Anda di halaman 1dari 22

32

BAB IV

HASIL-HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Negeri 2 Ulim

1. Letak dan Luas SMP Negeri 2 Ulim

SMP Negeri 2 Ulim terletak di Gampong Keude Ulim Kecamatan Ulim

Kabupaten Pidie Jaya. Sekolah tersebut mempunyai jarak ke Kota Kecamatan

Ulim 30M dan posat Kota Kabupaten Pidie Jaya sekitar 6 KM menuju ke arah

Barat. Lokasi SMP Negeri 2 Ulim cukup strategis, karena terletak di pusat kota

Kecamatan. Adapun batas-batas SMP Negeri 2 Ulim Kecamatan Ulim Kabupaten

Pidie Jaya adalah sebagai berikut :

- Sebelah Utara berbatas dengan Rel Kereta Api

- Sebelah Timur berbatas dengan Jalan Kota Kecamatan Ulim

- Sebelah Selatan berbatas dengan Perumahan/Ruko

- Sebelah Barat berbatas dengan Persawahan.1

Pembangunan SMP Negeri 2 Ulim merupakan idaman dan cita-cita yang

telah dipogramkan masyarakat untuk kelancaran pendidikan. Dengan tujuan

membentuk para siswa yang beriman dan bertakwa terhadap Allah SWT, serta

menghayati dan mengamalkan sesuai dengan ajaran Islam.

Sekolah yang dibangun di atas tanah seluas 7.840 M2 tersebut merupakan

sebuah lembaga pendidikan yang didirikan pada tanggal 7 November 1983

dengan status Negeri. Dan memiliki Nomor Statistik (NSS) 201060221028.

Hasil Wawancara dengan Kepala SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya, 8 Februari
2013
33

SMP Negeri 2 Ulim saat ini dikepalai oleh Drs. A. Jabbar, telah terjadi

berbagai macam perubahan baik dari sisi kepemimpinan maupun dari sisi

pembelajaran yang membuat masyarakat bermotivasi tinggi untuk menyekolahkan

anaknya pada sekolah tersebut.

2. Fasilitas-fasilitas yang dimiliki SMP Negeri 2 Ulim

Dalam menjalankan berbagai aktifitas baik dalam hal pembelajaran

maupun dalam hal-hal lain, SMP Negeri 2 Ulim memiliki sarana dan prasarana

yang sampai saat ini adalah sepetak pertapakan gedung yang luasnya 1.540 M 2. Di

atas tanah tersebut telah didirikan beberapa unit ruang yang terdiri dari ruang

belajar, ruang kepala sekolah, ruang guru, laboratorium, ruang pustaka, WC guru,

WC siswa, lapangan voly serta perparkiran.

Adapun untuk melihat secara jelas tetang prasarana yang di miliki oleh

SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya, dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 3.1 Sarana dan Prasarana SMP Negeri 2 Ulim :

No. Sarana / Prasarana Jumlah Keterangan


1 Ruang Belajar 14 Baik
2 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik
3 Ruang Guru 1 Baik
4 Laboratoriaum 1 Baik
5 Pustaka 1 Baik
6 WC Guru 1 Baik
7 WC Murid 8 Baik
8 Lapangan Volly 1 Baik
9 Tempat Parkir 1 Baik
Sumber : Dokumentasi SMP Negeri 2 Ulim
34

Berdasarkan keterangan kepala sekolah sarana yang telah ada 100% milik

Negara yang berasal dari sumbangan pihak-pihak masyarakat dan di beli dengan

dana sekolah serta subsidi pemerintah.2

Hasil wawancara dengan Bapak Kepala SMP N 2 Ulim, menyatakan

bahwa selalu berupaya untuk menyediakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh

guru agama dalam proses belajar mengajar seperti : pengadaan alat dan media

pembelajaran, buku-buku bacaan, alat peraga lainnya.3

Mengenai administrasi sekolah menurut pengamatan penulis telah

dilaksanakan dengan baik.

3. Data Pendidikan dan Tenaga Kependidikan

SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya memiliki tenaga pendidik dan

kependidikan bertugas seluruhnya berjumlah 57 (lima puluh tuju) orang yang

terdiri dari 21 (dua puluh satu) orang laki-laki dan 36 (tiga puluh enam) orang

wanita. Dari jumlah itu Pegawai Negeri (PNS) 36 (tiga puluh enam) orang dan

guru honorarium sebanyak 14 (empat belah) orang, Pegawai Tata Usaha yang

PNS empat orang dan tiga pegawai Honorer. Untuk lebih jelas tentang keadaan

pendidik dan tenaga kependidikan di SMP Negeri 2 Ulim dapat dilihat dalam tabel

dibawah ini.

Tabel. 3.2 Data Pendidikan dan Tenaga Kependidikan di SMP Negeri 2 Ulim
2

Hasil Wawancara dengan Kepala SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya, 8 Februari
2013
3
Hasil Wawancara dengan Kepala SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya, 8 Februari
2013
35

No Status Guru Jumlah Kelamin Pendidikan


L P Jlh D-III S-I Jlh
1 Guru Tetap (GT) 14 22 36 9 27 36
2 Guru Tidak Tetap (GTT) 2 12 14 - 14 14
3 Pegawai Tetap (PT) 2 2 4 4 - 4
4 Pegawai Tidak Tetap (PTT) 3 - 3 3 - 3
Jumlah 21 36 57 16 41 57
Sumber : Dokumentasi SMP Negeri 2 Ulim
Untuk kelancaran tugas sebagaimana diharapkan, maka SMP Negeri 2

Ulim membagi tugas masing-masing unit kerja. Adapun tugas-tugas tersebut

adalah sebagai berikut:4

a. Komite Sekolah

Komite sekolah bertugas membantu kelancaran pendidikan di sekolah

dengan ketentuan tidak ikut campur dalam urusan pengajaran dan pendidikan.

b. Kepala Sekolah

Kepala Sekolah merupakan pemimpin tertinggi di Sekolah, bertugas

menyusun rencana kerja dan mengkoordinir semua pekerjaan yang dilaksanakan

oleh guru-guru dan pegawai serta menyampaikan laporan kepada pihak yang

berkepentingan. Di samping itu menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam

proses belajar mengajar di sekolah. Dalam menjalankan tugas bertanggung jawab

kepada Kementrian Pendidikan.

c. Wakil Kepala Sekolah

Wakil Kepala Sekolah bertugas mengkordinasikan pelaksanaan kurikulum

dan memeriksa administrasi kurikulum yag diselenggarakan oleh guru. Kemudian


4

Hasil Wawancara dengan Kepala SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya, 9 Februari
2013
36

mempersiapkan penyelenggaraan ujian dan rencana pembagian ropor kepada wali

murid atau murit itu sendiri.

Wakil Kepala Sekolah juga bertugas merencanakan pembinaan siswa baik

dalam kegiatan kurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler. Megawasi

pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan serta pembinaan bakat dan minat siswa,

baik olah raga maupun kesenian. Di samping itu mengadakan hubungan dengan

pihak-pihak diluar sekolah baik secara formal maupun secara informal terutama

dengan orang tua siswa. Merencanakan pertemuan dengan Komite Sekolah atau

Wali Murid. Dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala

Sekolah.

Adapun tugas lain dari Wakil Kepala Sekolah mengawasi pelaksanaan

administrasi umum, administrasi murid, administrasi keuagan. Kemudian

mengawasi pemasukan dan pengeluaran dana atau belanja Sekolah. Mengadakan

perbekalan Sekolah dan mengawasi pembukuan dan mengontrol barang-barang

inventasi. Dalam menjalankan tugas bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah.

d. Tata Usaha

Bagian tata usaha bertugas menyelenggarakan administrasi umum,

administrasi pegawai, administrasi murid dan tata usaha keuangan. Kemudian

mengadakan korespondensi dan menyelenggarakan administrasi barang serta

daftar inventaris. Dalam menjalankan tugas bertanggung jawan kepada Sekolah.

e. Guru

Guru merupakan pelaksanaan tehnik dalam bidang pendidikan dan

pengajaran. Tugasnya meliputi menyususun satuan pelajaran, mengadakan


37

evaluasi dan menyiapkan daftar nilai untuk diserahkan kepada wali kelas. Dalam

melasanakan tugasnya dikoordinasikan oleh wakil Kepala Sekolah dan

bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah.

Tugas lain dari pada guru adalah melakukan bimbingan dan penyuluhan.

Dalam bidang bimbingan dan penyuluhan, tugasnya antara lain

mengidentifikakasikan masalah-masalah yang dihadapi siswa, member pelayanan

bimbingan kepada siswa yang membutuhkan, baik karena diminta maupun tidak

diminta. Menentukan langkah terapi yang sesuai dengan masalah yang dihadapi

oleh siswa.

4. Jumlah Siswa SMP Negeri 2 Ulim

SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya adalah salah satu Sekolah

dalam bidang umum yang dikelola oleh aparatur pemerintahan. Jumlah muridnya

sekarang adalah 178 0rang. Jumlah ini terdiri dari 119 orang laki-laki dan 59

orang perempuan. Untuk lebih jelas tentang jumlah murid dapat dilihat di dalam

tabel berikut ini.5

Tabel 3.3 Jumlah Murid Menurut Kelas dan Jenis Kelamin


No Kelas Rombongan Belajar Lk Pr Jumlah
1 Kelas VII 3 46 18 64
2 Kelas VIII 3 43 29 72
3 Kelas IX 2 30 12 42
Jumlah 8 119 59 178
Sumber: Dokumentasi SMP Negeri 2 Ulim

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan, bahwa jumlah siswa SMP

Negeri 2 Ulim keseluruhan adalah 178 orang siswa yang terdiri dari kelas VII tiga

Hasil Wawancara dengan Kepala SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya, 9 Februari
2013
38

ruang dengan jumlah siswa 64, kelas VIII tiga ruang dengan jumlah siswa 72 dan

kelas IX dua ruang dengan jumlah siswa 42.

B. Tingkat Penerapan Pembelajaran Materi Al-Qur’an Pada SMP 2 Ulim

Pembelajaran merupakan proses timbal balik antara guru dengan murid,

dimana pembelajaran berasal dari kata belajar-mengajar. Belajar adalah proses

perubahan tingkah laku seseorang, sedangkan mengajar adalah proses untuk

membuat orang supaya mengetahuai segala sesuatu.

Bapak Mulyadi dan Ibu Ramlah menyatakan “tingkat penerapan dalam

pembelajaran materi Al-Qur’an pada SMP Negeri 2 Ulim yaitu merencanakan

pembelajaran, membuat silabus, membuat RPP, menentukan alokasi waktu dan

evaluasi”.6

Dari hasil wawancara di atas, tingkat penerapan dalam pembelajaran

materi Al-Qur’an yang dilakukan guru pada SMP Negeri 2 Ulim yaitu dengan

membuat silabus dan merencanakan pembelajaran serta membuat satuan

pembelajaran. Oleh karena itu sebelum berlangsungnya proses belajar mengajar

guru harus mempersiapkan materi pelajaran supaya proses belajar mengajar

berjalan dengan laincar. Dengan demikian dapat disimpulkan guru Al-Qur’an

pada SMP 2 Ulim sudah melakukan tingkat penerapan pembelajaran dengan

membuat perencanaan pembelajaran dan membuat silabus.

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim, 11 Februari 2013
39

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar

mengajar Al-Qur’an pada SMP Negeri 2 Ulim mempunyai hambatan-hambatan

dalam hal menulis dan menghafal. Hal ini senada dengan pendapat Ibu Ramlah

yang mengatakan bahwa siswa SMP Negeri 2 Ulim dalam proses belajar mengajar

siswa mempunyai kesulitan dalam hal menulis, membacadan menghafal Al-

Qur’an sehingga siswa kurang memahami, akan tetapi guru terus membimbing

siswa yang memiliki kesulitan dalam proses pembelajaran materi Al-Qur’an. 7

Dengan demikian jelaslah bahwa setiap aktivitas yang berlangsung di SMP Negeri

2 Ulim siswa mempunyai hambatan dalam proses belajar mengajar akan tetapi

dengan hambatan-hambatan tersebut tidaklah menjadi permasalahan atau

penghambat bagi siswa dalam proses pembelajaran materi Al-Qur’an.

Tabel 3.4 Kesulitan-kesulitan siswa dalam pembelajaran materi Al-Qur’an

No Alternatif Jawaban Frekuensi %


1. Membaca 1 2,2
2. Menulis 7 15,6
3. Menghafal 34 75,6
4. Lain-lain 3 6,7
Jumlah 45 100

Tabel diatas menjelaskan tentang kesulitan siswa dalam pelajaran materi

Al-Qur’an dengan alternatif jawaban yang bervariasi. Umumnya yaitu sebanyak

75,6% siswa kesulitan dalam pembelajaran materi Al-Qur’an. 15,6%, diantaranya

siswa kesulitan dalam menulis pelajaran materi Al-Qur’an. 6,7%, siswa yang

menjawab lain-lain sebanyak. Hanya 2,2% saja siswa yang kesulitan dalam

membaca pelajaran materi Al-Qur’an.


7

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 11 Februari 2013
40

Jadi hal ini membuktikan bahwa dalam proses belajar mengajar tidak

semua siswa mudah memahami pelajaran yang diberikan guru dalam proses

belajar mengajar. Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar

mengajar banyak bentuk kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa baik dari segi

membaca, menulis, dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Diantara kesulitan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan Bapak

Mulyadi dan Ibu Ramlah yaitu guru agama yang menyatakan bahwa bentuk

kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh sebagian siswa SMP Negeri 2 Ulim dalam

proses pembelajaran Al-Qur’an yaitu dari dari segi membaca, menghafal, dan

menulis ayat Al-Qur’an.8

Maka oleh karena itu seorang guru harus berusaha dengan sebaiknya bagi

siswa yang memiliki kesulitan dalam belajat dan harus dapat mengetahui apa

penyebabnya siswa tersebut memiliki kesulitan dalam belajar.

Dalam suatu proses belajar mengajar selain dipengaruhi oleh materi yang

diberikan oleh guru, juga dipengaruhi oleh faktor kondisi, yaitu berupa waktu. Di

SMP Negeri 2 Ulim, mata pelajaran pendidikan Al-Qur’an memiliki waktu belajar

hanya 2 jam dalam seminggu.9 Maka dapat disimpulkan bahwa waktu dalam

proses pembelajaran pendidikan Al-Qur’an di SMP Negeri 2 Ulim hanya 2 jam

dalam seminggu.

Berikut ini kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran materi Al-Qur’an :

Tabel 3.5 Ada tidaknya siswa menghadapi kesulitan-kesulitan dalam


pembelajaran materi Al-Qur’an
No Alternatif Jawaban Frekuensi %
8

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 11 Februari 2013
9

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 12 Februari 2013
41

1. Ada 7 15,6
2. Tidak 8 17,8
3. Kadang-Kadang 30 66,7
4. ……………. - -
Jumlah 45 100

Tabel diatas menjelaskan tentang kesulitan yang dihadapi siswa dalam

pembelajaran materi Al-Qur’an dengan alternatif jawaban yang bervariasi. 66,7%

siswa kadang-kadang kesulitan dalam pembelajaran materi Al-Qur’an. Ada juga

diantaranya yang tidak kesulitan dalam pembelajaran materi Al-Qur’an yaitu

17,8%. Dan hanya 15,6% dari siswa yang ada kesulitan dalam pembelajaran

materi Al-Qur’an.

Dari keterangan diatas jelas bahwa kesulitan-kesulitan siswa dalam

pembelajaran materi Al-Qur’an sagat bervariasi. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa semua siswa SMP Negeri 2 Ulim menghadapi kesulitan-

kesulitan dalam pembelajaran materi Al-Qur’an meskipun berbeda-beda

kesulitannya.

Hasil wawancara dengan Bapak Mulyadi dan Ibu Ramlah menyatakan “

usaha yang di lakukan untuk menghadapi siswa yang berkesulitan dalam belajar

materi Al-Qur’an, memberikan pelajaran tambahan, mengajar ngaji pada sore

hari.10

Maka oleh karena itu seorang guru harus berusaha dengan sebaik-baiknya

bagi siswa yang memiliki kesulitan dalam belajar harus mengetahui apa penyebab

siswa tersebut memliki kesulitan dalam belajar.

10

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 12 Februari 2013
42

Berikut ini adalah pernyataan siswa tentang kemampuan dalam membaca

Al-Qur’an, ada di antaranya penyataan di tingkat sedang, baik, dan di tingkat

lemah. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 3.6 Kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an

No Alternatif Jawaban Frekuensi %


1. Sedang 28 62,2
2. Baik 14 31,1
3. Lemah 3 6,7
4. ……………. - -
Jumlah 45 100

Tabel diatas menjelaskan tentang kemampuan responden membaca Al-

Qur’an dengan alternatif jawaban yang bermacam-macam. 62,2% diantara

responden yang menjawaban kemampuan membaca Al-Qur’an sedang. 31,1%

responden yang memilih kemampuan membaca Al-Qur’an baik. Dan hanya 6,7%

responden yang memilih kemampuan dalam baca Al-Qur’an lemah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 2 Ulim

umumnya berkemampuan sedang dalam membaca Al-Qur’an. Dalam jumlah yang

tidak seberapa ada yang menyatakan baik, dan hanya sedikit siswa yag

menyatakan lemah. Dalam siswa belajar membaca Al-Qur’an tentu saja ada yang

memotivasinya.

Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an tentu

ada berbagai macam cara dilakukan oleh guru dalam belajar mengajar Al-Qur’an.

Hal ini sesui dengan pendapat yang diutarakan oleh para guru agama, yaitu

motivasi atau dorongan terhadap siswa sangat perlu dilakukan agar proses belajar

mengajar dapat berjalan dengan baik, karena salah satu indicator keberhasilan
43

guru dalam mengajar adalah siswa bisa memahahi segala sesuatu yang diajarkan

oleh guru serta siswa termotivasi dan senang terhadap guru tersebut.11

Dari hasil Hasil wawancara dengan Bapak Mulyadi dan Ibu Ramlah

menyatakan tingkat kemamapuan membaca Al-Qur’an dari sekian banyak jumlah

siswa SMP 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya, maka diantaranya 20% siswa di tingkat

baca Al-Qur’an lemah, dan 50% siswa di tingkat baca Al-Qur’an baik. 12

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa, guru agama SMP

Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya selalu berupaya untuk meningkatkan

motivasi siswa dalam belajar khususnya belajar Al-Qur’an.

Berikut ini kesulitan-kesulitan siswa dalam menghafal ayat-ayat Al-

Qur’an:

Tabel 3.7 Ada tidaknya siswa kesulitan-kesulitan dalam menghafal ayat-ayat


Al-Qur’an
No Alternatif Jawaban Frekuensi %
1. Huruf 9 20
2. Panjang 22 48,9
3. Pendek 8 17,8
4. Lain-lain 6 13,3
Jumlah 45 100

Tabel di atas menjelaskan tentang kesulitan-kesulitan siswa dalam

menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dengan alternatif jawaban berbeda-beda, ada di

antaranya jawaban tentang huruf, panjang, pendek, dan lain-lain. Manyoritas

responden memilih jawaban kesulitan-kesulitan dengan panjang yaitu 48,9%.

Diantaranya memilih jawaban karena huruf 20%. hanya17,8% responden


11

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 12 Februari 2013
12
Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 12 Februari 2013
44

memilih dengan pendek, dan hanya 13,3% saja yang yang memilih karena lain-

lain.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesulitan-kesulitan siswa SMP

Negeri 2 Ulim dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an adalah umumnya dengan

panjang bacaannya.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa para

siswa-siswi SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya mengalami kesulitan-

kesulitan dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an terutama karena panjang, karena

huruf, dan pendek.

Dalam mempelajari materi Al-Qur’an siswa SMP Negeri 2 Ulim

Kabupaten Pidie Jaya hanya sekitar 50% siswa yang berkusulitan dengan

membaca dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, namun penulis mewawancarai

kepada 2 guru agama tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sehingga

mereka berkesulitan dalam membaca dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, dan

jawabanya adalah : faktor siswa itu sendiri, dan faktor lingkungannya dan faktor

orang tua dan keluarga).13

Untuk mengguragi kesulitan-kesulitan siswa dalam belajat Al-Qur’an,

maka guru memotivasi siswa untuk lebih giat belajar agama terutama belajar Al-

Qur’an, faktor yang paling mempengaruhi di antara semua faktor tersebut di atas

adalah faktor lingkungan keluarga, karena keluarga merupakan pendidikan

pertama anak semenjak lahir. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara penulis

dengan guru agama SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya yaitu, keluarga
13

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 13 Februari 2013
45

merupakan pendidikan pertama bagi siswa, sebagus apa arahan yanh kami (guru)

berikan tidak pernah akan berhasil tanpa dorongan dari orang tua mereka sendiri.14

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa, keluarga merupakan

salah satu faktor dominan dalam meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an siswa

SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya.

C. Hambatan-Hambatan yang Dihadapi Siswa Dalam Pembelajaran Materi


Al-Qur’an

Dalam kegiatan belajar mengajar guru berperan sebagai pembimbing atau

pendidik, namun dalam proses belajar mengajar tersebut tidaklah berjalan dengan

lancar, tetapi banyak faktor atau hambatan-hambatan yang mesti harus di hadapi

oleh guru. Dan guru terus berusaha untuk mengatasi kesulitan siswa dalam proses

pembelajaran untuk lebih jelasnya mengenai hambatan-hambatan yang dihadapi

siswa dalam pembelajaran materi Al-Qur’an dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3.8 Ada tidaknya Hambatan-hambatan yang dihadapi siswa dalam


pembelajaran materi Al-Qur’an
No Alternatif Jawaban Frekuensi %
1. Ada 16 35,6
2. Kadang-kadang 25 55,6
3. Tidak ada 4 8,9
4. …………. - -
Jumlah 45 100
Tabel diatas menjelaskan tentang hambatan-hambatan yang dihadapi siswa

dalam pembelajaran materi Al-Qur’an dengan alternatif jawaban yang bervariasi,

ada alternatif ada, kadang-kadang, dan ada juga alternatif jawaban tidak ada.

55,6% diantara responden memilih alternatif jawaban tentang hambatan-hambatan

yang dihadapi siswa dalam pembelajaran materi Al-Qur’an adalah kadang-


14

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 13 Februari 2013
46

kadang. 35,6% responden yang memilih alternatif jawaban ada hambatan-

hambatan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran materi Al-Qur’an. Dan hanya

8,9% saja yang memilih alternatif jawaban tidak ada hambatan-hambatan yang

dihadapi siswa dalam belajaran materi Al-Qur’an.

Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa dalam proses belajar

mengajar banyak kendala dan hambatan-hambatan yang dihadapi guru dan siswa

namun dengan kendala tersebut bukanlah suatu faktor yang menghambat prose

belajar mengajar bagi siswa SMP Negeri 2 Ulim. Selain dari itu dalam proses

belajar Al-Qur’an siswa jugam menghadapi kesulitan dalam hal menulis,

menghafal, dan membaca. Sehingga banyak siswa yang kurang memahami cara

menulis dalam pembelajaran mateti Al-Qur’an.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar

mengajar Al-Qur’an pada SMP Negeri 2 Ulim mempunyai hambatan-hambatan

dalam hal menulis dan menghafal. Ibu Ramlah menyatakan bahwa faktor

penghambat bagi siswa yang berkesulitan belajar Al-Qur’an adalah “faktor

keturunan, fakor lingkungan, dan faktor dari guru”.15 dan Bapak Mulyadi bahwa

faktor penghambat bagi siswa yang berkesulitan belajar Al-Qur’an adalah “siswa

mempunyai kesulitan dalam hal menulis, membaca dan menghafal Al-Qur’an

sehingga siswa kurang memahami, akan tetapi guru terus membimbing siswa

yang memiliki kesulitan dalam proses pembelajaran materi Al-Qur’an. 16 Dengan


15

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 14 Februari 2013
16

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 14 Februari 2013
47

demikian jelaslah bahwa setiap aktivitas yang berlangsung di SMP Negeri 2 Ulim

siswa mempunyai hambatan dalam proses belajar mengajar akan tetapi dengan

hambatan-hambatan tersebut tidaklah menjadi permasalahan atau penghambat

bagi siswa dalam proses pembelajaran materi Al-Qur’an.

Berikut ini adalah strategi yang digunakan guru dalam belajar Al-Qur’an

dengan beragam pernyataan, ada yang belajar secara kelompok, belajar mandiri,

demontrasi, dan lain-lain. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3.9 Strategi yang digunakan guru bagi siswa yang berkesulitan
belajar materi Al-Qur’an
No Alternatif Jawaban Frekuensi %
1. Belajar kelompok 19 42,2
2. Belajar mandiri 20 44,4
3. Demontrasi 5 11,1
4. Lain-lain 1 2,2
Jumlah 45 100

Tabel di atas menjelaskan tentang strategi yang digunakan guru dalam

belajar mengajar Al-Qur’an dengan alternatif jawaban sagat berbeda. 44,4%

siswa menyatakan belajar mandiri. 42,2 yang menyatakan belajar

secarakelompok. Ada yang menyatakan belajar dengan cara demontrasi11,1, dan

hanya 2,2% saja siswa yang menyatakan belajar dengan cara mereka sendiri.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan guru

SMP Negeri 2 Ulim dalam belajar mengajar Al-Qur’an bermacam-macam

strategi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ibu Ramlah yang menyatakan bahwa

guru dalam proses belajar mengajar menggunakan berbagai strategi bagi siswa

yang berkesuliatan dalam belajar mengajar untuk memudahkan siswa dalam

memahami pelajaran yang diberikan sehingga siswa lebih mudah memahami.17


17

Hasil Wawancara dengan Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2 Ulim), 14 Februari
2013
48

Dalam proses belajar mengajar materi Al-Qur’an bagi siswa SMP Negeri 2

Ulim, ada diantaranya kesulitan-kesulitan belajar siswa. Untuk mengetahui

dengan jelas penyebab kesulitan-kesulitan belajar siswa dapat dilihat dalam tebel

berikut ini :

Tabel 3.10 Ada tidaknya penyebab siswa berkesulitan dalam belajar materi Al-
Qur’an
No Alternatif Jawaban Frekuensi %
1. Orang Tua - -
2. Keturunan 5 11,1
3. Lingkungan 34 75,6
4. Lain-lain 6 13,3
Jumlah 45 100

Tabel diatas menjelaskan tentang penyebab kesulitan siswa dalam belajar

materi Al-Qur’an dengan alternatif jawaban yang beragam, ada diantaranya

alternatif jawaban karena keturunan, lingkungan, dan lain-lain. Manyoritas

responden yang memilih alternatif jawaban karena lingkungan yaitu 75,6%.

13,3% diantaranya memilih jawaban karena keturunan, dan ada diantaranya

responden yang memilih jawaban karena lain-lain hanya 11,1 siswa saja.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyebab kesulitan siswa

SMP Negeri 2 Ulim dalam belajar mengajar materi Al-Qur’an adalah umumnya

karena lingkungannya.

Hasil wawancara dengan Hasil wawancara dengan Bapak Mulyadi dan

Ibu Ramlah, menyatakan bahwa penyebab siswa sulit dalam belajar materi Al-

Qur’an yaitu kurangnya dukungan dan bujukan dari orang tua dalam membimbing

anaknya, dan tidak pernah memantau keadaan yang dihadapi oleh anaknya dalam
49

belajar materi Al-Qur’an.18 Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar

sangat penting dukungan dari orang tua agar siswa lebih semangat dalam belajar.

Untuk mengetahui cara siswa untuk mengurangi hambatan-hambatan

dalam belajar materi Al-Qur’an dapat kita lihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 3.11 Ada tidaknya cara siswa mengurangi hambatan-hambatan dalam


belajar materi Al-Qur’an
No Alternatif Jawaban Frekuensi %
1. Ada 28 62,2
2. Tidak 7 15,6
3. Kadang-kadang 10 22,2
4. …………. - -
Jumlah 45 100

Tabel di atas menjelaskan tentang cara yang dilakukan siswa untuk

mengurangi hambatan-hambatan dalam belajar materi Al-Qur’an dengan alternatif

jawaban bervariasi, ada alternatif jawaban ada, dan alternatif jawaban tidak ada,

atau alternatif jawaban kadang-kadang. 62,2% diantara responden memilih

alternatif jawaban ada, 22,2% responden yang memilih alternatif kadang-kadang.

Dan hanya 15,6% responden yang memilih alternatif jawaban tidak ada.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua cara yang dilakukan

siswa SMP Negeri 2 Ulim untuk mengurangi hambatan-hambatan dalam belajar

materi Al-Qur’an adalah meningkatkan kemampuan untuk mengurangi

hambatan- hambatan belajar Al-Qur’an.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak Mulyadi menyatakan bahwa

upaya guru untuk menguragi hambatan siswa yang berkesulitan belajar materi Al-

Qur’an yaitu dengan memanggil orang tua wali, memberikan penjelasan tentang
18

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 14 Februari 2013
50

hikmah orang menghafal Al-Qur’an, dan memanggil guru agama untuk mendidik

anak-anak yang mengalami hambatan dan kesulitan-kesulitan dalam belajar

materi Al-Qur’an.19

Untuk mengetahui dengan jelas ada tidaknya guru pada SMP Negeri 2

Ulim menggunakan metode-metode dalam pembelajaran materi Al-Qur’an dapat

kita lihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 3.12 Ada tidaknya guru SMP Negeri 2 Ulim menggunakan metode-metode
yang cocok dalam pembelajaran materi Al-Qur’an
No Alternatif Jawaban Frekuensi %
1. Tanya Jawab 26 57,8
2. Demontrasi 11 24,4
3. Dril 7 15,6
4. Lain-lain 1 2,2
Jumlah 45 100

Tabel di atas menjelaskan ada tidaknya guru pada SMP Negeri 2 Ulim

menggunakan metode-metode dalam pembelajaran materi Al-Qur’an dengan

alternatif jawaban bervariasi, ada alternative metode Tanya jawab, demontrasi,

dril, dan lain-lain. 57,8% diantara responden memilih alternatif jawaban metode

tanya jawab. 24,4 diantaranya responden yang memilih alternatif jawaban metode

demontrasi, ada diantaranya responden yang memilih jawaban metode dril

sebanyak 15,6%. Dan hanya satu orang saja yang memilih alternatif jawaban lain-

lain sebanyak 2,2.

Dari keterangan di atas jelas bahwa guru pada SMP Negeri 2 Ulim

umumnya menggunakan metode-metode yang sangat cocok di gunakan dalam

pembelajaran materi Al-Qur’an.


19

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi (Guru Agama SMP Negeri 2 Ulim), 14
Februari 2013
51

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa umumnya guru agama pada

SMP 2 Ulim menggunkan metode-metode dalam pembelajaran materi Al-Qur’an.

Pembelajaran terkait dengan bagaimana membelajarkan siswa atau

bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan terdorong oleh

kemauannya sendiri untuk mempelajari apa-apa yang tertera dalam kurikulum

sebagai kebutuhan peserta didik. Untuk itu kami selaku guru agama pada SMP

negeri 2 Ulim khususnya guru Al-Qur’an kami menggunakan metode dengan cara

menentukan ketua kelompok terlebih dahulu, dimana siswa yang pintar dijadikan

sebagai ketua kelompok masing-masing, setelah itu baru ditentukan siswa-siswi

yang lain untuk dimasukkan setiap kelompok. Adapun cara kami, setiap selesai

mengerjakan kelompok kami selalalu memberikan hadia, agar anak terangsa

dalam belajar agama khusunya belajar Al-Qur’an.20

Hal ini sesuai dengan pernyataan guru agama ( khusunya guru bidang

studi Al-Qur’an) SMP Negeri 2 Ulim selalu berupaya untuk menggunakan mtode-

metode yang sesui untuk di ajarkan kepada siswa-siswi.21

D. Analisis Data dan Pembuktian Hipotesis

1. Analisis Data

Untuk menganalisa data dalam tulisan skripsi ini penulis menggunakan

tehnik statistik sederhana (P = f/n x 100%), yaitu dengan menghitung persentase

20

Hasil Wawancara dengan Bapak Mulyadi, Ibu Ramlah (Guru Agama SMP Negeri 2
Ulim), 14 Februari 2013
21

Hasil Wawancara dengan Guru Agama SMP Negeri 2 Ulim, 14 Februari 2013
52

dari setiap alternatif jawaban yang diberikan responden seperti yang terlihat pada

tabel-tabel di atas.

a. Tingkat Penerapan Pembelajaran Materi Al-Qur’an Pada SMP 2 Ulim

Penerapan pembelajaran materi Al-Qur’an pada SMP Negeri 2 Ulim

berjalan dengan baik.

b. Hambatan-hambatan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran


Materi Al-Qur’an
Hambatan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran materi Al-Qur’an

pada SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya salah satunya adalah terbatasnya

jam mata pelajaran Al-Qur’an, karena apabila jam pelajaran tidak mencukupi akan

mengakibatkan proses pembelajaran Al-Qur’an akan terhambat.

2. Pembuktian Hipotesis

Dari uraian pada bab terdahulu melalui hasil observasi, wawancara dan

angket penulis telah memperoleh data tentang “Kesulitan siswa dalam

pembelajaran Materi Al-Qur’an pada SMP Negeri 2 Ulim”. Maka tahap

berikutnya adalah melakukan pembuktian hipotesis terhadap hipotesis yang telah

ditetapkan pada bab satu. Adapun hipotesis yang telah dikemukakan dalam bab

pertama adalah sebagai berikut :

a. Hipotesis Pertama

“Banyaknya kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa SMP Negeri 2 Ulim

dalam mempelajari materi Al-Qur’an”. Untuk membuktikan hipotesis pertama ini

dapat diterima atau ditolak, dapat dilihat pada tebel 3.4 kesulitan- kesulitan siswa

dalam pembelajaran materi Al-Qur’an, dan tabel 3.5 ada tidaknya siswa

menghadapi kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran materi Al-Qur’an. Dari


53

analisis tabel diatas dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima

kebenarannya karena pada SMP Negeri 2 Ulim Kabupaten Pidie Jaya dalam

proses pembelajaran materi Al-Qur’an masih banyak terdapat kesulitan-kesulitan

siswa dalam pembelajaran materi Al-Qur’an. Hal ini sesuai tabel 3.4, tabel 3.5,

dan hasil wawancara dengan guru agama pada SMP Negeri 2 Ulim.

b. Hipotesis Kedua

“Pelaksanaan pembelajaran materi Al-Qur’an pada siswa SMP Negeri 2

Ulim belum optimal dan masih banyak hambatan-hambatannya”. Berdasarkan

analisis data dalam penelitian tersebut hipotesis kedua ternyata terbukti

kebenarannya. Hal ini dapat kita lihat pada tabel 3.8, tentang hambatan-hambatan

yang dihadapi siswa dalam pembelajaran materi Al-Qur’an pada SMP Negeri 2

Ulim.