Anda di halaman 1dari 10

ARTIKEL PRAKTIKUM

ANALISIS ISOLASI MIKROORGANISME PENGHASIL ANTIBIOTIK DARI


BAHAN ALAM

Dipersiapkan dan disusun oleh :


MUH. AMRI AL USMANI
150 2014 0183

telah dipertahankan di depan asisten pendamping


pada tanggal .......................

Telah disetujui oleh :

Asisten Pendamping

Zoni Eko Putra Tanggal ....................


ANALISIS MIKROBA PENGHASIL ANTIBIOTIKA

Muhammad amri al usmani1 dan zony eko putra2

Mahasiswa Fakultas Farmasi, UMI.


Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi, UMI
Email: muiamrialusmani@gmail.com

ABSTRAK
Mikroorganisme penghasil antibiotik dapat diisolasi dari tanah, air laut, lumpur,
kompos, isi lumen, limbah domestik, bahan makanan busuk dan lain-lain.
Antibiotik secara umum didefinisikan sebagai bahan yang diproduksi oleh
mikroorganisme yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Isolasi
merupakan cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari
lingkungannya, sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni. Kultur murni
atau biakan murni adalah biakan yang terdiri atas satu spesies bakteri yang
ditumbuhkan dalam medium buatan, dimana medium ini berfungsi untuk medium
pertumbuhan mikroorganisme. Adapun tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk
menentukan kemampuan mikroba sebagai bakteri penghasil antibiotik yang
berasal dari akar pepaya dengan melakukan isolasi, pemurnian, uji fermentasi dan
uji aktivitas antibiotik. Metode yang dilakukan yaitu metode eksperimental.
Adapun hasiil yang diperoleh yaitu untuk bakteri uji EC pada isolat pertama 13,7
cm, pada isolat kedua 21,7, pada isolat ketiga 22 cm dan isolat ke empat 21,3 cm.
Untuk bakteri uji SA pada isolat pertama 20,3 cm, pada isolat kedua 19,7 cm,
pada isolat ketiga 13,7 cm, dan isolat keempat 20 cm. Untuk bakteri uji ST pada
isolat pertama 22 cm, pada isolat kedua 16,3 cm, pada isolat ketiga 17,7 cm dan
isolat keempat 18 cm. Jadi kesimpulan pada praktikum kali ini yaitu sampel yang
berasal dari akar pepaya dapat digunakan sebagai antibiotik karena terdapat zona
hambatan.
Kata Kunci: antibiotik, isolasi, pemurnian, fermentasi.

PENDAHULUAN
Antibiotik secara umum didefinisikan sebagai bahan yang diproduksi oleh
mikroorganisme yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Adanya
metode sintetik, bagaimanapun dihasilkan pada modifikasi dari definisi ini dan
antibiotic saat ini megarah pada bahan yang diproduksi oleh mikroorganisme ,
atau bahan yang sama (yang diproduksi keseluruhan atau sebagian oleh sintetis
kimia), yang dimana ada konsentrasi yang rendah menghambat pertumbuhan
mikroorganisme lain2.
Pemilihan mikroorganisme di alam yang tepat untuk suatu tujuan tertentu
dan pemanfaatan mikroorganisme secara maksimal perlu didukung oleh suatu
metode pemilihan mikroorganisme yang banyak yang tersebar di alam. Antibiotik
secara umum didefinisikan sebagai bahan yang diproduksi oleh mikroorganisme
yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Adanya metode sintetik,
bagaimanapun dihasilkan pada modifikasi dari definisi ini dan antibiotik saat ini
mengarah pada bahan yang diproduksi oleh mikroorganisme, atau bahan yang
sama (yang diproduksi keseluruhan atau sebagian oleh sintetis kimia), yang
dimana ada konsentrasi yang rendah menghambat pertumbuhan mikroorganisme
lain2.
Ada berbagai cara mengisoalsi mikroba. Isolasi harus memperhatikan
beberapa hal penting yaitu sifat spesies mikroba yang akan diisolasi, tempat hidup
atau asal mikroba, medium untuk pertumbuhan yang sesuai, cara menanam
mikroba tersebut, cara inkubasi mikroba, cara menguji bahwa mikroba yang
diidolai telah berupa biakan murni dan sesuai dengan yang dimaksud dan cara
memelihara agar mikroba yang telah diisolasi tetap merupakan biakan murni5.
Pemurnian merupakan cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba
tertentu dari lingkungannya, sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni.
Kultur murni ialah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari
satu sel tunggal4.
Ada empat macam fase pertumbuhan mikroorganisme yaitu fase lag, fase
log (fase eksponensial), fase stasioner, dan fase kematian: (1) Fase lag merupakan
fase adaptasi, yaitu penyesuaian mikroorganisme pada suatu lingkungan baru. Ciri
fase lag adalah tidak adanya peningkatan jumlah sel, yang ada hanyalah
peningkatan ukuran sel. Fase lag tergantung pada kondisi dan jumlah awal
mikroorganisme dan media pertumbuhan. Bila sel-sel mikroorganisme diambil
dari kultur yang sama sekali berlainan, maka yang sering terjadi adalah
mikroorganisme tersebut tidak mampu tumbuh dalam kultur. (2) Fase log (fase
eksponensial) merupakan fase dimana mikroorganisme tumbuh dan membelah
pada kecepatan maksimum, tergantung pada genetika mikroorganisme, sifat
media, dan kondisi pertumbuhan. (3) Pada fase stasioner, pertumbuhan
mikroorganisme berhenti dan terjadi keseimbangan antara jumlah sel yang
membelah dengan jumlah sel yang mati. Pada fase ini terjadi akumulasi produk
buangan yang toksik. Pada sebagian besar kasus, pergantian sel terjadi dalam fase
stasioner ini. Terdapat kehilangan sel yang lambat karena kematian diimbangi
oleh pembentukan sel-sel baru melalui pertumbuhan dan pembelahan dengan
nutrisi yang dilepaskan oleh sel-sel yang mati karena mengalami lisis. (4) Pada
fase kematian, jumlah sel yang mati meningkat, faktor penyebabnya adalah
ketidaktersediaan nutrisi dan akumulasi produk buangan yang toksisk3.
Pemurnian merupakan cara untuk memisahkan atau memindahkan
mikroba tertentu dari lingkungannya, sehingga diperoleh kultur murni atau biakan
murni. Kultur murni ialah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan
dari satu sel tunggal4.
Isolasi adalah cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu
dari lingkungannya, sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni. Kultur
murni ialah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel
tunggal. Ada berbagai cara untuk mengisolasi bakteri dalam biakan murni yaitu,
cara pengenceran, cara penuangan, cara penggesekan atau penggoresan, cara
penyebaran, cara pengucilan 1 sel, dan cara inokulasi pada hewan5.
Ada berbagai cara mengisoalsi mikroba. Isolasi harus memperhatikan
beberapa hal penting : Sifat spesies mikroba yang akan diisolasi, tempat hidup
atau asal mikroba, medium untuk pertumbuhan yang sesuai, cara menanam
mikroba tersebut, cara inkubasi mikroba, cara menguji bahwa mikroba yang
diidolai telah berupa biakan murni dan sesuai dengan yang dimaksud, cara
memelihara agar mikroba yang telah diisolasi tetap merupakan biakan murni4
Dalam isolasi harus memperhatikan beberapa hal penting yaitu sifat spesies
mikroba yang akan diisolasi, tempat hidup atau asal mikroba, medium untuk
pertumbuhan yang sesuai, cara menanam mikroba tersebut, cara inkubasi
mikroba, cara menguji bahwa mikroba yang diidolai telah berupa biakan murni
dan sesuai dengan yang dimaksud, dan cara memelihara agar mikroba yang telah
diisolasi tetap merupakan biakan murni5.
Cara termudah untuk memperoleh kultur murni adalah dengan cara
penanaman dalam plat agar secara goresan atau dengan taburan. Sel-sel inokulum
akan tersebar diatas media agar sedemikian rupa, sehingga koloni yang tumbuh
merupakan koloni yang berasal dari satu sel. Koloni-koloni tersebut selajutnya
digoreskan kembali pada medium agar yang lainnya untuk mengecek
kemurniannya1.
METODE PRAKTIKUM
Rancangan dan Jenis Praktikum
Praktikum ini telah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Universitas Muslim Indonesia, sejak tanggal 31 Oktober 2016. Jenis praktikum ini
adalah experimental dengan rancangan praktikum One-Shot Study.
Variabel
Adapun variabel yang digunakan pada praktikum ini adalah variabel
ordinal atau variabel tingkatan yaitu tingkat kemampuan mikroba sebagai bakteri
penghasil antibiotik yang berasal dari usus ayam.
Bahan dan Alat Penelitian
Adapun bahan yang digunakan yaitu medium MYB (Maltose Yeast Broth),
medium NA (Nutrient Agar) (Becton, Dickinson, and Company/No.Reg:234000),
medium MRSA, suspensi E-coli, suspensi Staphylococcus aureus, dan suspensi
Salmonela typosa .
Adapun alat yang digunakan yaitu autoklaf, batang pengaduk, cawan petri,
Erlenmeyer, gelas ukur, inkubator, ose bulat, pencadang, rak tabung, sendok
tanduk, spoit , shaker, tabung reaksi , dan timbangan analitik.
Cara Kerja
Isolasi. Suspensi sampel yang berasal dari usus ayam diencerkan sampai beberapa
pengenceran, masing-masing pengenceran dimasukkan ke dalam 9 mL medium
NA, kemudian dituang ke dalam cawan petri, diinkubasi pada suhu 37°C selama
1 x 24 jam dan diamati pertumbuhan mikroorganismenya.
Pemurnian. Disiapkan medium NA, kemudian medium NA dituang ke dalam
cawan petri, didiamkan sampai memadat. Sambil menunggu medium memadat,
disiapkan sampel yang telah diisolasi dan diinkubasi selama 1 x 24 jam, diambil 1
ose bakteri yang terdapat dalam cawan yang telah diinkubasi dan digoreskan
dengan metode quadrant streak ke dalam cawan petri yang berisi medium NA
yang telah memadat, dan diinkubasi pada suhu 37°C selama 1 x 24 jam.
Fermentasi. Disiapkan medium MYB, diambil satu ose isolat yang telah
mengalami pemurnian, kemudian dimasukkan ke dalam medium MYB, dan
dishaker pada kecepatan 200 rpm.
Uji isolat biakan murni. Medium NA dan bakteri hasil pemurnian dimasukkan
ke dalam cawan petri, yang telah dipatrol tiga karena hanya menggunakan tiga
isolat, didiamkan sampai memadat. Sambil menunggu medium NA memadat,
disiapkan pencadang, dimasukkan ke dalam alkohol, didiamkan selama 15 – 30
menit, kemudian pencadang ditanam di dalam cawan petri yang berisi medium
NA dan bakteri hasil pemurnian yang telah memadat, setelah memadat pencadang
dilepas kemudian ditambahkan suspensi bakteri e-coli pada cawan petri pertama,
bakteri Staphylococcus aureus (SA) pada cawan petri kedua, dan bakteri
salmonella typosa (ST)pada cawan petri ketiga, dihomogenkan, dibiarkan hingga
memadat diinkubasi pada suhu 37°C selama 1 x 24 jam.
Analisis Hasil
Parameter yang dianalisis yaitu mikroorganisme yang berasal dari usus
ayam yang berpotensi sebagai antibiotik dengan beberapa proses yang dilakukan
untuk memperoleh biakan murni, mulai dari proses isolasi, pemurnian, fermentasi,
dan uji isolat biakan murni.
DATA PENGAMATAN
Tabel 1. Hasil isolat biakan murni yang berasal dari akar pepaya
Replikasi (cm) Rata-
Kelompok Mikroorganisme isolat
I II III rata
1 14 14 13 13,7
2 13 21 31 21,7
EC
3 20 16 30 22
4 11 23 30 21,3
IV
1 21 20 18 20,3
2 21 20 18 19,7
SA
3 19 20 21 13,7
4 19 20 18 20
1 20 26 20 22
2 14 14 21 16,3
ST
3 19 15 19 17,7
4 17 17 20 18

(a) (b) (c)


Gambar 1. Hasil Isolat Biakan akar pepaya (a) Escherichia coli (b)
Staphylococcus aureus (c) Salmonella typhosa
PEMBAHASAN
Antibiotik secara umum didefinisikan sebagai bahan yang diproduksi oleh
mikroorganisme yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain.
Mikroorganisme penghasil antibiotika dapat diisolasi dari tanah, air laut, lumpur,
kompos, isi rumen, limbah domestik, bahan makanan busuk dan lain-lain. Tanah
merupakan tempat interaksi biologis yang paling dinamis dan mempunyai lima
komponen utama yaitu mineral, air, udara, zat organik dan organisme hidup dalam
tanah. Isolasi merupakan cara untuk memisahkan mikroorganisme tertentu dari
lingkungan, sehingga dapat diperoleh biakan yang sifatnya murni, sehingga
biakan tersebut disebut kultur murni.. Pemurnian merupakan cara untuk
memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungannya, sehingga
diperoleh kultur murni atau biakan murni. Kultur murni ialah kultur yang sel-sel
mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal.
Kultur murni atau biakan murni adalah biakan yang terdiri atas satu
spesies bakteri yang ditumbuhkan dalam medium buatan, dimana medium ini
berfungsi untuk medium pertumbuhan mikroorganisme. Zona hambatan adalah
daerah yang diperlukan untuk mampu menghambat pertumbuhan mikroba
sehingga pada daerah tersebut jumlah populasi mikroba berkurang atau tidak
secara keseluruhan.
Adapun hasiil yang diperoleh yaitu untuk bakteri uji EC pada isolat
pertama 13,7 cm, pada isolat kedua 21,7, pada isolat ketiga 22 cm dan isolat ke
empat 21,3 cm. Untuk bakteri uji SA pada isolat pertama 20,3 cm, pada isolat
kedua 19,7 cm, pada isolat ketiga 13,7 cm, dan isolat keempat 20 cm. Untuk
bakteri uji ST pada isolat pertama 22 cm, pada isolat kedua 16,3 cm, pada isolat
ketiga 17,7 cm dan isolat keempat 18 cm. Jadi kesimpulan pada praktikum kali ini
yaitu sampel yang berasal dari akar pepaya dapat digunakan sebagai antibiotik
karena terdapat zona hambatan.
Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini yaitu untuk menentukan
kemampuan mikroba sebagai bakteri penghasil antibiotik yang berasal dari akar
pepaya dengan melakukan isolasi, pemurnian, uji fermentasi dan uji aktivitas
antibiotik.
KESIMPULAN
Jadi kesimpulan pada praktikum kali ini yaitu sampel yang berasal dari
akar pepaya dapat digunakan sebagai antibiotik karena terdapat zona hambatan.
SARAN
Sebaiknya untuk praktikum ke depannya, dapat dilakukan lagi analisis
untuk sampel-sampel lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
1. Djide, M. N. 2008. Dasar-dasar Mikrobiologi. Universitas Hasanuddin:
Makassar.

2. Hugo. 2004. Pharmaceutical Microbiology Seventh Edition. Blackwell


Science: UK.

3. Pratiwi, Sylvia T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Erlangga: Jakarta.

4. Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Papas Sinar Sinanti: Jakarta.

5. Waluyo, L. 2008. Teknik Metode Dasar Mikrobiologi. UMM Press: Malang.


DATA TAMBAHAN
Lampiran 1. Perhitungan
1. Bakteri EC
11+14+13
Isolat I = = 21,6
3
13+21+31
Isolat II = = 22
3
20+16+30
Isolat III = = 21,7
3
11+23+30
Isolat IV = = 13,7
3

2. Bakteri SA
12+20+20
Isolat I = = 20,3
3
12+20+18
Isolat II = = 19,7
3
19+20+21
Isolat III = = 13,7
3
19+20+18
Isolat IV = = 20
2𝑎

3. Bakteri ST
20+26+20
Isolat I = = 22
3
14+14+21
Isolat II = = 16,3
3
19+15+19
Isolat III = = 17,7
3
17+17+20
Isolat IV = = 18
3