Anda di halaman 1dari 138

Pendinding Sebelum Meruqyah

1
Indzhar Sebelum Meruqyah

Wahai Zat Yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri, dengan rahmatMu aku memohon
pertolongan.

Ya Allah bantulah kami dalam mengingatiMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah yang baik
kepadaMu.

Tidak ada tuhan selain Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang direjam.

Aku berlindung kepada Allah Yang maha Mendengar dan Maha


Mengetahui dari syaitan yang direjam.

2
Ya Allah, Engkaulah tuhanKu, tidak ada tuhan selainMu. kepadaMulah aku
bertawakkal dan Engkaulah tuhan singgahsana yang agung. Segalanya atas
kehendak Allah dan apapun tanpa kehendakNya tidak akan terwujud. Tiada daya
dan kekuatan kecuali dengan (kekuatan) Allah. Ketahuilah bahawa Allah Maha
Mampu melakukan apapun dan bahawa ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Dan
Dia (menghitung) segala sesuatunya dengan terperinci. Ya Allah, sesungguhnya
aku berlindung diri kepadaMu dari segala keburukan jiwaku, kejahatan syaitan
dan sekutunya dan dari kejahatan segala sesuatu yang melata yang Engkaulah
pemegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabku berada di atas jalan yang lurus.
(HR BUKHARI)

Aku berlindung dengan wajah Allah Yang Mulia dan dengan kalimat-kalimat Allah yang
sempurna yang tidak ada yang melampauinya segala kebaikan mahupun keburukan dari
kejahatan apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya dan dari kejahatan
apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan dari kejahatan fitnah di malam
dan siang hari dan dari kejahatan jalan-jalan di malam dan siang hari kecuali suatu jalan
yang dilalui dengan kebaikan. Ya Rahman.

3
Ta’awwuz atau doa perlindungan di atas diajarkan oleh malaikat Jibril kepada
Rasulullah s.a.w ketika malam Isra’ Mikraj. Ketika itu Rasulullah s.a.w dihadang
oleh jin Ifrit (yang diutus oleh Iblis) yang membawa obor untuk membakar
Rasulullah s.aw. Lalu Rasulullah s.a.w membaca doa perlindungan tersebut
sehingga Ifrit tersebut kalah dengan izin Allah. (HR. Imam Bukhari)

Allah Yang Maha Besar. Allah lebih perkasa dari segala makhlukNya, Allah lebih perkasa
dari segala yang aku takuti dan aku khuatirkan. Aku berlindung diri kepada Allah yang tidak
ada tuhan selain Dia. Yang menahan tujuh lapis langit sehingga tidak jatuh menimpa bumi,
namun dapat terjadi dengan izinNya
Dari kejahatan…(hambaMu:…disebutkan namanya jika tahu…)
Dengan para tenteranya dan pengikutnya serta kelompoknya dari jenis jin dan manusia. Ya
Allah, jadikanlah perlindungan untukku dari kejahatan mereka. Mulialah segala sifatMu,
perkasalah perlindunganMu, Maha Berkah namaMu dan tidak ada Ilah selainMu. (HR
Bukhari dalam kitab Adabul Mufradat)

Dalam ta’awwuz terhadap pihak yang dikenal kejahatannya, nama orang


tersebut dapat kita sebutkan dalam rangkaian ta’awwuz tersebut.

Ayat-ayat Ruqyah Dari Al Quran

1. Al Fatihah
2. Al Baqarah: 1-5
3. Al Baqarah: 102

4
--Wailahukum ilahuwwahid…dst
4. Al Baqarah: 255
5. Al Baqarah: 285-28
6. Ali Imran:18-19

“Allah menyatakan bahawasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan
Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga
menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia,
Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi
Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali
sesudah datang pengetahuan kepada mereka, kerana kedengkian (yang ada) di antara
mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah
sangat cepat hisab-Nya.”

7. Al A’raf: 54-56

5
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam
enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang
yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan
bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan
dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. Berdo`alah
kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat
kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya
dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya
rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

8. Al A’raf: 117-122

“Dan kami wahyukan kepada Musa: "Lemparkanlah tongkatmu!" Maka sekonyong-


konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Kerana itu nyatalah yang
benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan
jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan
diri dengan bersujud. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
"(iaitu) Tuhan Musa dan Harun.”

9. Yunus: 81-82

“Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu lakukan itu, itulah
yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya.” Sesungguhnya

6
Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang
membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya,
walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai (nya).”

10. Thaha: 69

“Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, nescaya ia akan menelan apa
yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya
tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia
datang.”

11. Al Mukminun: 115-118

“Maka apakah kamu mengira, bahawa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-
main (saja), dan bahawa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi
Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan
(Yang mempunyai) `Arsy yang mulia. Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di
samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya
perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
Dan katakanlah: "Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah
Pemberi rahmat Yang Paling baik.”

12. As Shafaat: 1-9

“Demi (rombongan) yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya, dan demi


(rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan
maksiat), dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran. Sesungguhnya Tuhanmu

7
benar-benar Esa. Tuhan langit dan bumi dan apa-apa yang berada di antara keduanya
dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari. Sesungguhnya Kami telah menghias langit
yang terdekat dengan hiasan, iaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-
benarnya) dari setiap syaitan yang sangat derhaka, syaitan-syaitan itu tidak dapat
mendengar-dengarkan (perbicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala
penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka seksaan yang kekal. Akan tetapi
barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh
suluh api yang cemerlang.”

13. Al Ahqaf: 29-32

“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan
Al Qur'an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata:
"Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).” Ketika pembacaan telah selesai mereka
kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: "Hai kaum
kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan
sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada
kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang
menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, nescaya Allah akan mengampuni
dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak
menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan
diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka
itu dalam kesesatan yang nyata.”
14. Ar Rahman: 33-36

“Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit
dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.
Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kepada kamu, (jin dan

8
manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat
menyelamatkan diri (daripadanya). Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu
dustakan?”

15. Al Hasyr: 21-24

16. Al Jin: 1-9

“Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadaku bahawasanya:


sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur'an), lalu mereka berkata: "Sesungguhnya
kami telah mendengarkan Al Qur'an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk
kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan

9
mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami, dan bahawasanya Maha Tinggi
kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak. dan bahawasanya
Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak. dan
sesungguhnya kami mengira, bahawa manusia dan jin sekali-kali tidak akan
mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah. Dan bahawasanya ada beberapa
orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di
antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. Dan
sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang
kafir Mekah), bahawa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul) pun,
dan sesungguhnya kami telah mencuba mengetahui (rahsia) langit, maka kami
mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan
sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk
mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencuba)
mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai
(untuk membakarnya).”

17. Al Ikhlas
18. Al Falaq
19. An Naas

Ayat-ayat Ruqyah Dari Hadis

“Hilangkanlah sakit, wahai Tuhan manusia. Di tanganMu terdapat kesembuhan. Tidak ada
yang menyembuhkan selain Engkau.”

“Hilangkanlah penyakit, wahai Tuhan manusia dan sembuhkanlah, Engkaulah yang


menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain dariMu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan
sakit lagi.” (HADIS RIWAYAT IMAM MUSLIM)

10
“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari kejahatan yang aku temui dan aku
waspadai.” (HADIS RIWAYAT IMAM MUSLIM)

“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari kejahatan yang aku dapatkan.”
(HADIS RIWAYAT ABU DAWUD)

“Dengan nama Allah, aku membacakanmu doa mentera, dari segala sesuatu yang
menganggumu, dari kejahatan setiap jiwa dan penyakit dengan memohon Allah agar
menyembuhkanmu. Dengan nama Allah, aku membacakan doa mentera.” (HADIS RIWAYAT
IMAM MUSLIM)

“Tuhan kami yang singgahsanaNya di langit. NamaMu suci. urusanMu di langit dan di bumi,
sebagaimana rahmatMu di langit. Maka jadikan rahmatMu ada di bumi. Ampunilah dosa-
dosa kami dan kesalahan kami. Engkau Tuhan orang-orang yang baik. Turunkan rahmatMu
dan ubatMu terhadap penyakit ini.” (HADIS RIWAYAT ABU DAWUD DAN AHMAD)

“Aku berlindung dengan kalimah Allah yang sempurna dari kemurkaan Allah dan kejahatan
hamba-hambaNya dari godaan-godaan syaitan dan dari kehadirannya kepadaku.” (HADIS
RIWAYAT ABU DAWUD DAN TIRMIDZI)

11
“Dengan nama Allah, tanah kami, dengan air ludah salah satu kami, agar sakit kita sembuh
dengan izin Tuhan kami.” (MUTAFAQUN ALAIH)
Kebanyakan ulama berkata yang dimaksudkan dengan tamah kami adalah tanah di
bumi secara keselurohan. Ada yang berpendapat tanah di Madinah kerana keberkahannya.
Makna hadis di atas bahawa beliau mengambil air ludah beliau dengan jari telunjuk, kemudian
meletakkannya di tanah, lalu menggantungkan sesuatu dari tanah itu lalu beliau
menggunakannya untuk mengobati luka atau orang sakit. Kalimat tersebut diucapkan ketika
mengusap.

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhlukNya.” (HADIS
RIWAYAT IMAM MUSLIM)

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap syaitan dan binatang
berbisa dan dari segala mata yang jahat.”

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, yang tidak dilampaui oleh orang yang
baik dan orang jelek, dari kejahatan makhluk, dari kejahatan sesuatu yang turun dari langit
dan dari kejahatan yang naik kek langit, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan di bumi dan
yang keluar dari bumi, dari kejahatan fitnah malam dan siang dan dari kejahatan orang yang
melangkah waktu malam kecuali jalan yang dilalui dengan kebaikan, wahai Tuhan Yang maha
Pengasih.”

12
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murkaNya dan seksaNya dan dari
kejahatan hamba-hambaNya dan dari godaan-godaan syaitan dan dari kedatangannya.”

“Ya Allah, aku berlindung dengan zatMu yang mulia dan kalimat-kalimatMu yang sempurna
dari kejahatan makhluk yang berada dalam kendaliMu. Ya Allah, Engkau yang mengampinu
dosa dan yang menanggulangi kerugian. Ya Allah, tenteraMu tidak terkalahkan dan janjiMu
tidak diingkari, Maha Suci Engkau dan pujian untukMu.”

“Aku berlindung dengan Zat Allah yang Agung, yang tidak ada sesuatu yang lebih agung
dariNya dan dengan kalimatnya yang sempurna yang tidak dilewati oleh orang baik dan
orang jahat, dan dengan Asmu’ ul Husna, yang aku ketahui dan yang tidak, dari kejahatan
sesuatu yang diciptakan dan dari kajahatan setiap tang jahat yang tidak dapat aku hadapi
dan dari kajahatan setiap yagn jahat yang berada di bawah kendaliMu. Sesungguhnya,
Tuhanku berada pada jalan yang lurus.”

13
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhanku yang tidak ada tuhan selain Engkau.
kepadaMu aku berserah diri. Engkau Thuan Arasy yang Agung. Apa yang Engkau kehendaki
pasti akan terjadi dan yang tidak Engkau kehendaki pasti tidak akan terjadi. Tiada daya dan
kekuatan kecuali atas kehendakMu. Engkaulah yang Maha Tahu segala sesuatu.
Sesungguhnya, ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Ia menghitung segala sesuatu satu persatu.
Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, dari kejahatan syaitan dan
sekutunya dan dari segala binatang yang Engkau kendalikan. Sesungguhnya Tuhanku berada
pada jalan yang lurus.”

14
“Aku membentengi diri dengan Allah yang tidak ada tuhan selain Dia, Tuhanku dan Tuhan
segala sesuatu dan aku berserah diri kepada yang hidup yang tidak mati dan aku meminta
penolakan terhadap kejahatan dengan Laa haula walaa quwwata illlaa billah. Cukup bagiku
tuhan dari hamba-hamba. Cukuplah Pencipta dari makhluk, cukuplah Pemberi rezeki dari
yang diberi rezeki. Cukuplah Dia yang mencukupiku, cukuplah Dia yang di tanganNya
terdapat kerajaan segala sesuatu. Dia Melindungi dan Tidak Dilindungi. Cukuplah Allah
bagiku dan cukup. Allah mendengar orang yang berdoa. Tidak ada yang menghalangi
kekuasaan Allah. Cukuplah bagiku Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia. kepadaNya, aku
berserah diri dan Dia Tuhan Arasy yang agung.”

“Dengan nama allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan
segala pandangan kedengkian. Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah, aku
meruqyahmu.” (HADIS RIWAYAT MUSLIM)

“Dengan nama Allah, aku memohon agar Allah memberikan perlindungan dari semua
penyakit yang mengganggumu. Dengan asma Allah, aku memohon agar Allah melindungimu
dari kejahatan segala macam jiwa atau mata yang dengki. Allah menyembuhkanmu. Dengan
asma Allah aku memohonkan perlindungan bagimu.” (HADIS RIWAYAT MUSLIM)

“…..Semoga Engkau menurunkan rahmat dari sisiMu dan kesembuhan dari penyembuhMu
atas penyakit ini…” (HADIS RIWAYAT ABU DAWUD)

15
Dari Abu Said dia berkata, “Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah s.a.w lalu berkata
kepadanya, ‘Hai Muhammad, apakah engkau sakit? ‘Maka beliau menjawab, ‘Ya.’ Kemudian
Jibril pun meruqyahnya dengan doa: ‘Dengan mana Allah aku meruqyahmu dari setiap
sesuatu yang mengganggumu dan dari kejelekan pandangan mata orang jahat dan kejelekan
orang-orang yang dengki. Allahlah yang menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku
meruqyahmu.” (HADIS RIWAYAT IMAM MUSLIM)

Dahulu Rasulullah s.a.w apabila salah seorang di antara kami (isteri-isterinya) sakit, maka
beliau mengusap tubuh kami dengan tangan kanan beliau dengan membaca, ‘Hilangkanlah
kesusahan wahai Rabnya manusia dan sembuhkanlah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat
Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada penyembuhan kecuali penyembuhan dariMu,
penyembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”

Ruqyah Dan Sihir

Menurut Muhammad Abduh Al Maghauri ‫حوار ساخن مع جن مسلم و جن مسيحى‬


atau “Dialog Panas Jin Islam Dengan Jin Kafir” yang diterjemahkan oleh
Normizah Tohir, ada menyentuh beberapa jenis penyakit yang pernah dirawatnya
yang membawa kesan yang positif setelah diruqyah. Antara penyakit yang pernah
dirawatnya adalah lumpuh, kanser dan buta.
Dalam buku tersebut pada halaman 35, Syeikh Muhammad Abduh Al
Maghauri menceritakan;

“Suatu hari seorang perempuan datang kepadaku bersama saudaranya. Dia


mengadu selalu sakit kepada dan dadanya tercekik. Saya bacakan ayat lebih dari satu
setengah jam tetapi dia tidak merasakan sesuatu atau halangan ketika dibacakan. Zahir yang
nampak disebut dalam kitab “Kata-Kata Terakhir Mengeluarkan Jin Dengan Al Quran.”
Saya berikan program perubatan jangka masa panjang dan saya mula mengkaji
kes tersebut kerana program ini tidak dapat digambarkan melainkan dalam pendedahan
khusus yang telah saya sebut dahulu. Sepanjang tempoh itu saya mula berfikit tetang kes yang
berada di hadapan mata saya. Saya bertambah terkejut ketika didatangi lebih dari satu kes
dalam seminggu dengan cara yang sama. Aduan tanpa keterangan yang jelas tetapi
perubatan menegaskan tidak ada sebarang anggota badan yang sakit dan ketika mana kes itu
datang berturut-turut, saya mula terfikir suatu perkara yang penting iaitu sihir yang memberi
kesan kepada nabi yang tidak disertai dengan jin tetapi ianya merupakan sihir yang
memberikan kesan dengan sendirinya. Antara kes yang saya hadapi adalah kes yang sama
dengan nabi, lalu saya membuat rumusan bahawa kes itu tanpa jin. Oleh yang demikian, ia
tidak memberi pendedahan secara sempurna. Rumusan kedua yang saya teliti adalah
sebahagian surah dalam Al Quran yang dibongkarkan yang dapat dihunakan untuk menolak
sihir dan saya terfikir pada tiga surah iaitu Surah Al Baqarah, Ad Dukhan dan Al Jin.

16
Dengan kelebihan yang Allah beri, saya berikan perubatan ini untuk semua kes yang
didatangkan kepada saya dengan kelebihan yang Allahh ber lalu saya sembuhkan dengan
perintah Allah dan sakit tersebut tidak berulang lagi. Supaya kata-kata ini bermanfaat dan
dapat diambil faedahnya, saya jelaskan bahawa sihir sakit itu ialah sihir yang memberi kesan
ke atas jasad dan menyakitkan tetapi ia tidak memberi zahir sakit yang sempurna untuk
mengungkapkan kes yang ada di hadapan anda.”

Menurut Muhammad Abduh Al Maghauri juga, antara sakit yang


disebabkan sihir ini adalah:
a. Sakit kepala dan tertutup kedua belah mata.
b. Nafas tersekat
c. Kadang-kadang sakit kanser dan ia mempunyai rawatan yang khusus
dengan izin Allah.
d. Lupa dan tidak dapat menumpukan perhatian pada pekerjaan.
e. Halangan untuk melakukan sesuatu yang pernah disukai dahulu.
f. Tekanan darah tinggi yang disertai dengan pecahan sel yang menyakitkan
di tapak kaki.
g. Dengungan yang berterusan di telinga.
h. Kebas di bahagian kiri kesemua anggota badan dan boleh menyebabkan
kecacatan pada pesakit dan tidak dapat membuat kerja yang berat.

Semua perkara di atas berlaku ketika sedar, manakala zahir sakit melalui
mimpi pula amat sedikit dan ia hampir tiga bahagian dari sakit zahir. Pertama,
seperti dicekik ketika tidur, kedua, seperti jatuh dari tempat yang tinggi dan kita
tidak mendapati sesuatu yang jatuh ke atasnya dan ketiga, merasa lemas di suatu
tempat yang kita rasakan seolah-olah tidak ada air kerana amat panas dan masin.
Kadangkala reaksi sakit nampak ketika seseorang itu duduk tetapi tidak kita ketahui
dan ia adalah keadaan yang tidak normal dan jarang berlaku. Apabila kita
berhadapan dengan keadaan ini, kita bacakan ayat Al Quran, Surah Yunus: 81-82

“Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang
sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya.” Sesungguhnya Allah
tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat
kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun
orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai (nya).”

Ayat ini hendaklah dibaca berulangkali. InsyaAllah akan timbul salah satu
reaksi dari zahir sakit ini untuk menentukan apakah jenis sihir yang dilakukan oleh
orang yang menyihir kita dengan izin Allah. Jenis sihir tersebut adalah:

17
Pertama: Penat akan terasa hilang. Ini bermakna, kalau pesakit merasa sakit kepala,
maka sakitnya akan hilang apabila dibacakan Al Quran. Kemudia sakit ini akan
datang semula atau berulang lagi ketika ayat ruqyah tidak dibacakan. Maka
ketahuilah bahawa kes yang ada di hadapan anda adalah jenis sihir yang tertanam.
Sihir ini berada di luar jasad dan tidak memberikan kesan sementara waktu ketika
tidak dibacakan ayat ruqyah.

Kedua: Zahir sakit ini banyak berlaku kepada individu yang merasa lupa dan tidak
ada tumpuan pada pekerjaan, merasa sakit kepala dan tertutup kedua belah mata.
Ayat ruqyah yang dibacakan akan memberikan kesan yang sedikit sahaja dan sakit
akan kembali semula. Dalam kes ini, sakit tidak akan kembali ketika dibacakan ayat
ruqyah tersebut. Jadi, di sini kita akan tahu bahawa jenis sihir ini dinamakan sebagai
kalimah hijab. Sebaiknya kita bertanya kepada pesakit adakah dia membawa hijab
seperti azimat, wafaq, benda-benda yang diyakini mempunyai kekuasaan dan
sebagainya. Sekiranya mereka memang ada membawa barang tersebut maka dengan
izin Allah kita hendaklah membakarnya kerana ia merupakan salah satu dari proses
penyembuhan dengan rahmat Allah.
Ketiga: Pesakit menangis ketika diperdengarkan ayat ruqyah kepadanya. Kita
hendaklah mengetahui bahawa ianya hanyalah tangisan sahaja. Sekiranya pesakit itu
diiringi dengan sakit atau halangan yang lain, maka kita hendaklah merawat pesakit
ini dalam masa yang agak lama. Kadang-kadang pesakit banyak berpeluh. Ia adalah
bentuk zahir sakit perbuatan sihir melalui minuman atau hembusan tanpa jin. Tetapi
jika diiringi dengan zahir sakit lain, sihir ini adalah sihir yang diiringi dengan jin.

Merawat Sihir Sakit

Menurut Muhammad Abduh Al Maghauri ‫حوار ساخن مع جن مسلم و جن مسيحى‬


atau “Dialog Panas Jin Islam Dengan Jin Kafir,” untuk merawat sihir ini
memerlukan masa selama tiga minggu. Setiap minggu pesakit hendaklah mengikuti
dan hendaklah melakukan apa yang telah ditetapkan kepadanya.

Minggu pertama: Minggu ini dinamakan sebagai minggu pertahanan kepada


pesakit. Pesakit hendaklah membaca Surah Ad Dukhan dan Surah Al Jin sekali pada
tiap-tiap hari selama seminggu penuh.

Minggu kedua: Minggu ini dinamakan minggu perbentengan kukuh kepada pesakit
dan pesakit hendaklah membaca Surah Al Baqarah dua kali selama seminggu
penuh.

Minggu ketiga: Pada minggu ini pesakit hendaklah berusaha untuk membaca zikir
yang ma’tsur dari Rasulullah iaitu zikir pada pagi dan petang kerana di dalamnya
terdapat benteng yang kukuh untuk diri sendiri.

18
1. Ruqyah khusus untuk sihir

Menurut Syeikh Wahid Abdus Salam Bali, pengarang buku “Ash


Sharimul Battaar Fi Tashaddi Lis Saharatil Asyraari” yang telah
diterjemahkan oleh Aunur Rafiq Shaleh Tamhid, Lc, menjelaskan ada beberapa
jenis sihir. Di antaranya adalah;

a. Rawatan kepada sihir perceraian

Sihir perceraian adalah sihir untuk menceraikan hubungan


antara suami isteri atau menimbulkan perasaan benci dan permusuhan dua
orang sahabat, memutuskan hubungan antara anak dengan ibunya, anak
dengan ayahnya, seseorang dengan saudaranya, dan sebagainya.
Gejalanya adalah berubah sikap menjadi benci secara mendadak atau
cinta secara mendadak, saling ragu antara keduanya, tidak mahu meminta
maaf, memperbesarkan perselisihan faham walaupun hanya melibatkan
hal yang kecil, suami tiba-tiba melihat isterinya dalam keadaan hodoh
walaupun isterinya cantik dan sebaliknya. Orang yang disihir membenci
setiap perbuatan yang dilakukan oleh pasangannya dan orang yang disihir
tidak suka tinggal di tempat lain. Dia merasakan tidak tenang sekiranya
dia berada di tempat lain.

Menurut Ibnu Katsir, “Sebab perceraian berlaku di antara


kedua suami dan isteri adalah timbulnya bayangan suami atau isteri
terhadap pasangan masing-masing dalam rupa dan perilaku yang buruk
atau sebab-sebab lainnya yang dapat menimbulkan perceraian.”

Sihir ini terjadi apabila sesorang itu pergi ke dukun dan


meminta agar menceraikan seseorang dengan isterinya. Kemudian, dukun
tersebut akan meminta nama orang yang akan disihir dan nama ibunya
serta salah satu benda dari orang yang akan disihir misalnya rambut,
pakaian atau saputangannya. Jika orang tersebut tidak dapat menyediakan
apa yang diminta maka dukun tersebut akan menggunakan air yang telah
dibacakan mentera syirik dan meminta supaya air tersebut dituangkan di
atas jalan yang akan dilalui oleh orang yang akan disihir. Bila orang yang
dimaksudkan menggunakan jalan tersebut maka sihir itu akan
menimpanya atau kemungkinan juga air tersebut akan diletakkan di dalam
makanan atau minumannya.
Cara merawatnya adalah dengan cara diruqyah seperi biasa.
Setelah dibacakan ruqyah dengan tartil dan suara yang kuat di telinga

19
pesakit, InsyaAllah akan terjadi salah satu dari tiga keadaan. Ada tiga
tahap yang perlu dilakukan. Pembaca boleh merujuk pada buku karangan
Syeikh Wahid Abdus Salam Bali, “Ash Sharimul Battar Fi Tashaddi Lis
Saharatil Asyraari”, “Wiqayatul Insan Minal Jinni Wasy Syaitan” dan
buku karangan penulis “Ruqyah Syariyah: Sebuah Rawatan Islam
Terhadap Gangguan Sihir dan Jin”, pada Bab 7, halaman 75 tetapi
penulis sertakan sekali pada buku ini tiga tahap dalam meruqyah.

Tahapan Pertama: Tahapan sebelum rawatan

- Menyediakan suasana keimanan yang benar. Keluarkan gambar-


gambar makhluk bernyawa dan patung-patung agar rumah orang
yang kita rawat itu dimasuki oleh para malaikat.
- Keluarkan dan musnahkan azimat, penangkal, minyak, wafak atau
benda-benda yang diyakini ada pengarohnya dari pesakit sekiranya
ada.
- Bersihkan rumah dari lagu-lagu dan muzik.
- Bersihkan rumah dari sesuatu yang melanggar syariat seperti orang
yang membuka aurat, lelaki memakai emas atau sutera, orang yang
menghisap rokok dan sebagainya.
- Berilah nasihat atau pelajaran tentang aqidah kepada pesakit dan
keluarganya sehingga hati dan keyakinan mereka tidak memiliki
ketergantungan kepada selain Allah.
- Mendiagnosis keadaan seperti mengajukan pertanyaan kepada
pesakit untuk mengesan gejala yang ada seperti adakah pesakit
melihat isteri atau suaminya dalam keadaan buruk atau hodoh,
apakah pernah terjadi perselisihan faham antara mereka dalam hal-
hal yang remeh, adakah pesakit merasa lega apabila berada di luar
rumah dan jika masuk ke dalam rumah timbul rasa tidak selesa
seperti dada merasa sesak dan sebagainya, adakah salah seorang dari
suami isteri mengalami masalah dalam melakukan hubungan suami
isteri dan adakah salah seorang di antara mereka merasa cemas
dalam tidur atau mimpi yang menakutkan. Teruskan pertanyaan
sehingga kita dapat mengesan dua dari gejala sihir ini atau lebih.
- Berwuduklah sebelum memulai rawatan dan arahkan juga kepada
orang yang yang ada di sekeliling kita.
- Jika pesakit adalah wanita, janganlah kita memulai rawatan sehingga
kita telah pastikan bahawa pesakit telah menutup aurat dalam
keadaan sempurna agar tidak terdedah sewatu proses ruqyah
berlangsung. Pastikan kita menggunakan hijab seperti sarung tangan,
tuala atau kain apabila dalam keadaan darurat contohnya kita
terpaksa memegang anggota badan pesakit sekiranya pesakit itu
histeria.

20
- Janganlah kita meruqyah wanita yang sedang dalam keadaan
pelanggaran syariat seperti membuka aurat, memakai minyak wangi,
atau memakai pewarna kuku seperti wanita kafir.
- Pastikan pesakit wanita ditemani mahramnya sebelum kita
meruqyah.
- Bacalah zikir ‫ ل حول ول قلوة ال بالللة‬dan mintalah pertolongan kepada
Allah.

Tahapan Kedua: Rawatan

Letakkan tangan kita di atas kepala pesakit dan bacalah ayat


ruqyah di telinganya dengan tartil iaitu sesuai dengan kaedah ilmu tajwid.
Setiap kali hendak membaca ayat Al Quran hendaklah dimulakan dengan
membaca indzhar dan taawudz iaitu

‫أعوذ باللة السميع العليم من الشيطان الرجيم‬


Membaca Al Fatihah
Al Baqarah: 1-5
Al Baqarah: 102
Al Baqarah: 163-164
Al Baqarah: 255 ( ayat kursy )
Al Baqarah: 285-286
Ali Imran: 18-19
Al A’raf: 54-56
Al A’raf: 117-122
Yunus: 81-82
Thaha: 69
Al Mukminun: 115-118
As Shafaat: 1-10
Al -Ahqaf: 29-32
Ar Rahman: 33-36
Al Hasyr: 21-24
Al Jin: 1-9
Al- Ikhlas
Al Falaq
An Naas

Setelah diruqyah dengan ayat-ayat di atas pada pesakit dengan suara yang
kuat maka akan terjadi salah satu dari tiga keadaan berikut:

21
Keadaan pertama: Pesakit akan mengalami histeria dan jin yang
ditugaskan untuk menganggu akan berdialog dengan kita melalui badan
pesakit. Dalam keadan seperti ini, kita hendaklah bertanya kepada jin
tersebut beberapa soalan iaitu:

- Siapa nama kamu? Apa agama kamu? Di mana kamu tinggal? Di


mana kamu berada dalam jasad pesakit? Siapa yang menghantar
kamu? Kamu datang atas alasan apa? Dan kamu hendak keluar atau
terbakar di dalam badan pesakit? Hadapilah jin tersebut sesuai
dengan agamanya. Jin ia kafir maka tawarkanlah Islam kepadanya.
Jika ia Islam maka jelaskan kepadanya bahawa apa yang ia lakukan
itu adalah haram dan berdosa, apalagi bekerja dengan ahli sihir. Ini
bertentangan dengan ajaran Islam.
- Tanyakan kepadanya di mana sihir itu disimpan tetapi janganlah kita
percaya kepadanya sebelum kita mendapat kepastian tentang tempat
sihir itu disembunyikan. Sekiranya jin itu memberitahu di mana sihir
itu disembunyikan maka pergi dan ambillah sihir tersebut serta
musnahkan. Sekiranya sihir itu tidak ada, maka sesungguhnya jin itu
berbohong. Hati-hatilah sebab jin selalu berbohong.
- Tanyakan kepada jin tersebut adakah hanya dia sahaja yang
ditugaskan untuk menganggu pesakit atau ada lagi jin yang berada di
dalam tubuh pesakit. Jika ada jin lain yang berada di dalam tubuh
pesakit maka arahkan ia untuk menghadirkan jin yang lain dan
hadapilah mereka seperti biasa.
- Kadang-kadang jin tersebut akan menyebutkan nama-nama orang
tertentu yang pergi berjumpa dengan ahli sihir dan meminta ahli sihir
itu untuk melakukan sihir. Dalam keadaan ini janganlah kita percaya
kepada jin tersebut kerana ia hanya ingin menimbulkan permusuhan
di antara manusia. Kesaksian jin tersebut telah tertolak secara syarie
disebabkan ia berbuat fasiq apalagi kefasiqannya itu sangat nyata
dengan menjadi pelayan atau khadam ahli sihir tersebut. Allah SWT
berfirman;

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik


membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak
menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui
keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

22
Jika jin tersebut memberitahu tempat sihir dan kita telah
mengeluar atau mengambil sihir tersebut, maka bacakanlah ayat-ayat di
bawah ini di dalam suatu bekas air.

Ayat-ayat di atas hendaklah dibacakan pada bekas yang berisi


air dan dekatkan mulut dengan bekas air tersebut. Kemudian larutkan sihir
tersebut ke dalam bekas air yang telah dibaca ruqyah tadi samada sihir itu
berbentuk kertas, minyak wangi, benda-benda keras seperti batu, keris,
besi dan sebagainya. Kemudian, buanglah air tersebut di tempat yang
tidak dilalui oleh manusia.
Jika jin tersebut mengatakan bahawa pesakit telah terkena sihir
melalui makanan dan minuman. maka tanyakan kepada pesakit adakah
pesakit merasa sakit di bahagian hati. Jika pesakit selalu merasa sakit di

23
bahagian hati, maka jin itu berkata benar tetapi jika tidak jin itu telah
berbohong.
Jika ternyata jin itu jujur maka buatlah suatu perjanjian dan
kesepakatan dengannya agar jin itu keluar dari jasad pesakit dan jangan
datang lagi kepada pesakit. Katakan kepada jin tersebut bahawa kita akan
mematikan sihir itu InsyaAllah. Kemudian bacakan ayat Al Quran di
bawah di dalam air. Ayat ini dibaca tujuh kali dan kemudian pesakit akan
meminum air tersebut selama tujuh hari atau lebih pada setiap pagi dan
petang.terjemahan ayatnya :

”Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa
kerajaan Sulaiman …dst.

Jika jin tersebut mengatakan bahawa pesakit itu tersihir dengan cara
terpijak barang sihir atau dengan menggunakan salah satu dari pakaian atau
rambutnya, maka bacakan ayat ruqyah tadi di dalam air. Kemudian air tersebut
diminum dan digunakan untuk mandi oleh pesakit selama tujuh hari di luar tandas.
Air itu kemudiannya dibuang ke jalan atau di luar kawasan tandas. Ini boleh
dilakukan selama tujuh hari atau lebih sehingga penyakit itu hilang.
Kemudian buatlah perjanjian dengan jin supaya ia tidak akan menganggu
pesakit lagi dan arahkan supaya ia keluar. Di dalam buku yang dikarang oleh Syeikh
Wahid Abdus Salam Bali iaitu “Wiqayatul Insan Minal Jinni Wasy Syaitan,
menjelaskan bahawa kita boleh membuat perjanjian dengan jin tadi melalui lafaz
perjanjian seperti berikut:

“Saya berjanji kepada Allah SWT bahawa saya akan keluar dari jasad ini dan
tidak akan kembali lagi kepadanya, juga tidak akan kembali (masuk) kepada salah seorang
dari kaum muslimin. Jika saya melanggar janji saya, maka saya akan terkena laknat Allah,
para malaikat dan semua manusia. Ya Allah, jika aku jujur, maka permudahkanlah bagiku
untuk keluar dan jika aku berdusta, maka berilah kekuatan kepada orang-orang mukmin
terhadap diriku. Allah menjadi saksi atas apa yang aku ucapkan.”

Seminggu kemudian bacakanlah ruqyah sekali lagi. Jika pesakit tidak


merasa apa-apa maka Alhamdulullah, pesakit sudah sembuh dengan izin Allah.
Tetapi jika pesakit histeria kembali bererti jin tersebut telah berbohong dan belum
keluar dari badan pesakit. Tanyakan kepada jin tersebut apa sebabnya jin tersebut
belum lagi keluar dan hadapilah mereka dengan cara yang lembut. Jika jin tersebut
menerimanya dengan baik dan keluar, Alhamdulillah. Tetapi, jika jin tersebut tetap
enggan keluar maka pukullah dan bacakan ruqyah dan lakukanlah pelbagai bentuk
penyeksaan kepada jin tersebut.
Antara tempat yang boleh menyakiti jin melalui badan pesakit adalah
tekan di bahagian bawah telinga, ulu hati dan perut, memukul tengkuk dengan
perlahan, tekan bahagian otot di antara ibu jari tangan dengan jari telunjuk, tekan di

24
bahagian tepi di ibu jari kaki tapi bukan di bahagian yang ada kuku iaitu di bawah
sedikit dari bahagian tepi kiri dan kanan ibu jari kaki, di bawah tapak kaki, di
kawasan atas tulang batang hidung di antara kedua belah mata dan carilah atau
tekan sendiri di bahagian mana-mana anggota badan pesakit. Sekiranya pesakit itu
menjerit apabila kita menekan di bahagian-bahagian tertentu, maka kita dapat tahu
di situlah jin tersebut bersembunyi. Wallahu a’lam.
Jika pesakit tidak histeria tetapi merasa pening atau terhuyung–hayang
dan lain-lain, maka arahkan pesakit untuk mendengar bacaan ayat kursi secara
berulang kali selama sejam tanpa henti, tiga kali sehari selama satu bulan penuh.
Selepas sebulan, bacakan ruqyah kepada pesakit dan InsyaAllah pesakit akan
sembuh. Jika belum arahkan pesakit untuk mendengar Surah Ash Shafaat, Yasin, Ad
Dukhan dan Al Jin tiga kali sehari selama tiga minggu, InsyaAllah pesakit akan
sembuh. Sekiranya pesakit belum sembuh maka tambahkan lagi jangkamasa
rawatan kepada pesakit.

Keadaan kedua: Jika ketika dibacakan ruqyah pesakit merasa pening, gementar,
memberontak atau pening yang kuat tetapi tidak histeria maka ulangi membaca
ruqyah selama tiga kali. Jika pesakit histeria maka hadapilah jin yang ada di dalam
pesakit seperti cara yang telah disebutkan tadi. Jika tidak histeria tetapi pesakit
gementar dan peningnya berkurang maka bacakan ruqyah kepada pesakit selama
tiga, tujuh atau sembilan hari. InsyaAllah pesakit akan sembuh dengan izin Allah.
Arahkan pesakit untuk mendengar Surah Ash Shafaat sekali dan ayat kursi
berulangkali selama tiga kali dalam sehari. Selain itu arahkan kepada pesakit untuk
menjaga solatnya dan setelah solat subuh hendaklah membaca zikir;

Sebanyak seratus kali selama sebulan. Perlu kita ketahui bahawa rasa sakit ini akan
bertambah pada sepuluh atau 15 hari pertama dan kemudian akan berkurang secara
bertahap-tahap. Pada akhir bulan rasa sakit akan hilang InsyaAllah. Setelah itu kita
periksa lagi dengan membacakan ruqyah kepada pesakit. InsyaAllah pesakit tidak
akan merasa apa-apa. Itu tandanya sihir itu telah lenyap.
Kemungkinan juga rasa sakit akan bertambah berat sepanjang bulan di
samping pesakit akan merasa sakit dan sesak di dada. Dalam keadaan seperti ini
bacakan ruqyah sselama tiga kali kepada pesakit maka InsyaAllah pesakit akan
histeria dan kemudian hadapilah pesakit dengan cara yang telah disebutkan pada
tahap pertama.

Keadaan ketiga: Pesakit tidak akan merasakan apa-apa ketika ruqyah dibacakan.
Dalam keadaan seperti ini, tanyalah kepada pesakit tentang gejala sihir yang pesakit
alami. Jika kita tidak menjumpai dan merasakan kesan sihir, maka dalam situasi ini,

25
pesakit tidak terkena sihir dan tidak juga sakit. Kita hendaklah meruqyah lagi
pesakit berulangkali dan sekiranya pesakit tetap tidak merasakan apa-apa (perkara
ini jarang terjadi) maka arahkan pesakit untuk melakukan perkara di bawah;
- Mendengar bacaan Al Quran Surah Yasin, Ad Dukhan dan Al Jin
selama tiga kali sehari.
- Memperbanyakkan istighfar atau dibacakan sebanyak seratus kali
atau lebih setiap hari.
- Memperbanyakkan membaca ‫لحللول ولقللوة ال بللال‬seratus kali atau
lebih setiap hari. Ini hendaklah dilakukan selama sebulan. Kemudian
bacakan ruqyah kepada pesakit dan hadapilah pesakit dengan dua
cara sebelumnya.

Tahapan Ketiga: Selepas Proses Rawatan

Apabila Allah telah menyembuhkan pesakit melalui usaha anda dan


pesakit sudah sembuh dan merasa sihat maka pujilah Allah yang telah
memperkenankan permintaan kita. Tingkatkan rasa perlu dan ketergantungan kita
kepada Allah agar Allah memberikan taufik dan hidayahNya kepada kita dalam
menghadapi keadaan seperti ini pada masa akan datang. Janganlah keberhasilan ini
menyebabkan kita merasa bangga dan sombong. Firman Allah;

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan:


“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Surah Ibrahim: 7)

Untuk tahap ini, pesakit sering diancam dengan datangnya sihir yang
baru. Ini kerana sekiranya orang yang menyihir tahu pesakit telah sembuh setelah
dirawat oleh mu’alij, orang itu akan pergi lagi kepada ahli sihir supaya menyihir
lagi pesakit. Oleh itu, pesakit yang baru sahaja sembuh dari sihir sebaik-baiknya
jangan memberitahu kepada orang lain yang dia sudah sembuh. Di samping itu, ada
beberapa perkara yang perlu dilakukan oleh pesakit dalam membentengi dirinya
iaitu;

- Selalu menjaga solat berjemaah.


- Tidak mendengarkan lagu-lagu dan nuzik.
- Berwuduk dan membaca surah kursi sebelum tidur, membaca
Basmallah setiap hendak melakukan sesuatu pekerjaan

26
- Setelah solat subuh hendaklah membaca zikir di bawah sebanyak
seratus kali.

- Hendaklah selalu dalam keadaan membaca Al Quran sekurang-


kurangnya satu juz setiap hari atau mendengar sahaja sekiranya tidak
dapat membaca.
- Bergaullah dengan orang-orang salih.
- Mengamalkan zikir ma’tsurat selepas subuh dan selepas maghrib.

b. Rawatan kepada sihir mahabbah

Sihir mahabbah ini biasanya dilakukan oleh oleh kaum wanita


supaya tetap dicintai oleh suaminya. Rasulullah menjelaskan bahawa
perbuatan ini adalah termasuk syirik kerana mereka yakin bahawa sihir
inilah yang mempengarohi. Akan tetapi, melakukan kebaikan adalah apa
yang telah ditentukan oleh Allah. Perbuatan ini juga mengandungi
permohonan bantuan kepada jin dan syaitan.
Menurut Syeikh Abdus Salam Bali dam kitab karangannya yang
bertajuk “Tahshinul Baiti Minasy Syaithan”, menjelaskan bahawa sihir ini
terjadi apabila suatu pasangan suami isteri itu selalu mengalami salah
faham tetapi biasanya keadaan cepat kembali tenang. Tetapi ada beberapa
dari kaum wanita yang tidak dapat menahan sabar pergi mandapatkan
bantuan dukun agar dia sentiasa dicintai oleh suaminya.
Gejala yang dapat kita lihat dari orang yang terkena sihir ini
adalah perasaan cinta yang berlebihan, keinginan yang sangat kuat untuk
melakukan seks, tidak dapat menahan perasaan rindu dan cintanya, sakit
angau dan mentaati orang yang menyihirnya sepenuh hati.
Untuk melakukan sihir ini biasanya dukun akan meminta salah
satu dari barang milik suami contohnya saputangan, kain atau baju yang
masih ada bekas peluh suami yang belum dicuci. Kemudian di ambil
beberapa helai benangnya lalu dihembus dan dibuat buhul-buhul sihir ke
atasnya. Kemudia benang sihir itu ditanamkan di tempat yang jauh
ataupun sihir itu dilakukan melalui makanan atau minuman.
Antara sihir yang paling berbahaya adalah sihir yang dibuat
menggunakan benda najis seperti darah haid dan kemudian diletakkan di
dalam makanan, minuman atau minyak wangi suaminya. Di masyarakat
melayu amnya, memang ada terdapat perbuatan seperti ini dan yang
sering dilakukan adalah ‘nasi tangas’ yang kesannya memang sangat

27
mujarab. Ini kerana bantuan daripada syaitan pasti akan datang dengan
cepat sekiranya kita melakukan kemungkaran. Na ‘uzubillah.
Kadang-kadang kesan daripada sihir ini boleh menimbulkan
masalah yang lain seperti si suami akan mengalami sakit yang tidak dapat
dikesan puncanya. Kadang-kadang si suami akan membenci balik kepada
isterinya. Ini kerana kebanyakan dukun tidak tahu tentang dasar-dasar
sihir itu sendiri. Selain itu si isteri meminta dukun untuk menyihir
suaminya dengan sihir yang sangat kuat atau berbahaya iaitu supaya
suaminya membenci wanita di sekelilingnya dan menyintainya sahaja
sehingga suaminya membenci ibunya sendiri, kakak atau adik
perempuannya, ibu saudaranya dan sebagainya. Kadang-kadang kesan
sihir itu menjadi sangat berbahaya . Ini kerana kesan dari sihir itu
menyebabkan perasaan benci yang luar biasa dari suami kepada semua
perempuan sehingga si isterinya sendiripun dibencinya dan akhirnya
diceraikannya.
Cara rawatannya adalah dengan dibacakan ayat ruqyah yang
biasa kecuali Surah Al Baqarah: 102 dan diganti dengan ayat di bawah;

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan


anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu
terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta
mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cubaan (bagimu):
di sisi Allah-lah pahala yang besar. Maka bertakwalah kamu kepada Allah
menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah
yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya
maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (At Taghabun: 14-16)

Biasanya orang yang terkena sihir ini tidak akan mengalami


histeria tetapi akan merasa kebas atau nyilu pada hujung jarinya, pening
kepala, dada terasa sesak atau mengalami sakit yang kuat pada hati
terutama setelah meminum air yang telah digunakan untuk menyihirnya
atau kemungkinan akan muntah.
Jika pesakit merasa sakit pada hatinya dan hendak muntuh maka
bacakanlah ayat-ayat ruqyah di bawah di dalam air dan arahkan pesakit

28
supaya meminumnya di hadapan anda. Jika pesakit memuntahkan sesuatu
yang berwarna merah, kuning atau hitam maka bererti sihir tersebut telah
hilang. Sekiranya belum ada kesan, arahkan pesakit untuk minum air
tersebut selama tiga minggu atau lebih sehingga sihir itu musnah dengan
izin Allah. Ayat ruqyah yang dimaksudkan adalah;

c. Rawatan kepada sihir hipnotis atau menipu penglihatan

Allah SWT berfirman;

29
“Ahli-ahli sihir berkata: “Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih
dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?" Musa menjawab:
“Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka
menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka
mendatangkan sihir yang besar (mena`jubkan). Dan kami wahyukan kepada Musa:
“Lemparkanlah tongkatmu!” Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa
yang mereka sulapkan. Kerana itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu
mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-
orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan
bersujud. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, “(iaitu)
Tuhan Musa dan Harun.” (Al A’ raf: 115-122)

“(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: "Hai Musa (pilihlah), apakah kamu
yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?"
Berkata Musa: "Silakan kamu sekalian melemparkan.” Maka tiba-tiba tali-tali dan
tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia meanai-anai
cepat, lantaran sihir mereka.” (Thaha: 65-66)

Antara gejala yang dihadapi oleh orang yang mengalami sihir


ini adalah dia melihat suatu benda yang tidak bergerak seolah-olah
bergerak dan sebaliknya, melihat sesuatu yang kecil menjadi besar dan
sebaliknya dan melihat sesuatu tidak seperti yang sebenarnya. Contohnya
melihat tali menjadi ular yang bergerak. Sihir ini terjadi dengan cara ahli
sihir membaca mentera musyriknya dan melalui azimat kekafirannya
kemudian meminta bantuan syaitan sehingga orang-orang melihat sesuatu
itu tidak seperti yang sebenarnya. Ianya berbeza dengan silap mata yang
memang menggunakan ketangkasan tangan mereka.
Cara untuk mengatasi sihir ini adalah dengan cara azan,
membaca ayat kursi, zikir-zikir ma’tsur yang disyariatkan oleh Islam
dalam mengusir syaitan dan membaca Basmallah. Pastikan sebelum
melakukannya hendaklah dalam keadaan berwuduk. Sekiranya kita telah
melakukannya tetapi sihirnya masih juga tidak hilang, ini bermakna orang
tersebut tidak menggunakan sihir tetapi menggunakan kecepatan
tangannya.

d. Rawatan kepada sihir gila dan ruqyah Rasulullah kepada orang gila

Pernah suatu keitka Rasulullah meruqyah orang yang gila.


Rasulullah membuka mulut orang tersebut sambil membaca hadis di

30
bawah lalu meludah ke dalam mulut orang gila tadi. Dengan tidak
semena-mena orang tersebut sembuh seperti sedia kala.

“Keluarlah wahai musuh Allah, aku ini adalah Rasulullah.”

Rasulullah bersabda dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh


Abu Daud, pada bab Ath Thibb, no. 19 dan disahihkan oleh Nawawi di
dalam Al Adzkar halaman 87;

“Dari Kharijah binti Ash Shalt dari pakciknya, bahawa ia datang kepada Nabi s.a.w lalu
masuk Islam kemudian kembali dari sisinya. (Di perjalanan) ia melewati suatu kaum yang di
antara mereka ada salah seorang yang gila diikat dengan besi, kemudian keluarganya
berkata, “Kami mendengar bahawa kawanmu ini telah datang membawa kebaikan, apakah
kalian mempunyai sesuatu yang dapat dipakai untuk mengubatinya?” Kemudian saya
meruqyahnya dengan Al Fatihah lalu dia sembuh. Kemudian mereka memberikan aku seratus
ekor kambing. Kemudian saya menceritakan kepada Rasulullah s.a.w. Lalu Rasulullah s.a.w
bersabda, “Apakah kamu membaca selain dari itu?” Saya menjawab, “Tidak.” Nabi
bersabda, “Ambillah pemberian itu, sesungguhnya ada orang yang memakan dengan ruqyah
yang batil, sedangkan kamu telah memakan dengan ruqyah yang benar.”

Di dalam riwayat lain disebutkan bahawa, “Kemudian ia


meruqyah dengan Al Fatihah selama tiga hari, pagi dan petang, setiap
kali selesai membacanya ia mengumpul ludahnya dan kemudian
menyemburkannya.”

Antara gejala yang dapat kita lihat melalui sihir gila ini adalah
bingung, pelupa, bertutur sebarangan, tidak menentu dalam bercerita,
matanya yang tidak dapat tenang dan selalu melihat ke sana sini, tidak
dapat tenang di suatu tempat, tidak dapat melakuan pekerjaan, dan tidak
mengambil berat penampilan diri. Dalam keadaan yang kritikal, dia
berjalan ke suatu tempat tanpa dia sedari atau dia tidak tahu ke mana dia
pegi atau kadang-kadang tidur di tempat yang sunyi.
Sihir ini terjadi apabila jin yang ditugaskan melalui sihir masuk
ke dalam jasad orang yang disihir dan berpusat pada otaknya sebagaimana
tugas yang telah diberikan oleh ahli sihir kepadanya. Kemudian ia
menekan sel-sel otak yang berkaitan dengan daya fikir dan daya ingat atau
dengan cara yang tidak diketahui melainkan Allah. Pada ketika itulah
muncul gejala-gejala tersebut pada orang yang disihir.
Cara merawat sihir gila ini adalah dengan cara dibacakan ayat
ruqyah yang biasa. Sekiranya pesakit itu histeria, hadapilah pesakit itu
dengan cara yang telah disebutkan di dalam “Wiqayatul Insan”, buku
karangan Syeikh Wahid Abdus Salam Bali atau buku penulis iaitu

31
“Ruqyah Syariyah: Sebuah Rawatan Islam Terhadap Gangguan Sihir dan
Jin.” Jika tidak terjadi histeria, ulangilah bacaan ruqyah sehingga tiga
kali. Jika tidak histeria jua, arahkan keluarga pesakit supaya membacakan
ayat ruqyah biasa atau diperdengarkan kepada pesakit ayat Al Quran
sekiranya ahli keluarga tidak tahu membaca Al Quran sebanyak dua
hingga tiga kali sehari selama sebulan penuh. Selain itu arahkan pesakit
untuk mendengar ayat Al Quran samada dibacakan oleh orang atau
mendengar dari kaset iaitu Surah Al Baqarah, Hud, Al Hijr, Ash Shafaat,
Qaf, Ar Rahman, Al Mulk, Al Jin, Al A’ laa, Az Zalzalah, Al Humazah, Al
Kafirun, Al Falaq dan An Naas.
Perlu kita ambil perhatian bahawa pesakit akan merasa sangat
sakit ketika diperdengarkan kepadanya surah-surah tadi. Ianya mungkin
juga akan menyebabkan histeria dan kita akan berdialog dengan jin
tersebut melalui badan pesakit. Kemungkinan sakitnya akan mencapai 15
hari sebelum reda secara bertahap-tahap dan akhirnya akan sembuh dan
kembali normal. Selepas itu bacakan lagi ayat ruqyah kepadanya sekadar
untuk memastikan tiada lagi gangguan sihir tersebut.
Kalau boleh semasa kita merawat pesakit, pesakit jangan
memakan ubat penenang kerana ini boleh menganggu proses rawatan
ruqyah kita dan boleh merosakkan fizikal dan mental pesakit itu sendiri.
Boleh juga digunakan ‘sentuhan elektrik’ kerana ini akan membantu
menyakiti jin tersebut dan membantu mempercepatkan kesembuhan
pesakit.
Kemungkinan rawatan ini mengambil masa selama lebih dari
tiga bulan dan sekiranya boleh, pesakit mestilah menjauhi segala bentuk
kemaksiatan baik yang kecil atau besar seperti mendengar lagu,
menghisap rokok, melalaikan solat atau membuka aurat. Jika pesakit
merasa sakit di bahagian hati, maka ini bererti bahawa sihir tersebut
adalah berupa sihir dari makanan dan minuman. Bacakan keselurohan
ayat ruqyah pada air dan diminumkan kepada pesakit selama masa
rawatannya agar sihir yang ada di dalam perut pesakit akan hilang atau
dimuntahkan.

e. Rawatan kepada sihir lesu

Gejala yang sering kita lihat pada orang yang terkena sihir lesu
ini adalah suka menyendiri, suka menutup diri atau tidak mahu bergaul
dengan orang lain, mendiamkan diri, tidak suka mengikuti aktiviti,
fikirannya selalu melayang, selalu pening dan kelihatan tenang dan lesu.
Sihir ini bermula apabila ahli sihir menghantar jin kepada orang yang
akan disihir dan memerintahkannya supaya tinggal di otaknya dan
membuat pesakit mula menutup diri dari keluarga dan masyarakat.

32
Kemudian jin tersebut akan melakukan tugasnya sebaik mungkin
sehingga muncullah gejala-gejala kepada orang yang disihir sesuai dengan
kuat atau lemahnya jin yang dihantar untuk melakukan sihir tersebut.
Cara merawat pesakit yang terkena sihir ini adalah dengan cara
diruqyah terlebih dahulu. Sekiranya pesakit histeria, ajaklah jin tersebut
berdialog dengan kita dan arahkan supaya keluar. Jika jin itu tetap tidak
mahu keluar maka bakarlah dengan ayat ruqyah. insyaAllah jin tersebut
akan mati dengan izin Allah. Tetapi sekiranya tidak histeria, arahkan
pesakit untuk mendengar beberapa Surah dari Al Quran iaitu Surah Al
Fatihah, Al Baqarah, Ali Imran pada waktu pagi, Yaasin, Ash Shafaat, Ad
Dukhan pada waktu petang dan Adz Dzariyat, Al Hasyr, Al Maarij, Al
Ghasyiah, Az Zalzalah, Al Qari’ ah dan Al Mu’awwizatain. Kesemua
surah tadi dibahagi menjadi tiga bahagian. Ianya dilakukan selama 45 hari
dan InsyaAllah pesakit akan sembuh dengan izin Allah. Di samping itu
semasa dirawat, pesakit hendaklah tidak mengambil ubat penenang. Jika
ketika diruqyah pesakit merasa sakit pada hatinya maka bacakan ayat-ayat
ruqyah di air dan perintahkan supaya pesakit meminumnya.
Jika pesakit selalu merasa pening, bacakanlah ayat ruqyah di air
dan arahkan kepada pesakit agar mandi dengan air tersebut tiga kali sehari
selama tempoh waktu merawat pesakit dengan syarat airnya tidak
ditambah atau airnya tidak dipanaskan dan mandi hendaklah di tempat
yang bersih.

f. Rawatan kepada sihir suara panggilan

Antara gejala-gejala orang yang mengalami sihir suara


panggilan adalah mengalami mimpi yang menakutkan, mimpi seolah-olah
ada orang yang memanggilnya, mendengar suara-suara yang bercakap-
cakap kepadanya dalam keadaan pesakit itu sedar tapi dia tidak melihat
orang tersebut, pesakit sering merasa waswas, sering ragu kepada kawan-
kawannya dan orang yang dekat dengannya, mimpi terjatuh dari tempat
yang tinggi dan bermimpi ada binatang yang mengejarnya.
Sihir ini terjadi dengan cara ahli sihir menugaskan jin untuk
menganggu orang yang disihir itu pada waktu sedar dan tidur. Kemudian
jin itu menampakkan diri dalam bentuk binatang buas yang
mengancamnya atau memanggilnya ketika pada saat sedar. Suara itu
kadang-kadang merupakan suara orang yang dikenalnya dan kadang-
kadang suara yang aneh. Gejala gangguan sihir ini adalah berlainan sesuai
dengan lemah atau kuatnya jin tersebut. Kadang-kadang gejala dan
gangguannya sangat kuat sehingga boleh menyebabkan pesakit gila.
Kadang-kadang gangguannya lemah sehingga hanya mampu
menyebabkan pesakit mengalami penyakit waswas sahaja.

33
Cara merawat pesakit ini adalah dengan cara diruqyah seperti
biasa. Jika histeria, lakukan proses rawatan ruqyah seperti yang terdapat
di dalam buku “Wiqayatul Insan”, buku karangan Syeikh Wahid Abdus
Salam Bali atau buku penulis iaitu “Ruqyah Syariyah: Sebuah Rawatan
Islam Terhadap Gangguan Sihir dan Jin.” Jika pesakit tidak histeria,
maka arahkan pesakit untuk berwuduk dan membaca ayat kursi sebelum
tidur dan membaca Al Mu’ awwizat lalu diusapkan ke seluroh anggota
badan.
Selain itu pesakit hendaklah membaca Surah Ash Shafaat pada
waktu pagi dan membaca Surah Ad Dukhan pada sebelah petang. Kalau
tidak dapat membaca sebaik-baiknya dengarkan melalui kaset. Setiap tiga
hari sekali membaca Surah Al Baqarah atau mendengarkannya. Sebelum
tidur juga hendaklah membaca dua ayat terakhir dari Surah Al Baqarah
dan bacakan ayat di bawah;

Setiap pagi pesakit hendaklah membaca;

Dengarkanlah bacaan Al Quran Surah Fushilat, Al Fath dan Al


Jin selama tiga kali sehari. Semua amalan ini hendaklah dilakukan selama
sebulan penuh. InsyaAllah akan sembuh dengan izin Allah.

g. Rawatan kepada sihir penyakit

Di antara gejala-gejalanya adalah selalu sakit pada salah satu


anggota badan, saraf tersumbat, lumpuh pada salah satu anggota tubuh,
lumpuh keselurohan badan dan salah satu pancainderanya tidak berfungsi.
Sebenarnya kalau kita perhatikan, gejala sihir ini hampir sama dengan
gejala penyakit biasa tetapi kita dapat membezakannya dengan membaca
ruqyah pada pesakit tersebut. Apabila pesakit merasa pening, gementar
atau terjadi perubahan pada jasadnya ketika diruqyah, maka itu adalah
penyakit yang disebabkan oleh sihir. Jika pesakit itu tidak merasakan apa-
apa ini bermakna sakit tersebut adalah sakit biasa dan perlu dibawa untuk
mendapatkan rawatan doktor.

34
Sihir ini terjadi pada otak yang merupakan pengendali utama
terhadap jasad kerana semua indera manusia diarahkan oleh otak. Semua
anggota badan menerima arahan dari otak. Jika seorang itu terkena sihir
penyakit maka jin yang ditugaskan akan menetap di kawasan otak dan
kemudian menetap di pusat pendengaran, penglihatan dan sebagainya.
Pada ketika itu anggota badan berada di dalam tiga keadaan;

Pertama: Jin tersebut dengan kekuasaan Allah, mencegah isyarat-isyarat


dari otak untuk sampai ke anggota tubuh badan sehingga anggota badan
pesakit tidak berfungsi lalu pesakit mengalami masalah seperti buta, bisu,
tuli dan sebagainya.

Kedua: Jin dengan kekuasaan Allah kadang-kadang mencegah isyarat-


isyarat tersebut dan kadang-kadang membiarkannya sehingga kadang-
kadang anggota tubuh itu berfungsi dan kadang-kadang tidak.

Ketiga: Jin menjadikan otak memberikan isyarat berturut-turut dan cepat


tanpa sebab sehingga anggota tubuh badan menjadi kaku dan tidak
bergerak sekalipun pesakit tidak lumpuh.

Cara merawat sihir ini adalah dengan cara dibacakan ruqyah


sebanyak tiga kali. Jika terjadi histeria, rawatilah dengan cara biasa. Jika
tidak histeria maka arahkan pesakit supaya mendengar Surah Al Fatihah,
Kursi, Ad Dukhan, Al Jin dan Muawwidzat selama tiga kali setiap hari.
Selain itu, bacakan ruqyah pada minyak habbatus sauda’ dan arahkan
supaya pesakit menggosok dahinya dengan menggunakan minyak tersebut
dan bahagian yang sakit setiap pagi dan petang. Ruqyah tersebut adalah;

“Dan Kami menurunkan dari Al Quran yang menjadi penawar


dan rahmat bagi orang-orang mukmin.”

35
h. Rawatan kepada sihir pendarahan atau istihadhah

Sihir jenis tidak terjadi melainkan hanya kepada kaum wanita


sahaja. Dalam sihir ini ahli sihir mengutuskan jin kepada wanita yang
akan disihirnya dan kemudian jin itu ditugaskan untuk mengeluarkan
darah dengan cara masuk ke dalam tubuh badan wanita itu dan bergerak
melalui pembuluh darah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh
Bukhari dan Muslim Rasulullah menyatakan;

“Syaitan berjalan di dalam tubuh Anak Adam melalui peredaran darah.”


(HR Bukhari dan Muslim)

Jika jin ini telah sampai pada otot yang ada di rahim maka jin
tersebut akan mengoyakkannya sehingga otot itu mengalirkan darah.
Ketika Hamnah binti Jahsy bertanya kepada Rasulullah tentang istihadhah
Rasulullah menjawab;

“Itu hanyalah satu hentakan di antara hentakan-hentakan syaitan.”


(Diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia berkata: Hasan Sahih. Ia juga berkata:
Aku bertanya hadis ini kepada Muhammad bin Ismail al Bukhari lalu ia
berkata: Hadis Hasan.)

“Itu hanyalah (pendarahan) otot (di rahim) dan bukan haid.” (Riwayat
yang kedua ini di sisi Ahmad dan Nasa’i dengan sanad jayyid (bagus)

Dari kedua-dua riwayat ini kita boleh ketahui bahawa darah


istihadhah adalah akibat dari hentakan syaitan di dalam salah satu otot
yang ada di rahim wanita. Menurut ahli fiqh dan di kalangan doktor
mengatakan bahawa istihadhah ini adalah merupakan ‘pendarahan’.
Dalam Kitab An Nihayah, menurut Ibnu Katsir istihadhah adalah,
‘Seorang wanita yang terus-menerus mengeluarkan darah setelah hari-
hari haidnya yang biasa.’ Kemungkinan pendarahan ini berlangsung
sampai beberapa bulan dan mungkin juga jumlah darahnya sedikit atau
banyak.

36
Untuk merawat istihadhah ini, bacakan ayat ruqyah ke dalam air
untuk diminum dan digunakan untuk mandi selama tiga hari. Dengan izin
Allah darah tersebut akan berhenti. Jika belum berhenti juga maka tulislah
ayat di bawah;
‫لكل نبأ مستقر‬

“Li kulli naba in mustaqarrun”

Dengan menggunakan tinta yang suci, kemudian larutkan ke


dalam air dan arahkan pesakit berkenaan untuk meminumnya sebelum
sarapan selama dua atau tiga minggu. Dengan izin Allah darah tersebut
akan berhenti. Cara kaedah rawatan di atas boleh kita gunakan kerana
adanya pendapat ulamak yang membenarkan cara tersebut.
Di dalam kitab “Zad Al Maad” oleh Ibnu Qayim, sebuah jamaah
daripada salaf berpendapat “(Boleh) ayat-ayat Al Quran ditulis untuk
pesakit dan ianya meminumnya.” Kata Mujahid, “Tidak mengapa menulis
Al Quran, dibasuh dengan air dan diberi minum kepada pesakit.” Berkata
Ayub, “Aku telah melihat Abu Qibalah menulis sebuah tulisan daripada
Al Quran kemudian dibancuhkan dengan air dan diberi minum kepada
seorang lelaki yang berpenyakit.”
Ibnu Taimiyah juga di dalam kitab “Idah Ad Dalalah Fi Umum
Ar Risalah” juga membenarkan kaedah ini digunakan tetapi beliau
mensyaratkan supaya dakwat yang digunakan itu mestilah suci.
Menurut Imam Abu Qasim Al Qusyairi, “Anakku sakit tenat
sehingga aku berputus asa darinya sehingga ianya sangat memberatkan
diriku, kemudian aku bermimpi bertemu Rasulullah dan aku mengadu
kepada baginda tentang anakku, lalu rasulullah bersabda kepadaku, “Di
manakah kamu dari ayat-ayat syifa’? kemudia aku terjaga dari tidur dan
terfikir-fikir mengenainya. Akhirnya ia (ayat-ayat syifa’ itu) ada pada
enam tempat dalam kitab Allah.”
Beliau berkata lagi, “Akupun menulisnya di atas lembaran dan
kemudian melunturkannya dengan air dan aku memberinya (kepada
anakku) untuk diminum. Kemudia ia kelihatan seolah-olah seperti
terlepas dari ikatan (sihat dan cergas semula seperti sediakala).”
Timbul pertanyaan mengapa perlu pesakit diberi minum atau
mandi air yang telah dibacakan atau dilunturkan tulisan ruqyah padanya?
Menurut Ibnu Qayyim di dalam kitab “Al Wabil As Sayyib Min Al Kilm At
Tayyib” menyatakan bahawa, “Bahkan air ini (yang dibacakan ruqyah)
sangat-sangat menyakiti jin.”

37
i. Rawatan kepada sihir menghalangi pernikahan

Sihir ini terjadi apabila ahli sihir menghantar sihir kepada


pesakit supaya pesakit tidak dapat menikah. Biasanya ahli sihir akan
meminta nama pesakit yang akan disihir dan nama ibunya dan salah satu
pakaian yang pernah digunakan. Ahli sihir ini akan menghantar satu atau
lebih jin agar terus menempel atau mengekori gadis tersebut sehinggalah
jin tersebut dapat masuk ke dalam tubuh pesakit. Ini boleh terjadi ketika
gadis tersebut dalam salah satu dari empat keadaan iaitu terlalu takut,
terlalu marah, terlalu bernafsu syahwat atau terlalu lalai.
Kemudian jin tersebut akan berada dalam dua keadaan iaitu
masuk ke dalam badan wanita tersebut lalu menimbulkan rasa benci
kepada setiap bakal calon suami yang melamarnya. Ataupun jin tersebut
tidak dapat masuk ke dalam badan pesakit dan kemudian membuat sihir
dengan menipu penglihatan dari luar yang mana menyebabkan lelaki yang
ingin meminang pesakit akan melihat pesakit dalam keadaan hodoh dan
buruk dan membisikkan perkara ini kepada lelaki tersebut dan juga
kepada pesakit.

Ini menyebabkan lelaki yang ingin melamar tiba-tiba


membatalkan keinginannya untuk menikah dengan pesakit akibat dari
bisikan-bisikan tadi. Apabila kita melihat pada sihir yang berat, biasanya
lelaki yang hendak melamar pesakit, akan merasa sesak dada atau
merasakan rumah si pesakit tidak ubah seperti penjara apabila masuk ke
dalam rumah pesakit dan tidak mahu lagi kembali ke rumah tersebut.
Selama itulah juga pesakit akan merasa pening secara terus menerus.
Biasanya gejala yang dapat dilihat pada pesakit yang terkena
sihir ini adalah pesakit akan merasa pening setiap waktu dan tidak akan
sembuh walaupun telah mendapat rawatan dari doktor, sesak teruk di dada
terutama selepas asar hingga ke tengah malam, atau melihat orang yang
akan melamarnya dalam keadaan sangat hodoh, banyak berfikir, merasa
gelisah pada waktu tidur, kadang-kadang merasa sakit di bahagian perut
dan merasa sakit pada tulang belakang hingga ke bawah.
Untuk merawat sihir ini, kita bacakan ruqyah terlebih dahulu
kepada pesakit. Jika pesakit histeria maka hadapilah jin tersebut dengan
cara yang telah disebutkan. Jika pesakit tidak histeria tetapi merasakan
perubahan pada jasadnya maka arahkan pesakit supaya mengamalkan
beberapa amalan tertentu seperti selalu menjaga solat dan solat pada
waktunya, tidak mendengar lagu dan muzik, berwuduk dan membaca ayat
kursi sebelum tidur, membaca muawwidzat dan meniupkan ke seluroh
tubuh sebanyak tiga kali sebelum tidur, mendengar bacaan ayat kursi
tanpa henti selama satu jam sekali setiap hari, mendengar mu’awwidzat
(tiga Qul) berulang-ulang selama satu jam dan didengar sekali setiap hari.

38
Selain itu bacakan ruqyah pada air. Gunakan untuk minum dan digunakan
untuk mandi pada setiap tiga kali sehari. Sebaik-baiknya selepas subuh
membaca zikir

Amalkan amalan-amalan di atas selama sebulan penuh dan


setelah itu InsyaAllah akan terjadi di antara dua perkara iaitu serangan
sihir dan gejalanya telah musnah dengan izin Allah atau yang kedua, rasa
sakit akan bertambah dan gejalanya juga bertambah. Lakukan ruqyah
seperti biasa. Jika terjadi histeria, maka hadapilah pesakit dengan cara
yang telah dijelaskan.

j. Maklumat penting tentang sihir

- Kemungkinan terdapat beberapa persamaan di antara gejala-gejala


sihir dengan gejala-gejala kerasukan atau histeria.
- Rasa sakit secara terus menerus di hati orang yang terkena sihir
menunjukkan bahawa pesakit telah disihir melalui makanan dan
minuman.
- Tidak akan wujud rawatan Qurani ini melainkan dua syarat iaitu
istiqamah orang yang memberikan rawatan (mu’alij) dengan perintah
Allah dan keyakinan dan kemantapan hati pesakit akan keberkesanan
rawatan Qurani ini.
- Hampir semua jenis sihir ini mempunyai gejala yang sama iaitu
merasa sesak dada terutama selepas tengah malam.
- Kita akan dapat mengetahui tempat sihir ini melalui dua cara iaitu
dengan cara pemberitahuan jin yang telah ditugaskan itu sendiri
melalui dialog dengannya setelah proses ruqyah. Tetapi jangan terus
percaya sebelum kita sendiri mencari tempat sihir yang telah
disebutkan. Jika kita menjumpai sihir tersebut maka jin tersebut jujur
dan berkata benar. Tetapi sekiranya tidak sesungguhnya jin tersebut
telah menipu kita. Cara yang kedua ialah dengan cara pesakit atau
mu’alij solat sunat dua rakaat dengan ikhlas, tenang dan khusyuk
pada sepertiga malam terakhir lalu berdoa kepada Allah agar Allah
memperkenankan dengan rahmatNya untuk menunjukkan tempat
sihir. Kemungkinan selepas itu kita akan bermimpi melihat sihir
tersebut ditanam atau timbul perasaan tertentu kepada kita atau
timbul keinginan yang kuat tentang di mana sihir itu disembunyikan.
- Bacakan ruqyah pada minyak habbatus sauda’ dan arahkan pesakit
agar menggosok bahagian yang sakit dengan minyak ruqyah tadi
pada setiap pagi dan petang. Ini digunakan untuk kesemua jenis sihir.

39
k. Cara mematikan sihir

Cara ini sebenarnya sudah disentuh pada bab sebelumnya.


Semasa kita meruqyah pesakit dan hysteria, berdialoglah dengan jin
tersebut melalui badan pesakit. Tanyalah di mana letaknya sihir tersebut.
Jika jin tersebut memberitahu tempat sihir dan kita telah mengeluarkan
atau mengambil sihir tersebut, maka bacakanlah ayat-ayat di bawah ini di
dalam suatu bekas air.

Ayat di atas dibacakan pada bekas yang berisi air dan dekatkan
mulut dengan bekas air tersebut. Kemudian larutkan sihir tersebut ke
dalam bekas air yang telah dibaca ruqyah tadi samada sihir itu berbentuk
kertas, minyak wangi, benda-benda keras seperti batu, keris, besi dan

40
sebagainya, kemudian buanglah air tersebut di tempat yang tidak dilalui
oleh manusia.
Jika jin tersebut mengatakan bahawa pesakit telah terkena sihir
melalui makanan dan minuman maka tanyakan kepada pesakit adalah
pesakit merasa sakit di bahagian hati. Jika pesakit selalu merasa sakit di
bahagian hati, maka jin itu berkata benar tetapi jika tidak jin itu telah
berbohong.
Jika ternyata jin itu jujur maka buatlah suatu perjanjian dan
kesepakatan dengannya agar jin itu keluar dari jasad pesakit dan jangan
datang lagi kepada pesakit dan katakan kepada jin tersebut bahawa kita
akan mematikan sihir itu InsyaAllah. Kemudia bacakan ayat Al Quran di
bawah di dalam air. Ayat ini dibaca tujuh kali dan kemudian pesakit akan
meminum air tersebut selama tujuh hari atau lebih pada setiap pagi dan
petang.

jika jin tersebut mengatakan bahawa pesakit itu tersihir dengan


cara terpijak barang sihir atau dengan menggunakan salah satu dari
pakaian atau rambutnya, maka bacakan ayat ruqyah tadi di dalam air.
Kemudian air tersebut diminum dan digunakan untuk mandi oleh pesakit
selama tujuh hari di luar tandas. Air itu kemudiannya dibuang ke jalan
atau di luar kawasan tandas. Ini boleh dilakukan selama tujuh hari atau
lebih sehingga penyakit itu hilang.

l. Tanda-tanda jin itu hadir dan cara berdialog dan berhadapan


dengan jin

Setelah kita meruqyah, ada beberapa tanda jin itu telah hadir
dalam badan pesakit. Di antaranya adalah;

41
- Menggeletar dan urat di leher menegang.
- Mata pesakit berubah dengan pandangan yang sangat tajam.
- Menjerit
- Jari tangan dan kakinya menggeletar
- Keluar air mata
- Menangis
- Menguap yang berterusan
- Meminta supaya bacaan dihentikan
- Terasa ada pergerakan di perut, kepala, tengkuk dan sekitar anggota
badan
- Tekanan darah bergerak laju
- Menutup mata dan telinga dengan tangan
- Merasa sakit apabila dibacakan Al Quran
- Muntah
- Merasa berat di badan terutamanya di kawasan tengkuk
- Tertidur
- Ketawa
- Dan timbul apa-apa sahaja reaksi pelik apabila pesakit
mendengarkan ruqyah

Mengikut pendapat Ustaz Ismail Kamus dan bukunya “Jin,


Rasukan dan Pengubatannya” menyatakan bahawa apabila ada tanda-
tanda seperti di atas, maka bacalah

Tiupkan pada tangan setelah membaca ayat-ayat tadi dan juga


pada badan pesakit. Sekiranya jin tersebut bercakap maka tanyakan
beberapa soalan di bawah;

- Siapa nama kamu?


- Di mana kamu tinggal?
- Apa tujuan kamu menganggu pesakit?
- Kamu hendak keluar ataupun di bakar?
- Di nama awak tinggal di dalam badan pesakit?
- Siapa yang menghantar awak?
- Apa agama awak?

Bacakan beberapa ayat ruqyah secara berulang dengan


memotong kawasan-kawasan tertentu yang disyaki dengan jari tangan
sehingga jin itu menyerah dan mahu keluar seperti mengelar dengan
pisau. Bacakan;

42
Baca secara berulang kali. Sekiranya jin tersebut berdegil dan tidak mahu
bercakap, bacakan ayat berikut kepadanya;

Untuk membakar mereka yang masih bertahan di dalam tubuh pesakit,


bacakan ayat di bawah;

Untuk mengikat jin ini di dalam badan pesakit maka bacalah ayat di
bawah;

Ketika meruqyah pastikan jangan memejam mata. Sekiranya ia


hendak menyerang pastikan jin tersebut telah diikat dengan ayat Al Quran
dan telan di bahagian perut pesakit. Untuk mengesan jin yang masih
berada di dalam mana-mana anggota badan manusia adalah dengan cara
bacakan ayat ruqyah dan tiup pada telapak tangan dan tekan di mana-
mana bahagian. Sekiranya pesakit terasa sakit yang kuat maka itu
menunjukkan bahawa di situlah jin itu berada. Jika pesakit tidak sedarkan
diri atau pengsan, maka bacakan ayat di bawah berulang kali supaya
pesakit sedar seperti sediakala.

Pesakit yang telah diruqyah menyebabkan jin yang berada di


dalam badan pesakit menjadi lemah. Akhirnya ia kalah dan keluar dari
badan pesakit. Kadang-kadang jin itu sangat kuat dan tidak mahu keluar
dari badan pesakit. Dalam keadaan seperti ini bacakan ayat ruqyah untuk
membakarnya. Jika ia tetap bertahan maka pukullah ia pada tempat yang
tertentu dan arahkan pesakit supaya mengamalkan beberapa amalan

43
seperti yang telah dijelaskan pada bahagian lain di atas selama sebulan
penuh.
Kadang-kadang pesakit akan menangis apabila diruqyah dan
tangisannya semakin kuat walaupun fikirannya normal. Sekiranya kita
tanya kepada pesakit mengapa dia menangis maka dia akan mengatakan
bahawa dia tidak dapat menguasai diri dan itu bukan kehendaknya.
Ketahuilah ini merupakan tanda dari sihir. Untuk memastikannya bacakan
ayat di bawah;
Al A’raf: 117-122, Yunus: 81-82,Thaha: 69

Bacakan kesemua ayat ini sebanyak tujuh kali di telinga pesakit.


Sekiranya pesakit semakin kuat tangisannya maka memang pesakit telah
disihir. Kadang-kadang jin berteriak, mengancam dan mengugut.
Janganlah kita takut tetapi pukullah jin tersebut dan berilah nasihat.
InsyaAllah dengan izin Allah ia akan diam dan bacakan firman Allah di
bawah;

Selain itu, bacakan doa di bawah untuk mengesan jin. Doanya


adalah,
“A’uzubil ba’ tsa rabbannas wasy fi annasi asysyafiya shifa’i”,

berulang–ulang. Selain itu juga bacalah,


“A’ udzubi kalimatillahi tamman min syarri ma khalaq”,
kemudian
“Rabbi a’udzubika min hamazatisysyaithin wa a’udzubika ayahdharun.”

Barulah kita tahu bahawa adanya jin di dalam badan pesakit dan
apabila jin itu mula menyerang, kita bacakan doa,
“Allahumma inna naj ’aluka fi nukurihim wa a’ udzubika min
syururihim”
yang bersifat penyerangan kepada jin.

Sekiranya jin itu memaki kita jangan sekali-kali kita marah


kerana jin biasanya cuba mempengarohi diri kita dari jalan kemarahan
kita itu sendiri. Sekiranya jin itu mahu keluar dan mengatakan ‘Engkau
seorang yang saleh. Aku akan keluar demi taat kepada engkau.” Tetapi

44
katakan kepadanya supaya jin itu berkata, ‘Aku adalah hamba yang
lemah. Aku akan keluar demi taat kepada Allah dan Rasul.’
Dalam meruqyah ini kita akan selalu berhadapan dengan jin
yang sangat keras kepala dan membangkang. Dalam keadaan seperti ini,
ambillah segelas air dan dekatkan mulut kita kepada gelas tersebut dan
bacakan dengan Surah Yasin, Ash Shafaat, Ad Dukhan dan Al Jin.
Kemudian siramkan air tersebut kepadanya, maka dia akan merasa sakit
dan akan mentaati kita dan keluar dengan izin Allah.
Untuk mengetahui apakah agama jin yang sedang kita hadapi
tanpa bertanya kepada mereka adalah dengan membacakan beberapa iaitu
Al Quran Al Maidah: 72-76;

Jika jin itu berteriak, maka ketahuilah bahawa ia adalah Nasrani


atau Kristian. Atau bacakan Surah At Taubah: 30

Kadang-kadang jin itu lari ketika kita membuat perjanjian


dengan mereka untuk keluar dari badan pesakit. Dalam keadaan seperti ini
kita bacakan berulang-ulang ke telinga pesakit Surah Ar Rahman: 33-36;

45
Ketika meruqyah juga, jin di dalam badan pesakit selalu
membohongi kita seolah-olah ia telah keluar dari badan pesakit sedangkan
ia masih lagi berada di dalam badan pesakit. Untuk mengesan samada
mereka masih lagi dalam badan pesakit ataupun telah keluar, letakkan
tangan kita di atas kepala pesakit, kita akan merasakan getaran ringan dan
begitu juga sekiranya kita sekiranya kita meletakkan tangan kita di lutut
mereka. Letakkan tangan kita di atas kedua urat nadinya. Kita akan
merasakan pergerakan nadi yang tidak normal.
Kadang-kadang jin itu setuju untuk keluar dari badan pesakit
tetapi ia tidak mampu untuk keluar dengan sendiri. Ini mungkin
disebabkan usia jin terlalu muda atau kurang pengalaman. Jin itu tahu
akan kelemahannya tidak dapat keluar dari badan pesakit dan kadang-
kadang meminta kepada kita untuk membantu mengeluarkannya. Cara
yang biasa digunakan adalah dengan azan di telinga kanan dan qamat di
telinga kirinya dan bacakan Surah Yasin. InsyaAllah jin tersebut akan
dapat keluar dari badan pesakit.
Jin juga kadang-kadang menetapkan beberapa syarat tertentu.
Jika syarat tersebut mengandungi unsur ketaatan kepada Allah dan
RasulNya dengan mengatakan, ‘Saya akan keluar dari tubuh pesakit
asalkan orang ini (pesakit) mahu menjaga solatnya’ atau ‘Saya akan
keluar sekiranya orang itu mahu menutup aurat’, tidak menjadi masalah
tetapi hendaklah kita jelaskan kepada jin tersebut bahawa pelaksanaan
perkara ini adalah bukan kerana taat kapadanya tetapi semata-mata kerana
Allah dan RasulNya. Jika ia meminta syarat yang bercanggah dengan
syariat seperti meminta ancak, memberi makan dan sajian kepadanya atau
apa-apa saja yang dilarang oleh syariat maka jangan sekali-kali kita
mengikuti apa yang mereka minta bahkan mereka berhak untuk dihukum
atas tindakan mereka itu.
Sekiranya dengan izin Allah jin itu telah dikeluarkan, arahkan
pesakit dan orang yang bersamanya untuk sujud syukur kepada Allah atas
pertolonganNya membantu kita bebas dari cengkaman jin dan syaitan.
Kita sebagai mu’alij juga hendaklah sujud syukur kepada Allah kerana
Allah telah memperkenankan usaha yang telah kita lakukan. Jika Allah
telah mengeluarkan jin tersebut melalui usaha kita, maka janganlah kita
mengatakan, ‘Saya telah mengeluarkan atau mengusir jin tersebut’ tetapi
katakanlah, ‘Allah telah mengeluarkan atau mengusir jin tersebut.’

46
Jangan sekali-kali kita terpedaya dengan tipu daya syaitan kerana
sesungguhnya terpedaya itu termasuk dalam pintu masuk syaitan yang
terbesar.
Bagi kaum muslimin yang ingin mempelajari dan ingin
mendalami ilmu rawatan Ruqyah Syariyah ini sebaik-baiknya membaca
buku
Ighatsatul Lahfan, Talbisu Iblis, Al Furqan Baina Aulia’ ir Rahan Wa
Aulia’ is Syaitan, Risalatul Jin karangan Ibnu Taimiyah, Alamul Jinni Was
Syayatin karangan Dr. Umar Sulaiman Al Aqsar, ‘Alam Al Jinn karangan
Firyal Ulwan, At Thuruq Al Hisan Fi’ Ilaj Amradh Al jaan karangan Abul
Mundzir Khalil bin Ibrahim Amin, Aakamul Marjan, Wiqayatul Insaan
Minal Jinni Wasy Syaitan, As Shaarimul Battar Fi Tashaddi Lis Saharatil
Asyraari karangan Syeikh Wahid Abud Salam Bali, Al Mu ‘awwidzat Al
Tsalats Fadha’ il wa Asrar, Bismillah Urqika, Al Washaya al ‘Usyr Li Al
Wiqayah Min Al Jin Wa As Syayatin, Buyut La Tadkhuluha As Syayatin,
Hiwar Ma’ a Syayatin Wa Tajribati Al Amaliyyah Fi Ibthal As Sihr Wa
Ikhraj Al Jaan karangan Syeikh Muhammad Al Shayim, Mauqiful Islam:
Minal Ilham Wal Kasyf War Ra’ yu Wa Minat tamaim Wal Kahanah Wa r
Ruqa karangan Dr. Yusuf Al Qardawi, Ar Ruqa: ‘Ala Dhou’ I Aqiidati
Ahli Sunnati Wal Jama’ ati Wa Hukmu At Tafarrugi Laaha
Wattikhoodzihaa Hirfah karangan Dr. Ali bin Naafi’ Al Alyany, Ad Du’ a
Minal Kitabi Was Sunnah Wa Yalihi Al ‘Ilaj Bir Ruqa Minal Kitabi Was
Sunnah karangan Syeikh Sa’ id bin ‘Ali bin Wahf Al Qathani, Fadilat
Ayat Kursi Untuk Mengatasi Sihir karangan Prof. Dato’ Dr Haron Din dan
Dr Amran Kasimin, Tanda Sihir dan Kekuatan Roh Untuk Mengatasinya
karangan Dr. Amran Kasimin, Merawat Gangguan Sihir dan Makhluk-
makhluk Halus, Berpawang dan Bersahabat Dengan Jin Daripada
Perspektif Islam karangan Jahid Sidek dan buku Jin, Rasukan dan
Pengubatannya karangan Ustaz Ismail Kamus dan beberapa lagi buku
karangan dari ulamak-ulamak muktabar dari kalangan Ahli Sunnah Wal
Jamaah. Selain itu juga bacalah buku Bid’ il Khalqi di dalam Shahihul
Bukhari dalam syarahnya Fathul Bari, Kitabuth Thibbi di dalam Shahihu
Muslim, Sunan Abu Daud, Majma’ uz Zawa’ id dan Ibnu Majah. Juga
bacalah buku Ath Thibbun Nabawi karangan Ibnu Qayyim.

2. Ruqyah Untuk Ibu Yang Susah Untuk Melahirkan Anak

Ibnu Taimiyah mengatakan bahawa orang yang sakit dan selain orang
yang sakit boleh menuliskan kalimat dari Al Quran dan zikir dengan tinta lalu
dicelupkan ke dalam air dan diminum. Perkara ini juga dijelaskan oleh Imam
Ahmad dan lainnya.

47
(Al Ahqaaf: 35)

Dalil mengenai cara rawatan menggunakan tulisan dan dicelupkan ke


dalam air pembaca boleh rujuk pada tajuk yang lalu iaitu ‘Rawatan sihir
pendarahan atau istihadhah.’

3. Ruqyah Untuk Orang Yang Mengalami Saka

Menurut Al Fadhil Ustaz Syarhan bin Syafie At Tobibi, seorang pengamal


perubatan Islam, Saka adalah jin yang berada di dalam tubuh manusia yang diwarisi
turun temurun yang telah sebati di dalam tubuh manusia tersebut. Ia berlaku samada
seseorang itu tahu atau tidak. Jin tersebut diwarisi apabila nenek moyang yang
membela saka tersebut meninggal dunia. Saka terdiri daripada jin-jin seperti hantu
raya, pelesit, pontianak, polong dan sebagainya.
Kemungkinan ilmu ini telah dipelajari oleh nenek-moyang kita terdahulu.
Mungkin suatu ketika dahulu, semasa nenek moyang kita berhijrah ke Tanah
Melayu dari Tanah Seberang dan biasanya mereka datang mengembara seorang diri
samada meredah hutan belantara atau belayar seorang diri meredah lautan. Atas
sebab itulah mereka bekerjasama dengan jin untuk membantu mereka dalam urusan
seharian mereka. Kebanyakan mereka dari golongan petani, nelayan dan
sebagainya. Kadang-kadang jin peliharaan mereka ini ditugaskan untuk menjaga
rumah, kebun yang luas, harta benda dan keluarga mereka. Sasaran saka ini adalah
terdiri daripada keturunan pembawa saka dan orang-orang yang dipilih oleh saka itu
sendiri.
Tetapi jin peliharaan mereka ini tidak dapat diarahkan begitu sahaja. Ini
kerana tuan mereka hendaklah memberikan balasan kepada mereka atas jasa yang
diberikan. Jadi amalan Buang Ancak mestilah dilakukan. Ianya hendaklah dilakukan
pada setiap bulan penuh atau bulan purnama dengan cara memberi jin tersebut
makan dan inilah yang dinamakan senbgai Buang Ancak. Bagi masyarakat yang
tinggal di kawasan pinggir laut pasti ada pesta puja pantai atau bersemah atau pesta
membuang sial dengan cara memberi makan hantu laut atau saka laut. Kalau
permintaan mereka tidak disediakan kononnya mereka akan mengganggu anak cucu
yang turun ke laut untuk bekerja mencari nafkah seharian. Saka ini diturunkan
kepada kita tanpa diketahui atau jin itu sendiri yang memilih untuk mendampingi
keturunannya yang dia kehendaki. Dari itu memang sukar menghalau jin di dalam

48
tubuh seseorang yang telah dianggap saka. Ia tetap akan kembali lagi ke tubuh
tuannya itu walaupun sudah beberapa kali diberi amaran atau bersumpah di atas
nama Allah SWT bahawa ia tidak akan datang lagi. Biasanya secara simbolik, orang
yang mempunyai saka akan menyerahkan jin saka kepada warisnya melalui benda-
benda tertentu untuk dijaga seperti keris, cincin, batu, benda-benda pelik, azimat,
wafaq dan sebagainya.
Ada beberapa gejala yang dapat dilihat dari orang yang mengalami saka
ini. Gejalanya hampir sama dengan gangguan jin biasa dan sihir. Di antaranya,
ketika tidur adalah susah tidur malam, mudah terjaga ketika tidur dan merasa cemas
dan takut, mimpi yang menakutkan, mimpi melihat binatang seperti tikus, kucing,
anjing dan sebagainya, mimpi jatuh dari tempat tinggi, berdiri dan berjalan ketika
tidur, mimpi berada di tempat sunyi, mimpi berada di kawasan yang kotor dan di
kawasan perkuburan, mimpi melihat makhluk halus, mimpi melihat salib dan
gereja, mimpi bertemu paderi, mimpi bertemu anak kecil dan mimpi menyusui
kucing.
Ketika sedar pula pesakit sering lalai dari mengingati Allah, hilang
ingatan atau gila, lesu dan malas, rasa sakit pada semua anggota badan, sakit pada
belakang badan terutama di bahagian tulang belakang, lenguh sendi, melihat sesuatu
yang pelik, ketumbuhan yang sukar diubati atau kanser, terasa seolah-olah memijak
telur atau batu di bahagian tapak kaki, mudah panik bila berhadapan dengan
masalah, lemah jiwa, selalu mengantuk dan mudah marah atau panas baran.
Akibat dari gangguan saka ini boleh menyebabkan pesakit mengalami
masalah seperti sukar mendapat anak, banyak berlaku perkara ganjil di dalam
hidupnya, banyak menghidap pelbagai penyakit, tidak suka hidup bermasyarakat,
mudah sensitif atau terasa, mengetahui perkara yang mustahil akan diketahui oleh
orang lain hasil dari bisikan jin dan syaitan, selalu menangis ketika kecil dan
berperangai buruk ketika besar dan kehidupannya menjadi tegang dan suram.
Dikatakan bahawa saka itu terbahagi kepada dua jenis iaitu saka laut dan
saka darat. Saka laut terdiri dari saka buaya, saka ular, saka naga manakala saka
darat terdiri dari saka jin afrait dan saka harimau. Inilah jenis saka yang popular di
kalangan masyarakat Melayu di Malaysia. Setakat ini penulis hanya pernah
berhadapan dan merawat orang yang mempunyai saka ular dan saka harimau.
Menurut pengalaman orang yang pernah mempunyai saka laut, mereka
menjelaskan bahawa kebiasaannya mereka akan berasa sejuk dari pinggang ke
bawah tetapi hanya mengalaminya pada waktu-waktu tertentu sahaja. Mereka yang
ada saka buaya atau naga dikatakan selalu menderita sakit di bahagian muka
terutamanya pada bahagian mata. Biasanya mata mereka akan rabun dan rawatan
pembedahan secara perubatan moden pun tidak mendatangkan kesan. Ia akan
menjadi lebih teruk bagi orang yang sudah lanjut usianya. Bagi kaum wanita
terutamanya selalu mengalami sakit di bahagian pinggang dan rahim. Hasil dari
pengalaman meruqyah, jin saka ular itu mengaku membelit pinggang pesakit. Selain
itu, bagi kaum wanita juga saka ini akan tinggal di dalam rahim dan pasti akan ada

49
gangguan yang berlaku dalam rahim mereka samada haid tak teratur, ketumbuhan,
istihadah, tumpah darah yang banyak dan banyak gangguan-gangguan lainnya.
Saka darat pula akan gangguan fikiran dan perasaan. Gejala gangguannya
adalah seperti kena sesak nafas, sakit dada, mudah lupa dan was-was terutama
sekali ketika solat, sakit dari bahagian pinggang dan sakit tulang belakang. Bagi
kaum lelaki pula mengalami sakit tulang belakang dari bahagian pinggang hingga
ke pangkal peha yang menyebabkan kadang-kadang alat kelamin tidak berfungsi
secara normal, sakit lutut bagi perempuan yg mencecah umur setengah abad dan
gangguan pada haid. Terdapat lebam-lebam di peha atau di mana sahaja anggota
badan akibat dihisap oleh jin dan kesan cakaran tertentu di badan akibat dicakar
oleh jin. Selain itu pesakit akan sering terdengar suara memanggil namanya bila dia
keseorangan dan sering merasakan ada seseorang yang berada di belakang dan
memperhatikannya di setiap sudut tetapi apabila dia memperhatikan keadaan di
sekelilingnya ternyata tidak ada apa-apa. Saka harimau kebiasaannya timbul tanda
di sekitar kawasan rumah seperti adanya cakaran harimau yang kadang kala terdapat
pada badan orang yang mengalaminya. Sekali pandang orang yang ada saka
harimau, mata mereka seolah-olah berwarna merah dan muka mereka bertukar
wajah harimau.
Sebenarnya saka ini tidak lain hanyalah untuk menyusahkan dan
menyakitkan orang yang membelanya. Ianya bukan sekadar pesakit itu sahaja
diganggu malahan seluroh anggota keluarganya juga akan mengalami gangguan
yang menyebabkan mereka tidak akan merasa aman. Yang berbahayanya, jin saka
ini boleh bertukar bentuk menjadi tuannya dan tidur serta menggauli isteri tuannya
sendiri ketika tuannya tidak ada di rumah. Penulis pernah meruqyah dua orang
pesakit berbeza yang mana mereka membuat pengakuan pernah digauli oleh jin
saka ketika mereka dalam keadaan separa sedar. Mereka secara terang-terangan
menyatakan bahawa setelah mereka digauli oleh jin ini, mereka merasakan
kesakitan pada kemaluan mereka. Sebelum digauli, mereka merasakan ada suara
yang berbisik di telinga mereka.
Menurut Hj. Ahmad b. Hj. Che Din dari Kuala Kangsar, Perak Darul
Ridzuan, penulis artikal “Sejarah dan Pengaroh Jin di Dalam Kehidupan
Manusia”;

“Saka ini sebenarnya adalah gangguan makhluk halus yang diwarisi


secara tidak langsung daripada orang yang terdahulu, samada ayah, atau ibu secara
keturunan yang mengambil atau membela makhluk ini untuk tujuan tertentu.
Apabila seseorang itu mengambil atau membela makhluk ini secara automatik
makhluk ni jadikan pemiliknya sebagai rumahnya. Lazimnya makhluk halus ni
diambil bagi tujuan tertentu misalnya untuk perniagaan sebagai pelaris, jenis
mensihir, mengurut, bomoh, kecantikan (susuk), menjaga harta seperti tanah, rumah
(penunggu) dan menyihir atau seseorang itu pernah disihir.”

50
Manusia tidak boleh bersahabat, meminta tolong, atau mempunyai
sebarang hubungan dengan makhluk halus. Ia bukan saja memudaratkan kesihatan
tetapi juga menyesatkan (syirik). Makhluk ini ada tiga golongan iaitu jin, syaitan,
dan iblis. Contoh terbaik adalah dari kisah Nabi Sulaiman yang mana jin ini
dijadikan hamba dan bukan sahabat apatah lagi untuk masuk ke dalam badan. Cara
hidup manusia dengan makhluk ini adalah serupa dari segi makan, minum, sakit,
bekerja dan sebagainya. Jika manusia bekerja dalam bidang tertentu seperti jurutera,
komputer dan sebagainya, makhluk ini juga mempunyai pekerjaan seperti menyihir,
melaris, mencantik, menurunkan hujan dengan izin Allah, menggoda dan
sebagainya.
Makhluk ini apabila berada di dalam badan manusia akan membuat
kerosakan sepertimana manusia apabila menduduki rumah akan ada kerosakan.
Saka sihir pula adalah makhluk hasil dari perbuatan sihir dan disihir. Bila seseorang
disihir, maka sejumlah bilangan makhluk ini dihantar pada orang yang disihir.
Makhluk ini akan melakukan seperti yang apa yang disuroh dan jumlahnya
bergantung kepada jenis dan kekuatan bomoh. Ada yang menghantar 300 hingga
500 makhluk jin untuk sekali sihir dan mereka akan melakukan kerosakan luaran
dan juga dalaman orang yang disihir. Setelah terkena sihir orang ini akan
mengalami masalah kesihatan yg tidak boleh dikesan melalui perubatan moden.
Saka sihir ini boleh menyihir organ dalaman orang yang disihir. Contohnya jantung,
buah pinggang, hati, rahim dan sebagainya dan juga boleh mengakibat keguguran,
sukar mengandung, kanser dan pelbagai masalah lain.
Mereka yang mempunyai saka sihir boleh mengakibatkan pasangan
mereka mendapat penyakit kanser seperti kanser rahim, payudara, mati pucuk dan
sebagainya. Ini bermula apabila berlakunya sentuhan. Makhluk ini akan cuba
merosakkan tisu atau sel pasangannya dengan cara menyucuk-nyucuk. Orang yang
terkena akan merasa sakit, sejuk dan pedih. Setelah berlaku beberapa kali akhirnya
sel-sel akan mati dan ia akan dikenali dengan pelbagai nama saintifik seperti
fibroid, kanser dan lain-lain.
Ada beberapa cara yang boleh digunakan untuk mengeluarkan jin saka
ini. Walaupun ada beberapa kaedah yang boleh digunakan mengeluarkan saka
dalam tubuh seseorang itu, ada kes saka yang dapat diruqyah dan saka itu
dimusnahkan dalam jangka masa sekejap tetapi kadang-kadang ia juga mengambil
masa yang lama dan mungkin memakan masa berbulan-bulan bahkan bertahun-
tahun.

Kaedah Pertama:

Pesakit diruqyah dengan cara yang biasa. Kita boleh meruqyah pesakit
yang mengalami saka ini ini dengan proses meruqyah seperti yang telah dijelaskan
dalam bab sihir sebelumnya. Ruqyah hendaklah dilakukan secara berulang-ulang
kali tanpa jemu. Ini adalah untuk mengeluarkan, melemah dan membakar jin
tersebut sekiranya ia tidak mahu keluar.

51
Kaedah Kedua:

Membaca ayat Ruqyah di bawah berulang kali pada telinga pesakit


dengan tartil;

Kaedah Ketiga:

Membaca Salawat Tafrijiyah dan Salawat Syifa’ di bawah ini berulang


kali pada telinga pesakit; Salawat Tafjiryah

Salawat Syifa’

Kaedah Keempat:

Bacakan ayat di bawah dan pada masa yang sama tepuk belakang
badan pesakit.

52
“Allah berfirman: “Keluarlah dari syurga, kerana sesungguhnya kamu terkutuk, dan
sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat” (Al Hijr: 34-35)

Niatkan ketika itu kita sedang memukul jin yang sedang berada di dalam
badan pesakit. Kemudian bacakan ayat dari Al Fatihah, Ayatul Kursi, Surah Al
Mukminun: 115-118 dan membaca salawat di dalam gelas dan arahkan kepada
pesakit untuk minum air tersebut.
Kemudian bacakan doa yang pernah menceritakan perjanjian Nabi Sulaiman dengan
kaum jin seperti di bawah juga pada gelas yang sama;

“Aku peringatkan dengan sumpah yang pernah diucapkan Nabi Sulaiman kepada kalian,
keluarlah dan pergilah kalian dari rumah kami. Aku sumpah kalian dengan nama Allah,
keluarlah kalian dan janganlah kalian menyakiti seorangpun.”

Kaedah Kelima:

Caranya ialah ambil bekas yang berisi air, lalu bacakanlah air tersebut
dengan surah-surah di bawah ini. Ia dilakukan sesudah mendirikan solat
subuh.Surah Al-Fatihah , Ayat Kursi, Surah Alam Nasyrah
Air ini kemudiannya digunakan sebagai air minuman harian. Apabila
pesakit meminum air yang telah dibacakan ayat-ayat Al Qur'an, ia akan menjadi
darah daging pesakit tersebut. Lakukanlah pada setiap hari dan jangan mudah jemu
atau bosan kerana kemungkinan proses ini akan memakan masa yang lama.
InsyaAllah dengan izin Allah jin saka yang berada di dalam tubuh pesakit akan
merasa kepanasan lalu terbakarlah ia dengan azab Allah Insya Allah. Setelah pesakit
meminum air tersebut secara berterusan, pesakit akan dapat merasakan seluroh
anggota badannya akan menjadi panas terutama di bahagian tengkuk, kerana di
situlah tempat duduknya jin tersebut. Ini menunjukkan bahawa usaha pesakit itu

53
telah berhasil. Itu merupakan petanda bahawa Allah telah mengazabkan jin di dalam
tubuh pesakit tersebut InsyaAllah.

Kaedah Keenam:

Selain itu cara yang boleh digunakan untuk membuang jin saka adalah
dengan menggunakan minyak habbatus sauda’. Caranya adalah dengan
membacakan ayat-ayat ruqyah pada minyak habbatus sauda’ tadi dan kemudian
diratakan keseluroh anggota badan. Rawatan ini hendaklah dilakukan secara terus
menerus sehinggalah jin saka tersebut meninggalkan kita atau ia akan terbakar
dengan izin Allah sekiranya ia tetap mahu berada di dalam badan pesakit. Minyak
habbatus sauda ini adalah adalah antara cara yang baik. Ini kerana ia boleh
mengeluarkan makhluk ini sekaligus merawat tubuh akibat kerosakan atau penyakit
fizikal yang dialami oleh pesakit.
Orang yang terkena sihir tidak boleh dirawat dengan minyak habbatus
sauda semata-mata tetapi perlu dibuka simpulan sihir ini oleh mereka yang tahu
tentang rawatan ruqyah syariyah, mempunyai aqidah yang mantap dan mempunyai
ilmu kerohanian Islam. Mereka yg terkena sihir ini hendaklah banyak meminum air
yang telah dibacakan ayat ruqyah dan minyak habbatus sauda bagi memulihkan
masalah kesihatan akibat perbuatan sihir. Sekiranya mereka yang terkena sihir ini
dirawat atau saka ini tidak dikeluarkan maka ia akan bermaharajalela di dalam
tubuh pesakit dan akan melakukan lebih banyak lagi sihir pada organ-organ
dalaman tubuh memandangkan sihir itu adalah merupakan pekerjaannya. Hati-hati
kerana saka sihir yang ada di dalam diri seseorang itu mampu menyihir sesiapa saja.

Adab Meruqyah

a. Sandaran ruqyah menentang sihir 1

“Dari Abi Hatim telah bercerita kepada kami Muhammad bin Ammar Al Harith,
bercerita kepada kami Abdul Rahman yakni At Tasytaki bercerita kepada kami Abu
Jaafar Ar Razi kepada Laits dan dia adalah anak Abu Salim, katanya, “Telah
sampai berita kepadaku bahawa ayat-ayat ini menyembuhkan sihir dengan izin
Allah. Ia dibaca pada seberkas air kemudian dicurahkan ke atas kepala orang
yang disihir iaitu Surah Yunus ayat 81-82, Al A’raf ayat 118-122, Surah Thaha
ayat 69.”
Dalam riwayat yang lain, Surah Yunus ayat 81-82, Al A’raf ayat
118-125 / 117-122, Thaha ayat 69.

b. Sandaran ruqyah menentang sihir 2

Kata Ibnu Battal, “Sesungguhnya Wahab bin Munabbih mengambil


tujuh helai daun bidara yang hijau, ditumbuk halus di antara dua biji batu

54
kemudian dicurahkan padanya air. Dibacakan padanya ayat kursi dan Qalaqil
iaitu surah-surah yang bermula dengan Qul iaitu Surah Al Kafirun, Al Ikhlas, Al
Falaq dan An Naas. Kemudian diminum tiga teguk dan bakinya dibuat mandi. Ia
akan menghilangkan segala apa yang ada pada pesakit.”

c. Dalil disunatkan membaca ruqyah dengan bilangan yang


ganjil

“Daripada Abdullah bin Mas’ud daripada Nabi S.A.W baginda bersabda,


“Sesungguhnya Allah ganjil dan Dia sukakan yang ganjil. Maka berbuatkan
dengan jumlah yang ganjil wahai ahli-ahli Al Quran!” (Dikeluarkan oleh Ibnu
Majah dan Sahih Abu Daud)

d. Kaedah membaca ayat-ayat ruqyah pada air lalu diminum

Amalan-amalan yang seperti ini sangat masyhur di kalangan


ulamak dan di antara mereka adalah Ibnu Qayyim. Beliau berkata dalam
kitab ‘Zad Al Maad’,

“Aku berada di Mekah dan di situlah aku jatuh sakit. Aku tidak dapat menemui
seorang tabib dan ubat. Jadi aku berubat dengan Al Fatihah. Aku mengambil air
minuman dari air zamzam dan membacakan Al Fatihah padanya berulangkali,
kemudian aku meminumnya. Aku dapati dengan cara ini, aku mendapat yang
sempurna. Kemudia aku terus menerus menggunakan cara rawatan seperti ini
(merawat) banyak penyakit dan aku mendapat manfaat yang banyak darinya.”

e. Kaedah meruqyah dengan cara menghembus bacaan ruqyah pada


air atau bahagian badan yang sakit

Kata Ibnu Hajar Al Asqalani dalam ‘Fathul Bari’,


“Faedah menghembus ialah mengambil air lembap atau udara (dari hembusan)
yang disentuh oleh zikir itu sebagaimana juga mandi dengan sesuatu yang ditulis
padanya zikir.”

f. Kaedah menulis ayat-ayat ruqyah pada lembaran kertas dan lain-


lain dan dilunturkan ke dalam air untuk diminum dan mandi

Di dalam kitab “Zad Al Maad” oleh Ibnu Qayim, sebuah jamaah


daripada salaf berpendapat “(Boleh) ayat-ayat Al Quran ditulis untuk pesakit dan
ianya meminumnya.” Kata Mujahid, “Tidak mengapa menulis Al Quran, dibasuh
dengan air dan diberi minum kepada pesakit.” Berkata Ayub, “Aku telah melihat
Abu Qibalah menulis sebuah tulisan daripada Al Quran kemudian dibancuhkan
dengan air dan diberi minum kepada seorang lelaki yang berpenyakit.”

55
Ibnu Taimiyah juga di dalam kitab “Idah Ad Dalalah Fi Umum Ar
Risalah” juga membenarkan kaedah ini digunakan tetapi beliau mensyaratkan
supaya dakwat yang digunakan itu mestilah suci.
Menurut Imam Abu Qasim Al Qusyairi, “Anakku sakit tenat sehingga
aku berputus asa darinya sehingga ianya sangat memberatkan diriku, kemudian
aku bermimpi bertemu Rasulullah dan aku mengadu kepada baginda tentang
anakku, lalu Rasulullah bersabda kepadaku, “Di manakah kamu dari ayat-ayat
syifa’? kemudia aku terjaga dari tidur dan terfikir-fikir mengenainya. Akhirnya ia
(ayat-ayat syifa’ itu) ada pada enam tempat dalam kitab Allah.”

Beliau berkata lagi, “Akupun menulisnya di atas lembaran dan


kemudian melunturkannya dengan air dan aku memberinya (kepada anakku) untuk
diminum. Kemudia ia kelihatan seolah-olah seperti terlepas dari ikatan (sihat dan
cergas semula seperti sediakala).”

Timbul pertanyaan mengapa perlu pesakit diberi minum atau mandi air
yang telah dibacakan atau dilunturkan tulisan ruqyah padanya? Menurut Ibnu
Qayyim di dalam kitab “Al Wabil As Sayyib Min Al Kilm At Tayyib” menyatakan
bahawa, “Bahkan air ini (yang dibacakan ruqyah) sangat-sangat menyakiti jin.”

Ruqyah untuk mencegah masalah sebelum terjadi

Ruqyah ini terbahagi kepada dua bahagian iaitu ruqyah untuk


mencegah sebelum terjadi musibah dan ruqyah untuk mengangkat musibah
yang telah terjadi. Ruqyah-ruqyah di bawah masih boleh digunakan untuk
meruqyah. Di antara dalil-dalil ruqyah untuk mencegah sebelum musibah
terjadi adalah;

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a bahawa ia berkata;

“Dulu Rasulullah jika beliau sakit, maka Malaikat Jibril pun meruqyahnya. Dia
berkata, “Dengan nama Allah yang melindungimu dan menyembuhkanmu dari setiap
penyakit, dari setiap kejelekan orang-orang yang dengki apabila ia dengki dan dari
setiap mata orang-orang yang jahat.”

Diriwayatkan juga dari Abu Said Al Khudri bahawa Malaikat Jibril


mendatangi Rasulullah s.a.w lalu berkata;

56
“Hai Muhammad, apakah engkau sakit? Maka malaikat Jibril pun meruqyahnya. Dia
berkata, “Dengan nama Allah yang melindungimu dan menyembuhkanmu dari setiap
penyakit yang menimpamu, dari kejelekan segala jiwa dan pandangan mata hasad,
Allahlah yang menyembuhkanmu dan dengan nama Allah aku meruqyahmu.”

Diriwayatkan juga dari Aisyah r.a dia berkata;

“Dahulu Rasulullah s.a.w apabila salah seorang dari anggota keluarganya (isterinya)
sakit, beliau meniupnya dengan bacaan mu’awwizatain dan ketika beliau sakit iaitu
sakit yang menyebabkab beliau wafat, saya meniupnya dengan bacaan mu’awwizatain
dan saya usapkan ke badannya dengan tangan beliau kerana tangan beliau lebih besar
barakahnya dari tanganku.”
Diriwayatkan juga dalam hadis lain;

“Dari Usman bin Abi Al Ash Ats Tsaqafi r.a suatu hari dia mengadu kepada Rasulullah,
maka beliau berkata kepadanya, “Letakkan tanganmu di atas bahagian badanmu yang
sakit kemudian bacakan basmalah sebanyak tiga kali dan “Aku berlindung kepada Allah
dan kepada kekuasaanNya dari kejelekan yang menimpaku dan yang aku takuti.” (Lihat
hadis 1-4 dan yang lainnya dalam Shahih Muslim, Syarah Nawawi jilid 14/170 dan
seterusnya)

Ruqyah untuk petaka setelah terjadi

Sementara di bawah adalah ruqyah yang digunakan untuk


mengangkat musibah yang telah terjadi. Dalil-dalilnya adalah;
Diriwayatkan oleh Imim Bukhari dalam Shahihnya;

57
“Dari Ibnu Abbas r.a dia berkata, “Dahulu Rasulullah memohonkan perlindungan
kepada Allah SWT untuk Hasan dan Hussien cucu beliau, beliau bersabda, “Sungguh
bapakmu dahulu (Ibrahim) memintakan perlindungan kepada Allah SWT untuk Ismail
dan Ishak anaknya dengan membaca, “Aku berlindung kepada Allah dari semua jenis
ganggaun syaitan dan sengatan binatang berbisa dan dari setiap kejahatan yang jahat.”
(Fathul Bari, jilid 6/293)

Diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya;

“Bahawa Nabi s.a.w apabila hendak beranjak ke tempat tidurnya pada setiap malam,
beliau menyatukan kedua tapak tangannya lalu meniupkan pada keduanya dengan
bacaan Surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas, kemudian beliau mengusapkannya ke
seluroh tubuh beliau yang beliau mulai dari kepala dan wajah kemudian bahagian
hadapan badannya. Rasulullah mengulangi hal itu sehingga tiga kali.”

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, bahawa Rasulullah s.a.w


bersabda;

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah Yang Maha Sempurna dari kejelekan
yang telah diciptakan.” (Fathul Bari, jilid 6/293)

58
“Dari Usman bin Affan r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda, “Barangsiapa yang
mengucapkan kalimat “Dengan nama Allah, tidak ada yang membahayakan bersama
namanya sesuatupun yang ada di bumi dan di langit, Dia maha Mendengar dan Maha
Mengetahui.” Sebanyak tiga kali pada waktu pagi dan malam hari, maka dia tidak akan
dinganggu oleh sesuatupun pada hari itu atau pada malam itu.” (Fathul Bari, jilid
6/293)

Ayat-ayat ruqyah khusus

Di dalam buku penulis yang pertama yang berjudul “Ruqyah


Syariyah: Sebuah Rawatan Islam Terhadap Gangguan Sihir dan Jin,” penulis
ada menyenaraikan beberapa ayat-ayat ruqyah yang khusus untuk mengatasi
beberapa keadaan gangguan jin. Di antaranya adalah:

a. Ayat membakar jin


Al Fatihah
Al Baqarah
Al Baqarah: 137

Ali Imran: 181

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan:


"Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya.” Kami akan mencatat perkataan
mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar,
dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang
membakar."

59
An Nisa: 14

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar


ketentuan-ketentuan-Nya, nescaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka
sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya seksa yang menghinakan.

Al An’ am: 45

Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala


puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Al An ‘am: 93

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap
Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada
diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan
menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Alangkah dahsyatnya sekiranya
kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan
sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil
berkata): "Keluarkanlah nyawamu.” Di hari ini kamu dibalas dengan seksaan
yang sangat menghinakan, kerana kamu selalu mengatakan terhadap Allah
(perkataan) yang tidak benar dan (kerana) kamu selalu menyombongkan diri
terhadap ayat-ayat-Nya.

Al A’ raf: 117-121

60
Dan kami wahyukan kepada Musa: "Lemparkanlah tongkatmu!" Maka sekonyong-
konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Kerana itu nyatalah yang
benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu
dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta
meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan
semesta alam, "(iaitu) Tuhan Musa dan Harun.”

Al Anfal: 12-14

(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya


Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah
beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang
kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.
(Ketentuan) yang demikian itu adalah kerana sesungguhnya mereka menentang
Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka
sesungguhnya Allah amat keras seksaan-Nya. Itulah (hukum dunia yang
ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-
orang yang kafir itu ada (lagi) azab neraka.

Al Anfal: 17

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi
Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu
melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk
membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang
mu'min, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui.

61
Al Anfal: 50

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir
seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah olehmu
seksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri).

At Taubah: 26

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-


orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada
melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan
demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.

At Taubah: 35

pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar
dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada
mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka
rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”

Yunus: 88

Musa berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada
Fir`aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam
kehidupan dunia, ya Tuhan kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari

62
jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci
matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat seksan
yang pedih."

Hud: 56

Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada
suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya.
Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus."

Hud: 82-83

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas
ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang
terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan seksaan itu
tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.
An Nahl: 1

Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar
disegerakan (datang) nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang
mereka persekutukan.

Al Isra: 18

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan


baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki
dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam
keadaan tercela dan terusir.

63
Al Isra: 81

Thaha: 97

Berkata Musa: "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan


di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: "Janganlah menyentuh (aku)." Dan
sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat
menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya.
Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan
menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).

Al Anbiya: 11-15

Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan,
dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).
Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari
negerinya. Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada ni`mat
yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik),
supaya kamu ditanya. Mereka berkata: "Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami
adalah orang-orang yang zalim.” Maka tetaplah demikian keluhan mereka,
sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak
dapat hidup lagi.

Saba:

64
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran. Dia Maha
Mengetahui segala yang ghaib.” Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang
batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi.” Katakanlah:
"Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri;
dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan
Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.” Dan
(alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir)
terperanjat ketakutan (pada hari kiamat); maka mereka tidak dapat melepaskan
diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka). dan
(di waktu itu) mereka berkata: "Kami beriman kepada Allah", bagaimanakah
mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu. Dan sesungguhnya
mereka telah mengingkari Allah sebelum itu; dan mereka menduga-duga tentang
yang ghaib dari tempat yang jauh. Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang
mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa
dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam
keraguan yang mendalam.

Adz Zariat: 10-14

Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta, (iaitu) orang-orang yang


terbenam dalam kebodohan lagi lalai, mereka bertanya: "Bilakah hari pembalasan
itu?" (Hari pembalasan itu ialah) pada hari ketika mereka diazab di atas api
neraka. (Dikatakan kepada mereka): "Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang
dahulu kamu minta supaya disegerakan.”

Al Qamar: 19-21

65
Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat
kencang pada hari nahas yang terus menerus, yang menggelimpangkan manusia
seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang. Maka betapakah dahsyatnya
azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku
Al Haqqah: 1-8

Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?
Kaum Tsamud dan 'Aad telah mendustakan hari kiamat. Adapun kaum Tsamud
maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa, Adapun kaum
'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat
kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam
dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati
bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon korma yang telah
kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara
mereka.

An Naziat: 1-7

Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan (malaikat-


malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, dan (malaikat-malaikat)
yang turun dari langit dengan cepat, dan (malaikat-malaikat) yang mendahului
dengan kencang, dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).
(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama
menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.

An Naziat: 25

66
Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di
dunia.

Al Buruj: 10

Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cubaan kepada orang-orang yang


mu'min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi
mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

Al Alaq: 15-17

Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) nescaya Kami tarik
ubun-ubunnya, (iaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Maka
biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

b. Ayat untuk membantu jin keluar dari badan pesakit

Ayat berikut adalah untuk membantu jin yang hendak keluar


dari badan pesakit tetapi jin tersebut telah terikat dengan sihir. Ayat
ruqyah ini digunakan untuk mengeluarkan jin tersebut dari badan pesakit.
Pertama, bacakan Surah Al Anfal ayat 7-10 untuk membuka
atau meleraikan ikatan yang terikat pada jin.

67
Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahawa salah satu dari dua
golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan
bahawa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah
menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan
memusnahkan orang-orang kafir, agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan
membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu
tidak menyukainya. (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada
Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan
mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang
berturut-turut.” Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu),
melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram kerananya.
Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana.

Kedua, diteruskan dengan membaca Surah Yasin dan azan pada


telinga kanannya dan iqamat pada telinga kirinya. Sebelum itu arahkan jin
tersebut meninggalkan badan pesakit ketika azan dikumandangkan.

c. Ayat membuka benteng

Ayat di bawah boleh digunakan untuk membuka benteng.


Maksud membuka benteng di sini adalah dalam beberapa keadaan apabila
kita berhadapan dengan pesakit, maka akan berdialoglah jin dalam badan
pesakit tersebut dan jin itu mengatakan yang ia kebal. Kadang-kadang jin
ini akan ketawa dan tersenyum seolah-olah menyindir kita kerana tidak
mampu menyakiti dan mengeluarkannya. Ingatlah bahawa tipu daya
syaitan itu lemah. Kita hendaklah bersabar dan jangan berputus asa.
Teruskan berusaha serta memohon pertolongan dari Allah. Ayat-ayat yang
dimaksudkan adalah:

Al A’ raf: 18-21

68
Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari syurga itu sebagai orang terhina lagi
terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar
Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.”(Dan Allah
berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di syurga serta
makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan
janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua
termasuk orang-orang yang zalim.”Maka syaitan membisikkan fikiran jahat
kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari
mereka iaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari
mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau
tidak menjadi orang yang kekal (dalam syurga).” Dan dia (syaitan) bersumpah
kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi
nasihat kepada kamu berdua",

Al Ahzab: 25-26

Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh
kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. Dan Allah
menghindarkan orang-orang mu'min dari peperangan. Dan adalah Allah Maha
Kuat lagi Maha Perkasa. Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani
Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-
benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut dalam hati mereka. Sebahagian
mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan.

Al Hasyr: 1-4

69
Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Dia-
lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dia-lah yang mengeluarkan orang-
orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat
pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka, bahawa mereka akan
keluar dan merekapun yakin, bahawa benteng-benteng mereka akan dapat
mempertahankan mereka dari (seksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada
mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah
mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-
rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang
beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang
yang mempunyai pandangan. Dan jikalau tidaklah kerana Allah telah menetapkan
pengusiran terhadap mereka benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Dan
bagi mereka di akhirat azab neraka. Yang demikian itu adalah kerana
sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang
Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

Al Buruj: 10

Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cubaan kepada orang-orang yang


mu'min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi
mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

d. Ayat untuk mengikat jin

Maksud mengikat jin di sini adalah apabila dibacakan ayat


ruqyah, jin di dalam badan pesakit akan cuba lari dan bersembunyi di
dalam badan pesakit. Kita boleh mengetahui keadaan ini dengan melihat

70
reaksi jin di dalam badan pesakit tersebut ketawa dan menangis. Jadi,
bacakan ruqyah pada pesakit tersebut dengan menggunakan ayat pertama
dari Surah Qaf,

Qaaf. Demi Al Qur'an yang sangat mulia.

Surah Al Qalam: 1

Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,


Al Buruj: 10

Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cubaan kepada orang-orang yang


mu'min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi
mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

Cara Meruqyah Orang Yang Terkena Lumpuh

Di dalam buku ‘Fadhilat Ayat Kursi Untuk Mengatasi Sihir (1)’


pada halaman 46 karangan Prof. Dato’ Dr Haron Din dan Dr. Amran
Kasimin menjelaskan bahawa lumpuh juga dinamakan sebagai sakit
ahmar. Ahmar ini terbahagi dua iaitu biasa yang dikaitkan dengan
penyakit medik berpunca dari masalah fizikal seperti darah tidak berjalan
dengan dengan baik ke bahagian-bahagian tertentu badan. Selain itu ia
juga berpunca dari gangguan jin yang dinamakan ‘Rihul Ahmar.’ Penyakit
ini telah menyerang manusia sejak zaman Nabi Sulaiman lagi.
Penyakit ini biasanya dikaitkan dengan orang yang mengidap
penyakit darah tinggi dan sakit jantung. Kadang-kadang ianya tidak
terkait langsung. Biasanya penyakit ini menyerang orang yang berumur
lebih dari 40 tahun tetapi seorang kanak-kanak juga berkemungkinan
boleh diserang penyakit ini.
Penyakit ini biasanya menyerang di bahagian muka yang
menyebabkan mulut tidak dapat bergerak. Di bahagian mata yang
menyebabkan mata tidak dapat dibuka dan ditutup, di bahagian tangan,

71
lengan dan jari menyebabkan bahagian-bahagian tersebut terasa kebas
atau tidak boleh bergerak.
Ia juga menyerang sebelah badan samada kanan atau kiri yang
menyebabkan lumpuh sebelah badan dari bahu ke bawah dan kadang-
kadang lumpuh tersebut menyebabkan lumpuh seluroh badan. Ada dua
cara untuk merawat penyakit ini.
Pertama, diruqyah secara biasa. Sekiranya ada tanda-tanda
gangguan penyakit hasil daripada gangguan jin, maka hadapilah jin ini
dengan cara yang telah dijelaskan pada bab sebelum ini.
Kedua, bacalah Surah Al Fatihah dan doa-doa berikut;

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami
menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah
kami jalan yang lurus, (iaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan
ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula
jalan) mereka yang sesat.”

Selawat Tafjiryah

Selawat Syifa’

72
Kesemua doa di atas dibacakan pada air sebanyak tujuh kali,
tidak termasuk Al Fatihah dan tiup. Air tersebut diberi kepada pesakit
untuk diminum sebanyak tujuh teguk dan sapu pada bahagian yang
lumpuh tujuh kali sambil memicit-micit pada bahagian yang lumpuh
terutamanya pada bahagian sendi-sendi sehingga semua bahagian yang
lumpuh itu terasa lembut atau hingga air tersebut menjadi kering.
Rawatan ini hendaklah dilakukan selang dua jam.
Selain itu, saluran-saluran darah tertentu yang tidak dapat
berfungsi untuk mengalirkan darah sepenuhnya ke bahagian anggota
badan juga boleh menyebabkan sakit lumpuh pada anggota tertentu. Oleh
sebab itu bahagian tersebut mungkin boleh disembuhkan semula dengan
cara diurut supaya saluran darah tadi berfungsi seperti biasa. Bahagian
yang perlu diurut adalah bahagian belakang iaitu di bahagian tengkuk.
Urut di bahagian tersebut kanan dan kiri secara berulang-ulang, di
kawasan belikat dan urut bahagian di antara pusat dan ulu hati. Halangan
yang terjadi di bahagian ini mungkin disebabkan oleh lemak yang
berkumpul di saluran darah.
Selepas diurut, pesakit perlu melakukan latihan senaman pada
kepala dengan cara menggerakkannya. Jangan terlalu lama dan terlalu
kuat mengurut di bahagian badan terutama di bahagian tengkuk. Untuk
orang yang terkena penyakit lumpuh ini samada lumpuh separoh badan,
sebahagian atau mana-mana bahagian penting, sebelum tidur hendaklah
diberi minum air yang telah diruqyah dan dicampur dengan satu sudu
madu lebah asli.

Doa Angin Ahmar

Semasa di zaman pemerintahan Nabi Sulaiman a.s, ketika


baginda sedang berada di atas singgahsana kerajaannya di hadapan para
manusia, jin dan binatang serta makhluk lainnya, baginda merasa dia
berkuasa memerintah kesemua makhluk Allah di dunia ini. Tiba-tiba

73
tanpa diundang datanglah satu lembaga yang begitu besar dan kuat serta
hebat rupanya. Nabi Sulaiman merasa takut dan gementar melihat
lembaga tadi. Lalu Nabi Sulaiman bertanya kepadanya siapa dan apakah
tujuan kedatangannya itu.
Lembaga itu menjawab yang ia adalah makhluk yang
dinamakan Allah kepadanya sebagai ‘Rihul Ahmar’ iaitu suatu penyakit
yang berbahaya yang diciptakan oleh Allah di antara penyakit-penyakit
yang lain. Allah menciptakan ‘Rihul Ahmar’ ini dengan sedemikian rupa
dan diberikan kuasa untuk mendatangkan penyakit kepada anak Adam. Ia
boleh meresap ke dalam tubuh manusia seperti darah-darah yang mengalir
di dalam urat.
Sekiranya Allah ingin mengazab hambaNya yang
dikehendakinya ia memberi kuasa kepada ‘Rihul Ahmar’ supaya masuk
ke dalam badan orang tersebut. Jika ia masuk dan meresap ke bahagian
kepala atau otak maka orang tersebut akan gila. Jika ia masuk ke dalam
hidung maka ia akan lahir berupa penyakit bengkak-bengkak, sembab dan
sebagainya sehingga rosaklah keselurohan anggota badan.
Mendengarkan penjelasan itu, Nabi Sulaiman memerintahkan
segenap makhluk di bawah pemerintahannya yang berada di sekelilingnya
untuk membunuh dan membakar makhluk tadi. ‘Rihul Ahmar’ menjawab
bahawa tidak ada seseorangpun yang dapat menghalangnya untuk berbuat
demikian kerana Allah memang menjadikannya sedemikian ruapa dan
memanjangkan umurnya. Kemudian makhluk itupun ghaib sehinggalah
pada zaman Rasulullah.
Telah diriwayatkan bahawa cucu Rasulullah Hassan bin Ali
telah mengidap penyakit rongga dan keluar darah daripadanya. Apabila
Rasulullah dan para sahabat menerima berita tersebut maka Malaikat
Jibrilpun datang dan memberitahu kepada Rasulullah bahawa cucu
Rasulullah itu telah terkena sakit ‘Rihul Ahmar’.
Apabila ditanya tentang ubatnya, Malaikat Jibril mengatakan
ada lalu ia menghilang sebentar dan kemudian datang semula mengadap
Rasulullah. Malaikat Jibril mengatakan bahawa Allah SWT telah
menghadiahkan suatu doa yang mustajab kepada hambaNya yang
membaca doa tersebut walaupun sekali dalam seumur hidup. InsyaAllah
dengan rahmat Allah orang tersebut akan terselamat dari ‘Rihul Ahmar’.
Kemudian Rasulullahpun membaca doa tersebut untuk cucunya.
Tiba-tiba cucu Rasulullah pun sembuh serta merta dan ketika itu juga dia
bangun berdiri dalam keadaan yang cukup sihat. Rasulullah meminta
kepada para sahabatnya untuk mempelajari doa tersebut dan menyuroh
mengajarkan doa tersebut kepada yang lain agar mereka dapat manfaat
dan memelihara serta melindungi diri dari gangguan dan serangan “rihul
Ahmar’ ini. Doa tersebut adalah;

74
75
76
77
Cara Meruqyah Orang Yang Terkena Kanser Disebabkan Jin

Kanser dan cara rawatannya

Kanser merupakan sebuah penyakit yang memang wujud dalam


analisa perubatan moden dan memerlukan rawatan intensif untuk
mengatasinya. Tetapi, ada juga kanser yang disebabkan oleh jin. Kanser
merupakan bengkak yang keluar dari salah satu anggota badan. Tetapi
kanser yang disebabkan oleh jin sangat menghairankan para doktor.
Mereka melakukan analisis kedoktoran secara moden tetapi hasilnya tetap
sama sahaja. Tidak ada meninggalkan tanda-tanda kanser. Kadang-
kadang, merawat sihir yang disertai dengan jin mudah dirawat. Tetapi
sekiranya ia tidak disertai dengan jin maka ianya mengambil masa selama
tiga minggu untuk merawatnya dan InsyaAllah sembuh dengan izin Allah.

Kanser yang disertai dengan jin

Pesakit kanser dengan jin ini biasanya akan mengalami sakit


pada anggota badan mereka. Untuk merawat kanser yang disertai dengan
jin, pesakit hendaklah mengambil daun bidara, dikisar dan dicampurkan
ke dalam bekas yang bercampur dengan air dan bacakan ayat-ayat ruqyah
berikut; Al Fatihah, Al Baqarah: 255 ( ayat kursy ), Surah Yunus:
Surah Thaha: 69, Surah Al Mukminun: 115-118, Al Furqan: 23, An
Naml: 59-6
Al Hasyr: 21-
Surah Al Zalzalah: 1-8
Al Qariah: 1-11
Al Humazah: 1-9

Cara Meruqyah Orang Yang Terkena Kanser Tanpa Jin

Kanser yang tidak disertai dengan jin

Penyakit ini amat berbahaya tetapi ia tidak merebak ke


bahagian-bahagian lain anggota badan kerana ia hanya tertumpu pada satu
tempat sahaja. Biasanya ia adalah dari sihir yang tertanam. Kekuatan sihir
ini timbul dan merebak serta memberi kesan pada tempat yang tertentu
dan tidak seorangpun akan menyangka yang ia adalah disebabkan oleh
kekuatan sihir dengan izin Allah.

78
Kekuatan sihir ini merebak di tempat-tempat tertentu dan
sekiranya bukan dengan izin Allah, ia pasti tidak akan terlaksana walau
apapun jenisnya. Jenis kanser in iamat berbeza dengan dari kanser jenis
lain yang disertai dengan jin kerana bentuk ia lebih pejal dan berada di
sautu kawasan dan diperlukan suatu tempoh yang panjang untuk
melepaskan diri darinya dengan perintah Allah. Diperlukan masa selama
tiga minggu dan bergantung pada jenisnya kewujudannya samada dari
luar yang masuk ke jasad ataupun dari dalam yang berada di dalam jasad.

Minggu pertama: Minggu perhentian sementara

Sediakan segelas besar air. Letakkan tujuh helai daun saderi dan
kisarkan kedua-duanya ke dalam air hingga sebati. Kemudian bacakan
pada air tersebut Surah Al Baqarah secara penuh. Pesakit itu hendaklah
meletakkan air tersebut di sekitar kawasan yang terkena kanser dalam
jangka masa seminggu dan bukan keselurohan badannya kerana ia tidak
merebak dan hanya tertumpu di satu tempat sahaja. Dengan kelebihan
daun saderi dan air ini akan dapat menolak sihir dengan izin Allah.

Minggu kedua: Minggu penyerapan

Sediakan sebotol minyak zaitun yang telah dibacakan SurahAl


Fatihah, Kursi, Ad Dukhan dan Al Jin dan kemudian minyak tadi
diletakkan pada tempat yang sakit setiap hari selama seminggu.
insyaAllah kita akan dapati bahawa bengkak tersebut akan kempis sedikit
demi sedikit sehinggalah kanser tersebut hilang. Ia dinamakan minggu
penyerapan kerana bengkak tersebut akan hilang secara perlahan-lahan.

Minggu ketiga: Minggu perbentengan

Letakkan tujuh helai daun saderi dan dikisar dan dicampurkan


dengan air, kemudian dibacakan Surah Yasin, Al Kahfi dan Thaha.
Kemudian pesakit diberi minum dan mandi dengan air tersebut secara
berulang-ulang dalam tempoh waktu seminggu hingga badannya dapat
dibentengi untuk melawan sedikit kesan sihir yang masih melekat yang
dianggap sebgai antara sihir jenis yang terkuat.

Cara Meruqyah Orang Yang Buta Kerana Sihir

79
Buta merupakan suatu penyakit yang sangat berbahaya.
Menurut Muhammad Abduh Al Maghauri, buta ini ada dua jenis iaitu buta
yang disertai dengan jin dan buta tanpa disertai dengan jin. Jenis yang
disebabkan oleh jin ini adalah melalui cara jin memegang urat penglihatan
dan merupakan sejenis sihir. Ia adalah merupakan campuran hitam yang
tertumpu pada dahi yang mangakibatkan buta.

Pertama: Buta yang disertai dengan jin

Dalam kes seperti ini kita gunakan cara yang amat sederhana
yang pernah digunakan oleh Muhammad Abduh Al Maghauri semasa
merawat pesakit yang pernah mengalami buta yang disertai dengan jin.
Cara yang pernah digunakan oleh Muhammad Abduh Al Maghauri adalah
dengan menuliskan satu firman Allah dari Al Quran iaitu Surah An Nur:
35 di dahi pesakit;

Kemudian bacakan ayat-ayat ruqyah di bawah kepada pesakit.

Al Fatiha
Al Baqarah: 255, Ali Imran: 12-13
Al An’ am: 42-47
Al A’ raf: 191-201
Al Anfal: 11-25
Maryam: 68-74
An Nur:

80
Dalam proses meruqyah, sekiranya mampu dengan izin Allah,
kita hendaklah mendatangkan jin yang menganggu tersebut dan arahkan
jin tersebut untuk tidak kembali lagi menganggu pesakit.

Kedua: Buta Kerana Sihir Tanpa Jin

Buta dari jenis ini sangat berbahaya tetapi InsyaAllah dengan


izin Allah cara merawat jenis buta ini akan dijelaskan nanti.

Al Fatihah

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha


Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari
pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan
hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah
kami jalan yang lurus, (iaitu) jalan orang-orang yang telah
Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan)
mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang
sesat.”

Al Baqarah: 255

81
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia
Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya);
tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di
langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi
Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan
mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui
apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa
berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha
Besar.”

Surah Az Zalzalah

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang


dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang
dikandung) nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi
begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, kerana

82
sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian
itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya
dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan
kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang
mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, nescaya dia akan
melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan
kejahatan seberat dzarrahpun, nescaya dia akan melihat
(balasan) nya pula.”

Surah Al Adiyaat: 1-11

“Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-


engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku
kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu
pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-
tengah kumpulan musuh, sesungguhnya manusia itu sangat ingkar
tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya
manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan
sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa
yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam
dada, sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha
Mengetahui keadaan mereka.”

Surah Al Qariah: 1-11

83
“Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah
hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang
bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-
hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan
(kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang
memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan
(kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Iaitu) api yang
sangat panas.”

At Takatsur: 1-8

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk


ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui
(akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan
mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan

84
pengetahuan yang yakin, nescaya kamu benar-benar akan melihat
neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan
melihatnya dengan `ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan
ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-
megahkan di dunia itu).”

Al Humazah: 109

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang


mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira
bahawa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak!
Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam
Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (iaitu) api
(yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar)
sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.”

Membaca taawwuz dan basmalah sebanyak dua kali

“Aku memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan yang


direjam” dan “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang.”

85
Sediakan sebuah gelas yang tinggi dan dibalut dengan
kain ‘cotton’ berwarna putih. Kemudian bakar kain tersebut
supaya gelas itu tidak ada udara. Selepas itu, letakkan gelas
tersebut di atas kedua-dua kening . InsyaAllah dengan izin Allah
akan keluarlah darah yang berwarna hitam dan dengan izin Allah
juga pesakit akan dapat melihat kembali.
Menurut Muhammad Abdul Al Maghauri, kemungkinan
ini disebabkan oleh satu sihir yang mana sihir tersebut memasuki
dahi, menghitamkan darah dan menutupi mata lalu menghalang
pesakit dari dapat melihat.

Ruqyah Untuk Melawan Jin Atau Syaitan Yang Datang


Menyerang Secara Mendadak

Dari Yahya bin Said katanya, Rasulullah s.a.w diIsra’kan


dan Rasulullah melihat seekor jin Ifrit sedang mengejarnya
sambil membawa sebuah obor api. Setiap kali Rasulullah
menoleh, Rasulullah ternampak jin tersebut lalu Jibril berkata,
“Mahukah kamu jika aku mengajarkan kamu beberapa kalimah
untuk kamu membacanya? Kerana apabila kamu membacanya api

86
obor itu akan padam dan jin itu pula akan jatuh tersungkur.”
Jawab Rasulullah, “Tentu saja.” Kemudian Jibril membaca

“Aku berlindung dengan Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha


Mulia dan dengan kalimah-kalimah Allah yang Maha Sempurna
yang tidak dapat ditandingi oleh orang-orang yang jahat, dari
segala kejahatan yang turun dari langit, kejahatan yang naik ke
langit, kejahatan yang melata di bumi dan yang keluar darinya
berupa fitnah-fitnah malam dan siang serta bencana-bencana
malam dan siang kecuali yang melalui jalan kebaikan wahai
Tuhan Yang Maha Pemurah.” (Riwayat Imam Malik dalam Kitab
Al Muwatta’)

87
“Daripada Abu At Tayyah katanya, aku bertanya kepada Abdul
Rahman bin Khambasi At Tamimi dan dia adalah seorang yang
telah tua, “Adakah kamu mendapatkan Rasulullah s.a.w?”
Jawabnya, “Ya.” Aku bertanya lagi, “Pada malam itu apakah
yang Rasulullah lakukan tatkala jin-jin dan syaitan-syaitan cuba
memperdayakan Rasulullah?” Jawabnya, “Sesungguhnya
syaitan-syaitan yang datang dari lembah-lembah dan ceruk-ceruk
pergunungan datang mengerumuni Rasulullah s.a.w pada malam
tersebut. Di kalangan mereka ada seekor syaitan yang membawa
obor api dan ia mahu membakar wajah Rasulullah s.a.w. Lalu
jibril turun kepada baginda dan bertanya, “Wahai Muhammad!
Bacalah!” Baginda bertanya, “Apakah yang perlu aku baca?”
Kata Jibril, “Bacalah…

“Aku berlindung dengan kalimah-kalimah Allah yang teramat


sempurna dari kejahatan apa yang Dia cipta, buat dan jadikan,
dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan yang naik ke
langit, kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang dan kejahatan
setiap pejalan kecuali yang melalui jalan kebaikan wahai Tuhan
Yang Maha Pemurah. Lalu padamlah api-api mereka dan Allah
Tabaraka Wa Taala telah menewaskan mereka sekeliannya.”

88
Menjaga Anak-anak Dari Gangguan Jin Dan Syaitan

Jin memang lebih suka tinggal di tempat yang kosong seperti


padang pasir, gunung yang sepi, lautan yang memang merupakan tempat
beradanya singgahsana Iblis sebagaimana dalam hadis sahih, gua, rumah
atau tempat kosong. Diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan Muslim dari
hadis Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud bahawa Rasulullah berdakwah kepada
sekumpulan jin dan membacakan Al Quran serta mengajarkan Islam di
sebuah padang pasir yang kosong. Dalam hadis lain pula menjelaskan
bahawa jin suka tinggal di tempat yang kosong termasuk bilik yang
kosong di rumah kita. Dalam satu hadis Rasulullah menjelaskan;

“Satu ranjang untuk suami, satu ranjang lagi untuk istrinya


dan ranjang ketiga untuk tamu, sedang ranjang keempat adalah
kamarnya syaitan.” (HR Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud dari Jabin bin
Abdillah).

Imam Nawawi menjelaskan bahawa makna dari hadis tersebut


bermaksud bahawa orang yang mempunyai bilik kosong terkadang
berniat untuk menunjukkan bahawa dirinya adalah orang kaya dan
mewah. Tentu sahaja dia merasa bangga dan ini adalah perbuatan syaitan.
Atau dapat juga diterjemahkan sesuai dengan nas hadisnya, di mana bilik
itu memang benar-benar dihuni oleh jin kerana kosong. Adapun cara
melindungi kita sekeluarga termasuk anak yang masih kecil, Islam telah
memberikan cara yang mudah dan selamat dari kesesatan dan kesyirikan.
Ada dua perkara yang harus dilakukan oleh setiap muslim.

Pertama, melindungi diri dengan doa-doa dan wirid-wirid yang


diajarkan Rasulullah. Doa-doa untuk setiap aktiviti harus kita baca supaya
Allah melindungi diri kita. Misalnya doa-doa sebelum tidur dan ayat-ayat
yang dibaca sebelumnya. Atau sebelum dan sesudah makan, keluar dan
masuk rumah, wirid-wirid pagi dan petang dan setelah solat membaca Al
Quran dan sebagainya. Untuk itu, kita harus menghafal dan
menerapkannya dan kemudian kita ajarkan kepada anak-anak kita agar
mereka dapat membentengi diri mereka sendiri. Tetapi ketika anak masih
sangat kecil, Nabi mengajarkan agar kita berdoa untuknya. Seperti yang
beliau lakukan untuk kedua cucunya:

89
“Aku meminta perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang
sempurna dari setiap (gangguan) syaitan, binatang menyakiti dan setiap
kekuatan mata yang berbahaya.”

Kemudian Nabi berkata, “Hal ini juga dilakukan ayahmu (Nabi Ibrahim)
kepada Ismail dan Ishaq.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas no hadis 3191).

Kedua, ciptakan rumah yang Islami agar tidak dihuni oleh jin
yang mengganggu. Bersihkan rumah kerana syaitan suka pada tempat
yang kotor. Bacalah Al Quran agar rumah kita diberi keberkahan dan di
masuki malaikat dan bukan dimasuki oleh jin yang mengganggu. Jangan
memenuhi rumah dengan musik, kerana syaitan sangat suka kepada
musik. Dan jangan mengantung gambar-gambar bernyawa dan keluarkan
anjing dari rumah. Semoga Allah selalu melindungi kita dan keluarga.

Menurut pendapat Muhammad Abduh Maghauri, pakar ruqyah


dari Timur Tengah menjelaskan bahawa merawat anak kecil yang
umurnya kurang dari dua tahun merupakan sebahagian dari perkara yang
amat berbahaya dan boleh menyebabkan kematian pada anak tersebut.
Ada suatu kes yang pernah terjadi, seorang mu’alij telah meruqyah
seorang anak kecil yang berumur tiga bulan yang mengalami gangguan
jin dengan menggunakan ayat-ayat azab. Anak kecil itu menangis serta
suhu badannya bertambah dan akhirnya anak itu meninggal dunia.

Memang anak itu telah ditakdirkan oleh Allah meninggal dunia


tetapi asbab meninggalnya anak ini perlu kita ambil perhatian
terutamanya kepada kita. Mu’alij ini tidak melihat dahulu jenis kes
gangguan jin, siapa yang mengalaminya dan ayat ruqyah apa yang
digunakan. Mu’alij ini ketika meruqyah anak kecil tersebut menggunakan
ayat-ayat azab untuk menyemarakkan kemarahan jin yang berada di
dalam badan anak kecil itu. Ini menjadikan jin yang berada di dalam
badan anak kecil itu bergerak di dalam badannya secara menggila dan
dengan kepantasan yang kuat serta memanfaatkan segala tenaga yang ada
pada anak kecil itu sedangkan jasadnya tidak mampu untuk menerina dan
menanggung keadaan ini.

90
Jadi, alangkah baiknya peristiwa ini kita jadikan iktibar dan
renungan kepada kita apabila hendak meruqyah anak kecil terutamanya
yang berusia kurang dari dua tahun. Sebaik-baiknya, dalam menghadapi
kes seperti ini kita boleh gunakan beberapa ayat ruqyah seperti berikut

Al Fatihah

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha


Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari
pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan
hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah
kami jalan yang lurus, (iaitu) jalan orang-orang yang telah
Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan)
mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang
sesat.”
Al Baqarah: 255

91
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia
Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya);
tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di
langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi
Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan
mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui
apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa
berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha
Besar.”

Al A’raf: 13-18

“Allah berfirman: "Turunlah kamu dari syurga itu; kerana kamu


tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke
luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.”
Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka
dibangkitkan.” Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk
mereka yang diberi tangguh." Iblis menjawab: "Kerana Engkau
telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan
(menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari

92
belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau
tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at). Allah
berfirman: "Keluarlah kamu dari syurga itu sebagai orang
terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka
mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam
dengan kamu semuanya.”

An Naml: 59-64

93
“Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas
hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih
baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?" Atau
siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang
menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan
dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang
kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya?
Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan
(sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari
kebenaran). Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai
tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-
celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk
(mengkokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua
laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan
(sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. Atau
siapakah yang memperkenankan (do`a) orang yang dalam
kesulitan apabila ia berdo`a kepada-Nya, dan yang
menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia)
sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan
(yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya). Atau
siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di daratan dan
lautan dan siapa (pula) kah yang mendatangkan angin sebagai
kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di

94
samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah
terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya). Atau
siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya),
kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang
memberikan rezki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di
samping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah
bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.”

As Shafaat: 1-34

95
“Demi (rombongan) yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya,
dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya
(dari perbuatan-perbuatan ma`siat), dan demi (rombongan) yang
membacakan pelajaran, Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar
Esa. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara
keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.
Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan
hiasan, iaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-
benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka, syaitan-
syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para
malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk

96
mengusir mereka dan bagi mereka seksaan yang kekal, akan
tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi
(pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): "Apakah
mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah
Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan
mereka dari tanah liat. Bahkan kamu menjadi heran (terhadap
keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu. Dan apabila
mereka diberi pelajaran mereka tiada mengingatnya. Dan apabila
mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah, mereka sangat
menghinakan. Dan mereka berkata: "Ini tiada lain hanyalah sihir
yang nyata. Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi
tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami
akan dibangkitkan (kembali)? Dan apakah bapak-bapak kami
yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)"? Katakanlah: "Ya,
dan kamu akan terhina.”Maka sesungguhnya kebangkitan itu
hanya dengan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka
melihatnya. Dan mereka berkata: "Aduhai celakalah kita!" Inilah
hari pembalasan. Inilah hari keputusan yang kamu selalu
mendustakannya. (kepada malaikat diperintahkan):
"Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat
mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,
selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.
Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) kerana
sesungguhnya mereka akan ditanya: "Kenapa kamu tidak tolong-
menolong?" Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.
Sebahagian dari mereka menghadap kepada sebahagian yang lain
berbantah-bantahan. Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada
pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang
datang kepada kami dari kanan.”Pemimpin-pemimpin mereka
menjawab: "Sebenarnya kamulah yang tidak beriman.”Dan
sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah
kaum yang melampaui batas. Maka pastilah putusan (azab) Tuhan
kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab
itu). Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami
adalah orang-orang yang sesat. Maka sesungguhnya mereka pada
hari itu bersama-sama dalam azab. Sesungguhnya demikianlah
Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat.”

97
Al Falaq

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai


subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam
apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita
tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari
kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”
An Naas

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan


menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan
syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam
dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.”

Bacakan ayat ruqyah ke telinga anak kecil tersebut. Kita akan


dapat perhatikan beberapa pergerakan aneh pada jasad kanak-kanak
tersebut dan ketika kita berhenti dari membaca ayat ruqyah, pergerakan
aneh itupun berhenti. Kadang-kadang anak itu akan menangis. Sebaik-
baiknya dalam situasi seperti ini kita teruskan bacaan ruqyah sehingga
anak itu berhenti menangis. Sekiranya dia tidak berhenti menangis maka
hentikan bacaan kita. Azan di telinga kanannya dan iqamat pada telinga
kirinya dan InsyaAllah jin itu pasti akan keluar.

Kemudian bacakan ayat ruqyah tadi di dalam air dan air


tersebut digunakan untuk memandikan anak tadi untuk tempoh seminggu.

98
Setelah seminggu anak kecil tersebut hendaklah diruqyah sekali lagi
dengan suara yang perlahan dan InsyaAlah dia akan sembuh dengan izin
Allah.

Menurut Muhammad Abduh Maghauri juga, antara kes-kes


anak kecil yang di bawah lingkungan dua tahun seperti yang diadukan
oleh ibu bapa adalah seperti di bawah ini. Kemungkinan dapat kita
jadikan sebagai gejala gangguan jin pada anak kecil;

- Sering menangis sehingga kita menyangka bahawa ia akan


meninggal kerana terlalu banyak menangis seperti dibakar api.
- Anak kecil ini mengadu bahawa ada tanda-tanda mengamuk dengan
membantingkan diri mereka dan para doktor merasa hairan dengan
kes anak kecil seperti ini.
- Mengadu sakit kepala dan adanya pergerakan asing memukul
kepalanya ke dinding.
- Selalu melihat tempat-tempat asing dan badannya menggeletar.
Kadang-kadang ketika kita meletakkan tangan ke badannya, kita
akan merasai kepanasan pada bahagian tersebut dan kadang-kadang
sejuk sedikit.
- Memukul kepala dengan tangannya dan ada pergerakan asing di
badannya.
- Anak selalu bermain dan bercakap-cakap sendirian
- Takut untuk masuk ke bahagian tertentu di dalam rumah
- Mengadu sering melihat hantu atau lembaga tertentu di rumah seperti
orang tua, anak kecil dan sebagainya.

Sebagai ibu bapa kepada anak-anak, kita hendaklah mengambil


berat akan keselamatan mereka. Ibu bapa biasanya alpa dengan perkara
ini. Apabila kita melihat ada gejala seperti di atas pada anak kita maka
cepat-cepatlah diruqyah kerana kita khuatir merebaknya gangguan jin ini
pada anak.

Pernah suatu ketika penulis meruqyah seorang perempuan yang


mengalami gangguan jin. Ketika itu ramai ahli keluarganya berkumpul di
situ untuk melihat rawatan yang penulis gunakan. Ada seorang kanak-
kanak yang berusia 10 tahun iaitu anak buah kepada pesakit tadi sering
melihat mata penulis. Ketika itu penulis sedang meruqyah ibu saudaranya.
Semasa meruqyah itu penulis sempat memerhati gerak-geri anak tersebut
dan penulis dapati dari tingkah lakunya bahawa anak itu mengalami
gangguan jin. Sebelum balik penulis sempat menasihatkan kepada ahli
keluarganya supaya diruqyahkan anak itu. Mungkin merasakan tidak ada

99
apa-apa yang berlaku pada anak tersebut ibu bapanya membiarkan sahaja
anak mereka tanpa rawatan.

Lebih kurang dua minggu selepas itu kedua ibu bapa budak
tersebut meminta tolong kepada penulis untuk meruqyah anak mereka.
Menurut kedua orang tuanya, anak mereka mula berkelakuan aneh seperti
selalu melihat dua lembaga yang menganggunya. Seorang perempuan tua
dan seorang perempuan muda selalu mengekorinya hingga ke sekolah dan
ingin berteman kepadanya. Salah seorang dari mereka ada yang memakai
salib di lehernya (biasanya itu tandanya jin tersebut beragama
kristian).Ada ketikanya mereka memakai baju yang penuh dengan darah.
Kadang-kadang anak itu selalu ingin mencekik adiknya yang berusia
beberapa bulan. Apabila ditanya kenapa, anak itu menjawab yang dia
hanya disuruh oleh perempuan itu tadi.Alhamdulillah setelah beberapa
kali di ruqyah anak tersebut sembuh. Tetapi semasa meruqyah ternyata
gangguan kepada anak tersebut semakin kuat.

Jadi, sebagai ibu bapa kita hendaklah lebih berhati-hati kepada


gangguan jin ini terutamanya kepada anak-anak kita. Ini kerana kadang-
kadang mereka tidak tahu dan tidak mampu untuk memberitahu masalah
yang mereka hadapi. Ingatlah bahawa rawatan seperti ini tidak ada di
mana-mana hospitalpun dan tidak dapat ditangani oleh mana-mana
doktorpun melainkan dengan rawatan Qurani.

Rawatan dengan Memindahkan Penyakit ke Binatang Atau Makanan

Jika kita perhatikan, rawatan alternatif sangat berkembang pesat


ketika ini. Tumbuh bak cendawan di musin hujan. Sebagai seorang
muslim yang pasrah kepada Allah, mendapatkan kesembuhan atas suatu
penyakit hendaklah diusahakan, tetapi dengan tetap menjaga aqidah.
Jangan sampai aqidah digadaikan hanya kerana ingin sembuh. Aqidah kita
hancur, sementara penyakit belum tentu juga hilang. Rawatan alternatif
yang disebutkan juga dapat kita lihat pada beberapa para perawat rawatan
alternatif. Samada dengan cara memindahkan penyakit ke binatang
samada lembu, kambing, ayam dan sebagainya. Dalam kajian Islam,
rawatan dengan cara memindahkan penyakit kepada binatang ini terdapat
beberapa kecacatan.

Memindahkan Penyakit Dengan Cara Ini Adalah Tidak Logik

100
Rawatan perubatan semuanya dapat dicerna oleh ilmu
pengetahuan atau menurut logik. Sekiranya tidak dapat dicerna oleh
perubatan di dalam Islam bererti ianya ada berhubungan dengan sesuatu
yang ghaib. Oleh itu penyelesaian rawatannya tidak dapat dikarang
sendiri. Ia menyentuh tentang keghaiban dan ia tidak dinamakan ghaib
jika dapat dicerna oleh pancaindera manusia. Manusia seperti kita tidak
ada yang dapat mengetahui tentang keghaiban, maka satu-satunya sumber
yang benar dan hakiki hanyalah wahyu dari Allah termasuk masalah
rawatan alternatif ini. Ini kerana dalam ilmu kedoktoran moden, jika
rawatan seperti ini tidak dapat diterima secara ilmiah, maka rawatan ini
berpindah kepada rawatan ghaib. Tidak ada satu ayat Al Quran dan hadis
pun yang mengajarkan rawatan dengan cara memindahkan penyakit
kepada binatang. Lalu pertanyaan besar akan muncul serta merta.
Siapakah yang membantu memindahkan penyakit tersebut jika ia benar-
benar dipindahkan? Dan bagaimana pemindahan itu dapat terjadi?

Selanjutnya kita berpindah kepada jawaban dari dua pertanyaan


tersebut. Kelebihan yang dimiliki oleh seseorang apabila kita kaji, ianya
pasti melibatkan dua perkara samada karamah atau sihir. Untuk
membezakan antara keduanya tidaklah susah. Selain dari melihat apakah
orang yang mempunyai kehebatan itu seorang yang salih (beraqidah
salafus soleh yang sesuai dengan tuntutan Al Quran dan hadis atau
berakhlaqul karimah) atau tidak, kerana yang menjadi perbezaan ketara
antara keduanya adalah bahawa karamah itu tidak mungkin dapat
dipelajari serta diwariskan. Jadi, jelaslah bahawa rawatan alternatif seperti
ini biasanya diperoleh dengan cara belajar. Maka jelaslah ia sihir dengan
bantuan jin la'natullah 'alaih.

Ayat Ruqyah Untuk Mengelakkan Diri Dari Gangguan Jin Dengan Cara
Tidak Dilihat Oleh Jin Dengan Izin Allah Ketika Meruqyah

Secara umumnya sebagai seorang muslim yang bersandarkan kepada


Allah dengan mengamalkan Al Quran sebagai rujukan, Allah akan memberi
dan menurunkan rahmat kepadanya. Selain berperanan sebagai hidayah, Al
Quran juga mempunyai rahsia yang banyak yang diketahui oleh Allah. Dengan
membaca Al Quran, secara tidak langsung kita akan terhindar dari gangguan
jin dan syaitan serta manusia yang ingin menzalimi kita.

101
Percayalah bahawa Al Quran ini bukan sahaja bertindak sebagai
penghalau dan pelindung kita dari gangguan jin dan syaitan dengan izin Allah
tetapi juga dapat menghalau manusia yang kafir. Allah SWT berfirman;

“Dan apabila kamu membaca Al Qur'an nescaya Kami adakan antara kamu
dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding
yang tertutup.” (Al Isra: 45)

Dalam Tafsir Al Qurtubi, V/3997 kita boleh melihat sebuah kisah


dari Rasulullah seperti di bawah;

“Dari Asma’ binti Abu Bakar r.a ia berkata, “Ketika diturunkan Surah Al
Lahab, Ummu Jamil binti Harb mengetahuinya, dia berteriak kuat
mengatakan, “Kami bermaksiat dengan celaan, perintahnya tidak kami
pedulikan dan agamanya kami benci.” Ketika itu Rasulullah s.a.w sedang
duduk di masjid bersama Abu Bakar r.a. ketika Abu Bakar melihat wanita itu,
dia berkata, “Wahai Rasulullah, dia telah datang, aku khuatir dia akan
melihatmu. “Rasulullah s.a.w berkata, “Dia tidak akan melihatku.” Lalu
Rasulullah membaca ayat Al Quran Surah Al Isra ayat 45;

“Dan apabila kamu membaca Al Qur'an nescaya Kami adakan antara kamu
dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding
yang tertutup.”

Ummu Jamil berhenti di hadapan Abu Bakar r.a tetapi tidak melihat
Rasulullah s.a.w. Dia berkata, “Wahai Abu Bakar, ada yang mengatakan
padaku bahawa sahabatmu telah memburuk-burukkan aku.” Abu Bakar
menjawab, “Tidak, demi rumah Tuhan ini, beliau tidak memburuk-
burukkanmu.” Ummu Jamil keluar dari situ sambil menepuk dada, “Orang-

102
orang Quraisy telah mengetahui bahawa aku ini anak pembesar bangsa
Arab.”

Dalam riwayat Sa’id bin Jubair r.a, Abu Bakar r.a berkata, “Wahai
Rasulullah, bagaimana kalau dia melihatmu?” Rasulullah menjawab, “tidak,
malaikat masih akan tetap ada di antara aku dan dia yang menutupiku sampai
dia pergi.” (Tafsir Al Qurtubi, V/3997)

Kita sepatutnya yakin dengan kebenaran Al Quran bahawa Al Quran


itu dapat menghalangi orang yang mempunyai maksud yang tidak baik kepada
Rasulullah. Jadi tidak hanya dari golongan jin dan syaitan sahaja. Ada orang
berpendapat bahawa perkara ini hanya terjadi kepada Rasulullah sahaja dan
tidak kepada umat Islam secara umumnya. Kita perlu tahu bahawa Al Quran
itu untuk semua umat Islam dan bukannya khusus kepada Rasulullah sahaja.
Imam Qurtubi ada menyatakan bahawa,

“Ketika kami meyelamatkan diri dari negeri kami Andalusia, di suatu benteng
yang telah porak peranda oleh serangan Cordova (Qorthobah). Aku berlari di
hadapan musuh bahkan melintas di sampingnya, tetapi dua orang musuh
berkuda masih mencariku padahal aku sedang duduk di atas tanah dan tidak
tertutup oleh apapun. Ketika itu aku membaca awal dari Surah Yasin dan
ayat-ayat lainnya. Ternyata mereka melintasiku kemudian kembali ke arah
mereka datang. Begitulah kerana mereka membantu syaitan sehingga Allah
menutupi penglihatan mereka, maka mereka tidak dapat melihatku. Segala puji
bagi Allah atas peristiwa itu.”

Dari kisah tersebut di atas dapat kita simpulkan bahawa Al Quran ini
tidak khusus kepada Rasulullah semata-mata tetapi juga untuk semua kaum
muslimin. Ini kerana Al Quran itu dengan izin Allah akan menjaga seseorang
samada dari golongan jin ataupun manusia. Jadi Al Quran ini dapat melindungi
kita dari makhluk halus dan juga makhluk yang nyata. Allah berfirman dalam
Surah Al Isra: 46,

103
“Dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga
mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut
Tuhanmu saja dalam Al Qur'an, nescaya mereka berpaling ke belakang kerana
bencinya.”

Maksudnya adalah kita ucapkan lafaz Lailahaillallah dan kemudian


kita membaca Al Quran. Menurut Abu Al Jauza’ Aus bin Abdullah mengatakan
bahawa,

“Tidak ada sesuatu yang dapat mengusir syaitan dari hati daripada ucapan
Lailahaillallah, kemudian membaca,

“Dan apabila kamu membaca Al Qur'an nescaya Kami adakan antara kamu
dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding
yang tertutup.” (Al Isra:46)

Menurut Al bin Hussien beliau menjelaskan bahawa, “Ini adalah ucapan


Bismillahirahmanirrahim.” (Tafsir Al Qurtubi, V/3999)

Cara Menghalau Dan Memagar Rumah Dari Gangguan Jin

Biasanya jin akan tinggal di sesebuah rumah yang sudah lama


ditinggalkan atau mereka tinggal di mana-mana rumah yang berpenghuni tetapi
ia penuh dengan pelbagai jenis bentuk maksiat. Jika kita yakin bahawa di
rumah kita memang benar-benar ada jin maka kita hendaklah melakukan
perkara-perkara berikut:
Pertama sekali kita hendaklah pergi ke rumah tersebut bersama dua
orang yang lain dan katakan;

104
“Aku peringatkan kalian dengan sumpah yang pernah diucapkan Nabi
Sulaiman kepada kalian; keluarlah dan pergilah kalian dari rumah kami. Aku
sumpah kalian dengan nama Allah; keluarlah kalian dan janganlah kalian
menyakiti seorangpun.”

Jika kita masih merasakan ada sesuatu di rumah kita setelah itu,
maka ambillah air di dalam bekas dan letakkan jari kita di dalamnya lalu
dekatkanlah mulut kita kepadanya dan membaca;

105
“Dengan nama Allah, kami berada di senja ini dengan nama Allah Yang Tiada
sesuatupun yang dapat menghalangiNya dan dengan keagungan Allah yang
tidak dapat dikalahkan dan direndahkan. Dengan kekuasaan Allah Yang Maha
Mencegah, kami berlindung dan dengan semua nama-namaNya yang baik
kami berlindung dari kejahatan-kejahatan syaitan-syaitan, samada dari
golongan manusia dan jin. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan
segala sesuatu yang menampakkan diri dan menyembunyikan diri, dari
kejahatan segala sesuatu yang keluar di malam hari dan bersembunyi di siang
hari, dari segala kejahatan sesuatu yang menampakkan diri di siang hari dan
bersembunyi di malam hari dan dari kejahatan segala sesuatu yang
diciptakanNya, yang kotor dan yang bersih. Kami berlindung dari kejahatan
iblis dan pengikut-pengikutnya dan dari kejahatan segala makhluk yang
berada dalam kekuasaanMu. Sesungguhnya Rabbku berada di atas jalan yang
lurus. Aku berlindung kepada Allah dengan perlindungan yang dimohonkan
oleh Ibrahim, Musa dan Isa, dari kejahatan segala sesuatu yang
diciptakanNya, yang kotor dan yang bersih dan dari kejahatan Iblis dan
pengikut-pengikutnya dan dari kejahatan segala sesuatu yang membangkang.”

Bacaan di atas tadi disertai sekali dengan membaca Surah As Saffat:


1-10;

“Demi (rombongan) yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya, dan demi


(rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-
perbuatan maksiat), dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran.
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa. Tuhan langit dan bumi dan apa-apa
yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.
Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, iaitu
bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap
syaitan yang sangat derhaka, syaitan-syaitan itu tidak dapat mendengar-
dengarkan (perbicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala
penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka seksaan yang kekal. Akan
tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan);
maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.”

Air yang telah dibaca tadi diambil dan dipercikkan ke seluruh


penjuru rumah. InsyaAlah mereka akan keluar dengan izin Allah. Lakukan cara
pencegahan seperti ini dengan niat yang ikhlas ketika membaca doa tersebut
dan memohon pertolongan kepada Allah semata-mata.
Cara yang telah digunakan di atas dipetik dari Kitab Al Wabil As
Sayyib Minal Kilm At Tayyib oleh Ibnu Qayyim Al Jawziyyah. Ia diamalkan
oleh Abu An Nadhir Hashim bin Al Qayyim atas nasihat dari Al Muharibi di
Kufah setelah rumahnya diduduki oleh jin-jin tersebut. Berkata kepada Abu An
Nadhar, “Beralihlah dari kami (tinggalkan rumah ini).” Setelah Abu An Nadhir

106
melaksanakan seluruh kaifiat di atas, jin-jin itu berkata kepada Abu An
Nadhir, “Engkau membakar kami, kami akan berpindah dari engkau.”

Peristiwa Tulisan Agung

Daripada hadith yang diriwayatkan oleh Baihaqi, seorang sahabat Nabi s.a.w
bernama Abu Dajanah berkata,

“Aku telah mengadu kepada Rasulullah s.a.w dengan berkata", Wahai


Rasulullah, sedang aku berbaring, tiba-tiba aku mendengar desiran suara
seperti bunyi kisaran gandum dan berdengung seperti suara lebah. Dan aku
terlihat pancaran seperti pancaran kilat. Lalu aku mengangkat kepala kerana
terkejut dan takut. Tiba-tiba aku nampak bayangan hitam berdiri tegak
memanjang memenuhi ruangan rumahku. Lalu aku mendekati bayangan itu,
aku terasa kulitnya seperti bulu landak. Bayang itu menyemburkan cahaya
seperti semburan bunga api ke arah mukaku sehingga aku menyangka badan
dan rumahku terbakar." Lalu Rasulullah s.a.w menerangkan, "Itu adalah
syaitan yang mahu mengganggu dan membuat keburukan di rumahmu, wahai
abu Dajanah." Kemudian Rasulullah s.a.w menyuruh Ali bin Abi Talib menulis
tulisan ini. Maka Saidina Ali pun menulisnya seperti berikut:

107
Aku membawa tulisan tersebut balik ke rumah. Tidak lama
kemudian, aku mendengar jeritan dan tangisan berkata, "Wahai Abu
Dajanah, engkau telah membakar kami dengan perkataan/tulisan
tersebut." Demi kebenaran sahabat Mu, tolonglah buangkan tulisan
tersebut. Aku berjanji tidak akan datang mengganggumu lagi. Abu
Dajanah menjawab, “Aku tidak akan membuangkannya sehingga
Rasulullah menyuroh aku membuangnya.”

Abu Dajanah menyambung ceritanya, “sepanjang malam tersebut aku


mendengar jeritan dan suara mengerang kesakitan sehinggalah
menjelang subuh. Ketika aku sembahyang subuh bersama Rasulullah,
aku pun menceritakan kepada baginda hal tersebut.Rasulullah
bersabda, ‘Demi Allah yang telah mengutusku sebagai Rasul,
sesungguhnya mereka (syaitan-syaitan) itu telah merasakan kesakitan
dan akan menerima azab seksa hingga ke hari kiamat.’

108
Adalah disarankan kepada mu’alij yang merawat pesakit
gangguan dari sihir atau hendak memagar rumah supaya mengamalkan
dan membaca risalah ini. Ini kerana ianya merupakan penyempurnaan
bagi zikir-zikir sehingga akan terjadi proses penyempurnaan dalam
merawat orang yang terkena rasukan atau gangguan jin dan syaitan
atau kaum muslimin yang merasakan di rumah mereka ada gangguan
jin.

Jin Qarin Serta Kebohongannya

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah yang maha pemurah (Al
Quran), kami adakan baginya syaitan, maka syaitan itulah menjadi teman (al
Qarin) yang menyertainya” (QS az-Zukhruf: 36)

Rasulullah bersabda tentang al Qarin,

“Tidak satupun dari kamu yang tidak diwakilkan oleh Allah seorang qarin
(peneman) baginya dari bangsa jin.” Para sahabat bertanya. “Apakah qarin
itu juga diperuntukkan bagimu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Juga
bagi saya, akan tetapi Allah SWT telah menolongku terhadapnya, lalu ia
masuk Islam, sedangkan ia tidak akan menyuruhku kecuali pada kebaikan.”
(HR muslim)

Rasulullah Muhammad s.a.w bersabda,

“Tidaklah ada seorang di antara kalian kecuali disertakan untuknya qarin


dari jin dan qarin dari malaikat.” (HR Muslim dan Ibnu Mas’ud)

Hadis di atas menyatakan bahawa qarin itu merupakan salah satu


suku bangsa jin yang disebut QARIN yang ditugaskan Allah untuk selalu
mengikuti manusia dalam setiap pergerakannya. Kemungkinan jin qarin masuk
Islam oleh pengaruh manusia. Dijelaskan Dr. Al Asyqar berkata:

109
“Boleh jadi seorang muslim mampu menpengaruhi jin pendampingnya
kemudian jin itu masuk Islam.”

Tetapi menurut Syeikh Wahid Abdus Salam Bali, pakar Ruqyah dari Timur
Tengah menyatakan bahawa;

“Apa yang dikatakan oleh Dr. Al Asyqar perlu ditinjau, kerana pernyataannya
tersebut menunjukkan bahawa setiap muslim dapat menpengaruhi jin
pendampingnya hingga masuk Islam, bahkan secara tegas beliau menyatakan
hal ini. Padahal yang sebenarnya tidaklah demikian kerana penjelasan di
dalam hadis tersebut secara lahiriahnya menunjukkan bahawa perkara
tersebut hanya khusus bagi Nabi Muhammad s.a.w. Siapa yang menyatakan
bahawa ia juga terjadi kepada masyarakat umum maka ia harus
mengemukakan dalil. Sepanjang yang saya ketahui tidak ada dalil yang
mendukung pendapat itu.”

Seperti yang kita ketahui sahabat Rasulullah, Umar bin Khattab yang
dikenal kuat aqidahnya dan komitmen terhadap agama Islam serta sejarah
menunjukkan yang dia sangat ditakuti oleh syaitan (golongan jin), tetapi beliau
masih lagi tidak mampu untuk mengislamkan jin pendampingnya. Selain itu
seandainya seorang muslim selain Nabi Muhammad S.A.W mampu
mengislamkan jin pendampingnya nescaya tidak ada gunanya lagi
sekiranyanya kita diberi ujian dan cubaan oleh Allah.
Seringkali kita mendengar kes-kes histeria dan menonton televisyen
atau ‘reality show’ bertemakan jin, di mana makhluk ghaib yang merasuki
tubuh manusia ini atau yang berada di suatu tempat atau di rumah setelah
wujud suatu dialog mengakui sebagai roh Rasulullah s.a.w, malaikat-malaikat,
roh dari walisongo, roh hang tuah, roh para pendekar dahulu, roh raja-raja
dahulu dan roh dari keluarga orang yang kena rasuk. Si makhluk ghaib itu
kononnya dengan penuh yakin mampu untuk menyebutkan tempat suatu
kejadian yang pernah berlaku, peristiwa-peristiwa tertentu, salasilah keluarga
dan sebagainya yang menyebabkan orang-orang di sekitarnya menyakini
bahawa yang merasuk itu memang roh yang berterbangan.
Kalau adapun dari segi kesamaan antara pengakuan makhluk ghaib
itu dengan sejarah hidup seseorang yang telah meninggal, ianya bukanlah
merupakan suatu bukti bahawa itu adalah roh orang tertentu yang berterbangan
melainkan ia adalah olah atau perbuatan jin qarin orang tersebut ketika dia
masih hidup. Jin qarin ini mungkin umurnya panjang dari orang yang
didampinginya itu serta memiliki data-data lengkap mengenai kehidupan orang
itu. Maka dengan mudah ia menceritakan sejarah hidup orang tersebut.
Jadi sebagai seorang Islam yang berpegang teguh dengan aqidah
yang murni, jangan kita percaya kepada orang tertentu yang mendakwa dapat

110
menghadirkan arwah seseorang ataupun dalam istilah lain adalah ‘thadirul
arwah’.
Penulis pernah berjumpa dengan seorang yang mempunyai ilmu
agama yang agak tinggi tetapi sangat lemah dari segi aqidahnya. Orang
tersebut mengaku di hadapan penulis yang dia telah bertemu dengan Nabi
Khidir dan beberapa orang malaikat yang sering mendampingi hidupnya dan
membantunya ketika di dalam kesusahan dan selalu didampingi oleh imam
masjid dari kaum jin yang berasal dari Mekah. Sebenarnya orang ini memang
mempunyai masalah peribadi yang agak berat. Maka dari sinilah para syaitan
memulakan rancangan mereka untuk merosakkan aqidah lelaki tadi sehingga
mudah dipermainkan oleh syaitan laknatullah.
Kalau kita berfikir secara waras, apakah dengan ilmu kita yang tidak
seberapa, aqidah yang lemah serta tawakkal kita kepada Allah kurang, Allah
akan turunkan para nabi dan malaikat untuk mendampingi kita? Semudah
itukah mereka dapat mendampingi kita? Terlalu mantapkah iman kita sehingga
mereka datang menghadap menemui kita? Apakah para malaikat ini tidak ada
tugas yang lebih mulia yang diberikan Allah kepada mereka selain mengikuti
kita? Dari situ kita boleh mengetahui bahawa orang ini tadi telah dikuasai oleh
syaitan.
Jadi, kita sebagai seorang Islam yang bersandarkan pada kekuatan
aqidah hendaklah menjauhi perkara-perkara yang boleh merosakkan aqidah ini
kerana kadang-kadang kita tidak merasa bahawa kita telah syirik kepada Allah.
Tipudaya syaitan kepada orang beriman itu adalah melalui tipudaya yang
berbentuk pelaksanaan ibadah kepada Allah. Jadi, jangan lakukan sesuatu
ibadah itu tanpa adanya nas dari Al Quran, hadis dan pendapat dari ulamak
yang muktabar.

Cara Merawat Gangguan Ain

Al Ain bermaksud kejahatan kedengkian pandangan mata yang


disertai oleh perasaan kagum, hebat dan indah pada benda yang dilihat. Di
dalam kitab Fathul Bari, jilid 10 halaman 200, menurut pendapat Al Hafiz
Ibnu Hajar Al Ain adalah;

“Pandangan yang baik bercampur dengan kedengkian dari seorang yang


mempunyai tabiat buruk sehingga menimbulkan bahaya kepada orang yang
melihat.”

Dan menurut Ibnul Atsir di dalam kitab An Nihayah, jilid 3 halaman


332 pula adalah;

111
“Dikatakan, Si Polan terkena ain, iaitu apabila musuh atau orang-orang yang
dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga
menyebabkan dia sakit.

Di dalam hadis Rasulullah kita dapat menjumpai banyak hadis yang


menceritakan tentang ain ini. Di antaranya adalah;

“Dari Abu Hurairah r.a dia berkata, Telah bersabda Rasulullah s.a.w, ‘Mata
adalah benar.” (Bukhari dan Muslim)

“Dari Aisyah r.a bahawa Nabi S.A.W bersabda, ‘Mintalah perlindungan


kepada Allah dari mata kerana mata adalah benar.” (Ibnu Majah)

“Dari Ibnu Abbas r.a dia berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w, ‘Mata
adalah benar dan sekiranya ada sesuatu yang mendahului takdir nescaya
mata akan mendahuluinya dan jika kalian diminta mandi maka hendaklah
kalian mandi.” (Muslim dalam kitab Kitabus Salam)

112
“Dari Asma’ binti Umais r.a dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya
Banu Ja’far terkena (pengaruh) mata, apakah boleh saya meruqyah mereka?
Nabi S.A.W bersabda, Ya, sekiranya ada sesuatu yang mendahului qadha
(ketentuan Allah) nescaya mata yang mendahuluinya.” (Imam Ahmad dan
Termizi)

“Dari Abu Dzar r.a dia berkata, telah bersabda Rasulullah, Sesungguhnya
mata dapat memperdaya seseorang dengan izin Allah sehingga ia naik ke
tempat yang tinggi lalu jatuh darinya.” (Ahmad dan Abu Ya’ la)

“Dari Ibnu Abbas r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda, Mata adalah benar,
dapat membuat orang terjatuh dari tempat yang tinggi.” (Ahmad, Tabrani dan
Al Hakim)

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk merawat ain ini. Di
antaranya adalah:

Cara pertama:

Memandikan orang yang terkena ain. Sekiranya kita tahu orang yang
telah menyebabkan al ain maka arahkanlah dia untuk mandi dan kemudian air
tersebut diambil dan disiramkan kepada pesakit (orang yang terkena ain) pada

113
bahagian belakangnya. InsyaAllah orang itu pasti akan sembuh. Dalam sebuah
hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah dijelaskan
bahawa;

“Dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif dia berkata, ‘Ayahku Sahal bin
Hunaif mandi di Lembah Kharar (salah satu lembah di Madinah) kemudian
dia menanggalkan jubah yang dipakainya sementara itu Amir bin Rabiah
memandang kepadanya. Sahal adalah seorang yang berkulit sangat putih dan
sangat bagus. Kemudia Amir berkata, ’Aku belum pernah melihat seperti
sekarang juga tidak pernah melihat kulit wanita perawan bercadar. Lalu Sahal
merasa sembelit (di perut) dan semakin kuat sembelitnya. Kemudian
dikhabarkan kepada Rasulullah s.a.w akan sembelitnya itu lalu dikatakan
kepadanya, ‘Dia tidak dapat mengangkatkan kepalanya.’ Kemudian
Rasulullah bertanya, ‘Apakah ada seorang yang kalian curigai?’ Mereka
berkata Amir bin rabiah.’ Kemudian Rasulullah memanggilnya lalu
memarahinya dan bersabda, ‘ Mengapakah salah seorang d iantara kalian
membunuh saudaranya? Mengapa kamu tidak berkati, mandi untuknya.’
Kemudian Amir mencuci mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua
lututnya, jari-jari kedua kakinya dan bahagian dalam kainnya di dalam bekas
kemudian (air bekas cuci itu) disiramkan kepadanya (Sahal) dari arah
belakangnya lalu Sahal serta merta sembuh ketika itu juga.”

114
Di dalam kitab ‘Aridhatul Ahwadzi’ menyatakan terdapat
perselisihan pendapat tentang maksud ‘bahagian dalam kainnya’. Ada yang
menyatakan bahawa maksudnya adalah kain yang menyentuh jasad, ada juga
pendapat yang menyatakan sebagai poket, ada pula yang mengatakan sebagai
bahagian punggung. Al Qadhi Ibnul Arabi berkata, “Yang jelas dan lebih kuat
bahkan yang benar ialah kain yang menempel di jasad.”
Ibnu Shihab Az Zuhri berkata;

“Mandi yang kami fahami dari para ulama yang menjelaskannya ialah:
Dibawakan bejana berisi air kepada orang yang menyebabkan ain tersebut
lalu disuruh memasukkan telapak tangannya ke dalamnya lalu berkumur-
kumur kemudian mengeluarkannya lagi ke dalam bejana, kemudian mencuci
wajahnya di dalam bejana, kemudian memasukkan tangannya yang kiri lalu
membasuh telapak kanannya di dalam bejana, kemudian memasukkan tangan
yang kanan lalu membasuh telapak kirinya sekali, kemudian memasukkan
tangannya yang kiri lalu membasuh sikunya yang kanan, kemudian
memasukkan tangannya yang kanan lalu membasuh sikunya yang kiri,
kemudian memasukkan tangannya yang kiri lalu membasuh kakinya yang
kanan, kemudian tangannya yang kanan lalu membasuh kaki kirinya,
kemudian memasukkan tangannya yang kiri lalu membasuh lututnya yang
kanan, kemudian memasukkan tangannya yang kanan lalu membasuh lututnya
yang kiri. Kesemuanya itu dilakukan di dalam bejana kemudian bahagian
dalam pakaiannya dimasukkan ke dalam bejana, bejana jangan diletakkan di
tanah, lalu airnya disiramkan ke atas kepala orang yang terkena ain dari arah
belakangnya sekali siram.” (Sunan Baihaqi, 9/252)

Rasulullah bersabda;

“Nabi S.A.W bersabda, “Al Ain adalah benar, sekiranya ada sesuatu
yang mendahului takdir nescaya al ain akan mendahuluinya dan
apabila salah seorang di antara kalian diminta mandi maka hendaklah
dia mandi.” (Muslim)

115
“Dari Aisyah r.a dia berkata, “Orang yang bermata dengki (penyebab
ain) diperintahkan agar berwuduk kemudian orang yang terkena ain
mandi dari air (bekas wuduknya).” (Abu Daud)

Dari dua penjelasan hadis di atas dapat kita simpulkan bahawa


dapat dijadikan landasan bahawa disyariatkan berwuduk atau mandi
bagi orang yang terkena ain dari air bekas wuduk atau mandi orang
yang menyebabkan ain.

Cara kedua:

Letakkan tangan kita di atas kepala pesakit dan bacalah;

“Dengan nama Allah, aku meruqyah kamu dan Allah yang


menyembuhkanmu dari setiap penyakit yang menyakitimu, dari setiap
jiwa atau mata yang dengki, Allah yang menyembuhkanmu, dengan
nama Allah aku meruqyah kamu.” (Muslim)

Cara ketiga:

Letakkan tangan kita di atas kepala pesakit dan bacalah;

116
“Dengan nama Allah yang menyembuhkanmu, dari setiap penyakit
yang menyakitimu Dia yang menyembuhkanmu dan dari setiap orang
yang mendengki apabila ia dengki dan dari kejahatan setiap yang
mempunyai mata.” (Muslim)

Cara keempat:

Letakkan tangan kita di atas kepala pesakit dan bacalah;

“Ya Allah Rab manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah,


Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali
kesembuhanMu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.”
(Bukhari dan Muslim)

Cara kelima:

Letakkan tangan kita di bahagian yang sakit dan ruqyahlah


dengan Surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas. (Diriwayatkan oleh
Bukhari di dalam kitab Fadha’ il Al Quran, bab Mu’awwidzat)

Cara keenam:

Ambil bekas berisi air dan bacakan ke dalamnya


mu’awwidzat (tiga Qul) dan bacalah doa berikut, setiap doa dibaca tiga
kali;

117
“Ya Allah Rab manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah,
Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali
kesembuhanMu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.”
(Bukhari dan Muslim)

“Dengan nama Allah, aku meruqyah kamu dan Allah yang


menyembuhkanmu dari setiap penyakit yang menyakitimu, dari setiap
jiwa atau mata yang dengki, Allah yang menyembuhkanmu, dengan
nama Allah aku meruqyah kamu.” (Muslim)

Rawatan Untuk Orang Yang ‘Terikat’ Sehingga Tidak Dapat Melakukan


Persetubuhan Dengan Isterinya

Menurut pendapat Syeikh Wahid Abdus Salam Bali di dalam kitab


karangannya yang bertajuk “Ash Sharimul Battar Fi Tashaddi Lis Saharatil
Asyraari, ‘Terikat’ adalah bermaksud seorang suami yang secara fizikal atau
jasmani adalah normal dan tidak sakit tetapi tidak mampu menggauli isternya
sendiri. Masalah ini terjadi apabila adanya gangguan jin dan sihir kepada
pasangan suami isteri tersebut.
Apabila sihir ini terjadi kepada si suami, jin yang dihantar melalui
sihir ini akan berada di otak iaitu di pusat rangsangan seksual, yang
menghantar isyarat-isyarat ke organ-organ seksual, kemudian membiarkan
organ-organ seksual itu bekerja secara alamiyah. Jika si suami ingin melakukan
persetubuhan dengan isterinya maka jin tersebut akan melumpuhkan pusat
rangsangan seksual di otak sehingga terhentilah isyarat-isyarat yang dihantar
ke alat-alat yang mengeluarkan darah ke alat kelamin untuk dapat berfungsi.
Pada ketika itulah darah kembali dengan cepat dari alat kelamin sehingga alat
kelamin menjadi lemah.
Oleh kerana itu apabila sekali lagi si suami ingin melakukan
hubungan seks dengan isteri alat kelaminnya menjadi tegang semula tetapi
apabila hendak melakukan hubungan tersebut alat kelaminnya kembali tidak
berfungsi.
Bagi golongan wanita pula, sama juga seperti lelaki. Mereka juga
mengalami ‘terikat’ ini. Jenis ‘terikat’ pada wanita ada lima jenis iaitu;

118
- Ikatan halangan. Ikatan halangan ini adalah seorang isteri yang
menghalangi suaminya untuk melakukan hubungan dengannya
dengan cara merapatkan kedua pahanya. Perkara ini terjadi di luar
kehendak isterinya.
- Ikatan hilang rasa. Iaitu jin yang dihantar melalui sihir tinggal di
pusat rasa di otak wanita, apabila suaminya ingin melakukan
hubungan dengannya maka jin itu akan menghilangkan sensitiviti
sehingga wanita itu tidak merasa kenikmatan dan tidak memberi
tindak balas bahkan badannya seperti dibius. Apapun rangsangan
yang dilakukan oleh suaminya, maka kelenjarnya tidak dapat
mengeluarkan cairan yang membuat vagina perempuan menjadi
lembab sehingga tidak dapat terjadi hubungan seksual yang
sempurna.
- Ikatan pendarahan. Ikatan pendarahan ini hampir sama dengan sihir
pendarahan tetapi perbezaannya adalah ikatan pendarahan ini hanya
timbul apabila hendak melakukan hubungan sahaja sedangkan sihir
pendarahan berlaku hari-hari. Ikatan pendarahan ialah apabila
seorang suami ingin melakukan hubungan dengan isterinya maka
syaitan akan menyebabkan isterinya mengalami pendarahan yang
banyak (istihadah) sehingga si suami tidak dapat melakukan
hubungan dengan isterinya.
- Ikatan Sumbat. Ikatan ini berlaku apabila seorang suami ingin
mengadakan hubungan dengan isterinya tiba-tiba mengalami
sumbatan yang menghalang di hadapannya berupa daging yang tidak
dapat ditembus sehingga proses hubungan seks ini tidak berhasil.
- Ikatan Pendalaman. Ikatan ini berlaku apabila seorang lelaki
menikah dengan seorang wanita. Apabila mereka melakukan
persetubuhan si suami mendapati bahawa seolah-olah isterinya
pernah melakukan hubungan seks berkali-kali dengan orang lain
dengan merasakan kelamin si isteri seperti seorang janda atau balu
tanpa ada sedikit keraguan sekalipun. Tetapi seletah dirawat akhirnya
sihir itu musnah dan si suami akan merasa semula keperawanan si
isteri.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk merawat


gangguan sihir ikatan ini. Di antaranya adalah;

Cara pertama

Pesakit diruqyah seperti meruqyah gangguan sihir. Pembaca


boleh merujuk pada bab Ruqyah khusus untuk sihir. Sekiranya ada jin di

119
dalam badan pesakit, ajaklah dialog seperti yang dijelaskan pada bab
‘Tanda-tanda jin itu hadir dan cara berdialog dengan jin.’

Cara kedua

Bacakan ayat-ayat dibawah sebanyak tujuh kali di dalam air dan


kemudian arahkan kepada pesakit untuk meminumnya dan digunakan
untuk mandi selama tujuh hari, InsyaAllah sihir itu akan hilang.

“Dan kami wahyukan kepada Musa: "Lemparkanlah tongkatmu!"


Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka
sulapkan. Kerana itu nyatalah yang benar dan batallah yang
selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan
jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu
serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata:
"Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, "(iaitu) Tuhan Musa
dan Harun.” (Al A’raf: 117-122)

120
“Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu
lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan
ketidak benarannya.” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus
berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan
Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun
orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai (nya).” (Yunus: 81-82)

“Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, nescaya ia akan


menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka
perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan
menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.” (Thaha: 69)

Cara ketiga

Ambil tujuh helai daun sidr (sejenis daun salam) hijau. Tumbuk
hingga halus sekali dan kemudian letakkan di dalam bekas yang berisi air.
Dekatkan mulut ke bekas air tersebut dan bacakan ayat kursi tujuh kali
dan mu’awwizat (tiga Qul) tujuh kali. Arahkan kepada pesakit agar
meminum air tersebut dan digunakan untuk mandi selama tujuh hari.
Jangan ditambah dengan air yang baru dan jangan dipanaskan di atas api
kecuali sinar matahari dan jangan dituang di tempat bernajis. InsyaAllah
sihir itu akan hilang dan ikatan itu akan terlepas dan kemungkinan juga
akan terlepas ketika mandi untuk kali pertama.

Cara keempat

121
Bacakan ruqyah di telinga pesakit. Kemudian tambahkan
dengan ayat Al Quran di bawah;

“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan
amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (Al Furqan: 23)

Ayat ini dibaca berulang kali sehingga mencapai angka seratus


atau lebih sehingga pesakit merasa seperti ‘kesemutan’ di jarinya.
Bacakan ruqyah ini kepada pesakit beberapa hari sehingga pesakit tidak
merasakan apa-apa lagi. Ketika itulah kita dapat pastikan bahawa sihir itu
telah hancur.

Cara kelima

Al Hafiz berkata di dalam kitab ‘Fathul Bari’, “Abdur Razzaq


meriwayatkan dari jalan Asy Sya’bi, dia berkata, “Tidak mengapa
dengan rawatan yang dilakukan oleh orang-orang Arab (nasyrah
arabiyah) iaitu seseorang keluar di tempat semak belukar kemudian
mengambil beberapa daun dari sebelah kanan dan kirinya lalu ditumbuk
dan dibacakan dan dipakai mandi.”
(Fathul Bari, 10/233)
Menurut Syeikh Wahid Abdus Salam Bali di dalam kitab
karangannya yang bertajuk “Ash Sharimul Battar Fi Tashaddi Lis
Saharatil Asyraari”, ‘dibacakan’ adalah bermaksud membaca
mu’awwizat dan ayat kursi.

Cara keenam

Al Hafiz berkata, “Kemudian saya dapatkan cara rawatan di


dalam kitab ‘Ath Thibbun’ Nabawi oleh Ja’far Al Mustaghfiri dia
berkata, “Saya temukan di dalam tulisan tangan Nashuh bin Washil di
salah satu bahagian tafsir Qutaibah bin Ahmad Al Bukhari, dia berkata,
“Telah berkata Qatadah kepada Sa’id bin Al Musayyab, seseorang
terkena penyakit (sihir) sehingga tidak dapat menggauli isterinya, apakah
boleh diubati? Dia (Sa’id bin Al Musayyib) berkata: Tidak mengapa, ia
hanyalah bermaksud melakukan ishlah (penyembuhan), selagi
bermanfaat maka tidak dilarang.
Nashuh berkata, “Kemudian Hammad bin Syakir bertanya
kepadaku, “Apa itu Al Hillu dan apa [pula An Nasyrah? Saya tidak

122
mengetahuinya. Kemudia dia berkata, “Iaitu seseorang apabila tidak
mampu menggauli isterinya tetapi mampu melakukan selainnya maka
pesakit (sebagai rawatannya) mengambil seikat dahan pepohon dan
kampak lalu diletakkan di tengah ikatan dahan tersebut. Kemudian ikatan
dahan pepohonan itu dibakar dengan api yang besar dan setelah kampak
itu panas lalu dikeluarkan dan pesakit kencing di kampak yang panas
tersebut maka ia akan menyembuhkannya dengan izin Allah.”
(Fathul Bari, 10/233)

Cara ketujuh

Di dalam kitab ‘Fathul Bari’ juga ada menjelaskan bahawa,


“Orang yang terkena sihir hendaklah mengumpulkan bunga (pohon
berduri dan berbau wangi) semampunya yang tumbuh di gurun pasir dan
kebun kemudian diletakkan pada bekas yang bersih dan diisi air tawar
kemudian bunga-bunga itu dimasak sampai sedikit mendidih lalu
dibiarkan sehingga air itu dingin. Kemudia bacakan mu’awwizat
kepadanya dan dilumurkan kepada pesakit maka dengan izin Allah akan
sembuh.” (Fathul Bari, 10/ 234)

Cara kelapan

Sediakan bekas yang berisi air dan bacakan ke dalamnya


mu’awwizat dan doa-doa berikut;

“Ya Allah, Rab manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkan,


Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali
kesembuhanMu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.”

“Dengan nama Allah aku meruqyahmu dan Allah yang menyembuhkanmu


dari setiap penyakit yang menyakitimu dan dari setiap jiwa atau mata
yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu.”

123
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari
kejahatan apa yang diciptakanNya.”

“Dengan nama Allah yang beserta namaNya tidak akan ada sesuatu yang
berbahaya di bumi mahupun di langit dan Dia maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui.”

“Ya Allah, hilangkanlah sihir ini dengan kekuatanMu, wahai Penguasa


Yang Maha Perkasa atas semua langit dan bumi.”

Cara kesembilan

Bacalah di telinga pesakit;


- Al Fatihah sebanyak 70 kali atau lebih
- Ayat kursi sebanyak 70 kali atau lebih
- Mu’awwizat sebanyak 70 kali atau lebih selama tiga atau tujuh hari

Insyaallah sihir itu akan hilang dengan izin Allah.

Cara kesepuluh

Ambillah bekas air yang bersih dan kemudian tuliskan padanya


dengan dakwat yang suci dan bersih sebuah firman Allah;

124
“Dan kami wahyukan kepada Musa: "Lemparkanlah tongkatmu!"
Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka
sulapkan. Kerana itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu
mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka
orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta
meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: "Kami beriman
kepada Tuhan semesta alam, "(iaitu) Tuhan Musa dan Harun.” (Al
A’raf: 81-82)

Padamlah tulisan tersebut dengan minyak habbatus sauda’ dan


kemudian arahkan pesakit untuk meminumnya dan pesakit diurut di
dahinya dengan minyak tersebut selama tiga hari. Insyaallah sihir
tersebut akan hilang.

Cara Merawat Kemandulan Akibat Dari Gangguan Jin

Kemandulan di kalangan lelaki

Kemandulan di kalangan lelaki ada dua jenis iaitu kemandulan


organic atau kemandulan hasil dari pengesahan doktor dan dirawat melalui
rawatan perubatan moden. Sedangkan kemandulan kedua disebabkan oleh
gangguan jin di dalam jasad manusia. Jenis ini dapat diatasi dengan Al Quran,
doa dan zikir dari dari Rasulullah.
Kemandulan kerana gangguan jin ini memiliki beberapa gejala iaitu;

- Sesak di dada terutama setelah asar dan kemungkinan sehingga


tengah malam

125
- Fikirannya melayang
- Rasa sakit di bawah tulang punggung
- Cemas waktu tidur
- Mimpi yang menakutkan

Kemandulan di kalangan wanita

Kemandulan di kalangan wanitapun ada dua jenis iaitu kemandulan


tabi’i iaitu memang Allah menciptakannya dalam keadaan mandul. Yang kedua
adalah kemandulan yang disebabkan oleh gangguan jin yang tinggal menetap
di rahimnya sehingga merosakkan telur dan menghalangi proses pembuahan.
Ataupun membiarkan kesuburan dan terjadi kehamilan tetapi setelah beberapa
bulan syaitan akan mengoyak otot di rahim wanita sehingga mengakibatkan
pendarahan dan keguguran. Keguguran yang sering terjadi adalah disebabkan
oleh jin.
Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh pesakit untuk
menyembuhkan kemandulan akibat dari gangguan jin ini. Di antaranya adalah;

- Pesakit mendengar kaset yang mengandungi bacaan ruqyah tiga kali


setiap hari
- Membaca Surah As Shafaat setiap pagi atau mendengarkannya
- Membaca Surah Al Ma’arij sebelum tidur atau mendengarkannya
- Bacakan di dalam minyak habbatus sauda Surah Al Fatihah, Kursi,
ayat-ayat akhir Surah Al Baqarah, ayat-ayat akhir dari Surah Ali
Imran dan Mu’awwizat sebanyak tujuh kali. Kemudian dilumurkan
di dada, muka dan tulang punggung sebelum tidur.
- Bacakan ayat-ayat yang sama di atas madu lebah asli dan kemudian
diminum sekali setiap hari sebelum makan.

Rawatan ini hendaklah dilakukan selama tiga bulan disamping taat


dalam melaksanakan perintah Allah agar pesakit termasuk di dalam golongan
orang-orang mukmin yang disembuhkan oleh Allah dengan Al Quran. Allah
berfirman;

“Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar


dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu

126
tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain
kerugian.”

Tipu Daya Jin

i. Kadang-kadang jin itu sangat kuat dan tidak mahu keluar dari badan
pesakit. Dalam keadaan seperti ini bacakan ayat ruqyah untuk
membakarnya. Jika ia tetap bertahan maka pukullah ia pada tempat yang
tertentu
ii. Kadang-kadang pesakit akan menangis apabila diruqyah dan tangisannya
semakin kuat walaupun fikirannya normal. Sekiranya kita bertanya
kepada pesakit mengapa dia menangis maka dia akan mengatakan bahawa
dia tidak dapat menguasai diri dan itu bukan kehendaknya. Ketahuilah ini
merupakan tanda dari sihir.
iii. Kadang-kadang jin berteriak, mengancam dan mengugut. Janganlah kita
takut tetapi pukullah jin tersebut dan berilah nasihat.
iv. Selain itu, bacakan doa di bawah untuk mengesan jin. Doanya adalah,

“A’uzubil ba’ tsa rabbannas wasy fi annasi asysyafiya shifa’i”, (berulang–


ulang.)

Selain itu juga bacalah,

“A’ udzubi kalimatillahi tamman min syarri ma khalaq”,

Kemudian bacakan

“Rabbi a’udzubika min hamazatisysyaithin wa a’udzubika ayahdharun.”

Barulah kita tahu bahawa adanya jin di dalam badan pesakit dan apabila
jin itu mula menyerang, kita bacakan doa,

“Allahumma inna naj ’aluka fi nukurihim wa a’ udzubika min sururihim”

yang bersifat penyerangan kepada jin.

v. Sekiranya jin itu memaki kita jangan sekali-kali kita marah kerana jin
biasanya cuba mempengaruhi diri kita dari jalan kemarahan kita itu
sendiri.
vi. Sekiranya jin itu mahu keluar dan mengatakan ‘Engkau seorang yang
saleh. Aku akan keluar demi taat kepada engkau.” Tetapi katakan

127
kepadanya supaya jin itu berkata, ‘Aku adalah hamba yang lemah. Aku
akan keluar demi taat kepada Allah dan Rasul.’
vii. Dalam meruqyah ini kita akan selalu berhadapan dengan jin yang sangat
keras kepala dan membangkang. Dalam keadaan seperti ini, ambillah
segelas air dan dekatkan mulut kita kepada gelas tersebut dan bacakan
dengan Surah Yasin, Ash Shafaat, Ad Dukhan dan Al Jin. Kemudian
siramkan air tersebut kepadanya, maka dia akan merasa sakit dan akan
mentaati kita dan keluar dengan izin Allah.
viii. Untuk mengetahui apakah agama jin yang sedang kita hadapi tanpa
bertanya kepada mereka adalah dengan membacakan beberapa iaitu Al
Quran Al Maidah: 72-76 dan Surah At Taubah: 30 untuk mengetahui atau
apa-apa sahaja ayat Al Quran yang menceritakan tentang Yahudi dan
Nasrani, samada jin itu beragama kristian.
ix. Kadang-kadang jin itu lari ketika kita membuat perjanjian dengan mereka
untuk keluar dari badan pesakit. Dalam keadaan seperti ini kita bacakan
berulang-ulang ke telinga pesakit Surah Ar Rahman: 33-36;

“Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi)
penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat
menembusnya melainkan dengan kekuatan. Maka ni`mat Tuhan kamu
yang manakah yang kamu dustakan? Kepada kamu, (jin dan manusia)
dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat
menyelamatkan diri (daripadanya). Maka ni`mat Tuhan kamu yang
manakah yang kamu dustakan?”

x. Untuk mengikat jin ini di dalam badan pesakit maka bacalah ayat di
bawah;

128
xi. Ketika meruqyah juga, jin di dalam badan pesakit selalu membohongi kita
seolah-olah ia telah keluar dari badan pesakit sedangkan ia masih lagi
berada di dalam badan pesakit. Untuk mengesan samada mereka masih
lagi dalam badan pesakit ataupun telah keluar, letakkan tangan kita di atas
kepala pesakit, kita akan merasakan getaran ringan dan begitu juga
sekiranya kita sekiranya kita meletakkan tangan kita di lutut mereka.
Letakkan tangan kita di atas kedua urat nadinya. Kita akan merasakan
pergerakan nadi yang tidak normal.
xii. Kadang-kadang jin itu setuju untuk keluar dari badan pesakit tetapi ia
tidak mampu untuk keluar dengan sendiri. Ini mungkin disebabkan usia
jin terlalu muda atau kurang pengalaman. Jin itu tahu akan kelemahannya
tidak dapat keluar dari badan pesakit dan kadang-kadang meminta kepada
kita untuk membantu mengeluarkannya. Cara yang biasa digunakan
adalah dengan azan di telinga kanan dan iqamat di telinga kirinya dan
bacakan Surah Yasin. InsyaAllah jin tersebut akan dapat keluar dari badan
pesakit.
xiii. Jin juga kadang-kadang menetapkan beberapa syarat tertentu. Jika syarat
tersebut mengandungi unsur ketaatan kepada Allah dan RasulNya dengan
mengatakan, ‘Saya akan keluar dari tubuh pesakit asalkan orang ini
(pesakit) mahu menjaga solatnya’ atau ‘Saya akan keluar sekiranya
orang itu mahu menutup aurat’, tidak menjadi masalah tetapi hendaklah
kita jelaskan kepada jin tersebut bahawa pelaksanaan perkara ini adalah
bukan kerana taat kapadanya tetapi semata-mata kerana Allah dan
RasulNya. Jika ia meminta syarat yang bercanggah dengan syariat seperti
meminta ancak, memberi makan dan sajian kepadanya atau apa-apa saja
yang dilarang oleh syariat maka jangan sekali-kali kita mengikuti apa
yang mereka minta bahkan mereka berhak untuk dihukum atas tindakan
mereka itu.
xiv. Elakkan dari bertanya tentang sesuatu perkara yang tidak perlu kepada jin.
Ini disebabkan kita takut jin itu mengambil kesempatan untuk
membohongi kita. Ingat, di situlah mulanya pintu kesyirikan.
xv. Tambahkan pengalaman dengan meruqyah supaya kita tidak akan buntu
fikiran apabila berhadapan dengan kes-kes yang berat atau kes yang tidak
pernah kita alami.
xvi. Jangan meruqyah pesakit sekiranya pesakit itu perempuan yang tidak
disertai dengan mahramnya.
xvii. Jangan meruqyah pesakit yang berada dalam suasana yang tidak syarie
seperti tidak menutup aurat, lelaki memakai emas, perempuan yang
mengecat kuku dan sebagainya yang bercanggah dengan syariat Islam.

129
xviii. Jangan sewenang-wenangnya memegang pesakit sekiranya pesakit itu
perempuan walaupun atas alasan darurat. Sekiranya terpaksa
memegangpun peganglah pergelangan tangan atau kaki.
xix. Perbanyakkan membaca buku mengenai aqidah, rawatan dari gangguan
jin dan syaitan dan yang berkaitan dengannya karangan ulamak muktabar
dari kalangan salafus sholeh.
xx. Sebagai seorang mu’alij, kita tidak boleh merenung mata pesakit wanita
walaupun dengan alasan rawatan dan perkara ini sering terjadi.
xxi. Mu’alij jangan menetapkan syarat untuk merawat dengan bayaran wang
dengan jumlah yang tertentu ketika merawatnya.
xxii. Orang yang pernah dirasuki atau sedang mengalami gangguan jin jangan
sekali-kali untuk merawat pesakit lain.
xxiii. Ketika meruqyah pesakit, niatkan semoga Allah menerima usaha kita dan
berdoa agar Allah memalingkan jin dari badan pesakit.
xxiv. Meruqyah di bulan Ramadan lebih berkesan terutamanya apabila pesakit
berpuasa dan membaca ayat Al Quran.
xxv. Adalah wajib ke atas mu’alij untuk membentengi diri mereka dengan ilmu
kerana kebanyakan sebahagian mu’alij adalah merupakan mereka yang
hanya suka-suka sahaja meruqyah tanpa ilmu atau taqlid sahaja. Sila rujuk
kitab ‘At Tib Al Qurani Yua’lij As Sihr Wa Al Mass Asy Syaitani’ karangan
Syeikh Muhammad Sayyid Mahmud.
xxvi. Mu’alij hendaklah memberi peringatan kepada pesakit bahawa segala
urusan adalah terserah kepada Allah dan ini merupakan satu qadar dan
Insyaallah rawatan ini akan berhasil. Sila rujuk kitab ‘Hatta Yantasir Al
Ihsan Fi Ma’rakatihi Ma’a Al Jan’ karangan Syeikh Abu Muaz Mahmud
Imam.
xxvii. Kadang-kadang seorang mu’alij ini bertanya perkara yang tidak halal
baginya untuk diketahui contohnya “Apakah yang dilakukan oleh si suami
pada isterinya.”, “Apakah si suami menyakiti isterinya.” Dan sebagainya.
Kadangkala mu’alij bertanya kepada jin tersebut tentang masalah orang
lain untuk mengetahui rahsia-rahsia mereka dan kadangkala mu’alij
bertanya tentang dosa yang pernah dilakukan oleh pesakit. Ingat, ini
adalah suatu kemungkaran yang besar. Adakalanya mu’alij ini bertanya
sesuatu tentang sesorang kepada jin lalu jin tersebut pun bercerita dengan
panjang lebar lalu terjadilah mengumpat
xxviii. Ruqyah yang dibaca hendaklah dengan tartil iaitu hukum tajwid yang
sempurna, khusyuk dan jelas didengar
xxix. Jika dengan izin Allah kita dapat mengeluarkan jin dari badan pesakit,
janganlah kita katakan, “Aku telah mengeluarkan jin dari badan pesakit’
atau “Aku telah memalingkan jin dari badan pesakit” tetapi katakanlah
“Allah telah mengeluar dan memalingkannya.” Jangan kita mudah
terpedaya kerana ia adalah merupakan pintu masuk syaitan yang terbesar.

130
Sila rujuk kitab “Wiqayah Al Ihsan Min Al Jin Wa Asy Syaitan” karangan
Syeikh Wahid Abdus Salam Bali
xxx. Kadang-kadang jin meminta pakaian tertentu atau emas atau
menyembelih binatang dan sebagainya yang tidak disyariatkan Islam,
seluruh permintaan ini haram untuk ditunaikan.
xxxi. Kadang-kadang jin ini meminta untuk datang menziarahi pesakit setahun
sekali atau sebagainya. Permintaan ini hendaklah kita tolak sama sekali.
xxxii. Kadang-kadang tanda-tanda gangguan jin berlarutan hingga ke bulan
Ramadan dan kebanyakan jin yang menganggu dalam bulan Ramadan
adalah jin muslim. Sila rujuk kitab “Al I’laj Ar Rabani Lias Sihr Wa Al
Mass Asy Syaitani” karangan Syeikh Majdi Muhammad Asy Syahawi
xxxiii. Jin yang paling ganas adalah jin ifrit. Hanya mu’alij yang benar-benar
kuat imannya mampu berhadapan dengan mereka.
xxxiv. Ada jin yang suka mempermainkan mu’alij. Sebelum mu’alij sampai ke
rumah pesakit jin tersebut telah keluar dan masuk kembali ketika mu’alij
pulang.
xxxv. Perempuan di dalam keadaan berhadas besar seperti di dalam keadaan
haid, junub atau nifas sangat mudah dirasuk syaitan dan sihir. Adalah
menjadi kesilapan apabila mereka menjadikan waktu ini sebagai waktu
untuk rehat daripada melakukan ibadah. Walaupun tidak boleh berpuasa,
solat, membaca Al Quran dan sebagainya tetapi pada masa inilah mereka
boleh mengisi masa mereka dengan zikir-zikir dan selawat.

Cara Membuat Minyak Urut Ruqyah

Dari pengalaman penulis apabila merawat pesakit yang mengalami


gangguan jin, penulis akan meminta pesakit mengeluarkan kesemua azimat,
benda-benda yang diyakini memiliki kekuatan tertentu, wafaq, minyak urut
yang tidak jelas sumbernya dan sebagainya. Dari benda-benda di atas, minyak
urutlah yang sering penulis dapat kumpulkan dari pesakit. Ada beberapa jenis
minyak yang pelik penulis dapat dari pesakit. Antara jenisnya adalah minyak
sakang (sakang adalah sejenis sihir yang boleh mematikan orang, menyakitkan
badan, menyebabkan lumpuh, gila dan sebagainya), minyak sakang mayat,
minyak badi mayat, minyak pengasih, minyak penunggu dan sebagainya.
Untuk mematikan sihir di dalamnya sebaiknya kita bacakan Surah Al
Fatihah, Kursi dan Mu’awwizat lalu hembuskan ke dalam minyak tadi.
Insyaallah sihir tersebut akan tawar dengan izin Allah. Pernah apabila penulis
membacakan ayat ruqyah pada minyak-minyak tertentu seperti di atas ternyata
ada beberapa perkara pelik berlaku. Antaranya adalah botol minyak yang
dipegang terasa panas tiba-tiba, terasa seperti adanya denyut nadi manusia
pada botol tersebut walaupun botol tersebut diperbuat dari kaca dan kadang-
kadang terasa seperti gerakan-gerakan semut atau terasa penat atau ada

131
pergerakan pelik apabila kita meletakkan botol tersebut di atas tapak tangan. Di
sinilah kebesaran Allah yang Allah tunjukkan kepada kita bahawa
sesungguhnya banda-benda seperti ini memang ada penjaganya yang pasti
akan menganggu kehidupan kita sekeluarga.
Kita tidak nafikan dalam hadis Rasulullah ada menyentuh secara
tidak langsung mengenai penggunaan minyak urut ini terutamanya minyak
zaitun. Kalau kita melihat budaya masyarakat kita terutamanya, kita dan
minyak urut sudah sebati dan sangat erat. Jadi, untuk memisahkan mereka
dengan minyak urut yang tidak kita tahu sumber bacaan ini, sebaiknya kita
ciptakan minyak urut ruqyah yang disyariatkan. Fungsinya juga sama iaitu
sebagai minyak urut. Penulis sering membuat minyak urut ini atas permintaan
pesakit dan Alhamdulillah, rata-rata selepas menggunakan minyak ini, penyakit
mereka beransur reda, tidak kira disebabkan gangguan dari jin atau memang
sakit biasa. Tetapi kita hendaklah faham bahawa minyak ini hanya merupakan
asbabnya sahaja sedangkan Allah yang Maha Penyembuh. Minyak ini
merupakan suatu usaha sahaja. Jadi, diharap para pembaca tidak terkeliru
dengan masalah ini.
Adapun barang-barang yang diperlukan untuk membuat minyak
ruqyah ini adalah;

- Sebotol Minyak zaitun asli


- 50 gram Habbatus Sauda atau jintan hitam
- Satu kotak gaharu India
- Apa sahaja jenis minyak wangi yang boleh digunakan untuk solat

Cara membuatnya adalah ambil habbatus sauda atau jintan hitam tadi
dan dikisar sehingga halus. Begitu juga dengan gaharu India. Pastikan gaharu
India itu dipisahkan dahulu dari batangnya dan kemudian baru dikisar seperti
habbatus sauda tadi. Masukkan kedua-dua habbatus sauda dan gaharu India
yang telah dikisar tadi ke dalam bekas yang bersih.
Kemudian masukkan ketiga-tiga minyak wangi tadi ke dalam bekas
yang sama. Seterusnya masukkan minyak zaitun dan digaul sehingga rata atau
sebati. Akhir sekali bacakan ayat ruqyah kepada minyak tersebut dengan cara
mendekatkan mulut ke dalam bekas tadi ketika ayat ruqyah dibacakan.
Gunakan minyak tersebut untuk apa sahaja jenis penyakit samada gangguan jin
atau sakit biasa. InsyaAllah, dengan izin Allah kita akan terlepas dari kesakitan
yang membelengu diri kita. Selepas ini janganlah kita menggunakan minyak
urut yang tidak kita ketahui sumber bacaannya yang mana bukan sahaja kita
akan terus diganggu oleh syaitan yang ditugaskan untuk menjaga minyak
tersebut tetapi aqidah kita rosak kerana percaya serta menggunakan minyak
tersebut dengan cara yang tidak disyariatkan Islam.

132
Persediaan Meruqyah

a. Ayat-ayat Ruqyah

Ayat Al Quran dan doa penjagaan dari Rasulullah adalah aspek


penting dalam kita meruqyah. Ayat-ayat yang digunakan sebaik-baiknya
hendaklah sesuai dengan keadaan pesakit. Sekiranya jin yang menganggu
dihantar melalui sihir jadi hendaklah kita gunakan ayat tentang sihir,
sekiranya diganggu oleh jin kristian atau jin musyrik hendaklah
menggunakan surah yang berkaitan dengan Nabi Isa, tentang Uzair bukan
anak Allah, dan surah tentang kebesaran Allah. Sekiranya jin itu
membangkang kita gunakan ayat yang menceritakan tentang seksa neraka,
hari pembalasan dan sakaratul maut. Sekiranya jin itu ingin mengetahui
tentang Islam maka bacakanlah ayat yang menceritakan tentang kebesaran
Islam.
Umumnya seluruh ayat dari Al Quran itu adalah penyembuh
dan penawar.Secara teorinya kita hendaklah menggunakan ayat yang
sesuai dengan keadaan yang diperlukan. Dan hendaklah kita ketahui
bahawa Al Quran secara umumnya dapat memberi pengaruh kepada jin
ini.

b. Teknik

Dari segi teknik, kita hendaklah mengetahui titik-titik


kelemahan jin yang berada di dalam tubuh pesakit. Antara tempat yang
boleh ditekan pada badan pesakit yang Insyaallah dapat membantu
menyakiti jin adalah tekan di bawah bahagian cuping telinga, menekan,
mengenggam dan menepuk di bahagian bahu, memukul pada di sekitar
bahu, menekan ibu jari kaki, tapak kaki, bahagian ulu hati, kawasan di
antara jari telunjuk dengan ibu jari tangan, lutut, tapak kaki dan beberapa
tempat lagi.
Sebaiknya sebelum meruqyah, kita hendaklah bertanya kepada
pesakit bahagian badan manakan yang selalu mengalami kesakitan.
Kadang-kadang apabila kita meruqyah, jin di dalam badan pesakit
berusaha untuk bertahan walaupun terseksa apabila mendengar ayat
ruqyah. Jadi kita tambahkan lagi kesakitan mereka dengan menekan atau
memukul tempat yang telah disebutkan tadi. InsyaAllah jin tersebut pasti
akan mengalah dan menyerah.
Para peruqyah disarankan supaya selalu menimba pengalaman
dari peruqyah yang sudah berpengalaman agar dapat mempelajari secara
langsung cara menyakiti jin fasiq tersebut.

133
c. Pengalaman

Pengalaman adalah sangat-sangat penting dalam membantu


mengeluarkan jin dari badan pesakit. Ini kerana sekiranya peruqyah itu
kurang pengalaman maka dia mudah buntu untuk menghadapi sesuatu kes
gangguan jin. Contohnya tanpa pengalaman seseorang peruqyah itu sukar
untuk membezakan apakah pesakit itu terkena gangguan jin atau stress
atau gangguan jin jenis sihir ataupun bukan.
Pengalaman juga sangat diperlukan untuk menghadapi jin yang
sangat keras kepala ataupun jin yang sudah bertahun-tahun di dalam
badan pesakit. Ini kerana tanpa adanya pengalaman ataupun bagi
peruqyah yang baru mendapat bimbingan dari peruqyah yang
berpengalaman, dengan izin Allah maka sangat sulit sekali untuk
mengeluarkan jin dalam badan pesakit.

d. Kekuatan psikologi dan mental

Kekuatan psikologi (jiwa) dan mental adalah bekalan yang


penting ketika meruqyah. Ini kerana InsyaAllah kita akan berpeluang
untuk berdialog dengan jin. Semasa berhadapan dengan jin fasiq ini,
mereka akan menggunakan pelbagai tipu helah untuk mengelirukan kita.
Jangan mudah percaya dengan kata-kata mereka kerana jin yang
menganggu ini biasanya sangat suka berbohong.
Selain itu juga mereka kadang-kadang akan mengeluarkan kata-
kata kesat kepada kita dan kadang-kadang mengugut untuk membunuh
kita dan keluarga kita. Sekiranya peruqyah kurang dari segi persiapan
mental dan psikologi maka akan mudah emosi dan perasaannya dikuasai
oleh syaitan tersebut. Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
Allah berfirman dalam Surah An Nisa: 75;

134
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang
yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan
syaitan itu, kerana sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.”

Jadi jangan mudah untuk termakan dengan tipudaya mereka.


Jagalah adab sebelum meruqyah dan mintalah bantuan dari Allah.
Sesungguhnya Allah akan membantu hambaNya yang teraniaya dan akan
membantu hambaNya yang memohon pertolongan kepadaNya.
InsyaAllah kita berada di jalan yang benar selagi kita bergantung hanya
kepada Allah.

Azimat

Di dalam buku pertama penulis yang berjudul ‘Ruqyah Syariyah:


Sebuah Rawatan Islam Terhadap Gangguan Sihir Dan Jin’ menjelaskan
bahawa azimat itu merupakan suatu benda yang mengandungi bentuk-bentuk
dan tulisan yang jelas mensyirikkan Allah serta menghina ayat-ayat Al Quran.
Azimat ini terdiri dari pelbagai bentuk. Ada yang berbentuk tulisan di atas
kertas, kain, kulit binatang dengan simbol-simbol tertentu yang kita sendiri
tidak faham maknanya. Biasanya tertulis mentera-mentera syirik yang disertai
dengan beberapa huruf hijaiyyah yang ditulis berulang-ulang kali.Rasulullah
telah bersabda,

"Sesungguhnya mentera-mentera, jimat-jimat dan sihir pelet (pengasihan)

adalah syirik." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Imam Ibnu Taimiyah menegaskan,

"Meminta bantuan dengan tulisan yang tidak difahami maknanya tidak

diizinkan dalam syariat. Apalagi jika ada unsur syiriknya, maka perkara itu

diharamkan. Dan kebanyakan yang dilakukan oleh orang yang membuat

azimat adalah syirik." (Majmu' Fatawa 19/61)

Kadang-kadang azimat ini ditutupi dengan indah beberapa kalimah


Allah seperti Basmallah atau Asmaul Husna atau ayat Al Quran untuk

135
menutupi kesyirikan ini. Jadi masyarakat yang kurang faham akan
menganggap bahawa apa yang terkandung di dalam azimat itu adalah ayat Al
Quran atau ayat-ayat yang mengagungkan Allah.
Sebagai seorang Islam kita hendaklah menjauhkan diri dari
perbuatan syirik ini. Allah tidak pernah menjanjikan kebahagian kepada
pemakai azimat ini dan penggunaan azimat ini adalah dilarang di dalam syariat
Islam. Sesungguhnya azimat ini sekali-kali tidak akan dapat memberi
kesenangan dan perlindungan kepada kita melainkan kehidupan kita akan
semakin sempit, hina, susah dan hidup kita selalu dalam laknat Allah.
Na’uzubillah.

Cara Memusnahkan Azimat

Penggunaan azimat adalah haram di dalam Islam. Ini kerana huruf


Hijaiyah yang ditulis di atas kertas atau kain atau beberapa cara lain seperti
menggantungkan tulisan-tulisan yang diyakini dapat mendatangkan para
pembeli ke restoran atau gerai makan misalnya adalah azimat para dukun atau
bomoh walaupun yang memberikan azimat itu adalah pak haji, ustaz atau
syeikh. Rajah-rajah atau azimat ini digunakan oleh para dukun yang
bekerjasama dengan jin.
Penulis dan kawan–kawan yang meruqyah hampir setiap hari
menerima azimat dari para pesakit yang meminta untuk dimusnahkan.
Sebahagiannya kami jelaskan bentuk kesesatannya, lalu kami musnahkan
dengan cara membakar sekiranya ia dari kertas atau kain atau dari bahan yang
mudah dibakar. Sekiranya ia terdiri dari besi atau benda yang tidak dapat
dibakar maka ia akan dipatah atau dihancurkan supaya hilang bentuk asalnya.
Dan kemudia dibuang ke laut atau sungai supaya benda tersebut tidak akan
dimanfaatkan oleh orang lain pula.
Termasuk juga syarat dari jin berupa garam atau apa saja
permintaannya untuk melaris jualan di restoran atau gerai-gerai makan adalah
perbuatan kesyirikan yang tidak boleh dituruti. Ini kerana pelaris dengan garam
adalah tidak logik, tidak ada hubungannya antara garam dan kedatangan para
pelanggan. Juga tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan tidak juga
dilakukan oleh para sahabat sebagai cerminan untuk kita dalam melaksanakan
syariat Islam. Dan ini jelas-jelas menuruti perintah dukun dan jin.
Begitu juga sekiranya mendatangi para dukun dan meminta bantuan
kepada mereka adalah perbuatan yang dapat mengeluarkan seseorang dari
keislaman.

136
"Barangsiapa mendatangi dukun, kemudian bertanya kepadanya dan

membenarkannya, sungguh dia telah mengingkari (wahyu) yang diturunkan

kepada Muhammad (al-Qur'an dan hadis)." (HR Ahmad dan Baihaqi).

Sekiranya kita pernah mempunyai azimat atau melakukan ritual


pelaris maka segeralah bertaubat kepada Allah dan musnahkanlah azimat
tersebut. Carilah pelaris yang diajarkan oleh Islam berupa usaha yang maksima
dan profesional serta perkhidmatan yang baik dan kemudian berdoa kepada
Allah agar apa yang kita usahakan laris serta banyak pelanggan. Ini kerana hati
manusia ada di antara jari-jari Allah yang Maha Pengasih. Rasulullah s.a.w
bersabda,

"Ya Allah, berkahilah umatku pada paginya." Jika Rasul mengirim pasukan,
mengirimnya pada pagi hari. Dan Sakhr adalah seorang pedagang yang
selalu mengirimkan barang dagangannya di pagi hari, maka dia menjadi
orang yang kaya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Untuk memusnahkan azimat itu tidaklah sulit. Hanya harus berhati-


hati. Setiap muslim dapat memusnahkannya, tidak semestinya ustaz atau orang
tertentu. Ertinya sesiapapun dapat melakukannya sendiri. Berikut cara
memusnahkan jimat:

Pertama, Milikilah keyakinan penuh bahawa hanya Allah yang Maha

Kuat dan jin itu sangat lemah. Allah berfirman,

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang
di jalan taghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, kerana sesungguhnya
tipu daya syaitan itu adalah lemah. (QS an-Nisa': 76).
Ini perlu dikukuhkan dari kali yang pertama lagi, agar kita tidak memiliki rasa waswas
yang mana ianya akan dimanfaatkan oleh jin untuk mencelakakan kita. Ini

137
disebabkan jin sudah terlanjur lama atau selesa tinggal di azimat itu kerana telah
dipertuhankan oleh pemilik azimat tersebut.
Kedua, Binalah rasa tawakkal yang tinggi. Tawakkal ini dapat dibina setelah kita
memiliki keyakinan penuh kepada kekuatan Allah dan keyakinan bahawa jin
sangatlah lemah. Tawakkal ertinya menyandarkan diri sepenuhnya kepada Allah.
Tawakkal akan membuat kita menjadi orang yang paling kuat, termasuk dalam
menghadapi syaitan manusia dan syaitan jin yang berlindung di balik azimat.
Rasulullah s.a.w bersabda,
“Barangsiapa yang ingin menjadi manusia yang paling kuat, maka bertawakkallah
kepada Allah.” (HR Hakim, Abd bin Humaid, Syihab, al-Haitsami dari Ibnu Abbas).
Ketiga, Bacakan Surah Al Fatihah atau ayat kursi atau tiga Qul atau ayat-ayat ruqyah
lainnya untuk melindungi diri kita, kemudian untuk menghinakannya kita boleh
meludahnya, seperti yang dilakukan Amr bin Yasir terhadap patung Hubal.
Keempat, Bakarlah jika azimat itu termasuk yang dapat dibakar seperti kertas atau
kain. Demikian juga azimat yang terbuat dari bahan yang tidak hancur dibakar seperti
keris, tombak, batu, bakarlah. Hal ini pernah dilakukan oleh Nabi Musa ketika beliau
membakar patung anak sapi yang dibuat dari emas,
"Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan
menghamburkan ke dalam laut." (QS Thaha: 97).
Setelah itu hilangkanlah dengan cara memendamnya atau membuangnya atau
menyimpannya di tempat yang tidak menimbulkan fitnah bagi masyarakat awam dan
kita sekeluarga. Jika anda membuangnya atau memendamnya, yakinkan bahawa
benda tersebut tidak dipungut atau digali kembali oleh orang yang kemudian
menjadikannya azimat kembali.

138