Anda di halaman 1dari 18

REFLEKSI KASUS

DIARE AKUT DEHIDRASI RINGAN SEDANG


(DADRS)
Untuk memenuhi sebagian syarat kelulusan kepanitraan Klinik Bagian Ilmu
Kesehatan Anak
RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi

Disusun Oleh:
Pipit Suandari
01.211.6485

Pembimbing:
dr. Agustinawati Ulfah, Sp.A

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2016

1
LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PASIEN
a. Nama : An. SZ
b. Usia : 10 Bulan
c. Jenis Kelamin : Perempuan
d. Alamat : Kalongan 9/6 Purwodadi, Grobogan
e. Pekerjaan Orangtua : PNS
f. Tanggal Masuk : 29 Februari 2016
g. Ruang Perawatan : Bangsal Cempaka

II. ANAMNESIS
Dilakukan secara allo-anamnesis dengan ibu pasien di bangsal pada
tanggal 2 Maret 2016.
a. Keluhan Utama
BAB cair

b. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke IGD RSUD dr. R Soedjati Purwodadi dibawa
orangtuanya dengan keluhan BAB cair ±5 hari, dalam sehari BAB > 5
kali, sekali BAB kurang lebih ¼ gelas aqua, berwarna kekuningan,
sedikit berlendir, ampas sedikit, tidak tercampur darah, tidak
nyemprot, tidak bau asam. Pasien terlihat seperti ingin minum terus.
Ibu mengakui mata anaknya lebih layu / lebih cowong dari biasanya.
Ibu pasien juga mengeluh putranya demam, badan lemas, dan
tidak menangis kuat. Tidak sesak, tidak mual muntah, tidak mimisan,
tidak kejang serta BAK tidak dapat dinilai frekuensi, warna dan
jumlahnya, karena sering bercampur dengan feses.

2
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Demam tinggi : disangkal
Batuk dan pilek : disangkal
Alergi : disangkal
Sesak : disangkal
Sakit telinga : disangkal

d. Riwayat Penyakit Keluarga


Keluarga pasien tidak ada yang sakit seperti ini.

e. Riwayat Kehamilan dan Pemeliharaan Prenatal


– Perawatan ANC : 6 kali selama hamil di dokter
Sp.OG
– Tempat kelahiran : RS
– Penolong kelahiran : dr. Sp. OG
– Cara persalinan : SC, 39 minggu
– Keadaan bayi : Sehat, langsung menangis
– BBL : 3400 gram
– Kelainan bawaan : (-)
– Kesan : Neonatal Aterm
– Riwayat ibu muntah berlebih (-), sakit kepala berat (-), riwayat
jatuh saat kehamilan (-), riwayat minum jamu dan pijat perut (-),
selama hamil, ibu pasien hanya menerima dan mengkonsumsi
vitamin dari dokter.
Kesan: riwayat kehamilan dan pemeliharaan prenatal baik.

f. Riwayat Persalinan
Anak perempuan lahir secara SC a/i re SC dari ibu G2P1A0 hamil 39
minggu, berat badan lahir 3400 gram.
Kesan : neonatal aterm

3
g. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
- Pertumbuhan
 BB lahir : 3400 gram
 BB saat ini : 7 kg
 LK = 44 cm
 LD = 39 cm
 PB = 62 cm
 LL = 13 cm

Kesan: Status Gizi Baik

4
Kesan : Status Gizi Baik
Perkembangan
- Mengangkat kepala : 2 bulan
- Memiringkan Badan : 3 bulan
- Tengkurap dan mempertahankan posisi kepala : 4 bulan
- Duduk : 7 bulan
- Merangkak : 8 bulan
- Berdiri, besuara : 10 bulan

Kesan: perkembangan sesuai anak seusianya

h. Riwayat Imunisasi
 0-7 hari : Hepatitis B (HB) 0
 1 bulan : BCG, Polio 1
 2 bulan : DPT/HB1, Polio 2
 3 bulan : DPT/HB2, Polio 3
 4 bulan : DPT/HB3, Polio 4
 9 bulan : campak
Kesan : imunisasi dasar sudah lengkap

5
i. Riwayat Pemberian Makan dan Minum
a. ASI eksklusif sampai usia 10 bulan, didampingi meminum susu
formula.
b. Makanan pendamping mulai diberikan pada usia 6 bulan. Nasi,
sayur, dan lauk di konsumsi secara rutin.
Kesan : kebutuhan gizi tercukupi

j. Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien adalah anak kedua, hidup bersama kedua orangtuanya. Ayah
bekerja sebagai PNS dan ibu sebagai ibu rumah tangga. Pengobatan
pasien menggunakan BPJS, kesan ekonomi cukup.
Kesan : keadaan sosial ekonomi cukup.

III. PEMERIKSAAN FISIK


Kesan Umum : tampak lemas, mata cekung, tidak menangis kuat, bibir
kering.
a. Tanda Vital
 Nadi : 130 x/menit
 Suhu : 38,4 0C
 Pernapasan : 32 x/menit
a. Status Generalis
 Kepala : mesocephal, lingkar kepala 44 cm, ubun - ubun
cekung (+).
 Mata : cekung (+), konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-),
infeksi konjungtiva (-)
 Telinga : discharge (-)
 Hidung : secret (-), napas cuping hidung (-)
 Mulut : bibir sianosis (-), bibir kering (+)
 Leher : pembesaran KGB (-)
 Thorax
- Jantung :
Inspeksi : iktus kordis tak terlihat

6
Palpasi : iktus kordis teraba linea midcalvicularis sinistra
ICS V
Perkusi : batas jantung (tidak dilakukan)
Auskultasi : suara jantung I dan II reguler, bising(-)
Kesan : Normal

- Pulmo :
Inspeksi : gerak nafas simtris/ tidak ada nafas tertinggal,
retraksi costa (-)
Palpasi : krepitasi (-), massa (-)
Perkusi : tidak dilakukan
Auskultasi : vesikuler seluruh lapang paru dextra et sinistra

 Abdomen
Inspeksi : dinding dada setinggi dinding perut
Auskultasi : BU (+) meningkat
Palpasi : massa (-), cubitan kulit kembali cepat
Perkusi : timpani seluruh lapang abdomen

 Extremitas : Superior Inferior


Akral dingin -/- -/-
Capillary refill < 2 detik < 2 detik
Sianosis -/- -/-
Kuku pendek bersih (+/+) pendek bersih (+/+)

3. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pada tanggal 29/02/2016 (H1) didapatkan hasil laboratorium


Darah rutin
Hb : 10 g/dl (12 - 16)
Leukosit : 9.800 /mm3 (4.000 rb – 10.000)
Trombosit : 463.000/mm3 (150.000 – 500.000)
Ht : 34,8 %

7
Hitung Jenis
Eosinofil :0 (1 – 5)
Basofil :0 (0 – 1)
Batang :0 (3 – 5)
Segmen : 42 (37 – 50)
Limfosit : 50 (25 – 40)
Monosit :8 (1 – 6)

Kimia Klinis
GDS : 88 (74 – 110 mg/dl)
Kesan : anemia, limfositosis, monositosis.

Pada tanggal 01/03/2016 (H2) didapatkan hasil laboratorium


Feses rutin :
Warna : kuning lembek Oxyuris :-
Kista :- Lemak : ++
Ancylostoma : - Leukosit :2–3
Trichomonas : - Eritrosit :0-1
Sisa makanan : - Amuba :-
Ascaris :- Lain – lain : bakteri (+)

IV. DAFTAR MASALAH


- BAB cair sehari > 6 kali
- Badan lemas, tidak menangis kuat
- Terlihat seperti ingin minum terus
- Ubun – ubun cekung
- Mata cekung
- Bibir kering
- BU meningkat
- BB turun
- Demam 1hari
- Laboratorium  Anemia, limfositosis, monositosis.
- Feses rutin  lemak ++, leukosit 2-3, eritrosit 0-1, bakteri +.

8
V. DIAGNOSIS BANDING
- DADRS et Causa Enteral : Bakteri, Virus, Parasit, Jamur.
- DADRS et Causa Parenteral : ISPA, OMA, Tonsilofaringitis, BRPN.
- DADRS et Causa Intoleransi Laktosa

VI. DIAGNOSIS KERJA


DADRS et Causa Enteral : Bakteri

VII. INISIAL PLAN


Initial plan diagnosis
Darah rutin
Feses rutin
Initial plan terapi
• Infus RL 10 tpm
• (7kg x 100 (k) x 15 (makro) : 24 (jam) x 60 menit) = 7, 29
tpm  10 tpm)
• Sanmol drop 3 x 0,8 cc / hari
• L-Bio 2 x 1 sachet selama 3 hari.
• Zinc syrup 1 x 1 sendok teh selama 10 hari
• Sequest 3 x 1/4
• ASI lebih sering,
Initial plan monitoring
• Monitoring tanda – tanda dehidrasi berat, frekuensi BAB, konsistensi
tinja, nafsu makan/minum.
• Monitoring KU, kesadaran, suhu, frekuensi jantung, frekuensi
pernapasan, dan tekanan darah.
• Cek lab darah rutin dan feses ulang bila tidak tampak perbaikan.

Initial plan edukasi


• Memotivasi orangtua agar rajin memberikan oralit
• Memberitahukan orangtua agar memberikan Zinc selama 10 hari
berturut-turut.
• ASI lebih sering dan lebih lama.

9
29/02/2016 01/03/2016 02/03/2016 03/02/2016
S Ibu pasien Mencret 2x cair, Mencret 5x, Mencret 2x , ampas
mengatakan pasien demam + demam + +
mencret >3x cair,
demam 5 hari.
O BB: 7 kg BB: 7 kg BB: 6,8 kg BB: 6,8 kg
Kesadaran : Kesadaran : Compos Kesadaran : Kesadaran :
Compos mentis Mentis Compos Mentis Compos Mentis
N : 110 x/menit N : 110 x/menit N : 100 x/menit N : 100 x/menit
P : 23 x/menit P : 26 x/menit P : 25 x/menit P : 25 x/menit
S : 38,4 oC S :37.5oC o
S :37,6 C S :36,6 oC

A Diare akut Diare akut dehidrasi Diare akut Diare akut


dehidrasi ringan ringan sedang dehidrasi ringan dehidrasi ringan
sedang sedang sedang

P Infus RL 10 tpm Infus RL 10 tpm Sequest 3 x 1/4 Terpi lanjut


Zinc syrup 2 x 1 Zinc syrup 2 x 1
sendok teh sendok teh
L-Bio 1 x 1 L-Bio 1 x 1
Parcetamol 3 x 0,8 Parcetamol 3 x 0,8
cc cc

10
PEMBAHASAN

Definisi

Diare adalah buang air besar lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja
dengan frekuensi lebih dari 3 kali atau lebih sering dari biasanya dan
berlangsung kurang dari 14 hari. Diare akut adalah buang air besar lebih dari 3
kali dalam 24 jam dengan konsistensi cair dan berlangsung kurang dari 1
minggu. Kematian disebabkan karena dehidrasi. Penyebab terbanyak adalah
infeksi rotavirus. Diare menyebabkan gangguan gizi dan kematian.
Etiologi
Diare dapat disebabkan oleh :
a. Faktor Makanan
- Makanan busuk, mengandung racun
- Perubahan susunan makanan yang mendadak, sering terjadi pada bayi-
bayi
- Susunan makanan yang tidak sesuai dengan umur bayi.
b. Faktor Infeksi :
- Faktor Parenteral :
Infeksi parenteral yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alat
pencernaan, seperti infeksi saluran nafas, ISK, Otitis Media Akut
(OMA), Tonsilofringitis, Bronkopneumoni, Ensefalitis, dll.
- Faktor Enteral
Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan
penyebab utama diare pada anak.
Infeksi enteral meliputi:
 Infeksi bakteri: Vibrio, E coli, Salmonela, Shigella,
Campylobacter, yersinia, Aeromonas, dan sebagainya.
 Infeksi Virus : Entero virus,( virus ECHO, Coxsakie,
Poliomielitis ), adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dll.

11
 Infeksi Parasit :Protozoa ( Entamoeba histolytica, Giardia
lamblia, Tricomonas hominis), Cacing ( Ascaris, Trichiuris,
Oxyuris, Strongiloides ), Jamur ( Candida albicans).
c. Faktor malabsorbsi
- Malabsorbsi karbohidrat.
- Malabsorbsi lemak.
- Malabsorbsi protein.
d. Faktor psikologis : Rasa takut dan cemas.

Jenis-jenis diare
Secara klinik dibedakan 3 macam sindroma diare :
a. Diare cair akut
Diare yang terjadi secara akut dan berlangsung kurang dari 14 hari
(bahkan kebanyakan kurang dari 7 hari), dengan pengeluaran tinja yang
lunak atau cair yang sering dan tanpa darah.
b. Disentri
Diare yang disertai darah dalam tija. Akibat penting disentri antara lain
ialah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat dan kerusakan
mukosa usus karena bakteri invasif. Penyebab utama disenri akut adalah
shigella.
c. Diare persisten
Diare yang mula-mula bersifat akut namun berlangsung lebih dari 14 hari.

Patogenesis dan Patofisiologi


Patogenesis terjadinya diare yang disebabkan virus yaitu virus yang
masuk melalui makanan dan minuman sampai ke enterosit, akan
menyebabkan infeksi dan kerusakan villi usus halus. Enterosit yang rusak
diganti dengan yang baru yang fungsinya belum matang, villi mengalami
atropi dan tidak dapat mengabsorbsi cairan dan makanan dengan baik, akan
meningkatkan tekanan koloid osmotik usus dan meningkatkan motilitasnya
sehingga timbul diare.
Diare karena bakteri terjadi melalui salah satu mekanisme yang
berhubungan dengan pengaturan transpor ion dalam sel-sel usus cAMP,

12
cGMP dan Ca dependent.
Patogenesis terjadinya diare oleh Salmonella, Shigella, E.Coli agak
berbeda dengan patogenesis diare oleh virus, tetapi prinsipnya hampir sama.
Bedanya bakteri ini dapat menembus (invasi) sel mukosa usus halus sehingga
dapat menyebabkan reaksi sistemik. Toksin Shigella juga dapat masuk ke
dalam serabut saraf otak sehingga menimbulkan kejang. Diare oleh kedua
bakteri ini dapat menyebabkan darah dalam tinja yang disebut disentri.

Menurut patofisiologinya diare dibedakan dalam beberapa kategori yaitu :


1. Diare osmotic
Akibat adanya makanan yang tak dapat diserap, tekanan osmotic dalam lumen
usus meningkat, sehingga terjadi pergeseran cairan dan elektrolit ke dalam
lumen usus. Isi lumen usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk
mengeluarkannya sehingga timbul diare.

2. Diare sekretorik.
Akibat rangsangan tertentu (misal oleh toksin) pada dinding usus akan terjadi
peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus.dan selanjutnya
diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus.

3. Diare oleh karena gangguan motilitas usus.


Hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk
menyerap makanan, sehingga timbul diare.

Menentukan Derajat Dehidrasi


Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan sering
disertai dengan asidosis metabolik karena kehilangan basa. Dehidrasi dapat
diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit.
Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%,dehidrasi sedang
bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dhidrasi berat bila penurunan
lebih dari 10%.
Derajat Dehidrasi
Gejala & Keadaan Mulut/ % turun Estimasi def.
Mata Rasa Haus Kulit
Tanda Umum Lidah BB cairan

13
Minum Dicubit
Tanpa
Baik, Sadar Normal Basah Normal, Tidak kembali <5 50 %
Dehidrasi
Haus cepat
Dehidrasi
Gelisah Tampak Kembali
Ringan – Cekung Kering 5 – 10 50–100 %
Rewel Kehausan lambat
Sedang
Sangat
Letargik, Kembali
Dehidrasi cekung Sangat Sulit, tidak
Kesadaran sangat >10 >100 %
Berat dan kering bisa minum
Menurun lambat
kering
Sumber : Sandhu 200116
• Penilaian beratnya atau derajat dehidrasi dapat ditentukan dengan cara:
obyektif yaitu dengan membandingkan berat badan sebelum dan selama
diare. Subyektif dengan menggunakan kriteria WHO, Skor Maurice King,
dan lain-lain.
Tabel penentuan derajat dehidrasi

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan tinja tidak rutin dilakukan pada diare akut, kecuali apabila
ada tanda intoleransi laktosa dan kecurigaan amubiasis
Hal yang dinilai pada pemeriksaan tinja :
Makroskopis : konsistensi, warna, lendir, darah, bau
Mikroskopis : leukosit, eritrosit, parasit dan bakteri
Kimia : pH, clinitest, elektrolit (Na, K, HCO3)
Biakan dan uji sensitivitas tidak dilakukan pada diare akut

14
Analisis gas darah dan elektrolit bila secara klinis dicurigai adanya
gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit

15
Penatalaksanaan
Terdapat Lima Lintas Tata Laksana yaitu :
 Rehidrasi
 Dukungan Nutrisi
 Suplementasi Zinc
 Antibiotika selektif
 Edukasi orang tua

Rehidrasi
• Tanpa dehidrasi
Cairan rehidrasi oralit dengan menggunakan NEW ORALIT diberikan 5 –
10 mL/kgBB setiap diare cair atau berdasarkan usia, yaitu :

– Umur < 1tahun  500 – 100 mL


– 1 – 5 tahun  100 – 200 mL
– > 5 tahun  semaunya.
Dapat diberikan cairan rumah tangga sesuai kemauan anak. ASI harus
terus diberikan.

Pasien dapat dirawat dirumah, kecuali apabila terdapat komplikasi lain


(tidak mau minum, muntah terus, diare frekuen dan profus)

• Dehidrasi ringan – sedang

– Cairan Rehidrasi Oral (CRO) hipoosmolar diberikan sebanyak 75


mL/kgBB dalam 3 jam untuk mengganti kehilangan cairan yang
telah terjadi dan sebanyak 5 – 10 mL/kgBB setiap diare cair.
– Rehidrasi parenteral (intravena) diberikan bila anak muntah setiap
diberi minum walaupun telah diberikan dengan cara sedikit demi
sedikir atau melalui pipa nasogastrik. Cairan intravena yang
diberikan adalah ringer laktat atau KAEN 3B atau NaCL dengan
jumlah cairan dihitung berdasarkan berat badan. Status dehidrasi
dievaluasi secara berkala.
• 3 – 10 kg = 200 mL/KgBB/hari
• 10 – 15 kg = 175 mL/KgBB/hari

16
• > 15 kg = 135 mL/KgBB/hari
– Pasien dipantau di puskesmas/RS selama proses rehidrasi sambil
memberi edukasi tentang melakukan rehidrasi kepada orangtua.

• Dehidrasi berat
– Diberikan cairan rehidtasi parenteral dengan RL atau RA 100
mL/KgBB dengan cara pemberian
• < 12 bulan = 30 mL/KgBB dalam 1 jam pertama,
dilanjutkan 70 mL/KgBB dalam 5jam berikutnya
• > 12 bukan = 30 mL/KgBB dalam ½ jam pertama,
dilanjutkan 70 mL/KgBB dalam 2,5 jam berikutnya
• Masukkan cairan peroral diberikan bila pasien sudah mau
minum, dimulai dengan 5 mL/KgBB selama proses
rehidrasi

Dukungan Nutrisi
Makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada
waktu anak sehat untuk pengganti nutrisi yang hilang serta mencegah agar tidak
menjadi gizi buruk. Adanya perbaikan nafsu makan menandakan fase
kesembuhan. ASI tetap diberikan selama terjadinya diare pada diare cair akut
maupun pada diare akut berdarah dengan frekuensi lebih sering dari biasanya.
Anak umur 6 bulan ke atas sebaiknya mendapat makan seperti biasa.

Suplementasi Zinc
Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut terbukti mengurangi lama dan
beratnya diare, mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. Zinc juga dapat
mengembalikan nafsu makan anak. Dosis Zinc untuk anak-anak :
Anak-anak dibawah umur 6 bulan : 10 mg (½ tablet)
Anak diatas umur 6 bulan : 20 mg ( 1 tablet)
Diberikan selama 10 – 14 hari berturut – turut, meskipun anak sudah sembuh.
Cara pemberian tablet Zinc : untuk bayi dapat dilarutkan dengan air matang, ASI,
atau oralit. Untuk anak yang lebih besar dapat dikunyah atau dilarutkan. Zinc
berfungsi untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh dan regenerasi sel enterosit.

17
Antibiotika Selektif
Obat pilihan untuk pengobatan diare yang disebabkan infeksi enteral dan
parenteral adalah golongan Quinolon seperti Siprofloksasin dengan dosis 30-50
mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis selama 5 hari.

Edukasi pada Orang Tua


Nasihat pada ibu untuk kembali segera jika ada demam, tinja berdarah,
muntah berulang, makan atau minum sedikit, sangat haus, diare makin sering atau
belum. Indikasi untuk rawat inap pada diare akut adalah malnutrisi, usia kurang
dari 1 tahun, menderita campak pada 6 bulan terakhir, adanya dehidrasi dan
disentri yang datang dengan komplikasi.

18