Anda di halaman 1dari 2

Apa sajakah factor risiko dari timbulnya karsinoma squamosal sel?

1. Tembakau
Tembakau berisi bahan karsinogen seperti : nitrosamine, polycyclic aromatic,
hydrokarbon, nitrosodicthanolamine, nitrosoproline, dan polonium. Tembakau dapat
dikunyah-kunyah, atau diletakkan dalam mulut untuk diisap, pada semua keadaan tersebut
tembakau mempunyai efek karsinogenik pada mukosa mulut. Efek dari penggunaan
tembakau yang tidak dibakar ini erat kaitannya dengan timbulnya “oral leukoplakia” dan lesi
mulut lainnya pada pipi, gingiva rahang bawah, mukosa alveolar, dasar mulut dan lidah.
Kebiasaan mengunyah tembakau di masyarakat Asia dengan menggunakan campuran sirih
dan pinang yang sering dan dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan Karsinoma
sel skuamosa sesuai dengan letak campuran tembakau yang ditempatkan pada rongga
mulut. Mengunyah tembakau dengan menyirih dapat meningkatkan keterpaparan
carcinogen tobacco specific nitrosamine (TSNA) dan nitrosamine yang berasal dari alkaloid
pinang.
2. Alcohol
Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara konsumsi alkohol yang tinggi
terhadap terjadinya karsinoma sel skuamosa. Minuman alkohol mengandung bahan
karsinogen seperti etanol, nitrosamine, urethane contaminant. Alkohol dapat bekerja
sebagai suatu solvent (pelarut) dan menimbulkan penetrasi karsinogen kedalam jaringan
epitel. Acelylaldehyd yang merupakan alkohol metabolit telah diidentifikasi sebagai
promotor tumor. Alkohol merupakan salah satu faktor yang memudahkan terjadinya
leukoplakia, karena pemakaian alkohol dapat menimbulkan iritasi pada mukosa. Asap rokok
mengandung bahan karsinogen dan alkohol menyebabkan dehidrasi dan rasa panas yang
mempengaruhi selaput lendir mulut. Meningkatnya premiabilitas mukosa ini akan
menimbulkan rangsangan menahun dimana timbul proses kerusakan dan pemulihan
jaringan yang berulang-ulang sehingga mengganggu keseimbangan sel dan sel mengalami
dysplasia.
3. Penyakit kronis
Penyakit kronis dapat menjadi faktor predisposisi bagi timbulnya keganasan. Penyakit
tersebut antara lain adalah sifilis. Sifilis merupakan faktor predisposisi yang penting dari
karsinoma mulut. Dengan berkurangnya sifilis tertier dan sifilis glositis, peranan sifilis juga
makin berkurang, oleh karena itu adanya sifilis harus tetap diperiksa pada setiap keadaan
karsinoma.
4. Factor gigi dan mulut
Keadaan rongga mulut yang tidak terjaga ikut ambil peranan memicu timbulnya kanker
rongga mulut. Iritasi kronis yang terus menerus berlanjut dan dalam jangka waktu lama dari
restorasi yang kasar, gigi-gigi karies/akar gigi, dan gigi palsu yang letaknya tidak pas akan
dapat memicu terjadinya karsinoma.
5. Diet dan Nutrisi
Diet dan nutrisi yang penting pada neoplasma mulut diindikasikan pada beberapa study
populasi dimana defisiensi dikaitkan pada resiko karsinoma sel skuamosa. Buah-buahan dan
sayur-sayuran (vitamin A dan C) yang tinggi merupakan proteksi terhadap neoplasma,
sedangkan daging dan cabe merah powder didiagnosa sebagai faktor resiko. Zat besi
berperan dalam melindungi pemeliharaan epitel. Defisiensi zat besi, menyebabkan atropi
epitel mulut dan Plummer Vinson Syndrome yang berhubungan dengan terjadinya kanker
mulut.
6. Jamur
Kandidiasis dalam jaringan rongga mulut mempengaruhi patogenesis dari kanker mulut.
Kandidiasis ada hubungannya dengan diskeratosis pada epitelium walaupun tidak jelas
apakah kandida ikut berperan dalam etiologi diskeratosis. Kandidiasis dapat menyebabkan
proliferasi epitel dan karsinogen dari prokarsinogen in vitro, chronik hyperplastic candidiasis
yang berupa plak mukosa nodular atau bercak putih yang berpotensial untuk terjadinya lesi
malignan epitel oral
7. Virus
Virus dipercaya dapat menyebabkan kanker dengan mengubah struktur DNA dan kromosom
sel yang diinfeksinya. Virus dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak seksual.17
Virus penyebab karsinoma sel skuamosa antara lain Human Papiloma Virus, herpes simplex
virus tipe 1 (HSV-1), human immunodeficiency Virus (HIV), dan Epstein Barr Virus.4,5 Human
Papiloma Virus positif dijumpai lebih tinggi pada tumor rongga mulut (59%), faring (43%),
dan laring (33%).
8. Factor lingkungan
Virus dipercaya dapat menyebabkan kanker dengan mengubah struktur DNA dan kromosom
sel yang diinfeksinya. Virus dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak seksual.17
Virus penyebab karsinoma sel skuamosa antara lain Human Papiloma Virus, herpes simplex
virus tipe 1 (HSV-1), human immunodeficiency Virus (HIV), dan Epstein Barr Virus.4,5 Human
Papiloma Virus positif dijumpai lebih tinggi pada tumor rongga mulut (59%), faring (43%),
dan laring (33%).

Beri Nilai