Anda di halaman 1dari 6

MK 11

KEAUSAN PAHAT
Dalam operasi pemotongan, pahat potong menerima tegangan tinggi yang terlokalisir,
temperatur yang tinggi, gesekan dengan geram dan permukaan benda kerja.
Kondisi tersebut diatas akan mengakibatkan pahat aus yang pada gilirannya akan berpengaruh
pada hasil pengerjaan, seperti akurasi dimensinya dan kehalusan (roughness) permukaan
benda kerja.
Selain itu, keausan pahat juga akan menyebabkan naiknya gaya pemotongan, terjadi getaran
(chatter).
Keausan pahat pasti terjadi, tingkat kecepatan keausan tergantung pada material pahat dan
bahan benda kerja, geometri pahat, larutan pendingin, dan parameter proses pemotongan.
Ada dua daerah keausan pada pahat, yaitu flank wear dan crater wear.

Flank wear, Wear notch, Sharpness, minor cutting edge, major cutting edge (Flank wear)
Pengaruh Temperatur Proses Pemotongan
Enerji pada operasi pemotongan logam diubah menjadi panas, ini akan menaikkan temperatur
pada daerah pemotongan (cutting zone). Karakteristik perubahan temperatur pada proses
pemotongan penting untuk diketahui sebab kenaikan temperatur akan memberikan pengaruh
yang buruk pada kekuatan, kekerasan, dan ketahanan aus dari pahat.
• Kenaikan temperatur akan mengakibatkan perubahan dimensi (deformasi) pada benda
kerja yang sedang diproses, hal ini akan menyulitkan usaha mengendalikan akurasi
dimensi benda kerja
• Dapat menyebabkan kerusakan .thermal pada permukaan benda kerja yang dapat
mengubah sifat-sifat mekanisnya
Pada proses membubut temperatur rata-rata dapat dihitung sbb:
T= V af b [ °C] dimana:
V = Kecepatan potong [m/min]
1/6
f = gerak makan [ mm/put]
a dan b adalah konstanta
untuk material pahat Carbida : a = 0,2 ; b = 0,125
unutuk material HSS: a = 0,2 ; b = 0,375
Semakin besar keausan yang terjadi pada pahat maka kondisi paahat akan semakin kritis,
sebab jika pahat tersebut tetap digunakan pertumbuhan keausannya akan semakin cepat dan
pada suatu saat ujung pahat akan rusak sama sekali.
Untuk menghindari hal tersebut, ditetapkan suatu batas harga keausan yang dianggap sebagai
batas kritis dimana pahat tidak boleh digunakan lagi
Berikut ini contoh tabel harga batas keausan pahat untuk proses bubut dengan berbagai jenis
material pahat dan benda kerja serta jenis operasi bubut yang dilakukan.
TABLE 7.1. AVERAGE PERMISSIBLE VALUES OF LATHE TOOL (FLANK) WEAR
Permissible values of VB in mm
Tool point Tool Workpiece Typo of turning In dry In turning
material type material turning with coolant
High-speed For external Steel and Rough, 0.5-1.0 1.5-2.0
steel straight Malleable Medium accurate, and 0.3-0.5
turning cast iron Accurate
Grey cast iron Rough, 3-4
medium accurate, and
accurate 1.5-2.0
Boring and Steel and Rough, medium 0.3-0.5 1.5-2.0
undercutting Malleable accurate, and accurate
tools cast iron Rough, medium 1.5-2.0
Grey cast iron accurate, and accurate

Cutoff and Steel and Rough, medium


parting Malleable accurate, and accurate 0.3-0.5 0.8-1.0
tools cast iron Rough, medium
Grey cast iron accurate, and accurale 1.5-2.0

Form tools Steel Rough, medium


accurate, and accurate 0.4-0.5
Threading Steel Rough finish — 2.0
Tools 0.3
Sintered All types Slcel Rough, medium
Carbides of tools accurate, and accurate 0.8-1.0
Grey cast iron Rough and medium
accurale (.v > 0.3) 0.8- 1.0
aceurale (.v < 0.3) I.- 1-1.7
Sintered All types Slcel and Medium accurate and
metal of tools cast iron accurale 0.8
oxides

Source: ISO (1972), (Courtesy of Peter Pereginus Limited, taken from J. Kaezmarek, Principles of
Machining by Cutting, Abrasion, and Erosion).
Optimasi proses permesinan

2/6
Dari gambar teknik suatu komponen, dapat direncanakan langkah-, langkah pengerjaan
dengan urutan operasi yang paling baik (optimum)
 Langkah pertama adalah menentukan jenis proses permesinannya
 Langkah kedua adalah menentukan parameter proses pemotongannya (cutting condition)
seperti V, a, f, dan menentukan jenis pahat yang akan digunakan sesuai dengan urutan
pengerjaannya.
Penentuan parameter proses pemotongan ini akan memberikan pengaruh pada waktu
dan ongkos pembuatan komponen
Untuk mendapatkan parameter proses pemotongan yang optimum diperlukan data mengenai
ongkos operasi mesin, ongkos pahat, dan data permesinan yang lengkap
Optimasi parameter proses pemotongan dapat dilakukan dengan terlebih dahulu
mengembangkan model matematisnya, dari model matematis tersebut dapat diketahui
parameter-parameter proses yang optimum. .
Tujuan optimasi proses adalah:
1. Menghasilkan komponen dengan ongkos produksi yang rendah/ekonomis. Dengan
kata lain mencari kondisi optimum untuk menghasilkan harga komponen serendah
mungkin. Atau
2. Menghasilkan komponen dengan kecepatan produksi yang setinggi mungkin. Dengan
kata lain, mencari kondisi optimum untuk menghasilkan komponen dalam waktu yang
sesingkat mungkin.
Saat ini telah dikembangkan beberapa model matematis untuk mendapatkan kondisi
pemotongan yang optimum.
Salah satu dari beberapa model tersebufadalah Single-pass model
Pada Single-pass model, waktu produksi per komponen dirumuskan sebagai berikut:

Tpr = Tm + Th + Tt( Tm/T)


dimana:
Tm = waktu pemotongan
Th = waktu pemindahan material
Tt = waktu pergantian pahat
( Tm/T) = jumlah komponen yang dapat dihasilkan sebelum umur pahat habis.
T = umur pahat (tool life)

Ongkos produksi per kornponen dirumuskan sebagai berikut:

3/6
Cpr = Cb/Nb + Cm [Tm + Th + (Tm/T){Tt + (Cr/Cm)}]
dimana:
Cb = ongkos "setup" untuk sejumlah (batch) komponen
Cm = ongkos mesin dan operatornya termasuk NC programmer dan overhead pabrik, dan
jigs & fixtures jika ada
Cr = ongkos mata pahat (ongkos tool holder masuk kedalam ongkos mesin)
Nb = jumlah komponen yang akan dibuat

Optimasi proses manufaktur dibatasi oleh:


1. Kecepatan spindel mesin perkakas : nmin < nw < nmax
2. Gerak umpan : fmin < f < fmax
3. Gaya pemotongan : Fc < Fcmax
4. Daya pemotongan : Nc< Ncmax

4/6
5/6
Contoh perhitunqan:
Sebuah benda kerja dengan diameter 3" akan dibubut hingga diameter 2,7". Panjang benda
kerja adalah 10". Parameter proses permesinan yang direkomendasikan adalah :
- Gerak makan (f) = 0,01 Inci per putaran,
- kecepatan potong (V) = 200 kaki per menit
- kedalaman potong (a) = 0,1 inci
- jarak bebas (AL) = 0,25 inci
Pertanyaan:
Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaika pekerjaan tersebut

6/6