Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN KOMUDA

KELOMPOK SKILLS LAB 4B BLOK VIII

Disusun Oleh:
1. Ratih Sekar Arum (20150340015)
2. Denna Idryareza A (20150340017)
3. Qathratun Nada (20150340039)
4. Ika Nanda Familiya (20150340040)
5. Intan Fatimah Putri (20150340054)
6. Anggi Tri Handayani (20150340055)
7. Retnaningtyas Pinastika (20150340082)
8. Chintya Dwi Rahayu (20150340083)
9. Urai Rifaldy Aryadi (20150340091)
10. Vivi Ayu Novitasari (20150340118)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA


TAHUN AJARAN 2016/2017
LEMBAR PENGESAHAN
Yogyakarta, 13 November 2016

Ratih Sekar Arum Denna Idryareza A Qathratun Nada

20150340015 20150340017 20150340039

Ika Nanda Familiya Intan Fatimah Putri Anggi Tri H

20150340040 20150340054 20150340055

Retnaningtyas Pinastika Chintya Dwi Rahayu Urai Rifaldy A

20150340082 20150340083 20150340091

Vivi Ayu Novitasari

20150340118

Dosen Pembimbing Kelompok 4B

drg. Rica

ii
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena


berkat ridho-Nya kami diberi kesempatan dan kelancaran dalam melaksanakan
dan membuat laporan KOMUDA blok 8 ini. Tidak lupa kami juga berterimakasih
kepada segenap dosen dan instruktur yang telah membantu terlaksananya
KOMUDA blok 8 dengan baik.

Laporan KOMUDA ini dimaksudkan untuk melengkapi tugas blok 8 yang


disusun oleh kelompok skills lab 4B. Kami bersyukur laporan ini dapat
terselesaikan dengan baik meskipun jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan
kemampuan kami. Kami menyadari tiada yang sempurna selain Allah SWT. Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai
pihak agar kami dapat menyempurnakan laporan ini dan menjadikannya bahan
pembelajaran yang lebih baik dikemudian hari.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Yogyakarta, 13 November 2016

Kelompok skills lab 4B

DAFTAR ISI

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

TEMPAT & WAKTU KEGIATAN

Komuda blok 8 ini dilaksanakan di Bangsal Mina lantai 4 RSGMP UMY dan
Dental Laboratorium lantai dasar dan lantai 1 RSGMP UMY

Komuda blok 8 ini dilaksanakan dalam 3 putaran :


1. Putaran 1 (Kelompok 1 – Kelompok 4) : jam 08.00 – 10.00 WIB
2. Putaran 2 (Kelompok 5 – Kelompok 8) : jam 10.00 – 12.00 WIB
3. Putaran 3 (Kelompok 9 – Kelompok 12) : jam 13.00 – 15.00 WIB

1
BAB 2
ISI

2.1 STATION 1 (SIM dan RM)

 SIM adalah Sistem Infomasi Medis


 RM adalah Rekam Medis

Tahapan sistem pelayanan di RSGM Asri Medical Center berdasarkan pasien yang
berkunjung

 Untuk pasien baru


1. Koas menuju FO (Front Office) untuk mendapatkan 1 lembar
formulir yang akan diisi oleh pasien dan koas hanya diwajibkan
untuk mengisi no RM pada formulir tersebut
2. Lembar formulir yang telah diisi pasien tersebut kemudian
diberikan lagi ke petugas FO
3. Petugas FO akan menggabungkan formulir tersebut ke dalam
sebuah dokumen
4. Koas menerima dokumen tersebut dari FO
5. Dokumen yang diterima koas berisi lembar-lembar pengisian data
dari pasien yang bersangkutan seperti untuk data hasil anamnesis
hingga rencana perawatan
6. Koas yang ingin melakukan pemeriksaan lengkap (PL) harus
melapor terlebih dahulu ke dokter pembimbing hingga kemudian
disetujui
7. Koas kemudian melakukan pemeriksaan lengkap (PL) dan
menuliskan hasilnya di Lembar Diagnosa
8. Koas yang telah selesai ,wajib melapor kembali ke dokter
pembimbing untuk diperiksa hasil PL-nya
9. Dokter pembimbing akan mengecek kondisi pasien apakah sudah
sesuai dengan pemeriksaan koas atau belum
10. Setelah sudah sesuai ,dosen/dokter akan memberi Acc kepada koas
11. Koas kemudian meng-input data PL ke dalam SIM
12. Koas melapor lagi ke dokter pembimbing setelah menginput data
PL pasien tersebut dan diberi tanda centang pada sistem dokter
pembimbing
13. Selanjutnya koas membayar di FO
14. Koas akan mendapatkan logbook yang nantinya akan di cap dan
berguna untuk meminta nilai kepada dokter pembimbing

2
 Untuk Pasien Lama
1. Pasien dipersilakan duduk atau menunggu di ruang tunggu
2. Koas mencari Rekam Medis (RM) di ruangan Rekam Medis
3. Koas kemudian melapor ke dokter pembimbing untuk mendapat
persetujuan agar dapat melanjutkan perawatan
4. Kemudian jika telah disetujui oleh dokter pembimbing ,koas
menulis tindakan yang tepat untuk perawatan di Lembar Tindakan
pada dokumen RM
5. Koas juga menuliskan indikasi di lembar tersebut dan diberikan
lagi ke dosen atau dokter pembimbing untuk di-Acc
6. Data yang telah di-Acc kemudian di-input oleh koas
7. Setelah input ,koas bisa melakukan tindakan atau perawatan
kepada pasien
8. Setelah selesai tindakan ,koas wajib melaporkan kembali ke dosen
untuk mendapat Acc yang ke -2 atau Acc Tindakan
9. Koas kemudian membayar ke ruang FO
10. Setelah membayar di ruang FO, koas berhak diberi cap khusus oleh
petugas FO pada logbook
11. Koas meminta tanda tangan dari dokter atau dosen
12. Koas mendapatkan DOPES (nilai) dari dokter atau dosen tersebut
dalam suatu lembaran yang berwarna pink dan putih

2.2 STATION 2 STERILISASI ALAT DAN ALAT


PELINDUNG DIRI (APD)

Pembersihan, Packaging dan Sterilisasi Alat Kedokteran Gigi

Sterilisasi harus dilakukan untuk alat-alat, sarung tangan bedah,


dan alat lain yang kontak langsung dengan aliran darah atau jaringan steril
normal (Spaulding 1939). Hal ini dapat dicapai dengan penguapan tekanan
tinggi (otoklaf), pemanasan kering (oven), strerilisasi kimiawi, seperti
glutaraldehid atau formaldehid secara fisik (radiasi). Karena sterilisasi itu
sebuah proses, bukan sebuah peristiwa tunggal, maka seluruh komponen
harus dilakukan secara benar agar proses sterilisasi berlangsung.

Pembersihan (Cleaning)

3
Konsep dasar cleaning adalah bahwa kotoran yang menempel pada
instrument dan linen tidak hanya merupakan media bagi pertumbuhan
mikroorganisme tetapi juga menyebabkan proses Sterilisasi menjadi kurang
efektif. Terdapat tiga tujuan utama proses cleaning :

1. Menghilangkan kotoran yang nampak terlihat, seperti bercak darah


1. Menghilangkan kotoran yang tidak terlihat, seperti cairan tubuh pasien
2. Menghilangkan semaksimal mungkin mikroorganisme yang
mengkontaminasi.

Cleaning meliputi beberapa langkah penting yaitu :

1. Pemeriksaan kelengkapan alat


1. Proses peredaman
2. Pencucian
3. Pembilasan
4. Pengeringan

Pembersihan untuk alat-alat yang berdarah pertama-tama cuci alat tersebut


dengan air mengalir, kemudian rendam dalam larutan germisep (1 tablet germisep
dilarutkan dalam 1/2 baskom air).setelah itu cuci dengan sabun kemudian dibilas
dan dikeringkan. Untuk alat yang tidak berdarah bisa langsung direndam dalam
larutan germisep. Dalam pencucian alat-alat tersebut harus menggunakan
handscoon. Perendaman alat-alat dalam larutan germisep merupakan prosedur
disinfeksi secara kimia yang bertujuan untuk membunuh mokroorganisme yang
berbahaya. Sedangkan penggunaan handscoon merupakan prosedur asepsis yang
bertujuan untuk mengurangi risiko kontak dengan mikroorganisme patogen dan
menciptakan lingkungan kerja yang aman, baik untuk pasien maupun untuk
orang-orang yang bekerja dalam bidang kedokteran gigi sehingga mencegah
masuknya mikroorganisme.

4
PACKAGING

Untuk mencegah kontaminasi pada alat kedokteran gigi setelah dilakukan


cleaning, maka langkah selanjutnya adalah proses packaging alat sebelum
dilakukan proses sterilisasi dengan menggunakan bahan yang dimana dapat
melindungi alat tersebut. Pengemas yang rusak maupun tidak layak dapat
menyebabkan proses cleaning, pengemasan dan sterilisasi tidak bermanfaat.

Packaging yang steril harus disimpan pada tempat yang tertutup, kering,
bebas dari debu, jauh dari bak cuci, saluran air, dan beberapa inci jauhnya dari
langit-langit, lantai, dan dinding luar. Hal ini untuk mencegah bungkusan menjadi
basah oleh percikan air, produk pembersih lantai dan kondensasi dari saluran air
atau dinding. Juga jauhkan bungkusan dari sumber panas yang dapat membuat
bungkusan menjadi rapuh dan lebih rentan sobek atau berlubang.

Untuk sterilisasi kering, sebelum masuk alat sterilisator masukkan alat-alat


yang akan disterilisasi kedalam sterilisator pack kemudian diberi keterangan nama
alat, nama mahasiswa, jam, dan lain-lain.

STERILISASI

Langkah terakhir sebelum semua alat dipastikan dapat digunakan adalah


Sterilisasi, suatu proses yang sangat sensitive dan perlu perhatian lebih, karena
proses ini sangat rentan terhadap infeksi jika proses yang dilakukan salah atau
gagal.

Instrumen dan linen yang telah dikemas siap disterilisasi. Sterilisasi adalah suatu
proses dengan metoda tertentu yang bertujuan mematikan semua organisme hidup
(vegetatif dan non vegetatif) termasuk spora bakteri yang lebih resisten terhadap
desinfektan. Terdapat bemacam-macam metode Sterilisasi, yaitu :

a. Sterilisasi panas kering


Sterilisasi ini menggunakan udara panas oven pada suhu 160-170 0C
selama 90-120 menit. Paling efektif digunakan untuk alat-alat gelas dan
banyak alat-alat bedah.
a. Sterilisasi dengan uap

5
Sterilisasi termal menggunakan tekanan uap jenuh dalam sebuah autoklaf,
yang dilakukan pada suhu 1210C selama 15-20 menit.
b. Sterilisasi dengan Ultraviolet
Sinar UV digunakan untuk membantu mengurangi kontaminasi di udara
dan pemusnahan selama proses dilingkungan, sehingga mempunyai efek
bakterisidal dan dan paling kuat pada panjang gelombang 265 nm.
Biasanya digunakan untuk sterilisasi ruangan seperti kamar bedah, kamar
pengisian ampul obat, atau juga pada permukaan-permukaan benda.
c. Sterilisasi dengan sinar pengion
Metode sterilisasi menggunakan sinar gamma untuk merusak DNA
mikroorganisme, kelebihannya bisa menembus benda padat. Sering
digunakan untuk sterilisasi material yang tebalsperti bungkusan alat-alat
medis,/kedokteran, paket makanan, paket minuman, dan sebagainya.
d. Sterilisasi secara kimia
Sterilisasi menggunakan gas etilen oksida, kelemahannya zat ini mudah
terbakar, bersifat mutagenik dan toksik, sehingga dikhawatirkan terdapat
residu setelah sterilisasi.
e. Sterilisasi dengan filter
Biasanya dilakukan dengan penyaringan bahan yang akan disterilkan
melalui saringan/filter yang tidak dapat dilalui oleh kuman sehingga
diperoleh filtrat yang steril. Digunakan bagi bahan-bahan cair yang tidak
tahan panas seperti: serum darah, vaksin, toksin, enzim, dan sebagainya.

Metode sterilisasi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas


Muhammadiyah Yogyakarta adalah sterilisasi dengan Uap Panas Tekanan
Tinggi (Autoklaf). autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai
macam alat & bahan yang menggunakan tekanan 15 psi (2 atm) dan suhu
121 0C. Suhu dan tekanan tinggi yang diberikan kepada alat dan media
yang disterilisasi memberikan kekuatan yang lebih besar untuk membunuh
sel dibanding dengan udara panas. Waktu yang dibutuhkan lebih effisen
menjadikan metode sterilisasi dengan uap panas tekanan tinggi (Autoklaf)

6
jadi pilihan utama, alasannya karena di RSGM UMY putaran kebutuhan
alat yang steril sangat tinggi, namun waktu yang effisien tidak menutup
kelebihan performa autoklaf dalam proses sterilisasi, penggunaan yang
mudah juga menjadi alasan alat ini digunakan. Di RSGM UMY sendiri
lama waktu untuk sterilisasi alat adalah 15-20 menit.

Sterilisasi dental chair menggunakan alkohol dengan cara


disemprotkan pada area -area yang sering dipegang (terkontaminasi) oleh
dokter gigi pada saat pemeriksaan seperti; handpiece, meja instrumen, dll.
Sterilisasi ini dilakukan setiap pergantian pasien.

Pada RSGM UMY ini terdapat 2 bilik, yaitu bilik steril dan non-
steril, dimana bilik steril ini mahasiswa bisa mengambil alat-alat yang
sudah di sterilkan dan di bilik non-steril mahasiswa memberikan alat-alat
yang akan di sterilkan lalu mengisi nota bahwa telah memberikan alat
untuk di sterilkan, yang berisi 2 lembar yaitu kuning untuk perawat dan
putih untuk mahasiswa.

Alat pelindung diri yang harus di pakai dokter gigi pada


pemeriksaan adalah baju steril, masker kacamata, handscoon. Sebelum
memakai handscoon diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu sebagai
dari prosedur aseptik.

Untuk limbah medis pembuangannya tidak boleh sembarangan,


disini pembuangan sampah dibagi menjadi 3 yaitu: sampah medis, sampah
non medis, dan sampah disposafe seperti jarum/spuit..

KASUS LAPANGAN

Belum mengetahui jenis dan bahan pembuatan alat yang akan


disterilisasikan/

HAMBATAN

7
Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, sudah banyak
penemuan alat sterilisasi yang belum kita ketahui, serta memiliki
kelebihan dan kekurangan masing-masing.

SOLUSI

Kenali jenis dan bahan pembuatan alat yang akan disterilisasikan,


agar memudahkan kita dalam pemilihan metode serta alat sterilisasinya.

2.3 STATION 3 (DENTAL UNIT)

Gambar 1. Dental Unit

Dental unit adalah suatu alat yang dipakai oleh dokter gigi untuk
membantu pemeriksaan dan kemudian menentukan tindakan apa yang dapat
diberikan kepada pasien. Secara umum untuk membantu perawatan gigi dan
mulut (pengeboran, penambalan, pembersihan, dan pemeriksaan).

Sumber tenaga dental unit:

a. Listrik
Untuk memberikan satu daya pada semua sistem elektrik dengan
memastikan “master switch”(tombol utama) menyala saat akan digunakan
yang berada pada bawah tray.
Contoh : lampu operasi serta menggerakkan posisi system dental
chair(posisi pasien)

8
a. Air
Digunakan pada system pendinginan turbine jet/bor jet dan pembuangan
kotoran
a. Udara
Memberikan tenaga pada semua sistem yang bekerja dengan tekanan
udara. Udara bertekanan ini berasal dari compressor.
Contoh : turbine jet/bor jet, dan sistem hidrolik pada kursi atau chair
dental.

Terdapat 2 tombol untuk penggunaan dental unit, yaitu :

1. Pastikan tombol on/off dibagian bawah dental chair menyala ditaindai


dengan lampu yang berwarna hijau saat akan digunakan sebagai sumber
kelistrikan pada kursi

1. Tombol utama atau master switch berada di bawah tray yang berfungsi
sebagai pengendali seluruh pengoperasian (kursi, udara, air). Pastikan
master switch dinyalakan terlebih dahulu sebelum dental unit dioperasikan
sepenuhnya yang biasanya ditandai dengan bunyi angin

Terdapat beberapa tombol pada tray yang memiliki fungsi masing-masing, yaitu :

a. 0: Tombol untuk posisi awal dental chair, posisi kursi berada paling bawah
dan sandaran paling tegak

a. 1,2: tombol perawatan atau tombol save. Ketika operator telah


memposisikan dental chair sesuai kenyaman saat perawatan dan ingin
menyimpan posisi dental chair tersebut agar ketika hendak melakukan
perawatan yang sama (misal : scalling, mencetak, dll) bisa dengan
menekan tombol 1 atau 2 dengan menahan selama beberapa detik untuk
menyimpan posisi tersebut

b. LP: Last Position, posisi kondusif jika ada kegawatdaruratan

c. Gambar Gelas: tombol untuk mengatur air kumur pada gelas kumur

d. Gambar Mangkuk: tombol untuk mengalirkan air pada bowl rinse

e. Tombol custom:

- Panah atas: untuk menaikkan dental chair

- Panah Bawah: untuk menurunkan dental chair

- Panah kanan: untuk menegakkan sandaran

- Panah Kiri: untuk menurunkan sandaran

9
Bagian-bagian dental unit serta fungsi:

1. Dental Chair (Tempat Duduk untuk Pasien)

Tipe-tipe dental chair yaitu:

a. Fixed Pedestal

Landasannya dipasang secara permanen

a. Chair Mounted

Dipasang tetap pada kursi pasien

b. Mobile

Dapat dipindahkan dengan bantuan roda yang terpasang

c. Console

Dipasang tetap dimana saja

d. Portable

Mudah dipindahkan kemana saja

Fungsi atau kegunaan dari bagian dental chair:

a. Tempat duduk pasien memiliki fungsi mendudukkan pasien ketika


dilakukan perawatan, dental chair dapat digerakkan naik turun sesuai
kenyamanan yang dikehendaki saat akan dilakukan perawatan

a. Tempat meletakkan tangan pasien berfungsi agar pasien dapat duduk


dengan nyaman dan tangan yang rileks saat dilakukan perawatan.
Bagian ini dapat dibuka dengan cara menarik keatas, kebawah, serta ke
samping luar yang akan memudahkan pasien ketika akan duduk agar
tidak kesulitan saat akan duduk di dental chair

b. Tempat sandaran badan pasien, sandaran ini dapat diatur posisinya


sesuai kenyamanan dokter gigi dan pasien saat proses perawatan

1. Dental Light

Sebagai sumber penerangan yang digunakan oleh operator untuk melihat


keadaan rongga mulut pasien. Dapat digantikan dengan head lamp jika
dental light tidak ada

2. Three Way Syringe

10
Sebagai semprotan udara, air atau kombinasi semprotan udara dan air
untuk menjaga agar gigi tetap kering, bersih serta melindungi gigi dari
panas yang dihasilkan handpiece

3. Saliva ejector

Sebagai penghisap saliva pada rongga mulut agar saliva tidak mengganggu
proses perawatan

4. Hand & Foot Controller (Pedal)

Untuk mengatur kecepatan sumber penggerak pada dental unit dengan


menggunakan kaki dan tangan operator

5. Tray Assembly

Sebagai tempat untuk meletakkan peralatan yang dibutuhkan oleh


operator selama perawatan

6. Radiograph Viewer

Untuk melihat hasil foto rontgen pada pemeriksaan gigi

7. Cup Fill

Gelas untuk air yang digunakan oleh pasien saat berkumur

8. Bowl Rinse

Berbentuk seperti wastafel sebagai tempat pembuangan air kumur pasien

9. Flushing System

Untuk mempermudah pasien membuang air kumur setelah pemeriksaan

10. Dental stool

Sebagai tempat duduk operator saat melakukan perawatan pada pasien

2.4 STATION 4 ( ALAT EKSTRAKSI )


Ekstraksi gigi merupakan proses pencabutan gigi dari dalam soket dari
tulang alveolar. Ekstraksi gigi dapat dilakukan dengan dua teknik yaitu teknik
sederhana dan teknik pembedahan. Teknik sederhana dilakukan dengan
melepaskan gigi dari perlekatan jaringan lunak menggunakan elevator kemudian
menggoyangkan dan mengeluarkan gigi di dalam soket dari tulang alveolar
menggunakan tang ekstraksi. Tang ekstraksi merupakan instrument yang
digunakan untuk mengeluarkan gigi dari tulang alveolar. Instrument ini didesain

11
dalam berbagai macam gaya dan bentuk untuk beradaptasi pada berbagai macam
gigi saat akan digunakan.

Desain dasar
Pencabutan dengan tang mempunyai satu tujuan yaitu: menghantarkan tekanan
terkontroil pada gigi sehingga mengakibatkan dilatasi alveolus dan luksasi, serta
pencabutan. Bagian tang ekstraksi secara umum yaitu :
- paruh
- engsel
- pegangan

Pegangan bisa horizontal (dua sisi) atau vertikal. Tang horizontal tersedia
untuk rahang atas dan r a h a n g b a w a h , s e d a n g k a n d e s a i n v e r t i k a l
h a n y a u n t u k r a h a n g b a w a h s a j a . Ta n g h o r i z o n t a l dimodifikasi
dengan pegangan lurus atau melengkung dan kadang diperlengkapi
dengan suatu ring pada salah satu sisi pegangan. Pegangan bayonet
hanya digunakan untuk rahang atas dan mempunyai fungsi tambahan yaitu
menghindari terjepitnya bibir bawah selama pemakaian.
Pada engsel, ada dua persyaratan pokok untuk engsel dari berbagai macam
tang:
1. Bibir tidak akan terjepit pada waktu tang dikatupkan
2 . P e g a n g a n t a n g b i s a b e rg e r a k b e b a s ( t i d a k m a c e t )

Paruh merupakan bagian kerja dari tang dan paruh tang dibuat
dengan berbagai macam desain.Lebar paruh tang sangat bervariasi,
yang sempit digunakan untuk gigi anterior dan paruhnya yang lebar
digunakan untuk molar. Angulasi paruh terhadap pegangan menunjukkan
fungsinya. A p a b i l a p a r u h r e l a t i f p a r a l l e l d e n g a n p e g a n g a n m a k a
tang digunakan untuk rahang atas, sedangkan yang mempunyai
s u d u t h a m p i r 9 0 derajat terhadap pegangan digunakan untuk
rahang bawah. Desain paruh untuk rahang bawah yaitu paruhnya lebih
membentuk sudut terhadap pegangannya. Sedangkan paruh tang rahang bawah

12
berbentuk simetris. Ujung engsel dengan bukaan terbuka digunakan untuk
pencabutan mahkota (crown) sedangkan dengan bukaan tertutup digunakan untuk
pencabutan akar (radiks).

TANG PERMANEN RAHANG ATAS

 Ciri – ciri : paruh tidak membentuk sudut terhadap pegangannya. Kedua


paruh/ beak bila ditutup tidak bertemu (tang mahkota), antara pegangan
(handle) sampai kedua paruh / beak lurus, tang untuk gigi kanan dan kiri
sama.
 kegunaan : tang untuk mahkota anterior (caninus dan incisivus) rahang
atas

 ciri ciri : antara handle sampai beaknya lurus, kedua paruh bila ditutup bertemu,
tang gigi kanan dan kiri sama
 kegunaan : tang untuk akar gigi anterior rahang bawah

 Ciri – ciri : antara handle sampai dengan beaknya seperti S, kedua beak
bila ditutup tidak bertemu, tang untuk gigi kanan dan kiri sama.

13
 Kegunaan : tang untuk mahkota premolar rahang atas

 ciri – ciri : antara handle sampai dengan beaknya seperti S, kedua beak
bila ditutup tidak bertemu, salah satu paruh berlekuk (takik) untuk bagian
bukal sedangkan paruh yang tidak berlekuk untuk bagian palatinal. Tang
gigi kanan dan kiri berbeda. Cara penggunaan bagian yang terdapat
takiknya, dimasukkan dari bagian bukal pasien dan diletakkan di daerah
bifurkasi (percabangan akar).
 kegunaan : tang untuk gigi molar atas permanen

 ciri ciri : antara handle sampai beak nya berbentuk seperti bayonet, kedua
paruh bila ditutup tidak bertemu, tang untuk gigi kanan dan kiri sama.
 kegunaan : khusus untuk pencabutan molar 3 rahang atas

Selain itu, terdapat tang untuk sisa akar gigi posterior rahang atas dengan
ciri ciri : kedua ujung beak membulat dan tertutup, antara handle sampai
beak nya berbentuk seperti bayonet (molar) dan berbentuk S (premolar)

TANG PERMANEN RAHANG BAWAH

 Ciri ciri : antara handle sampai dengan beak nya membentuk sudut 90
derajat atau huruf L, kedua paruh bila ditutup tidak bertemu, tang untuk
gigi kanan dan kiri sama
 kegunaan : tang untuk mahkota gigi anterior rahang bawah

14
 ciri ciri : antara handle sampai beaknya membentuk sudut 135 derajat,
kedua paruh bila ditutup tidak bertemu, kedua paruh tidak berlekuk, tang
gigi kanan dan kiri sama.
 kegunaan : tang untuk mahkota gigi premolar rahang bawah

 ciri ciri : antara handle sampai beaknya membentuk sudut 90 derajat atau
seperti L, kedua paruh bila ditutup tidak bertemu, kedua paruh berlekuk
lekuk (terdapat takik), tang gigi kanan dan kiri sama
 kegunaan : tang untuk mahkota gigi molar rahang bawah

 ciri ciri : antara handle sampai beaknya membentuk sudut 90 derajat atau
seperti L, kedua paruh bila ditutup tidak bertemu, tang gigi kanan dan kiri
sama
 kegunaan : untuk akar gigi anterior rahang bawah

TANG DESIDUI RAHANG ATAS

15
 ciri ciri :antara handle dan beak nya lurus, ujung engsel jika ditutup tidak
bertemu (mahkota), ujung engsel jika ditutup bertemu (untuk akar), tang
untuk gigi kanjan dan kiri sama, bentuknya kecil.
 kegunaan : tang untuk gigi desidui anterior rahang atas

 ciri ciri :antara handle sampai beak nya seperti bayonet, kedua paruh
terdapat takik sebelah bukal maupun palatinal, kedua paruh berlekuk bila
ditutup tidak bertemu (untuk mahkota) dan akan bertemu (untuk akar),
tang anak untuk gigi kanan dan kiri sama, bentuknya kecil.
 kegunaan : tang untuk gigi molar desidui rahang atas

TANG DESIDUI RAHANG BAWAH

 ciri-ciri : antara handle sampai beak nya membentuk sudut 90 derajat atau
seperti L, kedua paruh tidak berlekuk, bila ditutup tidak bertemu (untuk

16
mahkota) dan akan bertemu (untuk akar), tang anak untuk gigi kanan dan
kiri sama, bentuknya kecil.
 kegunaan : tang untuk gigi desidui anterior rahang bawah

 ciri ciri : antara handle sampai beak nya membentuk sudut 90 derajat atau
seperti L, kedua paruh berlekuk, bila ditutup tidak bertemu (untuk
mahkota) dan akan bertemu (untuk akar), tang anak untuk gigi kanan dan
kiri sama, bentuknya kecil.
 kegunaan: tang untuk gigi desidui molar rahang bawah

Selain tang, terdapat jarum suntik anestesi (jarum lebih besar) dimana
ampul anestesi terlebih dahulu disuntikkan untuk dimasukkan baru bisa
disuntikkan ke pasien. Selain itu, terdapat citojet dimana ampul terletak
didalam, jarum lebih kecil sehingga tidak terlalu sakit, dan digunakan
untuk daerah yang tidak terjangkau oleh jarum biasa.

2.5 STATION 5 (ALAT TUMPAT)


Alat-alat yang digunakan untuk menumpat yaitu antara lain sebagai berikut :

1. Alat diagnostik
Alat diagnostik, meliputi : sonde, pinset, excavator, kaca mulut.
Sonde berfungsi untuk mengetahui adanya kavitas dan kedalaman kavitas.
Kaca mulut berfungsi untuk membantu melihat bagian dalam rongga mulut
yang tidak bisa dilihat secara langsung
2. Agat spatula
Agat spatula ini berfungsi untuk mengaduk semen ionomer kaca (SIK)
diatas paper pad.
3. Spatula stainless stell
Spatula ini berfungsi untuk mengaduk bahan tumpatan pada glass plate.
4. Glass plat

17
Alat ini berfungsi sebagai tempat untuk mengaduk selain SIK, misalnya
resin komposit
5. paper pad
Alat ini berfungsi sebagai tempat untuk mengaduk SIK
6. Plastis instrumen
Alat ini berfungsi untuk mengoleskan/memasukkan bahan tumpatan pada
kavitas gigi yang telah dipreparasi.
7. Kondensor dan burnisher
Kondensor berfungsi untuk memampatkan tumpatan.
Burnisher berfungsi untuk meratakan tumpatan.
Kedua alat ini biasanya digunakan untuk tumpatan amalgam, akan tetapi
karena bahan amalgam sekarang jarang digunakan, maka alat ini juga
digunakan pada bahan tumpatan lain. Untuk amalgam sendiri juga ada alat
yang bernama amalgam carver yang berfungsi untuk mengukir tumpatan
amalgam.
8. Light cure
Alat ini digunakan untuk mengeraskan/polimerisasi resin komposit dengan
cara disinarkan pada resin komposit yang telah diletakkan pada kavitas
9. Articulating paper
Berfungsi untuk mengetahui adanya traumatik setelah selesai menambal
10. Bur
Bur-bur yang digunakan dalam proses penumpatan antara lain :
a. Bur pita kuning : digunakan untuk finishing
b. Bur pita biru : digunakan untuk preparasi kavitas
c. Bur bulat : untuk membuka kavitas
d. Still bur : bur yang digunakan untuk mengambil jaringan karies, dimana
arah putaran burnya kebalikan dari arah jarum jam
e. Bur flame : untuk karies kelas IV
Bur- bur diatas dipasangkan pada handpiece. Bur yang digunakan untuk
preparasi kavitas dipasangkan pada high speed handpiece, sedangkan bur
polishing dipasangkan pada low speed handpiece.
11. Matrix band and holder

18
Merupakan suatu lempengan untuk membentuk kontur tambalan. Biasanya
digunakan untuk tumpatan kelas II bagian proksimal.

2.6 STATION 6 (GIPS, MALAM, BAHAN CETAK)


a. Bahan Cetak
1. Elastis
- Elastomer
Berdasarkan bahan dasarnya dibagi menjadi 4 tipe :
 Silikon kondensasi
 Polieter
 Polisulfid
 Polyvinyl Siloxane
- Hidrokoloid
 Hidrokoloid Reverseble : Agar
 Hidrokoloid Irreversible : Alginat yang biasanya digunakan
untuk membuat study model, work model untuk orthodonsi dan
pembuatan gigi tiruan sebagian (GTS)

2. Non elastis
- Reversible : Malam, Compound, Wax
- Irreversible : Plaster of Paris, Zinc Oxide Eugenol

b. Malam
1. Malam Merah
Digunakan untuk membentuk bagian akrilik
2. Malam Biru
Berwarna ungu digunakan untuk mencetak hasil preparasi inlay atau
onlay dan pasak
3. Sticky Wax
Digunakan untuk pemasangan screw gigi tiruan cekat (GTC)

c. Sendok Cetak
1. Sendok Cetak
Mempunyai lubang-lubang dibagian bawah sebagai tempat sisa alginat
mengalir
2. Sendok Cetak Edentulous
Mempunyai lubang- lubang di bagian bawah yang lebih besar dan
bentuknya lebih pipih
3. Sendok Cetak Parsial
Ukurannya separuh dari rahang

d. Gips
1. Impression
2. Plaster of Paris, warna putih

19
3. Dental Stone, warna biru
4. High strong low expansion, disebut juga glass stone untuk inlay atau
onlay
5. High strong high expansion

2.7 STATION 7 (BAHAN TUMPATAN)

Pada RSGM UMY terdapat 4 bahan tumpatan, yaitu:

1. Bahan Tumpatan Sementara


Bahan tumpatan sementara ada 2 macam, yaitu:
a) Caviton (sediaan yang sudah jadi)
b) Fletcher
Fletcher tersedia berupa liquid dan powder.

2. Glass Ionomer Cement(GIC) / SIK Gambar 2. Fletcher


SIK mempunyai 9 tipe, namun yang ada di RSGM
UMY hanya tersedia 3 tipe yaitu tipe 1,2 dan 9.
a) Tipe 1: Digunakan untuk lutting mahkota jaket (ada powder dan
liquid)
b) Tipe 2: Digunakan untuk penumpatan gigi anterior. Ada bahan
yang conventional ada juga yang memerlukan light cure.
c) Tipe 3: Digunakan untuk lining dan case,
sebagai dasaran sebelum penumpatan amalgam
d) Tipe 4: Digunakan untuk fissure sealant
e) Tipe 5: Digunakan sebagai orthodontic
semen, penempelan bracket pada
gigi
f) Tipe 6: Untuk core build up (pembuatan
pasak)
g) Tipe 7: Fluoride releasing (penumpatan Gambar 3. Tipe-tipe SIK
dengan kadar fluor yang banyak),
biasa digunakan pada gigi yang sangat rentan karies.
h) Tipe 8: ART (Atraumatic Restorative Technique)
i) Tipe 9: Digunakan untuk penumpatan posterior. Terdapat 2 jenis
yaitu yang konvensional dan yang harus dicampur
Untuk pengaplikasian SIK, diperlukan dentin conditioning.
Pengaplikasian menggunakan microbrush,fungsi dari dentin
conditioning yaitu sebagai perekat tumpatan.

3. Resin Komposit
Terdapat 4 jenis bahan resin komposit, yaitu:
a. Makrofiller= konvensional, agak cair

20
b. Mikrofiller= agak padat, untuk tumpatan anterior dan posterior
masih kuat
c. Hybrid= campuran, lebih kuat dan lebih bagus,
warnanya beragam)
d. Mikrohybrid

Tahap awal pengaplikasian resin komposit yaitu


Gambar 4. Etsa
membersihkan jaringan karies menggunakan bur. Setelah
bersih, diberi etsa yang gunanya untuk membuka jalan agar bias dilem.
Setelah itu dilakukan bonding.

4. Bahan Bonding
Bonding terdapat 8 generasi. Namun hanya ada generasi ke 5
dan ke 7 yang ada di RSGM UMY.
- Bonding generasi 5= masih harus dibilas lagi
- Bonding generasi 7= Sudah bisa langsung ditumpat
tanpa perlu dicuci

Gambar 5. Bonding generasi 5 dan 7

2.8 STATION 8 (DENTAL LAB)

Ruangan-ruangan yang ada pada dental laboratorium antara lain:

1. Ruang perebusan
Seperti namanya ruangan ini berfungsi untuk merebus. Di dalam ruangan
ini terdapat kompor dan panci untuk merebus. Misalnya untuk perebusan
kuvet pada saat proses pembuatan akrilik.
2. Ruang Logam
Ruangan ini digunakan untuk pembuatan gigi tiruan lengkap, gigi tiruan
cekat maupun gigi tiruan sebagian yang terbuat dari porselen. Dalam
ruangn ini terdapat alat pelebur logam, pemanas akrilik, mesin
pembentukan porselen dan gas LPG.
3. Ruang pembuatan akrilik atau ruang untuk membuat ortho lepasan basis
plat akrilik
Dalam ruangan ini segala proses pembuatan ortho lepasan mulai dari
pembengkokan kawat, meratakan basis plat akrilik sesuai kontur gigi
sampai pada pengamplasan akrilik dilaksanakan.
Alat-alatnya antara lain:

21
- Mikromotor, mikromotor ini berfungsi untuk menjalankan arkansas
stone yang digunakan untuk polishing akrilik.
- Amplas
- Tang yang digunakan untuk pembengkokan kawat
4. Ruang basah
Ruang basah ini terdapat mesin polish. Mesin polish ini yang digunakan
untuk mempolish akrilik dengan menggunakan pumice yang dicampur
dengan air
5. Ruang pembuatan Gigi tiruan sementara
Pembuatan porcelain infuse to metal
- Mencetak porcelain dari gips yang telah dicetak
- Memberikan pewarnaan sesuai dengan warna giginya
- Dimulai dari dentin dengan 3 pewarnaan
- Diikuti dengan enamel dengan 3 pewarnaan
- Melakukan polishing terhadap porcelain yang telah diwarnai
- Melakukan finishing

BAB 3

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Dari komuda yang telah kami lakukan meliputi SIM dan RM, APD dan
sterilisasi, dental unit, alat cabut, alat tumpat, bahan cetak, bahan tumpatan, serta
laboratorium KG sangat berguna sebagai awal dalam mengenalkan dasar-dasar
mengenai kedokteran gigi secara nyata dalam klinik kedokteran gigi. Dengan
adanya komuda ini mahasiswa bisa melihat secara nyata bagaimana dental unit,
alat-alat cabut, alat tumpat dan lain-lain sehingga dapat mempermudah mahasiswa
untuk mengenalnya.

3.2 Saran
Setelah dilaksanakan kegiatan komuda, ada beberapa hal penting yang harus
diperbaiki supaya mahasiswa dan para dokter lebih efisisen dalam melaksanakan
kegiatan tersebut. Hal penting tersebut adalah soal sistematika pelaksanaan yang
kurang sesuai dengan durasi waktu di jadwal yang telah ditentukan pada kloter
pertama. Oleh karea itu, para dokter alangkah lebih baiknya memperhatikan,
mengawasi dan mengatur dengn seksam jalannya kegiatan komuda di waktu yang
akan datang. Hal penting yang kedua adalah mengenai jumlah dokter pemberi
materi/instruktur alangkah baiknya ditambah supaya lebih hemat waktu dan
22
tenaga. Lalu yang terakhie menganai pembagian mahasiswa, karena pembagian
mahasiswa dirasa pada satu stasion masih ada jumlah mahasiswa yang terlalu
banyak yaitu 8 orang sehingga penyampaian materi yang oleh dokter kurang
efisien untuk ditangkap sama rata oleh mahasiswa. Hal diatas diharapkan agar
terciptanya proses pembelajaran yang lebih efisien.

23
DAFTAR PUSTAKA

Tietjen, Cornin, dan McIntosh 1992 Buku Panduan Pencegahan Infeksi Untuk
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan Sumber Terbatas (terj). Bab 11. Jakarta :
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2003.

https://www.scribd.com/doc/99706795/Prinsip-Sterilisasi-Dan-Disinfeksi

24