Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No.

2, Desember 2016

PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP DAYA INGAT JANGKA PENDEK DAN STRES
PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA NIRWANA PURI SAMARINDA
The Influence Of Brain Gym To Short-Term Memory And Stress On The Elderly In Panti Sosial
Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda
Faried Rahman Hidayat, Dwi Atikah Nur Amrina

ABSTRAKSI
Latar Belakang : Lansia merupakan tahap akhir dari siklus hidup manusia. Seiring bertambahnya
usia terjadinya penurunan fungsi kognitif umumnya menyebabkan kurangnya keefektifan dalam
proses mengingat dan muncul masalah-masalah psikologis. Pada lansia yang mengalami kesulitan
dalam menyelesaikan suatu masalah akan berusaha terlalu keras sehingga menimbulkan tekanan
yang menyebabkan terjadinya stres diotak dan bagian-bagian otak tertentu kurang berfungsi.Pada
lansia, penurunan kemampuan otak menyebabkan sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan
menimbulkan stres. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan
senam otak. Senam otak yaitu suatu gerakan yang dapat mengoptimalisasikan fungsi kerja otak.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruhsenam otak terhadap daya ingat jangka pendek dan stres pada
lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda.
Metode : Dalam penelitian ini desain yang digunakan adalah Quasy Experiment Design
(Eksperimen Semu) dengan menggunakan rancanganOne Group Pre Test dan Post TestDesign.
Metode pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Total responden sebanyak 20
lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda. Analisa data yang digunakan adalah
paired t-test.
Hasil : Penggunaanpaired t-test daya ingat jangka pendek pretest posttest didapatkanhasil P value
<α atau 0.000< 0.05 dan nilai Τ hitung= 6.866 sedangkan hasil stres pretest posttestdidapatkan hasil
P value <α atau 0.000< 0.05 dan Τ hitung= 12.514.
Kesimpulan : Ada pengaruh yang signifikan antara daya ingat jangka pendek dan stres pada lansia
sebelum dan sesudah diberikan senam otak.
Saran : Pelaksanaan senam otak secara teratur dapat membantu lansia mengatasi masalah daya ingat
jangka pendek dan stres. Gerakan ini dapat dimodifikasikan dengan terapi berbeda agar dapat
memperlihatkan hasil yang lebih optimal.
Kata Kunci:Senam Otak, Daya Ingat Jangka Pendek, Stres

ABSTRACT

Background: Elderly is the final stage of human life cycle. With age increases a downturn in
cognitive function generally cause the lack of effectiveness in the process of considering and appears
psychological problems. On the elderly who have difficulty in solving a problem will be trying too
hard to create pressure that causes stress at brain and certain parts of brain is less functioning. In
the elderly, decreased ability of the brain cause difficult to concentrate, easily forget and cause
stress. One way to resolve the problem is doing physical brain gym. Brain gym is a movement that
can fully optimize the function of the work of the brain.
Aim : To Know the influence of brain gym to short-term memory and stress in Panti Sosial Tresna
Werdha Nirwana Puri Samarinda.
Methods: This research design applied is Quasy Experiment Design (quasi experimental) with one
group pre test and post test design. The method sample was taken using the Porposive Sampling.
Total sample is 20 elderly in Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda. The analysis of
the data used Paired t-test.
Results: Using the paired t-test data and the result of short-term memory pre test post test get a
result of P value <α or 0.000 < 0.05 and T value = 6.866 while the result of stress pre test post test
get a result of P value <α or 0.000 < 0.05 and T value = 12.514.
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2, Desember 2016

Conclusion: It meant that there was significantly influence between of the short-term memory and
stress in the elderly before and after brain gym.
Suggestions: Implementation of brain gym regularly can help the elderly solve of short-term
memory problems and stress. This movement can be modified with different the rapies in order to
show more optimal result.

Keywords: Brain Gym, Short-Term Memory, Stress


kapasitas terbatas yang bisa menampung
PENDAHULUAN informasi selama 20 detik. Biasanya informasi
yang tersimpan didalam long-term memori
Seiring dengan meningkatnya Angka dapat bertahan beberapa minggu, bulan atau
Harapan Hidup (AHH), jumlah penduduk tahun, namun jika didalam short-term hanya
lanjut usia (Lansia) atau di atas 60 tahun, dapat bertahan selama 20 detik saja, karena
diperkirakan akan semakin meningkat. Data membutuhkan proses verbal yang berulang
yang disodorkan Persatuan Gerontologi untuk mengingat informasi yang sudah
Medik Indonesia (PGMI) menyebutkan pada tersimpan. Penurunan memori daya ingat
tahun 2015 jumlah lansia di Indonesia akan merupakan gejala yang sering dijumpai pada
mencapai 36 juta orang atau 11,34% dari lansia, terutama diatas usia 40 tahun. Secara
populasi penduduk (Soreang, 2013). Menurut alamiah, penurunan daya ingat umumnya
World Health Organization (WHO, 2012), karena beberapa sel otak terutama sel dentate
pada tahun 2000 jumlah lansia di Indonesia gyrus yang berangsur-angsur mulai mati, juga
mencapai 14 juta jiwa. Meningkat di tahun karena berkurangnya daya elastisitas
2010 mencapai 16,5 juta jiwa. Angka ini pembuluh darah (Susanto, 2009).
meningkat lebih tinggi ditahun 2020 mencapai Sel otak yang mulai mati tersebut
28 juta jiwa dan akan bertambah menjadi tidak akan mengalami regenerasi, sehingga
hampir 2 milyar pada tahun 2050, dimana hal ini yang menyebabkan seseorang menjadi
nantinya populasi lansia akan lebih besar mudah lupa ini disebabkan karena pengaruh
daripada populasi anak-anak. hormonal, dan stres yang menyebabkan
Lansia merupakan tahap akhir dari ingatan berkurang, sehingga menjadi mudah
siklus hidup manusia. Lansia merupakan lupa. Gejala yang muncul berupa proses
bagian dari proses menua yang tidak dapat berfikir menjadi lambat, serta kesulitan
dihindarkan oleh setiap individu. Proses memusatkan perhatiannya terhadap sesuatu
menua akan terjadi secara terus menerus dan yang akan di ingat. Pada lansia yang sering
kejadiannya pasti akan dialami oleh semua mengalami kemunduran daya ingat dan
orang yang sehat serta dikaruniai umur kecerdasan biasanya mengalami kesulitan
panjang. Seorang lansia sendiri akan berfikir serta berkonsentrasi. Perubahan
mengalami beberapa perubahan pada fungsi kognitif pada lansia dapat dilihat dari
tubuhnya seperti perubahan fisik, mental, perubahan Intelligence Quotient (IQ).
spiritual, psikososial, fungsi motorik, fungsi Perubahan yang terjadi antara lain penurunan
sensorik dan fungsi kognitif (Mujahidullah, fungsi otak bagian kanan yakni kesulitan
2012). dalam komunikasi nonverbal, pemecahan
Seiring penuaan terjadinya penurunan masalah, mengenal wajah orang, kesulitan
fungsi kognitif umumnya menyebabkan dalam pemusatan perhatian dan konsentrasi.
kurangnya keefektifan dalam proses Penurunan kemampuan otak dan tubuh
mengingat. Manusia dalam kehidupan sehari- membuat tubuh menjadi mudah jatuh sakit,
hari tidak lepas dari proses belajar dan pikun, stres dan frustrasi. Salah satu cara
mengingat, yang sangat berkaitan dengan mengendalikan hal tersebut sebaiknya setiap
memori. Memori adalah suatu proses orang walaupun dalam usia tua tetap
penyimpanan dan pengeluaran kembali mempertahankan cara belajar. Namun, bukan
informasi yang didapat dari proses belajar. harus mengulang belajar seperti anak sekolah,
Sejalan dengan bertambahnya usia memori hanya saja perlu melakukan latihan-latihan
atau daya ingat akan mengalami penurunan untuk mengasah otak dengan tetap
baik memori jangka panjang maupun jangka menggerakkan organ tubuh secara wajar
pendek. Daya ingat jangka pendek adalah (Mujahidullah, 2012).
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2, Desember 2016

Berdasarkan hasil studi pendahuluan tahun tidak bertemu keluarganya, hal ini
pada tanggal 13 November 2015 di Panti membuat lansia merasa keberadaannya sudah
Sosial Tresna Werdha (PSTW) Nirwana Puri tidak dibutuhkan dan diinginkan lagi. Dari
Samarinda, jumlah keseluruhan lansia yang hasil wawancara pada lansia, 6 diantaranya
berada di PSTW Nirwana Puri Samarinda ini sering mengeluh sakit kepala, kurang nafsu
adalah 103 orang dengan jumlah total lansia makan, dan mengalami gangguan pola tidur
laki-laki 39 orang dan lansia perempuan 64 yang biasanya terjadi di waktu malam hari.
orang pada bulan september tahun 2015. Keluhan-keluhan ini merupakan indikasi atau
Kapasitas panti tersebut yaitu 120 orang menunjukkan adanya gejala stres. Meski
dengan jumlah wisma yaitu 15 ruangan dan demikian masalah daya ingat jangka pendek
masing-masing lansia ditempatkan di wisma dan stres bisa diperbaiki dengan melakukan
tersebut. Pada saat peneliti melakukan berbagai cara. Suatu penelitian menemukan
wawancara pada 10 lansia didapatkan hasil 7 adanya serangkaian latihan gerakan tubuh
diantaranya mengeluhkan masalah pada daya sederhana atau biasa disebut senam otak atau
ingatnya. Ditemukan lansia tersebut brain gym. Senam otak yaitu suatu gerakan
mengalami penurunan konsentrasi dan daya senam yang dapat mengoptimalisasikan
ingat jangka pendek. Hal ini dibuktikan fungsi kerja otak. Senam otak tidak hanya
bahwa lansia cenderung mengulang memperlancar aliran darah dan oksigen ke
pertanyaan yang sama berulang kali. Selain otak, tetapi juga merangsang kedua belahan
itu, 5 dari 10 orang lansia tidak dapat otak untuk bekerja (senam otak) (Yanuarita,
menyebutkan ulang nama peneliti setelah 10- 2012).
15 menit berbincang-bincang bersama. Di PSTW Nirwana Puri Samarinda tidak
Padahal diawal peneliti dan lansia saling memasukkan senam otak sebagai jadwal
bergantian memperkenalkan diri. Berdasarkan kegiatan harian lansia, sebab panti hanya
hasil pengamatan dan wawancara yang telah menjadwalkan kegiatan senam lansia dan
dilakukan, tidak banyak aktivitas yang dapat senam kebugaran untuk para lansia.
dilakukan oleh lansia, karena seluruh aktivitas Melakukan senam otak dengan teratur dapat
dan kegiatan hanya dapat dilakukan di dalam menstimulasi otak dan mengoptimalisasikan
panti, seperti saat diadakannya penyuluhan kembali ingatan-ingatan khususnya ingatan
diabetes yang diberikan mahasiswa kebidanan jangka pendek. Seseorang yang sering
pada tanggal 13 November 2015. Tidak melakukan senam otak biasanya menjadi
semua lansia dapat mengikuti penyuluhan lebih rileks dan bersemangat dalam
tersebut, sebab sebagian lansia yang kurang beraktivitas sehingga pekerjaan menjadi
sehat dan mengalami keterbatasan fisik terasa ringan. Melakukan gerakan senam otak
diperkenankan untuk tetap berada didalam minimal 3 kali dalam seminggu diharapkan
wisma masing-masing. Kurangnya aktivitas dapat mengurangi resiko kepikunan,
dan kegiatan di panti menyebabkan sebagian mengatasi stres, serta meningkatkan
lansia merasakan kejenuhan dan bosan. Di kesejahteraan hidup bagi lansia.
dalam wisma, lansia hanya beraktivitas seperti Maka dari masalah yang terjadi seperti
tidur, duduk santai, menonton televisi, dan di atas Peneliti tertarik untuk melakukan
terkadang melamun. penelitian tentang “Pengaruh Senam Otak
Masalah lain ditemukan 10 dari 4 Terhadap Daya Ingat Jangka Pendek dan Stres
diantaranya sering mengalami ketidakstabilan pada Lansia di PSTW Nirwana Puri
emosi, dimana beberapa lansia mudah Samarinda Kalimantan Timur”.
tersinggung dengan ucapan orang lain, sering Tujian yang ingindicapai dalam
merasa kesal dan bahkan sampai berkelahi, penelitian ini meliputi :
sehingga petugas wisma memindahkan salah 1. Mengidentifikasi karakteristik responden
satu dari mereka untuk menghindari masalah di PSTW Nirwana Puri Samarinda, yaitu
berlanjut dan menjadi semakin parah. usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir
Beberapa lansia merasakan hal yang berbeda dan status perkawinan
yaitu merasa sedih, gelisah dan kesepian 2. Mengidentifikasi gambaran daya ingat
disebabkan tidak satupun keluarga yang jangka pendek dan stress pada lansia
datang ke panti untuk menjenguknya. sebelum dilakukan senam otak
Beberapa dari lansia bahkan sampai bertahun- 3. Mengidentifikasi gambaran daya ingat

16
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2, Desember 2016

jangka pendek dan stress pada lansia Tabel 4.1 Distribusi karakteristik
setelah dilakukan senam otak responden pada kelompok senam otak
4. Menganalisis pengaruh senam otak berdasarkan umur di Panti sosial Tresna
terhadap daya ingat jangka pendek dan Werdha Nirwana Puri Samarinda Maret
stress pada lansia di PSTW Nirwana Puri 2016
Samarinda
Usia Intervensi
NO
METODE PENELITIAN Responden N %
1 60-74 12 60.0
Penelitian ini menggunakan desain
2 75-90 6 30.0
penelitian QuasiExperiment Design artinya
desain ini tidak mempunyai pembatasan yang 3 91-100 2 10.0
ketat terhadap randomisasi dan pada saat yang Total 20 100.0
sama dapat mengontrol ancaman-ancaman
validitas. Penelitian ini juga menggunakan Berdasarkan tabel 4.1 diperoleh gambaran
rancangan penelitian One Group Pre Test dan pada 20 responden senam otak yang
Post Test Design yaitu terdapat pretest terlibat dalam penelitian ini sebagian
sebelum diberi perlakuan dan Post Test besar menunjukkan bahwa usia lansia
setelah perlakukan mayoritas terbanyak adalah usia (Elderly)
Populasi dalam penelitian adalah seluruh 60-74 tahun dengan total keseluruhan
lansia yang ada di PSTW Nirwana Puri yaitu 12 responden (60,0%).
Samarinda yang berjumlah 103 responden dan Tabel 4.2 Distribusi karakteristik
terbagi dalam 15 wisma. Data tersebut di responden pada kelompok senam otak
peroleh dari panti pada tanggal 13 November berdasarkan jenis kelamin di Panti Sosial
2015. Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda
Pada penelitian ini metode sampling Maret 2016
yang digunakan adalah non probability Jenis Intervensi
No
sampling dengan tehnik purposive sampling. Kelamin N %
Purposive sampling adalah suatu tehnik 1 Laki-Laki 5 25.0
penetapan sampel dengan cara memilih 2 Perempuan 15 75.0
sampel diantara populasi sesuai dengan yang Total 20 100.0
dikehendaki peneliti, sehingga sampel
tersebut dapat mewakili karakteristik populasi Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan bahwa
yang telah dikenal sebelumnya. jenis kelamin responden terbanyak pada
Prosedur pengumpulan data pada kelompok intervensi adalah perempuan yaitu
penelitian ini dikumpulkan dengan cara sebanyak 15 orang (75,0%).
wawancara dan pengisian kuesioner pada
responden sebelum dan sesudah pelaksanaan Tabel 4.3 Distribusi karakteristik responden
senam otak pada lansia di PSTW Nirwana pada kelompok senam otak berdasarkan status
Puri Samarinda. perkawinan di Panti Sosial Tresna Werdha
Nirwana Puri Samarinda Maret 2016
HASIL DAN PEMBAHASAN Status Intervensi
PENELITIAN NO
Perkawinan N %
Sudah
1. Analisa Univariat 1 17 85.0
Menikah
Analisa dalam penelitian ini
Belum
mendeskripsikan distribusi frekuensi dari 2 3 15.0
Menikah
seluruh variabel, yaitu : umur, jenis
Total 20 100.0
kelamin, status perkawinan, pendidikan
terakhir, daya ingat jangka pendek dan
stres sebelum dan sesudah diberikan Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa
senam otak yang terlihat pada tabel yang status perkawinan responden terbanyak pada
diuraikan dibawah ini. kelompok intervensi adalah sudah menikah
yaitu sebanyak 17 orang (85,0%).

17
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2, Desember 2016

Daya ingat jangka pendek Pretest dan Posttest Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat total
Berdasarkan Data Numerik dari 20 responden sesudah diberikan senam
otak, bahwa data numerik stres lansia pre test
Tabel 4.4 Distribusi karakteristik responden pada kelompok intervensi didapatkan nilai
pada kelompok senam otak berdasarkan rata- mean 17.55, median 17.50, std Deviation
3.576, std. Eror 0.800, Minimum 12,
tingkat pendidikan di Panti Sosial Tresna Maximum 26. Sedangkan untuk stres post test
didapatkan nilai rata-rata mean 11,10, median

Tingkat Daya Ingat Jangka Intervensi


Me Std. Min ma
Me Std. Pendek %
dia Devi imu xim
an Eror N
n ation m um
Utuh 7 35.0
Pret Ringan 7 35.0
3.35 3.00 1.496 0.335 1 6 Pre test
est Berat
Pstt 6 30.0
1.90 2.00 1.119 0.250 0 4
est Total 20 100.0
Werdha Nirwana Puri Samarinda Maret 2016
Utuh 70.0
Intervensi 14
No Pendidikan Post test
N % Ringan 30.0
Tidak Sekolah 11 55.0 6
1
Total
2 SD 6 30.0 100.0
20
3 SMP 2 10.0
11.00, std Deviation 3.946, std. Eror 0.882,
4 SMA 1 5.0
Minimum 2, Maximum 20.
Total 20 100.00
a. Tingkat Daya Ingat Jangka Pendek Pretest
Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa dan Posttest Berdasarkan Kategorik
tingkat pendidikan responden terbanyak pada
kelompok intervensi adalah tidak sekolah
Tabel 4.7 Distribusi berdasarkan kategorik
yaitu sebanyak 11 orang (55,0%).
responden tingkat daya ingat jangka pendek
Tabel 4.5 Distribusi berdasarkan numerik pre test post test pada kelompok intervensi di
responden daya ingat jangka pendek pretest Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri
posttest pada kelompok intervensi di Panti Samarinda.
Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri
Samarinda. Berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan
bahwa tingkat daya ingat jangka pendek
lansia pre test pada kelompok intervensi
Bberdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat total terbanyak adalah daya ingat utuh yaitu
dari 20 responden sesudah diberikan senam sebanyak (35,0%) dan daya ingat ringan yaitu
otak, bahwa data numerik daya ingat jangka sebanyak (35,0%) serta terdapat peningkatan
pendek lansia pretest pada kelompok yang signifikan dalam kelompok intevensi
intervensi didapatkan nilai rata-rata (mean) post test pada katagorik daya ingat utuh yaitu
3.35, median 3.00, std Deviation 1.496, std. sebanyak (70,0%).
Eror 0.335, Minimum 1, Maximum 6. Mea Media Std. Std. Mi Ma
Sedangkan untuk daya ingat jangka pendek n n Devi eror ni xi
posttest didapatkan nilai mean 1.90, median tatio mu mu
2.00, std Deviation 1.119, std. Eror 0.250, n m m
Minimum 0, Maximum 4. Pre 3.57 0.80
Tabel 4.6 berdasarkan numerik responden 17.55 17.50 12 26
test 6 0
stres pretest posttest pada kelompok Post 3.94 0.88
intervensi di Panti Sosial Tresna Werdha 11.10 11.00 2 20
test 6 2
Nirwana Puri Samarinda Maret 2016

18
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2, Desember 2016

Tabel 4.8 Distribusi berdasarkan kategorik


responden tingkat stres pre test post test pada Daya N Mean T P
kelompok intervensi di Panti Sosial Tresna Ingat hitung value
Werdha Nirwana Puri Samarinda. Sebelum 3.35
Maret 2016 20 6.866 0.000
Sesudah 1.90
Intervensi
Tingkat Stres
N % Berdasarkan Hasil tabel 4.9 diatas
Normal 4 20.0 terdapat pengaruh sesudah dan sebelum
senam otak dengan didapatkan nilai rata-rata
Pre Ringan 10 50.0 (mean) daya ingat jangka pendek sebelum
test senam otak adalah 3.35, sedangkan rata-rata
Sedang (mean) daya ingat jangka pendek sesudah
5 25.0
senam otak adalah 1.90 dengan demikian nilai
Berat 1 5.0 selisih rata-rata senam otak daya ingat jangka
Total 20 100.0 pendek adalah 1.45.
Normal 16 80.0 Dengan paried t-test di peroleh nilai Τ
Post hitung = 6.866 dan nilai significancy P<α atau
test Ringan 3 15.0 0.000<0.05. Keputusan hipotesis yang
diambil yaitu H0 ditolak dan Ha diterima
Sedang yang artinya ada pengaruh yang bermakna
1 5.0
pada daya ingat jangka pendek sebelum dan
Total 20 100.0 sesudah diberikan senam otak.
Tabel 4.10 Hasil statistik analisa paried
Berdasarkan tabel 4.8 menunjukkan t-tes stres sebelum dan sesudah senam otak
bahwa tingkat stres pada lansia pretest dalam Stres N Mean Thitung Pvalue
kelompok intervensi terbanyak adalah ringan Sebelum 17.55
yaitu sebanyak (50,0%), dan terdapat 20 12.514 0.000
peningkatan yang signifikan dalam kelompok Sesudah 11.10
intevensi posttest pada tingkat stres normal
yaitu sebanyak (80,0%). Berdasarkan Hasil tabel 4.10 diatas
terdapat pengaruh sesudah dan sebelum
2. Analisa Bivariat senam otak dengan didapatkan nilai rata-rata
Setelah diketahui karakteristik dari (mean) stres sebelum senam otak adalah
variabel independent yaitu pengaruh 17.55, sedangkan rata-rata (mean) stres
senam otak pada lansia. Selanjutnya sesudah senam otak adalah 11.10 jadi nilai
dilakukan uji statistik, dimana setelah selisih rata-rata senam otak stres adalah 6.45.
dilakukan uji normalitas maka: Dengan paried t-test di peroleh nilai Τ
a. Data senam otak terhadap daya ingat hitung = 12.514 dan nilai significancy P <α
jangka pendek berdistribusi normal atau 0.000 < 0.05. Keputusan hipotesis yang
maka menggunakan paried t-test. diambil yaitu H0 ditolak dan Ha diterima
b. Data senam otak terhadap stres yang artinya ada pengaruh yang bermakna
berdistribusi normal maka pada stres sebelum dan sesudah diberikan
menggunakan paried t-test. senam otak.
Pada bagian ini akan diperlihatkan
pengaruh daya ingat jangka pendek dan KESIMPULAN DAN SARAN
stres sebelum dan sesudah diberikan
senam otak yang dilakukan perhitungan Dari tujuan penelitian ini dapat diambil
dengan bantuan software sehingga beberapa kesimpulan, diantaranya sebagai
diperoleh tabel 4.9. berikut:
1. Karakteristik responden penelitian ini
Tabel 4.9 Hasil statistik analisa paried T- berdasarkan usia, jenis kelamin, status
test daya ingat jangka pendek sebelum dan perkawinan dan pendidikan didapatkan
sesudah senam otak hasil distribusi umur responden paling
19
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2, Desember 2016

banyak adalah lansia usia Elderly (60-74 lansia untuk bisa melakukan senam otak
tahun) dengan total keseluruhan yaitu 12 sebagai aktifitas sehari-hari yang
responden (60,0%), hasil distribusi jenis menyenangkan dan mengetahui lebih
kelamin responden paling banyak pada jelas fungsi dan kegunaan senam otak
responden dengan jenis kelamin lebih terarah sesuai dengan tujuan.
perempuan yaitu sebanyak 15 orang 2. Bagi Ilmu pengetahuan
(75,0%), hasil distribusi status Hasil Diharapkan hasil penelitian ini
perkawinan responden paling banyak dapat menjadi tambahan referensi atau
pada status menikah yaitu sebanyak 17 sumber informasi senam otak yang
orang (85,0%), dan hasil distribusi dibutuhkan guna membantu
tingkat pendidikan responden paling pengembangan ilmu pendidikan
banyak pada responden tidak bersekolah keperawatan yang lebih akurat sebagai
yaitu sebanyak 11 orang (55,0%). materi pembelajaran dimasa mendatang.
2. Berdasarkan data daya ingat jangka 3. Bagi Istitusi Pendidikan
pendek yang didapat sebelum dilakukan Diharapkan hasil penelitian ini dapat
Senam Otak Pada lansia di PSTW dijadikan masukan, manfaat maupun
Nirwana Puri Samarinda terdapat kegunaannya untuk memperdalam lagi
perbedaan yang signifikansi yaitu materi keperawatan gerontik bahwa
didapatkan nilai mean 3,35 dan nilai latihan senam otak sebagai salah satu
median 3,00. Berdasarkan data stres yang cara untuk menurunkan stres, gangguan
didapat sebelum dilakukan Senam Otak daya ingat jangka pendek dan
Pada lansia di PSTW Nirwana Puri melancarkan peredarahan darah, yaitu
Samarinda terdapat perbedaan yang dengan melakukan senam otak minimal
signifikansi yaitu didapatkan nilai mean 2-3 kali sehari selama 10-20 menit.
17,55 dan nilai median 17,50. 4. Bagi PSTW Nirwana Puri Samarinda
3. Berdasarkan data daya ingat jangka Diharapkan penelitian ini dapat
pendek yang didapat sesudah dilakukan digunakan oleh PSTW Nirwana Puri
senam otak Pada lansia di PSTW Samarinda sebagai program rutin
Nirwana Puri Samarinda terdapat aktivitas senam harian yaitu dengan
perbedaan yang signifikan yaitu memberikan senam otak pada lansia
didapatkan nilai mean 1,90 dan nilai khususnya yang memiliki masalah
median 2,00. Berdasarkan data yang terhadap daya ingat jangka pendek dan
didapat sesudah dilakukan senam otak stres sehingga mampu membantu lansia
Pada lansia di PSTW Nirwana Puri dalam mengidentifikasi serta mengatasi
Samarinda terdapat perbedaan yang masalah tersebut.
signifikan yaitu didapatkan nilai mean 5. Bagi Peneliti Selanjutnya
11,10 dan nilai median 11,00. Penelitian akan semakin dirasakan
4. Dari hasil penelitian yang dilakukan manfaatnya jika diperluas dengan
peneliti terdapat perbedaan yang melakukan penelitian di tempat yang
signifikan pada daya ingat jangka pendek berbeda guna mengetahui lebih lanjut
dan stres lansia di PSTW Nirwana Puri besar pengaruh dari senam otak dan
Samarinda pretest dan posttest Senam dilanjutkan dengan waktu yang relatif
otak dengan P value = 0,000 < α 0,05. lebih lama dengan jumlah sampel yang
Keputusan hipotesis yang diambil yaitu lebih besar. Apabila penelitian dapat
H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya melibatkan lebih banyak faktor yang
ada pengaruh yang bermakna pada stres berkontribusi terhadap penurunan daya
sebelum dan sesudah diberikan senam ingat jangka pendek dan stres diharapkan
otak. pengaruh intervensi lebih bisa diketahui
Adapun saran yang dapat disimpulkan dengan jelas serta diperoleh gambaran
ditujukan kepada pihak-pihak sebagai berikut yang lebih lengkap.
:

1. Bagi Penderita Hipertensi


Diharapkan latihan ini dapat memotivasi

20
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2, Desember 2016

DAFTAR PUSTAKA Dengan Khasiat Mentimun. Jogjakarta: Flash


Books.
Andreas Viklund (2010). Pengaruh
Senam Yoga Terhadap Penurunan Tekanan Muniroh, Lailatul. (2007). Pengaruh
Darah Pada Lansia Yaang Mengelami Pemberian Jus Buah Belimbing dan
Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Air Mentimun Terhadap Penurunan Tekanan
Dingin Padang Tahun 2011. Skripsi, tidak Darah Sistolik dan Diastolik Penderita
dipublikasikan. Padang. Universitas Andalas. Hipertensi. The Indonesia Jurnal of Public
Indonesia. health, Vol. 4. No. 1.

Aninda Aemi, Ni Luh Putu. (2009).


Perbedaan Tekanan Darah Penderita
Hipertensi Pada Wanita Dewasa yang
Melakukan Senam Yoga dan Penderita
Hipertensi Pada Wanita Dewasa Yang tidak
Melakukan Senam Yoga. Skripsi. Tidak
dipublikasikan. Yogyakarta
Hasil Consensus Perhimpunan
Hipertensi Indonesia tahun 2007,
http:id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah_tin
ggi.html, diperoleh tangal 15 November 2015)

Kholish, Nur. (2011). Bebas


hipertensi seumur hidup dengan terapi
herbal. Yogyakarta:Real Books.

Kurniadi, Helmanu & Nurahmani,


Ulfa (2014) Stop Diabetes Hipertensi
Kolestrol Tinggi Jantung Korener.
Yogyakarta:Istana Media

Muhummadun, A S. 2010. Hidup


Bersama Hipertensi. Jakarta; In-books.

Potter, P.A. dan Perry, A.G. (2005).


Buku Ajar Fundamental Keperawatanedisi 4
volume 2. Renata, K. dkk (penterjemah).
Jakarta : EGC.

Rusaidah (2011). Pengaruh Latihan


Yoga Terhadap Penurunan Tekanan Darah
Pada Lanjut Usia (LANSIA) di Panti Werda
Pengayoman “PELKRIS” dan Panti Werda
Omega Semarang. Skripsi. Tidak
dipublikasikan. Semarang. STIKES
Telogorejo Semarang

Spencer and borwn. (2007).


Monopause. Terjemahan oleh Juwita dan
Anna. Erlangga. Jakarta.
Wijaya, Sheila (2014). Tangkal
Diabetes dan Tumpas Racun Dalam Tubuh

21