Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN

1.1.1 Latar Belakang

Korea Selatan merupakan salah satu negara berkembang yang


mampu mencapai kemajuan yang membanggakan dalam proses pembangunan
ekonomi. Negara ini berhasil melakukan tranformasi dengan cara membangun
industri manufaktur. Korea Selatan terletak di semenanjung Korea dan terletak
bersebelahan dengan China dan Jepang.
Korea Selatan yang dianggap tidak stabil pada tahun 1960-an, saat ini
telah berubah menjadi negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun. Pada
2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi,
semi konduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea
Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam
produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam
dalam baja. Negara ini juga dalam peringkat ke-12 dalam PDB nominal, tingkat
pengangguran rendah, dan pendistribusian pendapatan yang relatif merata.
Pada tahun 1950-an Korea Selatan adalah salah satu negara termiskin di
dunia. Sama miskinnya dengan negara-negara termiskin di Afrika dan Asia.
Ekonominya hanya bersandar pada pertanian, belum lagi sempat hancur gara-
gara pendudukan Jepang dan Perang Korea.

Dalam 4 dekade, Korea Selatan berubah cepat dari negara termiskin,


menjadi salah satu Negara paling kaya dan tercanggih di dunia dengan nilai
ekonomi Trilyunan dollar. Tahun 1963, GDP perkapitanya cuma $100. Tahun
1995 sudah $10.000. 2007 kemarin, $25.000. Goldman Sachs meramalkan
Korea tahun 2050 nanti akan jadi negara terkaya nomor 2 di dunia,
mengalahkan semua bangsa lainnya kecuali Amerika dengan pendapatan
perkapita $81.000. Korea, juga tercatat sebagai bangsa dengan kecepatan
pertumbuhan ekonomi tercepat sepanjang sejarah. Pertumbuhan ekonomi
Korea Selatan menimbulkan pertanyaan yakni bagaimana Korea Selatan bisa
maju dengan begitu pesat, faktor apakah yang menunjang Korea Selatan
dengan keterbatasan sumber daya alamam (SDA) akan tetapi mempunyai
kemampuan yang tinggi untuk menyerap sains dan teknologi sehingga Korea
Selatan menjadi salah satu bangsa yang sangat kaya raya dan paling maju di
dunia.

1
1.2 Tujuan
1.

1.3 Manfaat
2.

2
BAB II PEMBAHASAN

2.1.1 Sejarah Singkat

Sejarah awal Korea berkisar di sekitar kerajaan kuno Choson yang


muncul sekitar 2.300 tahun sebelum Masehi.Pada sekitar abad ke-2 sebelum
Masehi, bangsa Cina mendirikan koloni di daerah kerajaan tersebut. Namun,
lima abad kemudian, bangsa Korea mengusir mereka keluar. Sejak itu, muncul
sebuah kerajaan, yaitu kerajaan Silla.Kerajaan Silla (668 – 935) membawa
puncak ilmu pengetahuan dan budaya yang besar. Akibat adanya kerusuhan
yang terjadi di dalam negeri pada abad ke 10, dinasti Silla jatuh dan digantikan
oleh dinasti Koryo.Selama periode kepemimpinan dinasti Koryo (935 – 1392),
Korea mengalami banyak serbuan. Tentara Mongol yang dipimpin oleh Genghis
Khan menyerbu dan akhirnya menguasai Korea sehingga Korea menjadi
bagian kekaisaran Mongol. Setelah runtuhnya Mongol pada akhir abad ke-14,
berbagai golongan bangsawan dan militer berusaha memegang kekuasaan di
Korea. Akhirnya, seorang jenderal yang bernama Yi Sung-Gy menghilangkan
pemerintahan yang korup dan mendirikan dinasti Yi (1392 – 1910). Ibu kota
negara dipindahkan dari Kaesong ke Seoul .Namun, Korea masih tetap
terancam oleh Cina dan Jepang yang ingin menguasai Korea untuk
memperluas wilayah mereka. Setelah serangan yang gagal dari Jepang pada
tahun 1592 – 1598, Korea jatuh di bawah kekuasaan Manchu dari utara.
Beberapa abad berikutnya, Korea menutup diri dari pergaulan dunia menjadi
negara pertapa. Pada tahun 1800-an, Rusia, Jepang, dan Cina bersaing untuk
menguasai Korea .Setelah perang Rusia – Jepang pada tahun 1904 – 1905,
Jepang bergerak ke semenanjung Korea dan mendudukinya pada tahun 1910.
Pada tahun 1919, penduduk Korea mengadakan demonstrasi secara damai
karena menginginkan kemerdekaan.Pada tahun 1945, di akhir perang dunia II,
tentara Uni Soviet menduduki bagian utara Korea sedangkan tentara Amerika di
bagian selatan.Uni Soviet dan Amerika kemudian membuat kesepakatan, Korea
dibagi sejajar dengan garis lintang 38˚. Pada bagian selatan berdirilah Republik
Korea , sedangkan di daerah utara didirikan Republik Demokratik Rakyat
Komunis. Pada tanggal 25 Juni 1950, tentara Korea Utara menyerang Korea
Selatan dalam upaya menyatukan Korea dibawah kekuasaan komunis. Korea
Selatan diselamatkan dari kekalahan dan pertempuran pun diakhiri dengan
gencatan senjata pada bulan Juli 1953.
3
2.1.2 Culture
2.2.1 Rumah Tradisional Korea

Masyarakat tradisional Korea memilih tempat tinggal berdasarkan


geomansi.Orang Korea meyakini bahwa beberapa bentuk topografi atau suatu
tempat memiliki energi baik dan buruk (dalam konsep eum dan yang) yang
harus diseimbangkan.Geomansi mempengaruhi bentuk bangunan, arah, serta
bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya. Rumah menurut
kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan
menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara
ini masih sering dijumpai dalam kehidupan modern saat ini. Rumah tradisional
Korea (biasanya rumah bangsawan atau orang kaya) dipilah menjadi bagian
dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang belajar (sarangbang)
dan ruang pelayan (haengrangbang).Besar rumah dipengaruhi oleh kekayaan
suatu keluarga.

Gambar 1
Rumah Tradisional Korea

2.2.2 Kebiasaan
Orang-orang Korea biasa memberikan salam saat perkenalan, sebelum
makan, sesudah makan, ketika berpamitan, ketika akan tidur dan lain-lain,
dengan cara menganggukkan kepala dan sedikit membungkukkan badan.
Kepala ditundukkan sekitar 30 sampai 60 derajat selama 2 hingga 3 detik. Ini
dilakukan ketika menyampaikan salam hormat kepada orang yang lebih tua
atau dituakan. Semakin dalam kita menundukkan kepala, berarti salam yang
kita sampaikan semakin hormat. Ungkapan maaf juga biasanya disertai
4
gerakan menundukkan kepala. Ketika pertama kali berkenalan, orang-orang
korea akan memberikan tambahan panggilan ‘ssi’, yang artinya saudara/saudari
agar terdengar lebih sopan. Untuk panggilan kepada orang yang lebih tua,
biasanya digunakan panggilan ‘seonsaengnim’ yang artinya guru.

2.2.3 Tradisi
Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea.Tradisi ini
dinamakan “sesi custom”.Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun.Sesi
adalah sebuah tradisi untuk mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran
kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran
kehidupan tahun berikutnya. Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender
bulan (Lunar Calender). Dalam tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, yaitu
irwolseongsin (dewa matahari bulan dan bintang), sancheonsin (dewa gunung
dan sungai), yongwangsin (raja naga), seonangsin (dewa kekuasaan), dan
gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah karena dianggap dapat
mengubah nasib dan keberuntungan seseorang. Pada hari di mana sesi
dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama
keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). Acara
makan wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan "complete food
session". Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi
Korea, antara lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan
yang keras pada malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge”
yaitu berjalan dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan
purnama pada malam purnama pertama tahun baru yang katanya dapat
membuat kaki kita kuat sepanjang tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu
menggantungkan sendok pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan
memberi beras yang melimpah sepanjang tahun.

2.2.4 Pakaian Tradisional


Pakaian tradisional Korea disebut Hanbok (Korea Utara menyebut
Choson-ot).Hanbok terbagi atas baju bagian atas (Jeogori), celana panjang
untuk laki-laki (baji) dan rok untuk wanita (Chima). Orang Korea berpakaian
sesuai dengan status sosial mereka sehingga pakaian merupakan hal
penting.Orang-orang dengan status tinggi serta keluarga kerajaan menikmati
pakaian yang mewah dan perhiasan-perhiasan yang umumnya tidak bisa dibeli

5
golongan rakyat bawah yang hidup miskin. Dahulu, Hanbok diklasifikasikan
untuk penggunaan sehari-hari, upacara dan peristiwa-peristiwa tertentu.Hanbok
untuk upacara dipakai dalam peristiwa formal seperti ulang tahun anak pertama
(doljanchi), pernikahan digunakan hanbok yang bernama Hwarot atau upacara
kematian. Saat ini hanbok tidak lagi dipakai dalam kegiatan sehari-hari, namun
pada saat-saat tertentu masih digunakan.

Gambar 2
Pakaian Tradisional Korea

2.2.5 Kuliner
Bentuk kuliner Korea dipengaruhi oleh kebudayaan pertanian
mereka.Makanan pokoknya adalah beras. Hasil utama pertanian rakyat Korea
adalah beras , gandum dan kacang-kacangan. Hasil laut pun melimpah seperti
ikan, cumi-cumi dan udang, sebab Korea dikelilingi 3 lautan. Kuliner Korea
sebagian besar dibentuk dari hasil fermentasi yang sudah berkembang sejak
lama.Contohnya adalah kimchi dan doenjang.Makanan fermentasi sangat
berguna dalam menyediakan protein dan vitamin ketika musim dingin. Di setiap
session makanan, ketidakberadaan kimchi akan memberikan kesan tidak
lengkap. Kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya.Faktor
pertama adalah pembuatannya.Kimchi (dihidangkan untuk acara-acara spesial,)
dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan suatu acara
dan hanya bisa dibuat pada hari di mana acara tersebut dilaksanakan.Semakin
banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin
6
“bermakna” pula kimchi tersebut.Kimchi juga merupakan faktor penentu
kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya,
jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi
kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain. Faktor ketiga
adalah asal mula kimchi.Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja
Sejong sebagai hidangan untuk perayaan Sesi. Beberapa menu makanan
dikembangkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa khusus seperti festival atau
upacara seperti ulang tahun anak yang ke-100 hari, ulang tahun pertama,
perkawinan, ulangtahun ke-60, upacara pemakaman dan sebagainya. Pada
peristiwa-peristiwa ini selalu dijumpai kue-kue beras yang berwarna-
warni.Makanan kuil berbeda dari makanan biasanya karena melarang
penggunaan 5 jenis bumbu yang biasa dipakai seperti bawang putih, bawang
merah, daun bawang, rocambole (sejenis bawang), bawang perai, jahe serta
daging. Teh juga sangat akrab dengan orang Korea.Teh diperkenalkan di Korea
dari Tiongkok sejak lebih dari 2000 tahun lalu ketika agama Budha
disebarkan.Teh digunakan dalam upacara-upacara persembahan.Bentuk
kebudayaan teh bangsa Korea terukir dalam upacara teh Korea (Dado).

Gambar 2
Pakaian Tradisional Korea

2.2.6 Festival

Negeri Ginseng Korea sangat menghargai pentingnya menjaga


kekayaan budaya dan sejarah lewat berbagai festival yang diselenggarakan
sepanjang tahun. Festival-festival ini menampilkan kecantikan Korea yang
paham betul akan nilai warisan sejarah dan budayanya. Festival-festival ini
menjadi atraksi turis dan sangat layak untuk dikunjungi dalam perjalanan ke

7
Korea. Banyaknya festival yang digelar di Korea sepanjang tahun, ini
dikarenakan Kalender Korea didasarkan pada kalender lunisolar.Dan banyak
peristiwa yang diperingati setiap tahunnya. Kalender Korea dibagi dalam 24 titik
putaran (jeolgi) yang masing-masing terdiri dari 15 hari dan digunakan untuk
menentukan masa tanam atau panen pada masyarakat agraris pada zaman
dahulu, namun pada saat ini tidak digunakan lagi. Kalender Gregorian
diperkenalkan di Korea tahun 1895, tapi hari-hari tertentu seperti festival,
upacara, kelahiran dan ulang tahun masih didasarkan pada sistem kalender
lunisolar. Festival besar di korea, yaitu :
a. Seollal,imleknya Korea yang jatuh tepat bersamaan dengan tahun baru
Imlek di bulan Januari atau Februari.
b. Daeboreum, festival bulan purnama pertama
c. Dano, festival musim semi
d. Chuseok, festival panen raya atau festival kue bulan
e. Ada juga Festival yang diadakan setiap tahun di beberapa tempat di
Korea, diantaranya Festival Lumpur Boryeong, Festival Kunang-kunang
Muju, Festival Gingseng, Festival Budaya Hyoseok, Festival Tari Topeng
Andong, Festival Gwacheon Hanmadang dan Festival Lampion Jinju
Namgang

Gambar 3
Festival Korea
2.2.7 Musik
Pertunjukkan musik tradisional Korea mementingkan improvisasi,
berjalan terus-menerus, serta sedikit jeda dalam setiap
pertunjukkannya.Pansori contohnya, dapat berlangsung sampai lebih dari 8 jam
dengan hanya satu penyanyi. Kontras dengan perbedaan alunan musik barat,
sebagian besar pertunjukkan musik tradisonal Korea dimulai dari gerakan
(alunan) yang paling lambat sampai paling cepat. Musik Istana, Jeongak, pada
8
zaman dahulu dipentaskan oleh masyarakat kelas atas. Jeongak dimainkan
dengan sangat lambat, dengan hanya satu ketukan dalam setiap 3 detik.
sedangkan alat musik petik memiliki senar yang dibuat dari sutra. Pungmul
adalah jenis musik rakyat Korea yang kencang dan ekspresif.Pungmul
dikategorikan dalam jenis minsogak atau musik rakyat kebanyakan. Alat musik
tradisional Korea dapat dibagi menjadi alat musik tiup, petik (memiliki senar),
dan perkusi. Beberapa jenis alat musik tiup: piri, taepyeongso, daegeum,
danso, saenghwang dan hun. Alat musik petik: kayageum, geomungo, ajaeng,
serta haegeum. Alat musik perkusi tradisional Korea sangat beragam, seperti
kwaenggwari, jing, buk, janggu, bak, pyeonjong, dan sebagainya

2.2.8 Tarian

Ada perbedaan dalam bentuk tarian antara rakyat kelas atas (tarian
istana) dan kelas rakyat biasa.Tarian istana yang umum contohnya jeongjaemu
yang dipentaskan dalam pesta kerajaan, ilmu yang dipentaskan dalam upacara
Konfusius.Jeongjaemu dibagi dalam jenis yang asli dari Korea (hyangak
jeongjae) dan jenis yang dibawa dari Tiongkok (dangak jeongjae).Tarian lainnya
adalah tarian Shamanisme yang dipentaskan oleh dukun dalam upacara-
upacara tertentu.

Gambar 4
Tarian Korea

2.2.9 Kerajinan Tangan


Kerajinan tangan Korea umumnya dibuat untuk digunakan dalam
kehidupan dan kegiatan sehari-hari.Bahan-bahan yang digunakan dalam
pembuatan kerajinan khas Korea umumnya metal, kayu, kain, tanah liat, kaca,
kulit dan kertas. Artefak kerajinan prasejarah seperti tembikar merah dan hitam
memiliki banyak kesamaan dengan tembikar Tiongkok kuno yang ditemukan di

9
sekitar wilayah kebudayaan Sungai Kuning .Dalam masa dinasti Goryeo,
pembuatan kerajinan yang menggunakan bahan perunggu dan kuningan
(logam) berkembang pesat. Selain itu dinasti ini juga terkenal akan kerajinan
seladon (keramik)yang indah.

Gambar 5
Kerajinan Tangan Khas Korea

2.2 Perkembangan Ekonomi Korea Selatan

Perekonomian Korea Selatan sejak tahun 1960-an telah mencatat rekor


perkembangan yang luar biasa. Perkembangan ini terutama ditentukan lewat
integrasi negara ini kepada perekonomian dunia yang modern dan berteknologi
tinggi. Saat ini pendapatan perkapita Korea Selatan telah setara dengan
pendapatan negara-negara Uni Eropa. Selama kurun waktu 1980-an, Korea
Selatan mengadopsi sistem kedekatan antara sektor pemerintahan dan bisnis
yang termasuk juga kredit yang terarah, pembatasan impor, dan pensponsoran
industri-industri khusus. Pemerintah Korea Selatan mendorong impor bahan-
bahan baku mentah dan teknologi dengan mengorbankan barang konsumtif
serta mendorong masyarakat untuk menabung dan melakukan investasi.
Namun demikian, seiring dengan gelombang krisis ekonomi yang melanda
Asia, Korea Selatan tidak terkecualikan sebagai salah satu negara yang terkena
krisis. Rasio hutang yang tinggi, pinjaman yang tinggi, serta ketidakdisiplinan
sektor ekonomi telah menjatuhkan perekonomian Korea Selatan pada tahun
1998. Setelah empat tahun berada dalam pengobatan yang dilakukan oleh IMF,
perlahan perekonomian Korea Selatan meningkat kembali secara gradual.
Dituntun oleh pengeluaran konsumsi serta peningkatan ekspor yang signifikan,
pada tahun 2002 Korea Selatan mencatat perkembangan perekonomian yang

10
ditandakan oleh peningkatan GDP sebesar 7 persen yang juga menandakan
kelulusannya dari program dan pengawasan IMF. Korea Selatan telah
membayar kembali sisa pinjamannya sebesar US$ 19,5 milyar, dua tahun lebih
cepat dari perkiraan semula. Antara tahun 2003 – 2005, pertumbuhan ekonomi
berada pada kisaran 4 persen.

Pada tahun 2005, pemerintah membuat proposal tentang pengesahan


reformasi kaum buruh dan skema dana pensiun perusahaan untuk membuat
pasar tenaga kerja lebih fleksibel. Pemerintah juga memperkenalkan kebijakan
real-estate untuk mendinginkan spekulasi yang dibuat oleh sektor properti.
Perkembangan yang positif ini dibarengi dengan berbagai upaya restrukturisasi
di sektor keuangan, korporasi dan publik. Pemulihan ekonomi Korsel yang
berlangsung cepat tersebut sebagian besar juga didukung dengan penerapan
kebijakan suku bunga yang rendah dan stabilisasi pasar domestik. Kebijakan ini
pada gilirannya mendorong iklim investasi dan permintaan domestik. Sebagai
salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor
pertumbuhan yang memukau, membuat Korea Selatan ekonomi terbesar ke-12
di seluruh dunia. Setelah berakhirnya PDII, PDB per kapita kira-kira sama
dengan negara miskin lainnya di Afrika dan Asia. Kemudian Perang Korea
membut kondisi semakin parah. Sekarang PDB per kapita kira-kira 20 kali lipat
dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di Uni Eropa.
Pada 2004, Korea Selatan bergabung dengan “klub” dunia ekonomi trilyun
dolar. Kesuksesan ini dicapai pada akhir 1980-an dengan sebuah sistem ikatan
bisnis-pemerintah yang dekat, termasuk kredit langsung, pembatasan impor,
pensponsoran dari industri tertentu, dan usaha kuat dari tenaga kerja.
Pemerintah mempromosikan impor bahan mentah dan teknologi demi barang
konsumsi dan mendorong tabungan dan investasi dari konsumsi. Krisis
Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea
Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang
besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin.Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6%
pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada
2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena ekonomi dunia
yang melambat, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan
finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh
industri dan konstruksi, pertumbuhan pada 2002 sangat mengesankan di 5,8%.

11
Produk-produk elektronik Korea, Samsung dan LG, telah menguasai
dunia. Dari ponsel canggih, televisi plasma, LCD, sampai semikonduktor. LG
sendiri sekarang adalah perusahaan pembuat panel plasma terbesar di dunia.
Samsung, adalah konglomerat terbesar di dunia, yang hanya kalah oleh
General Electric. Industri pembuatan kapal Korea, Hyundai dan Samsung
Heavy Industries, adalah yang terbesar di dunia dan mengalahkan Jepang
tahun 2004. Hyundai, juga menjadi perusahaan otomotif ke 5 terbesar di dunia.
Korea juga telah jadi negara termaju di dunia dalam hal infrastruktur teknologi.
Sejak tahun 2000, seluruh masyarakat Korea telah menikmati jaringan internet
100 Mbit/detik, siaran televisi interaktif high-definition, teknologi komunikasi.

Korea Selatan mengalami berbagai kemajuan. Dalam bidang ekonomi


berbagai sektor dalam industri mereka mencuat sebagai akibat agresitivitas
dalam menyerap teknologi. Hal ini mereka lakukan dengan bermitra dengan
berbagai perusahaan luar negeri. Sejak dekade 1980an, Lucky Goldstar Group
bermitra dengan Hitachi (Jepang) dan dengan Siemens Jerman untuk Tele-
electric. Goldstar Electric dengan NEC Jepang, dan lainnya. Demikian pula
rintisan Samsung dengan Sumitomo. Di sektor otomotif, Hyundai, KIA, dan
lainnya. Dibandingkan dengan Jepang, berbagai produk otomotif dan
elektronika yang menjadi andalan Korsel, harga ekspor maupun yang dirakit di
negara tujuan investasi sekitar 20% lebih murah, sekalipun dalam mutu
teknologinya masih satu kelas di bawah Jepang.

Perekonomian yang maju dan teknologi yang semakin canggih salah


satunya disebabkan oleh gaya manajemen perusahaan Korsel, baik yang
berskala besar konglomerat “chaebol” maupun yang menengah dan kecil
senantiasa mencerminkan nilai dan filosofi dasar yang mereka anut. Secara
keseluruhan perusahaan memberi tekanan pada harmoni antar-manusia, rasa
menyatu, kerjasama, pengabdian, sikap rajin kerja, orisinalitas dan kreativitas
dan mengejar pembangunan pribadi. Selain itu, dalam ideologi dan sasaran
bisnis, kejujuran, kredibilitas, efisiensi dan usaha meningkatkan mutu dan
tanggung jawab menjadi acuan setiap karyawan mulai dari yang paling top
sampai yang terendah. Sekalipun tampak perbedaan dalam budaya dan asal
usul dengan Jepang, tapi terdapat beberapa kesamaan, yaitu dalam arti
kelangkaan Sumber Daya Alam (SDA), wilayah yang sempit, namun penduduk
yang memiliki motivasi untuk belajar dan menggali ilmu pengetahuan dan

12
keterampilan (skill). Dalam bidang manajemen teknologi, bahkan pernah
terungkap semacam slogan “Kerjakan apa yang pernah dilakukan oleh Jepang,
tapi lakukan dengan biaya lebih murah dan lebih cepat”. Antara harapan dan
kenyataan senantiasa terdapat kesenjangan dan hal ini yang senantiasa
dihadapi setiap bangsa termasuk korea Selatan. Kegagalan berarti mulai lagi
dengan semangat baru.

Menurut Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan, pada


tahun 2006 perekonomian Korea Selatan akan terus berkembang walaupun
ancaman kondisi eksternal seperti harga minyak dunia tetap membayangi.
Pada tahun 2006 ini, Korea Selatan telah mereformasi sektor perpajakan yang
sejalan dengan arah kebijakan ekonomi makro Korea Selatan pada paruh
kedua tahun 2006. Komposisi perekonomian dilihat dari pendapatan per kapita
Korea Selatan adalah sebesar 3.3 persen untuk sektor pertanian, 40.3 persen
untuk sektor industri, dan 56.3 persen untuk sektor Jasa.

Tiga tren utama yang diidentifikasikan akan memberikan efek positif


kepada pertumbuhan industri Korea Selatan adalah:

1. Pendewasaan teknologi digital dan jaringan


2. Integrasi teknologi inter-disipliner
3. Kerjasama ekonomi antara Korea Selatan dan Korea Utara, yang pada
tahun 2006 mencapai 1 milyar dollar AS

Sebaliknya, tiga trend utama yang diidentifikasikan akan memberikan


efek negatif kepada industri Korea adalah:

1. Populasi angkatan kerja muda yang semakin berkurang


2. Pengikisan dan degradasi lingkungan yang berakibat kepada masalah
ingkungan hidup
3. Hegemoni teknologi: permasalahan hak cipta

Pemerintahan memegang peranan penting dalam menentukan kondisi


ekonomi. Di samping aspek lainnya, pemenuhan kewajiban minimum
pemerintahan, termasuk penyediaan infrastruktur dan pemeliharaan stabilitas
mekroekonomi, jelas merupakan syarat yang perlu bagi dicapainya

13
keberhasilan ekonomi. Bukan berarti syarat ini saja sudah menjamin
keberhasilan, tetapi bila digabungkan dengan kewajiban yang rumit dalam hal
mengantisipasi serta mengimbangi distorsi pasar yang muncul akibat strategi
industrialisasi yang bersifat dirigesti (dimana pemerintahan menentukan
segalanya), maka wewenag pemerintahan akan jauh lebih besar. Oleh karena
itu, tidaklah mengherankan bila kesimpulan, Reynolds (1983;976)
menyimpulkan bahwa” Hipotesisnya ialah bahwa satu-satunya variabel pejelas
terpenting (dalam pembangunan ekonomi) adalah organisasi politik dan
kecakapan administratif pemerintahan”. Pemerintahan tidak perlu memberikan
tambahan insentif bagi sebagi sebagian industri, kecuali untuk menanggulangi
kegagalan pasar yang inheren. Sesungguhnya, dinegara berkembang
sekalipun, kegagalan pasar yang inheren ini tidak umum terjadi. Hampir semua
kegagalan yang nyata diakibatkan oleh kebijakan ekonomi pemerintahan;
kegagalan pasar ini dapat muncul baik akibat tindakan pemerintah maupun
karena ketidak mampuan pemerintah dalam dalam mengambil tindakan- dalam
hal ini, misalnya, tindakan pemerintah dalam membatasi ekspor pasar, ataupun
kegagalan pemerintah untuk membentuk pasar modal.

Selama berabad abad lalu, para pemimpin agama dan politik melakukan
penekanan terhadap bangsa Korea sebagai akibat letak geopolitik Korea yang
menjadi jalur utama. Namun, bangsa Korea ditempa sedemikian rupa hingga
memiliki kekuatan psikis hahn (released energy) atau elan vital yang mendesak
bangsa Korea untuk mengejar pendidikan, kerja keras yang mudah
menyesuaikan diri, penuh disiplin dan tekun sampai-sampai melakukan
pengorbanan diri demi peningkatan kesejahteraan keluarganya dan pada
gilirannya kepada bangsa. Semenanjung Korea setelah Perang Dunia II
dipecah sepanjang garis lintang 38 derajat utara menurut perjanjian antara
pihak Amerika Serikat (AS) dan Uni Sovyet (waktu itu). Terciptanya garis yang
memisah melalui Pamunjong. Secara resmi Korsel terbentuk 15 Agustus 1948.
Luas tanah Korsel sekitar 99.000 kilometer persegi, dan hanya sekitar
seperempat dari luas tanah yang dapat dihuni. Penduduknya berjumlah sekira
49,1 juta pada 2006. Yang tampak sebagai gaya manajemen perusahaan
Korsel, baik yang berskala besar konglomerat atau yang mereka sebut
<>i>chaebol maupun yang menengah dan kecil senantiasa mencerminkan nilai
dan filosofi dasar yang mereka anut.

14
Secara keseluruhan perusahaan memberi tekanan pada harmoni antar-
manusia, rasa menyatu (unity), kerjasama, pengabdian, sikap rajin kerja,
orisinalitas dan kreativitas dan mengejar pembangunan pribadi (personal
development). Selain itu, dalam ideologi dan sasaran bisnis, kejujuran,
kredibilitas, efisiensi dan usaha meningkatkan mutu dan tanggung jawab
menjadi acuan setiap karyawan mulai dari yang paling top sampai yang
terendah. Oleh karena itu, peran pemerintah yang tepat adalah membantu
menciptakan dan mempertahankan lingkup ekonomi dimana penggerakan
harga sanagat berpengaruh terhadap perubahan disektor industri. Ini hanya
mungkin apabila pemerintahan menetapkan sistem kebijakan yang bersifat
netral, yang intinya adalah regim perdagangan bebas (atau mendekati regim
perdagangan bebas) dan sektor pemerintah yang kecil sehingga tidak mampu
menetapkan harga ”politis”

Kemajuan negara Korea Selatan memiliki kapasitas yang berkembang


secara baik guna melaksanakan intervensiselektif; dak kapasistas ini terletak
pada (a) instrumen kebijakan yang ampuuh, dan (b) organisasi pemerintahan
yang tertentu, dan kaitannya dengan lembaga ekonomi penting lainnya di dalam
masyarakat. Negara Asia Timur mempunyai hal persamaan yang mencolok
dalam hal instrumen kebijakan maupun kestruktur kelembagaan. Pada sistem
finansial yang bertumpu pada pasar modal, surat-surat berharga (yakni, saham
dan obligasi). Merupakan sumber utama pembiayaan jangka panjang bagi
dunia usaha. Dalam sistem ini, banyak sekali instrumen pasar uang dan pasar
modal yang dapat digunakan, dan sejumlah besar lembaga keuangan khusus
bersaing ketat dalam hal harga dan pelayanan. Harga terutama ditetapkan
melalui interaksi antara penawaran dan perminntaan, sementara lembaga
keuangan tidak memiliki hubungan yang erat dengan perusahaan-perusahaan
tertentu. Sistem finansial Inggris dan Amerika Serikat merupakan contoh nyata
dari bentuk sistem yang bertumpu pada pasar modal ini.

Sistem finansial yang bertumpu pada kredit, pasar modal tidak berfungsi
secara efektif dan perusahaan sangat tergantung pada kredit sebagai seumber
pembiayaannya diluar laba yang ditahan. Pemotongan kredit akan membawa
prospek pada segera dilikuidasinya perusahaan yang ada. Oleh karena itu,
perusahaan sangat tergantung pada para pihak yang mengendalikan kredit-
dalam hal ini bank, karena bank merupakan sumber utama kredit. Lembaga

15
bank dapat relatif bebas dari intervensi pemerintah, sebagai mana yang
terdapat di Jerman, atau dapat pula berada dibawah kendali pemerintah. Pada
kondisi yang terakhir ini, pemerintah berwenang menetapkan harga-harga
finansial, dan melalui harga-harga maupun kemampuan pemerintah untuk lebih
mempengaruhi alokasi pemberian kredit bank secara langsung, pemerintah
dapat mempengaruhi pola investasi didalam perekonomian. Korea Selatan
menganut sistem finansial yang bertumpu pada kredit, dimana pemerintah
berperan dalam mentukan harga-harga. Ketergantungan pihak perusahaan
terhadap kredit ini dapat dilihat dari tingginya rassio utang terhadap modal yang
menjadi ciri khas sektor perusahaan. Dengan menggunakan angka resmi
(belum disesuaikan terhadap laju inflasi), kita ketahui bahwa di Jepang selama
dasawarsa 1950-an hingga 1970-an, rasio utang terhadap modal perusahaan
berkisar antara 300-400 persen, yakni hampir sama dengan angka di Korea
Selatan pada dasawarsa 1970-an; sedangkan di Taiwan selama dasawarsa
1970-an, angka berkisar antara 160-200 persen. Rasio utang terhadap modal
perusahaan di Amerika Serikat dan Inggris berkisar antara 50-100 persen.
Bank-bank di Korea Selatan bertindak sebagai perangkat langsung kebijakan
pemerintah (minimal mengenai pemberian kredit dalam jumlah besar);
pemberian kriteria kredit bank-bank ini diterapkan oleh pemerintah, dan dalam
hal terdapt kredit tak tertagih, pemerintah yang mengetur apakah mereka boleh
terus memberikan kredit atau ridak. (tingginya laju inflansi di Korea Selatan
pada dasawarsa 1070-an berkaitan dengan kebijakan pemerintah untuk
memberikan kredit kepada sejumlah perusahaan agar bangkit dari kesulitan).
Oleh karena itu, kewajiban memberikan jaminan bukanlah merupakan
persyaratan pokok yang haruss dipenuhi (kecuali untuk perusahaan kecil),
sehingga bank tidak, dalam pengertian ini, bertindak selaku ”perentara gadai”.
Meskipun demikian, bank tidak memiliki kapasitas untuk melakukan sendiri
analisis terhadap neraca, prospek pasar dan proyeksi arus khas perusahaan;
atau bagaimanapun juga, mereka tidak berwenang melakukan analisis tersebut
sebagai dasar keputusan pemberian kredit. Jadi, bank-bank di Koreaq Selatan
bukan hanya tidak bertindak selaku perantara gadai, melaikan juga bukan
merupakan kelompok kapitalis. Dalam hal ini, bukan bank yang terlibat
langsung dalam manajemen perusahaan (besar), melaikan pemerintah.

16
2.4 Perundang-undangan Bisnis Korea
Perundangan-undangan bisnis Korea diatur dalam UU Bab IX
(Ekonomi). Sebagai berikut :

Bab IX Ekonomi
Pasal 119 [Peraturan dan Koordinasi]
1) Tatanan ekonomi Republik Korea didasarkan pada penghormatan
terhadap kebebasan dan inisiatif kreatif perusahaan dan individu dalam
urusan ekonomi.
2) Negara dapat mengatur dan mengkoordinasikan urusan ekonomi untuk
mempertahankan pertumbuhan yang seimbang dan stabilitas
perekonomian nasional, untuk memastikan yang tepat distribusi
pendapatan, untuk mencegah dominasi pasar dan penyalahgunaan
kekuatan ekonomi, dan demokratisasi ekonomi melalui harmoni antara
agen ekonomi.

Pasal 120 [Sumber Daya Alam]


1) Izin untuk mengeksploitasi, mengembangkan, atau memanfaatkan
mineral dan semua penting lainnya sumber bawah tanah, sumber daya
laut, tenaga air, dan kekuatan alam tersedia untuk digunakan ekonomi
dapat diberikan untuk jangka waktu di bawah kondisi seperti yang
ditentukan oleh hukum.
2) Tanah dan sumber daya alam yang dilindungi oleh Negara, dan Negara
menetapkan rencana yang diperlukan untuk pembangunan yang
seimbang dan pemanfaatan.

Pasal 121 [Pertanian]


1) Upaya Negara untuk mewujudkan tanah-to-the-anakan prinsip
sehubungan dengan lahan pertanian. pertanian penyewa dilarang.
2) sewa lahan pertanian dan manajemen konsinyasi lahan pertanian untuk
meningkatkan produktivitas pertanian dan untuk memastikan rasional
pemanfaatan lahan pertanian atau karena keadaan tidak dapat dihindari,
diakui di bawah kondisi seperti yang ditentukan oleh hukum.

17
Pasal 122 [Tanah Hukum]
Negara dapat mengenakan, seperti di bawah kondisi yang ditentukan
oleh hukum, pembatasan atau kewajiban yang diperlukan untuk efisien
dan seimbang pemanfaatan, pengembangan, dan pelestarian tanah
bangsa yang merupakan dasar untuk kegiatan produktif dan kehidupan
sehari-hari semua warga negara.

Pasal 123 [Pertanian dan Perikanan]


1) Negara menetapkan dan mengimplementasikan rencana untuk secara
komprehensif mengembangkan dan mendukung pertanian dan
perikanan masyarakat untuk melindungi dan pertanian asuh dan
perikanan.
2) Negara memiliki kewajiban untuk mendorong ekonomi regional untuk
memastikan yang seimbang pengembangan semua wilayah.
3) Dalam rangka melindungi kepentingan petani dan nelayan, usaha
Negara untuk menstabilkan harga produk pertanian dan perikanan
dengan mempertahankan keseimbangan antara permintaan dan
pasokan produk tersebut dan meningkatkan mereka pemasaran dan
distribusi sistem.
4) Negara mendorong organisasi didirikan pada semangat swadaya antara
petani, nelayan, dan pengusaha yang bergerak di industri kecil dan
menengah dan menjamin kegiatan independen dan pengembangan.

Pasal 124 [Perlindungan Konsumen]


Negara menjamin gerakan perlindungan konsumen dimaksudkan untuk
mendorong terdengar kegiatan konsumsi dan peningkatan kualitas
produk di bawah kondisi seperti yang ditentukan oleh hukum.

Pasal 125 [Perdagangan Luar Negeri]


Negara mendorong perdagangan luar negeri, dan dapat mengatur dan
mengkoordinasikan itu.

Pasal 126 [Tidak ada Sosialisasi]


Perusahaan swasta tidak dapat dinasionalisasi atau ditransfer ke
kepemilikan oleh pemerintah daerah, dan tidak akan manajemen
mereka dikendalikan atau dikelola oleh Negara, kecuali dalam kasus-

18
kasus seperti yang ditentukan oleh hukum untuk memenuhi kebutuhan
mendesak pertahanan nasional atau perekonomian nasional.

Pasal 127 [Inovasi, Standardisasi]


1) Negara berupaya untuk meningkatkan perekonomian nasional dengan
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi dan
sumber daya manusia, dan inovasi mendorong.
2) Negara menetapkan sistem standar nasional.
3) Presiden dapat membentuk organisasi penasehat yang diperlukan untuk
mencapai Tujuan dimaksud pada ayat (1).

19
BAB IIII PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pertumbuhan ekonomi yang semakin cepat bukan disebabkan oleh


salah satu kebijaka ekonomi, entah itu berupa liberalisasi impor ataupun
reformasi nilai kurs, semata-mata. Korea Selatan reformasi kebijakan dilakukan
secara eksentif, dan tidak hanya menyangkup perubahan insentif ekonomi
melaikan lebih mendasaar berupa penyusunan kembali hubungan antara sektor
pemerintah dan swasta. Aspek historis juga sangat berpengaruh terhadap
kemajuan negara Korea Selatan, termasuk kepentingan dan bantuan dari
Amerika Serikat yang ektensif maupun struktur sosial dan politik yang khas,
memberikan landasan pokok bagi upaya reformasi. Kebijakan pemerintah jelas
merupakan input pokok bagi upaya pembangunan eekonomi. Korea Selatan
mengalami berbagai kemajuan. Dalam bidang ekonomi berbagai sektor dalam
industri mereka mencuat sebagai akibat agresitivitas dalam menyerap
teknologi.
Perekonomian yang maju dan teknologi yang semakin canggih salah
satunya disebabkan oleh gaya manajemen perusahaan Korsel, baik yang
berskala besar konglomerat “chaebol” maupun yang menengah dan kecil
senantiasa mencerminkan nilai dan filosofi dasar yang mereka anut. Secara
keseluruhan perusahaan memberi tekanan pada harmoni antar-manusia, rasa
menyatu, kerjasama, pengabdian, sikap rajin kerja, orisinalitas dan kreativitas
dan mengejar pembangunan pribadi.

Export oriented, Korea Selatan harus mempersiapkan diri dan berjuang


untuk merebut pasar dunia, Ini akibat dari keadaan yang sama seperti Jepang,
sumberdaya alam yang sangat terbatas dan pasar dalam negeri yang kecil.
Export Oriented, Berjuang keras sejak dini untuk merebut pasar dunia.
Pemerintah memberikan dukungan yang kuat untuk dunia usaha. Infrastruktur,
modal yang murah, pajak rendah untuk industri unggulan, dan, sumberdaya
manusia berkualitas tinggi. Birokrasi dibuat super efisien dan berkualitas tinggi.
Para birokrat dididik dengan proses belajar dan disiplin kelas dunia. Hanya
yang terbaik yang ada dalam birokrasi. Yang tidak efisien, langsung dipotong.
Tidak ada waktu untuk birokrasi korup.Para konglomeratnya, Hyundai,
Samsung, dan LG juga adalah pejuang yang sangat nasionalis. Mereka pada
20
dasarnya akan berjuang mati-matian menembus pasar dunia demi kemajuan
bangsa Korea. Dengan, atau tanpa bantuan dari pemerintah.

Pembangunan manusia-manusia unggul. Manusia-manusia unggul yang


punya kemampuan tinggi dalam menyerap ilmu dan teknologi. Pembangunan
manusia-manusia unggul, lewat pendidikan unggul. Pendidikan terbaik di dunia.
Sejak lama, pemerintah telah berjuang agar anak-anak Korea memiliki nilai
matematika dan sains yang tinggi. Tidak dalam ukuran Korea sendiri, tapi
dalam skala global. Jadi sistem pendidikan terbaik di dunia harus dibentuk. Ahli-
ahli pendidikan terbaik di dunia, pakar-pakar sains dan teknologi termaju
didatangkan untuk membentuk sistem pendidikan Korea. Berbagai usaha
dilakukan agar universitas-universitas di Korea bisa sejajar, dengan Harvard
dan MIT, terutama dalam advanced science dan technology.

21