Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN Ny. K DENGAN KASUS OTITIS MEDIA AKUT


DI RUMAH SAKIT PERMATA MEDIKA

A. DATA SUBJEKTIF
1. Biodata
Nama : Ny. K
Umur : 45 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Kebumen
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Tanggal Masuk RS : 17 November 2014
TanggalPengkajian : 18 November 2014
Diagnosa Medis : Otitis Media
2. Keluhan Utama
Pasien mengatakan nyeri telinga.
3. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pasien bernama Ny.K berusia 45 tahun datang ke ruang IGD Rumah Sakit Permata Medika
dengan keluhan nyeri telinga, keluar cairan putih dari telinga kanan yang disertai dengan demam.
Pasien mengatakan nyeri bertambah saat bergerak, nyeri dirasakan seperti diremas-remas, nyeri
telinga secara terus menerus, skala nyeri 7. Pasien mengatakan mempunyai kebiasaan
membersihkan telinga menggunakan peniti setiap hari, ketika sakit pasien hanya memberikan
tetes telinga. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, didapatkan nyeri telinga, dan serumen kental
serta terdapat perforasi pada membrane timpani telinga kanan, tes rinne (-), tes weber : lateralisasi
kekanan, dan pada tes bisik, pasien tidak dapat mendengarkan suara berfrekuensi rendah. TTV :
120/80mmHg, N: 110x/menit, P: 20x/menit, S: 39ºC. Keluarga pasien mengatakan harus
bebicara dengan nada tinggi pada klien, karena klien kadang tidak nyambung bila diajak
berbicara dengan suara yang rendah. Pasien juga mengatakan cemas apabila harus melakukan
operasi. Pasien tampak bingung dan gelisah.
b. Riwayat Kesehatan Dahulu
Pasien mengatakan memiliki riwayat batuk dan pilek yang sering berulang dan dua hari terakhir
tiba-tiba keluar cairan bening dari telinga kiri dengan konsistensi kenyal dan tidak bau.
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Pasien mengatakan keluarganya tidak ada yang mengalami sakit seperti saya sekarang.
4. Pengkajian Pola Pemenuhan Dasar Virginia Henderson
a. Pola Oksigenasi
• Sebelum sakit pasien mengatakan tidak mengalami sesak napas.
• Selama sakit pasien mengatakan tidak mengalami sesak napas.
b. Pola Nutrisi
• Sebelum sakit pasien mengatakan makan 3 x/ hari dan minum 8 gelas/ hari.
• Saat sakit pasien mengatakan makan 3 x/ hari dan minum 8 gelas/hari.
c. Pola Eliminasi
• Sebelum sakit pasien mengatakan BAK 3x/ hari, BAB 1x/ hari pagi.
• Selama sakit pasin mengatakan BAK 4x/ hari, BAB 1x/ hari pagi.
d. Pola Aktivitas
• Sebelum sakit pasien mengatakan aktivitasnya dilakukan sendiri.
• Selama sakit pasien mengatakan aktivitasnya dibantu oleh keluarga (seperti: seka, dibantu jalan
ke KM untuk BAK, BAB).
e. Pola Istirahat
• Sebelum sakit pasien mengatakan pola istirahatnya teratur (sekitar jam 21.00 sudah tidur), dan
tidurnya nyenyak jika di rumah (lamanya tidur 7-8 jam).
• Selama sakit pasien mengatakan sulit tidur (lamanya tidur sekitar 5-6 jam) karena telinganya
nyeri.
f. Pola berpakaian
• Sebelum sakit pasien mengatakan pakaiannya tertutup berjilbab.
• Selama sakit pasien mengatakan pakaiannya tertutup berjilbab.
g. Menjaga suhu tubuh
• Sebelum sakit pasien mengatakan jika kedinginan menggunakan jaket dan selimut. Saat cuaca
panas, pasien menggunakan kaos.
• Selama sakit pasien mengatakan jika kedinginan menggunakan jaket dan selimut. Saat cuaca
panas, pasien menggunakan kaos.
h. Pola personal hygiene
• Sebelum sakit pasien mengatakan melakukan gosok gigi, mandi sebanyak 2x sehari secara
mandiri.
• Selama sakit pasien mengatakan untuk seka dibantu oleh keluarga.
i. Pola menghindar dari bahaya
• Sebelum sakit pasien mengatakan menggunakan alas kaki dan menggunakan pelindung diri saat
berkendara.
• Selama sakit pasien mengatakan lebih proteki pada dirinya.
j. Pola komunikasi
• Sebelum sakit pasien mengatakan dalam berkomunikasi dengan orang lain menggunakan
bahasa Jawa dan Indonesia.
• Selama sakit pasien mengatakan berkomunikasi dengan bahasa Jawa dan Indonesia.
k. Pola spiritual
• Sebelum sakit pasien mengatakan melakukan sholat 5 waktu.
• Selama sakit pasien mengatakan solat 5 waktu dengan cara berbaring.
l. Pola rekreasi
• Sebelum sakit pasien mengatakan jarang melakukan rekreasi/ liburan.
• Selama sakit pasien mengatakan hanya ngobrol bersama keluarga dan nonton tv.
m. Pola bekerja
• Sebelum sakit pasien mengatakan bekerja sebagi ibu rumah tangga.
• Selama sakit pasien mengatakan tidak bekerja.
n. Pola belajar
• Sebelum sakit pasien mengatakan tidak tahu tentang penyakitnya.
• Saat dikaji pasien mengatakan ingin tahu lebih dalam tentang penyakitnya. Pasien tampak
bertanya-tanya tentang penyakitnya.
B. DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
a. Keadaan Umum : Lemah
b. Kesadaran : Composmentis
c. TD : 120/80mmHg
d. N : 110x/menit
e. RR : 20x/menit
f. S : 39ºC
g. BB : 52 kg
h. TB : 150 cm
2. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala : tidak ada benjolan
b. Muka : simetris
c. Mata : konjungtiva ananemis, sclera anikterik, pupil mengecil saat ada cahaya dan melebar saat
tidak ada cahaya
d. Hidung : bersih tidak ada kotoran
e. Mulut : mukosa bibir lembab, tidak ada karies gigi
f. Telinga : ada cairan berwarna putih kental, ada nyeri tekan, bentuk simetris, terdapat perforasi
pada membrane timpani telinga kanan, tes rinne (-), tes weber: lateralisasi kekanan, dan pada tes
bisik, pasien tidak dapat mendengarkan suara berfrekuensi rendah.
g. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada benjolan.
h. Dada : Paru: I (simetris), Pa(tidak ada nyeri tekan), Pe(normal), A(vesikuler), Jantung: tidak
ada pembesaran
i. Abdomen : I( simetris), A(bising usus 12x/menit), Pa(tidak ada nyeri tekan), Pe: timpani
j. Ekstermitas : tidak ada kelemahan di ekstermitas
k. Kulit : tampak sawo matang
l. Genealia : tidak terpasang kateter
3. Pemeriksaan
Tes Rine : - (negative)
Tes Weber : lateralisasi ke kanan
Spesimen cairan : berwarna putih kental
4. Terapi
Amoxcicillin (antibiotik)
Asam mefenamat (analgetik)
Methylprednisolon (antiradang)
C. ANALISA DATA
No. Waktu Data Fokus Problem Etiologi TTD
1 Selasa, 18 Nov 2014 (08.00 WIB) DS:
• Pasien mengatakan nyeri telinga
P: nyeri bertambah saat bergerak
Q: nyeri dirasakan seperti diremas-remas
R: nyeri pada telinga kanan
S: Skala nyeri 7
T: nyeri terus menerus
• Pasien mengatakan demam dan keluar cairan berwarna putih kental.
DO:
• serumen kental
• terdapat perforasi pada membrane timpani telinga kanan,
• tes rinne (-),
• tes weber : lateralisasi kekanan, dan pada tes bisik, pasien tidak dapat mendengarkan suara
berfrekuensi rendah.
• TTV : 120/80mmHg,
N: 110x/menit,
RR: 20x/menit,
S: 39ºC. Nyeri akut Proses peradangan pada telinga

2. Selasa, 18 Nov 2014 (08.00 WIB) DS:


• Keluarga pasien mengatakan harus bebicara dengan nada tinggi pada klien, karena klien kadang
tidak nyambung bila diajak berbicara dengan suara yang rendah.
DO:
• serumen kental
• terdapat perforasi pada membrane timpani telinga kanan,
• tes rinne (-),
• tes weber : lateralisasi kekanan, dan pada tes bisik, pasien tidak dapat mendengarkan suara
berfrekuensi rendah. Perubahan sensori / persepsi Auditorius Gangguan penghantaran bunyi pada
organ pendengaran.
3 Selasa, 18 Nov 2014 (08.00 WIB) DS:
• Pasien mengatakan cemas jika harus dilakukan operasi telinga.
• Pasien mengatakan tidak paham tentang operasi telinga.
DO: pasien tampak bingung dan gelisah
Ancietas Prosedur pembedahan; miringoplasty / mastoidektomi.
4 Selasa, 18 Nov 2014 (08.00 WIB) DS:
• Pasien mengatakan mempunyai kebiasaan membersihkan telinga menggunakan peniti setiap
hari, ketika sakit pasien hanya memberikan tetes telinga
• dua hari terakhir tiba-tiba keluar cairan bening dari telinga kiri dengan konsistensi kenyal dan
tidak bau.
DO: keluar cairan berwarna putih kental ditelinga. Resiko tinggi infeksi

Adanya eksudat di dalam saluran eusthasius

5 Selasa, 18 Nov 2014 (08.00 WIB) DS: Pasien mengatakan belum mengetahui penyakitnya dan
cara pengobatanya.
DO: Pasien tampak bertanya-tanya tentang kesehatanya. Kurang pengetahuan Penyakit dan
proses pengobatan

D. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Nyeri akut b.d Proses peradangan pada telinga
2. Gangguan sensori atau persepsi auditoris b.d gangguan penghantaran bunyi pada organ
pendengaran.
3. Resiko tinggi infeksi b.d adanya cairan eksudat di dalam saluran eusthasius
4. Ancietas b.d Prosedur pembedahan; miringoplasty/ mastoidektomi.
5. Kurang pengetahuan b.d penyakit dan proses pengobatan

E. INTERVENSI KEPERAWATAN
Waktu No.Dx Tujuan(NOC) Intervensi(NIC) TTD&
Nama
Selasa, 18 Nov 2014 (09.00 WIB) 1 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam
diharapakan nyeri berkurang dengan criteria hasil:
• Mampu mengontrol nyeri
• Nyeri turun sampai skala ringan 1-3
• Pasien tenang, tidak mengalami gangguan tidur
• Tanda vital dalam rentang normal • Beri posisi nyaman ; dengan posisi nyaman dapat
mengurangi nyeri.
• Kompres panas di telinga bagian luar ; untuk mengurangi nyeri.
• Kompres dingin ; untuk mengurangi tekanan telinga (edema)
• Ajarkan teknik nafas dalam untuk mengurangi nyeri
• Anjurkan pasien untuk tidak batuk
• Anjurkan pasien untuk tidak menyedot flu
• Anjurkan pasien untuk tidak melakukan kebiasaan buruk seperti memebersihkan telinga dengan
peniti.
• Anjurkan pasien untuk tidak menekan-nekan bagian telinga
• Kolaborasi pemberian analgetik, dan antibiotik, antiradang

Selasa, 18 Nov 2014 (09.00 WIB) 2 Setelah dilakukan tindakan keperawatan pasien mampu
mendengar lebuh baik dengan criteria hasil:
• Pasien mendengar suara dengan benar
• Pasien mampu berkomunikasi dengan baik dan benar • mengurangi kegaduhan pada lingkungan
klien
• Memandang klien ketika sedang berbicara
• Berbicara jelas dan tegas pada klien tanpa perlu berteriak
• Memberikan pencahayaan yang memadai bila klien bergantung pada gerak bibir
• Menggunakan tanda – tanda nonverbal (mis. Ekspresi wajah, menunjuk, atau gerakan tubuh)
dan bentuk komunikasi lainnya.
• Instruksikan kepada keluarga atau orang terdekat klien tentang bagaimana teknik komunikasi
yang efektif sehingga mereka dapat saling berinteraksi dengan klien
• Bila klien menginginkan dapat digunakan alat bantu pendengaran.
Selasa, 18 Nov 2014 (09.00 WIB) 3 Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24jam diharapkan
tidak terjadi infeksi yang meluas dengan criteria hasil:
• Radang telinga hilang
• Tidak ada udema
• Mengetaahui ttg resiko
• Memonitor factor resiko dari lingkungan • Observasi tanda-tanda perluasan infeksi, mastoiditis,
vertigo; untuk mengantisipasi perluasan lebih lanjut.
• Jaga kebersihan pada daerah liang telinga; untuk mengurangi pertumbuhan mikroorganisme
• Hindari mengeluarkan ingus dengan paksa/terlalu keras (sisi); untuk menghindari transfer
organisme dari tuba eustacius ke telinga tengah.
• Lakukan irigasi telinga
• Berikan obat tetes telinga
• Batasi pengunjung bila perlu
• Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan keperawatan
• Kolaborasi pemberian antibiotik

Selasa, 18 Nov 2014 (09.00 WIB) 4 Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam
diharapkan pasien tidak cemas untuk melakukan pembedahan dengan criteria hasil:
• Menyingkirkan tanda kecemasan
• Menggunakan strategi koping efektif
• Mampu menggunakan teknik relaksasi

• Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur


• Temani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut
• Observasi tingkat kecemasan klien dan anjurkan klien untuk mengungkapkan kecemasan serta
keprihatinannya mengenai pembedahan.
• Informasi mengenai pembedahan dan lingkungan ruang operasi penting untuk diketahui klien
sebelum pembedahan
• Mendiskusikan harapan pasca operatif dapat membantu mengurangi ansietas mengenai hal-hal
yang tidak diketahui klien.
Selasa, 18 Nov 2014 (09.00 WIB) 5 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam
diharapkan pasien mengetahui penyakitnya dan cara pengobatanya dengan criteria hasil:
• Pasien mengerti sakitnya
• Pasien paham cara pengobatanya • Ajarkan klien membersihkan telinga yang benar dan bersih
serta menggunakan antibiotik secara kontinyu sesuai aturan
• Beritahu komplikasi yang mungkin timbul dan bagaimana cara melaporkannya
• Tekankan hal-hal yang penting yang perlu ditindak lanjuti / evaluasi pendengaran
• Ajarkan pasien untuk tidak menekan telinga
• Ajarkan pasien untuk tidak membersihkan dengan alat2 yang kotor

F. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Waktu No.Dx Implementasi Respon TTD
&Nama
Selasa, 18 Nov 2014 (09.00 WIB) 1 • Kompres panas
• Kompres dingin
• Mengajarkan teknik nafas dalam
• memberian analgetik, dan antibiotik
• Nyeri sdikit berkurang
• Tekanan sedikit berkurang, pasien tampak menahan tekanan (meringis)
• Pasien melakukan nafas dalam saat nyeri
• Pasien minum obat, tampak lebih baik
Selasa, 18 Nov 2014 (09.20 WIB) 2 • mengurangi kegaduhan
• Memandang klien ketika sedang berbicara
• Berbicara jelas dan tegas pada klien tanpa perlu berteriak
• Memberikan pencahayaan yang memadai bila klien bergantung pada gerak bibir
• Memberikan alat bantu pendengaran • Pasien jadi tampak tenang
• Pasien belum mengerti dengan jelas pembicaraan
• Cahaya cukup terang
• Pasien tidak mau menggunakan alat bantu pendengaran karena tidak nyaman
Selasa, 18 Nov 2014 (09.40 WIB) 3 • Menjaga kebersihan pada daerah liang telinga; untuk
mengurangi pertumbuhan mikroorganisme
• Melakukan irigasi telinga
• Memberikan obat tetes telinga
• Membatasi pengunjung bila perlu
• Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan keperawatan
• Memberian antibiotik • Pasien memegang-megang telinga ketika tangan kotor
• Pasien menjadi sedikit nyaman
• Pasien nyaman
• Pengunjung hanya sedikit yang boleh masuk ruangan
• Pasien paham tehnik cuci tangan
• Antibiotik masuk
Selasa, 18 Nov 2014 (10.00 WIB) 4 • Menjelaskan semua prosedur
• Menemani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut
• Informasi mengenai pembedahan dan lingkungan ruang operasi penting untuk diketahui klien
sebelum pembedahan • Pasien masih bingung
• Pasien tampak sedikit tenang saaat ditemani
• Pasien masih cemas
Selasa, 18 Nov 2014 (10.20 WIB) 5 • Ajarkan klien membersihkan telinga yang benar dan bersih
serta menggunakan antibiotik secara kontinyu sesuai aturan
• Beritahu komplikasi yang mungkin timbul dan bagaimana cara melaporkannya
• Ajarkan pasien untuk tidak menekan telinga
• Ajarkan pasien untuk tidak membersihkan dengan alat2 yang kotor • Pasien kooperatif
• Pasien masih tampak bingung komplikasi yang mungkin timbul
• Pasien kadang menekan saat sakit
• Pasien kooperatif

G. EVALUASI
Waktu No.Dx SOAP TTD
& Nama
Selasa, 18 Nov 2014 (11.00 WIB) 1 S: Pasien mengatakan nyeri dan tekanan ditelinga sedikit
berkurang
O: Pasien tampak menahan tekanan sakit telinga(meringis)
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
• Kompres panas di telinga bagian luar ; untuk mengurangi nyeri.
• Kompres dingin ; untuk mengurangi tekanan telinga (edema)
• Ajarkan teknik nafas dalam untuk mengurangi nyeri
• Anjurkan pasien untuk tidak batuk
Selasa, 18 Nov 2014 (11.00 WIB) 2 S: Pasien mengatakan belum mengerti dengan jelas
pembicaraan
O: Pasien tampak tenang karena tidak ada kegaduhan
A: Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan Intervensi
• mengurangi kegaduhan pada lingkungan klien
• Memandang klien ketika sedang berbicara
• Berbicara jelas dan tegas pada klien tanpa perlu berteriak
• Memberikan pencahayaan yang memadai bila klien bergantung pada gerak bibir
Selasa, 18 Nov 2014 (11.00 WIB) 3 S: Pasien mengatakan sedikit nyaman sesudah telinga
diirigasi
O: Pasien memegang-megang telinga ketika tangan kotor
A: Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan interensi
• Lakukan irigasi telinga
• Berikan obat tetes telinga
• Batasi pengunjung bila perlu
• Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan keperawatan
• Kolaborasi pemberian antibiotik
Selasa, 18 Nov 2014 (11.000 WIB) 4 S: Pasien mengatakan masih bingung dan cemas
O: Pasien tampak sedikit tenang saaat ditemani
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
• Temani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut
• Observasi tingkat kecemasan klien dan anjurkan klien untuk mengungkapkan kecemasan serta
keprihatinannya mengenai pembedahan.
• Informasi mengenai pembedahan dan lingkungan ruang operasi penting untuk diketahui klien
sebelum pembedahan
Selasa, 18 Nov 2014 (11.00 WIB) 5 S: Pasien mengatakan masih bingung komplikasi yang
mungkin timbul
O: Pasien kadang menekan saat telinga sakit
A: Masalah Belum teratasi
P: Lanjutkan Intervensi
• Ajarkan klien membersihkan telinga yang benar dan bersih serta menggunakan antibiotik secara
kontinyu sesuai aturan
• Beritahu komplikasi yang mungkin timbul dan bagaimana cara melaporkannya
• Tekankan hal-hal yang penting yang perlu ditindak lanjuti / evaluasi pendengaran
• Ajarkan pasien untuk tidak menekan telinga

DAFTAR PUSTAKA

Ari, Elizabeth. 2007. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Pendengaran
dan Wicara. Editor : Dr. Ratna Anggraeni., Sp THT-KL., M.Kes. STIKes Santo Borromeus.
Bandung.
Brunner & Sudath . 2000. Keperawatan Medikal Bedah. Buku II Edisi 9, Alih Bahasa: Agung
Waluyo dkk. EGC. Jakarta.
Donna L. Wong, L.F. Whaley, Nursing Care of Infants and Children, Mosby Year Book.
Efiaty Arsyad, S, Nurbaiti Iskandar, Buku Ajar Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan,
Edisi III, FKUI,1997.
Mansjoer. 2001. Keperawatan Medikal Bedah II: Otitis Media. Jakarta