Anda di halaman 1dari 2

Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok

14 May 2016 admin 1 Comment dinkes, godean, kabupaten, kesehatan, penyuluhan, puskesmas,
rokok, sleman

Kegiatan pengembangan Kawasan Tanpa Rokok di instiusi pendidikan telah dilakukandi MTs
Negeri Godean pada tanggal 30 April 2016 jam 08.30-11.30 dengan sasaran pengurus osis
sebanyak 25 anak, perwakilan guru dan karyawan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan
sekolah sebagai tempat edukasi yang dapat menjadi pesan pendidikan yang kuat pada
masyarakat, salah satunya dengan menjadi kawasan tanpa rokok sesuai dengan Peraturan Bupati
Sleman no 42 tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok.
Dalam sambutannya kepala sekolah MTs N Godean mengucapkan terimakasih kepada tim
puskesmas yang akan memberikan informasi tentang rokok. Kepala sekolah MTs N Godean juga
mengharapkan para siswa terpilih (osis) dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan serius dan
menanyakan hal-hal yang belum dimengerti sehingga informasi yang di sampaikan dapat di
tularkan kepada teman ataupun keluarga. Kegiatan pengembangan kawasan tanpa rokok di
institusi pendidikan juga diharapkan dapat terus berjalan mengingat semakin banyaknya
pengguna rokok di kalangan pelajar.
Kepala Puskesmas Godean 1 dalam sambutanya menambahkan bahwa kebiasaan bapak ibu guru,
kondisi sekolah merupakan media edukasi yang dapat menjadikan pesan pendidikan bagi siswa
dan sisiwi. Selain itu juga mengharapkan dapat terwujud komitmen kawasan tanpa rokok di MTs
N Godean sehingga masyarakat di lingkungan sekolah terlindungi dari paparan asap rokok.
Dalam paparan materinya Kepala Puskesmas Godean I (Muhammad Daroji SKM, MP.H)
menyampaikan bahwa perilakumerokoksaatiniseperti sudah
menjadi“bagiandarigayahidup”.Bahkantingkat perkembangan pemakai tembakau di negara
berkembang mencapai 2,1 % per tahun, ironisnya di negara-negara maju justru mengalami
penurunan sebesar 1,1 % per tahun. Kondisi ini harus menjadi perhatian bahwa pada masyarakat
yang sudah maju perilaku merokok sudah dihindari. Di Indonesia lebih ironis lagi, karena tingkat
pertumbuhan perilaku merokok pada usia dini (5-9 tahun) dari waktu kewaktu selalu meningkat
yaitu 0,4% pada tahun 2001 menjadi 1,8% pada tahun 2004.Smentara dari data yang ada di
PuskesmasGodean 1 awalanakmengenalrokok 76 % dariteman, dansisanyadarikeluarga.Dalam
ahir paparannya Kepala puskesmas Godean I menyampaikan 5 pesan tentang perilaku merokok:
1. Perilaku Tidak Merokok merupakan bagian dari gaya hidup sehat dan modern.
2. Perilaku Tidak merokok merupakan keputusan cerdas dalam hidup.
3. Perilaku Tidak merokok mencerminkan sikap mental etis dan santun.
4. Perilaku Tidak merokok merupakan bentuk sikap sayang pada anak, keluarga dan sesama.
5. Perilaku Tidak merokok mencerminkan citra positif dan berkharisma.
Bahaya tentang rokok juga disampaikan oleh Yetik Purniawati Amd, Kep., dijelaskan bahwa
asap rokok mengandung berbagai bahan berbahaya sepertiAseton, methanol, toluene, butane,
ammonia, hydrogen cyanide yang tentunya dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti
serangan jantung, kanker, penyakit paru, gangguan janin, impotensi dan stroke. Selain itu rokok
dapat pula menimbulkan ketergantungan, hal ini karena kandungan nikotin dalam rokok yang
akan meningkatkan kadar neurotransmiter dopamin. Nikotin akan masuk ke pembuluh darah dan
sampai ke otak dalam waktu beberapa detik. Otak akan memproduksi dopamin yang dapat
menimbulkan perasaan tenang, nyaman dan nikmat saat merokok, perasaan tersebut dapat terjadi
selama 2 jam setelah merokok, setelah itu mulai merasakan gelisah dan timbul keinginan untuk
merokok lagi. Kandungan nikotin dalam rokok tentunya berbeda, rokok kretek mengandung
nikotin lebih tinggi di bandingkan dengan rokok putik. Dalam rokok kretek kandungan nikotin
sebesar 1,7-2,5 mg sedangkan pada rokok putih kandungan nikotinnya sebesar 0.05-1,4 mg.
Kebijakan nasional untuk pengendalian tembakau telah dilakukan, baik secara promotif dan
preventiv. Penetapan kawasan tanpa rokok dilakukan di 134 kabupaten dan di 34 provinsi hal
tersebut dilakukan dengan memberikan informasi, edukasi dan komunikasi. Selain itu kerjasama
dari berbagai pihak juga diharapkan untuk terciptanya kawasan tanpa rokok.
Dari kegiatan pengembangan KTR yang di lakukan di MTs N Godean telah terbentuk komitmen
yang terdiri dari 3 point dan telah di tandatangani oleh perwakilan siswa dan guru. Dari kegiatan
tersebut telah disepakati bahwa MTs N godean berkomitmen untuk :
1.Mentaati Peraturan Bupati Sleman No 42 Tahun 2012 tentang KTR (Kawasan Tanpa Rokok)
di tempat belajar mengajar.
2.Tidak menyediakan rokok dan segala hal yang berhubungan dengan rokok seperti asbak, korek
api untuk menyalakan rokok, asap rokok, iklan rokok, dll,
3.Komitmen ini akan ditaati oleh warga sekolah dan tamu yang berkunjung ke sekolah.