Anda di halaman 1dari 3

d.

Evaluasi Kinerja Dan Program Laboratorium

Untuk mengetahui sejauhmana sistem mutu telah dijalankan oleh suatu laboratorium, perlu dikembangkan sistem
monitoring dan kaji ulang manajemen (Evaluasikinerjadan Program) laboratorium. Kegiatan ini sudah pasti harus
dinyatakan tersurat baik dalam panduan mutu maupun dalam prosedur mutu. Kedua kegiatan ini sebenarnya tidak
terlepas dari upaya laboratorium untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada siswa dalam melaksanakan
praktikum. Dalam kegiatan belajar ini akan diuraikan secara lebih rinci bagaimana pelayanan yang seharusnya diberikan
kepada siswa praktikan, serta langkah-langkah melakukan monitoring dan kaji ulang manajemen laboratorium.

Agar siswa praktikum merasakan kepuasan pelayanan dari laboratorium, maka lakukanlah upaya pelayanan kepada
siswa seperti berikut ini.

1. Semua prosedur dan instruksi kerja yang menyangkut pelayanan kepada siswa harus dikembangkan
sebagai prosedur terdokumentasi.
2. Laboratorium hendaknya mengupayakan kerjasama dengan siswa untuk mengetahui pengharapan siswa
dalam hal kinerja laboratorium.
3. Personil laboratorium harus memberikan layanan edukasi prima terhadap siswa yang sedang melakukan
praktikum.
4. Laboratorium hendaknya memelihara komunikasi dengan siswa. Oleh karena itu salahsatu kompetensi
semua personil laboratorium (termasuk laboran) adalah keterampilan berkomunikasi.
5. Laboratorium menyediakan perangkat untuk memantau kepuasan layanan terhadap siswa, misalnya secara
berkala mengedarkan kuesioner kepuasan atau menyediakan kotak saran.

Monitoring kinerja laboratorium

Monitoring adalah istilah lain dari audit, yaitu suatu kegiatan pemeriksaan sistematik dan tidak memihak untuk
menetapkan bahwa kegiatan sistem manajemen mutu dan hasilnya telah sesuai dengan rencana, diterapkansecara
efektif, dan telah sesuai dalam pencapaian tujuan. Laboratorium sekolah juga perlu melaksanakan kegiatan audit ini,
baik secara internal (oleh laboratorium sendiri) maupun secara eksternal oleh tim audit dari luar laboratorium. Untuk
laboratorium yang baru saja mengembangkan mutu, maka audit internal akan sangat membantu laboratorium dalam
melakukan peningkatan kinerjanya.

Monitoring kinerja laboratorium sangat bermanfaat terutama untuk:

1. Menetapkan kecukupan dan kesesuaian sistem manajemen mutu laboratorium


2. Menetapkan keefektifan sistem manajemen mutu
3. Mengadakan kesempatan untuk analisis sistem manajemen mutu
4. Membantu mengatasi masalah yang berhubungan dengan laboratorium
5. Memudahkan manajemen dalam mengambil keputusan
6. Membantu meningkatkan keterlibatan semua personil laboratorium
7. Memastikan ketaatan laboratorium terhadap persyaratan yang berlaku
8. Membantu komunikasi dan mempermudah memutuskan kebutuhan pelatihan

Monitoring

Monitoring adalah proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kemajuan atas objektif program./
Memantau perubahan, yang focus pada proses dan keluaran

 Monitoring melibatkan perhitungan atas apa yang kita lakukan


 Monitoring melibatkan pengamatan atas kualitas dari layanan yang kita berian
Evaluasi

Evaluasi adalah penggunaan metode penelitian social untuk secara sistematis menginvestigasi
efektifitas program. /Menilai kontribusi program terhadap perubahan (Goal/objektif) dan menilai
kebutuhan perbaikan, kelanjutan atau perluasan program (rekomendasi)

 Evaluasi memerlukan desain studi/penelitian


 Evaluasi terkadang membutuhkan kelompok kontorl atau kelompok kpembanding
 Evaluasi melibatkan pengukuran seiring dengan berjalannya waktu
 Evaluasi melibatkan studi/penelitian khusus
Perbedaan dan Persamaan Monitoring dan Evaluasi

Kaitan antara Monitoring dan Evaluasi adalah evaluasi memerlukan hasil dari monitoring dan
digunakan untuk kontribusi program

Monitoring bersifat spesifik program. Sedangkan Evaluasi tidak hanya dipengaruhi oleh program itu
sendiri, melainkan varibel-varibel dari luar. Tujuan dari Evaluasi adalah evalausi efektifitas dan cost
effectiveness.

Ilustrasi Input, Output, Outcome dan Impact

Inputs, Process
dan output merupakan suatu monitoring. Dalam menentukan Input, process dan Output sangat
tergantung dari program, sehingga dapat berpindah-pindah.

Outcomes dan Impact merupakan suatu evaluasi

Contoh Pertanyaan Penelitian Monitoring dan Evaluasi

1. Berapa persentase populasi target yang menggunakan kondom dengan mitra non-
reguler? (Outcome)
2. Apakah pengetahuan yang teapat mengenai transmisi HIV/IMS meningkat di populasi
target? (Output)
3. Berapa banyak kondom yang telah didistribusikan selama 6 bulan terakhir? (Output)
4. Apakah populasi target semakin sering mengunjungi klinik IMS di area target? (Output)
5. Apakah struktur social semakin kuat untuk mendukung ODHA? (Impact)
6. Apakah tingkat IMS menurun di populasi target? (Outcome)
7. Apakah rujukan ke tempat-tempat VCT meningkat? (Output)
8. Seberapa besar dukungan lingkungankebijakan institusi terkait usaha pencegahan HIV? (Input)
9. Seberapa terlatih dan siapkah para pendidik sebaya? (Output)
10. Seberapa tinggikah tingkat kesesuaian media kampanye untuk populasi target terkait? (Output)
11. Apakah prevalensi HIV menurun? (Dampak)
12. Seberapa banyak anggota staf yang tersedia untuk melakukanpekerjaan ini? (Masukan)

https://hafidzf.wordpress.com/2009/06/16/pengertian-monitoring-dan-evaluasi/