Anda di halaman 1dari 6

GASTROENTERITIS PADA ANAK

No. :
Dokumen SOP/UKP/VII/PU/033
SOP No. Revisi :1
Tgl. Terbit : 1 Mei 2016
halaman : 1/3
PUSKESMAS dr. Budiyono, MPH
GARUNG NIP.
196405071998031004

1. Pengertian Gastroenteritis (GE) adalah peradangan mukosa lambung dan usus


halus yang ditandai dengan diare dengan frekuensi 3 kali atau lebih
dalam waktu 24 jam.
Apabila diare > 30 hari disebut kronis.
diare akut sebagai diare yang biasanya berlangsung selama 3 – 7 hari
tetapi dapat pula berlangsung sampai 14 hari.
Diare persisten adalah episode diare yang diperkirakan
penyebabnya adalah infeksi dan mulainya sebagai diare akut tetapi
berakhir lebih dari 14 hari, serta kondisi ini menyebabkan malnutrisi
dan berisiko tinggi menyebabkan kematian
Infeksi yang menyebabkan GE akibat Entamoeba histolytica disebut
disentri, bila disebabkan oleh Giardia lamblia disebut giardiasis,
sedangkan bila disebabkan oleh Vibrio cholera disebut kolera.
2. Tujuan Agar petugas dapat menegakkan diagnosis Gastroenteritis dan
melakukan penanganan Gastroenteritis atau perujukan untuk
penanganan lanjutan Gastroenteritis
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas nomor : 001/UKP/VII/SK/2016 tentang
Pelayanan Klinis
4. Referensi Kemenkes nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan
Praktik klinis bagi Dokter di Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama.
5. Prosedur 1. Dokter memanggil pasien sesuai urutan.
2. Dokter mencocokan identitas pasien dan bila tidak cocok akan
dikembalikan petugas (perawat)
3. Dokter memeriksa pasien berdasarkan anamnesa yang ditulis
petugas
4. Dokter melakukan pemeriksaan
Penilaian A B C
Keadaan Baik, sadar Gelisah, Lesu lunglai atau
umum rewel tidak sadar
Mata / air Normal / Cekung / Sangat cekung
mata ada air tidak ada air dan
mata mata Kering / tidak ada
air mata

Mulut dan Basah Kering Sangat kering


lidah
Rasa haus Minum haus ingin
biasa tidak minum Sangat kering
haus banyak *malas minum
atau tidak bias
minum

Turgor kulit Kembali kembali Kembali sngat


cepat lambat lambat
Hasil Tanpa Dehidrasi Dehidrasi berat
pemeriksaan dehidrasi ringan atau
sedang
GASTROENTERITIS PADA ANAK
No. : SOP/UKP/VII/PU/033
PUSKESMAS Dokumen
dr. Budiyono, MPH
GARUNG SOP No. Revisi :1
Tgl. Terbit : 1 Mei 2016
halaman : 2/3

5. Dokter memberitahukan kepada pasien bila diperlukan


pemeriksaan penunjang
6. Dokter memberikan pengantar pemeriksaan Laboratorium
7. Dokter menerima hasil laboratorium dari pasien
8. Dokter membaca hasil laboratorium dan menegakan diagnose
berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan
9. Dokter menjelaskan tentang kondisi penyakitnya.
10. Dokter mengedukasi pasien tentang gastroenteritis dan atau
perlunya rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan bila diperlukan.
a. Rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan bila diperlukan, bila
dirujuk lanjut ke SOP rujukan
Kriteria rujukan
1) Anak diare dengan dehidrasi berat dan tidak ada
fasilitas rawat inap dan pemasangan intravena.
2) Jika rehidrasi tidak dapat dilakukan atau tercapai
dalam 3 jam pertama penanganan.
3) Anak dengan diare persisten
4) Anak dengan syok hipovolemik
b. Bila tidak , lanjut no 11.
11. Dokter menulis dan melakukan edukasi tentang :
a. Pemberian ASI
b. Pemberian MPASI
c. Menggunakan air bersih
d. Mencuci tangan
e. Menggunakan jamban
12. Dokter menulis resep obat :
a. Rehidrasi menggunakan oralit
Diare tanpa dehidrasi
 Umur < 1 tahun: ¼ - ½ gelas setiap kali anak mencret
(50–100 ml)
 Umur 1 – 4 tahun: ½-1 gelas setiap kali anak
mencret (100–200 ml)
 Umur diatas 5 Tahun: 1–1½ gelas setiap kali anak
mencret (200– 300 ml)
Diare dengan dehidrasi ringan sedang
 Dosis oralit yang diberikan dalam 3 jam pertama 75 ml/
kg bb dan selanjutnya diteruskan dengan pemberian
oralit seperti diare tanpa dehidrasi.
Diare dengan dehidrasi berat
 Penderita diare yang tidak dapat minum harus segera
dirujuk
b. Zinc diberikan selama 10 hari
Dosis pemberian Zinc pada balita:
 Umur < 6 bulan : ½ tablet (10 mg) per hari selama 10
hari.
 Umur > 6 bulan : 1 tablet (20 mg) per hari selama 10
hari.
GASTROENTERITIS PADA ANAK
No. : SOP/UKP/VII/PU/033
PUSKESMAS Dokumen
dr. Budiyono, MPH
GARUNG SOP No. Revisi :1
Tgl. Terbit : 1 Mei 2016
halaman : 3/3

Zinc tetap diberikan selama 10 hari walaupun diare sudah


berhenti.
Cara pemberian tablet zinc : Larutkan tablet dalam 1
sendok makan air matang atau ASI, sesudah larut berikan
pada anak diare.
13. Dokter memberikan resep obat kepada pasien.
14. Dokter menandatangani status pasien.
15. Dokter memberikan advis kepada petugas.
16. Petugas menulis diagnose ke buku register.
6. unit terkait 1. Pelayanan umum Puskesmas Garung
2. Pelayanan MTBS
3. Pelayanan Pustu

7. Rekaman historis perubahan


Tgl mulai
No Yang diubah Isi perubahan
diberlakukan
GASTROENTERITIS PADA ANAK
No. :
DAFTAR Dokumen DT/UKP/VII/PU/033
TILIK No. Revisi :1
Tgl. Terbit : 1 Mei 2016
halaman : 3/3

Unit : ....................................
Nama Petugas : ....................................
Tanggal Pelaksanaan : ....................................

Tidak
No Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
1. Apakah Dokter memanggil pasien sesuai urutan?
2. Apakah Dokter mencocokan identitas pasien dan bila
tidak cocok akan dikembalikan petugas
(perawat)?
3. Apakah Dokter memeriksa pasien berdasarkan
anamnesa yang ditulis petugas?
4. Apakah Dokter melakukan pemeriksaan?
Penilai A B C
an
Keadaa Baik, Gelisah, Lesu lunglai
n sadar rewel atau tidak
umum sadar
Mata / Normal / Cekung / Sangat
air ada air tidak ada cekung dan
mata mata air mata Kering / tidak
ada air mata

Mulut Basah Kering Sangat kering


dan
lidah
Rasa Minum haus
haus biasa ingin Sangat kering
tidak minum *malas minum
haus banyak atau tidak bias
minum

Turgor Kembali kembali Kembali sngat


kulit cepat lambat lambat
Hasil Tanpa Dehidras Dehidrasi
pemeri dehidra i ringan berat
ksaan si atau
sedang
5. Apakah Dokter memberitahukan kepada pasien bila
diperlukan pemeriksaan penunjang?
6. Apakah Dokter memberikan pengantar pemeriksaan
Laboratorium?
7. Apakah Dokter menerima hasil laboratorium dari
pasien?
8. Apakah Dokter membaca hasil laboratorium dan
menegakan diagnose berdasarkan anamnesis
dan pemeriksaan?
9. Apakah Dokter menjelaskan tentang kondisi
penyakitnya?
10. Apakah Dokter mengedukasi pasien tentang
gastroenteritis dan atau perlunya rujukan ke
fasilitas kesehatan lanjutan bila diperlukan?
a. Rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan bila
diperlukan, bila dirujuk lanjut ke SOP rujukan
Kriteria rujukan
1) Anak diare dengan dehidrasi berat dan
tidak ada fasilitas rawat inap dan
pemasangan intravena.
2) Jika rehidrasi tidak dapat dilakukan
atau tercapai dalam 3 jam pertama
penanganan.
3) Anak dengan diare persisten
4) Anak dengan syok hipovolemik
b. Bila tidak , lanjut no 11.
11. Apakah Dokter menulis dan melakukan edukasi
tentang? :
a. Pemberian ASI
b. Pemberian MPASI
c. Menggunakan air bersih
d. Mencuci tangan
e. Menggunakan jamban
12. Apakah Dokter menulis resep obat :
a. Rehidrasi menggunakan oralit
Diare tanpa dehidrasi
 Umur < 1 tahun: ¼ - ½ gelas setiap kali
anak mencret (50–100 ml)
 Umur 1 – 4 tahun: ½-1 gelas setiap
kali anak mencret (100–200 ml)
 Umur diatas 5 Tahun: 1–1½ gelas setiap
kali anak mencret (200– 300 ml)
Diare dengan dehidrasi ringan sedang
 Dosis oralit yang diberikan dalam 3 jam
pertama 75 ml/ kg bb dan selanjutnya
diteruskan dengan pemberian oralit
seperti diare tanpa dehidrasi.\
Diare dengan dehidrasi berat
 Penderita diare yang tidak dapat minum
harus segera dirujuk
b. Zinc diberikan selama 10 hari
Dosis pemberian Zinc pada balita:
 Umur < 6 bulan : ½ tablet (10 mg) per hari
selama 10 hari.
 Umur > 6 bulan : 1 tablet (20 mg) per hari
selama 10 hari.
Zinc tetap diberikan selama 10 hari
walaupun diare sudah berhenti.
Cara pemberian tablet zinc : Larutkan
tablet dalam 1 sendok makan air matang
atau ASI, sesudah larut berikan pada
anak diare.
13. Apakah Dokter memberikan resep obat kepada pasien?
14. Apakah Dokter menandatangani status pasien?
15. Apakah Dokter memberikan advis kepada petugas?
16. Apakah Petugas menulis diagnose ke buku register?

CR : …………………………%.
Garung,……………………..

Observer Tindakan

(……….........……………..)