Anda di halaman 1dari 18

TUGAS MAKALAH

TEKNOLOGI BIOFUEL

“PROSES PRODUKSI BIOHIDROGEN DENGAN CARA FOTOFERMENTASI”

DISUSUN OLEH :

ANSHARI KURNIAWAN

09220150066

TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.Semoga makalah ini dapat dipergunakan
sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi
pendidikan dalam profesi keguruannya.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki
sangat kurang.Oleh karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Makassar, November 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ 2

DAFTAR ISI .............................................................................................................................. 3

BAB I.......................................................................................................................................... 4

LATAR BELAKANG .................................................................................................... 4

TUJUAN......................................................................................................................... 5

MANFAAT .................................................................................................................... 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................................. 6

BAB III

KESIMPULAN ............................................................................................................ 17

SARAN......................................................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 18

3
BAB I
PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Pada saat ini, dunia menghadapi dua krisis yaitu kekurangan bahan bakar fosil
perubahan iklim secara global. Perubahan iklim secara luas diyakini terkait dengan
peningkatan pesat dalam kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam selama 30 tahun
terakhir dan konsekuensi global yang disebabkan oleh konsentrasi gas efek rumah kaca
meningkat. Maka, sangat dibutuhkan alternatif lain untuk menggantikan bahan bakar yang
bersumber dari fosil. Untuk antisipasi dalam memenuhi pasokan akan kebutuhan energi,
energi terbarukan yang ramah lingkungan antara lain : bioetanol, bio-diesel,bio-hidrogen
(Bio-H2), bio-butandiol (Bio-BD). Dari berbagai pilihan, hidrogen dan metana mempunyai
peran yang penting dalam energi masa depan karena ramah lingkungan, dapat
diperbaharui, sustainable dan energi yang digunakan rendah.

Lebih dari 500 milyar m3 dari hidrogen diproduksi tiap tahun untuk digunakan dalam
berbagai macam proses. Jumlah ini dapat menghasilkan 6,5 EJ dari energi dan setara
dengan konsumsi 1,5% dari energi dunia. Sembilan puluh sembilan persen (99%) dari
hidrogen dihasilkan dari bahan bakar fosil terutama natural gas, sedangkan sumber dari
yang dapat diperbaharui sisanya. Saat ini penggunakan katalitik steam reforming dari nafta
atau natural gas, gasifikasi batu bara dan elektrolisis air sangat digemari sebagai metode
klasik untuk pabrikasi hidrogen. Tetapi, semua metode tersebut menggunakan energi yang
tinggi, biaya yang tinggi dan tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, teknik yang sesuai
untuk memproduksi energi tersebut adalah dengan biomassa atau limbah yang tersedia.

Gas hidrogen (H2) mempunyai gravimetrik densitas energi yang paling tertinggi
diantara beberapa bahan bakar dan cocok terhadap elektrokimia dan proses pembakaran
untuk konversi energi tanpa menghasilkan emisi karbon yang telah memberikan
konstribusi pada polusi lingkungan dan perubahan iklim. Sekarang ini, sebagian besar H2
diproduksi dengan cara elektrolisa air atau perubahan dari metan. Teknologi produksi H2
secara bio (Bio-H2) memberikan pendekatan yang luas terhadap produksi H2 termasuk

4
biofotolisis langsung, biofotolisis tidak langsung, foto fermentasi dan fermentasi gelap.
Fermentasi tanpa menggunakan cahaya ini merupakan salah satu energi bersih masa depan
untuk menuju sasaran tanpa limbah dikarenakan dapat dipakainya limbah pertanian dan
limbah industri sebagai substrat mikroorganisma.

Konsumsi hidrogen dunia terus meningkat pesat, misalnya untuk industri pupuk dan
kilang minyak, saat ini permintaannya mencapai 50 juta ton per tahun, dengan laju sekitar
4-10% per tahun dan diperkirakan akan meningkat terus dengan laju yang lebih cepat. Pada
kilang minyak, hidrogen dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan bakar transportasi
dengan kadar hidrogen sekitar 15% sehingga diperoleh bahan bakar transportasi (gasoline,
jet fuel) yang ramah lingkungan. Hidrogen juga merupakan kandidat bahan bakar
transportasi yang paling menjanjikan di masa yang akan datang. Berbagai uji coba
kendaraan fuel cell (yang bersumber dari hidrogen) oleh industri-industri otomotif
terkemuka dunia sejak lebih dari 50 tahun terakhir mulai menunjukkan titik terang dalam
pemanfaatan fuel cell berbasis hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan. Jika hasil uji coba
ini memberikan hasil yang positif diperkirakan pada akhir dasawarsa ini akan menjadi awal
era mobil fuel cell di dunia. Pada saat itulah akan terjadi lonjakan permintaan hidrogen
dalam jumlah sangat besar. Sebagai contoh, studi di Amerika menunjukkan bahwa jika era
mobil fuel cell dimulai, Amerika sendiri membutuhkan sekitar 40 juta ton hidrogen per
tahun untuk menggerakkan sekitar 100 juta mesin-mesin mobil fuel cell. Oleh karena itu,
makin menjaminnya potensi biohidrogen di masa depan menyebabkan perlunya
perancangan awal pabrik pembuatan biohidrogen.

II. TUJUAN
1. Untuk mengetahui peran penting biohidrogen.
2. Untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan biohidrogen.

III. MANFAAT
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apakah biohidrogen
memiliki peranan penting pada penggunaan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan
energi didunia.

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. HIDROGEN SUMBER ENERGI ALTERNATIF YANG POTENSIAL

Hidrogen (H2) memiliki potensi yang luar biasa sebagai energi (bahan bakar bersih)
yang dapat diperbaharui. Hidrogen merupakan bahan universal dengan jumlah tak terbatas
di alam dan dapat diproduksi selamanya. Hidrogen memiliki densitas gravimetrik paling
tinggi dari bahan bakar lain dan proses pembakarannya untuk konversi energi tidak
memproduksi emisi karbon yang berperan menyebabkan polusi lingkungan dan global
warming. Hidrogen dapat diproduksi dari sejumlah proses seperti elektrolisis air, reformasi
termokatalitik dari komponen organik yang kaya akan hidrogen, dan proses biologi.
Sekarang ini, hidrogen diproduksi secara eksklusif dengan elektrolisis air atau reformasi
uap/gas metana. Produksi secara biologi (biohidrogen), menggunakan mikroorganisme,
merupakan suatu terobosan baru yang menawarkan produksi potensial penggunaan
hidrogen dari berbagai sumber energi yang dapat diperbaharui.

Pada masa sekarang telah diyakini oleh banyak negara maju sepeti Amerika, Canada,
Jepang dan Eropa, untuk menjadikan khususnya teknologi fuel cell sebagai energi alternatif
pada masa perekonomian ”gas hidrogen” tahun 2025, dimana hidrogen akan menjadi basis
pergerakan dunia menggantikan minyak bumi, dan bahkan tidak mungkin bahwa akan
menjadi lebih cepat lagi dengan desakan kebutuhan masyarakat.

Produksi energi hidrogen diperoleh secara alami maupun buatan (proses kimia, fisika
dan biologi). Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang menghadapi persolan
energi yang serius akibat ketergantungan yang sangat besar terhadap energi fosil.
Bersyukurlah akhir-akhir ini berbagai penelitian telah membuahkan hasil, antara lain
biohidrogen.

Hidrogen merupakan sumber energi yang bersih dan efisien. Gas tersebut memiliki
kandungan energi tertinggi (143Gjton-1) per unitnya dan merupakan bahan bakar yang
6
tidak terikat secara kimia dengan karbon (Purwanto, 2005). Dengan demikian, pembakaran
hidrogen tidak akan menimbulkan efek rumah kaca, penipisan lapisan ozon, atau hujan
asam. Hal tersebut karena proses pembakarannya di udara hanya akan menghasilkan uap
air dan energi panas (Nath dan Das, 2004).

Hidrogen merupakan sumber energi alternatif yang dapat diproduksi dari sumber
energi terbarukan, seperti biomassa dan dikenal dengan istilah biohidrogen. Selain sumber
penghasilnya melimpah, biohidrogen juga bersifat ramah lingkungan.

Produksi biohidrogen dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu perubahan secara
fotobiologis dan melalui teknik fermentasi (Sirait, 2007). Teknik fotobiologis hanya dapat
dilakukan pada siang hari ketika ada cahaya matahari. Hal ini dikarenakan mikroba
fotosintetik menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energinya. Sementara itu,
teknik fermentasi dapat berlangsung siang maupun malam hari (dalam keadaan gelap). Hal
ini tergantung pada tipe mikroba yang digunakan dalam fermentasi. Sebagian besar bakteri
aerob dan anaerob memproduksi biohidrogen dengan pendekatan fotosintesis dan
fermentasi (fotofermentasi) (Rahman et al., 1997).

Beberapa keunggulan biohidrogen di antaranya adalah produksi dapat dilakukan


pada suhu dan tekanan normal sehingga biaya produksi dapat lebih rendah dibandingkan
secara fisik dan kimia (Nakashimada, 2004). Selain itu, hal tersebut sekaligus dapat
memanfaatkan limbah dan sampah organik sebagai substrat fermentasi (Liu dan Shen,
2004).

2. BIOHIDROGEN, INOVASI ENERGI ALTERNATIF YANG RAMAH


LINGKUNGAN

Biohidrogen merupakan energi baru dan terbarukan yang diharapkan dapat


menjawab keterbatasan energi fosil. Pemanfaatan limbah pertanian ini dapat meningkatkan
fungsi dari limbah yang biasanya hanya dianggap sampah. Biohidrogen dapat dihasilkan
dari limbah pertanian melalui proses bioteknologi yaitu fermentasi. Metode ini merupakan
perpaduan antara pendekatan secara kimiawi dan biologi. Secara biologi limbah pertanian
yang menjadi bahan baku pembuatan hidrokarbon ini didegradasi menggunakan berbagai
7
jenis jamur. Sedangkan secara kimiawi menggunakan asam kuat dari mulai yang pekat
sampai yang telah diencerkan.

Biohidrogen sebagai produk utama dari proses fermentasi itu menjadi salah satu
jawaban atas terbatasnya sumber energi fosil. Bakteri yang diketahui memproduksi
hidrogen termasuk spesies Enterobacter, Bacillus, and Clostridium. Di masa yang akan
datang biohidrogen, sebagaimana bioetanol dan biodiesel dimungkinkan menjadi bahan
bakar yang banyak digunakan oleh industri. Keistimewaan yang ada pada biohidrogen
adalah bahwa biohidrogen mudah dikonversi menjadi fuel atau listrik tanpa menyisakan
polutan. Melimpahnya biomassa dari limbah dan non limbah di Indonesia merupakan
penunjang ketersediaan substrat dalam jangka waktu yang panjang serta merupakan
sumber energi baru dan dapat diperbaharui. Di masa mendatang akan kita temukan
berbagai pemanfaatan bioenergi sebagai bahan bakar pengganti dari energi fosil yang tidak
dapat diperbaharui.

3. APA YANG DITAWARKAN BIOHIDROGEN ?

Teknologi biohidrogen untuk sel bahan bakar ini menjanjikan, yaitu meninggalkan
ketergantungan terhadap minyak bumi, pemenuhan energi secara efisien, serta teknologi
ini ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Di Jepang terdapat
hidrogen city, kota ramah lingkungan karena mengoptimalkan pemanfaatan hidrogen
sebagai sumber energi dengan potensi sumber daya setempat.

4. METODE UNTUK MEMPRODUKSI BIOHIDROGEN

Ada beberapa metode memproduksi bahan bakar bersih ini. Di antaranya adalah
teknik biologi yang merupakan suatu pilihan menjanjikan. Ketika dikombinasikan dengan
treatment sampah, teknik ini bisa memecahkan dua permasalahan sekaligus yakni
pengurangan polusi dari degradasi sampah tak terkendalikan dan sebagai generasi bahan
bakar alternatif bersih.

Secara biologi, hidrogen dapat diproduksi dengan cara :

1. Fotosintesis
8
2. Fermentasi

A. Produksi Hidrogen (H2) Melalui Fotosintesis

 Fotosintesis pada tumbuhan serta alga hijau dan hijau-biru


6H2O + 6CO2—cahaya— C6H12O6 + 6O2+ cellular energy

 Fotosintesis produksi H2 pada alga hijau dan hijau-biru-biofotolisis


H2O—cahaya—- 0.5O2 + H2

 Produksi H2 pada alga hijau


2H+ +2 elektron—hidrogenase—H2

 Fotosintesis produksi H2 dalam alga hijau-biru dan bakteri nitrogenase


N2 + 8H+ + 8e- + energy—nitrogenase—2NH3 + H2

 Hidrogenase pada alga hijau


• Terinduksi sedikit oleh kondisi pre-inkubasi yang gelap dan anaerob
• Berperan mengatur transisi gelap/cahaya
• Sifatnya sensitive terhadap O2, jadi produksi H2 menurun saat ada cahaya
• karenanya diusulkan menggunakan 2 tahap proses.

 Nitrogenase pada alga hijau-biru dan bakteri


• Produksi lebih banyak H2 bila tidak ada N2
• Terhambat oleh NH3, O2
• Merupakan energi yang sangat dibutuhkan
• Perputarannya 1000x lebih lambat dibanding hidrogenase

 Produksi H2 oleh bakteri fotosintetis


• Membutuhkan komponen organic
• Tidak memproduksi O2

B. Produksi Hidrogen (H2) Melalui Fermentasi

9
 Memiliki banyak jenis bakteri, terutama Clostridia
 Proses gelap dan anaerobic
 Karbohidrat sebagai substrat penyokong
 Melibatkan hidrogenase
 Hasil/yield H2 maksimum dengan asam asetat sebagai produk fermentasi

Metode yang cocok digunakan untuk produksi biohidrogen selama ini adalah dengan
menggunakan metode fermentasi anaerobik dengan memanfaatkan biomassa atau limbah
biomassa cair dan agen mikroba anaerobik akan tetapi untuk memperoleh yield yang lebih
tinggi dikembangakan sistem fotofermentasi dengan menggunakan bakteri fotosintetik.

5. PROSES PRODUKSI BIOHIDROGEN DENGAN CARA FOTOFERMENTASI

Gas hidrogen yang diproduksi oleh bakteri fotosintetik dihasilkan melalui proses
fotofermentasi. Fotosistem pada bakteri fotosintetik hanya melibatkan satu fotosistem
(PS1). Fotosistem terjadi di dalam membran intraseluler. Fotosistem pada bakteri ini tidak
cukup kuat untuk memecah air. Pada kondisi anaerob, bakteri fotosintetik dapat dengan
baik menggunakan asam organik sederhana seperti asam asetat sebagai donor elektron
(Sirait, 2007).

Elektron dari senyawa organik akan dipompakan oleh sejumlah besar pembawa
elektron. Selama transport elektron, proton dipompakan melewati membran sehingga
terjadi gradien proton. Gradien proton yang terjadi digunakan oleh enzim ATP sintase
untuk menghasilkan ATP. Energi ATP yang terbentuk dapat digunakan untuk transport
lebih jauh elektron ke elektron akseptor feridoksin.

Jika molekul nitrogen tidak ada, maka enzim nitrogenase dapat mereduksi proton
menjadi gas hidrogen dibantu energi dalam bentuk ATP dan elektron yang diperoleh dari
feridoksin (Chen et al., 2005). Fotosistem bakteri tidak menghasilkan oksigen sehingga
tidak menghambat kerja enzim nitrogenase, lagipula enzim nitrogenase sensitif terhadap
oksigen (Akkerman, 2002).

10
6. MIKROORGANISME PENGHASIL BIOHIDROGEN

Bakteri dan mikroalga sering digunakan untuk memproduksi biohidrogen.


Mikroorganisme fotosintetik seperti bakteri fotosintetik dan sianobakteria dapat
menguraikan air menjadi hidrogen oksigen dengan bantuan cahaya matahari (Sirait, 2007).
Keuntungan organisme tersebut adalah tidak menggunakan senyawa organik sebagai
substrat tetapi menggunakan sinar matahari. Sayangnya, produksi biohidrogen cenderung
lambat, sistem reaksinya membutuhkan energi yang besar, dan pemisahan gas hidrogen
dan oksigen membutuhkan penanganan yang khusus.

Bakteri anaerob tidak menggunakan air sebagai senyawa penghasil biohidrogen


namun menggunakan senyawa organik. Keuntungannya adalah reaksi pembentukan
hidrogen yang cepat dan tidak memerlukan energi matahari. Kelemahannya, penguraian
senyawa organik akan menghasilkan asam-asam organik. Asam organik itu menjadi
permasalahan baru bila tujuan produksi ingin menanggulangi limbah.

Bakteri fotosintetik membutuhkan senyawa organik untuk memproduksi hidrogen


dan energi cahaya untuk membantu reaksi energi yang terlibat dalam produksi hidrogen.
Keuntungan bakteri tersebut dibandingkan sianobakteria adalah energi yang dibutuhkan
lebih kecil. Senyawa organik yang dapat digunakan sebagai substrat adalah asam lemak,
gula, tepung, dan selulosa (Sirait, 2007). Bakteri fotosintetik selalu melibatkan senywa
organik, fotosistem I, feridoksin, dan enzim nitrogenase dalam produksi biohidrogen.

Terdapat berbagai macam mikroorganisme yang dapat menghasilkan biohidrogen


(Miyake, 1998) baik yang fotosintetik maupun non fotosintetik. Bakteri yang termasuk
fotosintetik adalah Rhodopseudomonas, Rhodobacter, Anabaena, Chlamydomonas,
Chromatrium, dan Thiocapsa. Sedangkan bakteri yang termasuk non fotosintetik adalah
Klebsiella, Clostridium, Enterobacter, Azotobacter, Metanobacteria, dan Eschercia coli.

11
7. SISTEM PADA BIOHIDROGEN

Terdapat 4 macam sistem biohidrogen, yaitu:

A. Biophotolisis langsung

Fotosintesis memproduksi hidrogen dari air adalah suatu proses secara biologi yang
memanfaatkan cahaya matahari, menghasilkan energi kimia dengan reaksi sebagai
berikut :

2H2O—-Energi cahaya—–.2H2 +O2

Alga hijau, di bawah kondisi anaerob, dapat menggunakan H2 sebagai suatu donor
elektron di dalam proses fiksasi CO2 atau meningkatkan H2. Produksi hidrogen oleh
mikroalga hijau membutuhkan waktu beberapa menit hingga beberapa jam dari inkubasi
anaerob dalam kondisi gelap untuk menginduksi pengaktifan dan/atau sintesa enzim yang
dilibatkan dalam metabolisme H2, termasuk reversible enzim hidrogenase. Hidrogenase
mengkombinasi proton (H+) dalam medium dengan elektron untuk membentuk dan
menghasilkan H2. Dengan begitu, mikroalga hijau mampu secara genetik, enzimatik,
metabolik, dan transport elektron menuju ke photoproduce gas H2. Sintesis H2
memungkinkan elektron melalui rantai transport elektron, yang mendukung sintesis ATP.

Proses fotosintesis alga mengoksidasi H2O dan meningkatkan O2. Energi cahaya
diabsorbsi oleh fotosistem II (PSII) menghasilkan electron yang ditransfer ke ferredoxin,
lalu menggunakan energi cahaya diabsorbsi oleh fotosistem I (PSI). Hidrogenase reversible
menerima elektron secara langsung dari ferredoxin yang telah dikurangi untuk
menghasilkan H2. Karena enzim hidrogenase yang bertanggung jawab pada evolusi
molekuler H2 adalah sangat sensitive terhadap O2, produksi fotosintesis dari H2 dan O2
haruslah sementara dan/atau terpisah.

Dalam 2 fase proses, selama fotosintesis normal (fase1),CO2 pertama tercampur


dalam substrat yang kaya H2, diikuti dengan generasi cahaya tengah dari molekuler H2 saat
mikroalga dierami di bawah kondisi anaerob (fase 2). Fase 2 dari dua tahap proses dapat
dicapai dengan inkubasi mikroalga dalam medium yang tidak mengandung sulfur. Contoh
kultur alga hijau adalah Chlamydomonas reinhardtii.

12
B. Biofotolisis tak langsung

Cyanobacteria dapat juga mensintesis dan meningkatkan H2 melalui jalur fotosintesis


mengikuti proses sebagai berikut :

12H2O + 6CO2—–Energi cahaya—–.C6H12O6 + 6O2;

C6H12O6 + 12H2O—– Energi cahaya —–.12H2 + 6CO2

Cyanobacteria (disebut juga blue-green algae, cyanophyceae, or cyanophytes)


adalah suatu grup besar dari mikroorganisme photoautotrophic. Cyanobacteria
mengandung pigmen fotosintesis, seperti klorofil, karotenoid, dan fikobiliprotein, serta
dapat menyuguhkan fotosintesis oksigenik. Nutrisi yang dibutuhkan mikroorganisme ini
cukup sederhana yakni udara (N2 dan O2), air, garam mineral, dan cahaya. Spesies ini
memiliki beberapa enzim yang secara langsung meningkatkan metabolisme H2 dan sintesis
molekuler H2. Termasuk nitrogenase yang mengkatalis produksi H2 sebagai by-product
dari reduksi nitrogen menjadi ammonia, pengambilan hidrogenase yang mengkatalis
oksidasi dari sintesis H2 oleh nitrogenase, dan bi-directional hydrogenases yang
mempunyai kemampuan untuk mengoksidasi dan sintesis H2. Produksi hidrogen dengan
Cyanobacteria telah diteliti lebih dari 3 dekade dan terungkap bahwa efisien fotokonversi
dari H2O menjadi H2 dipengaruhi oleh banyak faktor.

C. Photo-fermentation (fermentasi cahaya)


Bakteri Purple non-sulfur meningkatkan molekuler H2 dikatalis oleh nitrogenase di
bawah kondisi defisiensi nitrogen menggunakan energi cahaya dan asam-asam organic.

C6H12O6 + 12H2O—– Energi cahaya —–.12H2 + 6CO2

Secara umum, kecepatan produksi hidrogen oleh bakteri photoheterotrophic sangat


besar ketika sel berhenti di dalam matriks padat dibandingkan ketika sel hidup bebas.

D. Dark-fermentation (fermentasi gelap)


Hidrogen dapat diproduksi pula oleh bakteri anaerob, yang tumbuh di tempat gelap dan
kaya akan karbohidrat. Reaksi fermentasi dapat berlangsung pada kondisi mesofilik
(25–40.C), thermophilic (40–65.C), extreme thermophilic(65–80.C), or
hyperthermophilic (>80.C). Di samping protolisis langsung dan tak langsung yang
13
memproduksi H2 murni, proses ini memproduksi campuran biogas yang mengandung
utamanya H2 dan CO2, selain itu juga sedikit metana, CO, dan H2S.

8. KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN BIOHIDROGEN


 Keuntungan bio-hidrogen adalah sebagai berikut :

1. Biaya energi lebih rendah

Gambar 1. Perbandingan biaya energi saat ini dengan biaya energi masa depan
menggunakan bio-hidrogen di German.

2. Dapat menyokong energi otonom, pertanian, dan kebijakan keamanan (tidak ada
perang minyak)
3. Perlindungan lengkap pada lingkungan dan iklim ( proteksi ganda dari CO2)
4. Semua sumber daya energi memiliki akses bagi seluruh pasar (diversifikasi).

 Kelemahan bio-hidrogen adalah :

1. Produksi hydrogen dapat terhambat oleh ammonia


2. Enzim hidrogenase yang berperan pada produksi hydrogen inactive dengan
adanya oksigen
3. Merupakan sumber energi yang lemah dibanding metana. Jika 12.5 liter gas
metana mempunyai 100 kalori energi yang tersedia, sementara dengan volume
yang sama gas hidrogen hanya mempunyai 30 kalori energi yang tersedia.

14
9. MEREALISASIKAN BIOHIDROGEN SEBAGAI SUMBER ENERGI
ALTERNATIF

Pada masa ini, belum ada proses produksi biohidrogen yang bisa langsung
dipraktekkan dalam skala besar. Akan tetapi, banyak konsep yang dapat mewujudkan hal
tersebut. Seperti konsep mengubah bahan organik menjadi hidrogen, pemaksaan kondisi
mikroba agar menghasilkan hidrogen, perbedaan suhu pada suatu proses, yang kemudian
dibandingkan dengan proses lain melalui dua tahap, penggunaan suhu tinggi, hingga
pemakaian katalis bisa dijadikan konsep produksi biohidrogen.

Meski hanya konsep dasar, bukan berarti tidak dapat diaplikasikan. Hasil
biohidrogen melalui fermentasi anaerobik hanya bisa mencapai kurang dari 20% dengan
menggunakan substrat limbah organik lebih kecil daripada produksi CH4. Hasil lebih besar
bisa diperoleh dengan peningkatan suhu, pembatasan nutrisi dan juga melalui pendekatan
rekayasa metabolisme dari bakteri. Fotofermentasi, perubahan bahan organik melalui
bakteri fotosintetik pengikat nitrogen, dapat menghasilkan biohidrogen yang lebih tinggi,
akan tetapi sistem masih bergantung pada cahaya. Tidak efisiennya sifat dari enzim
nitrogenase, maka penggunaan enzim hidrogenase yang irreversible lebih diprioritaskan.
Fermentasi biasa secara anaerobik bisa menjadi lebih baik untuk pengolahan limbah
organik menjadi biohidrogen dibandingkan dengan fotofermentasi karena tingginya modal
pembuatan fotobioreaktor (Benneman, 1997).

Telah dilakukan berbagai penelitian dalam produksi biohidrogen untuk mendapatkan


hasil yang maksimal meskipun bisa dikatakan belum efisien. Berikut adalah catatan dari
banyak penelitian tentang biohidrogen secara fotofermentasi seperti pada tabel 1.

15
Tabel 1. Produski biohidrogen dari berbagai referensi

TAHUN MEKANISME SUBSTRAT HASIL REFERENSI


1997 fotofermentasi 7.5 mM asam malat 120 mL total Eroglu, I
1997 fotofermentasi limbah susu 85 mL total Turkarslan, S
2000 fotofermentasi 50 mM na laktat 269 mL % total Barbosa, M. J.
2006 Kombinasi 40 mM glukosa 52 mL total Redwood, M. D.
2006 fotofermentasi 28 mM glukosa 5 mL H2 Fang, H. H. P.
2007 fotofermentasi 30 mM glukosa 70 mL total Li, R. Y.
2007 fotofermentasi 30 mM na laktat 255.4 mL total Li, R. Y.
2008 fotofermentasi 25 mM glukosa 45 mL H2 Penelitian sekarang
2008 fotofermentasi 50 mM glukosa 120 mL H2 Penelitian sekarang
2008 fotofermentasi hidrolisat limbah tebu 50 mL H2 Penelitian sekarang

Demi mengurangi penggunaan energi berbasis fosil yang sudak tidak ramah
lingkungan dan bersifat kontroversial serta menjawab persoalan krisis energi maka
dibutuhkan penelitian secara lanjut untuk mengembangkan produksi biohidrogen ini untuk
skala besar agar dapat digunakan sebagai komoditas energi baik di Indonesia maupun
dunia. Sehingga kebutuhan energi dunia dapat terpenuhi dan lingkungan pun terlindungi
dari permasalahan global warming yang menjadi issu utama bagi dunia saat ini.

16
BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Biohidrogen merupakan energi baru dan terbarukan yang diharapkan dapat


menjawab keterbatasan energi fosil. Pemanfaatan limbah pertanian ini dapat meningkatkan
fungsi dari limbah yang biasanya hanya dianggap sampah. Biohidrogen dapat dihasilkan
dari limbah pertanian melalui proses bioteknologi yaitu fermentasi. Teknologi biohidrogen
untuk sel bahan bakar ini menjanjikan, yaitu meninggalkan ketergantungan terhadap
minyak bumi, pemenuhan energi secara efisien, serta teknologi ini ramah lingkungan
karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Secara biologi, hidrogen dapat diproduksi
dengan cara fotosintesis dan fermentasi. Keuntungan yang didapat ketika kita
menggunakan bio-hidrogen sebagai komoditi energi adalah biaya energi lebih rendah,
dapat menyokong energi otonom, pertanian, dan kebijakan keamanan (tidak ada perang
minyak), perlindungan lengkap pada lingkungan dan iklim (proteksi ganda dari CO2) serta
semua sumber daya energi memiliki akses bagi seluruh pasar (diversifikasi). Disisi lain
bio-hidrogen juga memiliki kelemahan yang terpusat pada proses produksinya.

2. SARAN

Demi mengurangi penggunaan energi berbasis fosil yang sudak tidak ramah
lingkungan dan bersifat kontroversial serta menjawab persoalan krisis energi maka
dibutuhkan penelitian secara lanjut untuk mengembangkan produksi biohidrogen ini untuk
skala besar agar dapat digunakan sebagai komoditas energi baik di Indonesia maupun
dunia. Sehingga kebutuhan energi dunia dapat terpenuhi dan lingkungan pun terlindungi
dari permasalahan global warming yang menjadi issu utama bagi dunia saat ini.

17
DAFTAR PUSTAKA

 http://bioinside.blogspot.com/2008/10/biohidrogen-sebagai-bahan-bakar-masa.html
 http://ebtke.esdm.go.id/energi/energi-baru/hidrogen/66-hidrogen-sebagai-basis-
perekonomian-baru.html
 http://energiterbarukan.net/drupal/artikel/23032011/hidrogen
 http://tugas-biotek-mikrob-PDF-Proses Pembuatan Biohidrogen

18