Anda di halaman 1dari 23

JOB SHEET PRAKTIK DASAR

ELEKTROMEKANIK

SEMESTER GENAP (2)

Nama :

Kelas : No Absensi :

Sekolah :
ANALISIS KURIKULUM

Analisis Deskriptif

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dalam permendikbud no No.54 tahun 2013


adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup
sikap,pengatahuan, dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan digunakan
sebagai acuan utama pengembangan standar isi , standar proses, standar penilaian
pendidikan,standar pendidik dan tenaga pendidikan, standar pendidik dan tenaga
pendidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengolahan dan standar
pembiayaan.

1. Analisis SKL
Lulusan program studi instalasi pemanfaatan tenaga listrik diharapkan dapat
atau mampu memahami hal ini di ungkapkan oleh permendikbud no No.54
tahun 2013 seperti di bawah ini :
a. Dimensi Sikap

Memiliki prilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak


mulia,berilmu,percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

b. Dimensi Pengetahuan

Memiliki pengetahuan faktual, konseptual ,prosedural, dan metakognitif


dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni dan budaya dengan wawasan
kemanuaian, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
serta dampak fenomena dan kejadian

c. Dimensi Keterampilan
Memiliki kemampuan pikir dan tidak yang efektif dan kreatif dalam ranah
abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah
secara mandiri.
2. Analisis Standar Proses

Standar proses merupakan sebuah pedoman atau tahapan langkah-langkah


bagi para guru saat mereka memberikan pelajaran dalam kelas, dengan
harapan proses pembelajaran yang berlangsung bisa efektif, efesien dan
inofatif. Sehingga beberapa target dalam proses pembelajaran bisa tercapai
dengan sempurna.

3. Analisis KI dan KD
LKS yang akan dikembangkan yaitu LKS untuk mata pelajaran Pekerjaan
dasar elektromekanik pada kelas XI SMK semester 2 (genap). Kompetensi
Inti pada semester 2 mata pelajaran pekerjaan dasar elektromekanik yaitu
K.I 3, KI 4 dan KD 3.2,3.3 4.2, dan 4.3 yaitu :
KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang
kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

KD 3.2 : Mendeskripsikan penggunaan peralatan bertenaga (power tools)


KD3.3 : Mendeskripsikan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan
hidup (K3LH)
KD4.2: Menggunakan peralatan bertenaga (power tools) untuk
menyelesaikan pekerjaan elektromekanik
KD4.3 : Melaksanakan prosedur K3LH di tempat kerja

Materi pembelajaran yang mendukung untuk KI.3 dan KD 3.2 mata pelajaran
Pekerjaan Dasar Elektromekanik berdasarkan silabus Kurikulum 2013 yaitu
mencakup :
a. Menyebutkan macam-macam alat bertenaga (power tools)
b. Menyebutkan fungsi dari peralatan alat bertenaga (power tools)
c. Peralatan bertenaga (power tools) bor listrik
d. Penggunaan peralatan bertenaga bor listrik
e. Mendeskripsikan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup
(K3LH)
f. Melaksanakan prosedur K3LH di tempat kerja

Alokasi waktu untuk penyampaian materi pembelajaran pada KD 3.2,


3.3,4.2,4.3 yaitu 72 JP. Pembagian alokasi waktu penyampaian materi
didasarkan pada banyaknya atau kedalaman materi yang akan disampakan,
berdasarkan pertimbangan tersebut maka pengembang LKS ini membagi
alokasi waktu untuk KD 3.2,3.3,4.2,4.3 yaitu :

a. Menyebutkan macam-macam alat bertenaga (power tools)


(12JP)
b. Menyebutkan fungsi dari peralatan alat bertenaga (power tools)
(12JP)
c. Peralatan bertenaga (power tools) bor listrik
(12 JP)
d. Penggunaan peralatan bertenaga bor listrik
(12 JP)
e. Mendeskripsikan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup
(K3LH)
(12 JP)
f. Melaksanakan prosedur K3LH di tempat kerja
(12 JP)
Analisis SKL KI KD kurikulum 2013
Kompetensi dasar Kompetensi Analis KD-3.2 dan Rekomendasi Analis KD-4.2 Rekomendasi Rekomendasi
pengetahuan dasar 3.3 KD-3.2 dan 3.3 dan 4.3 KD- KD-KD pada mata pelajaran
keterampilan 4.2 dan 4.3 pekerjaan dasar elektromekanik
(KD 3.2 dan 3.3) (K.D 4.2 dan 4.3) Tingkat dimensi Kesesuaian Bentuk Kesetaraan Ketercapaian dimensi kognitif
kognitif dan bentuk dimensi kognitif taksonomi dan taksonomi KD- semua (KD 3.3 dan 3.3 dan bentuk
dimensi pengetahuan dengan bentuk tingkat dari KI 3 dengan taksonomi semua KD 4.2 dan 4.3)
pengatahuan taksonomi KD dari KI-4 dalam mata pelajaran pekerjaan
dasar elektromekanik
(KD 3.2 dan 3.3) (K.D 4.2 dan 4.3) Tingkat dimensi Memahami (C2) Memilih adalah KD 3.2 dan 3.3 KD 3.2 dan 3.3 dari K.D-K.D
memahami pola tata memilih tata kognitif adalah sesuai keterampilan memahami c2 pengetahuan mata pelajaran
letak letak memahami (C2) dan dipasangkan kongkret tingkat setara dengan pekerjaan dasar elektromekanik
pola tata letak adalah dengan pola manipulasi (P2) meniru (P1) sudah memenuhi dimensi kognitif
bentuk (pengetahuan Sedangkan KD tuntutan k113 yaitu memahami,
dimensipengetahuan konseptual) 4.2 dan 4.3 menerapkan,menganalisis dan
konseptual Memilih (P2) Hal mengevaluasi sedangkan bentuk
ini masih dalam keterampilan juga sudah terpenuhi
batas kesetaraan yaitu konseptual, prosedural,dan
tetapi metakognitif
direkomendasikan
KD 3.2 dan 3.3
menjadi
menerapkan (C3)
1. Menentukan tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari kompetensi dasar pengetahuan (Analisis KD 3.2 dan
3.3)
Pada KD 3.2 dan 3.3) berbunyi memahami pola tata letak memahami merupakan tingkat kompetensi yang diharapkan
dikuasai siswa yang menunjukan tingkat dimensi kognitif dari taksonomi bloom. Sedangkan pola tata letak merujuk
kepada macam-macam bentuk tata letak yang bisa jadi berbeda satu dengan yang lain tetapi sama-sama dapat
digolongkan sebagai penaturan tata letak. Pengetahuan seperti ini disebut bentuk pengetahuan konseptual.
2. Menentukan rekomendasi kesesesuai tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari kompetensi dasar setelah
tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan kita temukan, selanjutnya diperiksa apakah tingkat dimensi kognitif dan
bentuk pengetahuan tersebut sesuai dipasangkan ? alasan mengapa memilih sesuai atau tidak sesuai seperti gambar di
bawah ini.

Berdasarkan skema di atas memahami atau level C2 sesuai jika dipasangkan dengan dengan bentuk pengetahuan
konseptual jadi pada KD 3.2 dan 3.3 sudah SESUAI.
3. Menentukan tingkat taksonomi dan bentuk taksonomi dari kompetensi dasar keterampilan (KD 4.2 dan 4.3)
Pada (KD 4.2 dan 4.3) diatas berbunyi memilih pola tata letak memilih pola tata letak adalah keterampilan kogkrit.
Karena keterampilan kongkrit selanjutnya periksa dalam taksonomi simpson dan dave dan lihat levelnya. Levelnya
adalah P2 (Manipulasi) dapat disimpulakan bahwa, memilih adalah keterampilan kongkrit level P2 (Manipulasi),
disimpulkan memilih adalah keterampilan kongkrit level P2 (Manipulasi). Perlu melihat kata kerja operasional (KKO)
pada taksonomi simpson atau dave ini untuk memastikan memilih berada pada level apa.

4. Hasil analisis SKL KI KD


a. Kompetensi dasar KD yang sudah diliniersasi atau disesuaikan sehingga KD pengetahuan dan KD keterampilan
cocok berpasangan
b. Tingkat dimensi kognitif apakah berada pada C1 mengingat, C2 memahami, C3 menerapkan ,C4 menganalisis, C5
mengevaluasi, C6 mengkreasi. Hal ini memastikan untuk mencari dan menggunakan kata kerja operasional (KKO)
yang tepat untuk gunakan dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.
c. Analisis SKL KI KD menemukan bentuk pengetahuan faktual, konseptual , prosedural ataupun meta kognitif dan
jenis keterampilan kongkrit maupun abstrak dan dengan itu memudahkan memilih model pembelajran yang tepat
untuk digunakan
2. Analisis Kurikulum LKS

Berdasarkan analisis kurikulum LKS maka kesimpulan dapat digambarkan dalam


diagram dibawah ini :

KI 3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural


Kompetensi Inti
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

KD 3.2 : Mendeskripsikan penggunaan peralatan bertenaga (power tools)

Kompetensi dasar KD3.3 : Mendeskripsikan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH)

KD4.2: Menggunakan peralatan bertenaga (power tools) untuk menyelesaikan pekerjaan elektromekanik

KD4.3 : Melaksanakan prosedur K3LH di tempat kerja

a. Menyebutkan macam-macam alat bertenaga (power tools)


b. Menyebutkan fungsi dari peralatan alat bertenaga (power tools)
c. Peralatan bertenaga (power tools) bor listrik
d. Penggunaan peralatan bertenaga bor listrik
Materi e. Mendeskripsikan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH)
pembelajaran f. Melaksanakan prosedur K3LH di tempat kerja

a. Menyebutkan macam-macam alat bertenaga (power tools)


(12JP)
b. Menyebutkan fungsi dari peralatan alat bertenaga (power tools)
(12JP)
c. Peralatan bertenaga (power tools) bor listrik
(12 JP)
d. Penggunaan peralatan bertenaga bor listrik
(12 JP)
e. Mendeskripsikan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH)
Alokasi (12 JP)
waktu f. Melaksanakan prosedur K3LH di tempat kerja
(12 JP)
JUMLAH =72 JP

Bahan Ajar LKS


3. Peta Kebutuhan LKS
Melaksanakan prosedur K3LH di tempat
kerja

Mendeskripsikan keselamatan, kesehatan


kerja dan lingkungan hidup (K3LH)

Penggunaan peralatan bertenaga bor listrik

Peralatan bertenaga (power tools) bor listrik

Menyebutkan fungsi dari peralatan alat


bertenaga (power tools)

Menyebutkan macam-macam alat bertenaga


(power tools)
LEMBAR KERJA SISWA

A. KOMPETENSI DASAR

1. Mendeskripsikan penggunaan peralatan bertenaga (power tools)


2.Menggunakan peralatan bertenaga (power tools) untuk
menyelesaikan pekerjaan elektromekanik

B. Tujuan Pembelajaran :

Pengetahuan
1. Setelah melaksanakan Proses Belajar Mengajar, siswa dapat
menyebutkan peralatan bertenaga (power tools)
2. Setelah melaksanakan proses belajar mengajar siswa dapat
menyebutkan fungsi peralatan bertenaga (power tools)

Keterampilan
1. Setelah guru mendemonstrasi di depan kelas siswa dapat menyebutkan
fungsi peralatan bertenaga

C. PETUNJUK :

1. Bacalah lembaran kerja siswa berikut dengan cermat


2. Diskusikan dengan teman
3. Jika dalam kelompok mengalami kesulitan dalam mempelajari lembar kerja
siswa tanyakan kepada guru pembimbing dengan tetap berusaha secara
maksimal terlebih dahulu
1. Materi Pembelajaran
a. Menyebutkan macam-macam alat bertenaga (power tools)
b. Menyebutkan fungsi dari peralatan alat bertenaga (power tools)

A. Teori Singkat
Power tools atau peralatan bertenaga adalah peralatan yang dioperasikan
tidak dengan tenaga manusia namun dioperasikan dengan menggunakan listrik,
angin, hidrolis. Untuk membantu pekerjaan elektromekanik.

Jenis-jenis peralatan bertenaga (Power tools)

1. Mesin bor tangan (pistol)


Mesin bor tangan adalah mesin bor yang pengoperasiannya dengan
menggunakan tangan dan bentuknya mirip pistol. Mesin bor tangan biasanya
digunakan untuk melubangi kayu, tembok maupun pelat logam.

Gambar.1 Mesin Bor tangan


2. Mesin Gerinda
Mesin gerinda merupakan mesin yang berfungsi untuk menggerinda benda
kerja. Awalnya mesin gerinda hanya ditujukan untuk benda kerja berupa
logam yang keras seperti besi dan stainless steel.

Gambar.2 mesin gerinda Listrik


3. Las listrik.
Las busur listrik umumnya disebut las listrik adalah salah satu cara
menyambung logam dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang
diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. Pada bagian yang
terkena busur listrik tersebut akan mencair, demikian juga elektroda yang
menghasilkan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan merambat terus
sampai habis.

Gambar.3 mesin Las Listrik


4. Kompresor
Kompresor adalah alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan
fluida mampu mampat, yaitu gas atau udara. tujuan meningkatkan tekanan
dapat untuk mengalirkan atau kebutuhan proses dalam suatu system proses
yang lebih besar.

Gambar.4 Mesin Kompresor Listrik


B. Soal Latihan
Bacalah lembaran kerja dan buku teks atau informasi yang terkait untuk
menjawab pertanyaan di bawah ini !

Cermati pertanyaan di bawah ini !

Gambar di samping merupakan gambar


dari mesin salah satu alat bertenaga
(power tools) bagaimanakah prinsip
kerja alat bertenaga (power tools)
tersebut.....................................................
..................................................................
..................................................................
..................................................................
..........................................................

Bagaimanakah prinsip kerja kompresor ?

........................................................................
........................................................................
........................................................................
........................................................................
........................................................................
........................................................................
...

Tekanan gas dapat dinaikkan dengan cara ?

........................................................................
........................................................................
........................................................................
........................................................................
........................................................................
........................................................................
......................................
Apakah keuntungan dan kekurangan
menggunakan peralatan bertenaga
(power tools) las listrik dan sebutkan
prinsip kerja las
listrik.....................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
..............................................................
.............................................
Materi Pembelajaran

1. Peralatan bertenaga (power tools) bor listrik


2. Penggunaan peralatan bertenaga bor listrik

A. TEORI SINGKAT

Definisi Mesin Bor

Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang
arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan
pelubangan). Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang
berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan pemotong berputar
yang disebut BOR.

JENIS-JENIS MESIN BOR

1. Mesin bor meja

Mesin bor meja adalah mesin bor yang diletakkan diatas meja. Mesin ini
digunakan untuk membuat lobang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas
sampai dengan diameter 16 mm). Prinsip kerja mesin bor meja adalah putaran
motor listrik diteruskan ke poros mesin sehingga poros berputar.

Gambar .1 Bor Meja


2. Mesin bor tangan (pistol)

Mesin bor tangan adalah mesin bor yang pengoperasiannya dengan menggunakan
tangan dan bentuknya mirip pistol. Mesin bor tangan biasanya digunakan untuk
melubangi kayu, tembokmaupun pelat logam.

Gambar 2. Mesin bor tangan (pistol)


3. Mesin bor Radial
Mesin bor radial khusus dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang
besar dan berat. Mesin ini langsung dipasang pada lantai, sedangkan meja mesin
telah terpasang secara permanen pada landasan atau alas mesin.. Pada mesin ini
benda kerja tidak bergerak. Untuk mencapai proses pengeboran terhadap benda
kerja, poros utama yang digeser kekanan dan kekiri serta dapat digerakkan naik
turun melalui perputaran batang berulir.

Gambar 3. Mesin bor Radial


B. Soal Latihan

Bacalah bahan ajar dan buku teks atau informasi yang terkait untuk
menjawab pertanyaan di bawah ini !

Cermati pertanyaan di bawah ini !

1. Jelaskan bagaimana cara memasang mata bor


2. Sebutkan keutungan dan kekurangan menggunakan bor listrik
3. Tuliskan dua alasan mengapa benda kerja yang di bor harus aman
4. Bagaimanakah cara mengatur kecepatan mesin bor
5. Apakah bor listrik aman digunakan dalam semua bidang

LEMBAR JAWABAN
Materi Pembelajaran

1. Teori menyolder
2. Teori menyolder komponen listrik

A. Teori Singkat

Pekerjaan mematri adalah salah satu jenis penyambunngan logam yang


menggunakan media panas selain dari penyambungan dengan las yang telah
kita kenal. Sambungan patri termasuk pada kelompok sambungan ringan,
terutama untuk penyambungan pelat-tipis (sheet metal ) dan pipa tipis (tin
tube).
Selain pematrian yang menggunakan bahan tambah timah dan paduannya,
ada pula jenis patri yang lain disebut pateri perak dan mas. Biasanya patri jenis
ini dipakai untuk keperluan khusus seperti untuk barang instrumen
laboratorium atau medis, sedangkan patri mas biasanya khusus untuk barang
perhiasan.

Bahan-bahan yang terutama dapat dipateri dengan hasil yang baik adalah
logam pelat tipis dan logam lunak seperti : Pelat baja lapis seng (BJLS) atau
dikenal sebagai pelat galvanis (zink-coated), lugam lunak yang lain seperti
pelat alumium dan paduannya , pipa (tube) aluminium, pelat dan pipa tembaga
dan paduannya.

Untuk menghasilkan sambungan patri yang baik dan memenuhi standar


industri, peralatan yang digunakan harus memennuhi kriteria berikut ini :

1. Memiliki sifat mekanis yang kuat (durability)


2. Sifat hantar listrik (electrical conductivity) yang baik
3. Sifat hantar panas (termal dissipation) yang baik
4. Mudah dibuat
5. Mudah diperiksa dengan pengamatan
6. Mudah diperbaiki

Peralatan pateri terdiri dari :


Baut solder (soldering iron)
Dapur atau kompor pemanas (soldering torch)
Meja patri atau bantalan patri

2. Baut Solder
Baut solder merupakan alat utama untuk pekerjan mematri, terdiri dari
bagian-bagian
Kepala-baut solder (iron tip)
Kepala-baut solder dibuat dari logam yang mempunyai daya hantar
panas dan hantar listrik yang baik, biasanya dipilih tembaga kadang-
kadang besi. Karena besi mudah berkarat maka lebih banyak disukai
tembaga sebagai kepala-baut solder. Bentuk dan ukuran kepala-patri
dibuat dan disesuaikan dengan keperluan dan bentuk pekerjaan

Gagang atau Pegangan (handle)


Pegangan atau gagang baut-solder dibuat dari kayu atau bahan lain
yang tidak menghantar panas seperti plastik dan lain-lain.

3. Jenis-jenis Solder
Dalam pemakian sehari-hari dapat kita jumpai dua jenis solder yaitu :
Solder tangan (hand solder) dan solder listrik (electric solder)
Pada gambar 4. ditunjukkan macam-macam bentuk baut solder

peganga
cincin n
gagang
bahu

Ujung

Baut-solder tangan
Baut-solder listri

Gambar 4 Solder tangan (hand solder) dan solder listrik (electric solder)

4. Bahan Solder
Prinsip penyolderan adalah penyambungan logam dengan
menggunakan bahan pengisi (filler-metal) yang mempunyai titik cair
dibawah suhu 315o C, dalam keadaan cair, bahan pengisi merekat pada
kedua permukaan logam terjadi sambungan tetap.

Duasisi direkat dengan patri


Gambar 5 Prinsip sambungan patri

5. Bahan Pengisi Atau Bahan Perekat Untuk Penyolderan

Timah(stannum)
Timah atau timah putih, tahan terhadap pengaruh oksidasi udara lebih keras
dari timah hitam ,lebih kenyal dapat dirol dan ditarik dalam bentuk timah
kawat. Timah tidak rusak oleh air maupui udara, maka logam ini sangat baik
dipakai sebagai logam pelindung atau pembungkus (coating), akan tetapi bila
dengan air laut terjadi pembentukan timah chlorida.

Timah hitam atau timbel(plumbum)


Timah hitam berwarna abu-abu terang dalam udara terbuka warnanya
menjadu gelap , kilapnya (tarnis) tahan terdadap pengaruh lingkungan.
Logam ini sangat lunak dan kenyal sekali mudah sekali dibentuk, oleh
karenanya timah hitam biasa dipakai sebagai mata pensil.disamping karbon.
Meskipun timah hitam sangat lembek dalam keadaan murni, dengan
menambahkan paduan unsur yang lain seperti : antimon, arsen, tembaga dan
seng, dapat menjadi lebih keras.
Selain lunak timah hitam adalah satu satunya logam berat yang mempunyai
suhu cair yang rendah dan kepadatan yang tinggi. Dengan kepadatan yang
tinggi ini maka logam ini banyak digunakan untuk pelindung radiasi seperti
pada sinar-X dan energi nuklir.
6. Macam-macam sambungan solder

Kualitas penyolderan yang diharapkan haruslah memenuhi kriteria seperti


yang diterangkan sebelumnya yaitu :

1. Daya hantar listrik yang baik


2. Mempunyai ketahanan mekanik
3. Hantar panas yang baik
4. Mudah dibuat
5. Mudah diperbaiki
6. Mudah diamati
Untuk kriteria yang ketiga tergantung pada bentuk bendanya, ketahanan mekanis
banyak tergantung pada proses pengerjaannya.
7. Proses Penyolderan
Agar penyolderan menghasilkan produk yang berkualitas sesuai
persyaratan di industri, kaka haruslah melalui tahapan tahapan proses yang
benar.

Prosedur proses penyolderan adalah sebagai berikut :

Memilih material yangakan disolde


Menyiapkan sambungan HO 15
Menyiapkan peralatan untuk menyolder
Memilih bahan solder
Memilih bahan tambah
Membersihkan bagian yang akan disambung
Melakukan tinning
Melapisi bagian sambungan dengan bahan tambah
Memanaskan baut solder sampai suhu yang cukup
Memanaskan bahan solder(timah) pada permukaan ujung baut solder
secukupnya
Melakukan penyolderan pada sambungan yang telah disiapkan tadi
sampai terjadi peresapan(penembusan) dengan prinsi gaya kapiler
Memeriksa hasil penyolderan
Membersihkan sambungan dari sisa bahan tambah dengan air dan
diterjen
8. Keuntungan dan kerugian penyolderan
Sambungan solder adalah jenis sambungan tetap dengan menggunakan
pemanasan, sambungan solder hanya terbatas pada penyambungan pelat
tipis(tin sheet) dan tabung(tubes).

Adapun keuntungan penyambungan dengan solder diantaranya adalah :

1. Keuntungannya,:

 Dapat menyambung macam-macam jenis logam, ;seperti logam sejenis


besi dengan besi, logam bukan besi bahkan logam besi(baja) dengan
bukan besi bahkan pula dengan penyolderan dapat dilakukan
penyambungan logam dengan bukan logam
 Instalasinya sederhana, tidak memakai ruangan yang besar dan khusus
 Mudah dilakukukan ditempat tertutup maupun ditempat terbukan
bahkan dilapangan
 Operasionalnya tidak terlalu berbahaya
 Aplikasinya cukup luas, terutama untuk industri kerajinan dan
eletronika

2. Kerugian,:
 Sambungan tidak cukup kuat untuk bebanmekanis yang lebih besar
 Memerlukan persiapan yang agak lama, terutama dalam hal
kebersihan
 Sangat peka terhad kontaminasi lingkungan kerja
 Menggunakan bahan-bahan yang beracun kontak langsung dengan
kulit dan pernafasan
 Korosip terutama terhadap bahan-bahan kimia tertentu
LATIHAN
Tugas keterampilan
Buatlah penyolderan pada papan rangkaian.