Anda di halaman 1dari 6

STEP 7

1. Apa itu SJSN dan apa tujuan nya

Definisi

Sistem Jaminan Sosial Nasional (national social security system) adalah


sistem penyelenggaraan program negara dan pemerintah untuk memberikan
perlindungan sosial, agar setiap penduduk dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup
yang layak, menuju terwujudnya kesejahteraan sosial bagi seluruh penduduk Indonesia.

Tujuan

SJSN merupakan program Negara yang bertujuan memberi kepastian perlindungan dan
kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. SJSN bertujuan untuk memberikan
jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan/atau
anggota keluarganya. Melalui program ini, setiap penduduk diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak apabila terjadi hal-hal yang dapat
mengakibatkan hilang atau berkurangnya pendapatan, karena menderita sakit,
mengalami kecelakaan, kehilangan pekerjaan, memasuki usia lanjut, atau pensiun.

http://djsn.go.id/asas-tujuan-dan-prinsip-sjsn

2. Jelaskan prinsip dari SJSN ?

UU nomor 40 Tahun 2004

SJSN diselenggarakan berdasarkan pada 9 (sembilan) prinsip:

1. Kegotong-royongan; prinsip kebersamaan antar peserta dalam menanggung beban


biaya jaminan sosial, yang diwujudkan dengan kewajiban setiap peserta membayar
iuran sesuai dengan tingkat gaji, upah atau penghasilannya.
2. Nirlaba; prinsip pengelolaan usaha yang mengutamakan penggunaan hasil
pengembangan dana untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh
peserta.
3. Keterbukaan; prinsip mempermudah akses informasi yang lengkap, benar dan jelas
bagi setiap peserta.
4. Kehati-hatian; prinsip pengelolaan dana secara cermat, teliti, aman dan tertib.
5. Akuntabilitas; prinsip pelaksanaan program dan pengelolaan keuangan yang akurat
dan dapat dipertanggungjawabkan.
6. Portabilitas; prinsip memberikan jaminan yang berkelanjutan meskipun peserta
berpindah pekerjaan atau tempat tinggal dalam wilayan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
7. Kepesertaan bersifat wajib; prinsip yang mengharuskan seluruh penduduk menjadi
peserta jaminan sosial, yang dilaksanakan secara bertahap.
8. Dana amanat; bahwa iuran dan pengembangannya merupakan dana titipan dari
peserta untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan peserta jaminan sosial.
9. Hasil pengelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) dipergunakan seluruhnya untuk
pengembangan program dan untuk sebesar-besar kepentingan peserta; bahwa hasil
dividen dari pemegang saham yang dikembalikan untuk kepentingan peserta
jaminan sosial

3. Apa saja program SJSN?

 Jenis program jaminan sosial meliputi (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 18) :

1. Jaminan Kesehatan
adalah suatu program Pemerintah dan masyarakat/rakyat dengan tujuan memberikan
kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi setiap rakyat Indonesia agar
penduduk Indonesia dapat hidup sehat, produktif, dan sejahtera (Naskah Akademik UU
SJSN).
2. Jaminan Kecelakaan Kerja
adalah suatu program pemerintah dan pemberi kerja dengan tujuan memberikan
kepastian jaminan pelayanan dan santunan apabila tenaga kerja mengalami kecelakaan
saat menuju, menunaikan dan selesai menunaikan tugas pekerjaan dan berbagai
penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan (Naskah Akademik UU SJSN).
3. Jaminan Hari Tua
adalah program jangka panjang yang diberikan secara sekaligus sebelum peserta
memasuki masa pensiun, bisa diterimakan kepada janda/duda, anak atau ahli waris
peserta yang sah apabila peserta meninggal dunia ((Naskah Akademik UU SJSN).
4. Jaminan Pensiun
adalah pembayaran berkala jangka panjang sebagai substitusi dari penurunan/hilangnya
penghasilan karena peserta mencapai usia tua (pensiun), mengalami cacat total
permanen, atau meninggal dunia. (Naskah Akademik UU SJSN).
5. Jaminan Kematian
Definisi Jaminan Kematian (JK) tidak dijelaskan secara tegas baik dalam UU SJSN
maupun dalam naskah akademik.

Di dalam Naskah Akademik UU SJSN hanya dijelaskan santunan kematian, dengan


definisi sebagai berikut:
Santunan Kematian adalah program jangka pendek sebagai pelengkap progam
jaminan hari tua, dibiayai dari iuran dan hasil pengelolaan dana santunan kematian,
dan manfaat diberikan kepada keluarga atau ahli waris yang sah pada saat peserta
meninggal dunia. (Naskah Akademik UU SJSN).

4. Jelaskan mengenai BPJS?

Definisi BPJS Kesehatan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan)
adalah badan hukum publik yang bertanggungjawab kepada Presiden dan berfungsi
menyelenggarakan program jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia termasuk
orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia.
Fungsi

UU BPJS menetukan bahwa BPJS Kesehatan berfungsi menyelenggarakan program


jaminan kesehatan. Jaminan Kesehatan menurut UU SJSN diselenggarakan secara
nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas, dengan tujuan
menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan
perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.

Tugas

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana tersebut diatas BPJS bertugas untuk:

a. Melakukan dan/atau menerima pendaftaran peserta;


b. Memungut dan mengumpulkan iuran dari peserta dan pemberi kerja;
c. Menerima bantuan iuran dari Pemerintah;
d. Mengelola Dana Jaminan Sosial untuk kepentingan peserta;
e. Mmengumpulkan dan mengelola data peserta program jaminan sosial;
f. Membayarkan manfaat dan/atau membiayai pelayanan kesehatan sesuai dengan
ketentuan program jaminan sosial; dan
g. Memberikan informasi mengenai penyelenggaraan program jaminan sosial kepada
peserta dan masyarakat.

http://www.jamsosindonesia.com

5. Apa saja ruang lingkup dari BPJS ?

6. Apa saja prinsip manajemen keuangan ?

1. Konsistensi (Consistency)
Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Ini tidak
berarti bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan di
organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan merupakan
suatu tanda bahwa terdapat manipulasi di pengelolaan keuangan.

2. Akuntabilitas (Accountability)
Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum, yang melekat pada individu, kelompok
atau organisasi untuk menjelaskan bagaimana dana, peralatan atau kewenangan yang
diberikan pihak ketiga telah digunakan. NGO mempunyai kewajiban secara operasional,
moral dan hukum untuk menjelaskan semua keputusan dan tindakan yang telah mereka
ambil. Organisasi harus dapat menjelaskan bagaimana dia menggunakan sumberdayanya
dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan
dan penerima manfaat. Semua pemangku kepentingan berhak untuk mengetahui
bagaimana dana dan kewenangan digunakan.
3. Transparansi (Transparency)
Organisasi harus terbuka berkenaan dengan pekerjaannya, menyediakan informasi berkaitan
dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku kepentingan. Termasuk
didalamnya, menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap dan tepat waktu serta
dapat dengan mudah diakses oleh pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Apabila
organisasi tidak transparan, hal ini mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan.

4. Kelangsungan Hidup (Viability)


Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di tingkat stratejik maupun operasional harus
sejalan/disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan
suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manager organisasi
harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukan bagaimana organisasi dapat
melaksanakan rencana stratejiknya dan memenuhi kebutuhan keuangannya.

5. Integritas (Integrity)
Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, individu yang terlibat harus mempunyai
integritas yang baik. Selain itu, laporan dan catatan keuangan juga harus dijaga integritasnya
melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan

6. Pengelolaan (Stewardship)
Organisasi harus dapat mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh dan menjamin
bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara
praktek, organisasi dapat melakukan pengelolaan keuangan dengan baik melalui : berhati-
hati dalam perencanaan stratejik, identifikasi resiko-resiko keuangan dan membuat system
pengendalian dan sistem keuangan yang sesuai dengan organisasi.

7. Standar Akuntansi (Accounting Standards)


Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan organisasi harus sesuai dengan prinsip dan
standar akuntansi yang berlaku umum. Hal ini berarti bahwa setiap akuntan di seluruh dunia
dapat mengerti sistem yang digunakan organisasi

7. Bagaimana cara RS melakukan efisiensi pengelolaan keuangan ?

8. Bagaimana pengelolaan tarif di RS dan bagaimana menentukannya ?

9. Apasaja komponen medis yang sudah terhitung/termasuk dalam tariff INA CBG’s?

Komponen-komponen medis yang sudah terhitung ke dalam tarif ini CBG's adalah
sebagai berikut:

 Konsultasi dokter,
 Pemeriksaan penunjang, seperti laboratorium, radiologo (rontgen), dll,
 Obat Formularium Nasional (Fornas) maupun obat bukan Fornas,
 Bahan dan alat medis habis pakai,
 Akomodasi atau kamar perawatan
 Biaya lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan pasien.

http://www.depkes.go.id/resources/download/peraturan/pmk-59-thn-2014-ttg-standar-
tarif-jkn.pdf

10. Jelaskan mengenai balance score card ?

Balanced scorecard adalah salah satu alat yang digunakan oleh manager untuk mengukur
kinerja suatu bisnis yang dilihat dari empat perspektif. Keempat perspektif itu terdiri dari
perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif
pertumbuhan dan pembelajaran.

 Perspektif Keuangan

Kinerja keuangan dapat dilihat dari jumlah penerimaan dan pengeluaran. Ada 3 tahapan
bisnis, yaitu bertumbuh (growth), bertahan (sustain), dan menuai (harvest). Growth adalah
tahap awal suatu bisnis. Perusahaan dituntut untuk dapat mengembangkan produknya,
fasilitas dan sistem operasinya, serta menciptakan hubungan baik dengan pelanggan. Hal ini
dilakukan untuk mengukur tingkat penjualan produk di pasaran.

 Perspektif Pelanggan

Sebelum memasarkan produknya, perusahaan harus menentukan target pemasaran produk.


Fokus utama dari suatu bisnis adalah pelanggan. Oleh sebab itu, suatu perusahaan sebaiknya
mampu menghasilkan produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Produk yang dihasilkan
harus memiliki kualitas yang baik. Perspektif pelanggan juga dapat dinilai dari kemampuan
perusahaan dalam mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan.

 Perspektif Proses Bisnis Internal

Perspektif proses bisnis internal ini dapat dilihat dari proses yang digunakan untuk mencapai
peningkatan pelanggan serta untuk memberikan kepuasan kepada para pemegang saham.
Tahapan dalam proses ini terdiri dari proses inovasi, operasional, dan pelayanan

 Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Perspektif ini dilakukan untuk mendorong perusahaan agar tetap tumbuh. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam perspektif ini antara lain, karyawan dan sistem informasi. Tingkat
kepuasan karyawan harus diperhatikan agar dapat mendorong kinerja karyawan, sehingga
mampu menghasilkan ide-ide kreatif. Sistem informasi juga harus diperhatikan agar cepat
dalam memperoleh informasi mengenai kondisi pasar

11. Jelaskan mengenai keuntungan dan kekurangan INA CBG’s?


INA CBG’s memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu:

. http://jkn.jamsosindonesia.com

Anda mungkin juga menyukai