaan
Masyarakat

7
PRINSIP PBJ DI DESA
Pengadaan Barang/Jasa menerapkan prinsip sebagai berikut:
 EFISIEN, berarti Pengadaan Barang/Jasa harus
diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang minimum untuk mencapai
kualitas dan sasaran dalam waktu yang ditetapkan atau menggunakan dana yang telah
ditetapkan untuk mencapai hasil dan sasaran dengan kualitas yang maksimum;
 EFEKTIF, berarti Pengadaan Barang/Jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran
yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya;
 TRANSPARAN, berarti semua ketentuan dan informasi mengenai Pengadaan
Barang/Jasa bersifat jelas dan dapat diketahui secara luas oleh masyarakat dan
Penyedia Barang/Jasa yang berminat;
 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, berarti Pengadaan Barang/Jasa
harus dijadikan sebagai wahana pembelajaran bagi masyarakat untuk dapat
mengelola pembangunan desanya;
 GOTONG-ROYONG, berarti penyediaan tenaga kerja secara cuma-cuma oleh
masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa; dan
 AKUNTABEL, berarti harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang terkait dengan
Pengadaan Barang/Jasa sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
PARA PIHAK YANG TERKAIT DALAM PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA
HARUS MEMATUHI ETIKA MELIPUTI BERTANGGUNG JAWAB, MENCEGAH
KEBOCORAN, DAN PEMBOROSAN KEUANGAN DESA,SERTA PATUH TERHADAP
KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN.
PIHAK TERKAIT DALAM PBJ DI DESA

PBJ DI DESA

PELAKSANAAN PENGAWASAN
• KEPALA DESA
• PEMERINTAH DAERAH
• SEKRETARIS DESA
(BUPATI)
• BENDAHARA DESA
DIDELEGASIKAN
• TPK (PERANGKAT
KEPADA CAMAT
DESA & LPMD)
• MASYARAKAT
• PENYEDIA BARANG/
DILAKSANAKAN OLEH
JASA
BPD
• MASYARAKAT
Kepala Desa adalah pemegang kekuasaan pengelolaan
keuangan desa dan mewakili Pemerintah Desa dalam
kepemilikan kekayaan milik desa yang dipisahkan,
sehingga mempunyai kewenangan :
 menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APBDesa;
 menetapkan Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa
(PTPKD);
 menetapkan petugas yang melakukan pemungutan
penerimaan desa;
 menyetujui pengeluaran atas kegiatan yang ditetapkan
dalam APBDesa; dan
 melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas
beban APBDesa.
Dalam proses pengadaan barang/jasa di Desa, Kepala Desa
mempunyai peran yang sangat strategis dan sentral yaitu
antara lain :
 mengangkat dan/atau memberhentikan Tim Pengelola
Kegiatan (TPK);
 mengendalikan seluruh pelaksanaan pengadaan Barang/Jasa
di Desa sesuai peraturan perundang-undangan;
 menyetujui pembayaran atas pengadaan barang/jasa;
 menerima hasil Pengadaan Barang/Jasa yang dibuktikan
dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan dari TPK;
 melaporkan hasil pelaksanaan pengadaan Barang/Jasa
sebagai bagian dari laporan APBDes kepada Bupati melalui
Camat dan BPD.
Pasal 5 ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa,bahwa
Sekretaris Desa bertindak selaku koordinator pelaksana teknis
pengelolaan keuangan desa, yang mempunyai tugas :
 menyusun dan melaksanakan Kebijakan Pengelolaan
APBDesa;
 menyusun Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa,
perubahan APBDesa dan pertanggung jawaban pelaksanaan
APBDesa;
 melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan
yang telah ditetapkan dalam APBDesa;
 menyusun pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan
APBDesa; dan
 melakukan verifikasi terhadap bukti-bukti penerimaan dan
pengeluaran APBDesa.
Peraturan Bupati Nomor 62 Tahun 2014 tentang
Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa di
Desa, Sekretaris Desa mempunyai fungsi sebagai
verifikator terhadap bukti-bukti proses
pengadaan barang/jasa (termasuk pemeriksaan
terhadap barang/jasa) yang diajukan oleh TPK
sebelum diajukan kepada Kepala Desa untuk
dilakukan pembayaran.
Pasal 7 ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa,bahwa
Bendahara Desa di jabat oleh staf pada Urusan Keuangan dan
mempunyai tugas: menerima, menyimpan,
menyetorkan/membayar, menatausahakan, dan
mempertanggungjawabkan penerimaan pendapatan desa dan
pengeluaran pendapatan desa dalam rangka pelaksanaan
APBDesa. Selanjutnya dalam pengadaan barang/jasa sesuai
dengan Peraturan Bupati Nomor 62 Tahun 2014 tentang
Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa di Desa Bendahara
Desa membayar seluruh barang/jasa yang pengadaannya telah
dilaksanakan oleh TPK berdasarkan bukti-bukti yang telah
diverifikasi oleh Sekretaris Desa dan disetujui Kepala Desa
untuk dilakukan pembayaran.
Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 62 Tahun
2014 tentang Pedoman Tata Cara Pengadaan
Barang/Jasa di Desa Tim Pengelola Kegiatan
(TPK) adalah tim yang ditetapkan oleh Kepala
Desa yang bertugas MELAKSANAKAN
PENGADAAN BARANG/JASA, terdiri dari :
 2 (dua) orang unsur Pemerintah Desa;dan
 3 (tiga) orang unsur LPMD.
Penyedia Barang/Jasa adalah badan
usaha (BUMDES, PT, CV dan/atau
Koperasi) atau orang perseorangan
(Toko/keahlian khusus) yang
menyediakan Barang/Pekerjaan
Konstruksi/Jasa Konsultansi/Jasa
Lainnya.
Terima Kasih