Anda di halaman 1dari 4

ANEMIA DEFISIENSI BESI

No. :
Dokumen SOP/UKP/VII/PU/016
SOP No. Revisi :0
Tgl. Terbit : 1 Agustus 2016
halaman : 1/2
PUSKESMAS dr. Budiyono, MPH
GARUNG NIP.
196405071998031004

1. Pengertian Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan jumlah


massa eritrosit sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk
membawa oksigen dalam jumlah cukup ke jaringan perifer.
2. Tujuan Agar petugas dapat menegakkan diagnosis anemia defisiensi besi
dan melakukan penanganan anemia defisiensi besi atau perujukan
untuk penanganan lanjutan anemia defisiensi besi
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas nomor : 001/UKP/VII/SK/2016 tentang
Pelayanan Klinis
4. Referensi Kemenkes nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan
Praktik klinis bagi Dokter di Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama.
5. Prosedur 1. Dokter memanggil pasien sesuai urutan.
2. Dokter mencocokan identitas pasien dan bila tidak cocok akan
dikembalikan petugas (perawat)
3. Dokter memeriksa pasien berdasarkan anamnesa yang ditulis
petugas
4. Dokter melakukan pemeriksaan
a Gejala umum
Pucat dapat terlihat pada: konjungtiva, mukosa mulut,
telapak tangan, dan jaringan di bawah kuku.
b Gejala anemia defisiensi besi
1. Disfagia
2. Atrofi papil lidah
3. Stomatitis angularis
4. Koilonikia
5. Dokter memberitahukan kepada pasien bila diperlukan
pemeriksaan penunjang
6. Dokter memberikan pengantar pemeriksaan Laboratorium
7. Dokter menerima hasil laboratorium dari pasien
8. Dokter membaca hasil laboratorium dan menegakan diagnose
berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan
9. Dokter menjelaskan tentang kondisi penyakitnya.
10. Dokter mengedukasi pasien tentang anemia defisiensi besi dan
atau perlunya rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan bila
diperlukan.
a Rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan bila diperlukan, bila
dirujuk lanjut ke SOP rujukan
Kriteria rujukan
1. anemia tanpa gejala dengan kadar Hb <8 g/dL
2. anemia berat dengan indikasi tranfusi (Hb <7 g/dL)
3. jika didapatkan kegawatan ( perdarahan aktif atau
distress pernafasan)
b Bila tidak , lanjut no 11
ANEMIA DEFISIENSI BESI
No. :
PUSKESMAS Dokumen SOP/UKP/VII/PU/016
dr. Budiyono, MPH
GARUNG SOP No. Revisi :0
Tgl. Terbit : 1 Agustus 2016
halaman : 2/2

11. Dokter menulis dan melakukan edukasi tentang :


a Peningkatan kepatuhan dan kesadaran untuk berobat serta
meningkatkan kualitas hidup
b Diinformasikan efek samping obat berupa mual, muntah,
konstipasi, dan diare
c Bila terdapat efek samping obat, maka segera ke pelayanan
kesehatan.
12. Dokter menulis resep obat : berikan sulfas ferrosus 3 x 200
mg (200 mg mengandung 66 mg besi elemental).
13. Dokter memberikan resep obat kepada pasien.
14. Dokter menandatangani status pasien.
15. Dokter memberikan advis kepada petugas.
16. Petugas menulis diagnose ke buku register.
6. Unit terkait 1. Pelayanan umum Puskesmas Garung
2. Pelayanan KIA
3. Pelayanan PKD

7. Rekaman historis perubahan


Tgl mulai
No Yang diubah Isi perubahan
diberlakukan
ANEMIA DEFISIENSI BESI
No. :
Dokumen DT/UKP/VII/PU/016
DAFTAR
No. Revisi :0
TILIK
Tgl. Terbit : 1 Agustus 2016
halaman : 2/2

Unit : ....................................
Nama Petugas : ....................................
Tanggal Pelaksanaan : ....................................
Tidak
No Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
1. Apakah Dokter memanggil pasien sesuai urutan?
2. Apakah Dokter mencocokan identitas pasien dan bila
tidak cocok akan dikembalikan petugas
(perawat)?
3. Apakah Dokter memeriksa pasien berdasarkan
anamnesa yang ditulis petugas?
4. Apakah Dokter melakukan pemeriksaan?
a Gejala umum
Pucat dapat terlihat pada: konjungtiva,
mukosa mulut, telapak tangan, dan jaringan
di bawah kuku.
b Gejala anemia defisiensi besi
1. Disfagia
2. Atrofi papil lidah
3. Stomatitis angularis
4. Koilonikia
5. Apakah Dokter memberitahukan kepada pasien bila
diperlukan pemeriksaan penunjang?
6. Apakah Dokter memberikan pengantar pemeriksaan
Laboratorium?
7. Apakah Dokter menerima hasil laboratorium dari
pasien?
8. Apakah Dokter membaca hasil laboratorium dan
menegakan diagnose berdasarkan anamnesis
dan pemeriksaan?
9. Apakah Dokter menjelaskan tentang kondisi
penyakitnya?
10. Apakah Dokter mengedukasi pasien tentang anemia
defisiensi besi dan atau perlunya rujukan ke
fasilitas kesehatan lanjutan bila diperlukan.
Kriteria rujukan
a Rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan bila
diperlukan, bila dirujuk lanjut ke SOP rujukan
Kriteria rujukan
1. anemia tanpa gejala dengan kadar
Hb <8 g/dL
2. anemia berat dengan indikasi tranfusi
(Hb <7 g/dL)
3. jika didapatkan kegawatan (
perdarahan aktif atau distress
pernafasan)
b Bila tidak , lanjut no 11
11. Apakah Dokter menulis dan melakukan edukasi
tentang? :
a Peningkatan kepatuhan dan kesadaran
untuk berobat serta meningkatkan kualitas
hidup
b Diinformasikan efek samping obat berupa
mual, muntah, konstipasi, dan diare
c Bila terdapat efek samping obat, maka
segera ke pelayanan kesehatan.
12. Apakah Dokter menulis resep obat : berikan sulfas
ferrosus 3 x 200 mg (200 mg mengandung
66 mg besi elemental)?
13. Apakah Dokter memberikan resep obat kepada pasien?
14. Apakah Dokter menandatangani status pasien?
15. Apakah Dokter memberikan advis kepada petugas?
16. Apakah Petugas menulis diagnose ke buku register?

CR : …………………………%.
Garung,……………………..

Observer Tindakan

(……….........……………..)