Anda di halaman 1dari 23

Jurnal Keperawatan Indonesia, Volume 16 No.

2, Juli 2013, hal 77-84


pISSN 1410-4490, eISSN 2354 -9203

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN


KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN

L.M. Harmain Siswanto1,2* , Rr Tutik Sri Hariyati3 ,


Sukihananto3
1. Dinas Kes ehatan Provins i NTB, Mataram, Indones
ia
2. Program Studi Magis ter Fakultas Ilmu Keperawatan Univers itas Indones ia, Depok 16424, Indones
ia
3. Fakultas Ilmu Keperawatan Univers itas Indones ia, Depok 16424, Indones
ia

*E-mail: l a l u_ si swan t o @yahoo .co m

Abs trak

Kelengkapan pendokumentas ian as uhan keperawatan merup akan bagian dari kualitas pelayanan keperawatan di
rumah s akit. Pelaks anaan pendokumentas ian adalah indikator kinerja perawat yang dipengaruhi oleh karakteris tik
dan beban kerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikas i hubungan antara karakteris tik, beban kerja
perawat dan kelengkapan pendokumentas ian as uhan keperawatan di Ruang Umum Ins talas i Rawat Inap RS. Des
ain penelitian ini adalah analitik obs ervas ional dengan pendekatan retrospective yang dilakukan pada tiga ruang
rawat inap . Pengukuran kelengkapan dokumentas i menggunakan ins trumen A Depkes dengan s ampel 95
dokumen. Pengukuran beban kerja menggunakan teknik continous observation dengan s ampel 46 perawat.
Has il penelitian menunjukkan bahwa pendokumentas ian rerata belum lengkap (71,6%), dan beban kerja perawat s
ebagian bes ar tinggi (52,2%). Faktor yang paling dominan memengaruhi kelengkapan pendokumentas ian adalah
pelatihan dan beban kerja. Ada hubungan antara mas a kerja, pelatihan dan beban kerja dengan kelengkapan
pendokumentas ian. Direkomendas ikan untuk pelatihan pendokumentas ian bagi perawat dan meninjau ulang jumlah
perawat s erta penempatan tenaga s es uai dengan beban kerja di ruangan.

Kata kunci: beban k erja, k arak teristik perawat, k elengk apan pendok
umentasian

Abs tract

Factors Related to the Completeness of Nursing Documentation. The completeness of nursing documentation is one of
indicators in hospital service quality. Nursing documentation is an indicator of nurses performance that influenced by
nurses’characteristics and work l oad. This study aimed to find out the relationship between nurses’ characteristics
and work load with the completeness of nursing documentation in wards. This study was a retrospective analytic
using an observational approach which was conducted in three wards. The completeness of 95 nursing
documentations was measured using an instrument. Nurses’ work load was measured using a continuous
observation technique with a
sample of 46 nurses. The results showed that 71.6% was incomplete, and most of (52.2%) the nurses' work load
was
high. The most dominant factors affecting the comp leteness of the documentation are nurses’ experiences
in documentation training and work load. To conclude, there is a relationship between the period of employment,
training and nurses’work load with the completeness of nursing documentation. Training on nursing
documentation and reviewing on the number of nurses and staffing them according to work load in the room are
necessary.

Keywords: characteristics of nurses, completeness of documentation, work


load

Pendahuluan dapat dilihat dari pelaksanaan


pendokumentasian asuhan keperawatan
Pendokumentasian merupakan bukti legal (Wang, Hailey, & Yu,
pelaksanaan pelayanan di rumah sakit. Kualitas 2011). Pendokumentasian asuhan
pelayanan disuatu rumah sakit salah satunya keperawatan
dilakukan sebagai bukti tindakan keperawatan
sudah dilakukan secara professional dan legal
sehingga dapat memberikan perlindungan pada
perawat dan pasien (Iyer & Camp, 2005).
Pendokumentasian berguna bagi rumah sakit
dalam meningkatkan standar akreditasi,
sebagai alat komunikasi antar profesi,
indikator pelayanan mutu, bukti tanggung
jawab, dan tanggung gugat
78 Ju rna l Kep era wa t a n Indon esi a , Vo l . 16 , No . 2 , Ju l i 2013 , ha l 77 -
84
perawat,
S i swan to , et a l .,sumber
Fa k to r-fa k to r ykadang
an g Berhubunga menulis pasien
n d enga n Keleng maka
kapa n P endo kumakan
e n t a si a n Penelitian Mobiliu
79
data dan sebagai pendokumentasian semakin banyak (2005) menjelaskan
sarana penelitian tindakan pada tindakan yang bahwa beban kerja
(Teytelman, 2002; tempat yang salah akan diberikan dan paling tinggi yaitu
Jefferies, Johnson, dalam format yang akan semakin pada shift pagi. Hal
Nicholls & Lad, sudah ditetapkan menambah beban tersebut disebabkan
2012). (Hayrinen & kerja perawat. oleh tindakan
Saranto Lebih lanjut Myny, prosedural
Pendokumentasian 2009). Penelitian et al. (2012) keperawatan
asuhan keperawatan terkait mengidentifikasi sebanyak 70%
tidak lengkap pendokumentasian dari sejumlah dilakukan pada
disebabkan yang dilakukan di faktor yang waktu jaga pagi
beberapa hal. instalasi rawat memengaruhi (Cardona, Tappen,
Menurut Bergh, inap Rumah beban kerja, Tertill, Acosta, &
Bergh, dan Friberg sakit Marinir faktor yang paling Eusebe, 1997).
(2007), pen- Cilandak Jakarta berdampak adalah Beban kerja perawat
dokumentasian adalah rata-rata terkait jumlah tinggi menyebabkan
tidak memadai pen-dokumentasian pekerjaan yang 95% perawat
disebabkan oleh sebesar 60,77%. dikerjakan perawat. melewatkan waktu
tidak sinkronnya Hal ini masih istirahatnya (Al-
proses keperawatan dibawah standar Kandari &
yang yang ditetapkan Thomas,
didokumentasikan. depkes yaitu >85% 2008). Menurut
Menurut Wong (Lusianah, 2008). Sochalski (2004),
(2009) perawat kualitas asuhan
terkadang Pelaksanaan keperawatan
inkonsisten dalam pendokumentasian sangat bergantung
men- yang tidak lengkap dari jumlah pasien
dokumentasikan dapat dipengaruhi yang dirawat,
waktu pelaksanaan karakteristik semakin banyak
tindakan. individu (Potter & pasien maka
Pendidikan Perry, 2010). beban kerja
kesehatan yang Karakteristik semakin tinggi
dilakukan perawat perawat menurut sehingga
tidak terstruktur Kane, Shamliyan, menyebabkan
dan jarang Mueller, Duval, dokumentasi asuhan
didokumentasikan dan Wilt (2007) keperawatan tidak
(Fribeg, Bergh & adalah meliputi maksimal.
Lepp, 2006). Tanda usia, pengalaman
tangan setiap atau masa kerja Pendokumentasian
kegiatan perawat, dan pendidikan. yang tidak lengkap
simbol dan Menurut Hurst akan memberikan
singkatan dalam (2005), beban kerugian bagi klien
dokumentasi kerja yang tinggi di karena infor- masi
masih belum ruang perawatan penting terkait
dilakukan dengan menyebabkan perawatan dan
konsisten (Rykkje, kurang kondisi
2009). Tulisan pe- maksimalnya kesehatannya
rawat kadang- pelaksanaan terabaikan
kadang tidak jelas dokumentasi (Teytelman, 2002).
dan kalimat yang kegiatan perawat. Braaf, Manias dan
tidak sesuai dengan Menurut Hurst Riley (2011)
intervensi yang (2005) menyatakan menjelaskan bahwa
dilakukan (Karslen, bahwa semakin pendokumentasian
2007). Selain itu, tinggi tingkat yang tidak efisien
perawat kadang- ketergantungan dan tidak efektif
akibat
80 dari kualitas Ju rna l Kep era wa t a n Indon esi a , Vo l . 16 , No . 2 , Ju l i 2013 , ha l 77 -
dan
8 4 ke- akuratannya Penelitian ini
kurang memadai merupakan
menyebabkan penelitian kuantitatif
terjadinya dengan desain
kesalahan observasi analitik.
komunikasi antar Variabel beban
perawat maupun kerja perawat
profesi lain. Komisi dilihat dari lama
keselamatan waktu dan kegiatan
perawatan dan yang dilakukan
kualitas kesehatan meliputi kegiatan
Australia pada 2008 langsung, kegiatan
mengidentifikasi tidak langsung dan
13% dari kesalahan kegiatan non
manajemen klinis keperawatan.
berasal dari Penentuan sampel
kesalahan dengan
dokumentasi
(Jefferies, Johnson,
Nicholls & Lad,
2012).

Hasil studi
pendahuluan di
Instalasi rawat inap
RSUD X di
Jakarta
menunjukkan hasil
audit pada 2012
oleh satuan
pengawas internal
rumah sakit didapat
hanya 60% perawat
melakukan
dokumentasi. Hasil
tersebut masih
dibawah standar
yang ditetapkan
Kemenkes yaitu
85%. Sekitar 35%
perawat pernah
melanjutkan jadwal
jaga atau double
shift di instalasi
rawat inap pada
bulan Desember
2012.

M
e
t
o
d
e
S i swan to , et a l ., Fa k to r-fa k to r yan g Berhubunga n d enga n Keleng kapa n Pendo kumen ta si a n
81
82 sampel dan terpilih 46 perawat yang
total Ju rna l KepTabel
era wa1.t a n Dis
Indon esi a i, VoPerawat
tribus l . 16 , No . 2menurut
, Ju l i 2013Pengalaman
, ha l 77 -
8sesuai
4 kriteria dan dilakukan pengamatan Pelatihan Dokumentas i
selama 24 jam menggunakan teknik continous
observation dengan lembar observasi. Vari abel n %
Pelatihan Dokumentas i
Variabel karakteristik
perawat meliputi usia, pendidikan, masa Pernah 27 58,7
kerja Belum Pernah 19 41,3
dan pelatihan diukur menggunakan
kuesioner.
Variabel pendokumentasian asuhan
keperawatan diukur dengan lembar
checklist. Instrumen
Tabel 2. Gambaran Rerata Pers entas e dan Lama
baku evaluasi dokumentasi standar Kemenkes
Kegiatan Perawat Pelaks ana s etiap Shift
diukur secara retrospective. Pemilihan
Sampel dokumen dilakukan secara consecutive Mean SD
S hi ft Keg i atan %
sampling dan didapatkan sejumlah 95 (men it ) (men it )
dokumen pasien.
Shift Langs ung 165,2 29,35 36,4
Pagi Tidak Langs ung 224,3 40,34
Untuk pengambilan data peneliti dibantu oleh 49,5
10 orang numerator dengan terlebih dahulu Non 63,9 17,32
dilakukan inter-rater reliability untuk menyatu- Shift Langs ung 128,5 12,27 30,4
kan persepsi antara peneliti dengan numerator. Sore Tidak Langs ung 226,1 22,38 53,6
Hasil uji kappa didapatkan 10 orang numerator Non 68,1 14,37 16,1
Keperawatan
bermakna (α< 0,05). Peneliti menjaga etika Shift Langs ung 155,8 26,1 21,1
pengambilan data dengan memberikan informed Malam Tidak langs ung 270 54,7 36,6
consent kepada responden sebelum pengambilan Non 310,6 62,9 42,3
data, menjaga rasa aman responden dengan Keperawatan
melakukan pengamatan pada jarak tertentu dan
menjaga kerahasiaan data yang didapatkan. Tabel 3. Gambaran Kelengkapan
Selain itu, sebelum penelitian berlangsung As uhan Keperawatan
Pendokumentas ian
penelitian ini telah dinyatakan lolos kaji etik
oleh komite etik FIK Kat egori ∑ %
UI.
Lengkap 27 28,4
Tidak Lengkap 68 71,6
Data dianalisis secara dengan
sentral
univariatatau proporsi, dengan uji
tendensi
Square dan Uji T independent dan 100% 90%
multivariatregresi logistik berganda untuk 90% 85%
dengan 74% 70% 75%
80%
analisis
faktor yang paling dominan. 70%
66%
60%
50%
Hasil 40%
30%
20%
Hasil penelitian terkait karakteristik perawat 10%
berdasarkan umur yaitu rerata umur 0%
perawat
30,39 tahun dengan standar deviasi
4,025. Rerata masa kerja perawat 7,15 tahun
dengan standar deviasi 3,893. Berdasarkan
tingkat pendidikan mayoritas perawat Pelaksanaan
perpendidikan DIII Keperawatan 46 orang. Pendokumentasian

Hasil analisis beban kerja perawat


menunjukkan sebagian besar 52,2%
perawat mempunyai beban kerja tinggi,
rata-rata waktu berlebih
pada
S i swanshift
to , et a lmalam
., Fa k to r76,8
-fa k to rmenit,
yan g Beshift sore
rhubunga n d enga n KeleGambar
ng kapa n1.PGambaran
endo kumen taKelengkapan
si a n Pendokumentas ian
62,1
83 As uhan Keperawatan
menit dan shift pagi 33,5 menit.
Tabel 2 hubungan yang sedangkan beban P
menunjukkan bermakna dengan kerja (p= 0,025; e
bahwa jenis kelengkapan OR= 0,159) artinya
perawat yang m
kegiatan paling pendokumentasian
banyak pada shift asuhan keperawatan mempunyai beban b
pagi dan sore (p= 0,033; α= kerja tinggi a
adalah kegiatan 0,05). Ada hubung- cenderung untuk h
tidak langsung. an yang bermakna melakukan pen- a
Selain itu, jenis antara pelatihan dokumentasian s
kegiatan paling dengan kelengkapan asuhan keperawatan
pendokumentasian dengan lengkap a
banyak juga
terdapat pada shift asuhan ke- 0,159 kali lebih n
malam kegiatan perawatan (p= kecil dibanding
0,001; OR= 30,60). dengan perawat Hasil penelitian ini
non keperawatan.
yang beban pada dasarnya
Pada Tabel
Hasil analisis beban kerjanya rendah menunjukkan bahwa
3 menunjukkan
hasil analisis kerja perawat setelah dikontrol umur 30 tahun
kelengkapan menunjukkan dengan variabel ke atas
bahwa ada pelatihan. merupakan umur
pendokumentasian
hubungan yang yang paling optimal
dilakukan perawat
bermakna dengan untuk mendukung
sebagian besar
kelengkapan pelaksanaan
kurang dari 85%
pendokumentasian pendokumentasian
artinya sebagian
asuhan ke- asuhan ke-
besar masih belum
perawatan (p= perawatan di
lengkap 71,6%,
0,003; α= 0,05 rumah sakit. Hal
sedangkan yang
dan OR= ini sesuai dengan
sudah lengkap
0,114). Hasil pernyataan Potter
hanya 28,4%.
analisis terhadap dan Perry (2010)
Persentase
faktor yang paling bahwa usia dewasa
pendokumentasian
dominan terhadap menengah yaitu usia
yang dilakukan
kelengkapan pen- 30-an sampai 60
perawat meliputi
dokumentasian tahun, merupakan
paling besar
adalah pelatihan fase masa tenang
pengkajian dan
(p= 0,006; OR= atau fase
paling sedikit
23,67) bahwa ada keberhasilan.
catatan
hubungan yang Idealnya bahwa
perkembangan 66%.
bermakna antara sesuai dengan data
Rerata kegiatan
pelatihan dengan hasil penelitian ini
pendokumentasian
kelengkap- an merupakan
yang dilakukan
artinya perawat termasuk umur
perawat sebesar
yang pernah kategori dewasa
77%.
pelatihan menengah. Pada
pendokumentasian usia tersebut
Hasil analisis
cenderung akan produktivitas
selanjutnya
menunjukkan men- seseorang akan
bahwa tidak ada dokumentasikan meningkat karena
hubungan antara asuhan keperawatan merupakan
umur dengan dengan lengkap termasuk fase masa
kelengkapan 23,67 kali lebih tenang dan fase
pendokumentasian besar dibandingkan keberhasilan.
(p= 0,461; α= dengan perawat
0,05). Hasil yang belum pernah Secara statistik
analisis masa kerja pelatihan setelah tidak ada
menunjuk- kan dikontrol variabel hubungan antara
bahwa ada lain beban kerja, umur dengan
kelengkapan dokumentasi
pendokumentasian. keperawatan. Hal
Hal ini bisa dapat ini sejalan dengan
disebabkan karena pendapat
penilaian studi Swansburg dan
dokumentasi asuhan Swansburg (1999)
keperawatan yang yang menyatakan
dilakukan peneliti bahwa semakin
bukan merupakan bertambah waktu
penilaian seseorang untuk
pendokumentasian bekerja maka akan
individu semakin bertambah
melainkan pe- pula pengalamannya
nilaian dokumentasi termasuk
asuhan keperawatan keterampilan
hasil kelompok. klinis- nya. Namun
Penilaian pendapat Robins
dokumentasi asuhan (2006) yang
keperawatan secara menyatakan
kelompok dilakukan produktivitas
dengan alasan kerja karyawan
bahwa pelaksanaan tidak sepenuhnya
pendokumentasian bisa dilihat dari
di ruangan tingkat
dilakukan secara
bersama-sama dan
merupakan hasil
kerja kelompok.
Hal ini
mengakibatkan hasil
nilai rata-rata pen-
dokumentasian
kelompok menjadi
tidak ada
hubungannya
dengan umur
individu itu
sendiri.

Karakteristik
selanjutnya
menunjukkan ada
hubungan yang
bermakna antara
masa kerja dengan
kelengkapan
pendokumentasian
asuhan keperawatan.
Hasil penelitian
ini mendukung
hasil penelitian
Lusianah (2008)
didapatkan bahwa
ada hubungan antara
masa kerja dengan
kualitas
senioritas akan asuhan kelengkapan belum pernah
tetapi semakin keperawatan pendokumentasian pelatihan setelah
lama masa kerja merupakan bagian asuhan ke- dikontrol variabel
seseorang maka dari kinerja perawatan. Hasil beban kerja.
akan semakin kecil perawat, analisis
kemungkinan orang pendidikan menunjukkan Hasil penelitian ini
tersebut berpindah merupakan faktor perawat yang sejalan dengan
pekerjaan. penting dalam pernah pelatihan penelitian Lusianah
memengaruhi pendokumentasian (2008) yang
Berdasar hasil kinerja seseorang cenderung akan menyatakan
penelitian ini (Ridley, 2008). mendokumentasika bahwa ada
dapat dianalisis Berbagai teori dan n asuhan hubungan antara
bahwa seseorang hasil penelitian keperawatan kualitas
yang mempunyai diatas dengan lengkap dokumentasi asuhan
masa kerja lebih menunjukkan 30,60 kali lebih keperawatan dengan
lama akan bahwa idealnya besar pelatihan, kualitas
mempunyai tingkat pendidikan dibandingkan dokumentasi akan
pengalaman, seseorang akan dengan perawat meningkat sebesar
pengetahuan dan berbanding lurus yang 1,60 kali pada
keterampilan yang dengan kinerjanya. perawat yang
lebih dibanding Semakin tinggi pernah pelatihan
perawat yang tingkat pendidikan dibanding yang
mempunyai masa seseorang akan belum pernah
kerja lebih semakin tinggi pelatihan. Hasil
pendek terhadap juga pengetahuan, penelitian ini juga
tanggung jawabnya. keterampil- an, sejalan dengan
Hal ini sesuai berpikir kritis, pendapat Jefferies,
hasil penelitian mempunyai Johnson, Nicholls,
Lusianah (2008) wawasan yang luas dan Lad (2012)
setiap serta harapan dan fokus dari
penambahan masa prestasi kerja yang peningkatan
kerja 1 (satu) tahun baik. Begitu halnya pengetahuan melalui
maka kualitas dengan pelatihan
dokumentasi proses pendokumentasian meningkatkan
keperawatan akan yang dilakukan dokumentasi
mengalami pening- perawat akan keperawatan yang
katan sebesar semakin lengkap dilakukan oleh
0,91 setelah dan baik seiring perawat.
dikontrol oleh dengan peningkatan
variabel motivasi pendidikannya. Pentingnya
kebutuhan pelatihan
kekuasaan, Pelatihan pendokumentasian
kebutuhan afiliasi, merupakan faktor bagi perawat
kebutuhan penting dalam memberikan
berprestasi, meningkatkan dampak positif
supervisi, kualitas kerja terhadap kinerja
pendidikan seseorang sesuai perawat khususnya
pengetahuan dan dengan tanggung dalam melakukan
pelatihan. jawabnya ditempat pendokumentasian
kerja. Hasil asuhan
Mayoritas perawat penelitian keperawatan.
dengan latar menunjukkan Dampak positif
belakang terdapat hubungan pelatihan yang
pendidikan DIII yang bermakna sudah tergambar
Keperawatan. antara pelatihan pada hasil penelitian
Pendokumen- tasian dengan ini harus menjadi
bahan pertimbangan Sochalski (2004),
manajemen rumah semakin banyak
sakit dalam jumlah pasien akan
melakukan pelatihan meningkatkan
secara periodik beban kerja dan
untuk memberikan pada akhirnya akan
kesempatan bagi berpengaruh
perawat yang terhadap kualitas
belum mendapatkan pelayanan. Begitu
pelatihan untuk halnya akibat dari
lebih meningka tkan kekurangan tenaga
pendokumentasian. akibat penyebaran
dan alokasi yang
Hasil penelitian tidak
menunjukkan bahwa
sebagian besar
perawat yang
mempunyai beban
kerja tinggi tidak
melakukan
pendokumentasian
dengan lengkap.
Hasil juga
menunjukkan
terdapat hubungan
yang bermakna
antara beban kerja
dengan kelengkapan
pendokumen- tasian
asuhan keperawatan.
Berdasarkan hasil
penelitian dari
semua perawat
yang mem- punyai
beban kerja
tinggi tersebut
hanya
16,7% yang
melakukan
pendokumentasian
dengan lengkap.
Hasil penelitian
ini sejalan dengan
pendapat Ilyas
(2012) bahwa
beban kerja perawat
yang tinggi
memengaruhi
produktivitas
kinerja perawat
termasuk ke-
giatan
pendokumentasian
asuhan keperawatan.
Hal ini juga
sesuai pernyataan
merata banyaknya kegiatan sangat penting perawat yang
menyebabkan perawat terutama dalam memengaruhi pernah pelatihan
beban kerja shift pagi dan sore kelengkapan pendokumen- tasian
meningkat dan sehingga pendokumentasian maka akan
risiko terjadi memengaruhi asuhan ke- cenderung untuk
penurunan kualitas pelaksanaan perawatan. Menurut lebih lengkap
pelayanan pendokumentasian Samsudin (2006) pelaksanaan
keperawatan asuhan bahwa pelatihan pendokumentasian
(Duffield, et al keperawatan. bagi sumber daya asuhan keperawatan
2011). manusia sangat di rumah sakit.
Hasil penelitian diperlukan karena
Kelengkapan terkait variabel berkontribusi Hasil penelitian
pendokumentasian pelatihan terhadap terkait faktor
asuhan kepera- merupakan faktor peningkatan variabel dominan
watan juga yang paling pengetahuan dan yang lain adalah
disebabkan oleh dominan dan keterampilan dalam variabel beban
tingginya beban berpola positif, melaksanakan kerja dan berpola
kerja perawat setiap hasil analisis pekerjaan. Kondisi negatif, dengan
shift. Hasil menunjukkan ini juga kata lain perawat
penelitian beban perawat yang menunjukkan yang mempunyai
kerja dilihat pernah pelatihan bahwa semakin beban kerja tinggi
berdasarkan shift pendokumentasian banyak cenderung untuk
menemukan bahwa cenderung akan tidak melakukan
shift pagi dan shift mendokumentasika pendokumentasian
sore rata-rata n asuhan asuhan
perawat mempunyai keperawatan keperawatan
beban kerja tinggi. dengan lengkap dengan lengkap
Hal ini diperkuat 23,67 kali lebih sebesar
oleh hasil penelitian besar dibanding 6,29 kali
Mobiliu (2005) yang dengan perawat dibanding perawat
menyatakan bahwa yang belum pernah yang mempunyai
adanya keterkaitan pelatihan setelah beban kerja rendah
antara shift pagi dikontrol variabel setelah dikontrol
dengan kualitas beban kerja. dengan variabel
pendokumentasian Pelaksanaan pelatihan. Hasil
dibanding shift sore pendokumentasian penelitian tersebut
dan malam. Hasil juga dipengaruhi sesuai menurut
penelitian juga oleh kurangnya studi Al-Kandari
memperlihatkan kemampuan dan Thomas (2008)
lama waktu dinas perawat itu sendiri yang menemukan
perawat berlebih karena tidak tahu bahwa 95%
dari full time data apa saja yang perawat melewatkan
ekuivalen (FTE) harus dimasukkan waktu istirahatnya
perawat untuk shift dan bagaimana termasuk kegiatan
pagi, shift sore, mendokumentasika pendokumentasian
dan shift malam. nnya yang akibat dari
Hal lain yang diakibatkan oleh banyaknya kegiatan
mengindikasikan pendidikan dan perawat yang
beban kerja perawat pelatihan yang menyebab- kan
tinggi adalah minimal terhadap beban kerja perawat
peneliti pendokumentasian berlebih.
menemukan 6 (Hariyati, 1999).
orang perawat Hal ini Pendokumentasian
terpaksa harus menunjukkan menjadi kurang
double shift, hal itu bahwa peran efektif disebabkan
dilakukan karena pelatihan perawat oleh beban kerja
perawat yang perawat
bertambah yang menunjukkan bahwa
disebabkan oleh umur tidak ada
banyaknya pekerjaan hubungan dengan
dan berulang keleng- kapan
karena disebabkan pendokumentasian
oleh perawat itu asuhan keperawatan,
sendiri (Braaf, berbeda halnya
Manias, & Riley, dengan masa kerja
2011). Sedangkan dan pelatihan
Sugiharto, Keliat, menunjukkan ada
dan Hariyati hubungan yang
(2012) menyatakan bermakna dengan
bahwa perawat kelengkapan
dalam melakukan pendokumentasian.
pekerjaannya kerap Beban kerja juga
menyebabkan menunjukkan ada
demotivasi yang hubungan yang
disebabkan oleh bermakna. Faktor
beberapa hal yang paling
seperti jam kerja dominan terhadap
yang panjang,
dampak jam kerja
malam, ke-
kurangan tenaga
keperawatan
karena beban kerja
tinggi, gaji rendah,
dan kurang
penghargaan.

K
e
s
i
m
p
u
l
a
n
Beban kerja
perawat pada
penelitian ini
sebagian besar
tinggi dan sebagian
besar
pendokumentasian
yang dilakukan oleh
perawat belum
lengkap.
Berdasarkan
karakteristik
kelengkapan keperawatan dalam activities? Journal of
pendokumentasian meningkatkan Nurses’ Nursing
documentation Studies, 48 (8),
adalah pelatihan solusi untuk
in patient 1024–
dan beban kerja. memecahkan records in a 1038. doi:
masalah terkait cardiac 10.1016/j.ijn
Rekomendasi untuk pelaksanan rehabilitation urstu.
meningkatkan pendokumentasian unit for patients 2011.05.009.
kualitas pelayanan asuhan keperawatan who have
dalam hal yang dikaitkan undergone Cardona, P., Tappen,
kelengkapan dengan beban kerja coronary artery R.M., Tertill, M.,
pendokumen- tasian perawat. Peneliti bypass surgery. Acosta, M.,
selanjutnya perlu Journal of & Eusebe, M.I.
asuhan keperawatan Clinical (1997). Nursing
adalah dilakukan penelitian Nursing , 16, staff time
meningkatkan action research atau 1898–1907.
quasi experiment alocation in
frekuensi
long term care,
pengawasan dan sehingga dapat Braaf, S., Manias, Awork sampling
penilaian terhadap diketahui lebih E., & Riley, study. Journal
pelaksanaan mendalam dan R. (2011). The Nursing
pendokumentasian akurat terkait role of Administation,
asuhan kepera- faktor-faktor yang documents and
27 (2),
memengaruhi documentation
watan di rumah 2
in 8
sakit. Peningkatan pendokumentasian
communication
pelatihan terhadap asuhan keperawatan failure across
(RR, ENN). –
pendokumentasian the 3
asuhan keperawatan perioperative 6
yang dapat R pathway: A .
dilakukan secara literature
e review.
berkala. Meningkat- f Depkes, RI. (2005).
kan strategi International Instrumen
pengelolaan sumber e evaluasi
daya manusia r penerapan
keperawatan dengan e standar asuhan
keperawatan di
meninjau ulang n Rumah Sak it
ketenagaan yang s (Cetakan ke 5).
tersedia, merekrut i Jakarta:
tenaga baru untuk Direktorat
mengimbangi Al-Kandari, F., & Jendral
kekurangan tenaga Thomas, D. Pelayanan
akibat beban kerja (2008). Adverse Medik,
perawat yang nurse outcomes: Direktorat
tinggi dan correlation to Keperawatan
menempatkan SDM nurses’ dan Keteknisan
workload, Medik.
sesuai dengan staffing, and
beban kerja yang shift rotation in Duffield, C. (2011).
tersedia di ruangan. Kuwait Nursing staffing,
Hasil temuan hospitals. nursing
dalam penelitian Applied workload, the
ini dapat dijadikan Nursing environment and
referensi yang Research , 21, patients
dapat dijadikan 139–146. outcomes.
alternatif Applied
Bergh, A.L., Bergh, Nursing
pengembangan
C.H., & Friberg, Research , 24,
kurikulum F. (2007). How 2
manajemen do nurses 4
keperawatan pada record 4
pendidikan pedagogical
– Studies in
2 Health
5 Technology &
5 Informatics,
. 1
4
Fribeg, F., Bergh, 6
A.L., & Lepp, ,
M. (2006). In
search of details 3
of patient 4
teaching in 2
nursing –
documentation: 3
An analysis of 4
patient records 6
in a medical .
ward in Sweden.
Journal of Hurst, K. (2005).
Clinical Relationships
Nursing, 15, between patient
1550–1558. dependency,
nursing
Hariyati, T.S. (1999). workload and
Hubungan quality.
antara International
pengetahuan Journal of
aspek hukum Nursing Studies,
dari perawat 42,
dan k arak 7
teristik 5
perawat –
dengan k 8
ualitas pendok 4
umentasian .
asuhan k
eperawatan di Ilyas, Y. (2012).
Rumah Sakit Kinerja: Teori,
Bhakti Yudha penilaian, dan
1999 (Tesis, penelitian (Edisi
tidak revisi). Depok:
dipublikasikan). Fakultas
Program Pasca Kesehatan
Sarjana Program Masyarakat UI.
Studi Kajian
Administrasi Iyer, P.W. & Camp,
Rumah Sakit N.H. (2005).
Fakultas Dok umentasi k
Kesehatan eperawatan:
Masyarakat Suatu pendek
Universitas atan proses k
Indonesia, eperawatan (3th
Ed.).
Jakarta.
Terjemahan
oleh: Sari
Hayrinen, K., &
Saranto, K.
(2009). The use
of nursing
terminology in
electronic
documentation.
Kurnianingsih. Nursing integrative
Jakarta: EGC. Karlsen, R. (2007) Studies, 49 (4), review.
(Buku Asli Improving the 427–436. doi: Journal of
D nursing 10.1016/j. Nursing
i documentation: ijnurstu.2011.10. Education, 47
t professional 005. (4), 149–156.
e consciousness-
r raising in a Potter, P.A., & Perry, Rykkje, L. (2009).
b Northern- G.A. (2010). Implementing
i Norwegian Fundamental electronic
t psychiatric of nursing patient record
k hospital. (Volume 2, 7th and VIPS in
a Journal of Ed.). ST. Louis: medical hospital
n Psychiatric and Mosby Year wards:
Mental Health Book. evaluating
T Nursing, 14, change in
a 573–577. Ridley, R.T. quantity and
h (2008). The quality of
u Lusianah. (2008). relationship nursing
n Hubungan between nurse documentation
motivasi dan education level by using the
supervisi and patient audit instrument
1
dengan kualitas safety: An cat-ch-Ing.
9
9 dokumentasi Nursing Science
keperawatan di & Research in
9
instalasi rawat Nordic
)
inap Rumah Countries, 29
.
Sak it Marinir (2), 9–13.
Cilandak
Jefferies, D.,
Jakarta (Tesis, Robins, S.P. (2006).
Johnson, M.,
tidak
Nicholls, D., & Perilak u
dipublikasikan).
Lad, S. (2012). organisasi
Program
A ward-based (10th Ed.). Alih
Magister
writing coach Bahasa oleh
Keperawatan
program to Drs. Benyamin
Fakultas Ilmu
improve the Molan. Jakarta:
Keperawatan
quality of PT. Indeks,
Universitas
nursing Kelompok
Indonesia,
documentation. Gramedia.
Jakarta.
Journal Nurse (Buku asli
Education diterbitkan
Myny, D., Hecke,
Today , 32, Tahun 2003).
A.V.,
647– DeBacquer, D.,
6 Samsudin, S. (2006).
Verhaeghe, S.,
5 Manajemen
Gobert, M.,
1 sumber daya
. Defloor, T., &
manusia.
Goubergen,
Cetakan
Kane, R.L., D.V. (2012).
pertama. CV
Shamliyan, T., Determining a
Pustaka Setia:
Mueller, C., Duval, set of
Bandung.
S., measurable and
& Wilt, T. relevant factors
Sochalski, J.
(2007). Nursing affecting (2004). The
staffing and nursing relationship
quality of patient workload in the between nurse
care. Evidence acute hospital staffing and the
Report setting: A Cross- quality of
Technology sectional study. nursing care in
Assessment., International hospitals.
151, 1 – 115. Journal of Journal Medical
Care, 42, II-67–
II-73.

Sugiharto, A.S.,
Keliat, B.A., Hariyati,
T.S. (2012).
Manajemen k
eperawatan
aplik asi MPKP
di rumah sak it.
Jakarta: EGC.

Teytelman, Y. (2002).
Effective
nursing
documentation
and
communication.
Seminars in
Oncology
Nursing, 18 (2),
121–127.

Wang, N., Hailey, D


& Yu, P. (2011).
Quality of
nursing
documentation
and approaches
to its evaluation:
A mixed-method
systematic
review. Journal
of Advanced
Nursing, 67 (9),
1858–
1875.

Wong, F.W.H.
(2009). Chart audit.
Journal for
Nurses in Staff
Development, 25
(2), E1–E6.