Anda di halaman 1dari 11

Identifikasi Degradasi Kekuatan Andesit dengan Menggunakan

Rock Strength Classification Hammer di Desa Cipatik,


Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung,
Provinsi Jawa Barat

Skripsi

Diajukan sebagai syarat untuk menyelesaikan program Sarjana Strata Satu


di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian,
Institut Teknologi Bandung

Oleh :
Fernando P. Simbolon
NIM : 120 02 045

Program Studi Teknik Geologi


Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
Institut Teknologi Bandung
2007
Lembar Pengesahan

Identifikasi Degradasi Kekuatan Andesit dengan Menggunakan


Rock Strength Classification Hammer di Desa Cipatik,
Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung,
Provinsi Jawa Barat

Skripsi
Diajukan sebagai syarat untuk menyelesaikan program Sarjana Strata Satu
di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian,
Institut Teknologi Bandung

Bandung, Oktober 2007


Penulis :

Fernando P. Simbolon
NIM : 120 02 045

Pembimbing :

Dr. Eng. Imam A. Sadisun, MT.


NIP. 132 137 926

i
SARI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan derajat pelapukan


(DP) dan pengaruhnya terhadap kekuatan andesit. Lokasi Penelitian terletak di Desa
Cipatik, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Posisi
geografis lokasi penelitian terletak pada koordinat 107°30'35.0" Bujur Timur dan
06°56'41.7" Lintang Selatan. Berdasarkan hasil pengamatan pada Peta Geologi
Lembar Bandung (Silitonga, 1997), lokasi penelitian merupakan intrusi andesit.
Hasil pengamatan singkapan secara deskriptif memperlihatkan perkembangan
DP I hingga DP VI yang berjalan dengan sangat intensif. Hal ini ditunjukkan oleh
ketebalan tanah residu yang mencapai 0,8 meter. Perubahan karakteristik fisik andesit
berlangsung secara gradual. Perubahan-perubahan tersebut terjadi pada warna,
tekstur, intensitas rekahan, komposisi mineral, dan persentase material batuan.
Hasil analisis petrogafi menunjukkan bahwa andesit di lokasi penelitian
merupakan andesit hornblende. Sayatan tipis DP I memperlihatkan persentase mineral
plagioklas yang melimpah sebagai fenokris dan masa dasar. Pada DP II, indikasi
perubahan terjadi pada kehadiran retakan mikro pada plagioklas dan piroksen. Bagian
tepi piroksen dan hornblende sudah mulai terubah menjadi mineral lempung.
Perubahan yang signifikan terjadi pada DP III, di mana persentase mineral lempung
meningkat menjadi 30%. Tekstur mikrolith pada masa dasar mulai mengalami
kerusakan. Pada DP IV, kehadiran mineral lempung semakin dominan, dan masa
dasar tidak lagi memperlihatkan tekstur mikrolith.
Pengujian rock strength classification hammer (RSCH) menghasilkan kisaran-
kisaran nilai pantulan yang berbeda pada setiap derajat pelapukan; DP I memiliki nilai
rata-rata pantulan sebesar 71.73, DP II sebesar 62.85, DP III sebesar 46.21, dan DP IV
sebesar 13.27. Kekuatan andesit dapat ditentukan dengan mengkonversikan nilai
pantulan RSCH menjadi nilai kuat tekan uniaksial. Berdasarkan hasil tersebut, DP I
termasuk dalam kategori sangat kuat dengan nilai 260 MPa, DP II termasuk dalam
kategori kuat dengan nilai 135 MPa, dan DP III termasuk dalam kategori menengah
dengan nilai 49 MPa. Penurunan drastis terjadi pada DP IV yang termasuk dalam
kategori sangat lemah dengan nilai sebesar 12 MPa.

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur adalah kata-kata pertama yang hendak penulis sampaikan
pada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah, rahmat, kesempatan dan pengertian
yang telah diberikan selama ini sehingga penulis dapat merampungkan skripsi ini.
Sebagai manusia biasa, penulis menyadari bahwa dalam pengerjaan skripsi ini
penulis tidak luput dari kesalahan yang disadari atau tidak dan yang di sengaja atau
tidak. Untuk itu, penulis menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya.
Disamping itu penulis juga ingin mengucapkan terima kasih atas segala
bantuan, baik moril, spiritual, maupun material yang telah di berikan oleh berbagai
pihak dalam pelaksanaan skripsi ini. Untuk mengenang semua yang telah diberikan,
penulis ingin mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada :
• Ibu, Bapak, Kaka Opi, Ade dan semua keluarga yang telah memberikan
dukungan, dorongan, dan doa kepada penulis selama ini.
• Inggrid Igosari untuk segala motivasi dan bantuan yang tak ternilai.
• Dr. Eng. Imam A. Sadisun, MT., yang telah bersedia memberikan bimbingan
dan pengarahan kepada penulis selama penelitian dan penulisan laporan.
• Pimpinan, para dosen, dan staf Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu
dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung.
• Boggi, Aris, Dian, Dina, Rolando, Yudis, Ronald, Mas Asep, Mas Ferry atas
bantuannya kepada penulis selama penelitian dan penulisan laporan.
• Priandi, Rizky, Surya atas hari-hari yang indah dan mematikan di lapangan.
• Mira Ojes yang telah bersedia membantu penulis dalam penelitian ini.
• Semua teman-teman GEA 02.
• Semua teman-teman War-Q.
• Semua teman-teman NHKBP.

iii
• Semua pihak yang tidak tersebutkan satu-persatu yang telah membantu penulis
selama ini.

Skripsi ini telah banyak memberikan kegunaan bagi penulis, dan semoga dapat
berguna kelak bagi keilmuan secara umum.

Bandung, Oktober 2007

Penulis

iv
DAFTAR ISI

Hal.
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. i
SARI ..................................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ v
DAFTAR GAMBAR............................................................................................ vii
DAFTAR TABEL................................................................................................. ix
DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... x

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1


1.1 Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2 Maksud dan Tujuan......................................................................... 2
1.3 Lokasi Penelitian............................................................................. 3
1.4 Ruang Lingkup Penelitian............................................................... 4
1.5 Tahapan Penelitian.......................................................................... 4
1.5.1 Tahap Persiapan ..................................................................... 5
1.5.2 Tahap Pengumpulan Data ...................................................... 5
1.5.3 Tahap Pengolahan Data dan Analisis ..................................... 6
1.5.4 Tahap Penulisan Skripsi...................................................... 6
1.6 Sistematika Pembahasan ................................................................ 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA.............................................................................. 8


2.1 Geologi Regional………………………………………………… 8
2.1.1 Fisiografi............................................................................... 8
2.1.2 Stratigrafi ................................................................................ 10
2.1.3 Struktur Geologi................................................................... 13
2.2 Dasar Teori Pelapukan Batuan.................................................... 15
2.2.1 Pelapukan Batuan................................................................. 15
2.2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelapukan................ 18
2.2.3 Efek Pelapukan..................................................................... 19
2.2.4 Karakterisasi Derajat Pelapukan........................................ 20
2.2.5 Klasifikasi Derajat Pelapukan............................................. 20

v
2.3 Karakteristik Andesit.................................................................... 22

BAB III KARAKTERISTIK ANDESIT DAN HASIL PELAPUKANNYA...... 23


3.1 Kondisi Geologi Lokasi Penelitian……………………………... 23
3.2 Karakterisasi Lapangan………………………………………… 25
3.3 Karakterisasi Laboratorium……………………………………. 31
3.4 Diskusi……………………………………………………………. 33

BAB IV IDENTIFIKASI KEKUATAN ANDESIT……………………….. 36


4.1 Aturan Pengujian RSCH……………………………………… 36
4.2 Hasil Pengujian RSCH………………………………………... 38
4.3 Klasifikasi Kekuatan Andesit .......................................................... 40
4.4 Diskusi............................................................................................ 43

BAB V KESIMPULAN..................................................................................... 45
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 47
LAMPIRAN........................................................................................................ 49

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Lokasi penelitian .......................................................................... 3


Gambar 1.2 Lokasi penelitian dan sekitarnya; (a) Lokasi penambangan;
(b) Wilayah pertanian; (c) Wilayah permukiman penduduk ........ 4

Gambar 1.3 Diagram alir tahapan penelitian.................................................. 5


Gambar 2.1 Peta Fisiografi Jawa Barat (van Bemmelen, 1949)..................... 8
Gambar 2.2 Penampang skematik Jawa Barat dari Pantai Selatan ke Pantai
Utara (van Bemmelen, 1949)........................................................ 9
Gambar 2.3 Peta Mandala Sedimentasi Jawa Barat (Martodjojo,1984). ......... 10
Gambar 2.4 Stratigrafi umum Cekungan Bogor (Martodjojo, 1984).............. 12
Gambar 2.5 Peta geologi lokasi penelitian (Silitonga, 1997)........................... 12
Gambar 2.6 Pola struktur Jawa (Pulunggono dan Martodjojo, 1994).............. 14
Gambar 2.7 Pola umum struktur Jawa Barat ( Martodjojo, 1984)................... 15
Gambar 2.8 Pelapukan fisik............................................................................. 16
Gambar 3.1 Lokasi penelitian......................................................................... 23
Gambar 3.2 (a); (b) Lokasi pengujian in situ dengan melakukan rappling..... 23
Gambar 3.3 Latar belakang lokasi penelitian; (a) Intrusi dasit ; (b) Intrusi
andesit.......................................................................................... 24
Gambar 3.4 Kondisi sungai lokasi penelitian................................................. 24
Gambar 3.5 RSCH yang digunakan untuk pengujian in situ........................... 26
Gambar 3.6 (a) Perubahan gradual derajat pelapukan I menjadi derajat
pelapukan II; (b) Kondisi permukaan derajat pelapukan I........... 26
Gambar 3.7 (a) Kontak tegas antara derajat pelapukan II dan III;
(b) Discoloration tipis pada permukaan derajat pelapukan II; (c)
Diskontinuitas yang cukup rapat.................................................. 27
Gambar 3.8 (a) Kontak tegas antara derajat pelapukan III dan IV;
(b) Kondisi permukaan derajat pelapukan III.............................. 28
Gambar 3.9 (a) Kontak tegas antara derajat pelapukan IV dan V;
(b) Spheroidal weathering; (c) Jejak diskontinuitas yang sangat
rapat dan saling memotong.......................................................... 28

vii
Gambar 3.10 Kontak tegas antara derajat pelapukan V dan VI......................... 29
Gambar 3.11 (a) Fragmen batuan yang tertanam dalam tanah; (b) Kondisi
permukaan derajat pelapukan VI................................................. 29
Gambar 3.12 Perubahan jumlah persentase mineral dan intensitas retakan
mikro pada sayatan tipis andesit hornblende dari DP I hingga
DP IV…....................................................................................... 32
Gambar 4.1 Kondisi lereng lokasi penelitian.................................................. 36
Gambar 4.2 Kondisi permukaan singkapan andesit; (a) Batuan segar;
(b) Lapuk ringan.......................................................................... 37
Gambar 4.3 Kondisi permukaan singkapan andesit; (a) Lapuk menengah;
(b) Lapuk kuat.............................................................................. 37
Gambar 4.4 Grafik nilai pantulan RSCH terhadap jarak pengukuran pada
jalur 1……………………………………………………............ 38
Gambar 4.5 Grafik nilai pantulan RSCH terhadap jarak pengukuran pada
jalur 2……………………………………………………........... 38
Gambar 4.6 Grafik nilai pantulan RSCH terhadap jarak pengukuran pada
jalur 3……………………………………………………............ 39
Gambar 4.7 Grafik nilai pantulan RSCH terhadap jarak pengukuran pada
jalur 4……………………………………………………............ 39
Gambar 4.8 Grafik nilai pantulan RSCH terhadap jarak pengukuran pada
jalur 5……………………………………………………........... 39
Gambar 4.9 Grafik rata-rata nilai pantulan RSCH terhadap perkembangan
derajat pelapukan.......................................................................... 40
Gambar 4.10 Grafik konversi nilai pantulan RSCH menjadi nilai kuat tekan
uniaksial dalam MPa.................................................................... 41
Gambar 4.11 Grafik nilai kuat tekan uniaksial andesit terhadap
perkembangan derajat pelapukan................................................. 42

viii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Skema klasifikasi derajat pelapukan (Dearman, 1978 op cit.


Setiadji dkk., 2006)…………………………………….………. 21
Tabel 3.1 Karakteristik andesit dan hasil pelapukannya................................ 30
Tabel 3.2 Persentase perubahan jumlah mineralogi ...................................... 33
Tabel 4.1 Rata-rata nilai pantulan RSCH pada ke lima jalur
40
pengukuran………………………………………………………
Tabel 4.2 Nilai kuat tekan uniaksial hasil konversi nilai pantulan rata-rata
RSCH................................................................................... 41
Tabel 4.3 Klasifikasi kekuatan batuan (Attewell dan Farmer, 1976)............ 42
Tabel 4.4 Skema klasifikasi derajat pelapukan andesit di Desa Cipatik,
Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa
44
Barat.............................................................................................

ix
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Pengujian rock strength classification hammer (RSCH)


Lampiran B Analisis petrografi